| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0852493717722000 | Rp 3,434,490,746 | Tidak Dapat Membuktikan Pengalaman Sesuai Yang Diupload Dalam LPSE | |
| 0931428569729000 | Rp 3,573,491,132 | Tidak Hadir Dalam Pembuktian Kualifikasi | |
| 0943070458721000 | Rp 3,888,246,558 | - | |
| 0018018036721000 | - | - | |
| 0019269448721000 | - | - | |
| 0630459543721000 | - | - | |
Fadhillah Bersama | 05*1**0****29**0 | - | - |
| 0938176880721000 | - | - | |
| 0919138339729000 | - | - | |
| 0026300863728000 | - | - | |
| 0019685726724000 | - | - | |
| 0022139661724000 | - | - | |
| 0533720561721000 | - | - | |
| 0020458964721000 | - | - | |
CV Bumi Etam Kreativindo | 08*1**5****21**0 | - | - |
| 0021335237721000 | - | - | |
| 0944701473723000 | - | - | |
| 0714110525721000 | - | - | |
| 0014079198725000 | - | - | |
PT Gemilang Zahra Indonesia | 00*0**6****21**0 | - | - |
PT Putra Gojeng Bersaudarah | 07*9**3****21**0 | - | - |
CV Dwira Energy Visitama | 0947790838721000 | - | - |
| 0834454035722000 | - | - | |
| 0665505442711000 | - | - | |
| 0025475500722000 | - | - | |
| 0033138298722000 | - | - | |
PT Rizky Mandiri Sejahtera | 0750962425721000 | - | - |
| 0012195137714000 | - | - | |
| 0840971188721000 | - | - | |
| 0942583170701000 | - | - | |
| 0012337242617000 | - | - | |
| 0863815973649000 | - | - | |
| 0011489523721000 | - | - | |
CV Empat R Jaya | 08*3**2****21**0 | - | - |
| 0947958633741000 | - | - | |
| 0950516609721000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN a. Metode pelaksanaan mengacu pada Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Rev. 2); b. Melakukan MC0 untuk mengecek kondisi lokasi yang sekarang, melakukan topografi ulang dan menghitung kembali volume dengan kondisi existing yang sekarang. c. Melakukan rapak koordinasi dan sosialisasi dengan Instansi terkait dan warga sekitar. d. Menentukan titik awal dan titik akhir lokasi (STA awal & STA akhir). e. Melakukan mobilisasi alat kerja, bahan material, dll. f. Pekerjaan penyiapan badan jalan dan galian biasa dengan menggunakan excavator. g. Pekerjaan Perkerasan Beton Semen (Jalan Lingkungan) untuk Badan Jalan tebal 20 cm dan mutu fc’ 20 Mpa mengikuti uraian kerja berikut: 1) Pekerjaan penyiapan badan jalan, galian biasa, telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervisi, pengawas lapangan, direksi/owner. 2) Pekerjaan Pemasangan 1 m2 Plastik Cor. 3) Pemasangan pembesian untuk badan jalan menggunakan Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh-M8) telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervisi, pengawas lapangan, direksi/owner. 4) Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan Batching Plant. 5) Beton dibawa ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Truck Mixer Agitator. 6) Beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan dengan menggunakan vibrator yang dimasukkan ke dalam campuran beton yang telah terhampar pada lokasi pengecoran. 7) Pembentukan dan perapihan permukaan jalan beton dibuat bergaris dengan kedalam 1 s/d 3 mm kearah melintang sebelum beton mengeras. 8) Pelaksanaan pekerjaan Aspal dibeberapa titik lokasi pekerjaan menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC) Tebal 5 cm. 9) Pembuatan marka termoplastik berwarna putih berupa marka membujur pada sisi kanan dan kiri badan jalan dan marka membujur (putus-putus) pada As Jalan. h. Pelaksanaan Penahan Peniggian menggunakan Pasangan Batu Gunung terdapat di bahu jalan lokasi tertentu, mengikuti uraian sebagai berikut: 1) Pekerjaan Galian Biasa yang telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervisi, pengawas lapangan, direksi/owner menggunakan excavator. 2) Fondasi Cerucuk Penyediaan dan Pemancangan (Kayu Ulin 8 cm x 8 cm) dengan jarak 1,5 meter. 3) Pekerjaan Pasangan Batu Gunung dengan tinggi menyesuaikan kondisi di lapangan sekarang. 4) Pekerjaan Timbunan Tanah yang telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervisi, pengawas lapangan, direksi/owner. 5) Pekerjaan Pemasangan 1 m2 Plastik Cor 6) Pemasangan pembesian untuk badan jalan menggunakan Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh-M8) telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervisi, pengawas lapangan, direksi/owner. 7) Pekerjaan pengecoran bahu jalan dengan sesuai pelaksanaan Perkerasan Beton Semen (Jalan Lingkungan). i. Analisis Keselamatan Pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan terhadap setiap metode konstruksi/ metode pelaksanaan pekerjaan, dan persyaratan teknis untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja; j. Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan dengan menggunakan peralatan, perkakas, material dan konstruksi sementara, yang sesuai dengan kondisi lokasi/tanah/cuaca, dan dikerjakan oleh pekerja dan operator yang terlatih; k. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan menggunakan metode kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi dengan urutan kerja yang sistematis, guna mempermudah pekerja dan operator bekerja dan dapat melindungi pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja; l. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA), diuji efektivitas pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui, setelah dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator; m. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai potensi bahaya tinggi harus dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah mencakup analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA). Misalnya untuk pekerjaan di lokasi jalan aktif harus menggunakan rambu- rambu peringatan, serta alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm, sepatu Boot, dan Rompi Safety. n. Setiap metode kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang diperlukan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung- jawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.