| 0964114557043000 | - | |
| 0411609282955000 | - | |
| 0028664209815000 | - | |
| 0022198311951001 | - | |
| 0828415752951000 | - | |
| 0815060348951000 | - | |
Nakasimo Semesta Raya | 09*4**2****12**0 | - |
Kerangka Acuan Kerja
Pekerjaan Pembuatan
Feasibility Study
PAPUA MARINES
SUPER HUB
Pemerintah Kabupaten Tambrauw
Propinsi Papua Barat Daya
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... 1
1. LATAR BELAKANG ........................................................................................................................ 2
2. LANDASAN HUKUM ....................................................................................................................... 3
3. TUJUAN DAN SASARAN ............................................................................................................... 3
4. RUANG LINGKUP ........................................................................................................................... 4
5. SASARAN, OUTPUT DAN OUTCOME ......................................................................................... 5
6. METODOLOGI ................................................................................................................................. 5
7. KUALIFIKASI PENYEDIA .............................................................................................................. 6
8. JANGKA WAKTU DAN LOKASI PEKERJAAN ......................................................................... 10
9. RENCANA ANGGARAN BIAYA .................................................................................................. 11
10. PENUTUP .......................................................................................................................................11
Halaman | 1
1. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi yang besar dalam sektor
perikanan dan kelautan. terutama perikanan laut. Dua pertiga dari Negara
Indonesia merupakan laut. Negara ini memiliki 17.502 pulau dengan garis
pantai sepanjang 81.000 km dan luas wilayah perikanan sekitar 5.8 juta km.
Indonesia memiliki Zona Ekonomi Eksklusif seluas 2.7 juta km 2 dan perairan
kepulauan dan teritorial seluas 3.1 juta km 2 (M Marthen Oktoufan N.. 2013).
Sumber daya ikan di perairan Indonesia merupakan salah satu modal menuju
kemakmuran bagi bangsa. apabila dikelola secara berkelanjutan. Potensi
sumber daya ikan di perairan Indonesia adalah sebesar 9.931 juta ton per
tahun dengan potensi tertinggi terdapat di WPP 718 (Laut Arafura) sebesar
1.992 juta ton/tahun (20%). di WPP 572 (Samudera Hindia sebelah barat
Sumatera dan Selat Sunda) sebesar 1.228 juta/tahun (12 %) dan di WPP 711
(Selat Karimata. Laut Natuna dan Laut Cina Selatan) sebesar 1.143 juta
ton/tahun (12 %).
Potensi sumber daya Laut Papua sangat besar dengan garis pantai yang
panjang dan luas. serta terletak di antara dua Samudra, yaitu Samudra Pasifik
dan Samudra Hindia terdapat ribuan jenis ikan, udang, kepiting dan spesies
laut lainnya. meskipun memiliki potensi besar. sektor perikanan dan kelautan
di Papua masih belum berkembang secara optimal. Ketersediaan tempat
penyimpanan, Cold Storage, Carrier, sistem rantai dingin dan proses pasca
panen. serta akses ke pasar dan teknologi yang modern relatif terbatas.
sehingga para para pelaku industri perikanan dan kelautan yang melakukan
penangkapan di sekitar perairan Papua, harus mendararatkan dan mengelola
hasil tangkapan di area indonesia barat yang fasilitas industri kelautan dan
perikanan talah banyak berkembang untuk kemudian distribusi dan ekspor.
sehingga berdampak pada biaya tinggi dan inefisiensi.
Halaman | 2
2. LANDASAN HUKUM
1. UU No. 29 Tahun 2022 Tentang Pembentukan Propinsi Papua Barat Daya
2. Inpres Nomor 9 Tahun 2020. Tentang Rencana Aksi Tahunan
Program Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua
dan Provinsi Papua Barat
3. Perpres Nomor 121 Tahun 2022. Pembentukan Badan Pengarah
Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
3. TUJUAN
Tujuan utama pembuatan FS Superhub industri perikanan dan kelautan di
Papua Indonesia adalah untuk mendapatkan dasar acuan Pengajuan Usulan
Kegiatan Pembangunan dari Papua Marine Superhub dengan menggunakan
pendekatan Analisis yang digunakan dalam mendukung rencana
pembangunan Papua Maritime
Superhub di Provinsi Papua Barat Daya.
Analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi makro, sektor
unggulan, oseanografi, bathimetri, arus laut, ketersediaan air, jaringan
komunikasi, jaringan listrik, infrastruktur pendukung dan kesesuaian lokasi.
Secara detail berbagai analisis tersebut akan diuraikan dalam sebuah
Dokume Feasibility Study yang Lengkap.
Halaman | 3
4. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pembuatan FS Papua Superhub industri perikanan dan
kelautan di Papua Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Pekerjaan Persiapan
2. Melakukan Survey Lokasi Area Superhub di Kabupaten Tambrauw
3. Melakukan Analisa Lokasi dan Analisa Pasar
4. Menyiapkan Laporan Pendahuluan
5. Melakukan Analisis dan Perencanaan Faktor Faktor yang menjadi kebutuhan
Area Superhub
a. Analisis dan Penentuan Lokasi yang tepat untuk Area Superhub
b. Analisis sumber daya
c. Analisis risiko dan lingkungan
d. Analisis dan Perencanaan Finansial
e. Analisis Kebutuhan Infrastruktur
f. Analisis dan Perencanaan teknologi dan telekomunikasi
g. Analisis dan Perencanaan Kebutuhan Tenaga Listrik
h. Analisis dan Perencanaan Kebutuhan Pengolahan dan Distribusi Air
Bersih
6. Melalukan Konsinyering dengan Pimpinan Pemkab Tambrauw, Perwakilan
DPRD Tambrauw, Perwakilan Pemprov Prov. Papua Barat Daya
7. Membantu dalam penyiapan dokumen dokumen usulan Kegiatan ke
Kementerian/Lembaga
8. Menyiapkan Laporan Akhir yang berisi Desain Master Plan Papua Superhub
Halaman | 4
5. SASARAN, OUTPUT DAN OUTCOME
1. Sasaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah terlaksananya
Pekerjaan Pre FS Papua Superhub di Kabupaten Tambrauw Propinsi Papua
Barat Daya
2. Output dari kegiatan ini adalah tersedianya Dokumen FS yang sesuai
dengan rencana pembangunan Daerah dan Nasional
3. Outcome dari kegiatan FS ini adalah pemanfaat hasil FS untuk proses
Pengajuaan Perencanaan Kegiatan dan Pendanaan ke Bappenas
6. METODOLOGI
Metodologi pembuatan Feasibility Study SuperHub industri perikanan
dan kelautan di Papua Indonesia meliputi beberapa tahapan sebagai
berikut:
1. Identifikasi Lokasi, tujuan dan sasaran
2. Analisis pasar.
3. Analisis sumber daya.
4. Analisis teknis.
5. Analisis finansial.
6. Analisis risiko dan lingkungan
Halaman | 5
7. KUALIFIKASI PENYEDIA
a. Syarat Administrasi dan Teknis
Penyedia barang dan jasa harus memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Mempunyai NPWP dan PKP
b. Telah melunasi Pajak Tahun 2022 (SPT 2022)
c. Mempunyai Referensi Bank atau Copy Rek Koran 2 bulan terakhir.
d. Memiliki kinerja yang baik dan tidak masuk dalam daftar sanksi atau
daftar hitam di suatu instansi, Kementerian/ Lembaga / pemerintahan
e. Mempunyai Minimal 1 Pengalaman Sejenis dalam 3 tahun terkahir
f. Memiliki NIB dengan kualifikasi sebagai berikut
i. 71102 – Aktifitas Keinsyuran dan Konsultan Teknis YBDI
ii. 74202 – Aktifitas Angkutan Udara Khusus Pemotretan, Survei
dan Pemetaan
iii. 71101 – Aktifitas Arsitektur
Atau
iv. 70209 – Aktifitas Konsultan Manajemen Lainnya
b. Persyaratan Peralatan Penyedia
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik maka diperlukan
peralatan pendukung yang memadai.
Terlampir adalah dafta perlatan pendukung yang wajib disediakan oleh
Konsultan :
1. Alat Ukur Pasang Surut;
2. Alat Ukur Kedalaman dan Kontur Pantai;
3. Alat Survey GIS.
Halaman | 6
c. Tenaga Ahli
Agar Pelaksanaan Pekerjaan dan Pembuatan FS Superhub
Perikanan dan kelautan dapat terlaksana dengan baik, maka
diperlukanTenaga Ahli yang mempunyai Kualifikasi dan Pengalaman
Kerja yang Memadai serta didukung dengan Latar Belakang Dunia
Kelautan dan Perikanan di Indonesia Papua Indonesia. dibutuhkan
beberapa tenaga ahli yang memiliki keahlian dan keterampilan
tertentu. Terlampir adalah Daftar Tenaga Ahli dan Kualifikasinya :
1. Ahli perencanaan dan manajemen proyek: Ahli ini bertanggung
jawab merencanakan dan mengelola proyek pembangunan Superhub
industri perikanan dan kelautan di Papua. termasuk merancang
strategi. membangun jaringan bisnis. dan memastikan kelancaran
operasional.
Kualifikasi : Minimal S1 Kelautan dan S2 Disiplin lain. Mempunyai
Pengalaman dalam Bidang Kelautan dan Perikanan Minimal 20 Tahun.
2. Ahli ekonomi kelautan: Ahli ini memiliki keahlian dalam teknologi
produksi. pengolahan. dan distribusi produk perikanan dan kelautan.
Mereka bertanggung jawab memperkenalkan teknologi modern dalam
proses produksi dan memastikan kualitas dan keamanan produk.
Kualifikasi : Minimal S3 dalam bidang Ekonomi Kelautan. Mempunyai
Pengalaman dalam Bidang Ekonomi Kelautan dan Perikanan Minimal 15
Tahun.
Halaman | 7
3. Ahli arsitek: Ahli ini bertanggung jawab merancang Area Kawasan
termasuk bangunan dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan
industri perikanan dan kelautan, termasuk gudang penyimpanan,
fasilitas pengolahan, terminal pelabuhan, dan sarana pendukung
lainnya, Selain itu, ahli arsitek juga memperhatikan aspek keamanan,
kenyamanan, dan estetika bangunan sehingga dapat memberikan
nilai tambah pada Superhub.
Kualifikasi : Minimal S1 Arsitek dan S2 Bidang Lainnya. Mempunyai
Pengalaman Minimal 15 Tahun dalam Merancang area Kawasan, Gedung
dan Bangungan. Mempunyai Pengalaman Bidang Kelautan
4. Ahli hukum dan regulasi: Ahli ini bertanggung jawab memastikan
kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku dalam industri
perikanan dan kelautan di Papua, termasuk mengurus izin usaha dan
perizinan lainnya.
Kualifikasi : S1 Kelautan dan S2 Hukum. Mempunyai Pengalaman Minimal
10 Tahun dalam Bidang Hukum, Perizinan dan Mempunyai Pengalaman
Bidang Kelautan
5. Ahli pelabuhan: Ahli ini bertanggung jawab memastikan
perencanaan pembangunan dan spesifikasi pelabuhan yang sesuai
dalam mendukung aktifitas Superhub industri perikanan dan kelautan
di Papua.
Kualifikasi : Minimal S1 Kelautan atau Ilmu Teknik Mempunyai
Pengalaman Minimal 10 Tahun dalam Bidang Kelautan dan Pelabuhan.
Halaman | 8
6. Ahli Hidro Oceanografi : Ahli ini bertanggung jawab melakukan
Survey dan tinjauan dari Kontur dan Kedalaman Pesisir Laut di pesisir
Pantai untuk melihat dan menentukan letak Pelabuhan yang Terbaik,
aman dari Gelombang Laut serta mempunyai kedalaman yang ideal.
Pada kegiatan ini juga akan dilakukan pengukuran tinggi pasang surut
air laut di pantai
Kualifikasi : Minimal S1 Kelautan. Mempunyai Pengalaman Minimal 10
Tahun dalam Bidang Kelautan dan Pelabuhan.
7. Ahli Pengolahan Citra Digital / Geospasial : Ahli ini bertanggung
jawab melakukan Survey dan tinjauan dari Kontur dan Cakupan Area
Daratan dan Pesisir Pantai untuk membantu tim Ahli melihat dan
menentukan letak Pelabuhan yang Terbaik serta Pemetaan dari
sumber daya Pendukung ( Air Bersih, Kelistrikan, Bandara , Telco
dsb)
8. Ahli Lingkungan: Ahli ini bertanggung jawab melakukan review
existing Instalasi Pengolahan Air. Kapasitas Maksimum Sumber Air
dan membantu melakukan analisa kebutuhan Air untuk Kawasan
serta melakukan estimasi kebutuhan biaya untuk memenuhi
kebutuhan listrik tersebut
Kualifikasi : Minimal S1 Lingkungan dan . Mempunyai Pengalaman
Minimal 18 Tahun dalam Bidang Perencanaan atau Pengawasan Sistem
Pengolahan Air Bersih.
9. Ahli Kelistrikan: Ahli ini bertanggung jawab melakukan review
existing Kapasitas Tenaga Listrik yang tersedia dan melakukan
analisa kebutuhan Listrik untuk Kawasan serta melakukan estimasi
kebutuhan biaya untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut.
Halaman | 9
Kualifikasi : Minimal S1 Teknik dan . Mempunyai Pengalaman Minimal 5
Tahun dalam Bidang Perencanaan atau Pengawasan Kelistrikan.
10. Ahli TIK: Ahli ini bertanggung jawab melakukan review existing
Infrastruktur Telekomunikasi yang tersedia dan Menyiapkan Dokumen
Kebutuhan Telekomunikasi dan SIstem Informasi Kawasan serta
melakukan estimasi kebutuhan biaya untuk kebutuhan tersebut.
Kualifikasi : Minimal S3 Informatika/ Elektro dan mempunyai Pengalaman
Minimal 30 Tahun dalam Bidang Perencanaan atau Pelaksanaan dan
Pengawasan Pekerjaan Jaringan/Telco serta Infrastruktur TiK.
11. Ahli Mekaninal elektrikal: Ahli ini bertanggung jawab untuk
Membantu Arsitek dan Ahli Lingkungan dan Ahli Listrik dalam
menyiapkan Dokumen
Kualifikasi : Minimal S1 Teknik Elektro dan Mempunyai Pengalaman
Minimal 18 Tahun dalam Bidang Perencanaan atau Pengawasan Sistem
Mekanikal Elektrikal, memiliki sertifikat SKA Utama Listrik.
Keterlibatan tenaga ahli yang tepat sangat penting untuk mencapai
keberhasilan pembangunan Superhub industri perikanan dan kelautan
di Papua Indonesia.
8. JANGKA WAKTU DAN LOKASI PEKERJAAN
Jangka waktu pelaksanakan pekerjaan adalah paling lambat adalah 90
(sembilan puluh) hari kalender dari tanggal terbit SPPBJ.
Lokasi Pekerjaan adalah di Distrik Bikar Kampung Suyam,
Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Daya dan Jakarta.
Halaman | 10
9. RENCANA ANGGARAN BIAYA
Harga Perkiraan Sendiri untuk pelaksanakan kegiatan adalah
sebesar Rp. 2,596,290,000 (Dua Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh
Enam Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Sudah
termasuk ppn 11% maupun pajak pajak lainnya.
10. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini disusun untuk menjadi
Pedoman dalam Pelaksanaan.
Fef, 31 Mei 2023
Disetujui Oleh
Kepala Dinas Perikanan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Kabupaten Tambrauw
BARTHOLOMEUSS ASEM, S.Pi., MP ANDRE MAIRUHU, S.Pi
NIP. 19820129 201004 1 001 NIP. 19840627 201504 1 002
Halaman | 11
LAMPIRAN SATUAN HARGA DAN KUANTITAS
I. BIAYA LANGSUNG PERSONIL
HARGA JUMLAH
NO JABATAN SATUAN
SATUAN (Rp) BIAYA (Rp)
A.
TENAGA AHLI
Ahli perencanaan dan manajemen
1 3 OB
proyek (Ketua Tim)
2 Ahli ekonomi kelautan 3 OB
3 Ahli pemasaran investasi 3 OB
4 Ahli arsitek 3 OB
5 Ahli hukum dan regulasi 2 OB
6 Ahli Pelabuhan 3 OB
7 Ahli Hidro Oceanografi 4 OB
Ahli Pengolahan Citra Digital /
8 2 OB
Geospasial
9 Ahli Lingkungan 3 OB
10 Ahli Mekanikal Elektrikal 2 OB
11 Ahli Kelistrikan 2 OB
12 Ahli TIK 2 OB
B. TENAGA PENDUKUNG
1 Tenaga Administrasi 3 OB
2 Tenaga Keuangan 3 OB
3 Operator Alat Ukur 1 OB
4 Tenaga Survei 2 OB
Halaman | 12
HARGA
JUMLAH BIAYA
NO KETERANGAN SATUAN SATUAN
(Rp)
(Rp)
A. OPERASIONAL DI PAPUA
1 Tiket Jakarta - Sorong PP 10 Org
2 Akomodasi Papua (15 Hari 10 Orang) 150 OH
3 Konsumsi Papua (15 Hari 10 Orang) 150 OH
Sewa Kendaraan Operasional di
4 3 Unit
Tambrauw i
5 Bahan Bakar Selama Operasional 1200 Liter
6 Tenaga Bantu Lapangan ( 20 Hari ) 6 Org
7 Keamanan Lapangan ( 10 Hari ) 3 Org
OPERASIONAL/PERALATAN KANTOR
1 Operasional Kantor Jakarta 3 Bln
2 Sewa Kantor Proyek Papua 1 Bln
B.
3 ATK 2 Bln
4 Komputer Suplies 2 Bln
5 Komunikasi 2 Bln
PERALATAN PENUNJANG
1 Drone 1 Pkt
2 GPS 1 Pkt
C.
3 Sewa Peralatan Survey Oseanografi 1 Pkt
4 Laptop 1 Pkt
PELAPORAN
1 Laporan Pendahuluan 5 Pkt
D.
2 Laporan Akhir + flashdisk 5 Pkt
3 Konsinyering Laporan Akhir 1 Pkt
Halaman | 13