| 0754279073805000 | - | |
CV Karaya Poligon | 04*4**5****31**0 | - |
CV Sangha Radya Utama | 05*9**9****46**0 | - |
| 0761521350801000 | - | |
CV Proyeksi Dua Empat | 01*3**4****31**0 | - |
| 0032312613805000 | - | |
| 0939379145942000 | - | |
| 0662756113942000 | - | |
| 0753426824801000 | - | |
| 0763398377831000 | - | |
| 0316679810831000 | - | |
| 0032807224801000 | - | |
PT Bias Multi Konsultan | 06*3**2****05**0 | - |
| 0750979155805000 | - | |
| 0032608259801000 | - | |
| 0029106994805000 | - | |
| 0925787004822000 | - | |
| 0015624208805000 | - | |
| 0025466525942000 | - | |
| 0028216208805000 | - | |
CV Disah Engineering Consultant | 06*5**7****43**0 | - |
| 0868996851805000 | - | |
| 0030266894805000 | - | |
| 0011256120805000 | - | |
| 0013514633034000 | - | |
| 0813311297801000 | - | |
| 0029742327801000 | - | |
| 0723983151015000 | - | |
CV Dhelco Engineering | 06*3**0****42**0 | - |
CV Arcer Mahera | 05*9**8****43**0 | - |
CV Cakra Tirta | 08*6**1****46**0 | - |
| 0746741867831000 | - | |
| 0030333314942000 | - | |
| 0809522089814000 | - | |
| 0423929074652000 | - |
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pekerjaan : Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang (Balohang, Samada, Fangu)kak
Lokasi : Kali Balohang dan Kali Samada Kec. Lede
Instansi : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Pulau Taliabu
Pagu Anggaran : Rp. 500,000,000,-
1. Latar Belakang Prasarana transportasi jalan dan jembatan secara umum berfungsi
sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,
pengembangan wilayah, prasarana transportasi di maksud mencakup
transportasi jalan, jembatan, angkutan sungai dan penyeberangan.
Jalan dan jembatan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional
mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung kegiatan
dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan, melalui
pembangunan jalan dan jembatan diharapkan tercapai keseimbangan
dan pemerataan pembangunan antar daerah, membentuk dan
memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan pertahanan
dan keamanan nasional, serta membentuk struktur ruang dalam
rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional. Pembangunan
jaringan jalan dan jembatan sebagai urat nadi perekonomian nasional
diharapkan mampu menghubungkan jalan lintas kabupaten dan kota
agar senantiasa dapat berfungsi untuk mendukung kelancaran arus
lalu lintas barang dan jasa dalam rangka percepatan pemulihan
ekonomi dengan tetap menjaga lingkungan.
Tuntutan tersebut diatas mendasari Perencanaan Teknis
Pembangunan Jembatan Bentang Panjang di Kabupaten Pulau Taliabu
untuk mendukung jalan yang menghubungkan antar wilayah
kecamatan menuju ibukota Kabupaten, maka perlu dibangun
jembatan sebagai penghubung. Hal tersebut dipandang perlu untuk
meningkatkan efisiensi dari sub sektor jalan yang berkaitan dengan
sistem transportasi dan penggunaan jalan guna memudahkan dan
meningkatkan pengangkutan pada ruas jalan yang ada di Kabupaten
Pulau Taliabu, sehingga dapat memperlancar dan memudahkan
aksesibilitas pengguna jasa transportasi pada umumnya.
Menindaklanjuti hal tersebut di atas, Dinas Pekerjaan Umum
Penataan Ruang Kabupaten Pulau Taliabu membuat program dalam
wujud Perencanaan Teknis Pembangunan Jembatan Bentang Panjang
yang berlokasi Di Kecamatan Lede dengan dana APBD tahun 2025.
Perencanaan jembatan tersebut dilaksanakan guna menunjang
kegiatan konstruksi fisik yang akan diprogramkan pada tahun
berikutnya.
2. Maksud dan Tujuan Untuk memperoleh hasil pekerjaan yang tepat mutu sehingga
kondisinya dapat bertahan sampai akhir umur rencana dengan biaya
efisien, maka sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut diperlukan
adanya persyaratan atau ketentuan-ketentuan yang dapat
dipertanggungjawabkan dan dapat diterapkan, baik dalam proses
pelelangan maupun pada saat pelaksanaan.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 1 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
Berkenaan dengan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Pulau Taliabu memerlukan jasa Konsultan untuk
Pekerjaan Perencanaan Teknis dengan lingkup pekerjaan seperti yang
tersebut pada butir 10 di bawah.
3. Sasaran Sasaran Pengadaan Jasa Konsultan ini yaitu sasaran dari kegiatan yang
dilaksanakan adalah untuk terwujudnya suatu dokumen perencanaan
yang optimal, efisien dengan memperhatikan kondisi Lokasi dan
ketersedian material.
Untuk efisiensi dan efektifitas penggunaan biaya dan tenaga
Konsultan, Pelaksanaan Jasa akan diatur sedemikian rupa sehingga
sesuai dengan tahapan atau tingkat kegiatan di lokasi kegiatan.
4. Nama dan Lokasi Lokasi pekerjaan perencanaan jembatan ini berada di Kecamatan Lede
Pekerjaan yang terdiri dari 2 (dua) lokasi yaitu:
1. Jembatan Air Balohang
2. Jembatan Air Samada
5. Sumber Pendanaan Kegiatan ini dibiayai sumber pendanaan APBD Kab. Pulau Taliabu
Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu sebesar Rp 500.000.000,00
(Lima Ratus Juta Rupiah)
6. Nama dan Organisasi Nama Pengguna Anggaran : Endro Sudarmono S.Hut
Pengguna Anggaran,
Nama PPK : Endro Sudarmono S.Hut
PPTK
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Pulau Taliabu
7. Standar Teknis • Untuk merencanakan geometri jalan masuk ke jembatan (jalan
pendekat), maka standar Perencanaan Geometrik Jenderal Bina
Marga No. 123/1970 bersifat Mengikat.
• Perencanaan tebal Perkerasan jalan masuk ke jembatan (jalan
pendekat), mengacu pada buku Petujuk Perencanaan Tebal
Perkerasan Lentur Jalan raya dengan Metode Analisa Komponen
SNI No. 1732-1989-F dengan perkiraan beban lalu lintas selama
umur rencana 10 tahun.
• Material untuk lapisan-lapisan perkersaran, bila ada hendaknya
diupayakan menggunakan material yang tersedia / ada Quarry
sekitar proyek.
• Perencanaan bangunan bawah dihitung berdasarkan buku
Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya SNI No.
1725-1989-F, buku Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa
untuk Jembatan Jalan raya SNI 03-2933-1992 dan tipe bangunan
atas yang digunakan.
• Kelas jembatan yang menyangkut presentase beban hidup yang
digunakan untuk perhitungan adalah BM 100 (100% beban , T 100%
beban dan 1000% beban P).
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 2 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
• Pemilihan jenis konstruksi banguanan atas maupun banguana
bawah yang paling sesuai, harus diusulkan terlebih dahulu oleh
Konsultan kepada Koordinator Pengawas untuk mendapat
persetujuan.
• Dianjurkan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin bagian-
bagian jembatan yang lama masih dalkam kondisi baik dan
memnuhi syarat yang ditetapkan.
8. Studi-Studi Terdahulu Studi terdahulu yang dipakai untuk acuan belum ada
9. Refrensi Hukum • Peraturan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah serta aturan perubahan lainnya.
• Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia
• Kepmen PU Nomor 33/KPTS/M/2025 tentang Besaran remunerasi
Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang Klasifikasi Ahli untuk
Layanan jasa Konsultansi Konstruksi.
10. Lingkup Pekerjaan Lingkup jasa Konsultan yang diperlukan dan persyaratan teknis yang
tercakup di dalam pekerjaan ini, secara garis besarnya terdiri dari
bagian-bagian pekerjaan sebagai berikut:
a. Survei Lapangan
1) Penelitian Pendahuluan
2) Pengukuran Topografi
3) Penyelidikan Tanah dan Material
4) Penelitian Hidrologi / Drainase
b. Perhitungan dan Perencanaan Teknis
c. Penyusunan Dokumen Lelang
d. Pelaporan
Selanjutnya, uraian selengkapnya dari masing-masing bagian
pekerjaan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
A. SURVEI LAPANGAN
1) Penelitian Pendahuluan (Reconnaissance Survei)
Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengumpulkan data
pendukung yang dibutuhkan berdasarkan kondisi yang ada
sebelum melaksanakan survei detail dan data lainnya untuk
melengkapi survei pengukuran topografi, penyelidikan tanah,
penelitian hidrologi / drainase serta perencanaan teknis.
Dalam pelaksanaan survei ini, Konsultan diwajibkan untuk
membentuk satu tim yang terdiri dari :
• Team Leader / Bridge Engineer
• Ahli Geoteknik
• Ahli K3 Konstruksi
• Surveyor
• Drafter
• Operator komputer
Personil – personil di atas harus berpengalaman cukup di bidang
perencanaan teknis jembatan.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 3 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
Sebelum ke lokasi proyek, bersama-sama dengan Koordinator
Pengawas harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan pejabat
dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Pulau Taliabu mengenai segala hal yang berkaitan dengan
jembatan-jembatan yang akan ditangani.
Konsultan wajib mengumpulkan data-data yang diperlukan
selengkap-lengkapnya yang berguna untuk menunjang langkah-
langkah proses perencanaan lebih lanjut.
Data-data yang diperlukan meliputi :
• Data kondisi dan asal usul jembatan yang ada
• Data banjir dan erosi
• Bahan-bahan yang tersedia guna penentuan jenis
konstruksi yang paling menguntungkan / cocok
• Usulan dari Dinas Pekerjaan Umum setempat (bila ada)
Berdasarkan hal tersebut, maka selama survei pendahuluan,
konsultan wajib memeriksa dan mencatat semua data-data
lapangan yang ada, antara lain:
• Mencatat kondisi jembatan lama, termasuk bila ada
kerusakan dan penyebabnya serta kemungkinan
digunakannya sebagai jembatan darurat.
• Menentukan perkiraan jenis pondasi yang sesuai.
• Menentukan rencana letak, panjang bentang, elevasi dan
lokasi jembatan baru.
• Mencari data/informasi mengenai elevasi banjir dan erosi
yang pernah terjadi.
• Mencatat material yang tersedia.
• Membuat sketsa situasi rencana jembatan baru terhadap
jembatan lama dan profil sungai pada lokasi jembatan baru
dan lama.
• Foto-foto dengan film berwarna, minimal menunjukkan
jalan masuk jembatan dari kedua arah dan elevasi jembatan
dari kedua sisi.
Semua hasil survei pendahuluan harus dilaporkan dalam bentuk
Laporan Survei Pendahuluan lengkap dengan foto-foto (asli)
serta format-format terlampir (lampiran 1) dan diserahkan
segera sebelum survei detail lapangan lainnya dimulai.
2) Pengukuran Topografi
Pekerjaan pengukuran topografi adalah kegiatan pengumpulan
data permukaan bumi, perhitungan dan memetakannya dengan
skala tertentu serta disajikan pada lembaran kertas.
Pengukuran topografi dilakukan sepanjang lokasi sumbu jalan /
jembatan dan sungai dengan mengadakan tambahan
pengukuran detail (pengukuran khusus) pada tempat yang
memerlukan, misalnya pada lokasi yang direncanakan adanya
relokasi atau perubahan alignment untuk jembatan baru.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 4 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
Pekerjaan pengukuran topografi ini terdiri dari :
i) Pekerjaan Rintisan
Pekerjaan ini berupa kegiatan merintis atau membuka
sebagian daerah yang akan diukur sehingga pengukuran
dapat berjalan lancar dan tidak terhalang oleh pohon, semak
belukar atau tanaman lainnya.
ii) Pekerjaan Pemeriksaan dan Koreksi Alat Ukur
Sebelum dilakukan pengukuran, harus dilakukan
pemeriksaan dan koreksi terhadap alat-alat ukur yang akan
digunakan. Pemeriksaan harus dilakukan di lokasi pekerjaan.
Alat Ukur Total Station harus memenuhi syarat-syarat :
• Sumbu I vertikal, dengan koreksi nivo kotak dan nivo
tabung.
• Sumbu II tegak lurus sumbu I.
• Kesalahan Kolimasi Horizontal = 0
• Kesalahan Indeks Vertikal = 0
iii) Pekerjaan Topografi terdiri dari:
• Pemasangan patok-patok
• Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal
• Pengukuran situasi
• Pengukuran penampang memanjang dan melintang
• Pengukuran khusus
• Perhitungan dan penggambaran peta
➢ Perhitungan Koordinat :
Perhitungan koordinat poligon dihitung berdasarkan
pada titik-titik ikat (BM) yang digunakan yaitu koordinat
lokal. Koreksi sudut yang diberikan tidak sama,
melainkan pada sisi yang lebih pendek diberikan koreksi
yang lebih besar.
➢ Perhitungan Sipat Datar/Waterpass
Perhitungan Sipat Datar/Waterpass dengan 3 desimal
harus dilakukan kontrol pada setiap halaman, yaitu
jumlah beda tinggi harus sama dengan jumlah
pembacaan benang tengah rambu belakang dikurangi
dengan jumlah pembacaan benang tengah rambu muka.
➢ Perhitungan Ketinggian Detail
Ketinggian Detail dihitung berdasarkan ketinggian patok
yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan
dihitung secara tachymetris.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 5 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
➢ Penggambaran Titik-titik Poligon
- Penggambaran titik-titik poligon harus digambar
pada kertas milimeter, dengan skala 1 : 500
- Penggambaran titik-titik poligon didasarkan pada
hasil perhitungan koordinat titik secara grafis.
- Untuk titik-titik ikat (BM) atau titik-titik baru harus
dicantumkan koordinatnya (x,y).
➢ Penggambaran Detail Situasi
- Gambar ukur yang berupa gambar situasi harus
berdasarkan titik-titik poligon dengan skala 1:500
dan interval kontur 0,50 m dengan notasi garis
tebal setiap interval 2,50 m.
- Ketinggian titik-titik detail harus tercantum dalam
gambar ukur, begitu pula keterangan-keterangan
yang penting.
- Penulisan ketinggian sampai dengan 2 desimal
(sampai dengan cm).
➢ Penggambaran Penampang
Penampang memanjang dan melintangbaik untuk jalan
maupun sungai dibuat di atas kertas milimeter dengan
skala sbb :
- Penampang memanjang dibuat dengan skala
vertikal 1:50 dan skala horizontal 1:500 m.
- Penampang melintang dibuat dengan skala
vertikal 1:50 dan skala horizontal 1:100 m.
iv) Lingkup/daerah pengukuran :
• 200 m masing-masing ke sebelah kiri dan kanan sungai
sepanjang jalan terhitung dari tepi sungai / jembatan.
• 100 m masing-masing ke sebelah kiri dan kanan dari
rencana sumbu jalan pada daerah sungai.
• Pada lokasi tertentu yang direncanakan untuk diadakan
pemindahan jalur (relokasi), lingkup daerah yang diukur
seperti tercantum pada butir – 5 tentang pengukuran
khusus.
3) Penyelidikan Tanah dan Material
Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menyelidiki mengenai jenis
dan struktur lapisan tanah serta indeks dan struktural propertis
yang diperoleh di lapangan dan di laboratorium.
Di samping itu juga dilakukan penyelidikan mengenai lokasi
sumber material di sekitar lokasi jembatan yang dapat
digunakan sebagai bahan bangunan dan lapisan perkerasan
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 6 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
jalan pendekat serta konstruksi jembatan pada saat Pelaksanaan
Fisik nantinya.
a). Penyelidikan lapangan dan pengambilan contoh.
i) Peralatan lapangan yang digunakan untuk pekerjaan
ini pada umumnya terdiri dari :
• Bor yang digerakkan dengan mesin (bor mesin)
untuk nilai SPT
• Bor yang digerakkan dengan tangan (bor tangan)
• Sondir atau CPT
ii) Pada setiap jembatan, penyelidikan tanah yang
dibutuhkan pada masing-masing lokasi rencana
pondasi, minimal 1 (satu) titik boring, yaitu bor mesin
atau bor tangan dan sondir.
iii) Elevasi dan koordinat lokasi setiap titik boring/sondir
harus diikatkan pada patok BM terdekat dan dicatat.
iv) Syarat-syarat pelaksanaan penyelidikan tanah dan
cara-cara pengambilan contoh di lapangan adalah sbb:
❖ Untuk jembatan dengan bentang ≥ 25 meter
- Boring harus dikerjakan dengan alat bor yang
digerakkan dengan mesin yang mampu
mencapai kedalaman yang ditentukan atau
setelah didapat informasi yang cukup mengenai
letak lapisan tanah keras, jenis batuan dan
tebalnya.
- Jika sebelum mencapai kedalaman yang
ditentukan telah ditemukan lapisan tanah
keras/batu, boring harus diteruskan menembus
lapisan keras ini sedalam ± 3 meter lagi
tergantung jenis batuan dan beban bangunan
sub strukturnya).
- Mata bor harus mempunyai diameter cukup
besar sehingga undisturbed sampel yang
diinginkan dapat diambil dengan baik.
- Untuk tanah lempung (clay), lanau (silt) atau
tanah lainnya yang tidak terlalu padat, dapat
dipakai “steel beet” sebagai mata bor.
- Untuk lapisan tanah yang keras (batuan) atau
comented harus dipakai “double tube core
barrel” sehingga dapat diambil undisturbed
sampelnya (contoh inti batuan) dari lapisan
keras tersebut.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 7 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
- Setelah diambil dari lubang bor, contoh inti
batuan harus dibungkus dulu dengan plastik,
kertas semen dan ditempatkan pada kotak kayu
yang diberi penyekat, diberi label serta disusun
secara berurutan sesuai dengan urutan
pengambilan contoh dari dalam lubang bor.
Kemudian contoh inti batuan disiram paraffin
cair sampai penuh agar jangan sampai rusak
dalam pengangkutan.
Apabila ada bagian contoh yang tidak terambil
maka harus diberi tanda, sehingga urutan-
urutan secara keseluruhan tidak terputus. Pada
bagian luar dan dalam tutup peti contoh harus
diberi keterangan mengenai nama jembatan,
nomor pemboran, kedalaman, instansi pemilik,
dll.
Kotak contoh dibuat dari kayu yang diketam
setebal 12,5 mm, ukuran kotak 1,00 m x 0,50 m
x 0,10 m dan berisi satu lapis contoh.
Penyekat harus dari kayu setebal ± 10 mm.
- Pada setiap interval kedalaman 1,5 m harus
dilakukan Standar Penetration Test (SPT)
menurut AASHTO T206-74 dan harus diambil
contoh tanahnya (tidak perlu undisturbed),
disimpan dalam tempat yang dapat menjaga
kadar air aslinya.
Contoh tanah tersebut diperlukan untuk
menyusun lithologi description lapisan tanah.
- Pada setiap interval kedalaman yang ditentukan
(bila tidak ditentukan lain maka rata-rata
kedalaman diambil ± 3,00 m) pada tanah lunak
harus diambil undisturbed sampel untuk tes di
laboratorium, guna mendapat harga index dan
struktural propertis lapisan tanah.
- Undisturbed sampel harus diambil dengan cara
sebagai berikut:
Tabung sampel (yang dibuat dari baja tipis tapi
keras dan berbentuk silinder dengan diameter
rata-rata 7 cm, panjang 70 cm) dimasukkan ke
dalam tanah pada kedalaman dimana
undisturbed sampel akan diambil kemudian
ditekan perlahan-lahan sehingga tabung
tersebut dapat terisi penuh tanah.
Setelah dikeluarkan dari lubang bor, tabung
yang berisi contoh tanah tersebut harus segera
ditutup dengan paraffin.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 8 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
- Hasil boring harus dibuat bor log paling sedikit
dilengkapi dengan lithologi (geological
description), harga SPT, letak muka air tanah
dan sebagainya beserta letak kedalaman lapisan
tanah yang bersangkutan.
- Penamaan dari masing-masing jenis tanah harus
dilakukan pada saat itu juga, sesuai dengan
kedalaman maupun sifat-sifat tanah tersebut
yang dapat dilihat secara visual.
- Apabila tanah yang dibor, dalam hal ini
cenderung mudah runtuh, maka harus segera
diikuti dengan pemasangan casing.
- Pekerjaan pengambilan contoh tanah dimaksud
bertujuan untuk penyelidikan tanah lanjut di
laboratorium.
Pengambilan contoh tanah untuk pondasi
jembatan ini harus diatur sedemikian rupa
hingga setiap jenis lapisan tanah cukup
terwakili.
- Untuk rencana pilar, bilamana lokasi dan
kondisinya tidak dapat dilakukan pemboran
dengan bor mesin, makapemboran dapat
diganti dengan cara penyelidikan yang lain
setelah mendapat persetujuan dari Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan Perencanaan dan
Pengawasan Jalan dan Jembatan Dinas
Pekerjaan Umum Kab. Pulau Taliabu (pemberi
tugas).
v) Penyelidikan Material
Penyelidikan material dilakukan dengan cara
pengamatan langsung secara visual di lapangan di
sekitar lokasi jembatan.
Hal-hal yang perlu diinventarisir dalam penyelidikan,
antara lain:
- Jenis quarry dan jenis materialnya (contohnya
diambil).
- Perkiraan volume material yang tersedia
- Jarak lokasi quarry ke lokasi jembatan.
- Kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul pada
saat eksploitasi (bila ada) dan lain sebagainya.
- Foto-foto dokumentasi
b). Penelitian Laboratorium.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 9 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
Penelitian laboratorium dilakukan terhadap contoh-contoh
tanah/batuan baik undisturbed (tidak terganggu/asli)
maupun disturbed (terganggu/tidak asli).
i) Pada contoh tanah asli (undisturbed)
penelitian/pengujian laboratorium dimaksudkan untuk
menentukan indeks dan struktural propertis tanah yaitu
sbb:
• Besaran Indeks
Dimaksudkan sebagai data untuk menetapkan
klasifikasi,konsistensi dan sensitivitas tanah.
Data tersebut meliputi:
- Spesifik gravity
- Bulk density
- Moisture content
- Atterberg limit
- Grain size analysis
• Besaran-besaran struktural tanah pengujian/tes
diperlukan terhadap contoh, antara lain:
- Direct shear test.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk
menentukan kohesi dan sudut geser tanah.
Data ini dapat digunakan untuk menentukan
daya dukung pondasi (pondasi langsung,
sumuran dan tiang pancang).
- Consolidation Test.
Dimaksudkan untuk mendapatkan besaran -
besaran yang dapat digunakan untuk
perhitungan konsolidasi yang akan terjadi pada
bangunan bawah jembatan.
ii) Pada saat contoh tidak asli (disturbed) diberlakukan
pengujian untuk memperoleh besaran indeks yang
berupa data-data :
- Spesifik gravity
- Bulk density
- Moisture content
- Atterberg limit
- Grain size analysis
iii) Analisa / tes laboratorium yang diperlukan terhadap
contoh tanah / material untuk jalan pendekat dan
konstruksi jembatan, antara lain :
- Spesific Gravity
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 10 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
- Volume weight
- Atterberg limit
- Grain size analysis
iv) Penelitian / pengujian laboratorium seperti tersebut di
atas, hendaknya dikerjakan berdasarkan spesifikasi
ASTM/AASHTO.
c). Ketentuan Lain :
i) Penyelidikan tanah dengan lubang bor (bor mesin, bor
tangan dan sondir) harus diatur sedemikian rupa
sehingga dapat memberikan informasi lengkap/detail
akan tanah dasar pada penampang sungai di bawah
rencana pondasi jembatan.
ii) Sebagai hasil penelitian lapangan yang memerlukan
pemboran, letak lubang bor/sondir, jumlah dan
kedalaman harus sesuai dengan keperluannya.
iii) Dalam kerangka acuan kerja ini, pemilihan peralatan
yang digunakan untuk penyelidikan tanah berdasarkan
pada bentang/panjang jembatan yang direncanakan.
Namun demikian apabila menurut pertimbangan teknis
memerlukan data yang lebih akurat/teliti karena
menyangkut keamanan konstruksi, maka tidak menutup
kemungkinan peralatan dimaksud harus digunakan
tanpa memperhatikan bentang/panjang jembatan yang
bersangkutan.
4) Penelitian Hidrologi/Drainase
Konsultan harus memberikan perhatian khusus dalam
pengumpulan dan pengujian data-data yang diperoleh agar
untuk mengaalisa persoalan drainase jembatan (misalnya :
gejala arah dan mengarah kecepatan aliran, jenis/sifat erosi
maupun pengendapan, daerah pengaruh banjir, tinggi air
banjir/air rendah/air normal dan lain-lain). Untuk itu, maka hala-
hal yang perlu diperhatikan antara lain :
a). Daerah aliran (Catchment Area) dari setiap gejala aliran air
harus dipelajari dengan cermat dari peta tofografi / biologis
maupun pemeriksaaan langsung di tempat.
b). Analisa frekuensi curah hujan rencana agar dipilih dari
beberapa metode analisa yang umum digunakan di
Indonesia dengan membadingkan secara statistic
berdasrkan data pengamatan curah hujan. Metode
perhitungan berpedoman pada buku standar SK SNI M-18-
1989-F.
c). Untuk analisa hidrologi / drainase ditetapkan retrun priode
25 dan 50 tahun yang pemelihannya terlebih dahulu
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 11 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
dikonsultasikan dengan pihak Pemberi Tugas / Koordinator
Pengawas
B. PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN TEKNIS
1. Konsep Detail Perencanaan (Draft Design)
i) Dalam proses ini konsultan harus membuat/ menentukan
semua kesimpulan hasil survei lapangan, antara lain
menyangkut :
a). Penetapan lokasi jembatan baru berdasarkan tofografi
dan evaluasi hasil survei pendahuluan pada jembatan
yang akan direlokasikan (bila ada) dengan
memperhatikan standar perencanaan yang telah
ditetapkan.
Rencana bangunan-bangunan drainase harus
ditetapkan konsultan berdasarkan pertimbangan yang
sesuai keadaaan setempat.
b). Untuk perhitungan konstruksi pondasi serta bangunan
bawah harus berdasarkan pada hasil-hasil penyelidikan
tanah dan keadaan setempat.
Dalam menetentukan jumlah serta panjang bentang,
harus sesuai dengan keadaan tofografi setempat dengan
memperhatikan macam bangunan atas yang telah
disetujui oleh Koordinator Pengawas.
c). Untuk konstruksi bangunan atas yang standar harus
digunakan Standar Bina marga yang akan ditentukan
oleh Pemberi Tugas kecuali ditentukan lain.
ii) Konsultan wajib membuat dan menyampaikan kepada
Koordinator Pengawas, Laporan Dokumen yang berisi
kesimpulan dan saran semua bagian perencanaan. Gambar
untuk setiap jembatan dibuat menggunakan APLIKASI
AUTOCAD.
Laporan Dokumen dan gambar tersebut terutama yang menyangkut
hal-hal sebagai berikut :
a). Plan digambar di atas peta situasi dengan skala 1:500 yang
bersisi antara lain :
- Letak jembatan lanma dan rencana jembatan baru.
- Lokasi dan nomor titik kontrol horizontal dan vertical.
- Lokasi dan nomor potongan melintang.
- Elemen-elemen lengkung horizontal.
- Batas daerah penguasaan (ROW) dan penggunaanya.
- Semua data-data tofografi yang penting (rumah jalan
lama, jenis-jenis tanaman utama dan lain-lain).
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 12 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
- Patok pengukuran
b). Potongan / penampang memanjang
Potongan memanjang digambar pada bagian bawah plan
tersebut pada butir 1 di atas, dengan skala horizontal 1 : 500
dan vertical 1 : 50 yang berisi hal sebagai berikut :
- Tinggi, muka air tanah asli, muka air sungai normal, muka
air banjir serta elevasi jembatan.
- Nomor potongan melitang.
- Jarak partial progressive.
- Elemen-elemen/data-data lengkung vertical dan
horizontal
- Elemen-elemen data jalan pendekat.
c). Potongan/penampang melintang (cross Section).
Gambar potongan melintang dibuat menurut peta tofografi
sesuai dengn keadaan lokasi yang ditentukan dan digambar di
atas kertas standar dengan skala hoirizontal 1 : 100 dan vertical
1 : 50.
d). Perhitungan Perencanaan.
Perhitungan perencanaaan jembatan dibuat untuk setiap
jembatan yang dilengkapi dengan hasil penyelidikan tanah,
analisa hidrologi/drainase jembatan, dan lain-lain yang terkait.
Perencanaan perkerasan jalan pendekat dibuat untuk setiap
jembatan yang dilengkapi dengan hasil penyelidikan tanahnya
dan jenis material yang akan digunakan.
e). Gambar Bangunan Jembatan.
Untuk tiap jembatan, selain gambar-gambar tersebut pada
butir 1, 2 dan 3 di atas, juga dibuat gambar-gambar antara lain
:
- Denah, potongan memanjang dan melintang jembatan
(pada potongan memanjang harus digambarkan grafik
SPT, grafik, bor log untuk pondsi yang diselidiki struktur
tanahnya).
- Detail –detail bangunan bawah dan atas.
- Keterangan-keterangan mengenai kelas pembebanan,
mutu bahan harus dicantumkan pada tiap gambar
jembatan.
f). Standar-standar dari bangunan pengaman lainnya (Bangunan
penahan Erosi dan lain-lain).
g). Angka-angka dan huruf-hruf yang menunjukkan ukuran dan
catatan / keterangan pada gambar, ukurannya dibuat
sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dengan mudah/jelas
walupun ukuran gambar diperkecil menjadi A3.
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 13 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
h). Spesifikasi
i). Untuk mendapatkan persetujuan atas detail perencanaan,
konsultan berkewajiban untuk mengadakan
presentasi/penjelasan mengenai hal-hal tersebut di atas
kepada Pemberi Tugas.
2. Perencanaan Akhir (Final Design)
i) Setiap koreksi dan komentar atas konsep detail
perencanaan yang disampaikan oleh Pemberi Tugas harus
diperbaiki oleh Konsultan, baik yang menyangkut diperbaiki
/analisa perencanaan maupun gambar-gambar rencana.
ii) Hasil perbaikan tersebut harus dilaporkan kembali kepada
koordinator Pengawas dan dapat diproses lanjut apabila
telah dinyatakan bahwa konsep perencanaan akhir sudah
memenuhi syarat.
iii) Seluruh cetakan perencanaan akhir yang dibuat pada kertas
Standar Bina Marga harus diserahkan oleh Konsultan
kepada Pemberi Tugas dalam waktu yang telah ditetapkan
sesuai dengan isi butir 2.2.
iv) Gambar perencanaan akhir untuk masing-masing
jembatan/paket, terdiri dari :
• Sampul luar (cover) dan sampul dalam.
• Lembar judul yang memuat peta lokasi lengkap dengan
nama jembatannya.
• Lembar simbol dan singkatan.
• Lembar daftra volume pekerjaan.
• Lembar daftar pembesian.
• Plan dan profil.
- Skala horizontal 1 : 500, skala 1 : 50.
- Dilengkapi dengan detail situasi yang ada, letak
dan tanda patok kayu dan beton, dan sebagainya.
• Potongan melintang (cross section) jalan pendekat
dan sungai :
- Skala horizontal 1 : 500, skala 1 : 50.
• Denah, potongan memanjang dan melintang
jembatan.
• Detail - detail bangunan bawah dan bangunan atas
beserta pembesiannya.
• Lembar gambar pembangunan pelengkap lainnya (jika
diperlukan).
v) Perhitungan volume pekerjaan fisik. Disajikan dalam
bentuk:
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 14 | P a g e
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang T.A.
Kabupaten Pulau Taliabu
2025
• Daftar volume pekerjaan disusun menurut pay
item/mata pembayaran didalam dokumen kontrak
dan dibuat untuk setiap jembatan.
• Apabila dalam satu paket terlebih dahulu lebih dari 1
(satu) jembatan maka volume pekerjaan tersebut
dibaut jumlahnya kecualui untuk item mobilisasi.
vi) Perhitungan perkiraan biaya pekerjaan fisik. Meliputi
antara lain :
• Perhitungan Analisa Harga Satuan untuk setiap mata
pembayaran utama.
• Perkiraaan baiaya untuk setiap paket pekerjaan.
• Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah.
3. Penutup Konsultan memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan
mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Berdasarkan bahan-
bahan tersebut, Konsultan menyusun program kerja untuk dibahas.
Taliabu, 13 Oktober 2025
Ditetapkan,
Pejabat Pembuat Komitmen
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kabupaten Kepulauan Taliabu
ENDRO SUDARMONO S. Hut
NIP. 19750715 199703 1 005
j
Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Teknis Jembatan Bentang Panjang 15 | P a g e