| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024323156913000 | Rp 1,845,000,000 | - | |
CV Kota Silat | 00*1**0****13**0 | Rp 1,410,319,839 | 1. Tidak melampirkan Bukti kepemilikan peralatan; 2. Tidak melampirkan daftar riwayat pengalaman kerja atau referensi kerja dari pemberi pekerjaan. |
| 0018914531913000 | - | - | |
| 0032345886913000 | - | - | |
| 0969818558911000 | - | - | |
| 0923323489912000 | - | - | |
| 0027202365911000 | - | - | |
CV Safira Pasyah | 09*3**9****13**0 | - | - |
CV Tiga Jaya | 00*9**5****12**0 | - | - |
| 0029625704913000 | - | - | |
| 0029628047913000 | - | - | |
CV Tinta Mas | 0012370276913000 | - | - |
| 0023337371913000 | - | - | |
| 0836919498657000 | - | - | |
| 0014146559913000 | - | - | |
| 0935614966913000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kegiatan : Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan
Sekunder Pada Irigasi yang Luasnya di Bawah 1000 Ha dalam 1
(Satu) Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan : Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan
Pekerjaan : Pembangunan Saluran Pembuang Lang Goleng-Kejawat Desa
Sapugara Bree (Lanjutan)
Lokasi : Kec. Brang Rea Kab. Sumbawa Barat
Tahun Anggaran : 2024
A. LINGKUP PEKERJAAN YANG AKAN DILAKSANAKAN MELIPUTI :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi & Demobilisasi
2. 1 Set foto dokumentasi menggunakan Camera Digital tanpa Film
3. Fasilitas Dan Prasaran K3 Dan Prokes
4. Pembuatan Direksi Keet, los kerja dan Gudang
II. PEKERJAAN TANAH
1. Menggali dengan Excavator dan material atau hasil galian dimuat ke DT
2. 1 m3 Galian tanah biasa sedalam <1 m
3. DT angkut material atau hasil galian sejauh 1 km
III. PEKERJAAN KONSTRUKSI
1. Mortar tipe O (mutu PP tertentu setara dengan campuran 1 PC:5 PP)
2. Plesteran tebal 1 cm, dengan mortar jenis PC-PP tipe S (mutu PP tertentu
setara dengan campuran 1 PC:3 PP)
3. Siaran dengan mortar jenis PC-PP tipe S (mutu PP tertentu setara dengan
campuran 1 PC:3 PP)
4. Pekerjaan 1 m3 beton mutu, f’c = 14,5 MPa (K175), slump (12±2) cm,
w/c = 0,66 (Molen)
5. Pembesian 100 kg dengan besi polos atau ulir
6. Pekerjaan 1 m2 Bekisting untuk permukaan beton biasa dengan multiflex 12
mm atau 18 mm (tanpa perancah)
Untuk menyusun metode pelaksanaan ini kami akan menguraikan berdasarkan
tahap pekerjaan dari sudut waktu pelaksanaan sebagamana disyaratkan dalam
rencana kerja selama 90 (Sembilan Puluh) hari kalender.
Didalam penyusunan metode ini akan tergambar siapa, kapan bagaimana suatu
pekerjaan dilaksanakan sedimikian rupa sehingga dapat terselesaikan sesuai dengan
beban masing-masing item pekerjaan untuk memenuhi target waktu yang diinginkan.
Untuk memudahkan memahami asumsi –asumsi didalam penjelasan metode ini tidak
terlepas dari volume masing-masing item pekerjaan, jadwal umum pelaksanaan
pekerjaan (Time Schedule), sebagaimana terlampir bersama didalam dokumen
penawaran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan metode
pelaksanaan ini.
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi & Demobilisasi
a. Melakukan pemeriksaan dan peninjauan di lokasi rencana pekerjaan agar
bisa di buat program kerja dan metode pelaksanaan konstruksi;
b. Melaksanakan pengukuran terhadap lokasi atau bagian-bagian dari
pekerjaan yang akan dikerjakan yang di sesuaikan dengan bestek dan
gambar rencana yang kemudian di beri tanda/patok-patok, kemudian di
laporkan kepada pihak direksi atau pemilik proyek untuk dimintai
persetujuan pelaksanaan lebih lanjut;
c. Pengukuran dan Pemasangan patok pengukuran serta pemasangan Papan
Bowplank dan Pembuatan Shop Drawing pekerjaan;
d. Pengukuran ini akan dilaksanakan bersama antara kontraktor dan Direksi
pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan, dan semua hasil pengukuran ini
dibuat tertulis dan disetujui Direksi untuk selanjutnya dipakai sebagai dasar
perhitungan, penggambaran termasuk pembayaran;
e. Melakukan opname bersama setelah pekerjaan selesai atau pada saat
pengajuan termin yang di hadiri pelaksana (kontraktor) pemberi tugas
(Direksi) dan akhli alat berat jika di perlukan serta konsultan pengawas.
2. 1 Set foto dokumentasi menggunakan Camera Digital tanpa Film
a. Untuk kelengkapan laporan, maka kami membuat foto-foto dokumentasi
pelaksanaan pekerjaan di awali pada kondisi awal pekerjaan (Fisik 0%),
tahap pelaksanaan pekerjaan (Fisik 50%), dan pada tahap berakhirnya
pelaksanaan pekerjaan fisik (100%);
b. Dokumentasi diambil pada masing-masing pekerjaan dan dalam setiap
pengambilan, semua foto di ambil dari satu titik/pandangan;
c. Foto-foto hasil dokumentasi lapangan di atur rapi dalam suatu album
dengan disertai keterangan nama pekerjaan, kegiatan, lokasi, tanggal
pengambilan dan keterangan lainnya dan selanjutnya foto dokumentasi
tersebut di cetak rangkap 3 dan selanjutnya file foto tersebut di copy ke CD
dan di serahkan ke PPK;
3. Fasilitas dan Prasarana K3 dan Prokes
Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk
mendukung Pekerjaan Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan standar
keamanan, keselamatan, Kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin
keselamatan dan Kesehatan tenaga kerja, keselamatan public, harta benda,
material, peralatan, konstruksi dan lingkungan.
Petugas keselamatan konstruksi adalah orang atau petugas K3 Konstruksi
di dalam Organisasi Pengguna Jasa dan/ Organisasi Penyedia Jasa yang
telah teregistrasi mengikuti bimbingan teknis SMKK bidang Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, dibuktikan dengan surat keterangan
mengikuti pelatihan/bimbingan teknis yang diterbitkan oleh unit kerja yang
menangani Keselamatan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat dan/atau sertifikat pelatihan dan kompetensi yang
diterbitkan oleh Lembaga atau instansi yang berwenang sesuai dengan
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan ketentuan peraturan
perundang-ungangan.
4. Pembuatan Direksi Keet, los kerja dan Gudang
Direksi keet merupakan bangunan yang bersifat sementara yang merujuk pada
kantor lapangan yang digunakan oleh para pekerja konstruksi dan
infrastruktur selama proses pembangunan berlangsung. Direksi keet memiliki
berbagai macam model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki
sifat portabel, yang memungkinkan pembongkaran dan pemasangan kembali
dan ini menjadikan direksi keet sangat efisien dan praktis dalam
penggunaannya.
II. PEKERJAAN TANAH
1. Menggali dengan Excavator dan material atau hasil galian dimuat ke DT
a. Galian Tanah dikerjakan dengan cara manual atau menggunakan Alat Berat
(Exacavator) yang cocok dan memadai yang di setujui Pengawas Lapangan
dan Direksi Pekerjaan.
b. Dasar dan bentuk Galian tanah di buat rata benar sesuai dengan Elevasi
yang ada pada gambar Perencanaan dan bilamana pada dasar galian
tersebut terdapat akar pohon dan batuan keras, maka akar pohon dan
batuan keras itu harus di gali keluar dari dasar galian.
c. Galian Tanah (Sedimen) hasil galian di muat ke dump truck dan di buang
sembarang ke tempat lokasi yang telah di tentukan oleh pengawas lapangan
d. Setelah pekerjaan galian tanah selesai dilaksanakan dan telah diperiksa
serta di setujui oleh pengawas lapangan baru di lanjutklan ke tahapan
pekerjaan berikutnya
2. 1 m3 Galian tanah biasa sedalam < 1 m
a. Galian Tanah dikerjakan dengan cara manual karena kondisi galian cukup
dilakukan dengan cara manual yang di setujui Pengawas Lapangan dan
Direksi Pekerjaan.
b. Dasar dan bentuk Galian tanah di buat rata benar sesuai dengan Elevasi
yang ada pada gambar Perencanaan dan bilamana pada dasar galian
tersebut terdapat akar pohon dan batuan keras, maka akar pohon dan
batuan keras itu harus di gali keluar dari dasar galian.
c. Setelah pekerjaan galian tanah selesai dilaksanakan dan telah diperiksa
serta di setujui oleh pengawas lapangan baru di lanjutklan ke tahapan
pekerjaan berikutnya
3. DT angkut material atau hasil galian sejauh 1 km
a. Hasil galian diangkut ke dalam truk dan dibuang diluar areal lokasi
pekerjaan.
b. Setelah pekerjaan angkut material galian dilakukan, diharapkan sisa dari
pekerjaan galian dapat dirapikan.
c. Setelah pekerjaan DT angkut material selesai dilaksanakan dan telah
diperiksa serta di setujui oleh pengawas lapangan baru di lanjutklan ke
tahapan pekerjaan berikutnya
III. PEKERJAAN KONSTRUKSI
1. Mortar tipe O (mutu PP tertentu setara dengan campuran 1 PC:5 PP)
a. Pekerjaan Pasangan batu dengan mortar jenis PC-PP tipe O dilaksanakan
setelah galian tanah (pondasi) telah dikerjakan, pekerjaan dilaksanakan
pada titik-titik yang telah di tentukan dengan ukuran/dimensi sesuai
dengan gambar pelaksanaan;
b. Sebelum pekerjaan Pasangan batu dengan mortar jenis PC-PP tipe O
dimulai, terlebih dahulu dipasang kayu profil pasangan atau bouwplank
sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan batu;
c. Untuk menjaga agar spesi pasangan yang dipakai tidak bercampur dengan
debu dan kotoran lainya sehingga kualitasnya terjamin, maka akan
dibuatkan bak tempat membuat labor/spesi pasangan batu atau dengan
cara peralatan lain seperti Concrete Mixer (Molen) yang di pakai untuk
mengaduk campuran bahan pasangan;
d. Batu yang akan dipasang terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran,
kemudian dibasahi seluruh permukaanya dan di berikan waktu yang cukup
untuk proses penyerapan airnya;
e. Pasangan Batu kali dikerjakan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang
ditunjukan dalam gambar kerja dengan perbandingan adukan 1 PC : 5 PP;
2. Plesteran tebal 1 cm, dengan mortar jenis PC-PP tipe S (mutu PP tertentu
setara dengan campuran 1 PC:3 PP)
a. Pekerjaan Plesteran tebal 1 cm, dengan mortar jenis PC-PP tipe S
dilaksanakan pada tempat tertentu dibidang luar pasangan batu kali yang
telah selesai di pasang atau sesuai petunjuk dari konsultan pengawas dan
pengawas lapangan;
b. Sebelum melaksanakan pekerjaan plesteran, terlebih dahulu semua bidang
pasangan batu yang akan diplester disikat dan kemudian disiram air hingga
bersih agar supaya plesteran dapat menempel dengan baik dipermukaan
pasangan batu;
Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pekerjaan pasangan batu kali selesai
dilaksanakan atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan pekerjaan
siaran;
3. Siaran dengan mortar jenis PC-PP tipe S (mutu PP tertentu setara dengan
campuran 1 PC:3 PP)
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan Siaran dengan mortar jenis PC-PP tipe S,
terlebih dahulu semua bidang pasangan batu kali yang akan disiar, disikat
dan kemudian disiram air hingga bersih agar supaya siaran dapat menempel
dengan baik;
b. Pekerjaan siaran dilaksanakan dengan perbandingan campuran Siaran
1 PC : 3 PP yang dilaksanakan dicelah pasangan batu kali pada bidang luar
antara batu pasangan yang satu dengan yang lainnya yang telah selesai di
pasang;
4. Pekerjaan 1 m3 beton mutu, f’c = 14,5 MPa (K175), slump (12±2) cm,
w/c = 0,66 (Molen)
Pekerjaan Beton menggunakan mutu k175 dengan perbandingan campuran
semen, pasir beton, serta kerikil yaitu 1:2:3 menggunakan Concrate Mixer.
5. Pembesian 100 kg dengan besi polos atau ulir
Pekerjaan pembesian merupakan proses pemasangan dan penataan tulang besi
pada struktur beton bertulang dengan tujuan emebrikan kekuatan dan
stabilitas pada bangunan konstruksi.
6. Pekerjaan 1 m2 Bekisting untuk permukaan beton biasa dengan multiflex
12 mm atau 18 mm (tanpa perancah)
Pekerjaan bekisting menggunakan struktur dari material kayu berupa multiflex
18mm disekitar area yang dituangkan beton. Bekisting ertujuan untuk
memberikan bentuk dan dimensi yang diinginkan untuk struktur beton.
Taliwang, 20 Mei 2024
Disiapkan/disusun Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Pembangunan
Bidang Sumber Daya Air
AHMAD SAFWAN, ST., MM
Pembina, IV/a
NIP. 19790909 200604 1 015| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 30 May 2022 | Renovasi/Penambahan Ruang Puskesmas Taliwang (Dak Penguatan Penurunan Aki/B) | Kab. Sumbawa Barat | Rp 1,634,120,000 |
| 3 September 2024 | Pembangunan Saluran Pembuang Dusun Kejawat Desa Sapugara Bree | Kab. Sumbawa Barat | Rp 1,499,989,436 |
| 8 August 2023 | Rekonstruksi Jalan Lingkar Bugis | Kab. Sumbawa Barat | Rp 1,126,250,000 |
| 22 June 2018 | Rehab Pasar Kecamatan Seteluk (Dak) | Kab. Sumbawa Barat | Rp 373,000,000 |
| 16 August 2024 | Rekonstruksi Jalan Sjk - Tua Nanga | Kab. Sumbawa Barat | Rp 368,700,000 |