| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0942770389942000 | Rp 399,578,693 | Peserta Tender tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0811332402942000 | Rp 399,770,276 | - | |
| 0019823517943000 | Rp 408,342,000 | Peserta Tender tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0031381288943000 | - | - | |
| 0030331631942000 | Rp 419,557,339 | - | |
| 0539811232942000 | Rp 473,750,602 | - | |
| 0869015776942000 | Rp 484,585,693 | - | |
| 0711467605942000 | - | - | |
CV Agroland | 0028835239941000 | - | - |
| 0923415186942000 | - | - | |
| 0939613667942000 | - | - | |
| 0032957813942000 | - | - | |
| 0017314998943000 | - | - | |
| 0015114812942000 | - | - | |
| 0935723502942000 | - | - | |
| 0022274534822000 | - | - | |
| 0900858515943000 | - | - | |
| 0962230033942000 | - | - | |
CV Malita Pratama | 06*8**6****42**0 | - | - |
| 0017873571942000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN LANJUTAN REHABILITASI MESJID KANTOR DPRD
Pekerjaan Persiapan
1.
Pekerjaan Papan Proyek
Pelaksana/Kontraktor harus memasang papan nama proyek sesuai dengan ketentuan
yang berisikan nama pekerjaan, nilai pekerjaan, pelaksanan pekerjaan, konsultan
perencanaan/pengawasan pekerjaan (kalau ada) dan tahun anggaran pekerjaan. Papan
proyek diletakkan di tempat yang dapat dilihat dengan jelas.
2.
Pemasangan Papan Bowplank
Pengukuran dan pemasangan bouwplank harus sepengetahuan dan diukur bersama dengan
konsultan pengawas (bila ada) dan direksi pekerjaan. Dalam pelaksanaan pemasangan
bouwplank harus benar-benar dibuat sedemikian rupa sehingga betul-betul rata dan siku
dengan yang lainnya. Sebelum memulai pekerjaan pemasangan bouwplank, pelaksana harus
yakin bahwa semua permukaan tanah baik kenyataan maupun garis transisi dengan gambar
kerja adalah betul.
3.
Pekerjaan Pembersihan Awal dan Akhir
Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah,
rumput, dan berbagai hal lain yang dapat menggangu pelaksanaan pekerjaan. Sampah-
sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan di suatu tempat yang telah disetujui
oleh direksi, kemudian baru diangkut dengan menggunakan dump truck untuk dibuang ke
tempat pembuangan sampah akhir.
Setelah pelaksanaan pembangunan selesai dikerjakan, maka kontraktor harus membersihkan
lokasi dari bekas material dan sisa- sisa bahan, serta melakukan penyempurnaan pada
bagian-bagian pekerjaan agar terlihat lebih baik dan rapi.
Pada waktu penyerahan pekerjaan, halaman haru s sudah selesai dibersihkan dari segala
macam sampah/kotoran. Setelah penyerahan kedua (II), semua barang-barang dan peralatan
milik Kontraktor harus segera disingkirkan dari pekerjaan.
4.
Administrasi dan Pelaporan
Laporan ini berisikan kondisi dan kejadian faktual yang terjadi pada setiap kurun
waktu yang telah ditentukan yang sangat bermanfaat bagi dasar pengambilan
keputusan dan langkah - langkah atau kebijakan dalam Pelaksanaan kegiatan. Yaitu :
-
Laporan Mingguan
-
Laporan Bulanan
-
Back Up Data Quantity
-
Back Up Data Quality
-
Shoop Drawing / Asbuild Drawig
-
Foto Foto Terkait Dengan Pelaksaan Pekerjan
-
Dan Lain – Lain
5.
Shoop Drawing dan As Built Drawing
Shop Drawing (gambar kerja) Harus dibuat oleh Kontraktor sebelum suatu komponen
konstruksi dilaksanakan. Shop Drawing harus sudah mendapatkan persetujuan Konsultan
MK/ Pengawas, sebelum elemen konstruksi yang bersangkutan dilaksanakan.
As-Built Drawing atau gambar rekaman akhir adalah gambar yang dibuat sesuai kondisi yang
terjadi di lapangan, dan telah mengadopsi seluruh perubahan selama proses konstruksi
berlangsung. Gambar As-Built Drawing yang dibuat oleh arsitek dan/atau konsultan ini
memperlihatkan berbagai komponen proyek seperti lokasi, dimensi, beserta pengukuran
lainnya. Sedangkan ketentuan umum dalam memproses konten gambar rekaman akhir
adalah sebagai berikut:
➢
Gambar As-Built Drawing didapat dari gambar kerja (shop drawing) yang memuat
berbagai perubahan selama proses pelaksanaan pekerjaan, dan telah diverifikasi
➢
Jika selama proses pembangunan konstruksi tidak terdapat perubahan, atau telah sesuai
dengan gambar kerja, maka gambar kerja (shop drawing) tersebut dapat dipakai sebagai
gambar rekaman akhir
➢
Gambar rekaman akhir diproses secara lengkap, jelas, dan detail. Jadi, gambar tersebut
harus terdiri dari potongan memanjang, potongan melintang peta lokasi, layout, detail,
berikut dimensi dan ukuran secara jelas, dan data lainnya yang diperlukan.
6.
Gudang, Barak Kerja dan Direksi Kit
➢
Luas bangunan sementara untuk direksi, bangsal kerja ini luasnya disesuaikan dengan
kebutuhan, untuk kantor direksi dilengkapi dengan meja kursi tamu.
➢
Bangunan ini dibuat oleh Kontraktor dan menjadi milik proyek yang tidak boleh
dibongkar kecuali atas perintah direksi.
➢
Bangunan Direksi berdinding papan papan kayu klas II, rangka kayu klas II, Penutup
atap seng BJLS 0,20, lantai dengan pelur/semen langit-langit triplek serta diberikan
ventilasi pintu, jendela dan ventilasi secukupnya.
➢
Gudang, bangsal kerja serta Kantor Kontraktor dibuat oleh Kontraktor dengan luas
bangunan ditentukan secukupnya oleh Direksi.
Penyediaan K3
1.
Kontraktor wajib menyediakan Dokumen rencana keselamatan kerja, Papan informasi K3,
APD (Helm, Sarung Tangan, Sepatu keselamatan), Asuransi, Petugas K3, Peralatan P3K,
Rambu informasi dan Bendera K3 untuk pekerja sesuai dengan yang dibutuhkan
2.
Pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan tata tertib K3 selama berada di lingkungan proyek
3.
Pekerja wajib memakai pelindung kepala.
4.
Menggunakan sepatu safety yang sesuai dengan jenis pekerjaan.
5.
Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan
personilnya pada program BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan.
6.
Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan personilnya untuk memenuhi
peraturan keselamatan kerja. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan, penyedia beserta
personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja.
7.
Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan
hukum yang berlaku, penyedia wajib melaporkan kepada PPK mengenai setiap
kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua
puluh empat) jam setelah kejadian.
Pekerjaan Tanah dan Pondasi
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Galian Tanah Pondasi Jalur
2.
Pekerjaan Pondasi Jalur
3.
Pekerjaan Urugan Kembali Galian Tanah Pondasi Jalur
4.
Pekerjaan Urugan Pasir di Bawah Pondasi
5.
Pekerjaan Timbunan Tanah di bawah Lantai
6.
Pekerjaan Urugan Pasir di Bawah Lantai
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
1.
Pekerjaan Galian Tanah
Ukuran galian tanah sesuai dengan gambar. Tanah bekas galian harus ditimbun/diangkut
keluar sehingga tidak mengganggu pekerjaan selanjutnya. Kontraktor harus menjaga agar
seluruh galian tidak digenangi air. Galian baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank
dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui Direksi. Bentuk galian
dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar.
2.
Pekerjaan Pondasi Jalur
➢
Pondasi dibuat dari pasangan batu kali dengan adukan 1pc :5ps
➢
Batu yang dipergunakan dapat dipakai dari batu yang diperoleh disekitar lokasi proyek,
dengan kualitas yang bermutu tinggi, kuat dan bersih Pekerjaan pondasi batu kali
dimulai setelah seluruh galian diperiksa dan disetujui oleh Pengawas
lapangan/Direksi.
➢
Apabila lubang galian untuk pondasi terdapat genangan air maka sebelum pasangan
dimulai lubang tersebut harus dikeringkan
➢
Jika pemasangan pondasi terpaksa dihentikan maka ujung penghentiannya harus bergigi
agar pada penyambungan baru berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna
serta didalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga atau celah.
➢
Bentuk dan ukuran pondasi sesuai dengan yang tercantum pada gambar rencana
atau petunjuk Direksi.
3.
Pekerjaan Urugan Tanah
➢
Pengurungan dan pemadatan ini dilakukan dengan menyiram air hingga jenuh hingga
mencapai kepadatan maksimum, kemudian ditumbuk dengan alat yang sesuai untuk
pemadatan.
➢
Setelah lapisan pertama padat, ditimbun dengan lapisan berikutnya dan dipadatkan
kembali seperti diatas. Demikian seterusnya hingga ke lapisan berikutnya sampai
mencapai ketinggian sesuai dengan gambar rencana. Urugan Pasir dipadatkan perlapis
hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi
teknis.
➢
Hasil akhir harus mendapat persetujuan Direksi atas kesempurnaan pengurungan
dan pemadatan. Direksi berhak memerintahkan pengurugan melebihi ukuran, untuk
memperhitungkan penyusutan tanah akibat konsolidasi.
➢
Pekerjaan Urugan Pasir
Dibawah dasar pondasi didasari dengan pasir pasang dan dipadatkan dengan hasil
akhir setebal 5 cm. Lapisan ini juga harus dipadatkan, dengan menyiram air diatasnya,
sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut. Tebal lapisan dibuat
sesuai dengan gambar detail pondasi.
➢
Tebal pasir urug dibawah lantai minimum 5 cm padat atau sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar.
Pekerjaan Struktur
Lingkup Pekerjaan
1.
Pekerjaan Rabat Bawah Lantai K100 Tbl.7 cm
2.
Pasangan Kolom 12/12 Beton Mutu Fc =14,5 Mpa (K225)
Beton
Bekisting
Besi
3.
Pekerjaan Sloof 12/12 Beton Mutu fc = 14,5 Mpa (K225)
➢
Beton
➢
Bekisting
➢
Besi
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
➢
Pengecoran beton dapat dilaksanakan setelah pelaksana teknis mendapat ijin secara tertulis
dari Penanggung jawab Tim Teknis / Konsultan pengawas.
➢
Sebelum pengecoran dimulai Kontraktor harus sudah menyiapkan seluruh stek-stek
maupun anker- anker dan sparing-sparing yang diperlukan, pada kolom-kolom, balok - balok
beton untuk bagian yang akan berhubungan dengan bata maupun pekerjaan instalasi.
Kecuali dinyatakan lain pada gambar, maka stek-stek dan angker-angker dipasang dengan
jarak setiap 1 meter.
➢
Pencampuran/adukan beton harus dilakukan secara sempurna dengan menggunakan alat
yang disetujui direksi.
➢
Adukan beton harus dituang tidak melampaui satu jam sejak dicampur dengan air.
➢
Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga menghindarkan terjadinya pemisahan
material (segregation) dan perubahan letak tulangan.
➢
Adukan beton tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih dari 1,5 meter
➢
Bila pengecoran harus berhenti sementara beton sudah menjadi keras dan tidak berubah
bentuk, harus dibersihkan dari lapisan air semen (laitances) dan partikelpertikel yang
terlepas samapi suatau kedalaman yang cukup sampai tercapai beton yang padat.
➢
Segera setelah pemberhentian pengecoran ini maka adukan yang lekat pada tulangan dan
cetakan harus dibersihkan
➢
Syarat persetujuan tersebut berlaku juga untuk pembongkaran cetakan.
➢
Pembongkaran bekisting/mallbeton dapat dibongkar setelah berumur 3 (tiga) minggu,
kecuali beton praktis. Dan bila dianggap perlu dapat dibongkar setelah berumur 3-7 hari
dengan persetujuan direksi.
Pekerjaan Pasangan
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Pasang Keramik 60x60
2.
Pekerjaan Pasang Keramik 40x40 Toilet
3.
Pekerjaan Pasang Dinding Keramik 40x40 Toilet
4.
Pekerjaan Dinding Krawang GRC
5.
Pekerjaan Pasang Dinding ½ Bata
6.
Pekerjaan Plesteran Dinding
7.
Pekerjaan Roster Kamar Mandi
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
1.
Pekerjaan Pasang Keramik
➢
Dipakai keramik lantai ukuran 60 x 60 cm untuk ruang dalam dan selasar dan keramik
ukuran 40 cm x 40 cm untuk kamar Mandi (sesuai gambar bestek), corak dan warna sesuai
persetujuan Konsultan pengawas.
➢
Dipasang pada tempat dan batasan-batasan sesuai yang terlihat dalam Gambar Rencana.
➢
Pemasangan dengan pola sesuai gambar / petunjuk Penanggungjawab Pelaksana Kegiatan
/ User, memakai perekat 1PC : 4PS, jarak celah (nat) 2 mm diisi semen cair/pasta semen
sewarna dengan keramik sedemikian rupa datar, nat-nya lurus dan siku.
➢
Sebelum dipasang, keramik harus direndam dengan air hingga jenuh.
➢
Pemasangan lantai dengan keramik 60 x 60 cm (ruang utama), 40 x 40 cm untuk keramik
Lantai anti Slip KM/WC, 40 x 40 untuk dinding KM/WC (keramik dinding). Dapat dilihat
pada gambar Rencana.
2.
Pekerjaan Dinding Krawang GRC
-
Pertama yang harusdilakukan adalah menyiapkan gambar rencana
-
Siapkan lokasi pemasangan agar bersih dari barang-barang yang tidak digunakan.
Tempatkan modul panel GRC krawang dekat dengan lokasi pekerjaan untuk
mempermudah akses pelaksanaan
-
Siapkan peralatan kerja, berupa mesin las, gerinda, kabel Listrik, obeng dan sebagainya.
-
Persiapkan material, yang terdiri atas: material penyambungan, baut dynabolt, fisher,
kawat las, plat besi, joint sealent dsb. Material pemasangan, semen, pasir, air, besi
angkur, besi tulangan atau semen instant. Material finishing, seperti cat, plamir, thinner,
amplas dsb.
-
Selanjutnya pemasangan kolom precast sebagai frame atau sebagai tempat pemasangan
panel GRC Krawang. Disediakan angkur besi pada kolom.
-
Selanjutnya susun modul panel sesuai gambar kerja. Satu per satu modul disambung
dengan las Listrik, pada titik-titik join yang telah disiapkan. Setelah disambung dengan
las Listrik, titik-titik tersebut ditutup Kembali dengan mortar atau semen instant, dan
setelah kering digosok ampelas agar permukaan halus.
-
Dalam Menyusun modul panel GRC dimulai dari sisi luar atau dari terbawah secara
berurutan sesuai gambar rencana.
-
Dalam proses pengelasan, pekerja wajib menggunakan APD berupa kacamata las, topeng
las, sarung tangan dan rompi las
-
Setelah proses pemasangan modul selesai, tahap selanjutnya adalah finishing
3.
Pasangan Dinding ½ Bata Campuran 1SP : 5PP
➢
Batu bata yang digunakan yaitu batu bata setempat dengan kualitas terbaik
yang disetujui Pengawas, yaitu siku dan sama ukurannya.
➢
Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh.
➢
Setelah bata terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm dan
dibersihkan dengan sapu lidi dengan kemudian disiram air.
➢
Pemasangan dinding bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri dari
(maksimal) 24 lapis setiap hari, diikuti dengan cor kolom praktis.
➢
Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton
(kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 8 mm. Jarak
➢
40 cm, yang terlebih dahulu ditanam dalam pasangan bata minimal 30 cm, kecuali
ditentukan lain.
➢
Lubang untuk alat-alat listrik dan pipa yang ditanam didalam dinding, harus
dibuat pahatan secukupnya pada pasangan bata (sebelum diplester).
➢
Pemasangan besi beton perkuatan dinding tersebut harus disetujui terlebih dahulu
oleh Pengawas mengenai tempat dan ukurannya.
4.
Pekerjaan Plesteran Dinding 1SP : 5PP
➢
Untuk pekerjaan plesteran dinding/beton menggunakan campuran 1:5 dengan tebal 15 mm,
➢
Bersihkan permukaan dinding batu bata atau permukaan beton dari noda debu, minyak
cat, bahan-bahan lain yang dapat mengurangi daya ikat plesteran.
➢
Sebelum diplester bidang dinding/beton harus dibasahi terlebih dahulu sampai jenuh,
agar adukan dapat melekat dengan baik. Plesteran dapat dimulai setelah bidang tersebut
kering.
➢
Untuk daerah yang luas, dibuat pola dasar plesteran (kepala plesteran) dengan jarak 1
meter arah vertikal sebagai dasar plesteran untuk menjamin adanya ketebalan yang
sama, permukaan yang datar/rata, contour dan profil-profil akurat.
➢
Pasangkan lapisan plesteran setebal yang disyaratkan (+ 20 mm) dan diratakan
dengan roskam kayu/besi dari kayu halus terserut dan rata permukaannya ataupun
dengan profil aluminium dengan panjang minimal 1,5 m. Kemudian basahkan terus
selama 3 (tiga) hari untuk menghindarkan terjadinya retak akibat penyusutan yang
mendadak.
➢
Untuk plesteran pada permukaan beton, mula-mula permukaan beton harus dikasarkan
dengan pahat besi untuk mendapatkan daya ikat yang kuat antara permukaan beton
dengan plesteran. Bilamana perlu permukaan beton yang telah dikasarkan diberi bahan
additive, misalnya “Calbon”
➢
Basahi permukaan beton untuk air hingga jenuh, tunggu sampai aliran air berhenti.
➢
Dalam pelaksanaan plesteran permukaan beton dengan ketebalan minimal 2 cm, tidak
diperbolehkan melakukan plesteran sekaligus, tetapi harus dilakukan secara bertahap
yaitu dengan cara menempelkan adukan semen pada bagian yang akan diplester,
kemudian setelah mengering, lakukan plesteran berikutnya dengan adukan semen pasir
hingga mencapai ketebalan yang dikehendaki.
➢
Hindarkan benda-benda ataupun bahan-bahan lain yang dapat merusak permukaan
acian.
➢
Apabila ada pekerjaan plesteran yang harus dibongkar atau diperbaiki, maka hasil akhir
(finishing) dari pekerjaan tersebut harus dapat menyamai pekerjaan yang telah disetujui
oleh Pengawas.
➢
Kelembaban pelesteran harus dijaga sehingga pengeringan bidang pelesteran stabil dan
kemudian diperhalus dengan acian semen.
5.
Pekerjaan Rooster
-
Pertama-tama dengan merencanakan pola pemasangan roster dengan ukuran roster 20
cm x 20 cm.
-
Ukur bidang pemasangan roster, agar roster rapi, gunakan tali sebagai alat bantu untuk
menghindari pergeseran.
-
Sebelum roster dipasang di dinding, lakukan chipping untuk meningkatkan daya rekat
roster beton.
-
Selanjutnya aplikasikan adonan mortar untuk merekatkan.
-
Setelah terpasang, bersihkan sisa semen pada nat, amplas permukaan roster beton agar
hasilnya lebih rapi dan halus
-
Aplikasikan cat.
Pekerjaan Kusen Pintu Jendela Kayu Kls 1
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Kusen Kayu Kls 1 8x12
2.
Pekerjaan Daun Pintu Kayu Kls 1
3.
Pekerjaan Engsel Pintu
4.
Kunci Pintu Kualitas 1
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
1.
Pekerjaan Kusen Kayu Kls 1
➢
Pada pemasangan kusen, pekerjaan yang diamati adalah pekerjaan pemasangan
kusen pintu dan Kusen jendela, Kusen-Kusen ini terlebih dahulu dirangkai ditempat
pembuatan Kusen, pekerjaan kusen tersebut dilakukan secara cermat karena langsung
berpengaruh pada kekuatan dan umur kusen yang telah terpasang.
➢
Kusen dipasang ditempat yang telah ditentukan sesuai dengan gambar kerja yang ada,
adapun alat-alat yang dibutuhkan pada pekerjaan penyetelan Kusen antara lain:
meteran, unting-unting, paku, selang dan waterpas dan kayu penyokong.
➢
Sebelum Kusen dipasang terlebih dahulu dipasang angker pada bagian yang akan
dicor. Uuntuk Kusen pintu angker juga dipasang ditapak Kusen yaitu dibagian bawah
dari Kusen.
➢
Untuk pemasangan sambungan kayu harus betul-betul rapi dan tidak boleh longgar dan
pada sambungan tersebut harus dilumuri dengan lem agar sambungan tersebut dapat
melekat dengan baik.
➢
Pada pemasangan kayu harus dikerjakan oleh tukang kayu yang sudah berpengalaman,
dan pada pemasangannya tidak boleh asal-asalan dipasang.
➢
Adapun ukuran untuk kayu kusen jendela, Jalusi dan pintu adalah:
➢
disesuaikan dengan gambar rencana.
2.
Pekerjaan Daun Pintu Kayu Klas 1
➢
Untuk Daun Pintu dibuat dengan model sesuai dengan gambar detail,
➢
Daun pintu dipasang dengan ukuran yang telah ditentukan dan harus betul - betul rapat
dan rapi.
3.
Alat Penggantung
➢
Semua kunci yang dipakai untuk daun pintu kayu untuk ruang-ruang maupun daun
pintu kamar mandi memakai merk Solid atau yang setara dengan merk solid.
➢
Engsel untuk daun pintu menggunakan engsel Solid atau setara Solid dengan
tipe disesuaikan ukuran berat daun pintu.
➢
Engsel daun jendela jungkit memakai engsel Solid atau setara Solid dengan ukuran
disesuaikan dengan berat daun jendela dan sesuaidengan spesifkasi teknisnya.
➢
Pengunci untuk daun jendela memakai merk Solid atau setara Solid.
➢
Engsel encasement menggunakan Dekson atau setara Dekson; sedangkan seperti yang
sudah disebut handle, kunci, engsel pintu, engsel jendela, handle jendela, hak angina,
grendel, grendel tanam dan lainnya memakai merk Solid atau setara Solid.
➢
Pemasangan dilakukan setelah bangunan selesai dicat.
➢
Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup, cara.
pengokohan hanya diputar sampai ujung. Sekrup yang rusak waktu dipasang harus
dicabut kembali dan diganti
➢
Engsel untuk pintu kayu dipasang 30 cm dari tepi atas dan bawah, sedangkan
engsel ketiga dipasang di tengah-tengah
➢
Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu dipasang
setinggi 90 cm dari lantal atau sesuai gambar.
Pekerjaan Plafon
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pek. Rangka Plafon Galfalum 4/4 Modul 60x120
2.
Pek. Langit Langit Gibsum 9mm
3.
Pek. Lis Gibsum 8cm Ruang Sayap
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
-
Seluruh material yang dipasang pada pekerjaan ini sesuai dengan contoh-contoh bahan
yang telah ditetapkan pada persyaratan bahan dan telah mendapat persetujuan Direksi.
-
Pelaksanaan oleh tenaga ahli terampil dan dapat selalu menjaga kebersihan dan kerapihan
terhadap mutu hasil pekerjaan.
-
Bila diperlukan material tambahan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik, maka
penyedia wajib mengadakan peralatan / material tambahan itu dan melaksanakannya sesuai
dengan kebutuhan di lapangan.
-
Pemasangan penutup atap harus rata, rapi dan lurus dengan menggunakan ukuran atau
menggunakan benangan menjadi satu garis lurus.
-
Pekerjaan persiapan (ketetapan peil permukaan plafond, pemasangan rangka)
dilakukan dengan pengarahan dan mendapatkan persetujuan dari direksi.
-
Sebelum dilaksanakan pemasangan lembaran gypsum board, lis plafond dan pekerjaan lain
yang terletak diatas plafond harus sudah terpasang dengan sempurna.
-
Type lembaran gypsum board yang dipasang pada penutup plafond adalah gypsum board dalam
bentuk utuh dengan jalur sambungan harus rapat membentuk garis lurus. Celah yang terjadi
pada pertemuan lembaran gypsum board ditutup dengan “tape” yang khusus dibuat untuk
pekerjaan ini dari bahan yang mengandung serat fiber.
-
Untuk melaksanakan rata permukaan, dipergunakan pasta semen sesuai dengan standar
pabrik untuk pelaksanaan gypsum board.
-
Seluruh rangka dipasang dengan baik, kuat serta digantung pada plat beton dan
memenuhi persyaratan konstruktif.
-
Modul/jarak peletakan rangka dan penggantung dilaksanakan sesuai standar manufacturer.
-
Ukuran dari material/bahan yang dipasang sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar
dan dari produk yang telah disetujui perencana.
-
Setelah seluruh rangka plafond dipasang, seluruh permukaan rangka rata, lurus dan
waterpass (tidak bergelombang).
-
Lembaran gypsum board adalah gypsum board yang telah dipilih dan dilaksanakan
pemasangannya, dengan syarat bentuk serta ukuran setiap lembaran harus sama, tidak
ada bagian yang cacat atau gompal. Pelaksanaan pemasangan gypsum board sesuai dengan
cara/instruksi yang diterbitkan oleh pabrik.
-
Pada tempat tertentu dibuat mainhole/access panel pada plafond dapat dibuka tanpa merusak
lembaran gypsum board disekitarnya. Ukuran disesuaikan dilapangan.
-
Penyelesaian plafond dengan pasangan dinding tegak diselesaikan dengan gambar
rancangan.
-
Pemasangan lis plafond juga harus rata dan diperkuat dengan skrup sehingga tidak mudah
terlepas.
-
Finishing plafond dilaksanakan dengan pengecatan yang disetujui oleh direksi.
-
Hal yang sama juga perlu diperhatikan pada pemasangan lisplank. Hasil pemasangan lipslank
juga harus lurus dan tidak bergelombang.
Pekerjaan Sanitasi
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Kloset Jongkok Toto
2.
Pekerjaan Floor Drain
3.
Pekerjaan Kran Air KUalitas Baik
4.
Pekerjaan Septictank
5.
Pipa PVC 4” tipe AW Wafin
6.
Pipa PVC 2” tipe AW Wafin
7.
Pipa PVC 1/2” tipe AW Wafin
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
➢
Kran vernekel dipasang pada bak-bak kamar mandi / WC Sedangkan kran wastafel
termasuk dalam perlindungan wastafel.
➢
Saringan air/floor drain yang digunakan dilengkapi dengan penyekat bahu,
dipasang sebagai penyaring air bekas dari KM/WC.
➢
Klosed jongkok yang digunakan buatan KIA dipasang dalam KM dan WC lengkap dengan
pipa pembuangan PVC kelas AW diameter 4” pipa dipasang sampai tangki septic dan
rembesan.
➢
Keran, air, merek dan type sesuai gambar kerja
➢
Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli
pemasangan barang sanitairyang berpengalaman. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-
hati dan sangat rapi.
1.
Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bahan penutup sambungan tidak diijinkan.
Cat, vernis, dempul dan lainnya tidak diijinkan dipasang pada bidang-bidang
pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji.
Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus diselesaikan sedemikian rupa
sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk
2.
Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat
perlengkaan sanitasi atau sesuai persetujuan Pengawasan Lapangan.Pemanas air dengan
tenaga listrik harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik
➢
Kehadiran septic tank di setiap Bangunan di Indonesia saat ini sudah menjadi sebuah
keharusan. Saking pentingnya, pemerintah pun membuat standarisasi terkait spesifikasi
septic tank agar tak dibuat sembarangan.
a)
Cara membuat septic tank resapan yang pertama bisa dimulai dari proses penggalian
tanah. Merujuk pada SNI 2398:2017, tinggi septic tank minimal adalah 1,5 meter sehingga
galian tanah yang harus Anda buat minimal 2 meter.
b)
Selanjutnya, buatlah sekat pembatas antara wadah pembuangan dan sumur resapan.
Anda bisa membuat sekat dengan batu bata dan beton agar lebih kokoh dan awet. Setelah
itu, jangan lupa buat saluran penghubung di dalam sekat untuk menghubungkan kedua
wadah.
c)
Pipa yang digunakan harus kedap air, anti korosi, dan sebisa mungkin tanpa sambungan.
Kemudian pipa tersebut dihubungkan dengan sambungan T di saluran keluar tangki.
Pastikan pipa juga berposisi miring dari toilet hingga ke pembuangan. Contohnya, jika
ketinggian paralon 80, maka sekatnya 75, dan paralon pembuangan 70.
d)
Dinding septic tank harus dibuat sekokoh mungkin agar tak mudah roboh dan bocor.
Anda bisa menggunakan Batu Gunung / Dinding Bata dengan lapisan penutup plester
khusus.
e)
Cara membuat septic tank resapan yang terakhir yaitu tahap finishing dengan membuat
lapisan tembok di bawah septic tank. Terakhir, buatlah lubang ventilasi pada bagian
penutup septic tank agar sirkulasinya lancar dan septic tank tak meledak.
Pekerjaan Listrik
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pemasangan Instalasi Stop Kontak dan Saklar + Kabel
2.
Pemasangan Instalasi Titik Lampu + Kabel
3.
Pasang Kipas Angin
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
1.
Bahan yang digunakan
➢
Kabel NYM dan NYY hasil produksi Kabelindo, Metalindo atau produksi lain yang
telah mendapat pengakuan PLN dengan tulisan LMK pada kabel tersebut.
➢
Instalasi penerangan dan stop kontak menggunakan kabel ukuran 2,5 mm atau ditentukan
lain berdasarkan kebutuhan daya pada beberapa stop kontak khusus.
➢
Peralatan stop kontak dan titik lampu menggunakan produksi kualitas baik atau setara,
sedangkan sekeringkast/MCB menggunakan produksi dengan kwalitas baik.
➢
Ukuran kabel toevoer dari tempat meter PLN kekotak Panil listrik induk dan dari panil
induk kepanil pembagi menggunakan kabel menurut perhitungan instalatur yang
mengerjakan pemasangan instalasi listrik tersebut dan disetujui PLN.
2.
Pemasangan instalasi titik penerangan
➢
Pemasangan instalasi yang berhubungan dinding harus tertanam dalam dinding (inbow),
kabel NYM masuk dalam pipa PVC diameter 1/2" dan tempat skakelar menggunakan dos
plastik yang tertanam dalam dinding.
➢
Sambungan kabel yang terletak diatas langit-langit dilindungi dengan isolasi doos plastik
dan doop porselen.
➢
Semua kabel yang terletak diatas langit-langit harus diklem dengan klem plastik dan
tarikan kawatnya harus dibuat lurus dan siku pada setriap belokan (tidak boleh
melintas).
➢
Komponen titik lampu/skakelar yang digunakan adalah produksi kwalitas baik.
➢
Jenis/tipe lampu yang akan digunakan mengikuti kontrak dan perletakanya sesuai
gambar rencana.
3.
Pemasangan instalasi Kabel
➢
Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa
tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak
mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan
jarak sekitar 1 m.
➢
Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan pipa pelindung
conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk
memudahkan maintenance. Pemasangan kabel horizontal harus sejajar, tidak boleh saling
melintas.
4.
Pemasangan Saklar dan Stop Kontak
➢
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
➢
Pasang conduit dan inbow dos.
➢
Tunggu sampai plester dinding akhir.
➢
Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
➢
Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
Pekerjaan Finishing dan Papan Nama
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Acian Dinding
2.
Pekerjaan Pengecetan Kualitas Baik Dinding Baru
3.
Pekerjaan Pengecetan Plafon dengan Komileks
4.
Pemasangan Huruf Acrylic
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
1.
Pekerjaan Acian Dinding
➢
Jika ingin mendapatkan mutu atau kualitas acian yang bagus, sebaiknya lakukan pekerjaan
acian setelah plesteran dinding mencapai umur 2-3 hari.
➢
Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air.
➢
Buatlah adukan acian yang terdiri dari campuran semen dan air.
➢
Perbandingan yang baik antara jumlah semen dan air yang dipakai untuk membuat suatu
adukan adalah 2:1.
➢
Komposisi tersebut bisa diubah sesuai dengan jenis pekerjaan yang tengah dilakukan.
Misalnya penggunaan air untuk adukan semen plesteran dinding kamar mandi bisa
dikurangi untuk meningkatkan ketahanan lapisan plester agar tidak mudah terjadi
kebocoran
➢
Masukkan bubuk semen ke dalam ember kecil secukupnya. Tuangkan air sedikit demi
sedikit agar bubuk semen berubah bentuk menjadi pasta. Jika semen masih padat,
tambahkan beberapa air untuk mengencerkannya. Sebaliknya, jika terlalu cair, tambahkan
beberapa sendok semen lagi untuk mengentalkannya.
➢
Setelah adukan acian semen selesai dibuat, ambilah sejumput adukan tersebut
menggunakan roskam, lalu aplikasikan pada dinding berplester.
➢
Caranya, tekan roskam yang sudah diberi adukan aci, kemudian tempelkan dan gosok-
gosokkan ke dinding. Sebarkan acian ke sisi area dinding agar adukan menutupi pori-pori
plesteran secara merata.
➢
Ulangi langkah tersebut hingga seluruh dinding yang akan diaci tertutupi oleh lapisan aci
yang Anda buat.
➢
Apabila pada plesteran terdapat banyak lubang, maka sebelum dilakukan pengacian,
lubang-lubang tersebut harus ditutup menggunakan pasta semen.
➢
Tebal acian idealnya adalah 1-3 mm, jika kurang dari 1 mm maka acian akan mengering
terlalu cepat. Apabila lapisan pertama kurang dari 1 mm, maka Anda perlu melapisi lagi
hingga ketebalannya mencapai minimal 1 mm, sebelum acian tersebut kering.
2.
Pekerjaan Pengecatan
-
Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat retak lubang dan pecah-
pecah.
-
Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari direksi.
-
Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan /
penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat pekerjaan.
-
Sebelum di cat dipastikan seluruh permukaan bagian yang akan dicat sudah dibersihkan
dari kotoran-kotoran yang menempel. Semua bidang yang dicat tembok dengan 1 kali cat
dasar dan minimal 2 (dua) kali cat penutup sampai kelihatan rata dan cukup tebal.
-
Hasil pengerjaan yang baik, warna dan pola tekstur merata, permukaan benar-benar halus
dan licin, tidak terlihat noda-noda kotoran dan tidak terdapat debu pasir atau serbuk
kayu yang tertempelpada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya
kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pengecatan akhir harus mendapat warna
yang sesuai dan rapi.
-
Setelah selesai dalam pengerjaan finishing cat permukaan dan daerah sekitarnya harus
dibersihkan kembali.
-
Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan
perawatan/kebersihan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan.
-
Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan, Kontraktor harus
memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan
biaya.
-
Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan
yang baik dan sempurna.
3.
Pemasangan Huruf Acrylic
-
Langkah pertama seting ukuran jarak tiap huruf untuk mengetahui total Panjang keseluruhan
-
Setelahnya diplikasikan pada lokasi yang akan dipasang
Pekerjaan Atap
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini dilakukan meliputi :
1.
Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan
2.
Pekerjaan penutup Atap Spandek
3.
Pekerjaan Atap Roof Light
4.
Pekerjaan List Plank GRC
Metode Pelaksanaan/Syarat Kerja
- Pengukuran jarak tumpuan
Tahapan awal adalah dengan melakukan pengukuran dengan baik agar supaya mendapatkan
hasil yang tepat dan akurat. Sehingga diketahui seberapa luas ruang yang tersedia serta
besarnya atap spandek yang harus digunakan. Menentukan lebar atap spandek yang sesuai.
Setelah semua data berhasil dikumpulkan, kemudian lakukan pengukuran terhadap jarak
tumpuan yang nantinya diperlukan oleh atap spandek.
- Pembuatan desain kuda-kuda
Untuk memasang atap spandek, kuda-kuda yang digunakan adalah kuda-kuda baja ringan
atau galvalum. Dalam pengerjaannya, perlu memperhatikan faktor-faktor seperti kemampuan
kuda- kuda tersebut dalam menahan beban, tingkat kemiringan atap, serta penentuan
panjang top chord. Desain kuda-kuda atap spandek dihitung dengan benar karena kesalahan
yang terjadi dalam perencanaan kuda-kuda akan membuat atap spandek ini rawan ambruk.
- Pemasangan kuda-kuda Setelah desain kuda-kuda selesai dibuat, tahapan selanjutnya adalah
mengimplementasikan desain tersebut dalam wujud yang nyata. Sebelum pemasangan,
dipastikan pekerja harus menggunakan APD. Selanjutnya pemasangan kuda-kuda untuk
menopang atap spandek.
- Pemasangan reng baja
Jika kuda-kuda selesai dibuat dengan bentangan yang dipastikan kokoh, selanjutnya adalah
pemasangan reng baja. Reng inilah yang akak menjadi penopang dari spandek saat dipasang
sebagai atap. Oleh karena itu, pemasangan reng harus disesuaikan dengan ukuran lebar atap
spandek yang digunakan. Jarak reng bisa diatur sesuai lebar spandek. Pembuatan reng
dilakukan dengan baik dan pastikan posisinya lurus.
- Pemasangan atap spandek
Tahapan selanjutnya adalah pemasangan spandek pada rangka atap baja ringan. Digunakan
sekrup khusus yang dilengkapi dengan kepala dari karet untuk mencegah rembesan air.
Pemasangan sekrup ini dapat dilakukan menggunakan mesin bor listrik dengan mata bor
yang sesuai agar lebih mudah dan cepat selesai.
- Pengecekan hasil pekerjaan
Dipastikan melakukan pengecekan terhadap hasil pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan.
Evaluasi hasil pemasangan atap spandek penting untuk memastikan semua telah terpasang
dengan baik. Apabila ada komponen yang belum terpasang dengan tepat, sebaiknya
diperbaiki agar tidak terjadi masalah sehingga pekerjaan yang dilaksanakan maksimal.
Ternate, Juni 2024
Dibuat Oleh,
PENGGUNA ANGGARAN
A L D H Y. S.STP.MM
NIP. 198307292001121002