PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
DINAS CIPTA KARYA DAN SUMBER DAYA AIR
Jl. Prof. Dr. Moh. Yamin No. 33 Palu 94114 Telp. (0451) 4015509
Website : www.cikasda.sultengprov.go.id Email : [email protected]
URAIAN PEKERJAAN
PROGRAM
PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR (SDA)
KEGIATAN
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI PRIMER
DAN SEKUNDER PADA DAERAH IRIGASI YANG LUASNYA 1000 Ha
– 3000 Ha DAN DAERAH IRIGASI LINTAS DAERAH KABUPATEN /
KOTA
SUB KEGIATAN
PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS DAN DOKUMEN LINGKUNGAN
HIDUP UNTUK KONSTRUKSI IRIGASI DAN RAWA
PEKERJAAN :
Penyusunan Dokumen Rencana Survey Investigasi
Desain (SID) Pembangunan Daerah Irigasi Puna Kiri
Kab. Poso
TAHUN ANGGARAN 2024
i
1. LATAR BELAKANG
Irigasi adalah segala usaha manusia yang berhubungan dengan perencanaan dan
pembuatan sarana untuk menyalurkan serta membagi air ke bidang-bidang tanah
pertanian secara teratur, serta membuang air kelebihan yang tidak diperlukan lagi.
Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream)
memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana
tersebut dapat berupa : bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, box
bagi, bangunan ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani. Tidak
berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja
sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi
menurun Keberadaan sistem irigasi yang handal merupakan sebuah syarat mutlak
bagi terselenggaranya sistem pangan nasional yang kuat dan penting bagi sebuah
negara.
Pemenuhan air pada lahan persawahan masih menjadi isu utama yang layak dikaji
ulang di setiap daerah irigasi. Ketidakseimbangan penyediaan kebutuhan air dengan
luas lahan pertanian menjadi permasalahan utama di setiap daerah. mengkaji dari
program kerja Pemerintah saat ini dalam usaha untuk meningkatkan hasil pertanian
yang didukung oleh ketersediaan kebutuhan air belum optimal. Pengelolaan terhadap
irigasi yang baik dibutuhkan agar dapat tetap menjaga ketersediaan air selama
berlangsungnya musim tanam sesuai dengan kebutuhan air pada masing-masing
tanaman. Pengelolaan sumber daya irigasi bukan hanya untuk menjaga produksi
pangan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan produksi dan produktifitas
pertanian. serta pendapatan pertanian di Indonesia.Daerah Irigasi Puna Kiri adalah
salah satu wilayah irigasi di Kabupaten Poso yang dibangun pada tahun 1989 dengan
umur konstruksi yang lebih dari 35 tahun, telah melebihi dari umur rencana
konstruksi.
a. Pada tanggal pada 2 Mei 2023 DI Puna Kiri mengalami bencana banjir yang
menyebabkan sayap kiri pelimpah (Spillway) Bendung Puna Rusak berat (tidak
berfungsi)
b. Kondisi pada bagian bagian konstruksi Bendung (bangunan Utama) juga sudah
rusak berat.
c. Terjadi pula kerusakan jaringan irigasi Primer dan Sekunder, serta belum ada
desain saluran Tersier
d. Terjadi degradasi pada morfologi di hulu sungai Puna dan perubahan morfologi di
hilir sungai
e. Perlu dilakukannya Pemutakhiran data Luas areal Potensial dan Fungsional DI
Puna Kiri Kabupaten Poso
maka untuk itu Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah
perlu melakukan “Survey Investigasi dan Desain (SID) Daerah irigasi Puna Kiri
Kabupaten Poso” pada Tahun Anggaran 2024.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk membuat penyusunan Studi Survey
Investigasi dan Desain berupa penentuan type bendung,penentuan/penetapan lokasi
dan jenis, spesifikasi infrastruktur (gambar), perhitungan RAB yang akan
dilaksanakan pembangunannya sebagai dasar pelaksanaan konstruksi pembangunan
Bendung dan jaringan Irigasi Puna Kiri Kabupaten Poso..
Tujuan Kegiatan ini adalah:
1. Menentukan type bendung serta perhitungan hidrolika terkaitng,keadaan
tanahdan parameter lainsesuai dengan kriteria perencanaan banguna utama (KP
02)
2. Memantapkan gagasan Perencanaan dilihat dari segi hidrolis pada bangunan
maupun alur sungai dengan mempelajari dan menyelidiki gejala, parameter dan
karakteristik dari aliran dengan Model Test.
3. Melakukan kajian hidrologi untuk mengetahui kondisi terkini terkait ketersediaan
air
4. Mengetahui kemungkinan perubahan morfologi sungai Puna
5. Melakukan analisis lanjutan mengenai kondisi geologi pada rencana lokasi
Bendung Puna dengan melaksanakan penyelidikan geologi berupa penyelidikan
Bor Inti.
6. Mencari bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap dalam kerangka
penyempurnaan Perencanaan bangunan Bendung D.I. Puna Kiri
7. Memperoleh data inventarisasi, menganalisa data. produk/dokumen gambar
perencanaan pembangunan jaringan irigasi , serta Rencana Anggaran Biaya
(RAB) pembangunan Bendung dan Jaringan Saluran primer, Saluran Sekunder,
Saluran Tersier serta Saluran Pembuang Daerah Irigasi Puna Kiri
8. Melakukan kajian sosial ekonomi
9. Melakukan kajian tentang kondisi lahan pertanian
10. Mengetahui luasan potensial dan luasan fungsional Daerah irigasi Puna Kiri
terkini
11. Melakukan kajian terhadap jaringan dan petak tersier Daerah irigasi Puna Kiri
terkini
3. SASARAN
Sasaran dari pekerjaan ini adalah memperoleh hasil berupa kajian yang
komprehensif desain/ gambar konstruksi yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis
yang sesuai dengan kondisi lapangan, serta laporan Desain Final hasil model test
Bendung Puna yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam pelaksanaan
pembangunan Bendung puna sehingga tujuan yang dimaksud dapat tercapai yaitu
data inventarisasi, hasil analisa, serta produk/dokumen gambar perencanaan
pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi , serta Rencana Anggaran Biaya (RAB)
4. LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Provinsi
Sulawesi Tengah
5. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan Survey Investigasi dan
Desain DI. Puna Kiri Kab. Poso dibagi dalam beberapa item kegitan pokok dan sub
kegiatannya sebagai berikut:
I. Pekerjaan Persiapan
1. Mobilisasi Personil dan Penyiapan Peralatan/ Fasilitas Kerja
2. Pengumpulan data sekunder (hidroklimatologi, pola tanam, debit sungai/ intake, peta
dan skema jaringan irigasi eksisting, skema bangunan irigasi dll) dan laporan studi
terdahulu
Pekerjaan Persiapan meliputi :
kegiatan penyampaian informasi dan perijinan kegiatan pada instansi terkait.
penyusunan Pedoman Mutu dan rencana pelaksanaan pekerjaan
inventarisasi data sekunder dan data pendukung yang terkait dengan lingkup
pekerjaan.
II. Survey Pendahuluan
1. Inventarisasi dan pengumpulan data kondisi sistem jaringan irigasi yang ada saat ini
2. Penyusunan daftar kebutuhan untuk rencana peningkatan jaringan irigasi
Pekerjaan Survey Pendahuluan meliputi :
Kunjungan awal ke lokasi kegiatan untuk memperoleh gambaran umum kondisi
lapangan
Peninjauan lokasi, untuk menentukan lingkup kegiatan pengukuran termasuk rencana
lokasi yang memungkinkan untuk pemasangan Patok pengukuran, bacthmarkterkait
dengan peta ICT serta mengetahui kondisi lokasi untuk keperluan perencanaan jalur
survei
Menentukan titik referensi untuk awal kegiatan pengukuran
Kalibrasi dan pengecekan kesiapan alat dan personil yang akan ditugaskan di lokasi
kegiatan serta penyusunan rencana demobilisasi alat dan personal
III. Pekerjaan Survey dan Investigasi
1. Survey topografi
2. Survey hidrologi/hidrometri
3. Survey Geologi Teknik
4. Survey sosial ekonomi dan demografi
5. Survey lahan pertanian
Pekerjaan Survey dan Investigasi meliputi :
1. Survey Pengukuran Topografi Situasi Daerah Irigasi termasuk pengukuran
situasi Luas Potensial dan Luas Fungsional. Kegiatan Pengukuran Topografi
mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi Persyaratan Teknis Bagian
Pemetaan Topografi PT-02 yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dengan menggunakan alat ukur baik dengan
menggunakan metode terristric (Theodolit, Waterpass, Total Station, GPS
Geodetic,) dan metode pengukuran fotogrametri (pesawat nirawak)
Acuan/pedoman yang digunakan :
PT-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, Persyaratan Teknis
bagian Pengukuran Topografi.
Pd T-10-2004-A, Pengukuran dan Pemetaan Terestris Sungai.
SNI 19-6724-2002, Jaring Kontrol Horisontal.
SNI 19-6988-2004, Jaring Kontrol Vertikal dengan Metode Sipat Datar.
KP–07, Kriteria Perencanaan bagian Standar Penggambaran.
Pengukuran Kerangka Kontrol Horisontal dan Vertikal
Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal
Pada dasarnya ada beberapa macam cara untuk melakukan pengukuran titik
kerangka dasar horizontal, diantaranya yaitu dengan melakukan pengukuran
dengan menggunakan GPS Geodetik dan dengan pengukuran poligon
menggunakan Theodolit dan Total Station.
Pengukuran titik kontrol horizontal yang dilakukan dalam bentuk poligon, harus
terikat pada ujung-ujungnya. Dalam pengukuran poligon ada dua unsur penting
yang perlu diperhatikan yaitu jarak dan sudut jurusan. Pengukuran titik kontrol
horizontal (titik poligon) dilaksanakan dengan cara mengukur jarak dan sudut
menurut lintasan tertutup. Pada pengukuran poligon ini, titik akhir pengukuran
berada pada titik awal pengukuran.
Pengukuran poligon meliputi pengukuran sudut dan jarak, untuk perapatan
titik kontrol pemetaan. Koordinat titik kontrol dinyatakan dalam sistem proyeksi
peta UTM. Alat yang digunakan mempunyai ketelitian pembacaan 1”,
pengukuran jarak disarankan menggunakan pengukur jarak elektronis, dan
lebih disarankan untuk menggunakan ETS (electronic total station).
Pengukuran sudut dilakukan dengan dua seri (B dan LB) pada titik simpul. Selisih
pengukuran sudut biasa dan luar biasa tidak boleh berbeda lebih dari 5 detik.
Pengukuran jarak dilakukan minimal dua kali pada satu titik pengamatan dengan
satu seri bacaan sudut vertikal (B dan LB).
Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal
Kerangka dasar vertikal diperoleh dengan melakukan pengukuran sipat datar/Water
Pass pada titik-titik jalur poligon. Jalur pengukuran dilakukan tertutup (loop), yaitu
pengukuran dimulai dan diakhiri pada titik yang sama. Pengukuran beda tinggi
dilakukan pergi pulang. Seluruh ketinggian di traverse net (titik-titik kerangka
pengukuran) telah diikatkan terhadap BM. Penentuan posisi vertikal titik-titik
kerangka dasar dilakukan dengan melakukan pengukuran beda tinggi antara dua
titik terhadap bidang referensi (BM)
Cek Pengukuran
Cek pengukuran hasil produk pemetaan dilakukan pada kerangka kontrol dan
sampel titik detail minimal 12 titik lokasi pada luasan minimal 250 ha, dan
ditambah 4 lokasi tiap penambahan 100 ha.
Pengukuran dengan metode teristris
Pemasangan Bench Mark (BM) dan CP pada jalur pengukuran dan Pemasangan
patok referensi pembantu. Dilakukan dengan ketentuan :
- Benchmark (BM) dan Control Point (CP) dibuat dari beton bertulang
- Ukuran BM adalah 20 x 20 x 100 cm, dengan sayap bagian bawah ukuran 40 x
40 x 15 cm
- BM dipasang pada tempat yang stabil, aman dari gangguan, mudah dicari, bercat
warna biru dan diberi notasi pada papan marmer secara urut (ketentuan untuk
konstruksi BM dapat dilihat pada gambar)
- Setiap BM yang dipasang dibuatkan dokumentasinya, meliputi foto, denah dan
deskripsi lokasi, serta posisinya dalam sistem koordinat. Foto tiap BM terdiri dari 1
(satu) buah, yaitu foto jarak dekat (papan marmer dengan nomor BM terbaca
dengan jelas), dan foto BM dengan latar belakang lokasi yang dapat dikenali
Untuk pembuatan peta situasi dan kontur dilakukan dengan metode konvensional
dengan Waterpass/Theodolit termasuk pengukuran situasi Intake dan Bendung
serta drainase mengacu pada Standar
Perencanaan Irigasi Persyaratan Teknis Bagian Pemetaan Topografi PT-02 yang
diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum .
Gambar Patok Benchmark (BM)
Pengukuran Fotogrametri
2. Survey hidrologi/hidrolika
Pengukuran debit air sesaat dilaksanakan pada lokasi rencana bendung dan dengan
metode pengambilan data debit menyesuaikan kondisi lokasi studi
Pengukuran debit debit dan pengambilan sampel sedimen di lakukan di 4 (empat) titik
lokasi sungai yang dianggap berpengaruh terhadap genangan bendung dengan langkah
sebagai berikut:
1. Sampel sedimen sungai yang diambil ada 2 (dua) jenis, yaitu : sampel dasar dan
layang.
2. Pengambilan sampel sedimen dasar (bed load) di lakukan di lokasi sungai untuk
kemudian dilakukan pengujian laboratorium (Grain Size Analysis) untuk
menetukan gradasi butiran analisa sedimentasi bendung
3. Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan bersamaan dengan pengukuran
debit sungai. Jumlah sampel sedimen layang yang diambil sebanyak 6 (enam) buah
untuk kemudian dilakukan pengujian laboratorium untuk menentukan jumlah
kandungan sedimen dalam sampel tersebut.
4. Pembuatan lengkung sedimen dan rating curve debit
5. Perhitungan sedimen transport
3. Survey Geologi Teknik dan Mekanika Tanah
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data tanah dasar di lokasi bangunan utama dan
pelengkap.
- Penyelidikan bor inti dilaksanakan pada titik pengeboran minimal sebanyak 6
(enam) titik dan masing-masing kedalaman pengeboran 20 meter.
- Kegiatan Geologi/Mekanika Tanah mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi
Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Geoteknik PT-03 yang diterbitkan oleh
Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
- Pekerjaan pemetaan geologi permukaan dilakukan pada lokasi as bendungan
dan pada rencana bangunan pelengkap, bangunan pelimpah, bangunan
pengelak, daerah genangan dan sekitarnya serta daerah di sekeliling rencana
bendung pada radius hingga ±10-15 Km dari lokasi rencana bendung.
- Pemetaan geologi mengenai lokasi material konstruksi dan perkiraan volume
ketersediaan material konstruksi
4. Survey Sosial Ekonomi dan Demografi
Pengumpulan Data Statistika dari instansi terkait, misalnya data kependudukan.
Penyebaran kuesioner dan wawancara kepada masyarakat harus mengumpulkan
data mengenai jumlah petani penggarap jenis tanaman, hasil panen dan harga jual,
yang berlaku di lokasi pekerjaan.
3. Aspek multisector, yaitu melakukan pengumpulan data yang berupa informasi
lingkungan yang bisa diperoleh di Kantor Desa, Kantor Kecamatan atau BPS
Kabupaten meliputi informasi tentang Penduduk, mata pencaharian, penggunaan
air, produksi, transmigrasi dan industry yang mengacu pada KP-01.
5. Survey kelayakan tanah pertanian
1. Perencanaan Umum (System Planning)
2. Penyusunan tata letak (lay out) sistem jaringan irigasi (primer sekunder dan
tersier)
3. Potensi bendung suplesi disekitar Daerah Irigasi Puna Kiri
4. Analisa ketersediaan dan kebutuhan air serta sistem layanannya
5. Pekerjaan System Planning meliputi :
1. Pembuatan Gambar Situasi Daerah Irigasi
2. Pembuatan Gambar Trase Saluran Irigasi (primer sekunder dan
tersier) dan saluran pembuang
3. Analisa Pola Tanam
4. Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air
5. Analisa Debit Banjir dan Modulus Pembuang
6. Analisa Geologi/Mekanika Tanah (Bor Inti)
7. Analisa Kelayakan Tanah Pertanian
8. Pembuatan Skema bangunan dan jaringan irigasi dan Pemutahiran data
PAI/EPAKSI
9. Pembuatan Manual OP
10. Kegiatan System Planning mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi
Kriteria Perencanaan (KP) diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum.
IV. Design Bendung dan Jaringan Utama
A. Kegiatan Pembuatan Model Fisik
Untuk membuat model fisik sebelumnya didahului dengan penyusunan konsep model
fisik yang harus dibahas dengan direksi pekerjaan. Setelah disetujui maka barulah
dilaksanakan kegiatan model fisik yang tediri dari :
1. pembuatan saluran/pipa pemasukan air ke model
2. pembuatan alat-alat ukur debit
3. pembuatan model bangunan pengendali banjir
4. pembuatan dan pemasangan alat-alat tinggi muka air.
kegiatan pengujian model fisik, kalibrasi dan verifikasi Setelah model fisik selesai
dibuat maka tahapan kegiatan selanjutnya adalah melakukan pengujian dari model
tersebut. Pengujian modek ini perlu dilakukan berulang kali hingga diperoleh kondisi
aliran yang mantap dan stabil untuk berbagai debit percobaan yang biasanya disebut
tahap kalibrasi dan verifikasi model. Secara umum pengujian model dilakukan untuk
hal-hal berikut ini :
1. menyelidiki hidrolis sungai
2. mempelajari dan menyelidiki gejala parameter dan karakteristik dari aliran
3. mempelajari gejala pergerakan angkutan sedimen
4. mempelajari perubahan morfologi sungai dan pengaruh hidrolis bangunan
bendung
5. mempelajari pengaruh degradasi sungai
B. Kegiatan Penyempurnaan/Review Desain
Dari kegiatan penyelidikan geologi lanjutan dan pengujian model yang telah dikalibrasi
dan diverifikasi maka ditetapkan parameter-parameter yanga akan digunakan sebagai
dasar review atau penyempurnaan detail desain bangunan pengendali sedimen.
Kegiatan penyempurnaan meliputi:
1. Evaluasi tipe bangunan bendung
2. Análisis hidrolis dan stabilitas struktur
3. Pengujian hasil penyempurnaan desain melalui uji model fisik
C. Penggambaran hasil Desain
D. Perhitungnan Volume Pekerjaan (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) , RKK,
Dokumen Tender dan Spesifikasi Teknis
E. Kegiatan System Planning mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi Kriteria
Perencanaan (KP) diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan
Umum
V. Penyiapan Dokumen/ Pelaporan dan Diskusi
1. Penyusunan Laporan Utama dan Penunjang
2. Diskusi-Diskusi/Rapat/PKM :
i. Diskusi Awal (Arahan)
ii. Diskusi Konsep Laporan Pendahuluan
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat Struktural &
Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi-
BAPPEDA Provinsi, Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Poso-BAPPEDA Kab.
Poso, BWSS III Palu- Camat-Kepala Desa setempat.
iii. Diskusi Konsep Laporan Antara
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat Struktural &
Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi-
BAPPEDA Provinsi, Provinsi, Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Poso-
BAPPEDA Kab. Poso, BWSS III Palu- Kabupaten Camat-Kepala Desa setempat.
iv. Diskusi Konsep Laporan Akhir
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat Struktural &
Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi-
BAPPEDA Provinsi, Provinsi, Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Poso-
BAPPEDA Kab. Poso, BWSS III Palu- Kabupaten Camat-Kepala Desa setempat.
v. Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM), dilaksanakan 1 kali di lokasi
kegiatan. Pertemuan yang rencananya akan diundang antara lain :
Pejabat Struktural & Fungsional Dinas CIKASDA - Dinas Pertanian -BAPPEDA
Provinsi, Dinas PU-Dinas Pertanian-BAPPEDA Kab. Poso, BWSS III Palu, Camat-
Kepala Desa setempat, BPD Desa, Polsek, Koramil, Babinsa, Karang taruna,
Tokoh Masyarakat, Kelompok Tani, Pemilik Lahan.
VI. Personel
Penyedia Jasa menunjuk tenaga-tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya yang
sewaktu-waktu dapat dihubungi dalam rangka pelaksanaan pekerjaan tersebut,
mendapatkan honorarium sesuai KEPMEN PUPR No : 524/KPTS/M/2022 tentang
Besaran Remunerasi Minimal Tenaga Kerja Konstruksi Pada Jenjang Jabatan Ahli
untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi. Dan mempunyai kuasa untuk bertindak
dan mengambil keputusan atas nama Penyedia Jasa dengan personil inti sebagai
berikut:
Ketua Tim/Ahli SDA
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/ Teknik Pengairan,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Madya di bidang
Sumber Daya Air,
- Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 7 (Tujuh) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Mengkoordinir pelaksanaan seluruh kegiatan tim konsultan di proyek, baik
pekerjaan lapangan maupun pekerjaan analisa dan kantor serta memeriksa
pekerjaan yang ditugaskan pada masing-masing personil/tenaga ahli.
Mengadakan hubungan dengan pihak (Direksi) dan instansi lain yang terkait
guna menunjang kegiatan proyek, baik melalui diskusi maupun rapat.
Menyusun Jadwal waktu kerja aktual para tenaga ahli dalam pelaksanaan tugas
pekerjaan masing-masing.
Kajian detail desain jaringan irigasi,Membuat perencanaan sistem
drainase,Analisis dimensi saluran dan bangunan irigasi,Melakukan survey dan
dan analisa hidrolis bangunan-bangunan dalam studi atau perencanaan
jaringan irigasi,serta melakukan Analisis volume pekerjaan dan Analisis Biaya
rencana pembangunan irigasi
Melaksanakan inventarisasi data dan informasi serta membuat
pedoman/catatan perencanaan (Nota Desain) yang akan digunakan oleh
seluruh anggota tim dalam merencanakan pekerjaan.
Mengkoordinir pengumpulan data yang menyangkut perencanaan jaringan
irigasi
Bertanggung jawab seluruhnya mengenai kualitas seluruh hasil pelaksanaan
pekerjaan konsultan dan laporan yang disajikan.
Melaksanakan pekerjaan identifikasi dan evaluasi data dan informasi dari studi
terdahulu maupun lapangan.
Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus selama kurang lebih 3
(tiga) bulan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.
Ahli Hidrologi/Hidrolika
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/ Teknik Pengairan,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda di bidang
Sumber Daya Air,
- Memiliki pengalaman minimal 5 (lima) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 5 (lima) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Mengumpulkan data hidrologi (iklim dan curah hujan)
Menentukan stasiun hujan yang akan dipakai untuk melakukan analisis
Hidrologi
Melakukan analisis Hidrologi untuk menentukan kondisi hujan efektif,
kebutuhan air untuk irigasi perhitungan Muka air banjir, ketersediaan debit
sungai untuk irigasi
Membuat desain saluran
Membuat laporan hidrologi dan rekomendasi yang diperlukan oleh team desain
Membuat perencanaan sistem drainase,Analisis dimensi saluran dan bangunan
irigasi,Melakukan survey dan dan analisa hidrolis bangunan-bangunan dalam
studi atau perencanaan jaringan irigasi,serta melakukan Analisis volume
pekerjaan dan Analisis Biaya rencana pembangunan irigasi
Dapat melakukan diskusi terkait dengan perumusan hasil analisis
Bertanggung jawab terhadap hasil analisis Hidrologi
Ahli Geodesi
- Pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda Geodesi,
- Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 4 (empat) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Melaksanakan persiapan spesifikasi pekerjaan
survey topografi dengan mengacu kepada standar yang berlaku
Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penentuan
kelayakan/tata letak bangunan,jaringan dan situasi lokasi kegiatan.
Melakukan inventarisasi, identifikasi, evaluasi data dan informasi dari studi
terdahulu maupun di lapangan
Melakukan intepretasi dan Analisis data topografi untuk keperluan detail
desain bangunan sistem jaringan irigasi
Membuat klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman didaerah studi terkait
kelayakan tanah pertanian.
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Geologi /Mektan
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Geologi,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda Geoteknik,
- Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 4 (empat) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Melaksanakan persiapan spesifikasi pekerjaan survey Mekanika Tanah dengan
mengacu kepada standar yang berlaku
Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penentuan
kelayakan/tata letak bangunan,jaringan
menganalisa hasil survei/penyelidikan geologi dan hasil uji laboratorium
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Sosial Ekonomi
- Pendidikan minimal S1 Ekonomi/Sosial
- Memiliki pengalaman minimal 1 (satu) tahun.
- Jangka waktu penugasan selama 2(dua) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Membuat perhitungan biaya ( Cost ) dan B/C
Ratio, IRR dan lain lain
Melakukan pengumpulan data sosial ekonomi didaerah studi.
Mengevaluasi data sosial ekonomi dan memberikan kesimpulan dan input
pada Tim Desain tentang kondisi sosial ekonomi petani.
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Tanah Pertanian
- Pendidikan minimal D3/S1 Pertanian
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda
- Memiliki Pengalaman minimal 1(satu) tahun
- Jangka waktu penugasan selama 1(satu) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
Dengan rincian tugas:
Melaksanakan survey kondisi tanah pertanian
Melakukan analisis data serta kajian terkait kondisi lahan pertanian yang ada
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
- Pendidikan minimal D3/S1
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda K3
- Memiliki Pengalaman minimal 1(satu) tahun
- Jangka waktu penugasan selama 2(dua) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Memperoleh informasi seputar syarat-syarat pelaksanaan K3
Menjaga jalannya pelaksanaan peraturan K3 sesuai bidang
Mengontrol keadaan lingkungan kerja mulai dari mengecek kondisi alat,
menganalisis sifat pekerjaan, dan mengawasi proses pekerjaan
Membuat laporan terkait pelaksanaan tugas K3 yang diperlukan team leader.
Sub Profesional Staf Tenaga Teknis dan Tenaga Pendukung :
Surveyor
- Pendidikan minimal SMA/STM/D3
- Jangka waktu penugasan selama 2 (dua) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 3 (tiga) orang.
- Dengan rincian tugas :
- Membantu Tim dalam melaksanakan kegiatan survey dan pengukuran
diantaranya pengukuran topografi lapangan dan melakukan penyusunan dan
penggambaran data-data lapangan
- Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan
- Membantu Tim dalam melakukan inventarisasi bangunan dan jaringan irigasi
Draftman
- Pendidikan minimal SMA/STM/D3
- Jangka waktu penugasan selama 2 (dua) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
- Membuat gambar pra rencana Layout Daerah Irigasi berdasarkan hasil
pengukuran lapangan
- Membuat gambar desain bagunan dan jaringan irigasi
Tenaga Pendukung Lainnya :
Tenaga Administrasi
Tenaga Lokal
VII. KELUARAN
Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini, yaitu:
1. Laporan Pendahuluan, sebanyak 5(lima) buku.
Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh;
Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;
Jadual kegiatan penyedia jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 hari kerja/ 1 bulan
sejak SPMK diterbitkan
2. Laporan Antara (Interim Report), sebanyak 5 (lima) buku, yaitu laporan hasil
sementara pelaksanaan pekerjaan. Laporan harus diserahkan selambat-
lambatnya: 60 hari kerja/ 2 bulan sejak SPMK diterbitkan
3. Laporan Bulanan, sebanyak 2 (dua) buku tiap bulan
Prosentasae kemajuan fisik pekerjaan
Rencana pelaksanaan bulan berikutnya
Masalah yang ada dan lain-lain yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan
4. Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku
rangkaian seluruh kegiatan survei dan perencanaan yang telah dilaksanakan,
desain dan biaya pelaksanaan konstruksi yang diusulkan beserta metode dan
hasil-hasil perhitungannya, hasil analisis simulasi dan kajian yang dihasilkan
serta Kesimpulan dan Saran.
5. Laporan Pendukung masing-masing 3(tiga) buku, meliputi :
Laporan Topografi dan Deskripsi BM
Buku Ukur
Laporan Sosial Ekonomi
Laporan Hidrologi
Laporan Uji Lahan Pertanian
Laporan RAB (AHSP & Quary)
Laporan Geologi Teknik dan Mekanika Teknik
Buku Manual OP
Laporan PAI/PAKSI
Dokumen Tender dan Spesifikasi Teknis
Laporan SMK3/RKK
6. Album Gambar dan Desain Peta Situasi, meliputi:
Ukuran A1, sebanyak 1 (satu) buku,
Ukuran A3 sebanyak 2 (dua) buku
No Uraian Satuan Jumlah
1 Laporan Pendahuluan Buku 5
2 Laporan Antara Buku 5
3 Laporan Bulanan Buku 15
4 Laporan Akhir Buku 10
5 Laporan Pendukung
- Laporan Topografi dan Deskripsi BM Buku 3
'- Buku Ukur Buku 3
- Laporan Hidrologi Buku 3
- Laporan Geologi dan Mektan Buku 3
- Laporan Sosial Ekonomi Buku 3
- Laporan Uji Lahan Pertanian Buku 3
- Laporan Analisa Model Hidraulik Bangunan Buku 3
- Laporan PAI/EPAKSI Buku 3
- Laporan Dokumen Tender/Spesifikasi Teknis Buku 3
- Laporan Fotogrametri Buku 3
- Laporan SMK3/RKK Buku 3
6 Executive Summary Buku 3
7 Laporan Nota Perhitungan Buku 3
8 Laporan System Planning Buku 3
9 Laporan Pedoman O&P Buku 3
10 Laporan Volume Pekerjaan dan RAB Buku 3
11 Album Foto (Dokumentasi) Buku 3
12 Album Gambar dan Desain:
- Copy Ukuran A1 Buku 10
- Ukuran A3 Buku 6
13 Softcopy Hardisk (1TB) Bh 1
7. Album Foto (Dokumentasi)
8. Softcopy Hardisk (1TB) 1 buah
Palu, Februari 2024
DINAS CIPTA KARYA DAN SUMBER DAYA AIR
PROVINSI SULAWESI TENGAH
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
SUSI ANDAYANI, ST.,M.Si
NIP. 19720421 200502 2 002