| Administrative Score (SA) | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0030515597801000 | Rp 411,845,520 | 88.42 | 90.73 | |
| 0317660736901000 | Rp 582,225,886 | 89.24 | 89.2 | |
| 0835377276903000 | - | - | - | |
| 0843061888429000 | - | - | - | |
| 0022652663541000 | - | - | - | |
| 0312093958901000 | - | - | - | |
| 0016957201908000 | - | - | - | |
| 0702831264429000 | - | - | - | |
| 0802823336542000 | - | - | - | |
| 0014134456901000 | - | - | - | |
| 0027857549652000 | - | - | - | |
| 0021083787429000 | - | - | - | |
| 0023331226441000 | - | - | - | |
| 0013280938061000 | - | - | - | |
| 0032688483444000 | - | - | - | |
| 0022400436623000 | - | - | - | |
| 0015436215901000 | - | - | - | |
| 0019142934906000 | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | |
| 0020224598009000 | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - |
Kegiatan : Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengaman Pantai pada Wilayah Sungai (WS)
dalam 1 (Satu) Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan : Penyusunan Pola dan Rencana Pengelolaan SDA WS Kewenangan
Kabupaten/Kota
Pekerjaan : Belanja Jasa Konsultansi Berorientasi Layanan-Jasa Studi Penelitian dan
Bantuan Teknik - Penyusunan Studi Kelayakan Program Konservasi Pesisir
Sisi Barat Pantai Teluk Benoa di Kabupaten Badung
Latar Belakang
Kawasan Tanjung Benoa merupakan kawasan wisata internasional yang secara rutin mengadakan event internasional,
kawasan ini mencakup wilayah Tanjung Benoa sisi Barat yang meliputi juga Pulau Pudut. Sebagai kawasan yang
inklusif, terdapat banyak permasalahan yang harus segera dilakukan penataan untuk mengembangkan Kawasan
Tanjung Benoa yang berwawasan lingkungan, ekonomi dan budaya sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat. Adapun masalah utama yang mendasari berdampak terhadap keseimbangan lingkungan, antara lain;
a. Sedimentasi
Teluk Benoa merupakan daerah retarding basin (kawasan cekungan) yang menjadi kawasan tangkapan sedimen
semua aliran sungai yang bermuara di Teluk Benoa, pada kawasan ini laju sedimentasi sangat tinggi dan
terakumulasi seiring waktu.
b. Banjir
Seiring dengan semakin meningkatnya sedimentasi di Teluk Benoa, menyebabkan berkurangnya fungsi sebagai
tampungan banjir dari sungai-sungai di sekitarnya, sehingga saat banjir akan berdampak pada kemampuan daya
tampung sungai di bagian hulu, diantaranya adalah Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Sama, Tukad Jantung dan
Tukad Bualu.
c. Abrasi dan Sea Level Rise
Pulau Pudut atau Pulau Penyu merupakan pulau kecil yang berupa gumuk pasir yang saat ini keberadaannya
semakin terancam hilang akibat terjadinya abrasi dan peningkatan muka air laut (sea level rise). Sehingga perlunya
strategi penataan kawasan ini untuk dapat menjaga keberadaan pulau.
Gambar 1 Kondisi Pulau Pudut
d. Kemacetan Lalu Lintas
Terjadinya kemacetan pada area Tanjung Benoa membutuhkan tambahan aksebilitas karena akses yang ada
saat ini hanya mengandalkan Jalan Pratama sebagai jalan akses satu-satunya sehingga diperlukan jalan
alternatif untuk memecah kemacetan.
Gambar 1 Kondisi laulintas dan kemacetan Jl. Pratama Tanjung Benoa
e. Minimnya Fasilitas Publik
Pembangunan wisata yang berkembang pesat diarea Tanjung Benoa menyebabkan ketersediaan lahan untuk
fasilitas publik sangat kurang, sehingga perlu dilakukan rencana penataan untuk menyediakan lahan dan
membangun fasilitas publik.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Badung melakukan langkah awal untuk mengatasi
permasalahan tersebut, melalui studi kelayakan (feasibility study) untuk mengkaji Rencana Penataan Kawasan
Tanjung Benoa Sisi Barat. Hasil kajian ini digunakan sebagai dasar pelaksanaan kajian lebih lanjut yaitu Detail Desain
dan proses konstruksi.
Maksud dan Tujuan
Maksud dari pekerjaan “Penyusunan Studi Kelayakan Program Konservasi Pesisir Sisi Barat Pantai Teluk
Benoa di Kabupaten Badung” adalah untuk mendapatkan Kelayakan Penataan Kawasan Tanjung Benoa dari segi
teknis, ekonomi dan lingkungan.
Tujuan dari pekerjaan “Penyusunan Studi Kelayakan Program Konservasi Pesisir Sisi Barat Pantai Teluk Benoa
di Kabupaten Badung” adalah untuk mengembalikan fungsi tampungan dan menata kawasan agar mampu
menyesuaikan dengan perkembangan kawasan agar selaras dengan tata ruang darat, laut dan pesisir.
Kegiatan ini meliputi Kajian terhadap normalisasi/pengerukan sedimen serta pemanfaatan material hasil normalisasi
tersebut untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan lahan bagi fasilitas publik (sport center), penyusunan masterplan
kawasan, dan kajian lingkungan yang dapat dipergunakan dalam tahapan selanjutnya yaitu; Proses Penyusunan Detail
Desain.