| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0011281458121000 | Rp 798,090,000 | 92.08 | 93.66 | - | |
CV Mitra Aca Konsultan | 06*8**7****21**0 | - | - | - | Tidak lulus nilai ambang batas kualifikasi teknis |
| 0764010682121000 | - | - | - | - | |
| 0315392357542000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0019751890121000 | - | - | - | SBU yang disyaratkan telah habis masa berlakunya | |
| 0315528190423000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0029967882122000 | - | - | - | - | |
| 0021996699124000 | - | - | - | - | |
| 0761032630543000 | - | 37.2 | - | Tidak hadir klarifikasi administrasi dan teknis (tidak lulus ambang batas sub unsur kualifikasi tenaga ahli) | |
| 0019748185124000 | - | - | - | - | |
| 0028484079124000 | - | - | - | Tidak Lulus nilai ambang batas kualifikasi teknis | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0015364102121000 | - | - | - | - | |
| 0015364862121000 | - | - | - | - | |
| 0316649987216000 | - | - | - | - | |
| 0020941456124000 | - | - | - | - | |
| 0756042024121000 | - | - | - | - | |
CV Tetap Gemilang | 09*2**7****24**0 | - | - | - | - |
| 0723560918101000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat
1. Latar Belakang terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang
sangat serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan.
Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan terbukanya
lapangan usaha menyebabkan pertumbuhan penduduk kota
meningkat secara berarti dengan konsekuensi pada kebutuhan
penyediaan prasarana dan sarana perkotaan untuk memperkuat
fungsi internal dan eksternal kota. Dampak tersebut harus
disikapi dengan tepat, khususnya dalam pengelolaan sanitasi
pada bidang air limbah domestik dan persampahan, oleh
karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan
konsumsi pemakaian air minum/bersih yang berdampak pada
peningkatan jumlah air limbah dan limbah padat/sampah
domestik.
Akibat peningkatan tersebut menimbulkan potensi dampak
yaitu Tingkat pencemaran air limbah cukup tinggi khususnya
dari air limbah domestik serta pencemaran akibat pengelolaan
sampah yang belum memadai. Sehingga beban pencemaran
yang diakibatkan pesatnya pertumbuhan penduduk dan
aktivitas rumah tangga tersebut, menyebabkan semakin
menurunnya kualitas sanitasi lingkungan. sehingga diperlukan
kebijakan dan strategi yang tepat dalam rangka mencapai target
sanitasi layak dan aman 100% pada tahun 2030 sebagaimana
tertulis dalam dokumen Transforming Our World: The 2030
Agenda for Sustainable Development serta amanat Peraturan
Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan
Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Berkaitan dengan hal tersebut dibutuhkan dukungan dari
pemangku kepentingan khususnya Pemerintah Daerah Provinsi
dalam hal:
1. Meningkatkan peran fasilitasi dalam pembangunan sanitasi
secara terpadu dan menyeluruh di kabupaten/kota;
2. Memaksimalkan fungsi Gubernur sebagai wakil
pemerintahan pusat di wilayahnya dalam pembangunan
sanitasi;
3. Memprioritaskan alokasi pembiayaan Pembangunan
sanitasi melalui APBD Provinsi.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara berkomitmen untuk melengkapi kebijakan dan
program di bidang sanitasi sesuai dengan kewenangan yang
diatur dalam peraturan perundang-undangan. Bentuk
komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk layanan
sanitasi berkelanjutan dengan memprioritaskan pengelolaan
dan pengembangan sistem sanitasi provinsi ke dalam
perencanaan daerah melalui dokumen Database Akses Sanitasi
di Provinsi Sumatera Utara.
Kriteria akses mengacu pada kuesioner Susenas Kor dari BPS.
Pengukuran akses sanitasi layak dan aman serta proporsi
praktek buang air besar sembarangan sangat penting untuk
mengetahui tingkat pemenuhan kebutuhan masyarakat
terhadap pengelolaan air limbah domestik sekaligus
memperoleh gambaran terhadap sumber pencemaran air dari
air limbah domestik. Indikator ini menggambarkan tingkat
kesejahteraan rakyat dari aspek kesehatan.
2. Maksud dan Maksud dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Database
Tujuan Akses Sanitasi di Provinsi Sumatera Utara adalah membantu
pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan strategi di
bidang sanitasi yang dapat dijadikan pedoman target
pencapaian masing-masing daerah di Sumatera Utara dalam
mengelola masalah sanitasi.
Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Database
Akses Sanitasi di Provinsi Sumatera Utara adalah agar
Database Akses Sanitasi di Provinsi Sumatera Utara yang
disusun dijadikan sebagai panduan dalam pengelolaan sanitasi
di provinsi untuk meningkatkan akses layanan sanitasi di
wilayah provinsi serta sebagai bahan acuan untuk penyusunan
dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota oleh pemerintah
daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.
3. Sasaran Berdasarkan maksud dan tujuan tersebut diatas, maka sasaran
kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas
dan lengkap tentang pelayanan sanitasi secara lengkap dan
mudah dioperasionalkan
4. Lokasi Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang ada di
Provinsi Sumatera Utara.
5. Lingkup Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
Pekerjaan 1. Persiapan
a) Penyusunan jadwal pelaksanaan.
b) Koordinasi dengan instansi/pihak terkait di
lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Provinsi Sumatera Utara
c) Menyiapkan referensi dalam bentuk studi literatur dan
mengumpulkan data sekunder yang dibutuhkan untuk
kegiatan survei;
2. Lingkup pelaksanaan kegiatan meliputi yaitu:
Melakukan kegiatan survei lapangan pada obyek
sanitasi sesuai Lampiran. Survey lapangan berfokus pada
jenis dan akses sanitasi yaitu :
➢ Leher angsa + tangki septik
➢ Cemplung yaitu Lubang galian tanah disertai tutup
yang mencegah bau, vector (tikus, lalat, kecoa) untuk
mencemari lingkungan sekitar
➢ Numpang yaitu Menumpang buang air besar di WC
Umum dan atau rumah tetangga dan atau rumah
keluarga
➢ BABS (plengsengan) yaitu adanya kloset tetapi tidak
memiliki bak penampungan tinja.
➢ BABS (tanpa WC) yaitu tidak ada kloset dan tidak ada
bak penampungan tinja.
3. Proses dan Hasil Analisa Data
Seluruh data lapangan yang masuk dilakukan analisa
teknis yang disusun dalam tabel-tabel informatif.
Dalam analisa harus dilakukan penilaian kondisi.
Hasil Analisa selanjutnya disusun dalam bentuk
kesimpulan, saran dan bentuk penanganan (apabila
dibutuhkan).