| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0317856417423000 | Rp 2,111,547,450 | 93.59 | - | Tim personil yang ditawarkan ganda dengan paket lain | |
| 0853336790404000 | Rp 2,127,915,000 | 88.22 | 90.42 | - | |
| 0013910799061000 | Rp 2,172,374,000 | 90.94 | 92.2 | - | |
| 0022398564651000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0016468944019000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas`` | |
| 0013131750014000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0722837234013000 | - | 36.45 | - | Kualifikasi pendidikan yang ditawarkan untuk Asisten TA Lingkungan tidak sesuai | |
| 0015428790017000 | - | 25.5 | - | jumlah TA yang diusulkan tidak sesuai yang dipersyaratkan | |
| 0210498044014000 | - | - | - | - | |
| 0867914285543000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0315392357542000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0032006371076000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0015961139015000 | - | 29.35 | - | Kualifikasi pendidikan yang ditawarkan untuk Asisten Ahli Infrastruktur tidak sesuai | |
| 0011188190429000 | - | - | - | Tidak melampirkan Sertifikat Standar untuk KBLI , 71101 RBA atau OSS KBLI 71101 yang sudah berlaku efektif, Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0016785743017000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
PT Saranabudi Prakarsaripta Cab. Palu | 0011395159831001 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas |
| 0016783409441000 | - | - | - | - | |
| 0025413436013000 | - | - | - | - | |
| 0016383804017000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0013628110015000 | - | - | - | Nilai unsur pengalaman belum memenuhi ambang batas | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0311613996429000 | - | - | - | - | |
| 0015711062031000 | - | - | - | - | |
| 0018587162701000 | - | - | - | - | |
| 0030270318701000 | - | - | - | - | |
| 0032006702015000 | - | - | - | - | |
| 0014556161441000 | - | - | - | - | |
| 0031896608403000 | - | - | - | - | |
| 0014218218424000 | - | - | - | - | |
| 0013753256061000 | - | - | - | - | |
| 0027790963423000 | - | - | - | - | |
| 0013557640019000 | - | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0013996814061000 | - | - | - | - | |
PT Asana Citra Yasa | 0012464293821001 | - | - | - | - |
PT Geospasial Insan Mulia | 09*1**8****29**0 | - | - | - | - |
| 0022036545429000 | - | - | - | - | |
| 0843061888429000 | - | - | - | - | |
| 0023331226441000 | - | - | - | - | |
| 0031582828015000 | - | - | - | - | |
| 0019777937016000 | - | - | - | - | |
| 0015485642424000 | - | - | - | - | |
| 0024460586424000 | - | - | - | - | |
PT Digital Imaging Geospatial | 0312330378429000 | - | - | - | - |
PT Ecoplan Rekabumi Interconsult | 00*5**4****21**0 | - | - | - | - |
PT Santika Kusumaagung | 0015534560019000 | - | - | - | - |
| 0731144473401000 | - | - | - | - | |
| 0026454256323000 | - | - | - | - | |
| 0016916140429000 | - | - | - | - | |
| 0313898983432000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0311541411017000 | - | - | - | - | |
| 0013662622077000 | - | - | - | - | |
Wasiyat Geo Spasial | 08*1**8****61**0 | - | - | - | - |
| 0016920340429000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - | |
| 0015673379013000 | - | - | - | - | |
| 0603506692801000 | - | - | - | - | |
PT Aria Ripta Sarana | 0017318874441000 | - | - | - | - |
PT Ide Bangsa Mahardika | 09*2**3****52**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
PAKET PEKERJAAN
PENYUSUNAN MATERI TEKNIS RDTR KPN
DI SAUMLAKI DAN LARAT
(KONTRAKTUAL)
TAHUN ANGGARAN 2023
SATUAN KERJA
DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kawasan Perbatasan Negara merupakan bagian dari Wilayah Negara yang
terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengan negara
tetangga. Terkait batas wilayah negara di laut pada kawasan perbatasan tersebut
berada di kecamatan terluar yang berbatasan dengan negara tetangga. Kawasan
perbatasan negara merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang
wilayah penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat
penting secara nasional terhadap kedaulatan negara serta pertahanan dan
keamanan negara. Untuk itu penting disusun rencana tata ruang kawasan
perbatasan negara yang berperan sebagai alat operasionalisasi RTRWN dan
sebagai alat koordinasi pelaksanaan pembangunan di kawasan perbatasan
negara. Saat ini Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Maluku
telah ditetapkan dalam Peraturan Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2015
tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Maluku.
Berdasarkan Perpres 33/2015, yang dimaksud cakupan kawasan perbatasan
negara di Maluku meliputi Kawasan Perbatasan Negara yang mencakup kawasan
perbatasan di darat dan kawasan perbatasan di laut. Kawasan perbatasan di darat
meliputi kawasan yang berada di kecamatan pada sisi dalam sepanjang batas
wilayah Negara Indonesia dengan Negara Timor Leste. Kawasan perbatasan di
laut meliputi kawasan sisi dalam garis batas yurisdiksi, garis batas Laut Teritorial
Indonesia dalam hal tidak ada batas yurisdiksi, dan/atau Garis Batas Klaim
Maksimum dalam hal garis batas negara belum disepakati dengan Negara Timor
Leste dan Negara Australia, hingga garis pantai termasuk kecamatan yang
memiliki garis pantai tersebut; atau seluruh kecamatan pada gugus kepulauan,
atau hingga perairan dengan jarak 24 mil laut dari garis pangkal kepulauan.
Wilayah yang berbatasan langsung, yaitu antara lain PKSN Saumlaki dan Larat di
Gugus Kepulauan Tanimbar. Terkait kebijakan untuk mewujudkan pertumbuhan
ekonomi Kawasan Perbatasan Negara yang mandiri salah satunya dilakukan
melalui pengembangan ekonomi Kawasan Perbatasan Negara yang dilakukan
secara sinergis dengan kawasan pengembangan ekonomi dalam sistem klaster.
Sehubungan dengan agenda kerja prioritas Presiden RI bahwa pembangunan
kawasan perbatasan diprioritaskan, maka diperlukan penanganan yang lebih
diutamakan untuk kawasan perbatasan tersebut.
Pada tahun 2018 telah dilakukan penyusunan materi teknis dan RPerpres RDTR
KPN di Saumlaki dan Larat, namun belum dilanjutkan pada tahap legislasi karena
keterbatasan jumlah pengajuan Program Penyusunan (Progsun). Mengingat
RDTR KPN Saumlaki dan Larat merupakan salah satu amanat RPJMN tahun
2020-2024 serta adanya Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela
yang tertuang dalam Perpres 56/2018 tentang PSN, pada tahun 2023 perlu
dilakukan penyusunan materi teknis dan RPerpres RDTR KPN Saumlaki dan Larat
untuk dapat diajukan pada tahap fasilitas legislasi (fasleg). Penyusunan tersebut
mencakup penyesuaian terhadap kebijakan Peraturan Perundang-Undangan di
Pusat dan Daerah, serta kondisi eksisting di lapangan. Peraturan Perundang-
Undangan yang dimaksud meliputi:
1) Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN No. 10 Tahun 2021 tentang Pedoman
Penyusunan, Peninjauan Kembali, dan Revisi Rencana Tata Ruang
Pulau/Kepulauan, Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional, dan
Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara;
2) Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kesesuaian
Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Sinkronisasi Program
Pemanfaatan Ruang (SPPR);
3) Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN No. 14 Tahun 2021 tentang Pedoman
Penyusunan Basis Data Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi,
Kabupaten, dan Kota serta Peta Rencana Detail Tata Ruang
Kabupaten/Kota;
4) Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 15 Tahun 2021 tentang Koordinasi Penyelenggaraan
Penataan Ruang;
5) Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN No. 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan
Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang;
6) Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN No. 05 Tahun 2022 tentang Tata Cara
Pengintegrasian Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penyusunan
Rencana Tata Ruang;
7) Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan
dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau; dan
8) RTRW Provinsi, RTRW Kabupaten, dan RPJMD.