DINAS BINA MARGA DAN PENATAAN RUANG
PROVINSI SULAWESI TENGAH
BIDANG JALAN DAN JEMBATAN
Jalan. Towua No. 85 Palu, Telp. (0451) 486330
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pekerjaan:
PENANGANAN LONG SEGMENT
RUAS LEMBAH SUMARA - TANDOYONDO (DAK)
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. Pendahuluan
Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi
biaya pelaksanaan, dimana Penyedia jasa harus dapat merealisasikan pekerjaan
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, biaya yang telah dianggarkan dan
kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan pihak pengguna anggaran,
sebagai upaya untuk terlaksananya rencana proyek tersebut, maka berikut ini
kami susun Uraian Singkat Pekerjaan.
B. Uraian Singkat Pekerjaan
1) Divisi 1 Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan
tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan.
2) Divisi 2 Drainase
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Pekerjaan ini mencakup galian selokan baru yang dilapisi (lined) maupun tidak
(unlined), sesuai dengan Spesifikasi serta memenuhi garis, ketinggian, dan
detail sesuai dengan gambar pada Spesifikasi (terlampir).
Pasangan Batu dengan Mortar
Pekerjaan ini mencakup pembuatan selokan dan saluran air, dan pembuatan
"apron" (lantai golak), lubang masuk (entry pits) dan struktur saluran kecil
lainnya dengan menggunakan pasangan batu dengan mortar yang dibangun
di atas suatu dasar yang telah disiapkan memenuhi garis, ketinggian dan
dimensi serta pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang sulingan (weep
holes), termasuk penyediaan dan pemasangan cetakan lubang sulingan atau
pipa.
3) Divisi 3 Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
Galian Struktur dengan kedalaman 0 – 2 meter
Galian Struktur mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas
pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk Struktur. Setiap
galian yang didefinisikan sebagai Galian Biasa atau Galian Batu atau Galian
Perkerasan Beton tidak dapat dimasukkan dalam Galian Struktur.
Galian Struktur terbatas untuk galian lantai beton fondasi jembatan, tembok
penahan tanah beton, dan struktur beton pemikul beban lainnya selain yang
disebut dalam Spesifikasi ini. Pekerjaan galian struktur juga meliputi:
penimbunan kembali dengan bahan yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan;
pembuangan bahan galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase,
pemompaan, penimbaan, penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja
atau cofferdam beserta pembongkarannya.
Timbunan Biasa dari Sumber Galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan
timbunan.
Timbunan Pilihan dari sumber galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan
timbunan. Timbunan Pilihan harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas
daya dukung tanah dasar pada lapisan penopang (capping layer) dan jika
diperlukan di daerah galian. Timbunan pilihan dapat juga digunakan untuk
stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng
yang lebih curam karena keterbatasan ruangan, dan untuk pekerjaan
timbunan lainnya di mana kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis.
Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan
timbunan.
4) Divisi 5 Pekerasan Berbutir
Lapis Pondasi Aggregat Kelas A
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan,
penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat di atas permukaan yang
telah disiapkan dan telah diterima sesuai dengan detail yang ditunjukkan
dalam Gambar, dan memelihara lapis fondasi agregrat atau lapis drainase
yang telah selesai sesuai dengan yang disyaratkan.
5) Divisi 6 Perkerasan Aspal
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal
pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan
beraspal berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan
fondasi tanpa bahan pengikat Lapis Fondasi Agregat.
Lapis Perekat – Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan ini mencakup lapisan perekat yang berupa Aspal cair yang
diletakkan diatas lapisan beraspal atau lapis beton. Bahan lapis pengikat terdiri
dari aspal emulsi yang cepat menyerap atau aspal keras. Untuk pemakaiannya
sendiri berkisar antara 0,15 sampai 0,50/m2 lebih tipis dibandingan volume
Prime Coat.
Laston Lapis Aus (AC-WC)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet berupa lapis
perata, lapis fondasi, lapis antara atau lapis aus campuran beraspal panas
yang terdiri dari agregat, bahan aspal, bahan anti pengelupasan dan bahan
tambah atau stabilizer untuk Stone Matrix Asphalt (SMA), yang dicampur
secara panas di pusat instalasi pencampuran, serta menghampar dan
memadatkan campuran tersebut di atas fondasi atau permukaan jalan yang
telah disiapkan sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian
dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam Gambar.
Semua campuran dirancang dalam Spesifikasi ini untuk menjamin bahwa
asumsi rancangan yang berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara,
stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana.
Bahan Anti Pengelupasan
Bahan anti pengelupasan ditambahkan dalam bentuk cairan di timbangan
aspal AMP sesaat sebelum dilakukan proses pencampuran di pugmill.
6) Divisi 7 Struktur
Beton Struktur fc’ = 20 MPa
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
setara, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan
tambah membentuk massa padat.
Pekerjaan ini mencakup penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan pemeliharaan fondasi seperti
pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar fondasi tetap
kering. Umumnya digunakan untuk beton bertulang seperti pelat lantai
jembatan, gelagar beton bertulang, diafragma non pratekan, kereb beton
pracetak, gorong-gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan,
perkerasan beton semen dan umumya digunakan untuk struktur beton tanpa
tulangan seperti beton siklop, dan trotoar.
Beton, fc’ = 15 MPa
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
setara, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan
tambah membentuk massa padat.
Pekerjaan ini mencakup penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pengadaan perawatan beton, lantai kerja dan pemeliharaan fondasi seperti
pemompaan atau tindakan lain untuk mempertahankan agar fondasi tetap
kering.
Umumnya digunakan sebagai lantai kerja, penimbunan kembali dengan beton.
Baja Tulangan Sirip-BjTS 280
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai
dengan Spesifikasi dan Gambar (terlampir).
Baja tulangan harus baja polos atau sirip dengan mutu uji tarik dengan kuat
luluh/leleh (YS) minimal 280 MPa dan maksimal 405 MPa, kuat tarik (TS)
minimal 350 MPa dengan regangan dalam 200 mm minimal 11 (d≤10 mm)
dan 12 (d≥13 mm).
Pasangan Batu
Pekerjaan ini mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam Gambar
atau seperti yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, yang dibuat dari
Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan
seluruh formasi atau fondasi termasuk galian dan seluruh pekerjaan yang
diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan
memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan
dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh
Pengawas Pekerjaan.
Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti
dinding penahan tanah, talud, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk menahan
beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai
penahan gerusan, bukan sebagai penahan beban, seperti lapisan selokan,
lubang penangkap, lantai gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan
pelindung lainnya pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka
Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared Stonework) atau pasangan batu
kosong yang diisi (grouted rip rap).
7) Divisi 9 Pekerjaan Harian dan Pekerjaan Lain-lain
Marka Jalan Termoplastik
Pada pasal ini kata “cat” sering dikonotasikan sebagai bahan marka jalan jenis
termoplastik sebagai cat. Cat haruslah bewarna putih atau kuning seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar dan memenuhi Spesifikasi menurut SNI berikut ini
:
a. Marka Jalan “bukan” Termoplastik : SNI 06-4825-1998,
b. Marka Jalan Termoplastik : SNI 06-4826-1998 (jenis padat, bukan serbuk).
Marka jalan harus memiliki rata rata tingkat retroreflektif minimal 200
mcd/m²/lux (warna putih maupun kuning) sesuai dengan ASTM E1710-18
pada umur 0 - 6 bulan setelah aplikasi. Pada akhir tahun ke-1 rata rata tingkat
retroreflektif minimal 150 mcd/m²/lux sesuai dengan ASTM E1710-18. Bahan
yang digunakan harus diproduksi oleh pabrikan yang terakreditasi sesuai
dengan SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu Persyaratan.
Bahan yang digunakan tidak boleh lebih dari 1 tahun dari tanggal produksi.
Rambu Jalan Tunggal dengan Permukaan Pemantul Engineer Grade
Lembaran pemantul (retroreflective sheeting) harus merupakan "Scotchlite"
jenis Engineering Grade atau High Intensity Quality, sesuai dengan ASTM
D4956-17. Permukaan dari tiap rambu harus diberi bahan pemantul sesuai
dengan ketentuanketentuan dari DLLAJR dan bidang muka setiap patok
pengarah harus diberi bahan pemantul dan pengerjaan pada pelat rambu
jalan harus dilaksanakan dengan cara semprotan di atas permukaan pelat
yang kering. Permukaan hasil pengecatan harus rata dan halus dan
dikeringkan dengan lampu pemanas atau dimasukkan ke dalam oven bila
diperlukan.
Patok Pengarah
Jumlah, jenis dan lokasi pemasangan patok pengarah, harus sesuai dengan
perintah Pengawas Pekerjaan. Semua patok pengarah harus dipasang dengan
akurat pada lokasi dan ketinggian sedemikian rupa hingga dapat menjamin
bahwa patok tersebut tertanam kuat di tempatnya, terutama selama
pengerasan (setting) beton. Semua patok pengarah harus diberi satu lapis cat
dasar (primer), satu lapis cat bawah permukaan dan satu lapis akhir sebagai
lapis permukaan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Gambar. Penandaan
lainnya dan bahan pemantul harus dilaksanakan sebagaimana yang
diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
8) Divisi 10 Pekerjaan Pemeliharaan Kinerja
Pembersihan Drainase
Pemeliharaan selokan, gorong-gorong pipa, box culvert, dan saluran
pembuang, serta saluran air sementara maupun permanen harus dijadwalkan
sedemikian rupa sehingga aliran air yang lancar dapat dijaga selama Masa
Pelaksanaan.
Selokan dan saluran air eksisting maupun yang baru diperbaiki harus dijaga
agar bebas dari semua bahan yang lepas, sampah, endapan dan pertumbuhan
tanaman yang tidak dikehendaki yang mungkin akan menghalangi aliran air
permukaan. Pemeliharaan semacam itu harus dilaksanakan secara teratur
berdasarkan rutinitas dan segera setelah aliran permukaan akibat hujan lebat
telah berhenti mengalir.
Selama periode hujan lebat, Unit Pengendali Mutu harus melakukan
monitoring di lapangan dan mencatat setiap sistem drainase yang kurang
berfungsi akibat penyumbatan atau karena hal lain setelah terjadinya hujan.
Setiap kelainan pada drainase dicatat pada saat tersebut, seperti luapan air,
kekurangan kapasitas, erosi, alinyemen struktur drainase yang kurang tepat
atau rancangan lainnya yang kurang cocok, harus dicatat dan diambil langkah
perbaikan jika dimungkinkan.
Pada lokasi yang harus bebas dari tumbuh-tumbuhan meliputi di sekitar ujung
gorong-gorong, terusan gorong-gorong, selokan air yang dilapisi (lined ditch),
kerb, seluruh permukaan yang dilabur dan lantai jembatan.
Pengendalian Tanaman
Penyedia Jasa harus melaksanakan pengendalian tanaman atau tumbuh-
tumbuhan di sepanjang Ruang Milik Jalan atau koridor yang ditetapkan oleh
Pengawas Pekerjaan jika patok-patok Rumija tidak lengkap atau tersedia,
yang kiranya dapat mengganggu jarak pandang bagi pengguna jalan untuk
keselamatan dalam berlalu-lintas selama Masa Pelaksanaan sebagaimana yang
diuraikan pada Pasal 1.16.2.3) dari Spesifikasi ini.
Lokasi yang harus bebas dari tanaman di sekitar ujung gorong-gorong,
terusan gorong-gorong, selokan air yang dilapisi (lined ditch), kerb, sekitar
rambu, guardrails, patok pengarah, tiang lampu, bahu jalan, seluruh
permukaan yang dilabur.
Tumbuh-tumbuhan yang diizinkan tinggi maksimum 10 cm di sekitar patok-
patok pengarah jalan dan rambu-rambu lalu lintas, ujung saluran melintang
jalan, guardrails, tiang-tiang lampu, median yang ditinggikan, pulau-pulau
untuk lalulintas dan trotoar. Sedangkan tumbuh-tumbuhan yang diijinkan
mempunyai tinggi minimal 2,5 cm dan maksimum 10 cm pada lokasi median
jalan yang direndahkan, lereng tepi jalan (di luar Ruang Manfaat Jalan), taman
di tempat istirahat dan sekitarnya.
Pada daerah timbunan dan galian jalan harus mencakup pemotongan rumput,
semak-semak, dan pohon-pohon kecil yang tingginya sudah mencapai lebih
dari 10 cm dan/atau untuk memperbaiki penampilan di dalam atau di samping
jalan yang dibangun atau memperbaiki jarak pandang pada tikungan selama
periode pelaksanaan dan pekerjaan lain yang mencakup perbaikan lereng
yang tidak stabil.
Penyedia Jasa harus memperhitungkan kuantitas pelaksanaan pengendalian
tanaman tersebut di atas selama Masa Pelaksanaan, yang harus dilaksanakan
setiap saat hingga memenuhi ketentuan yang disyaratkan.