| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0849241666444000 | Rp 2,967,812,400 | - | |
| 0017090762424000 | Rp 2,968,683,874 | - NIB tidak sesuai yang dipersyaratkan - SDM tenaga ahli tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan - SDM tenaga teknis tidak sesuai yang dipersyaratkan - Peralatan yang disampaikan adalah alat-alat konstruksi bangunan | |
| 0950183715429000 | Rp 2,968,999,140 | - NIB tidak sesuai yang dipersyaratkan - SDM Tenaga teknis tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan - Tidak memiliki penetapan Industri Pertahanan | |
| 0717730063422000 | - | - |
1
MARKAS BESAR TNI ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN KAVALERI
SPESIFIKASI TEKNIS
PROTOTIPE LARAS SENJATA KANON 105 MM TANK MEDIUM SATKAV TNI AD
TAHAP II TA 2023
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum.
a. Kavaleri sebagai bagian dari kekuatan TNI AD yang mempunyai tugas
pokok melaksanakan pertempuran di darat dengan menggunakan Ranpur yang
terdiri dari panser dan tank sebagai suatu sistem senjata harus memiliki kondisi
operasional yang efektif dan efisien dalam menjawab tantangan dan ancaman saat
ini. Kesiapan operasional Ranpur merupakan tuntutan mutlak bagi pelaksanaan
tugas pokok satuan Kavaleri sebagai salah satu kekuatan inti TNI AD dan
dihadapkan dengan potensi ancaman yang saat ini sudah menggunakan perangkat
teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan dengan teknologi manual yang
saat ini masih dominan kita gunakan pada Ranpur Satkav. Hal tersebut cukup
berpengaruh terhadap perimbangan kekuatan yang berimplikasi pada posisi tawar
negara Indonesia di dunia internasional terutama terhadap negara – negara di
kawasan dan khususnya dengan negara tetangga. Ranpur sebagai unsur
penggempur harus memiliki kemampuan/daya penghancuran yang optimal
terutama jika menghadapi Ranpur musuh, sehingga kemampuan Ranpur Kavaleri
harus memiliki kemampuan untuk menghancurkan/melumpuhkan Ranpur lawan
yang ditentukan oleh kecepatan dan akurasi penembakan serta jarak capai
maksimal senjata dengan teknologi terbaru.
b. Pada tahun 2013 dilaksanakan program kerjasama antara Pindad dan
FNSS Turki dalam pembuatan Tank Harimau, dimana kontrak kerjasama tersebut
hanya fokus kepada pembuatan body hull Tank Harimau tanpa kubah Ranpur.
Untuk melengkapi Tank Harimau tersebut Kementrian Pertahanan memutuskan
menggunakan kubah Ranpur tipe 3105 dari CMI Belgia guna melengkapi sistem
senjata Tank Harimau. Namun bila dilihat dari aspek budget, harga kubah Ranpur
3105 per unit sebesar 63 persen dari total harga per unit Tank Harimau. Dengan
latar belakang tersebut Pussenkav selaku pembina teknis kecabangan Kavaleri
TNI AD menyelenggarakan penelitian dan pengembangan kubah Ranpur sampai
dengan tahap IV dalam rangka meminimalisir biaya pengadaan Alutsista TNI AD.
2
c. Dengan berhasilnya pelaksanaan pengembangan Prototipe Kubah Ranpur
tahap IV, maka perlu pengembangan program pembuatan Prototipe Laras Kanon
dalam rangka melengkapi Prototipe Kubah Ranpur tahap IV menjadi sistem
senjata kanon tank medium.
2. Maksud dan Tujuan.
a. Maksud. Untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang
Prototipe Laras Senjata Kanon 105 mm Tank Medium Satkav TNI AD Tahap II TA
2023 guna mendukung kegiatan di lapangan.
b. Tujuan. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan pimpinan TNI AD
dalam hal ini Staf Perencanaan Angkatan Darat (Srenaad) melalui pembina teknis
yaitu Dislitbangad guna menentukan kebijakan tentang tindak lanjut hasil-hasil
program penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan oleh Pussenkav
pada Tahun Anggaran 2023.
3. Ruang Lingkup. Ruang lingkup pembahasan Renlakgiat ini meliputi:
a. Pendahuluan.
b. Data Teknis.
c. Prinsip Kerja.
d. Ketahanan Kerja.
e. Penutup.
4. Dasar.
a. Keputusan Kasad Nomor KEP/710/VIII/2018 tanggal 13 Agustus 2018
tentang Prosedur dan Mekanisme Penyelenggaraan Penelitian dan
Pengembangan TNI AD;
b. Keputusan Danpussenkav Nomor Kep/65/XII/2022 tanggal 12 Desember
2022 tentang Program Kerja dan Anggaran Pussenkav TA 2023; dan
c. Surat Kadislitbangad Nomor B/49/I/2022 tanggal 06 Januari 2022 tentang
Undangan Pemberitahuan Verifikasi Renlakgiat Litbanghan balakpus TNI AD
TA 2022.
3
BAB II
DATA TEKNIS
5. Data Teknis. Secara umum pembuatan Prototipe Laras Senjata Kanon
105 mm Tank Medium Satkav TNI AD Tahap II, terdiri dari empat bagian besar
diantaranya pengadaan Fume extractor, pengadaan pemegang laras (Craddle),
pengadaan jaket laras, dan pengadaan batang laras. Adapun spesifikasi fungsi dari tiap-
tiap komponen-komponen/perangkat tersebut di atas adalah sebagai berikut:
a. Kompartemen Laras 105 mm.
No Perangkat / Spesifikasi
Komponen
1 2 3
1) Pengadaan Fume Fungsi:
Extractor Mengeluarkan residu gas hasil penembakan dari
laras kanon
Gambar Model:
2) Pengadaan Fungsi:
Pemegang Laras Penyangga laras terhadap poros kanon
Gambar Model:
3) Pengadaan Jaket Fungsi:
Laras Penjaga temperatur laras saat penyimpanan
Gambar Model:
4
No Perangkat / Spesifikasi
Komponen
1 2 3
4) Pengadaan Laras Fungsi:
Kanon Silinder tempat amunisi meluncur saat dilakukan
penembakan
Gambar Model:
5
BAB III
PRINSIP KERJA
6. Umum. Secara garis besar prinsip kerja dari Prototipe Laras Kanon 105 mm
Tank Medium Satkav TNI AD Tahap II, secara terbatas yaitu pada pembuatan komponen
laras kanon 105 mm.
7. Prinsip Kerja.
a. Pengadaan Pemegang Laras (Craddle). Secara umum terdiri dari
tiga (3) bagian, yaitu craddle, manlet, dan sistem poros kanon (lug wheel).
Prototipe Laras Kanon 105 mm Tank Medium Satkav TNI AD Tahap II hanya
dilakukan pembuatan craddle yang berfungsi sebagai penyangga laras ke poros
putar untuk melakukan gerakan elevasi.
b. Fume Extractor. Merupakan komponen yang berfungsi untuk
mengeluarkan residu gas sisa penembakan dari laras kanon. Prinsip kerja dari
fume extractor adalah memanfaatkan perbedaan tekanan saat dan setelah
penembakan.
Ilustrasi fume extractor saat proyektil melewati fume extractor
Ilustrasi fume extractor saat proyektil keluar dari laras dan kamar peluru terbuka
c. Jaket Laras. Komponen jaket laras berfungsi sebagai insulator
termal untuk komponen laras. Insulator termal bertujuan untuk menjaga
temperatur laras agar tetap konsisten sehingga tidak terjadi defleksi laras, baik
saat penggunaan maupun saat penyimpanan.
6
Ilustrasi Jaket Laras
d. Pengadaan Batang Laras. Komponen batang laras berfungsi
sebagai tempat dan pengarah amunisi saat dilakukan proses penembakan.
Batang laras mempunyari profil rifling pada diameter dalam laras untuk
mengarahkan putaran amunisi yang keluar dari batang laras.
Ilustrasi dampak rifling pada laras kanon terhadap amunisi
7
BAB IV
KETAHANAN KERJA
8. Persyaratan Operasional. Prototipe Laras Kanon 105 mm Tank Medium Satkav
TNI AD Tahap II harus memenuhi persyaratan operasional antara lain:
a. Sebagai satu kesatuan sistem, maka Prototipe Laras Kanon 105 mm Tank
Medium Satkav TNI AD Tahap II harus mampu dioperasionalkan secara
keseluruhan baik sistem pada perangkat keras maupun perangkat lunak/Software
secara mudah.
b. Sistem mampu dioperasikan secara baik tanpa adanya kesalahan atau error
system.
9. Kondisi Kerja. Untuk menghasilkan kualitas Laras Kanon 105 mm yang
berkualitas dan user friendly, perlu adanya standar terkait komposisi material yang
digunakan pada laras kanon baik secara konstruksi maupun pemeliharaannya.
a. Konstruksi.
1) Mampu bertahan pada getaran tinggi.
2) Tahan terhadap gelombang electromagnet.
3) Konstruksi dan pengkabelan sesuai standar militer (MIL-STD).
b. Pemeliharaan.
1) Pemeliharaan rutin terbatas pada pengecekan fungsional tanpa
membongkar sistem yang ada terkecuali sistem peredam tolak balik.
2) Bagian-bagian yang sederhana harus mudah dideteksi kerusakannya dan
memungkinkan untuk diganti dengan mudah dan cepat.
3) Tersedianya alat pemadam api ringan (APAR).
10. Aspek Insani.
a. Aman dalam penggunaan dan mudah dalam perawatannya.
b. Pengendalian dan pelayanan sesuai dengan kemampuan personel dalam
penguasaan teknologi yang diadakan.
c. Dilengkapi manual book dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
8
BAB V
PENUTUP
11. Segala sesuatu mengenai perubahan (pengurangan/penambahan) sebagian dari
isi spesifikasi teknis ini akan diatur kemudian dan harus mendapat pengesahan oleh yang
berwenang.
Bandung, Januari 2023
Pejabat Pembuat Komitmen,
Edward Sitorus
Kolonel Kav NRP 1900016441168NRP
1910042331164N NRP 1910042331164RP| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 10 March 2025 | Litbang Prototipe 70 Mm Guided Roket Launcher Vehicle Tahap I-II Ta. 2025 | Kementerian Pertahanan | Rp 6,480,918,000 |
| 11 March 2020 | Prototipe Sistem Kubah Ranpur Kanon Medium Satkav Tni Ad Tahap III (Lanjutan) | Kementerian Pertahanan | Rp 4,969,890,000 |
| 4 March 2021 | Prototipe Sistem Kubah Ranpur Kanon Medium Satkav Tni Ad Tahap IV Ta 2021 | Kementerian Pertahanan | Rp 4,631,250,000 |
| 22 December 2023 | Belanja Modal Lainnya Rancang Bangun Weaponized Drone Tahap II-II | Kementerian Pertahanan | Rp 3,780,714,000 |
| 3 January 2022 | Pengadaan Prototipe Laras Senjata Kanon 105 Mm Tank Medium Satkav Tni Ad Tahap I | Kementerian Pertahanan | Rp 2,394,412,000 |