| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0751633967121000 | Rp 4,576,682,719 | - | |
| 0210086633122000 | - | - | |
| 0951409671124000 | - | - | |
| 0311911754124000 | - | - | |
| 0869666883124000 | Rp 4,122,151,380 | Jumlah peralatan utama untuk jenis Dump Truck tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan, yang ditawarkan hanya 2 unit sebagaimana tabel daftar peralatan utama yang disampaikan oleh PT. HPL Mekanikal Jaya. | |
| 0829545276122000 | Rp 4,386,720,000 | Surat Perjanjian Jual Beli dan kwitansi pembayaran CRAWLER CRANE antara Taufik F. Rangkuti (Penjual) kepada PT. Binivan Konstruksi Abadi (Pembeli) pada tanggal 26 November 2018 menggunakan Materai Rp. 10.000,- yang mana materai tersebut mulai beredar/ berlaku sejak tahun 2021 | |
| 0025287855122000 | Rp 4,646,378,694 | Pada uraian Rencana Keselamatan Konstruksi terdapat nama perusahaan lain CV. Metropolis Real Estate Group dan Judul Pekerjaan tidak sesuai dengan dokumen pemilihan. | |
CV Bona Berkah Bersama | 04*7**0****22**0 | - | - |
| 0020503843122000 | - | - | |
| 0832419469122000 | - | - | |
| 0634146575811000 | - | - | |
| 0015380603119000 | - | - | |
| 0019612142522000 | - | - | |
| 0727376501124000 | - | - | |
| 0831638945119000 | - | - | |
| 0026842757125000 | - | - | |
| 0763876570121000 | - | - | |
CV Nusa Indah Semesta | 00*0**3****24**0 | - | - |
Agungarchplan | 08*7**7****16**0 | - | - |
| 0965925555103000 | - | - | |
| 0808291710121000 | - | - | |
| 0210284568115000 | - | - | |
| 0967716549105000 | - | - | |
| 0020297669101000 | - | - | |
PT Surya Distribusindo Lestari | 06*9**9****35**0 | - | - |
| 0015320526122000 | - | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - | - |
| 0945187904125000 | - | - | |
| 0413768730125000 | - | - | |
| 0711005900122000 | - | - | |
| 0315246249122000 | - | - | |
| 0722052578105000 | - | - | |
| 0032944365125000 | - | - | |
PT Royal Inti Mahiro | 07*6**9****09**0 | - | - |
| 0423895234221000 | - | - | |
| 0920409869121000 | - | - | |
| 0845128271127000 | - | - | |
| 0014877666113000 | - | - | |
| 0414907840116000 | - | - | |
| 0831790357121000 | - | - | |
| 0018518100117000 | - | - | |
| 0858783277122000 | - | - | |
| 0312892474111000 | - | - |
1
URAIAN PEKERJAAN
Metode Pelaksanaan pekerjaan utama.
.A.Pekerjaan Persiapan
Pembersihan Lapangan
Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan, daerah
kerja harus dibersihkan dari bekas reruntuhan
bangunan dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan
petunjuk Direksi pekerjaan. Setelah pelaksanaan
pekerjaan selesai semua, lokasi areal pekerjaan
juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material
yang tidak terpakai , serta areal diratakan dan
dirapikan kembali. Semua biaya yang timbul akibat
pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan
beban Kontraktor, serta sudah harus diperhitungkan
termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan
pekerjaan.
Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi adalah pengadaan dan mendatangkan
alat-alat/perlengkapan serta personil ke lokasi
pekerjaan, sedangkan demobilisasi adalah untuk
mengeluarkannya dari lokasi pekerjaan. Penyedia
Jasa harus melaksanakan mobilisasi dan
demobilisasi sebelum dan sesudah selesai
melaksanakan seluruh pekerjaan. Mobilisasi dengan
persetujuan Pengguna Jasa.Penyedia Jasa harus
sudah memperhitungkan semua biaya yang
diperlukan untuk mendatangkan dan memulangkan
alat-alat yang diperlukan sesuai dengan yang
diperkirakan dalam metode pelaksanaan
Sondir Lokasi
Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian
penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya
dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui
kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah
keras. Hal ini dimaksudkan agar dalam mendesain
Pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong
kolom bangunan diatasnya memiliki faktor
Keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga
bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami
penurunan atau settlement yang dapat
membahayakan dari sisi keselamatan akan
bangunan dan penghuni didalamnya.
Banyak terjadi kegagalan struktur (bangunan roboh/
runtuh) akibat tidak diperhatikan pentingnya
Pengujian Soil Test ini, untuk itu sangat di sarankan
untuk melakukan pengujian tanah (sondir) ini,
sehingga dapat didesain jenis pondasi yang aman
dan efektif sesuai dengan karakteristik tanah dari
bangunan yang akan dibangun.
B. Bangunan Tribun
1. Pekerjaan Tanah
Dalam pekerjaan ini beberapa hal yang harus
diperhatikan, antar lain ;
Pengalian tanah harus dikerjakan setelah pengukuran
dan pengambaran selesai dikerjan.
Sebelum melakukan penggalian, Kontraktor terlebih
dahulu membuat bowplank yang beguna untuk
pedoman membentuk lebar atas, lebat bawah dan
kedalaman pondasi yang akan digali.
Penggalian tanah dikerjakan sesuai dengan
ukuran/dimensi pada gambar kerja.
Penggalian tanah dilakukan dengan cara manual.
Apabila terjadi perubahan – perubahan pada item –
item pekerjaan, Penguna Jasa harus melaporkan
kepada Direksi / Wakilnya untuk disampaikan kepada
Penguna Jasa untuk dapat disetujui.
1. Pekerjaan Struktur
Pekerjaan struktur pada bangunan adalah pekerjaan
rangk abangunan yang berada di atas pekerjaan
pondasi dan diatas pondasi itu sendiri, dengan bentuk
komponen berupa pondasi, sloof, kolom, balok, lantai,
dinding.
Pekerjaan Struktural intinya berupa pekerjaan
Struktur beton yang menjadi pondasi suatu bangunan
2. Pekerjaan Dinding dan Plesteran
Pekerjaan Plesteran dan Pekerjaan acian merupakan
bagian dari pekerjaan dinding yang berfungsi sebagai
bahan pelapis atau untuk melindungi dinding dari
rembesan air maupun dari kondisi cuaca, menambah
kekuatan dinding, serta memperhalus permukaan
dinding. Pekerjaan plesteran dilakukan setelah
pekerjaan dinding yang terbuat dari pasangan bata
merah atau batako atau dari bahan bata ringan
selesai dilakukan selanjutnya barulah dilakukan
pekerjaan acian sebagai lapisan akhir dari struktur
dinding.
3. Pekerjaan Jendela
Untuk meletakkan daun jendela pada dinding,
dipasang rangka yang disebut kusen, kusen yang
dipakai yaitu terbuat dari alumunium:
1. Siapkan alat dan materi secukupnya di daerah yang
kondusif dan gampang dijangkau.
2. Pengajaun jenis material materi yang dipakai
kepada direksi.
3. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal
kusen terhadap as bouwplank untuk memilih
kedudukan kusen.
4. Pasang angkur pada kusen secukupnya.
5. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
6. Setel kedudukan kusen pintu sehingga bangun
tegak dengan memakai unting-unting.
7. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan
kokoh.
8. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur
sehingga kedudukan menjadi kokoh.
9. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah
sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan
dari kusen.
10. Bersihkan daerah sekelilingnya
4. Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding
Pekerjaan penutup lantai dan dinding, merupakan
pekerjaan finishing berfungsi sebagai
pelindung kapiler air tanah dan hewan tanah yang
suatu saat bisa masuk kedalam rumah.
Pemasangan lantai biasanya dimulai bila semua
pekerjaan bagian atas, seperti pemasangan atap,
plafon, dan plesteran dinding dan pekerjaan bagian
bawah, seperti pemasangan pipa-pipa telah selesai
dilaksanakan. Pelaksanaannya dengan berawal dari
permukaan, tanah yang akan dipasang lantai harus
diberi urugan terlebih dahulu.
5. Pekerjaan Plafon
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang
berfungsi sebagai langit-langit bangunan. Pada
dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk
mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak
langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati
atap. Namun demikian dewasa ini plafon tidak lagi
hanya sekedar penghambat panas atau dingin,
melainkan juga sebagai hiasan yang akan lebih
mempercantik interior suatu bangunan. Plafon
biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu.Untuk
pemasangan plafon diperlukan konstruksi khusus
untuk menggantungkannya yang dikenal dengan
nama rangka plafon. Bahan rangka plafon yang
umum digunakan adalah kayu, meskipun dewasa ini
dikenal juga rangka plafon dari bahan besi hollow
(besi berbentuk kotak). Bahan ini tahan terhadap
rayap dan api yang membuat plafon bertahan lama
dibanding menggunakan kayu.
6. Pekerjaan Pengecatan
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan
permukaan bidang harus rata dan dibersihkan
terlebih dahulu. Permukaan dinding dihaluskan
dahulu dengan memakai amplas kasar. Untuk
menutupi permukaan yang berpori dilakukan
pekerjaan plamir. Permukaan dihaluskan dengan
memakai amplas halus. Melakukan pengecatan
dengan cat dasar.
7. Pekerjaan Atap
Pengukuran Jarak Tumpuan
Lakukan pekerjaan pengukuran dengan baik supaya
mendapakan hasil yang tepat dan akurat. Anda
mesti mencari tahu seberapa luas ruang yang
tersedia serta besarnya atap spandek yang harus
digunakan. Anda juga perlu menentukan lebar atap
spandek yang cocok dipakai. Setelah semua data ini
berhasil dikumpulkan, kemudian lakukan
pengukuran terhadap jarak tumpuan yang nantinya
diperlukan oleh atap spandek.
Pembuatan Desain Kuda-Kuda
Untuk memasang atap spandek, Anda bisa
menggunakan kuda-kuda baja ringan atau
galvalum. Dalam pengerjaannya, Anda perlu
memperhatikan faktor-faktor seperti kemampuan
kuda-kuda tersebut dalam menahan beban, tingkat
kemiringan atap, serta penentuan panjang top chord.
Kerjakan perhitungan desain kuda-kuda atap
spandek ini dengan benar. Kesalahan yang terjadi
dalam perencanaan kuda-kuda akan membuat atap
spandek ini rawan ambruk.
Pemasangan Kuda-kuda
Setelah desain kuda-kuda selesai dibuat, kini
waktunya untuk mengimplementasikan desain tadi
ke dalam wujud yang nyata. Tapi sebelumnya Anda
perlu memasang pakaian pelindung untuk
keamanan terlebih dahulu. Sangat disarankan untuk
memakai celana dan baju yang berlengang panjang,
sarung tangan, dan kacamata pelindung. Lalu Anda
bisa mulai melakukan pemasangan kuda-kuda untuk
menopang atap spandek tersebut.
Pemasangan Reng Baja
Jika kuda-kuda sudah selesai dibuat dengan
bentangan yang dipastikan kokoh, selanjutnya ialah
pekerjaan memasang reng baja. Reng inilah yang
nantinya akan menjadi penopang dari spandek saat
dipasang sebagai atap. Oleh karena itu,
pemasangan reng harus disesuaikan dengan ukuran
lebar atap spandek yang Anda gunakan. Jarak reng
ini bisa diatur sesuai lebar spandek. Lakukan
pekerjaan pembuatan reng ini dengan cermat dan
pastikan posisinya lurus.
Pemasangan Atap Spandek
Kini waktunya untuk memasang atap spandek pada
rangka atap baja ringan yang telah selesai dibuat.
Proses pemasangannya kurang lebih sama seperti
jenis-jenis atap logam yang lainnya. Di sini Anda
memerlukan sekrup khusus yang dilengkapi dengan
kepala dari karet untuk mencegah rembesnya air.
Pemasangan sekrup ini dapat dilakukan
menggunakan mesin bor listrik dengan mata bor
yang sesuai supaya lebih mudah dan cepat selesai.
8. Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan elektrikal merupakan pekerjaan yang
berhubungan dengan instalasi listrik. Pekerjaan
elektrikal ini mencakup panel TM & Transformer,
kabel daya tegangan menengah, panel listrik
tegangan rendah, panel distribusi box, kabel daya
listrik, tegangan rendah, armature lampu
penerangan, saklar, stop kontak dan key tag, kabel
instalasi penerangan, instalasi stop kontak, dan
sistem penangkal petir.
C. Bangunan Ruangan VIP
1. Pekerjaan Tanah
Dalam pekerjaan ini beberapa hal yang harus
diperhatikan, antar lain ;
Pengalian tanah harus dikerjakan setelah pengukuran
dan pengambaran selesai dikerjan. Sebelum
melakukan penggalian, Kontraktor terlebih dahulu
membuat bowplank yang beguna untuk pedoman
membentuk lebar atas, lebat bawah dan kedalaman
pondasi yang akan digali. Penggalian tanah
dikerjakan sesuai dengan ukuran/dimensi pada
gambar kerja. Penggalian tanah dilakukan dengan
cara manual. Apabila terjadi perubahan – perubahan
pada item – item pekerjaan, Penguna Jasa harus
melaporkan kepada Direksi / Wakilnya untuk
disampaikan kepada Penguna Jasa untuk dapat
disetujui.
2. Pekerjaan Struktur
Pekerjaan struktur pada bangunan adalah pekerjaan
rangk abangunan yang berada di atas pekerjaan
pondasi dan diatas pondasi itu sendiri, dengan bentuk
komponen berupa pondasi, sloof, kolom, balok, lantai,
dinding.
Pekerjaan Struktural intinya berupa pekerjaan
Struktur beton yang menjadi pondasi suatu bangunan
3. Pekerjaan Dinding dan Plesteran
Pekerjaan Plesteran dan Pekerjaan acian merupakan
bagian dari pekerjaan dinding yang berfungsi sebagai
bahan pelapis atau untuk melindungi dinding dari
rembesan air maupun dari kondisi cuaca, menambah
kekuatan dinding, serta memperhalus permukaan
dinding. Pekerjaan plesteran dilakukan setelah
pekerjaan dinding yang terbuat dari pasangan bata
merah atau batako atau dari bahan bata ringan
selesai dilakukan selanjutnya barulah dilakukan
pekerjaan acian sebagai lapisan akhir dari struktur
dinding.
4. Pekerjaan Pintu dan Jendela
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada
dinding, dipasang rangka yang disebut kusen, kusen
yang dipakai yaitu terbuat dari alumunium
1. Siapkan alat dan materi secukupnya di daerah yang
kondusif dan gampang dijangkau.
2. Pengajaun jenis material materi yang dipakai
kepada direksi.
3. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal
kusen terhadap as bouwplank untuk memilih
kedudukan kusen.
4. Pasang angkur pada kusen secukupnya.
5. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
6. Setel kedudukan kusen pintu sehingga bangun
tegak dengan memakai unting-unting.
7. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan
kokoh.
8. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur
sehingga kedudukan menjadi kokoh.
9. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah
sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan
dari kusen.
10. Bersihkan daerah sekelilingnya
5. Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding
Pekerjaan penutup lantai dan dinding, merupakan
pekerjaan finishing berfungsi sebagai
pelindung kapiler air tanah dan hewan tanah yang
suatu saat bisa masuk kedalam rumah.
Pemasangan lantai biasanya dimulai bila semua
pekerjaan bagian atas, seperti pemasangan atap,
plafon, dan plesteran dinding dan pekerjaan bagian
bawah, seperti pemasangan pipa-pipa telah selesai
dilaksanakan. Pelaksanaannya dengan berawal dari
permukaan, tanah yang akan dipasang lantai harus
diberi urugan terlebih dahulu.
6. Pekerjaan Pengecatan
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan
permukaan bidang harus rata dan dibersihkan
terlebih dahulu. Permukaan dinding dihaluskan
dahulu dengan memakai amplas kasar. Untuk
menutupi permukaan yang berpori dilakukan
pekerjaan plamir. Permukaan dihaluskan dengan
memakai amplas halus. Melakukan pengecatan
dengan cat dasar.
7. Pekerjaan Atap Kanopi
Pengukuran Jarak Tumpuan
Lakukan pekerjaan pengukuran dengan baik supaya
mendapakan hasil yang tepat dan akurat. Anda
mesti mencari tahu seberapa luas ruang yang
tersedia serta besarnya atap kanopi yang harus
digunakan. Anda juga perlu menentukan lebar atap
kanopi yang cocok dipakai. Setelah semua data ini
berhasil dikumpulkan, kemudian lakukan
pengukuran terhadap jarak tumpuan yang nantinya
diperlukan oleh atap kanopi..
Pemasangan Reng Baja
Jika kuda-kuda sudah selesai dibuat dengan
bentangan yang dipastikan kokoh, selanjutnya ialah
pekerjaan memasang reng baja. Reng inilah yang
nantinya akan menjadi penopang dari kanopi saat
dipasang sebagai atap. Oleh karena itu,
pemasangan reng harus disesuaikan dengan ukuran
lebar atap kanopi yang Anda gunakan. Jarak reng ini
bisa diatur sesuai lebar kanopi. Lakukan pekerjaan
pembuatan reng ini dengan cermat dan pastikan
posisinya lurus.
Pemasangan Atap Kanopi
Kini waktunya untuk memasang atap kanopi pada
rangka atap baja ringan yang telah selesai dibuat.
Proses pemasangannya kurang lebih sama seperti
jenis-jenis atap logam yang lainnya. Di sini Anda
memerlukan sekrup khusus yang dilengkapi dengan
kepala dari karet untuk mencegah rembesnya air.
Pemasangan sekrup ini dapat dilakukan
menggunakan mesin bor listrik dengan mata bor
yang sesuai supaya lebih mudah dan cepat selesai.
8. Pekerjaan Sanitair
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan
asseccoriesnya dapat dikerjakan bersamaan dengan
pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan
pada tahap penyelesaian untuk serah terima, hal ini
dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut
tidak rusak/hilang sebelum bangunan digunakan.Beri
tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat
sanitair.Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat
sanitair sudah terpasang sesuai dengan gambar
kerja. Untuk inlet berupa drat, penyambungan
terlebih dahulu menggunakan seal tape. Pasang alat
sanitary pada posisi yang telah diberi tanda. Proteksi
alat sanitair yang sudah terpasang. Untuk testing
pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat
sanitair.
9. Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan elektrikal merupakan pekerjaan yang
berhubungan dengan instalasi listrik. Pekerjaan
elektrikal ini mencakup panel TM & Transformer,
kabel daya tegangan menengah, panel listrik
tegangan rendah, panel distribusi box, kabel daya
listrik, tegangan rendah, armature lampu
penerangan, saklar, stop kontak dan key tag, kabel
instalasi penerangan, instalasi stop kontak, dan
sistem penangkal petir
D. Bangunan Gerbang
1. Pekerjaan Tanah
Dalam pekerjaan ini beberapa hal yang harus
diperhatikan, antar lain ;
Pengalian tanah harus dikerjakan setelah pengukuran
dan pengambaran selesai dikerjan. Sebelum
melakukan penggalian, Kontraktor terlebih dahulu
membuat bowplank yang beguna untuk pedoman
membentuk lebar atas, lebat bawah dan kedalaman
pondasi yang akan digali. Penggalian tanah
dikerjakan sesuai dengan ukuran/dimensi pada
gambar kerja. Penggalian tanah dilakukan dengan
cara manual. Apabila terjadi perubahan – perubahan
pada item – item pekerjaan, Penguna Jasa harus
melaporkan kepada Direksi / Wakilnya untuk
disampaikan kepada Penguna Jasa untuk dapat
disetujui.
2. Pekerjaan Struktur
Pekerjaan struktur pada bangunan adalah pekerjaan
rangk abangunan yang berada di atas pekerjaan
pondasi dan diatas pondasi itu sendiri, dengan bentuk
komponen berupa pondasi, sloof, kolom, balok, lantai,
dinding. Pekerjaan Struktural intinya berupa
pekerjaan Struktur beton yang menjadi pondasi suatu
bangunan
3. Pekerjaan Dinding dan Finishing
Pekerjaan Plesteran dan Pekerjaan acian merupakan
bagian dari pekerjaan dinding yang berfungsi sebagai
bahan pelapis atau untuk melindungi dinding dari
rembesan air maupun dari kondisi cuaca, menambah
kekuatan dinding, serta memperhalus permukaan
dinding. Pekerjaan plesteran dilakukan setelah
pekerjaan dinding yang terbuat dari pasangan bata
merah atau batako atau dari bahan bata ringan
selesai dilakukan selanjutnya barulah dilakukan
pekerjaan acian sebagai lapisan akhir dari struktur
dinding. Sebelum melaksanakan pekerjaan
pengecatan permukaan bidang harus rata dan
dibersihkan terlebih dahulu. Permukaan dinding
dihaluskan dahulu dengan memakai amplas
kasar. Untuk menutupi permukaan yang berpori
dilakukan pekerjaan plamir. Permukaan dihaluskan
dengan memakai amplas halus. Melakukan
pengecatan dengan cat dasar
E. Pekerjaan Site
1. Perkerasan Drainase Keliling Bangunan
Pekerjaan ini Utamanya untuk pengairan air hujan
yang turun dia atas tribun dan bangunan VIP
sehingga Air Hujan tidak menggenang di sekitar
bangunan yang ada.
2. Perkerasan Jalur Pejalan Kaki
Pekerjaan Jalur pejalan kaki dimaksudkan untuk
mempermudah para pejalan kaki di sekitar tribun dan
bangunan VIP untuk berjalan kaki dan
mengembalikan kerusakan pada ruas pejaln kaki
yang telah ada.
3. Pekerjaan Bak Taman
Pekerjaan Bak taman dilakukan untuk memperindah
bangunan Tribun yang ada dan mengembalikan
taman yang sudah dibongkar
4. Pekerjaan Prasasti
Pekerjaan ini dilakukan dengan peletakan prasasti
yang ada dan menandai peresmian pembangunan