| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0013422209086000 | Rp 1,968,345,000 | 93.94 | 95.15 | - | |
| 0013910799061000 | Rp 2,049,984,000 | 93.78 | 94.22 | - | |
| 0025413436013000 | Rp 2,062,580,000 | 92.61 | 93.17 | - | |
| 0317856417423000 | Rp 2,067,700,230 | 93.07 | 93.5 | - | |
| 0015428790017000 | Rp 2,071,168,000 | 96.39 | 96.12 | - | |
| 0853336790404000 | Rp 2,086,790,000 | 93.86 | 93.95 | - | |
| 0015711062031000 | - | - | - | Tidak memenuhi ambang batas | |
| 0017501339016000 | - | - | - | Anggota KSO tidak memiliki pengalaman sejenis 3 dan 10 tahun terakhir | |
| 0015914963701000 | - | - | - | karimata tidak ada pengalaman sejenis 3 dan 10 tahun, krinotek tidak ada pengalaman sejeni 3 tahun. | |
| 0016785743017000 | - | - | - | reka spasia dan prospera tidak ada pengalaman sejenis 3 tahun terakhir | |
| 0669612608424000 | - | - | - | Geojaya tidak memiliki pengalaman sejenis 3 tahun terakhir | |
| 0016920340429000 | - | - | - | krida tidak ada pengalaman sejenis 10 tahun terakhir minimal 50% HPS | |
| 0022057574541000 | - | - | - | Tidak memeiliki pengalaman sesuai persyaratan | |
| 0016627358061000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman sejenis 3 dan 10 tahun terakhir minimal 50% HPS | |
| 0015725617061000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman sesuai persyaratan | |
| 0722837234013000 | - | - | - | Tidak memiliki Pengalaman sejenis 3 tahun terakhir sesuai persyaratan | |
| 0311613996429000 | - | - | - | sugitek tidak ada pengalaman sejenis 3 tahun terakhir sesuai persyaratan | |
| 0021606967013000 | - | - | - | Aqeela tidak memiliki pengalaman sejenis 3 dan 10 tahun terakhir | |
PT Aria Ripta Sarana | 0017318874441000 | - | - | - | Aria Ripta tidak ada pengalaman sejenis 3 tahun dan Daya Cipta tidak ada pengalaman 1 dan 3 tahun sesuai pesyaratan |
| 0013719786061000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman sejenis 3 dan 10 tahun terakhir minimal HPS | |
| 0858799125018000 | - | - | - | 1. Tidak memenuhi persyaratan izin usaha, 2. Tidak memiliki pengalaman sesuai persyaratan | |
| 0651895237543000 | - | - | - | - | |
Firma Kjsb Subkhi Abdul Hakim At Tigholy Dan Rekan | 0531623874501000 | - | - | - | - |
| 0316100940013000 | - | - | - | - | |
| 0032006371076000 | - | - | - | - | |
| 0018698233058000 | - | - | - | - | |
| 0761032630543000 | - | - | - | - | |
| 0313375545542000 | - | - | - | - | |
| 0013996814061000 | - | - | - | - | |
| 0017539248805000 | - | - | - | - | |
| 0312752710411000 | - | - | - | - | |
| 0401609649422000 | - | - | - | - | |
| 0015148877331000 | - | - | - | - | |
| 0013943766017000 | - | - | - | - | |
| 0033185869013000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0026454256323000 | - | - | - | - | |
| 0013753256061000 | - | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0015673379013000 | - | - | - | - | |
| 0016783409441000 | - | - | - | - | |
| 0015961139015000 | - | - | - | - | |
| 0210498044014000 | - | - | - | - | |
| 0016468944019000 | - | - | - | - | |
| 0013639422062000 | - | - | - | - | |
| 0025344086017000 | - | - | - | - | |
| 0012243556508000 | - | - | - | - | |
| 0013662622077000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0013131750014000 | - | - | - | - | |
| 0018587162701000 | - | - | - | - | |
| 0030645402015000 | - | - | - | - | |
Kjsb Sudung Manurung | 0813407673221000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KONTRAKTUAL
KAJIAN PENDEKATAN EKONOMI HIJAU DALAM
PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN DAN
PEMBANGUNAN DAERAH DI KORIDOR RIMBA
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM GEF RIMBA
KERJASAMA
DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN
PERTANAHAN NASIONAL
DENGAN
UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAM - GLOBAL
ENVIRONMENT FACILITY (UNEP-GEF)
Gedung Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Jl. Raden Patah I/1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 12110
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. GAMBARAN UMUM
Koridor ekosistem RIMBA yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden
Nomor 13 tahun 2012, tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera
(2012-2032) disebutkan dalam pasal 48 bahwa kawasan koridor
ekosistem merupakan kawasan berfungsi lindung, dikelola melalui
mempertahankan, melestarikan dan meningkatkan fungsinya koridor
ekosistem. Koridor ekosistem yang dimaksud adalah wilayah yang
merupakan bagian dari Kawasan lindung dan/atau Kawasan budidaya
yang berfungsi sebagai alur migrasi satwa, yang menghubungkan antar
kawasan konservasi. Kawasan ini meliputi Kawasan yang
menghubungkan kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling,
Cagar Alam Batang Pangean I dan II, kawasan Hutan Lindung Bukit
Batabuh, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, dan Taman Nasional
Berbak sebagai koridor satwa Gajah, Harimau dan Burung.
Program Koridor Ekosistem RIMBA dilaksanakan dengan
mengutamakan revitalisasi modal alam, konservasi biodiversity dan
pengurangi emisi karbon. melalui pembangunan ekonomi hijau.
Ekonomi hijau adalah suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat,
sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.
Pembangunan Ekonomi Hijau kini sudah menjadi arus utama
kebijakan global dan kebijakan Nasional sebagaimana tercantum
dalam RPJMN 2019-2024, walaupun saat ini masih didominasi pada
pembangunan infrastruktur dan energi. Sehubungan dengan hal
tersebut maka program RIMBA dikembangkan sebagai model
pembangunan ekonomi hijau pada wilayah koridor ekosistem RIMBA.
Pelaksanaan ekonomi hijau di koridor ekosistem RIMBA di danai
melalui proyek hibah dari Global Environment Facility (GEF) melalui
United Nation Environment Program (UNEP) dan telah ditetapkan
sebagai pelaksananya (National Executing Agency) adalah Direktorat
Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berdasarkan Project Coorperation
Agreement (PCA) No. PCA/ 2021/4301 yang telah ditandatangani oleh
kedua belah pihak.
Pelaksanaan kegiatan proyek RIMBA terbagi menjadi 3 program
komponen utama yaitu:
Komponen 1
Pembentukan kerangka kelembagaan yang berkelanjutan dan
efektif untuk Ekonomi Hijau di Koridor ekosistem RIMBA yang
diawali dengan penyusunan Roadmap pembangunan Ekonomi
Hijau di Koridor ekosistem RIMBA.
Komponen 2
Demonstrasi kepada pemangku kepentingan (pemerintah,
pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan masyarakat) tentang
kelangsungan Pembangunan Ekonomi Hijau, yang meningkatkan
layanan air, karbon, dan keanekaragaman hayati di Koridor
ekosistem RIMBA
Komponen 3
Monitoring, evaluasi dan diseminasi pelaksanaan ekonomi hijau
pada koridor ekosistem RIMBA serta berbagi praktik pembelajaran
yang baik.
Kegiatan penyusunan kajian ekonomi hijau dalam Peninjauan kembali
RTRW Kabupaten, KLHS dan Sinkronisasi terhadap RPJP 2024-2045
dan RPJM 2024-2029 daerah, merupakan salah satu kegiatan di
Komponen 2, yaitu menfasilitasi dan mensinkronkan kebijakan
Ekonomi Hijau kedalam kebijakan, rencana dan program pemerintah.
Koridor ekosistem RIMBA yang menghubungkan kawasan konservasi
di tiga provinsi, yaitu Provinsi Riau, Provinsi Jambi dan Provinsi
Sumatera Barat. Terdiri dari mosaik antara kawasan budidaya dan
kawasan lindung, dimana secara umum kawasan tersebut dibebani
fungsi lindung dalam pemanfaatannya (Gambar 1).
Gambar 1 peta lanskap status hutan di koridor ekosistem RIMBA
Luas kawasan koridor RIMBA sekitar 3,8 Juta Ha, dengan beragam
status dari kawasan lindung diantaranya Cagar Alam, Suaka
Margasatwa, Taman Nasional dan Hutan Lindung. Kawasan budidaya
terutama kawasan hutan produksi (tetap, terbatas dan konversi),
kawasan perkotaan dan kawasan pertanian. Mengingat kawasan
ekosistem koridor RIMBA, maka pada kawasan budidaya perlu dikelola
dengan mempertahankan kawasan koridor satwa, melestarikan area
bernilai karbon tinggi dan ekosistem esensial, serta meningkatkan
fungsi koridor dengan adanya inovasi jalur perlintasan satwa pada
kawasan yang terfragmentasi oleh jalan. Agar dapat meningkatkan
pengelolaan kawasan koridor RIMBA, sebagaimana telah diamanatkan
dalam peraturan presiden tentang RTR Pulau Sumatera, maka telah
dikembangkan program kegiatan melalui proyek GEF RIMBA. Proyek
RIMBA mempunyai tujuan menjaga kelestarian Kekayaan
Keanekaragaman Hayati dan meningkatkan cadangan karbon di
seluruh wilayah bentang alam RIMBA dengan cara meningkatkan
konektivitas koridor ekosistem melalui pembangunan ekonomi hijau.
Koridor Ekosistem RIMBA yang mencakup beberapa wilayah
administrasi Provinsi dan Kabupaten didalamnya terdapat berbagai
kewenangan sektor dan terdapat berbagai pemangku kepentingan baik
di tingkat Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha
dan Masyarakat. Situasi ini menjadikan bahwa upaya pengelolaannya
tidak bisa berjalan sendiri namun memerlukan upaya yang inklusif,
koordinasi yang intensif dan kerjasama yang kuat.