| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0715061248805000 | Rp 1,195,466,662 | - | |
CV Sejahtera Muda | 09*7**3****03**0 | Rp 1,250,754,200 | Tidak melakukan pengisian data yang benar pada form pengisian kualifikasi di SPSE dan saat pembuktian kualifikasi ada dokumen yang tidak dapat diperlihatkan keasliannya. |
CV Latanete | 00*1**8****03**0 | Rp 1,255,782,138 | - |
| 0023858475807000 | Rp 1,147,574,135 | Dokumen peralatan yang ditawarkan tidak sesuai ketentuan | |
PT Naqeelindo Mitra Perkasa | 06*7**3****05**0 | Rp 1,189,534,356 | Dokumen peralatan yang di tawarkan tidak sesuai ketentuan |
| 0033022344805000 | Rp 1,325,211,354 | 1. Peralatan yang ditawarkan tidak memenuhi 2. Pakta komitmen RKK yang ditawarkan tidak sesuai dengan Pakta komitmen keselamatan kerja yang ditetapkan dalm MDP | |
| 0019742816803000 | Rp 1,183,149,835 | Tidak memiliki 1 pengalaman konstruksi dalam 4 Tahun terakhir | |
| 0029340783804000 | Rp 1,120,000,000 | Dokumen peralatan yang ditawarkan tidak sesuai ketentuan | |
| 0428473037814000 | Rp 1,120,000,000 | salah satu personil manajerial yang ditawarkan sudah digunakan dipaket pemenang tender | |
CV Epitome Jaya Perkasa | 05*0**2****03**0 | Rp 1,250,086,734 | 1. Dokumen peralatan yang ditawarkan tidak sesuai ketentuan 2. Personil yang ditawarkan sudah digunakan di paket tender yang lain |
| 0027218205814000 | - | - | |
| 0032404204806000 | - | - | |
CV Kaleena Bangun Konstruksi | 05*8**9****03**0 | - | - |
| 0922134911803000 | - | - | |
CV Nawasena Raya Perkasa | 05*8**0****04**0 | - | - |
| 0743588550822000 | - | - | |
| 0925463895804000 | - | - | |
| 0669649741803000 | - | - | |
CV Kinhaco Teknik | 07*8**5****03**0 | - | - |
| 0020311122803000 | - | - | |
CV Bambu Runcing | 73*8**2****00**5 | - | - |
| 0021528336803000 | - | - | |
CV Ganeeta Handara Konstruksi | 04*9**8****03**0 | - | - |
| 0402293872831000 | - | - | |
Padangloang Putra Perkasa, CV | 05*5**9****05**0 | - | - |
| 0929107357805000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Jalan Mayjen S. Parman No. 120 Kamali – Makale Tlp. (0423) 22364-22559
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
K/L/D/I : PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA
INSTANSI : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA
RUANG NAMA PPK : ODE SAWELINGGI, ST
PROGRAM : PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN : PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN SERTA PERENCANAAN
TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JALAN
PEKERJAAN : REKONSTRUKSI JALAN RUAS TO’BUANGIN - SONGGO
PAGU : RP. 1.400.000.000,00-
(SATU MILIAR EMPAT RATUS JUTA RUPIAH)
LOKASI : KABUPATEN TANA TORAJA
TAHUN ANGGARAN
2024
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek konstruksi jalan sebagai Penyedia Jasa diharuskan
memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan proyek yang akan
dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan yang berbeda- beda sehingga perlu
tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan
batas waktu tertentu untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya
pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang
optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami
tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari
rincian volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota yang berada di Lingkup Instansi-Dinas
Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Pekerjaan pada Sub
Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
1) Divisi 1. Umum
• Pek.Mobilisasi
• Manajemen dan Keselamatan Lalulintas
• Keselamatan dan Kesehatan Kerja
• Manajemen Mutu
2) Divisi 2. Drainase
• Galian untuk Selokan Drainase dan Sal.Air
• Pasangan Batu Dengan Mortar
3) Divisi 3. Pekerjaan Tanah & Geosintetik
• Galian Biasa
• Timbunan Pilihan (Urpil)
4) Divisi 7. Struktur
• Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan
• Pasangan Batu Talud
• Bronjong dengan kawat yang dilapisi Galvanis
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATANJALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
SPMK
Material dan Penyimpanan
Jadwal Pelaksanaan
Mobilisasi Personil
Mobilisasi Peralatan Tidak Sesuai
Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E K E R J A A N
Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan Drainase
Pekerjaan Tanah &
Geosintetik
Pekerjaan Struktur
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
Back Up Data Quantity
Back Up Data Quality
Asbuild Drawing
Foto Dokumentasi
dan Bulanan
Dan Dokumenlainyang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatan kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara lain:
1) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor lapangan dan fasilitasnya dilokasi
proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi perlatan sesuai dengan tahapan
pelaksanaan pekerjaan.
2) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan.
Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus
lalu lintas pada saat pelaksanaan.
3) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan
fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan
ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan system dan tata cara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
4) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standar
yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis
dan Konsultan Pengawas. Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Lapis
Pondasi Agregat Kelas A, B dan S, Tanah Timbunan, Semen, Pasir dan bahan material yang
terdapat dalam spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
5) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas
dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre construction
Meeting/PCM).
6) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
1. Dumptruck 3 buah;
2. Vibrator Roller 10 Ton Single Drum L/W 2130 mm 1 buah;
3. Motor Grader 1 buah;
4. Concrete mixer 2 buah;
5. Water Tanker/Tandon Air 1200 Liter Jumlah 2 buah;
6. Excavator PC 200 1 buah;
7. Alat bantu lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.
7) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
8) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan tenaga ahli
maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan pekerjaan tersebut baik
dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
C. M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
I. DIVISI 2. PEKERJAAN DRAINASE
A. PROTEKSI PAS. BATU DENGAN MORTAR
Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah mengunakan mortar. Pelaksanaan pekerjaan
proteksi pas. batu dengan mortar ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
• Menggunakan Alat Manual
• Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
• Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ MetodeKerja :
• Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan dengan
adukan.
• Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.
• Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada formasi
yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa
sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum mengeras.
• Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa
sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal
pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap
lereng. Rongga yang terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan
adukandandikerjakansampaihampirsamaratadenganpermukaanlapisantetapi tidak
sampai menutupi permukaan lapisan.
• Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan dan
dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.
• Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai
dengan ketentuan.
➢ Peralatan Yang Digunakan
• Conc. Mixer
• Alat Bantu
II. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
A. GALIAN BIASA
Pekerjaan ini mencakup penggarukan dan penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan tanah
existing. Pelaksanaan pekerjaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
Asumsi
• Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
• Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
• Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
Urutan Kerja/ Metode Kerja :
• Penggalian dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang ditentukan dalam
Gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan
semua bahandalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata,
beton, pasangan batu dan bahan perkerasan lama, yang tidak digunakan untuk
pekerjaan permanen.
• Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal mungkin
terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.
• Tonjolan-tonjolan batu yang runcing pada permukaan yang terekspos tidak boleh
tertinggaldansemuapecahanbatuyang diameternyalebihbesar dari 15 cmharus dibuang.
Profil galian yang disyaratkan harus diperoleh dengan cara menimbun kembali dengan
bahan yang disetujui Direksi Pekerjaan dan dipadatkan.
• Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade)
yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya, dan
setiap galian terbuka pada lokasi jalur lalu lintas maupun lokasi bahu jalan harus
diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang dicat putih (atau yang
sejenis).
Peralatan Yang Digunakan
• Exavator
• Dump Truck
• Alat Bantu
B. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan
berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau
struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan
sesuai dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
a) Pengajuan Kesiapan Kerja
➢ Untuk setiap timbunan yang akan dibayar menurut ketentuan Seksi dari
Spesifikasi ini, Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di bawah
ini kepada Direksi Pekerjaan sebelum setiap persetujuan untuk memulai pekerjaan
disetujuioleh Direksi Pekerjaan:
• Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan yang telah
dipersiapkan untuk penghamparan timbunan
• Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa pemadatan pada
permukaan yang telah disiapkan untuk timbunan yang akan dihampar cukup memadai,
bilamana diperlukan menurut Pasal 3.2.3.1).b) di bawah ini.
➢ Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini kepada Direksi Pekerjaan paling
lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan pertama
kalinya sebagai bahan timbunan:
• Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan, satu contoh harus
disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama Periode Kontrak
• Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk bahan
timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian laboratorium yang
menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan tersebut memenuhi ketentuan yang
disyaratkan Pasal 3.2.2.
➢ Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini dalam bentuk tertulis
kepada Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan, dan
sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, tidak diperkenankan
menghampar bahan lain di atas pekerjaan timbunan sebelumnya :
• Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.4
• Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan bahwa
toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.1.3) dipenuhi
b. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
➢ Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-
data awal yang diambil pada saat joint survey dan gambar design lokasi ini diajukan
dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar
penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
➢ Setelah gambar design penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan
pemasangan patok-patok elevasi (bowplang).
➢ Sebelum material didatangkan dari quarry yang telah disepakati bersamasama dengan
Direksi, diadakan pengujian sample material selected terlebih dahulu. Dan setelah
pengujian material telah disetujui oleh Direksi dan kemudian dituangkan ke
dalam report hasil investigasi dan menjadi pegangan untuk pelaksanaan
pengirimanmaterial untuk pekerjaan.
➢ Setelah itu, material dari quarry dikirim ke lokasi dengan memakai dump truk,
dan pada lokasi telah tersedia peralatan penghamparan dan pemadatan serta water
tank untuk menjaga pada saat penghamparan material tetap dalam kadar air yang telah
disepakati bersama dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
➢ Material dihampar dengan Motor Grader secara per layer dengan tebal hampar
maksimum 20 cm dan kemudian diikuti dengan pemadatan oleh Vibro Roller yang
juga telah disepakati jumlah lintasan pemadatan dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Kemudian, apabila penghamparan dilaksanakan pada saat terik
matahari yang mengakibatkan material menjadi kering dan terburai oleh
hembusan angina maka segera dilakukan penyiraman air dengan water tank.
➢ Kemudian setelah penghamparan telah tercapai 200 m’ maka dilakukan test
kepadatan dengan menggunakan alat Sandcone.
➢ Jika hasil test sudah sesuai lanjutkan pekerjaan lain.
c. Peralatan Yang Digunakan
➢ Motor Grader
➢ Tandem Roller
➢ Alat Bantu
III. DIVISI 7. PEKERJAAN STRUKTUR
A. PONDASI CERUCUK
Persiapan :
1. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
2. Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi
Pekerjaan.
3. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah
dilakukan.
4. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan
dari kesiapan yang telah dilakukan.
5. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
6. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
7. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.Staking-out dimensi, bentuk dan lokasi
sesuai gambar rencana
8. Pasang patok-patok ukur untuk menentukan lebar dan panjang pondasi.
9. Lakukan penyiapan tanah dasar sesuai dengan gambar rencana dan lhal-hal sebagai berikut:
10. Bersihkan tanah dasar yang dapat mengganggu pelaksanaan.
11. Bila muka air mencapai permukaan tanah, maka timbun tanah dasar sehingga muka tanah
timbunan di atas muka air.
12. Tentukan tempat kedudukan tiang-tiang cerucuk yang akan dipancang dan diberi tanda
dengan menggunakan patok-patok
Pelaksanaan :
1. Runcingkan bagian ujung bawah cenrcuk kayu agar mudah rnenembus ke dalam tanah.
2. Pasang perancah atau platform sedemikian rupa sehingga orang dapat dengan mudah
3. Memukul kepala tiang pada ketinggian tertentu (lihat Gambar 2).
4. Ratakan bagian ujung tiang yang akan dipukul dan beri topi tiang.
5. Tegakkan tiang cerurcuk dan masukkan sedikit ke dalarn tanah agar dapat dipukul dengan
stabil dan tetap tegak lurus.
6. Pukul tiang dengan palu pcmukul pada ujung atas cenrcuk yang sudah diberi topi sampai
kedalaman rencana.
Peralatan
1. Satu Set Palu Tripot/Excavator
2. Alat Pertukangan
3. Alat bantu lainnya
Tenaga Kerja
1. Pekerja
2. Tukang
3. Mandor
4. Petugas K3
5. Operator Alat
Pengendalian Mutu
1. Cerucuk tertanaman sampai ke tanah keras
2. Cerucuk tidak patah saat penumbukan
3. Ukuran cerucuk sesuai dengan disyaratkan dan di pasang sesuai dengan gambar
B. PEKERJAAN BRONJONG
Bronjong adalah batu-batu yang diisi ke dalam jaring berbentuk keranjang yang terbuat
dari besi yang telah digalvanisir yang digunakan untuk menstabilkan tanah dan mencegah
erosi. Keranjang dari jaring tersebut mempunyai berbagai ukuran tapi pada prinsipnya
untuk menciptakan suatu kepadatan, fleksibel, permeable dan membentuk suatu batuan
yang besar yang disatukan oleh sebuah jaring. Bronjong digunkan untuk menstabilisasikan
slope untuk mencegah longsor, disebabkan oleh erosi atau berdasarkan desain perencanaan
tangga slope.
Metode Kerja :
1. Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan daerah penggalian untuk
pemasangan bronjong berdasarkan dimensi jaring dan disain.Termasuk tempat ruangan
untuk pemadatan merial pada bagian luar penempatan bronjong, dianjurkan lebar tempat 500
mm diukur dari bagian bawah areabronjong. Pastikan kemiringan yang tepat dibuat padasaat
penggalian, paling tidak 1:2 (45º). Seandainya dibutuhkan gunakan penopang dan lembaran
papan untuk penahan. Pastikan daerah penggalian selalu kering dengan menggunakan
pompa air listrik dan generator
2. Selama penggalian, letakkan jaring bronjong pada pinggir slope dan mulai pembentukan
jaring. Biasanya jaring bronjong dikirim dalam bentuk memanjang (seperti ditunjukkkan
pada gambar), dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 x 500. Bungkus jaring hingga
berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagiantepinya menggunakan kawat yang telah
digavanisir d=3 mm, jepit dan ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang
3. Lanjutkan perletakan dan pengisian jaring bronjong dan tumpukan dan ikatkan semua
sesuai dengan gambar. Semakin banyak dinding bagian dalam di dapat, maka bronjong
semakin kuat, karena itu maka setiap bronjong harus diikatkan secara bersama-sama dengan
sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan diatas untuk setiap susunan harus
dihubungkan juga dengan yang lainnya. Seandainya bronjong mempunyai bentuk
memanjang sisi bagian baah jaring harus dipasang daya tahan dan memperkuat struktur
4. Rongga antara bagian belakang dinding bronjong dengan kemiringan bekas galian harus
ditimbun kembali dan dilakukan pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0-
150mm. Seandainya menggunakan tamper, yaitu alat yang paling sesuai digunakan untuk
memadatkan material, tuangkan material setebal 40 cm disekeliling bronjong.
5. Ketika struktur bronjong telas selesai, pastikan semua celah disekeliling bronjong ditimbun
kembali dan dipadatkan dengan baik dan semua sambungan diikatkan dengan baik
C. PEKERJAAN PASANGAN BATU
Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah. Pelaksanaan pekerjaan proteksi pas. batu
ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
a. Menggunakan Alat Manual
b. Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
c. Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
• Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan
dengan adukan.
• Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.
• Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada
formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit
sedemikian rupa sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum
mengeras.
• Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa sehingga
satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang
diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga yang
terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan adukan dan dikerjakan sampai
hampir sama rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak sampai menutupi permukaan
lapisan.
• Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan
dan dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.
• Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai dengan
ketentuan.
➢ Peralatan Yang Digunakan
• Conc. Mixer
• Alat Bantu
D. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat :
a. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh Pemberi Tugas
termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah
disahkan/disetujui oleh pengawas.
b. Gambar Shop Drawing
c. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS )/Spesifikasi.
d. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
e. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
f. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
g. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
h. Addendum Kontrak (Apabila Ada)
i. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Tana Toraja, 16 Juni 2024
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
Kabupaten Tana Toraja
Ode Sawelinggi, ST
NIP. 19830107 200903 1 002| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 5 August 2021 | Rehabilitasi Jalan Bkp Paket 01 | Kab. Bone | Rp 13,500,000,000 |
| 25 January 2022 | Rehabilitasi Di Cenrana Kab. Wajo (Ipdmip) | Provinsi Sulawesi Selatan | Rp 7,910,000,000 |
| 13 February 2020 | Peningkatan Jalan Tanah Ke Jalan Sirtu Ruas Jalan Penghubung Sp3 - Akelamo Fida | Kab. Halmahera Selatan | Rp 7,315,500,000 |
| 31 March 2022 | Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Bade Kab. Mappi Tahap II (Tender Tidak Mengikat) | Kementerian Perhubungan | Rp 4,878,815,315 |
| 13 May 2019 | Rehabilitasi D.I Bengo Kab. Bone | Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan | Rp 4,200,000,000 |
| 24 February 2022 | Rehabilitasi Jalan Lingkungan Dan Areal Parkir Pelabuhan Penyeberangan Makian | Kab. Halmahera Selatan | Rp 3,911,536,000 |
| 5 November 2019 | Lanjutan Pembangunan Tribun (Sayap Barat) Lapangan Sepak Bola Gor Halsel - Finishing | Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan | Rp 3,550,000,000 |
| 25 July 2019 | Pembangunan Jalan Hotmix Areal Terminal Babang Dan Pasar Babang | Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan | Rp 2,976,900,000 |
| 28 December 2021 | Pemeliharaan Berkala Sungai Bua Kab. Luwu | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,808,000,000 |
| 2 July 2019 | Pembangunan Puskesmas Doi-Doi | Kab. Barru | Rp 2,500,000,000 |