| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0014196331834000 | Rp 4,554,591,216 | - | |
| 0316799907834000 | Rp 4,578,058,282 | - | |
CV Cahaya Samudera | 0016266843834000 | Rp 4,539,818,713 | Setelah dilakukan klarifikasi dokumen teknis, tidak memenuhi ketentuan persyaratan tambahan pada Bab. III IKP Pasal 17.2.b.6).3) dan IKP Pasal 28.29.12.f.3 dan 6 serta Bab. IV LDP Huruf F.6.3. |
Agung Kurnia Mandiri | 0018114948831000 | - | - |
| 0317011609834000 | - | - | |
| 0854295409822000 | - | - | |
| 0812227726831000 | - | - | |
PT Nusantara Baja Prima | 07*0**5****11**0 | - | - |
CV Fandri Construksindo | 00*9**0****33**0 | - | - |
| 0010716181058000 | - | - | |
| 0032137812831000 | - | - | |
| 0027020304805000 | - | - | |
| 0031155187831000 | - | - | |
PT Indo Trans Konstruksi | 08*8**7****07**0 | - | - |
PT Gunung Baja Permata | 09*1**9****35**0 | - | - |
| 0806806873831000 | - | - | |
CV Dash Lebang Perkasa | 09*1**6****21**0 | - | - |
| 0943127845834000 | - | - | |
| 0658184510831000 | - | - | |
| 0634024442831000 | - | - | |
| 0806646493831000 | - | - | |
| 0415033794831000 | - | - | |
| 0940625510831000 | - | - | |
CV Bailo Raya | 0751006685833000 | - | - |
| 0315326074831000 | - | - | |
PT Artama Anugrah Konstruksi | 09*4**9****67**0 | - | - |
| 0634603534814000 | - | - | |
| 0927740779831000 | - | - | |
| 0033022344805000 | - | - | |
| 0743588550822000 | - | - | |
| 0747702611622000 | - | - | |
| 0025733833831000 | - | - | |
PT Rajawali Jaya Konstruksi | 06*4**2****47**0 | - | - |
| 0025732363831000 | - | - | |
| 0944253137805000 | - | - | |
| 0032445348801000 | - | - | |
| 0627350770831000 | - | - | |
| 0942517947831000 | - | - | |
PT Sentral Sukses Perkasa | 09*6**6****04**0 | - | - |
| 0603382953831000 | - | - | |
| 0023510977803000 | - | - | |
| 0863824157831000 | - | - | |
| 0017658436834000 | - | - | |
| 0711230243831000 | - | - | |
| 0815154885831000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
I. PENDAHULUAN
Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi
biaya pelaksanaan, dimana Penyedia jasa harus dapat merealisasikan pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan, biaya yang telah dianggarkan dan kualitas pekerjaan
sesuai dengan yang diinginkan pihak pengguna anggaran, sebagai upaya untuk
terlaksananya rencana proyek tersebut, maka berikut ini kami susun Uraian Singkat
Pekerjaan.
II.URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1. Divisi 1 Umum
a) Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung
pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana
disyaratkan di bagian-bagian lain dari Dokumen Kontrak,
b) Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas
Penyedia Jasa harus menyediakan perlengkapan jalan dan jembatan1 sementara
dan Tenaga Manajemen Keselamatan Lalu Lintas untuk mengendalikan dan
melindungi para pekerja2, dan pengguna jalan yang melalui daerah konstruksi,
termasuk lokasi sumber bahan dan rute pengangkutan, sesuai dengan spesifikasi ini
dan memenuhi rencana detail dan lokasi manajemen dan keselamatan lalu lintas
yang telah disusun oleh Penyedia Jasa atau atas perintah Pengawas Pekerjaan.
Penyedia Jasa harus menyediakan, memasang dan memelihara perlengkapan
jalan dan jembatan sementara dan harus menyediakan petugas bendera (flagmen)
dan/atau alat pengaman pemakai jalan sementara sepanjang ZONA kerja saat
diperlukan selama Masa Pelaksaanaan. Manajemen dan keselamatan lalu lintas harus
dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi harus dituangkan dalam Rencana
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (RMKL) yang disusun oleh Penyedia Jasa
berdasarkan tahapan dan metoda pelaksanaan pekerjaan. RMKL harus memenuhi
ketentuan-ketentuan dan panduan dari Direktorat Jenderal Bina Marga dan peraturan
terkait lainnya yang berlaku. Jumlah dan jenis perlengkapan jalan dan jembatan
sementara yang disediakan harus sesuai dengan Rencana Manajemen dan
Keselamatan Lalu Lintas
c) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Seksi ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja
yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja
konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja.
Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan
perlindungan kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang
kompeten dan organisasi pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat risiko
yang ditetapkan oleh Wakil Pengguna Jasa.
Semua fasilitas dan sarana lainnya yang disiapkan oleh Penyedia Jasa menurut
Seksi ini tetap menjadi milik Penyedia Jasa setelah Kontrak berakhir.
2. Divisi 3 Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
a) Galian Struktur
Galian Struktur mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas
pekerjaan. yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk Struktur. Setiap
galian yang didefinisikan sebagai Galian Biasa atau Galian Batu atau Galian
Perkerasan Beton tidak dapat dimasukkan dalam Galian Struktur.
Galian Struktur terbatas untuk galian lantai beton fondasi jembatan,
tembok penahan tanah beton, dan struktur beton pemikul beban lainnya selain
yang disebut dalam Spesifikasi ini. Pekerjaan galian struktur juga meliputi:
penimbunan kembali dengan bahan yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan;
pembuangan bahan galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase,
pemompaan, penimbaan, penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja atau
cofferdam beserta pembongkarannya.
b) Timbunan Biasa dari sumber galian
timbunan biasa terdiri dari bahan galian tanah atau bahan galian batu yang
disetujui oleh Pengawas. Pekerjaan sebagai bahan yang memenuhi syarat untuk
digunakan dalam pekerjaan permanen seperti yang diuraikan dalam Pasal 3.1.1.1)
dari Spesifikasi ini. Bahan untuk timbunan biasa tidak boleh dari bahan galian tanah
seperti Tanah yang mengadung organik seperti jenis tanah OL, OH dan Pt dalam
sistem USCS serta tanah yang mengandung daun - daunan, rumput-rumputan,
akar, dan sampah.
c) Timbunan Pilihan dari sumber galian
Timbunan Pilihan harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas daya
dukung tanah dasar pada lapisan penopang (capping layer) dan jika diperlukan
di daerah galian. Timbunan pilihan dapat juga digunakan untuk stabilisasi lereng
atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih curam
karena keterbatasan ruangan, dan untuk pekerjaan timbunan lainnya di mana
kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis.
Timbunan Pilihan harus digunakan sebagai lapisan penopang (capping
layer), pada tanah lunak yang mempunyai CBR lapangan kurang 2,5% yang
tidak dapat ditingkatkan dengan pemadatan atau stabilisasi.
Timbunan Pilihan Berbutir harus digunakan di atas tanah rawa, daerah berair
dan lokasi-lokasi serupa di mana bahan Timbunan Pilihan dan Biasa tidak dapat
dipadatkan dengan memuaskan.
d) Penyiapan Badan Jalan
Penyiapan Badan Jalan mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan
permukaan tanah dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan,
Lapis Fondasi Agregat, Lapis Fondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Stabilisasi
Tanah (Soil Stabilization) atau Lapis Fondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas
(termasuk jalur tempat perhentian dan persimpangan) dan di daerah bahu jalan baru
yang bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran lajur lalu lintas.
Penyiapan tanah dasar ini juga termasuk bagian dari pekerjaan yang
dipersiapkan untuk dasar lapis fondasi bawah (sub-base) perkerasan di daerah
galian. Tanah dasar harus mencakup seluruh lebar jalur lalu lintas dan bahu jalan
dan pelebaran setempat Pekerjaan penyiapan tanah dasar harus diperiksa, diuji dan
diterima oleh pengawas Pekerjaan sebelum lapisan di atasnya akan dilaksanakan.
Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup perataan berat dengan
motor grader untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan dan tanpa
penambahan bahan baru
Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan
timbunan minor yang diikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah
atau bahan berbutir, dan pemeliharaan permukaan yang disiapkan sampai bahan
perkerasan ditempatkan di atasnya, yang semuanya sesuai dengan Gambar dan
Spesifikasi ini atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
3. Divisi 5 Perkerasan Berbutir
a) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Agregat kelas A adalah merupakan campuran agregat halus
dan kasar yang dapat memenuhi gradasi sesuai dengan Spesifikasi yang digunakan
untuk pondasi perkerasan aspal maupun perkerasan beton. Proses Pencampuran
bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi
instalasi pemecah batu Quaary yang disetujui, dengan menggunakan pemasok
mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran yang menerus dari
komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar dan dalam keadaan
apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan. Whell Loader
memuat Agregat klas A ke dalam Dump Truck di Base Camp dan diangkut ke lokasi
pekerjaan dengan Dump Truck lalu dihampar dengan Motor Grader/bulldozer,
hamparan agregat dibasahi dengan Water Tanker sebelum dan sesudah
pemadatan dengan Vibro Roller dan selama pemadatan sekelompok pekerja akan
merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan alat bantu kereta dorong,
sekop dan garpu. Dari lokasi Quarry tersebut, dilaksanakan pengambilan contoh
material (sampling ) pada beberapa titik untuk dilakukan pengujian di laboratorium
4. Divisi 6 Perkerasan Aspal
a) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan
aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan
lapisan beraspal berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas
permukaan fondasi tanpa bahan pengikat Lapis Fondasi Agregat.
b) Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan ini mencakup lapisan perekat yang berupa Aspal cair yang
diletakkan diatas lapisan beraspal atau lapis beton. Bahan lapis pengikat terdiri dari
aspal emulsi yang cepat menyerap atau aspal keras. Untuk pemakaiannya sendiri
berkisar antara 0,15 sampai 0,50/m2 lebih tipis dibandingan volume Prime Coat
c) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet berupa lapis
perata, lapis fondasi, lapis antara atau lapis aus campuran beraspal panas yang
terdiri dari agregat, bahan aspal, bahan anti pengelupasan dan bahan tambah atau
stabilizer untuk Stone Matrix Asphalt (SMA), yang dicampur secara panas di pusat
instalasi pencampuran, serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut di
atas fondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai dengan Spesifikasi
ini dan memenuhi garis, ketinggian dan potongan memanjang
5. Divisi 7 Struktur
a) Beton Struktur fc’ 30 Mpa
Pekerjaan ini mencakup penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan pemeliharaan fondasi seperti
pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar fondasi tetap kering.
Umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan,
gelagar beton bertulang, diafragma non pratekan, kereb beton pracetak, gorong-
gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan, perkerasan beton semen dan
umumya digunakan untuk struktur beton tanpa tulangan seperti beton siklop, dan
trotoar.
b) Beton, fc’ = 20 MPa
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
setara, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan tambah
membentuk massa padat.
Pekerjaan ini mencakup penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan pemeliharaan fondasi seperti
pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar fondasi tetap kering.
Umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai jembatan,
gelagar beton bertulang, diafragma non pratekan, kereb beton pracetak, gorong-
gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan, perkerasan beton semen dan
umumya digunakan untuk struktur beton tanpa tulangan seperti beton siklop, dan
trotoar.
c) Beton, fc’ = 10 MPa
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
setara, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan tambah
membentuk massa padat.
Pekerjaan ini mencakup penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan pemeliharaan fondasi seperti
pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar fondasi tetap kering.
Umumnya digunakan sebagai lantai kerja, penimbunan kembali dengan beton.
d) Baja Tulangan Polos-BjTP 280A
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai
dengan Spesifikasi dan Gambar (terlampir)
Baja tulangan harus baja polos atau sirip dengan mutu uji tarik dengan kuat
luluh/leleh (YS) minimal 280 MPa dan maksimal 405 MPa, kuat tarik (TS) minimal
350 MPa dengan regangan dalam 200 mm minimal 11 (d≤10 mm), 12 (d≤12 mm)
e) Baja Tulangan Sirip-BjTS 280A
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan
Spesifikasi dan Gambar (terlampir)Baja tulangan harus baja polos atau sirip
dengan mutu uji tarik dengan kuat luluh/leleh (YS) minimal 280 MPa dan
maksimal 405 MPa, kuat tarik (TS) minimal 350 MPa dengan regangan dalam 200
mm minimal 11 (d≤10 mm), 12 (d≤13 mm)
f) Penyediaan Baja Struktur Grade 345 (Kuat Leleh 345 MPa)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, Pengangkutan dan penempatan baja
struktur sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar (terlampir).
Kuat Tarik dan kuat leleh baja struktur sesuai dengan kebutuhan kelas dan
Panjang jembatan yang akan dibangun.
g) Pemasangan Baja Struktur
Pekerjaan ini mencakup pemasangan kompunen utama girder baja, deck
steel, pipa sandaran dan semua aksesoris pendukung pemasangan baja struktur
h) Penyediaan Tiang Pancang Beton Pratekan Pracetak diameter 400 mm
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, Pengangkutan dan penempatan
Tiang Pancang beton pracetak sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar (terlampir).
i) Pemancangan Tiang Pancang Beton Pratekan Pracetak diameter 400 mm
Pekerjaan ini mencakup pengukuran, pemancangan tiang pancang beton
sesuai dengan gambar rencana baik dari titik dan kedalaman rencana, daya dukung
tiang pancang diuji dengan metode empirid, kalendering untuk mengetahui
kedalaman tiang pancangan.
j) Pasangan Batu
Pekerjaan ini mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam
Gambar atau seperti yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, yang dibuat dari
Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan
seluruh formasi atau fondasi termasuk galian dan seluruh pekerjaan yang
diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan
memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh Pengawas
Pekerjaan.
Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti
dinding penahan tanah, talud, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-
gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang
cukup besar. Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan,
bukan sebagai penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai
gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau
di sekitar ujung gorong-gorong, maka Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared
Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).
k) Bronjong dengan kawat yang dilapisi Galvanis
Bronjong adalah suatu hasil anyaman kawat baja atau galvanis dan kawat
pvc dengan konfigurasi (berbentuk kotak dengan lubang segi enam). Kawat
galvanis adalah kawat yang dilapisi bahan anti karat yang menyerupai krom
sehingga kawat galvanis mempunyai kekuatan dan tahan terhadap karat. Kawat pvc
adalah kawat galvanis yang dilapisi dengan bahankaret semi plastik pada bagian
luar hampir mirip seperti kabel listrik dan memiliki warna lapisan yang bervariasi.
Bronjong bilah di bentuk balik, prisma atau silinder kemudian diisi dengan batu yang
pipih.
l) Papan Nama Jembatan
Papan Nama Jembatan adalah papan monumen yang berisi informasi
mengenai jembatan tersebut misalnya nama, nomor, tahun pembuatan, dan
panjang jembatan, selain itu papan nama jembatan juga dapat berupa papan
monumen peresmian.
m) Pembongkaran Beton
Pembongkaran dilakukan dengan menggunakan jack hammer yang
dimulai pada bagian tengah daerah penambalan dan bergeser menuju ke arah
tepi. Pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak beton
yang baik di bawah tambalan, tidak menyisakan bagian beton yang harus dibongkar
dan tidak menimbulkan gompal pada tepi-tepi daerah penambalan.
Beton keropos di tengah daerah penambalan dibongkar dengan
menggunakan jack hammer, kemudian beton di dekat tepi daerah penambalan
selanjutnya dibongkar dengan menggunakan peralatan manual (pahat).
Pembongkaran harus dimulai dari bagian dalam daerah penambalan menuju ke
arah tepi, dan ujung pahat harus selalu diarahkan menuju bagian dalam daerah
penambalan
n) Pipa Drainase Baja diameter 75 mm
Pekerjaan pipa drainase pipa baja dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran lantai
atas box culvert. Jumlah, Panjang dan jarak pipa drainase mengacu pada gambar shop drawing
yang telah ditetapkan
o) Pipa drainase PVC diameter 75 mm
Pekerjaan pipa drainase pvc 3” dipasang pada bagian dinding luar pasangan batu talud
dipasang dengan panjang dan sebaran titik pemasangan sesuai dengan arahan direksi teknis
lapangan
6. Divisi 8 Rehabilitasi Jembatan
a) Pengecetan dekoratif pada elemen struktur beton, tebal : 100 µm
Pekerjaan pengecatan ini adalah untuk mencegah dan melindungi elemen
struktur beton termasuk bagian pelengkap jembatan dari kerusakan yang
diakibatkan oleh faktor lingkungan dan menambah nilai estetika jembatan.
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penutupan permukaan beton dengan lapisan
pelindung untuk mencegah terjadinya korosi dini pada baja tulangan/ strand dengan
cara memberikan lapisan beton yang tahan terhadap lingkungan yang korosif,
serangan asam dan karbonasi. Pekerjaan pengecatan ini meliputi pekerjaan
persiapan alat-alat dan bahan, pembersihan permukaan struktur beton, pelapisan
dengan bahan pelindung/ coating dengan ketebalan pelapisan tertentu yang
dijelaskan dalam persyaratan.
Pekerjaan dilaksanakan menggunakan bahan yang telah ditentukan
di dalam spesifikasi ini atau yang disetujui oleh Direksi Teknik.
b) Pengelasan SAW pada baja Grade 30
Pengelasan SAW pada baja Grade 30 sebuah proses penggabungan metal
yang melibatkan pembentukan busur listrik dengan elektroda yang diumpankan
secara terus menerus pada baja dan melindungi baja dari karat yang dapat
menyebabkan tiap sambungan lebih rapuh.
d) Pengecatan pada elemen sandaran dan/atau pagar pengaman (gruard rail) 80 mikron
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penutupan permukaan baja dengan
lapisan pelindung untuk mencegah terjadinya karat dan keropos dini pada baja
tulangan/ strand dengan cara memberikan lapisan baja yang tahan terhadap
lingkungan. Pekerjaan dilaksanakan menggunakan bahan yang telah
ditentukan di dalam spesifikasi ini atau yang disetujui oleh Direksi Teknik
7. Divisi 9 Pekerjaan Harian & Pekerjaan Lain-Lain
a) Patok Pengarah
Pekerjaan patok pengarah dilaksanakan di atas talud jembatan. Stek baja tulangan
diperlukan pada saat pengecoran patok pengarah jembatan sehingga pada saat pekerjaan
pasangan batu, pada titik patok pengarah harus ditempatkan stek baja tulangan dengan
jumlah dan Panjang stek mengacu pada gambar shop drawing. Pengecatan patok pengarah
sudah termasuk pada item pekerjaan ini. Ukuran patok pengarah dan komposisi warna yang
digunakan mengacu pada gambar shop drawing