| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0769689738834000 | Rp 592,802,342 | - | |
CV Mitra Mandiri Membangun | 07*9**7****31**0 | Rp 590,000,000 | * Tidak melampirkan surat dukungan dari distributor * Status Pajak tidak Valid |
| 0029216850834000 | - | - | |
| 0029216066834000 | - | - | |
| 0022474167834000 | - | - | |
| 0812730232834000 | - | - | |
| 0017658436834000 | - | - | |
| 0627350770831000 | - | - | |
| 0602251597822000 | - | - | |
CV Trhexa Corps | 08*1**7****31**0 | - | - |
| 0806806873831000 | - | - | |
PT Sinar Mas Andhika | 00*3**4****73**0 | - | - |
| 0029216777834000 | - | - |
I. URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pengadaan Pipa Dan Asesoris
Kelas pipa Galvanized Iron Pipe (GIP) yang diadakan harus mampu memikul
tekanan kerja minimal sebesar 25 kg/cm² baik dalam SNI, SII ataupun standar
lainnya. Panjang efektif tiap pipa adalah 6 meter dengan ketebalan dinding pipa
baja sesuai dengan Standar SII atau jenis pipa SNI.
Untuk jenis pipa PVC yang akan diadakan dengan ukuran sesuai yang ditawarkan
dalam dokumen kontrak. Pipa yang digunakan adalah yang mempunyai syarat SII
06161-81, SNI 06-0084-1987, ISO 4065-1978, SII 0344-1982 atau SNI 06-4829-
2005/ISO 4427.96 atau standar SNI lainnya yang berlaku atau digunakan standar
lain yang sama atau lebih baik mutunya. Panjang efektif tiap pipa adalah 6 meter
dengan kelas pipa S-12,5 tekanan 10 Bar (1.0 Mpa). Setiap pipa harus
menunjukan standar yang digunakan, diameter nominal dan kelas pipa.
Jenis pipa HDPE adalah jenis pipa Polyethylene yasng didefinisikan dalam
spesifikasi ini adalah untuk mendistribusikan air bersih. Material pipa yang
digunakan adalah memenuhi Standard Industri ISO 4427 dan SNI 06-4829-2005
atau digunakan standard lain yang sama atau lebih baik mutunya. Pipa HDPE
yang ditawarkan harus dapat memikul tekanan kerja (PN) 10 kg/cm² (10 Bar) baik
dalam stnadard SII, SNI atau standard lainnya yang memenuhi persyaratan untuk
pipa air bersih. Pipa HDPE harus memenuhi standar pipa S-8 SDR 17-PN 10
kelas PE 100 dengan panjang pipa bervariasi sesuai dengan diameter pipa yang
digunakan.
Untuk asesoris pipa GIP yang akan digunakan sesuai dengan persyaratan SNI 07-
1813-1990, SNI 07-3025-1992, SNI 07-3026-1992, SNI 07-3080-1992 atau
standar lain yang berlaku.
Kelas asesoris pipa PVC disesuaikan dengan kelas dan jenis pipa yang digunakan
dengan mengacu pada dokumen lelang.
Kelas asesoris pipa HDPE secara umum menggunakan standard SII atau SNI yang
berlaku.
Seluruh asesoris yang akan diadakan harus disesuaikan dengan dokumen yang
diminta atau disesuaikan dengan keadan lapangan dan sudah mendapat
persetujuan Direksi.
2. Pekerjaan Pasangan Block Pipa Batu Kali
Block pipa yang digunakan adalah pondasi setempat.
Dimensi, tinggi, penampang bawah, penampang atas serta kemiringan pondasi
disesuaikan dengan gambar kerja.
Adukan campuran semen menggunakan campuran 1 PC : 4 Psr.
Pekerjaan dilaksanakan setelah pipa terpasang.
Pemasangan dilakukan lapis demi lapis, antara batu dengan batu harus diberi spesi
dan rongga – rongga harus diberi batu yang lebih kecil dari rongga.
Bila tinggi pasangan sudah mencapai pipa yang akan di letakkan, pipa dibungkus
dengan pasangan batu yang diatur sedemikian rupa sehingga letak pipa tidak
bergerak.
Dimensi penampang pasangan batu kali bagian atas disesuaikan dengan dimensi
pipa yang akan diblock atau dibungkus.
Pasangan batu kali diplester dengan campuran 1 PC : 4 Psr.
Pekerjaan pasangan pondasi batu kali dianggap selesai apabila telah dilakukan
pemeriksaan dan disetejui oleh Direksi Teknis.
3. Pekerjaan Box Velve Penguras Jalur Pipa
Pekerjaan ini meliputi pembuatan box valve dan pemasangan asesoris untuk penguras.
Pembuatan box valve menggunakan beton K100.
Dimensi, tinggi dan ketebalan dinding disesuaikan dengan gambar kerja.
Penempatan asesoris disesuaikan dengan gambar kerja dan petunjuk Direksi
Teknis.
Seluruh bagian pekerjaan ini dianggap selesai apabila sudah mendapat
persetujuan dari Direksi Teknis/Pengawas Lapangan.
4. Pekerjaan Pelintasan Pipa Pada Jembatan
Pipa yang digunakan pada pelintasan jembatan yaitu pipa jenis GIP.
Pemasangan pipa pada jembatan harus mempunyai izin dari pihak terkait.
Pipa dipasang pada sisi luar lantai jembatan dan diberi penguat dari besi strip.
Sambungan pipa pada masing – masing sisi menggunakan bend all flange GI
dengan diameter sesuai dengan diameter pipa yang ada dan sudut harus
disesuaikan dengan sudut sambungan. Pada dasarnya bend all flange yang sering
digunakan yaitu sudut 22.5°.
Sambungan antara pipa yang satu dengan pipa yang lain menggunakan
sambungan flange yang dilas pasa masing – masing sisi pipa.
Pada sisi sambungan sudut diperkuat dengan block dari beton cor untuk
menghindari pergeeseran pipa.
Pekerjaan dianggap selesai apabila sudah sesuai dengan gambar kerja dan
mendapat persetujuan dari Direksi Teknis.
5. Pemasangan Pentil Udara (Air Valve)
Air valve atau pentil udara diadakan sesuai dengan yang ditunjukan dalam
dokumen kontrak atau gambar kerja.
Pemasangan penempatan air valve pada bagian – bagian pipa yang telah
ditentukan oleh Direksi Teknis atau dilihat dari kondisi jalur pipa dilapangan.
6. Pekerjaan Sambungan Rumah (SR)
Sambungan rumah meliputi sambungan sampai dengan 1 buah kran air didepan
rumah.
Sambungan rumah diperuntukan untuk mastarakat berpenghasilan rendah atau
sesuai dengan data yang dibuat oleh Pemerintahan Desa.
Rangkaian sambungan rumah harus dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja.
Kualitas sambungan rumah harus memenuhi persyaratan teknis minimum atau
yang tertuang dalam dokumen kontrak.
Seluruh asesoris yang digunakan untuk sambungan rumah harus mempunyai
standard SNI.
Pipa untuk sambungan rumah menggunakan jenis pipa GIP dan HDPE diameter
½”.
Box meter berwarna kuning dan menggunakan dudukan dari beton dengan ukuran
30 x 50 cm.
Pemasangan sambungan tapping dari pipa distribusi harus menggunakan clamp
sadle dengan diameter sesuai diameter pipa distribusi untuk mencegah kebocoran.
Pipa sambungan rumah harus ditanam sesuai kedalaman yang ditentukan untuk
mencegah kerusakan.
Pipa sambungan rumah yang melintas saluran harus dilindungi dari patah akibat
tertimpa benda keras.
Dudukan kran air harus dicor dan diberi penguat agar tidak mudah patah.
Pekerjaan sambungan rumah dianggap selesai apabila sudah sesuai dengan
gambar kerja dan mendapat pesetujuan dari Direksi Teknis.
7. Pekerjaan Galian Tanah Dan Pemasangan Pipa
Pekerjaan Galian Tanah
Galian harus dibuat sesuai dengan kedalaman yang dikehendaki dan gambar
kerja. Ukuran galian sesuai dimensi pipa yaitu :
Diameter pipa Lebar Galian (cm) Tinggi galian (cm)
Pipa PVC/PE Ø 10” 0,50 0,80 - 0,90
Pipa PVC/PE Ø 8” 0,40 0,60 - 0,70
Pipa PVC/PE Ø 6” 0,30 0,40 - 0,50
Pipa PVC/PE Ø 4” 0,30 0,35 - 0,40
Pipa PVC/PE Ø 3” 0,25 0,35 - 0,40
Pipa PVC/PE Ø 2” 0,20 0,30
Untuk membuat dasar pipa yang rata pada permukaan galian, permukaan
galian harus betul – betul rata. Bila diperlukan menggunakan bahan pasir
urug untuk mendapatkan permukaan yang rata.
Jika galian tanah ternyata tidak stabil atau mengandung bahan – bahan
sampah dan kotoran lainnya, harus disingkirkan dari lubang galian.
Jika diperlukan, galian dapat diberi penguatan agar tidak runtuh.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan kerusakan harus diadakan
berikade, papan – papan penunjuk, lampu – lampu penanda selama pekerjaan
berlangsung.
Pekerjaan galian dilakukan sesuai teknis dan cara - cara penggalian yang baik,
aman dan tepat.
Galian tanah dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa
yang akan dipasang.
Penggalian tanah harus segera diikuti dengan pekerjaan pemasangan pipa dan
asesoris dan langsung dilaksanakan dengan penimbunan kembali
Pada pekerjaan galian tanah yang melintas jalan, setelah selesai pelaksaan
pemasangan pipa, bekas galian tersebut ditimbun sepadat mungkin dan
bagian atas galian harus di tutup dengan bahan sesuai bahan penutup semula.
Pedoman yang dipakai untuk kedalaman galian adalah diukur dari atas pipa
sampai permukaan tanah dasar ditambah dengan diameter luar pipa.
Kedalaman galian hendaknya selalu diperiksa atau mendapatkan kedalaman
jalur pipa yang tepat.
Pekerjaan galian dinyatakan selesai setelah mendapatkan persetujuan dari
Direksi Teknis
Pengurugan Kembali
Urugan tanah kembali dilaksanakan setelah pemasangan pipa dinyatakan
selesai dan sesuai dengan peraturan yang berlaku atau telah disetujui oleh
direksi teknis.
Urugan tanah kembali menggunakan material bekas galian tanah.
Urugan tanah diisi pada bagian - bagian galian dan pada bagian pipa yang
sudah terpasang.
Urugan tanah kembali harus padat agar menjadi penahan gerakan dari pipa.
Urugan tanah kembali dinyatakan selesai apabila sudah mendapatkan
persetujuan dari direksi teknis.
Pemasangan Pipa
Penyedia jasa harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan pemasangan
pipa sesuai dengan dokumen kontrak dan syarat – syarat yang tercantum
dalam spesifikasi ini.
Penyedia jasa harus bertanggungjawab atas persyaratan dasar bahwa pipa
yang terpasang sesuai dengan lintasan dan sudut belokan yang dikehendaki
dengan sambungan (fitting), katup – katup (valve), dan pengurasan pada
tempat yang diperlukan.
Penyedia harus mempelajari brosur–brosur teknis atau pedoman teknis yang
dikeluarkan oleh pabrik dari pipa, fitting dan perlengkapan yang digunakan
pada pekerjaan ini, atau mengikuti petunjuk teknis dari Direksi teknis bila
diperlukan.
Sebelum pemasangan pipa dimulai, pipa – pipa yang akan dipasang
diletakkan sedekat mungking pada galian – galian pipa.
Pipa – pipa dan asesoris lainnya harus terpasang secara benar pada jalur yang
ditentukan, baik kelurusannya, kedalaman maupun kemiringannya.
Bila ada rintangan yang tidak terlihat didalam rencana dan ternyata
menghalangi pekerjaan dan mengakibatkan perubahan pelaksanaan, maka
penyedia harus mengadakan perubahan tersebut sesuai dengan petunjuk
Direksi Teknis.
Bila terjadi kerusakan pada pipa dan asesoris akibat kelalaian penyedia, maka
penyedia harus mengganti segera pipa ataupun asesoris tersebut
Selama pemasangan pipa baik pipa PVC maupun pipa GIP harus dihindari
terbantingnya atau terbenturnya pipa yang dapat mengakibatkan pecah atau
retak pada pipa atau kerusakan pada ujung pipa (Ulir untuk pipa GIP) yang
akan menyulitkan pemasangan pipa.
Pipa yang akan dipasang harus bebas dari segala kotoran. Bagian luar pipa,
kopling, ulir dan semau sambungan yang ada terlebih dahulu harus dicuci
sehingga diperoleh sambungan yang stabil dan baik.
Pada pipa–pipa yang sudah terpasang harus dicegah jangan sampai
kemasukan segala macam kotoran, batu, tanah maupun alat–alat kerja yang
dapat menyumbat aliran air.
Untuk belokan yang tidak menggunakan bend harus dilaksanakan sedemikian
rupa sehingga sudut sambungan antara pipa dua pipa tidak boleh lebih besar
dari yang diizinkan oleh pabrik.
Pada tikungan/belokan maupun pelintas pipa di sunngai dan jembatan
harus dipasangkan Bend. Begitupun pada simpangan harus digunakan
Tee.
Untuk sambungan pipa GIP menggunakan Flange yang dilas pada pipa GIP
dan menggunakan mur dan bout dengan ukuran yang disesuaikan pada
besaran pipa yang akan dipasang.
Mur dan bout terbuat dari baja Steel yang ukuran sesuai untuk pemasangan
tiap flange dan kepala baut berbentuk hexagonal. Jumlah dan ukuran mur,
baut dan ring disesuaikan dengan spesifikasi yang ada atau sesuai dengan
petunjuk gambar bestek.
Untuk sambungan pipa PVC menggunakan sambungan Ring Karet (Rubber
Ring) atau Sambungan Move Solven Cement.
Untuk pemasangan pipa GIP dan PVC menggunakan alat perpipaan yang
biasanya digunakan pada pemasangan pipa. adapun alat bantu kerja lainnya
akan menjadi tanggung jawab dari penyedia.
Pada pemasangan pipa HDPE menggunakan alat Electro Fusion Joint untuk
pipa diameter 8” keatas dan Butt Fusion Joint untuk pipa diameter 2” – 6”.
Teknik pemasangan pipa HDPE dengan menggunakan alat Electro Fusion
Joint sebagai berikut :
- Bersihkan ujung pipa yang akan disambung.
- Pasang ujung – ujung pipa tersebut ke electro fusion.
- Hubungkan electroda yang ada di electro fusion ke electro fitting dan
hidupakan.
- Persenyawaan sambungan telah terjadi apabila warna lampu indikator
telah kuning.
- Proses terakhir adalah pendinginan sesuai dengan waktu yang tercantum
pada card/petunjuk yang terdapat pada alat penyambungan pipa HDPE.
Untuk penyambungan pipa menggunakan mesin Butt Fusion Joint sebagai
berikut :
- Pasang ujung – ujung pipa yang akan disambung pada mesin perata ujung
pipa.
- Kencangkan alat penjepitnya sampai kedua ujung pipa berada dalam satu
sumbuh.
- Ratakan ujung – ujung pipa dengan alat perata electric sampai kedua ujung
pipa benar – benar rata dan bersih.
- Pasang alat pemanas diantara ujung – ujung pipa dan panaskan plat
pemanas sampai titik senayawa.
- Bila kedua ujung pipa benar – benar telah mencapai panas yang
ditentukan, sambungkan dan tekan kedua ujung pipa yang sudah
dipanaskan sampai tekanan persenyawaan yang sesuai.
- Proses terakhir adalah pendinginan sesuai dengan waktu yang tercantum
pada card/petunjuk yang terdapat pada alat penyambungan pipa HDPE.
Seluruh mesin penyambungan pipa di bantu dengan menggunakan
mesin ganset diatas 5000 watt.
Seluruh hasil pemasangan pipa dan asesoris yang di dilaksanakan yang tidak
sesuai atau tidak memenuhi persyaratan standar, akan ditolak, dan harus di
dibongkar untuk dilakukan pemasangan kembali.
Pengetesan Pipa
Pipa yang telah dipasang harus dites/diuji pada setiap sambungannya untuk
diketahui apakah penyambungan pipa sudah dilakukan dengan sempurna.
Pengetesan pipa harus sepengetahuan Direksi/Pengawas dan mendapat
persetujuan dari Direksi/Pengawas.
Pengetasan pipa dilaksanakan setiap pipa terpasang 6 batang pipa atau tidak
lebih dari 50 meter.
Bila masih terdapat sambungan yang bocor maka pipa dan sambungan
tersebut harus segera diganti atau diperbaiki kembali.
Pengurasan dilaksanakan mulai dari ujung pipa pertama sampai dengan ujung
pipa terakhir dengan menggunakan air yang bersih untuk mengeluarkan
segala kotoran yang masih ada didalam pipa.
Pengurasan dilaksanakan mulai dari ujung pipa pertama sampai dengan ujung
pipa terakhir dengan menggunakan air yang bersih untuk mengeluarkan
segala kotoran yang masih ada didalam pipa.