| 0624022000107000 | Rp 1,035,424,326 | |
| 0029074879107000 | - | |
| 0748410057107000 | - | |
CV Laksana Permata | 06*8**3****21**0 | - |
CV Karya Abadi | 0028891778107000 | - |
| 0710279878127000 | - | |
CV Lot Kane | 06*3**2****07**0 | - |
CV Karya Sebudi Idolaku | 09*5**0****07**0 | - |
CV Fajar Lanino | 02*7**7****01**0 | - |
CV Rau Alfara Utama | 06*8**6****01**0 | - |
| 0748839560124000 | - | |
| 0316668219107000 | - | |
| 0029712221101000 | - | |
| 0840341762121000 | - | |
CV Shangrila Kirana Pratama | 10*1**1****23**2 | - |
| 0828002832107000 | - | |
| 0724303938101000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN
REHABILITASI GEDUNG UPTD KB (PEMBUATAN PAGAR 4 BALAI)
SATUAN KERJA
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARAGA BERENCANA
KABUPATEN ACEH TENGGARA
SUMBER DANA
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2025
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARAGA BERENCANA
KABUPATEN ACEH TENGGARA
TAHUN ANGGARAN
2025
REHABILITASI GEDUNG UPTD KB (PEMBUATAN PAGAR 4 BALAI)
I. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup dalam pekerjaan ini meliputi :
Ruang lingkup pekerjaan Rehabilitasi Gedung UPTD KB (Pembuatan Pagar 4 Balai) adalah sebagai berikut :
A. Pekerjaan Persiapan
B. Pekerjaan Tanah dan Pondasi
C. Pekerjaan Struktur Beton Bertulang
D. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran
E. Pekerjaan Paving Block
F. Pekerjaan Pengecatan
G. Pekerjaan Lain-Lain
II. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN( SITE WORK )
1) Pengukuran Bowplank
Pekerjaan pengukuran ini merupakan pengukuran Rencana bangunan yang akan Dibangun dengan
melakukan pengukuran secara detail, akurat. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh informasi
kondisi Rencana Bangunan, dengan Referensi gambar kerja desain. Dimensi elevasi yang tertera
dalam gambar dituangkan dilapangan, dengan menggunakan alat ukur. Selanjutnya semua data
pengukuran dicatat dan hasil pengukuran.
Peralatan yang digunakan : Meteran, papan survey, benang, paku dan kayu.
2) Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan perlengkapan untuk
melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang
diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang dilakukan terdiri dari :
Dump truck 3,5 m3, Concrete Mixer/ Molen, Pick Up, Alat Pertukangan.
Personil terdiri dari: Kepala Proyek, Site Manager, Koordinator K3, Logistik.
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebagai tempat
penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke kondisi awal.
3) Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dibuat pada bidang datar yang berukuran standard dan tulisannya mudah
dibaca, papan nama tersebut di pajang pada lokasi pembangunan
Peralatan yang digunakan : Gegaji, Palu, Cangkul
4) Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi
Selanjutnya dengan dokumentasi yang ada dilakukan proses administrasi terhadap semua pekerjaan
termasuk bukti progres kerja. Shop Drawing, adalah gambar kerja yang menjadi acuan pelaksanaan
dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan dibuat setelah gambar kerja dari konsultan perencana
mendapat persetujuan dan pengesahan.
Dokumentasi
Pelaksanaan pekerjaan dokumentasi dilakukan sejak awal akan dimulai pelaksanaan pekerjaan,
selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada pelaksaan pekerjaan. Pelaksana pekerjaan diwajibkan
membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo
dokumentasi. Photo dokumentasi pekerjaan tersebut harus bisa memberikan gambaran secara
lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan sejak dari awal hingga akhir pelaksanaan
pekerjaan, sehingga secara kronologi bisa menjadi satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh
kegiatan tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang
berbeda atau sesuai dengan pengarahan Direksi pekerjaan dan harus bisa memberikan gambaran
secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. Pelaksanaan pengambilan photo
dokumentasi tersebut dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan (Shop Drawing).
Tahapan pelaksanaan kegiatan dokumentasi pekerjaan :
• Saat awal / sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan 0%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 %;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan selesai atau telah mencapai prestasi 100%.
Peralatan yang digunakan : Kamera.
B. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
1) Pekerjaan Tanah dan Pondasi
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, cangkul, belincong, benang, selang air, dll.
Pelaksanaan pekerjaan galian tanah untuk pondasi
• Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan belincong.
• Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
• Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
• Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.
• Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai gambar kerja.
• Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat
ukur manual (meteran).
• Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase secukupnya supaya air
dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
• Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi bekas pembuangan sampah,
banyak potongan kayu, atau tanah yang berlumpur. Bila hal ini dijumpai, baiknya benda-benda
tersebut diangkat.
• Urugan tanah dilakukan setelah pekerjaan pondasi batu kali selesai dikerjakan.
• Urugan tanah kembali dengan memanfaatkan tanah bekas galian.
• Urug tanah disekitar lubang bekas galian pondasi.
• Urugan tanah diratakan dan dipadatkan.
2) Pondasi Batu
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, benang, selang air, concrete mixer/ molen,
kereta sorong, ember cor dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Pastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah sesuai
gambar kerja.
• Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
• Buat adukan untuk pasangan pondasi batu kali.
• Basahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
• Pasang batu aanstamping terlebih dahulu.
• Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping dengan menggunakan adukan yang merata
mengisi rongga-rongga antar batu kali.
• Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan
berongga besar.
• Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.
C. PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG
1) Pekerjaan Struktur Beton Bertulang
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : beton mutu f’c 15 atau sama dengan mutu beton K-175,
besi beton, kawat beton, semen PC, pasir, multiplek/ papan, paku, minyak bekesting, balok
kaso, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer/ molen, meteran, gergaji, raskam, jidar,
benang, selang air,pompa air, kereta sorong, ember cor dll.
Besi Tulangan
• Pelaksanaan pekerjaan besi tulangan memerlukan tempat yang cukup luas untuk menaruh,
memotong besi beton dan membengkoknya sehingga sesuai dengan gambar kerja.
• Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan
gambar kerja dan RKS.
• Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
• Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
• Besi beton yang telah dirakit diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk saat akan dipasang.
• Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru setelah itu dilanjutkan dengan
pemasangan bekesting.
• Untuk balok bekesting dikerjakan dahulu baru setelah itu dilanjutan dengan pembesian tulangan
Bekisting
• Bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan pengukuran dan mempercepat
pelaksanaannya.
• Bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti : sloof, kolom, balok
menggunakan bahan dari multiplek/ papan kayu dan perkuatan menggunakan balok/kaso:
a. Potong dan bentuk multiplek/ papan kayu sesuai dengan ukuran gambar kerja.
b. Pasang dan rangkai potongan multiplek/. Papan kayu pada area struktur yang akan dicor
dengan perkuatan balok/kaso.
c. Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran. Pasangan bekesting harus rapih,
siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang
flat/maksimal.
• Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
• Setting (pasang) besi tulangan yang telah dirakit ke dalam bekesting.
• Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
Pengecoran Beton
• Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk dilakukannya pengecoran
beton.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang / dipabrikasi, semua ukuran dan perkuatan acuan
diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang adukan beton ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan
dan dipadatkan sehingga beton dapat padat.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
D. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1) Pekerjaan Pasangan
Bahan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : Batu bata merah, pasir pasang, semen PC dan air.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Meteran, Sendok semen, benang, unting-unting, kereta
sorong, ember cor, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Mempersiapkan Bahan-bahan yang digunakan dan peralatan yang dibutuhkan beserta
kelengkapannya.
• Membuat acuan vertikal dan horizontal menggunakan benang yang dikaitkan dengan kayu yang
cukup kuat dan tegak lurus
• Batu bata yang akan dipasang direndam atau dibasahi hingga jenuh air
• Diberikan angkur untuk pemasangan dinding bata yang menempel pada kolom
• Dipasang bertahap dengan menggunakan adukan sebagai spesinya sesuai persyaratannya.
Untuk dinding yang kedap air menggunakan adukan 1 : 2 dan untuk pasangan bata merah yang
lainnya menggunakan adukan 1 : 4.
2) Pekerjaan Pelesteran
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, unting-unting, jidar, raskam, benang, kereta
sorong, ember cor.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4Psr dan plesteran transram menggunakan
adukan 1PC : 2Psr.
• Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai
yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
• Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
• Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan dinding bata
untuk menghindarkan keretakan.
• Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
• Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan dengan
raskam dan jidar.
• Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
• Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
• Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil acian
yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering
digosok dengan menggunakan kertas gosok.
E. PEKERJAAN PAVING BLOCK
1) Pekerjaan Paving Block
Persiapan
• Melakukan pengukuran dan penandaan area kerja sesuai gambar rencana.
• Membersihkan lokasi dari sampah, tanaman liar, atau material yang mengganggu.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, palu karet, waterpass, benang, selang air.
Pelaksanaan pekerjaan pasang paving block
• Sebelum dilakukan pemasangan paving block, cek kerataan permukaan yang akan dipasang
paving block.
• Pasang benang untuk bantuan agar pasangan permukaan paving block yang rata dan garis
siar/nat yang lurus.
• Saat pemasangan, paving block ditekan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan
permukaan yang rata.
• Cek kerataan permukaan pasangan paving block dengan alat waterpass.
• Setelah terpasang, paving dipadatkan menggunakan baby roller atau plate compactor dengan
alas karet agar tidak pecah. Tujuannya untuk menurunkan paving ke posisi akhir dan
membuatnya terkunci dengan baik.
• Mengisi celah antar paving dengan pasir kering yang dihampar dan disapu hingga masuk ke
sela-sela.
• Terakhir pemasangan beton mutu f’c 15 Mpa sebagai pengunci dipinggiran paving block.
F. PEKERJAAN PENGECATAN
1) Pekerjaan Pengecatan
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding dan tiang kolom, plamir dinding, sealer,
ampelas, air , dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : kuas, kape, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
• Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
• Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
• Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat kawat
atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
• Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang
kecil dan retak-retak halus tertutup.
• Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
• Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila setelah
disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Peralatan Pekerjaan
• Memakai Kuas Kuas 3 Inchi
G. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1) Pekerjaan Relief
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : semen, pasir, air , Kayu mall dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : sendok semen, raskam, mall cetak, dll.
Pekerjaan relief dilakukan oleh orang berpengalaman dan ahli di bidang relief. Bentuk dan ukuran
relief disesuaikan dengan gambar kerja.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 25 April 2024 | Penataan Lingkungan Sungai Dan Rekayasa Teknik Jeram Di Dermaga Start Dan Finish | Kab. Aceh Tenggara | Rp 1,570,000,000 |
| 13 April 2023 | Pembangunan Jalan Biak Muli ~ Terutung Megara ~ Terutung Megara Lawe Pasaran | Kab. Aceh Tenggara | Rp 1,300,000,000 |
| 25 February 2025 | Paket Lebaran | Kab. Aceh Tenggara | Rp 393,120,000 |
| 20 May 2023 | Normalisasi Sungai Muara Stulen Kecamatan Babul Makmur (P) | Kab. Aceh Tenggara | Rp 360,000,000 |
| 17 July 2024 | Rehabilitasi 2 Ruang Kelas Smp Negeri 1 Badar (Dau) | Kab. Aceh Tenggara | Rp 299,000,000 |
| 18 July 2024 | Pemeliharaan Rumah Jabatan Wakil Ketua 1 | Kab. Aceh Tenggara | Rp 200,000,000 |
| 21 August 2024 | Normalisasi Sungai Desa Rikit Kec. Bukit Tusam | Kab. Aceh Tenggara | Rp 200,000,000 |
| 1 December 2023 | Normalisasi Sungai Kali Alas Desa Lawe Sumur (P) | Kab. Aceh Tenggara | Rp 200,000,000 |
| 10 May 2023 | Normalisasi Sungai Lawe Pinis Kec. Darul Hasanah (P) | Kab. Aceh Tenggara | Rp 200,000,000 |
| 9 August 2024 | Normalisasi Lawe Kisam Kec. Lawe Bulan (P) | Kab. Aceh Tenggara | Rp 200,000,000 |