| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0027930965606000 | Rp 821,644,117 | 87.4 | 89.92 | - | |
| 0020493367606000 | - | 72.22 | - | Tidak memenuhi ambang batas unsur Proposal Teknis | |
| 0030515597801000 | - | 32.04 | - | Tidak memenuhi ambang batas unsur kualifikasi tenaga ahli | |
| 0763398377831000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0022198311812000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0025734435831000 | - | - | - | - | |
| 0802823336542000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
CV Stb 64 | 0318164548831000 | - | - | - | - |
| 0018405936652000 | - | 30.4 | - | Tidak memenuhi ambang batas unsur kualifikasi tenaga ahli | |
| 0029743283801000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0017151713805000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0014612634831000 | - | - | - | - | |
| 0022819189952000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0030916290822000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0017149089812000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0712546910831000 | - | - | - | - | |
| 0012184255831000 | - | - | - | - | |
| 0804888899805000 | - | - | - | - | |
| 0030266894805000 | - | - | - | - | |
| 0016627358061000 | - | - | - | - | |
| 0022652663541000 | - | - | - | - | |
| 0026785972831000 | - | - | - | - | |
| 0316679810831000 | - | - | - | - | |
| 0746741867831000 | - | - | - | - | |
| 0700310238831000 | - | - | - | - | |
| 0018110213831000 | - | - | - | - | |
CV Karaya Poligon | 04*4**5****31**0 | - | - | - | - |
| 0421112038741000 | - | - | - | - | |
| 0314554429422000 | - | - | - | - | |
| 0026294447424000 | - | - | - | - | |
| 0016306375831000 | - | - | - | - |
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
DINAS CIPTA KARYA DAN SUMBER DAYA AIR
Jl. Prof. Dr. Moh. Yamin No. 33 Palu 94114 Telp. (0451) 4015509
Website : www.cikasda.sultengprov.go.id Email : [email protected]
URAIAN PEKERJAAN
PROGRAM
PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR (SDA)
KEGIATAN
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI PRIMER
DAN SEKUNDER PADA DAERAH IRIGASI YANG LUASNYA 1000 Ha
– 3000 Ha DAN DAERAH IRIGASI LINTAS DAERAH KABUPATEN /
KOTA
SUB KEGIATAN
PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS DAN DOKUMEN LINGKUNGAN
HIDUP UNTUK KONSTRUKSI IRIGASI DAN RAWA
PEKERJAAN :
Penyusunan Dokumen Perencanaan Survey Investigasi
dan Desain D.I Air Terang Kabupaten Buol
TAHUN ANGGARAN 2024
i
1. LATAR BELAKANG
Sistem Irigasi merupakan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh
air dengan menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk mengairi lahan
pertaniannya.Upaya ini meliputi prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi,
kelembagaan pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia.terkait prasarana
irigasi, dibutuhkan suatu perencanaan yang baik, agar sistem irigasi yang
dibangun merupakan irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan, sesuai
fungsinya mendukung produktivitas usaha tani.
Pemenuhan air pada lahan persawahan masih menjadi isu utama yang layak dikaji
ulang di setiap daerah irigasi. Ketidakseimbangan penyediaan kebutuhan air
dengan luas lahan pertanian menjadi permasalahan utama di setiap daerah.
mengkaji dari program kerja Pemerintah saat ini dalam usaha untuk meningkatkan
hasil pertanian yang didukung oleh ketersediaan kebutuhan air belum optimal.
Pengelolaan terhadap irigasi yang baik dibutuhkan agar dapat tetap menjaga
ketersediaan air selama berlangsungnya musim tanam sesuai dengan kebutuhan
air pada masing-masing tanaman. Pengelolaan sumber daya irigasi bukan hanya
untuk menjaga produksi pangan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan
produksi dan produktifitas pertanian. serta pendapatan pertanian di Indonesia
Daerah Irigasi Air Terang yang terletak di Kec. Tiloan Kab. Buol, Sulawesi Tengah
memiliki Bendung dan Jaringan irigasi yang didirikan pada tahun 1996 dengan
luas areal daerah irigasi sekitar 1.208 Ha. Daerah irigasi ini merupakan daerah
kewenangan provinsi yang memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan
Kawasan Pedesaan Agropolitan Lipunoto Kabupaten Buol. Hal ini tertuang dalam
Peraturan Bupati Nomor :45/2017.188.04/ 240.38 /BAPEDA.PM/2016. Namun
pada kondisi saat ini Ketersediaaan air pada musim kemarau tidak cukup untuk
mengairi areal sawah DI Air Terang namun pada saat Kondisi Banjir yang sering
terjadi, banyak areal sawah tergenang akibatnya hingga tahun 2023 masih belum
berfungsi optimal . Sehingga Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi
Sulawesi Tengah perlu melakukan “Penyusunan Dokumen Perencanaan
Survey Investigasi dan Desain D.I Air Terang Kabupaten Buol” pada
Tahun Anggaran 2024 .
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk membuat penyusunan Studi Survey
Investigasi dan Desain Rehabilitasi Bendung Dan Jaringan Irigasi berupa
Investigasi kerusakan infrastruktur dan ketersediaan air irigasi sehingga
memperoleh desain Rehabilitasi yang tertulis dalam spesifikasi infrastruktur
(gambar) dan perhitungan RAB yang akan dilaksanakan dalam konstruksinya.
Sehingga nantinya pelayanan infrastuktur bendung dan jaringan irigasi terhadap
penyedian air untuk lahan pertanian dapat optimal sehingga meningkatkan
produktifitas pertanian yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat petani pada khususnya.
Tujuan Kegiatan ini adalah tersedianya hasil Studi berupa data inventarisasi,
hasil analisa data. produk/dokumen gambar perencanaan pembangunan
bendung dan jaringan irigasi , serta Rencana Anggaran Biaya (RAB)
pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi untuk keperluan perencanaan
pelaksanaan konstruksi fisiknya yang dapat mengoptimalkan layanan areal irigasi
teknis dan produksi pertanian di Wilayah Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi
Tengah.
3. SASARAN
Sasaran dari pekerjaan ini adalah memperoleh hasil berupa kajian yan
komprehensif mencakup data inventarisasi, hasil analisa, serta produk/dokumen
gambar perencanaan pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi , serta
Rencana Anggaran Biaya (RAB) .
4. LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol Provinsi
Sulawesi Tengah
5. LINGKUP PEKERJAAN
Penyusunan Dokumen Studi SID (Survey Investigation Design) Rehabilitasi D.I Air
Terang Kab. Buol dibagi dalam beberapa item kegitan pokok dan sub kegiatannya
sebagai berikut:
A. Pekerjaan Persiapan
1. Mobilisasi Personil dan Penyiapan Peralatan/ Fasilitas Kerja
2. Pengumpulan data sekunder (hidroklimatologi, pola tanam, debit sungai/
intake, peta dan skema jaringan irigasi eksisting, dll) dan laporan studi
terdahulu
Pekerjaan Persiapan meliputi :
kegiatan penyampaian informasi dan perijinan kegiatan pada instansi terkait.
penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) dan rencana pelaksanaan
pekerjaan
inventarisasi data sekunder dan data pendukung yang terkait dengan
lingkup pekerjaan
B. Survey Pendahuluan
1. Inventarisasi dan pengumpulan data kondisi sistem jaringan irigasi yang ada
saat ini
2. Penyusunan daftar kebutuhan untuk rencana peningkatan jaringan irigasi
Pekerjaan Survey Pendahuluan meliputi :
kunjungan awal ke lokasi kegiatan untuk memperoleh gambaran umum
kondisi lapangan
Peninjauan lokasi, untuk menentukan lingkup kegiatan pengukuran
termasuk rencana lokasi yang memungkinkan untuk pemasangan GCP,
serta mengetahui kondisi lokasi untuk keperluan perencanaan jalur survei
Menentukan titik referensi untuk awal kegiatan pengukuran
kalibrasi dan pengecekan kesiapan alat dan personil yang akan
ditugaskan di lokasi kegiatan serta penyusunan rencana demobilisasi alat
dan personil
C. Pekerjaan Survey dan Investigasi
1. Survey topografi
2. Survey hidrologi/hidrometri
3. Survey Geologi Teknik
4. Survey Tanah pertanian
5. Survey sosial ekonomi dan demografi
Pekerjaan Survey dan Investigasi meliputi :
1. Survey Pengukuran Topografi Situasi Daerah Irigasi termasuk pengukuran
situasi Luas Potensial dan Luas Fungsional. Kegiatan Pengukuran Topografi
mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi Persyaratan Teknis Bagian
Pemetaan Topografi PT-02 yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dengan menggunakan alat ukur Theodolit,
Waterpass, Total Station, GPS Geodetic, dan Drone.
Acuan/pedoman yang digunakan :
• PT-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, Persyaratan Teknis
bagian Pengukuran Topografi.
• Pd T-10-2004-A, Pengukuran dan Pemetaan Terestris Sungai.
• SNI 19-6724-2002, Jaring Kontrol Horisontal.
• SNI 19-6988-2004, Jaring Kontrol Vertikal dengan Metode Sipat Datar.
• KP–07, Kriteria Perencanaan bagian Standar Penggambaran.
Pengukuran Kerangka Kontrol Horisontal dan Vertikal
Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal
Pada dasarnya ada beberapa macam cara untuk melakukan pengukuran
titik kerangka dasar horizontal, diantaranya yaitu dengan melakukan
pengukuran dengan menggunakan GPS Geodetik dan dengan
pengukuran poligon menggunakan Theodolit dan Total Station.
Pengukuran titik kontrol horizontal yang dilakukan dalam bentuk
poligon, harus terikat pada ujung-ujungnya. Dalam pengukuran poligon
ada dua unsur penting yang perlu diperhatikan yaitu jarak dan sudut
jurusan. Pengukuran titik kontrol horizontal (titik poligon) dilaksanakan
dengan cara mengukur jarak dan sudut menurut lintasan tertutup. Pada
pengukuran poligon ini, titik akhir pengukuran berada pada titik awal
pengukuran.
Pengukuran poligon meliputi pengukuran sudut dan jarak,
untuk perapatan titik kontrol pemetaan. Koordinat titik kontrol
dinyatakan dalam sistem proyeksi peta UTM. Alat yang digunakan
mempunyai ketelitian pembacaan 1”, pengukuran jarak disarankan
menggunakan pengukur jarak elektronis, dan lebih disarankan
untuk menggunakan ETS (electronic total station). Pengukuran
sudut dilakukan dengan dua seri (B dan LB) pada titik simpul.
Selisih pengukuran sudut biasa dan luar biasa tidak boleh berbeda
lebih dari 5 detik. Pengukuran jarak dilakukan minimal dua kali pada
satu titik pengamatan dengan satu seri bacaan sudut vertikal (B
dan LB).
Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal
Kerangka dasar vertikal diperoleh dengan melakukan pengukuran sipat
datar/Water Pass pada titik-titik jalur poligon. Jalur pengukuran
dilakukan tertutup (loop), yaitu pengukuran dimulai dan diakhiri pada titik
yang sama. Pengukuran beda tinggi dilakukan double stand dan pergi
pulang. Seluruh ketinggian di traverse net (titik-titik kerangka
pengukuran) telah diikatkan terhadap BM. Penentuan posisi vertikal
titik-titik kerangka dasar dilakukan dengan melakukan pengukuran beda
tinggi antara dua titik terhadap bidang referensi (BM)
Cek Pengukuran
Cek pengukuran hasil produk pemetaan dilakukan pada kerangka
kontrol dan sampel titik detail minimal 10 titik lokasi pada luasan
minimal 250 ha, dan ditambah 4 lokasi tiap penambahan 100 ha.
Pemasangan Bench Mark (BM) dan CP pada jalur pengukuran dan
Pemasangan patok referensi pembantu. Dilakukan dengan ketentuan :
- Benchmark (BM) dan Control Point (CP) dibuat dari beton
bertulang
- Ukuran BM adalah 20 x 20 x 100 cm, dengan sayap bagian bawah
ukuran
40 x 40 x 15 cm
- BM dipasang pada tempat yang stabil, aman dari gangguan, mudah
dicari, bercat warna biru dan diberi notasi pada papan marmer
secara urut
(ketentuan untuk konstruksi BM dapat dilihat pada gambar)
- Setiap BM yang dipasang dibuatkan dokumentasinya, meliputi foto,
denah dan deskripsi lokasi, serta posisinya dalam sistem koordinat. Foto
tiap BM terdiri dari 1 (satu) buah, yaitu foto jarak dekat (papan marmer
dengan nomor BM terbaca dengan jelas), dan foto BM dengan latar
belakang lokasi yang dapat dikenali
Untuk pembuatan peta situasi dan kontur dilakukan dengan Pemetaan
secara fotogrametri, yang merupakan kegiatan pemetaan untuk
memperoleh data spasial (posisi,luasan,dimensi) dari hasil pengolahan data
foto hasil pemotretan udara memanfaatkan wahana udara (Drone atau
UAV). Peta foto hasil pemotretan merupakan foto masih menggunakan
proyeksi sentral. Peta foto tersebut harus dirubah menjadi orthofoto supaya
dapat digunakan untuk engineering. Pengolahan peta foto dengan proyeksi
sentral untuk dibuat menjadi orthofoto diperlukan titik kontrol tanah (Ground
Control Points/ GCP). Pengadaan GCP yang efektif, cepat dan efisien
dilakukan dengan teknologi ekstra terestrial yaitu dengan mengoperasikan
receiver GNSS atau metode konvensional dengan Waterpass/Theodolit.
Gambar Patok Benchmark (BM)
• Pengukuran Fotogrametri
• Untuk pembuatan peta situasi dan kontur dilakukan dengan metode
konvensional dengan Waterpass/Theodolit mengacu pada Standar
Perencanaan Irigasi Persyaratan Teknis Bagian Pemetaan Topografi PT-02
yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum
dengan menghasilkan peta situasi minimal 1:2000
2. Survey hidrologi/hidrometri
Pengukuran debit air sesaat dilaksanakan pada lokasi rencana bendung
dan dengan metode pengambilan data debit menyesuaikan kondisi lokasi
studi Pengukuran debit debit dan pengambilan sampel sedimen di lakukan di
3 (Tiga) titik lokasi sungai yang dianggap berpengaruh terhadap
genangan bendung dengan langkah sebagai berikut:
1. Sampel sedimen sungai yang diambil ada 2 (dua) jenis, yaitu : sampel
dasar dan layang.
2. Pengambilan sampel sedimen dasar (bed load) di lakukan di lokasi sungai
untuk kemudian dilakukan pengujian laboratorium (Grain Size Analysis)
untuk menetukan gradasi butiran analisa sedimentasi bendung
3. Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan bersamaan dengan
pengukuran debit sungai. Jumlah sampel sedimen layang yang diambil
sebanyak 6 (enam) buah untuk kemudian dilakukan pengujian laboratorium
untuk menentukan jumlah kandungan sedimen dalam sampel tersebut.
4. Pembuatan lengkung sedimen dan rating curve debit
5. Perhitungan sedimen transport
3. Survey Geologi Teknik dan Mekanika Tanah
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data tan ah dasar
di lokasi bangunan utama dan pelengkap .
- Pengujian tanah dengan Sondir dengan berat minimal 2 ton dan dapat
digunakan hingga tekanan konus 250 kg/cm2. Pengujian sondir
dilakukan sebanyak minimsl 3 (tiga) titik. Lokasi titik sondir di lokasi
Rencana Bendung .
- Pekerjaan pemetaan geologi permukaan dilakukan pada lokasi
as bendungan dan pada rencana bangunan pelengkap,
bangunan pelimpah, bangunan pengelak, daerah genangan dan
sekitarnya serta daerah di sekeliling rencana bendung pada radius
hingga ±10-15 Km dari lokasi rencana bendung.
- Pemetaan geologi mengenai lokasi material konstruksi dan
perkiraan volume ketersediaan material konstruksi
4. Survey Sosial Ekonomi dan Demografi
1. Pengumpulan Data Statistika dari instansi terkait, misalnya data
kependudukan. Penyebaran kuesioner dan wawancara kepada
masyarakat harus mengumpulkan data mengenai jumlah petani
penggarap jenis tanaman, hasil panen dan harga jual, yang berlaku di
lokasi pekerjaan.
2. Penelusuran Rencana Pengembangan Areal baru Trase Saluran
secara
bersama-sama Tim Teknis, Tim Pengukuran, dan Masyarakat terkait
lahan- lahan milik masyarakat yang dilewati untuk bersama-sama
disepakati khususnya pada trase areal pengembangan irigasi
3. Aspek multisector, yaitu melakukan pengumpulan data yang
berupa
informasi lingkungan yang bisa diperoleh di Kantor Desa, Kantor
Kecamatan atau BPS Kabupaten meliputi informasi tentang Penduduk,
mata pencaharian, penggunaan air, produksi, transmigrasi dan industry
yang mengacu pada KP-01.
D. Perencanaan Umum (System Planning)
1. Penyusunan tata letak (lay out) sistem jaringan irigasi
Analisa Kondisi Jaringan eksisting, terkait dimensi dan kondisi saluran yang
ada serta system planning irigasi eksisting
2. Analisa Topografi
Kegiatan Analisa Topografi mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi
Persyaratan Teknis Bagian Pemetaan Topografi PT-02 yang diterbitkan oleh
Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
3. Analisa Hidrologi/Hidrolika
Merupakan analisa ketersediaan dan kebutuhan air serta sistem layanannya
berupa analisa curah hujan, analisa debit banjir, neraca air, kebutuahn air
irigasi (NFR) dan catchment areal rencana bangunan melintang rencana
jaringan.
Analisa Hidrologi/Hidrolika mengacu pada Kriteria Perencanaan Irigasi
(KP.01-KP.09) yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum, SNI-1724:2015 tentang Analisis Hidrologi, Hidraulik dan
Kriteria desain Bangunan di Sungai, dan SNI-2415:2016 tentang Tata cara
perhitungan debit banjir rencana
4. Analisa Geologi Mektan
a. Uji Laboratorium Mektan dengan parameter pengujian Analisa Saringan
(ukuran butiran) dan Batas-Batas Atterberg untuk tanah terganggu
(Disturbed), serta pengujian Triaksial, Permeabilitas, Konsolidasi, Berat
Jenis (Spesific Gravity) dan Kadar Air (Water Content) untuk tanah tidak
terganggun (Undisturbed).
b. Uji Laboratorium dan Analisa dapat diperoleh gambaran kondisi tanah
dari sekitar lokasi studi yang nantinya akan digunakan untuk desain
konstruksi (fasilitas-fasilitas khususnya yang menyangkut perencanaan
jaringan irigasi).
c. Kegiatan Analisa Geologi/Mekanik mengacu pada Kriteria Perencanaan
(KP) Irigasi Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Geoteknik PT-03
yang diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan
Umum
5. Analisa Sosial Ekonomi Budaya
a. Analisa Demografi.
b. Analisa Ekonomi
c. Analisa Budaya
6. Analisa Tanah Pertanian
Pembuatan peta kesesuaian lahan pertanian semi detail dan Penyusunan
berita acara definitif untuk areal rencana pengembangan
7. Pekerjaan System Planning meliputi :
a. Pembuatan Gambar Situasi Daerah Irigasi
b. Pembuatan Gambar Trase Saluran Irigasi (primer sekunder dan tersier)
dan saluran pembuang
c. Analisa Pola Tanam
d. Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air
e. Analisa Debit Banjir dan Modulus Pembuang
f. Analisa Geologi/Mekanika Tanah
g. Analisa Kelayakan Tanah Pertanian
h. Pembuatan Skema bangunan dan jaringan irigasi dan Pemutahiran data
PAI/EPAKSI
i. Pembuatan Manual OP
j. Kegiatan System Planning mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi
Kriteria Perencanaan (KP) diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum
E. Pra Design Bendung dan Jaringan
Utama
1. Perencanaan rehabilitasi bangunan pengambilan (Bendung/Intake)
2. Perencanaan rehabilitasi jaringan irigasi pembawa dan pembuang (Saluran
dan Bangunan)
3. Penggambaran hasil Desain
4. Perhitungnan Volume Pekerjaan (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
5. Kegiatan System Planning mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi
Kriteria Perencanaan (KP) diterbitkan oleh Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum
F. Penyiapan Dokumen/ Pelaporan dan Diskusi
1. Penyusunan Laporan Utama dan Penunjang
2. Diskusi-Diskusi/Rapat/PKM :
i. Diskusi Awal (Arahan)
ii. Diskusi Konsep Laporan Pendahuluan
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat
Struktural & Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan
Holtikultura Provinsi-BAPPEDA Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi,
Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Buol-BAPPEDA Kab. Buol, Dinas
Kesehatan Kabupaten Camat-Kepala Desa setempat.
iii. Diskusi Konsep Laporan Antara
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat
Struktural & Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan
Holtikultura Provinsi-BAPPEDA Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi,
Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Buol-BAPPEDA Kab. Buol,
Dinas Kesehatan Kabupaten Camat-Kepala Desa setempat.
iv. Diskusi Konsep Laporan Akhir
Pertemuan yang rencananya akan diundang antralain : Pejabat
Struktural & Fungsional Dinas CIKASDA-Dinas Tanaman Pangan dan
Holtikultura Provinsi-BAPPEDA Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi,
Dinas PU-Dinas Pertanian Kabupaten Buol-BAPPEDA Kab. Buol,
Dinas Kesehatan Kabupaten Camat-Kepala Desa setempat.
v. Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM), dilaksanakan 1
kali di lokasi kegiatan . Pertemuan yang rencananya akan
diundang antara lain :
Pejabat Struktural & Fungsional Dinas CIKASDA - Dinas Pertanian -
BAPPEDA Provinsi, Dinas PU-Dinas Pertanian-BAPPEDA Kab.
Buol,Dinas Kesehatan Kab. Buol, Camat-Kepala Desa setempat, BPD
Desa, Polsek, Koramil, Babinsa, Karang taruna, Tokoh Masyarakat,
Kelompok Tani, Pemilik Lahan
Seluruh pembiayaan diskusi berdasarkan Keputusan Gubernur
Sulawesi Tengah Nomor :500.2.2.14/522.1/RO. PEMBANGUNAN -
G.ST/2023 tentang Standar Harga Satuan Pemerintah Provinsi Sulawesi
Tengah Tahun 2024.
6. Personel
Penyedia Jasa menunjuk tenaga-tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya
yang sewaktu-waktu dapat dihubungi dalam rangka pelaksanaan pekerjaan
tersebut, mendapatkan honorarium sesuai KEPMEN PUPR No :
524/KPTS/M/2022 tentang Besaran Remunerasi Minimal Tenaga Kerja
Konstruksi Pada Jenjang Jabatan Ahli untuk Layanan Jasa Konsultansi
Konstruksi. Dan mempunyai kuasa untuk bertindak dan mengambil keputusan
atas nama Penyedia Jasa dengan personil inti sebagai berikut :
Ketua Tim/Ahli SDA
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/ Teknik Pengairan,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Madya di
bidang Sumber Daya Air,
- Memiliki pengalaman minimal 1 (Satu) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 3 (tiga) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Mengkoordinir pelaksanaan seluruh kegiatan tim konsultan di
proyek, baik pekerjaan lapangan maupun pekerjaan analisa dan
kantor serta memeriksa pekerjaan yang ditugaskan pada masing-
masing
personil/tenaga ahli.
Mengadakan hubungan dengan pihak (Direksi) dan instansi lain
yang terkait guna menunjang kegiatan proyek, baik melalui diskusi
maupun
rapat.
Menyusun Jadual waktu kerja aktual para tenaga ahli dalam
pelaksanaan tugas pekerjaan masing-masing.
Kajian detail desain jaringan irigasi,Membuat perencanaan sistem
drainase,Analisis dimensi saluran dan bangunan irigasi,Melakukan
survey dan dan analisa hidrolis bangunan-bangunan dalam studi atau
perencanaan jaringan irigasi,serta melakukan Analisis volume
pekerjaan dan Analisis Biaya rencana pembangunan irigasi
Melaksanakan inventarisasi data dan informasi serta membuat
pedoman/catatan perencanaan (Nota Desain) yang akan digunakan
oleh seluruh anggota tim dalam merencanakan pekerjaan.
Mengkoordinir pengumpulan data yang menyangkut
perencanaan jaringan irigasi
Bertanggung jawab seluruhnya mengenai kualitas seluruh
hasil pelaksanaan pekerjaan konsultan dan laporan yang
disajikan.
Melaksanakan pekerjaan identifikasi dan evaluasi data dan informasi
dari studi terdahulu maupun lapangan.
Menjalankan tugas keseluruhan secara terus menerus selama
kurang lebih 3 (tiga) bulan sampai dengan pekerjaan dinyatakan
selesai.
❖ Ahli Hidrologi/ Hidrolika
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Pengairan,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda SDA,
- Memiliki pengalaman minimal 3 (tiga) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 3 (tiga) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
✓ Melaksanakan persiapan spesifikasi pekerjaan survey topografi dengan
mengacu kepada standar yang berlaku
✓ Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penentuan
kelayakan/tata letak bangunan,jaringan dan situasi lokasi kegiatan.
✓ Melakukan inventarisasi, identifikasi, evaluasi data dan informasi dari
studi terdahulu maupun di lapangan
✓ Melakukan intepretasi dan Analisis data topografi untuk keperluan detail
desain bangunan sistem jaringan irigasi
✓ Membuat klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman didaerah studi
terkait kelayakan tanah pertanian.
✓ Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
✓ Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Geodesi
- Pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda Geodesi,
- Memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 1 (satu) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Melaksanakan persiapan spesifikasi pekerjaan survey topografi
dengan mengacu kepada standar yang berlaku
Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung
penentuan kelayakan/tata letak bangunan,jaringan dan situasi
lokasi kegiatan.
Melakukan inventarisasi, identifikasi, evaluasi data dan informasi
dari studi terdahulu maupun di lapangan
Melakukan intepretasi dan Analisis data topografi untuk keperluan
detail desain bangunan sistem jaringan irigasi
Membuat klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman didaerah
studi terkait kelayakan tanah pertanian.
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil
pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Geologi /Mektan
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Geologi,
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda
Geoteknik,
- Memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
- Jangka waktu penugasan selama 15 hari.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Melaksanakan persiapan spesifikasi pekerjaan survey Mekanika
Tanah dengan mengacu kepada standar yang berlaku
Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung
penentuan kelayakan/tata letak bangunan,jaringan
menganalisa hasil survei/penyelidikan geologi dan hasil uji
laboratorium
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil
pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Sosial Ekonomi
- Pendidikan minimal S1 Ekonomi/Sosial
- Memiliki pengalaman minimal 1 (satu) tahun.
- Jangka waktu penugasan selama 15 hari.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Membuat perhitungan biaya ( Cost ) dan B/C Ratio, IRR dan lain lain
Melakukan pengumpulan data sosial ekonomi didaerah studi.
Mengevaluasi data sosial ekonomi dan memberikan kesimpulan
dan input pada Tim Desain tentang kondisi sosial ekonomi petani.
Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil
pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu
❖ Ahli Tanah Pertanian
- Pendidikan minimal D3/S1 Pertanian
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda
- Memiliki Pengalaman minimal 1(satu) tahun
- Jangka waktu penugasan selama 1(satu) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
Dengan rincian tugas:
✓ Melaksanakan survey kondisi tanah pertanian
✓ Melakukan analisis data serta kajian terkait kondisi lahan pertanian yang
ada
✓ Membuat dan membantu laporan yang diperlukan Team Leader.
✓ Melaksanakan diskusi dengan anggota tim lainnya agar hasil pekerjaan
menjadi komprehensif dan terpadu
Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
- Pendidikan minimal D3/S1
- Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sekurang-kurangnya Ahli Muda K3
- Memiliki Pengalaman minimal 1(satu) tahun
- Jangka waktu penugasan selama 15 Hari.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
Memperoleh informasi seputar syarat-syarat pelaksanaan K3
Menjaga jalannya pelaksanaan peraturan K3 sesuai bidang
Mengontrol keadaan lingkungan kerja mulai dari mengecek
kondisi alat, menganalisis sifat pekerjaan, dan mengawasi
proses pekerjaan
Membuat laporan terkait pelaksanaan tugas K3 yang diperlukan
team leader.
Sub Profesional Staf Tenaga Teknis dan Tenaga Pendukung :
Surveyor
- Pendidikan minimal SMA/STM/D3
- Jangka waktu penugasan selama 1 (satu) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
- Membantu Tim dalam melaksanakan kegiatan survey dan pengukuran
diantaranya pengukuran topografi lapangan dan melakukan
penyusunan dan penggambaran data-data lapangan
- Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan
- Membantu Tim dalam melakukan inventarisasi bangunan dan jaringan
irigasi
Draftman
- Pendidikan minimal SMA/STM/D3
- Jangka waktu penugasan selama 1 (satu) bulan.
- Jumlah personil yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang.
- Dengan rincian tugas :
- Membuat gambar pra rencana Layout Daerah Irigasi berdasarkan
hasil pengukuran lapangan
- Membuat gambar desain bagunan dan jaringan irigasi
Tenaga Pendukung Lainnya :
Tenaga Administrasi
Tenaga Lokal
7. KELUARAN
Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini, yaitu:
A. Laporan Pendahuluan, sebanyak 5 (lima) buku.
o Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh;
o Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;
o Jadual kegiatan penyedia jasa.
o Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 hari kerja/ 1 bulan
sejak SPMK diterbitkan
B. Laporan Antara (Interim Report), sebanyak 5 (lima) buku, yaitu laporan
hasil sementara pelaksanaan pekerjaan.
C. Laporan Bulanan, sebanyak 4 (empat) buku tiap bulan
o Prosentasae kemajuan fisik pekerjaan
o Rencana pelaksanaan bulan berikutnya
o Masalah yang ada dan lain-lain yang berhubungan dengan
pelaksanaan
pekerjaan
D. Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku rangkaian seluruh kegiatan
survei dan perencanaan yang telah dilaksanakan, desain dan biaya
pelaksanaa
konstruksi yang diusulkan beserta metode dan hasil-hasil perhitungannya,
hasil analisis simulasi dan kajian yang dihasilkan serta Kesimpulan dan
Saran.
E. Laporan Pendukung masing-masing 3(tiga) buku, meliputi :
• Laporan Topografi dan Deskripsi BM
• Buku Ukur
• Laporan Sosial Ekonomi
• Laporan Hidrologi
• Laporan Uji Lahan Pertanian
• Laporan RAB (AHSP & Quary)
• Laporan Geologi Teknik dan Mekanika Teknik
• Buku Manual OP
• Laporan PAI/PAKSI
• Dokumen Tender dan Spesifikasi Teknis
• Laporan SMK3/RKK
F. Album Gambar dan Desain Peta Situasi, meliputi:
o Ukuran A1, sebanyak 2 (dua) buku (Kalkir dan Copy),
o Ukuran A3 sebanyak 2 (dua) buku.
G. Album Foto (Dokumentasi)
H. Softcopy Hardisk (1TB) 1 buah
Palu, Maret 2024
DINAS CIPTA KARYA DAN SUMBER DAYA AIR
PROVINSI SULAWESI TENGAH
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
SUSI ANDAYANI, ST.,M.Si
NIP. 19720421 200502 2 002| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 27 October 2020 | Dd Embung Di Kab. Ponorogo;kab. Ponorogo;jawa Timur;1 Dokumen;1 Dokumen;nf;k;syc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,000,000,000 |
| 17 November 2020 | Persiapan Sertifikasi Op Bendungan Nipah | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,000,000,000 |
| 9 January 2023 | Supervisi Pembangunan Pengendalian Banjir Di Kab. Sumenep | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,000,000,000 |
| 22 December 2023 | Penyusunan Larap Jaringan Irigasi Di. Tugu Kab. Trenggalek | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,000,000,000 |
| 16 December 2020 | Review Desain Penyediaan Air Baku Kab. Nganjuk | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,000,000,000 |
| 15 January 2020 | Ded Embung Di Kab, Pasuruan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 984,000,000 |
| 5 May 2023 | Sid Dan Penyusunan Dokling Serta Larap Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Wombo; Kab. Donggala; Prov. Sulawesi Tengah; 1 Dok; 1 Dok; F; K; Syc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 900,000,000 |
| 30 November 2018 | Supervisi Rehabilitasi Di Pondok Waluh Kab. Jember | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 866,182,000 |
| 16 December 2020 | Sid Penyediaan Prasarana Air Baku Di Kab. Banyuwangi | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 850,000,000 |
| 14 January 2021 | Supervisi Rehabilitasi Bendung Karet Menturus | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 800,000,000 |