1
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1. Deskripsi project Pengembangan Wargaming System Seskoad. Project ini
merupakan pengembangan sistem peralatan latih yang digelar agar para perwira siswa
Seskoad dapat berlatih strategi operasi dengan lebih baik dan lebih mudah. Sebagai
sarana latihan hampir semua komponen dalam Wargaming System Seskoad ini
diperuntukkan bagi para prajurit TNI AD, juga terdapat beberapa modul yang
dapat digunakan oleh Instruktur. Semua modul itu terpusat di server yang juga berisi
data karakteristik dari semua peralatan simulasi.
2. Kemampuan Wargaming System Seskoad.
a. Kebutuhan Wargaming System Seskoad. Seiring dengan perkembangan
kebutuhan dan kemampuan operasi serta perkembangan teknologi, kebutuhan
Wargaming System Seskoad juga terus berkembang seperti kebutuhan
untuk dapat mensimulasikan berbagai Operasi Militer, baik Operasi Militer
Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam
bentuk operasi militer darat. Wargaming System Seskoad tidak hanya
digunakan untuk keperluan pendidikan dan latihan tetapi juga diperlukan untuk
mendukung kajian operasi termasuk doktrin, strategi dan taktik. Untuk mewadahi
kebutuhan- kebutuhan tersebut, perlu pengembangan satu sistem Wargaming
System Seskoad yang terintegrasi dan terpadu.
b. Persyaratan Operasi Wargaming System Seskoad. Untuk mampu
mendukung berbagai kebutuhan latihan bagi para perwira siswa Seskoad, maka
Wargaming System Seskoad terintegrasi yang dikembangkan dipersyaratkan
memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Sistem. Aplikasi yang dikembangkan harus mampu mengolah dan
menayangkan kekuatan matra darat serta fungsi lain yang terkait seperti
fungsi logistik dan elektronik warfare untuk mendukung latihan matra
2
darat dan kebutuhan pengkajian dan pengujian strategi dan doktrin TNI-
AD.
2) Perangkat Lunak. Perangkat lunak aplikasi Wargaming System
baik sistem operasi, sistem basis data, jaringan maupun perangkat
lunak/tools pengembangan aplikasi menggunakan perangkan lunak yang
standar antara lain Microsoft Windows/Linux untuk komputer client
dan untuk server, dengan Database management System (DBMS)
yang mampu mengelola volume data yang besar dan beragam serta
mampu melayani banyak pengguna. Dengan perangkat lunak yang
standar, akan memudahkan dalam pengembangan dan pemeliharaan.
a) Dukungan database objek yang luas dan bisa
dikustomisasi sehingga mampu memainkan unit sesuai dengan
doktrin dan skenario. Dilengkapi Artificial Intelligence membuat
simulasi model pertempuran sesuai dengan karakteristik unit.
Memiliki geodatabase terkait peta medan tempur wilayah
Indonesia dan negara lain. Sebagai contoh: dalam pelaksanaan
operasi gerilya/ operasi lawan gerilya selain kekuatan
persenjataan beberapa faktor pendukung lainnya seperti militansi,
dukungan logistik, kondisi cuaca dan penguasaan medan serta
komponen pendukung dapat dijadikan pertimbangan bagi seorang
komandan dalam menentukan perbandingan relatif daya tempur
pasukan sendiri dan musuh.
b) Memiliki workflow simulasi, diantaranya:
(1) Authoring: user merancang untuk mendefinisikan
doktrin pertempuran terkait kustomisasi unit, model pengambilan
keputusan pada unit serta terrain generator untuk membuat
lingkungan medan tempur dari simulator.
3
(2) Preparation: user dapat merancang skenario sesuai doktrin
terkait OOB (Order of Battle) atau urutan pertempuran yang
meliputi lingkungan, populasi dan lain sebagainya.
(3) Gaming: menjalankan atau dapat bergabung ke
skenario simulasi, baik secara one player maupun multiplayer
dan dapat mengatur konfigurasi plug- ins sebelum memulai. (4)
After Action Review (AAR): setelah menjalankan
simulasi latihan, dapat di-replay untuk dilakukan penilaian.
c) Medan pada Simulator juga dapat dibuat dan diubah menggunakan
tool yang bernama Terrain Generation Tool. Terrain Generation Tool
akan mengkonfigurasikan data seperti Extent (area geografis dari medan
yang dihasilkan) dan Data Sources medan tersebut. Geodata akan
diubah dengan menggunakan tool agar datanya dapat sesuai dengan
data model pada Simulator. Setelah itu, dilakukan beberapa kali
perhitungan guna memastikan data
tersebut berfungsi sesuai dengan algoritma simulasi.
d) Memiliki Order of Battle (OOB). Order of Battle atau urutan dari
pertempuran mewakili dari formasi dalam suatu unit. Setiap level
dari perintah dapat digunakan hanya untuk unit dari pasukan yang
dikontrol selama simulasi berjalan. User dapat membuat OOB sesuai
dengan yang diinginkan, bahkan dapat memodifikasinya selama
simulasi berjalan.
e) Unit dapat bergerak secara adaptif. Unit bergerak dengan
cara adaptif, seperti merencanakan rute yang relevan, beradaptasi
dengan rintangan yang tidak terduga dan menyesuaikan kecepatan
mereka dengan medan dan situasi. Unit secara otomatis melakukan
penilaian penuh terhadap situasi taktis (pengetahuan tentang kekuatan
mereka sendiri dan intelijen tentang musuh) baik dari pengamatan
langsung atau dari komando atas. Unit berinteraksi dengan menghitung
rasio kekuatan mereka sendiri, mengevaluasi ancaman unit musuh yang
4
dihadapi dan menggabungkan data keputusan dengan Rule of
Engagement (ROE).
Komunikasi dan Jamming. Komunikasi antara unit atau otomat diproses
menggunakan transmitter dan knowledge group. Dengan menggunakan
ini, unit dapat dimodelkan untuk memiliki komunikasi berdasarkan
kapasitas dan jangkauan transmitter atau berdasarkan penundaan
knowledge group yang dikonfigurasi dalam database. Electronic warfare,
digunakan untuk melakukan jamming terhadap unit musuh. Setelah
terisolasi, unit musuh tidak dapat menerima atau mengirim informasi.
f) Doktrin dan analisa peralatan. Pembuatan skenario dapat
disesuaikan dengan doktrin sehingga memungkinkan pengguna untuk
mengatur dan menguji arsitektur baik unit maupun peralatan dalam
berbagai kondisi. Sistem dapat mensimulasikan penggunaan peralatan
dan manuver baru dalam mendefinisikan doktrin yang terkait dengan
konsep operasional baru dan peralatan baru. Menstimulasi sistem untuk
melakukan manuver sehingga bisa dilakukan analisa pengujian dan
konsep dari wargame.
g) Transportasi dan Logistik. Ada dua jenis transportasi yaitu
kendaraan pasukan dan senjata serta unit kendaraan yang mampu
mengangkut pasukan dan kargo. Model Kargo yang realistis dari segi
volume/ berat/ personil yang bisa membatasi kapasitas rantai pasokan.
Pasokan logistik seperti gas, amunisi, bahan peledak, ranjau darat, air
atau suku cadang dapat dikirimkan untuk membantu pertempuran.
Saat sumber daya berada di bawah ambang batas yang ditentukan
dalam database, permintaan pasokan secara otomatis akan dikirim ke
bagian logistik.
h) Model unit dalam misi. Setiap tipe unit memiliki model
perilakunya sesuai dengan doktrin yang mengatur unit-unit ini. Setiap
5
unit memiliki daftar kontekstual misi yang tersedia, sesuai dengan
kemampuan, status atau konteks operasionalnya.
i) Time line. Time line adalah catatan kronologis dan
pengelolaan berbagai tindakan, perintah, dan peristiwa yang secara
langsung diperhitungkan oleh unit-unit untuk membentuktindakan yang
sesuai dengan doktrin serta merupakan cara untuk memasukkan
peristiwa pada waktu yang direncanakan ke dalam simulasi. Time line
berfungsi sebagai berikut :
(1) Membuat jadwal dan menjadwal ulang latihan disertai
dengan tanggal dan waktu mulai.
(2) Membuat, melihat, mengedit, dan menjadwalkan
tugas.
(3) Save/ Load jadwal tugas.
(4) Pindah ke waktu yang tepat untuk simulasi selama
AAR.
(5) Secara otomatis memuat pesanan dan tugas saat
skenario dimulai.
j) After Action Review. After Action Review digunakan untuk
mengevaluasi atau menganalisa hasil simulasi. Semua peristiwa
direkam dan seluruh skenario dapat diputar ulang sebagai film, langkah
demi langkah. Skor dapat ditampilkan selama AAR untuk membantu
mendapatkan data kuantitatif yang bisa mengukur kinerja dan
pencapaian tujuan pelatihan. Setiap skor didasarkan pada kriteria yang
diterapkan untuk semua entitas, misalnya : jumlah kerugian, status
operasional unit, keadaan peralatan dan sumber bahan bakar yang
tersisa.
k) Wasdal Software License. Melakukan pengawasan dan
pengendalian (wasdal) simulasi strategis operasi darat dalam berbagai
6
jenis operasi darat, pengaturan skenario latihan strategis, pengaturan
RIL dan ROL dalam peralatan latihan strategis TNI-AD
adalah peralatan tempur yang berkaitan langsung tugas Depoyu
SESKOAD, dilengkapi data dasar untuk merencanakan scenario.
l) Telegram Software License. Dapat digunakan untuk
mengirimkan Pengiriman RIL Terjadwal, dapat dilakukan setting
sebelumnya sehingga input dilakukan sebelum Latihan dimulai,
dapat dicetak dalam format Radiogram TNI-AD, dapat melakukan
upload dokumen/telegram yang sudah ada.
m) Penilai Software License. Melakukan penilaian terhadap
jalannya simulasi yang dilakukan para pelaku, melatih koordinasi dalam
antar KOGAS, dan dilengkapi data dasar untuk merencanakan
skenario.
n) Army Wargame Operation Plan Creator Software License.
Mensimulasikan proses alur dokumen dalam PPKM yang dilengkapi
database alutsista untuk memudahkan proses pengisian data
PPKM, dilengkapi telegram/ radiogram untuk pengiriman pesan dalam
pelaksanaan latihan, melatih koordinasi dalam antar tim
dalam KOGAS.
o) Army Decision Making System Process Software License.
Mensimulasikan berbagai analisa dalam PPKM, mensimulasikan
pergerakan dan simulasi pertempuran dalam 2-Dimensi (pada peta),
sehingga dapat dilakukan koreksi terhadap produk jika diperlukan,
visualisasi 3-Dimensi per hari skenario, untuk memudahkan proses
PPKM, Melatih koordinasi dalam antar tim dalam KOGAS.
p) Strategic Army Wargame Software License. Mensimulasikan
tindakan strategis operasi darat dalam berbagai jenis strategu dasar
operasi darat. Visualisasi tempur (berbagai tipe alutsista TNI-AD) yang
disertakan dalam peralatan latihan ini adalah peralatan tempur yang
7
berkaitan langsung tugas Depoyu SESKOAD, melaksanakan Pelatihan
dengan sebuah Visualisasi peraga yang menyerupai situasi
pertempuran sesungguhnya, sehingga bila lebih akan mengasah
kemampuan strategi dasar siswa, melatih koordinasi dalam antar
KOGAS.
q) Army Tactical Floor Game Software License. Melakukan
pengujian CB dan mensimulasikan CB untuk memilih CB terbaik,
sebagai alat latih mini TFG sebelum disimulasikan dalam perangkat
TFG, pengaturan skenario latihan strategis, dilengkapi data dasar untuk
merencanakan skenario.
3) Perangkat Keras. Perangkat keras berupa server, desktop console, yang
digunakan dalam Wargaming System Seskoad, harus menggunakan teknologi
terkini dan memenuhi kriteria terkait kapabilitas, adaptabilitas, fleksibilitas, dan
interoperabilitas. Perangkat keras dikembangkan menggunakan Database
server untuk pusat penyimpanan dan pengolahan data, application server untuk
aplikasi serta komputer client dengan teknologi terkini sehingga pengolahan
dan penyajian informasi dapat terlaksana secara optimal.
a) Komputer Wasdal dan Operator. Dengan spesifikasi sebagai
berikut:
(1) Processor : Intel Core i7-1255U
(2) RAM : 16GB
(3) SSD : 512GB
(4) VGA : Intel Iris Xe Graphic
(5) Monitor : 23.8 Inch Touch Screen
(6) Konektivitas : Wifi + Bluetooth
(7) Sistem Operasi : Windows 11 Home + OHS 2021
8
b) Headphone Gaming. Dengan Spesifikasi sebagai berikut: (1)
Headset weight : 370g
(2) Frequency response : 20Hz - 20kHz
(3) Moving coil type/ diameter : Φ50mm
(4) Cable Length : PVC 2.2m (5)
Sensitivity : 108±3dB (6)
Maximum power : 30mW
(7) Resistance : 32Ω ± 15% (8)
Speaker diameter : 50mm
(9) Headphone interface type : 3.5 interface + USB
(10) Microphone resistance : ≤2.2KΩ
(11) Current : <100mA
(12) Voltage : DC3V”
c) LED Display. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) Ukuran : 55 inch
(2) Resolusi : 3840 x 2160
(3) Jenis : Smart TV
(4) Fitur : Mobile remote app
(5) Konektivitas : HDMI; USB; Bluetooth
d) Mini PC. Dengan spesifikasi sebagai berikut:
(1) Type : Mini PC
(2) System : Windows 10 64Bit
(3) Core : Quad Core Apollo
(4) RAM : 8GB DDR3L Sodim 1600Mhz
(5) Konektifitas : WiFi 2.4 Ghz b/g/n/ac, Bluetooth
4.0
(6) Cooling System : Heatsink + Fan"
9
f) Gaming PC. Dengan spesifikasi sebagi berikut:
(1) Processor : Intel Core i7
(2) RAM : 16 GB DDR4
(3) Harddisk : 512GB WD SSD 4th gen
(4) Graphic Card : NVIDIA GeForce
(5) Sistem Operasi : Windows 11
(6) Sistem Office : Home & Student “
g) Interactive Flat Panel Display. Dengan Spesifikasi sebagai
berikut:
(1) Ukuran : 86-inch
(2) Resolusi : 4K UHD (3840 x 2160)
(3) Fitur : 350 cd/m2
(4) Audio : Speaker 15 Watt x 2"
h) Tablet Penilai. Dengan spesifikasi sebagai berikut:
(1) Chipset : Exynos 9611
(2) Kamera Belakang : 8 MP
(3) Kamera Depan : 5 MP
(4) Ukuran Layar : 10.4 Inch WUXGA
(5) Battery : 7040 mAh
(6) Sistem Operasi : Android
i) Laptop Pelaku Posko. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) Processor : Intel® Core™ i7
(2) Display : 14-inch FHD IPS (1920 x 1080)
(3) Memory : 16 GB DDR4 SDRAM
(4) Storage : 512 GB SSD
(5) Graphics : NVIDIA® GeForce
(6) Operating System : Windows 10
(7) Include : Office Home & Student
10
j) Videotron 5,76 x3,36 m. Dengan Spesifikasi sebagai berikut: (1)
Panel Size 640x480x60 mm
(2) Screen Size 5,76 x 3,36 meter
(3) Brightness 700 nits
(4) Weight 7.8 kg per panel (5)
Contrast Ratio 4000 : 1 (6)
Refresh Rate 3840 Hz (7)
Include Sender Box
(8) Installation
k) Videotron 3,2 X 1,92 M. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) Panel Size 640x480x60 mm
(2) Screen Size 3,2 x 1,92 meter
(3) Brightness 700 nits
(4) Weight 7.8 kg per panel
(5) Contrast Ratio 4000 : 1 (6)
Refresh Rate 3840 Hz (7)
Include Sender Box
(8) Installation
(9) Construction
l) HDMI Matrix Switcher 8x8. Dengan Spesifikasi sebagai
berikut:
(1) HDMI 2.0 version (Supports HDMI2.0 4K50/60Hz
YUV420 1080P, 1080i, 720P and standard video format.).
(2) - Supports 3D Video.
(3) HDCP2.2/1.4 compliant.
(4) 8xHDMI Input, 8xHDMI output with Coaxial SPDIF
Audio
11
(5) LED indicators to show the power status.
(6) Support Panel Button, Local IR, RS232 Control, IP
Control Via Telnet/PC Softaware.
(7) 1U rack design, easy installment."
m) Gigabit Wireless. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) WiFi 6 (802.11ax) Tri-Band WiFi
(2) Powerful quad-core 1.5GHz processor
(3) Five (5) 10/100/1000 Mbps Gigabit Ethernet ports
(4) Dual Gigabit Ethernet port aggregation
(5) One (1) USB 3.0 port "
n) CCTV PTZ. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) Accurate human and vehicle target classification and alarm,
and face capture based on deep learning hardware and
algorithm
(2) Face capture: face tracking and grading; automatic selection
of best shot; up to 5 faces detected and captured at the same
time
(3) Linked audible and visual alarm. Built-in microphone
and speaker
(4) Up to 2560 × 1440 @ 30 fps
(5) Min. illumination: Color: 0.0005 Lux @ (F1.0, AGC
ON); 0 Lux with white light
(6) 24/7 colorful imaging with low power consumption. Up to
30 m white light distance
(7) 120 dB WDR, 3D DNR, HLC, EIS
(8) IP66; PoE"
o) NVR. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
12
(1) Two-way audio input: 1-ch; RCA (2.0 Vp-p; 1kΩ)
(2) IP video input: 16-ch
(3) Incoming bandwidth: 160Mbps
(4) Outgoing bandwidth: 160Mbps
(5) Capability: 8-ch@1080P
(6) SATA: 2 SATA interfaces for 2 HDDs
(7) Capacity: Up to 6TB capacity for each HDD
(8) Network Interface: 1 RJ-45 10/100/1000Mbps self-
adaptive Ethernet interface
(9) Alarm I/O: 4/1
(10) Chassis: 385 mm chassis.
p) Monitoring CCTV (TV 55" + PC). Dengan Spesifikasi sebagai
berikut:
(1) Ukuran : 55 inch
(2) Resolusi : 3840 x 2160
(3) Jenis : Smart TV
(4) Konektivitas : HDMI; USB; Bluetooth
(5) Processor : Intel Core i7
(6) RAM : 8GB DDR4
(7) HDD : 1TB
(8) SSD : 512GB
(9) VGA : Intel Graphics
(10) Konektivitas : LAN
(11) Sistem Operasi : Windows 11 Pro"
q) Database and Simulation Server. Dengan Spesifikasi sebagai
berikut:
(1) 2 x Xeon Silver 4114
(2) 6 x 32GB RDIMM 2666MT/s Dual Rank
13
(3) 12 x 8TB NLSAS 3.5 Inch HDD
(4) 2 x 240GB SATA 2.5 Inch SSD
(5) Broadcom 5720 QP 1Gb Network Daughter Card
(6) 2 x 750W
(7) Rackmount (2U)
r) Firewall. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) Port: 20 x GE RJ45 ports (including 2x WAN ports; 1x
DMZ port; 1x Mgmt port; 2x HA ports; 14x switch ports)
(2) Power consumption: 24.8 W / 27.5 W
(3) Maximum current: 100V / 1A; 240V / 0.5A
s) Genset. Dengan Spesifikasi sebagai berikut:
(1) KVA : 35
(2) KW : 28
(3) Nomor Silinder : 4
(4) Bore x Stroke : 98.0 x 110.0 mm
4) SDM. Untuk mendukung pengembangan, pengoperasian dan
pemeliharaan aplikasi Wargaming System Seskoad , perlu menyiapkan
kuantitas dan kualitas personel sesuai kualifikasi yang dibutuhkan agar
siap dan mampu menangani sistem dan teknologi informasi, sehingga
pengoperasian dan pemeliharaan aplikasi dapat terlaksana secara optimal.
Kualifikasi personel yang dibutuhkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan
sistem antara lain Analis Sistem, Database Administrator, System
Administrator, Network Administrator, Programmer, dan terutama Operator.
c. Arah Pengembangan Wargaming System Seskoad. Pengembangan
Wargaming System Seskoad diarahkan pada pengembangan aplikasi Wargaming
System Seskoad untuk mendukung kegiatan pendidikan dan kajian operasi terkait
dengan taktik, strategi, dan doktrin yang secara umum dijelaskan sebagai berikut:
14
1) Aplikasi Wargaming System Seskoad yang digunakan sebagai Wargaming
System Seskoad untuk pendidikan harus memuat berbagai kemampuan
yang diperlukan untuk latihan perwira siswa yang terkait antara lain dengan:
a) Pemahaman akan operasi darat b)
Latihan pengambilan keputusan
c) Pengujian dan verifikasi suatu rencana operasi
d) Latihan komando dan pengendalian suatu operasi
e) Latihan untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan operasi
2) Aplikasi Wargaming System Seskoad yang digunakan sebagai
kajian operasi harus memiliki kemampuan yang diperlukan untuk
melakukan kajian terhadap taktik, strategi, dan doktrin antara lain :
a) Kemampuan untuk mewadahi penggunaan kekuatan matra darat
secara menyeluruh dalam suatu operasi darat.
b) Kemampuan untuk menguji taktik, strategi dan doktrin dalam suatu
formulasi dan pengujian dengan kondisi lingkungan geografis, alutsista
dan ancaman yang berbeda-beda.
c) Kemampuan untuk mewadahi penggunaan kekuatan matra darat
dalam suatu operasi darat dengan memainkan beberapa operasi militer,
baik operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang
(OMSP).
d) Meningkatkan kapasitas dan variasi unsur yang dimainkan
agar mampu mensimulasikan dan memvisualisasikan unsur-unsur yang
dilibatkan dalam operasi secara optimal baik dalam visualisasi
2-Dimensi maupun 3-Dimensi.