| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0856454293721000 | Rp 144,906,060 | 83.1 | 86.48 | - | |
| 0210352746651000 | Rp 147,314,760 | 83.48 | 86.46 | - | |
| 0421112038741000 | - | - | - | - | |
| 0822061644721000 | - | - | - | tidak lulus ambang batas kualifikasi teknis yang ditetapkan dalam dokumen kualifikasi | |
| 0965293905741000 | - | - | - | Tidak hadir Pembuktian Kualifikasi | |
| 0020735437722000 | - | 87.27 | - | Nilai Unsur Proposal Teknis 10,7; tidak Lulus Ambang Batas Unsur Proposal Teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan sebesar 15. - Tidak memberikan tanggapan terhadap KAK - Pada Sub Unsur Kualitas Metodologi tidak menggambarkan Pekerjaan yang akan dilaksanakan | |
| 0805022373541000 | - | - | - | Tidak hadir Pembuktian Kualifikasi | |
Archiplano Indonesia | 06*6**0****41**0 | - | 59.92 | - | 1. Nilai Teknis 59,92; tidak lulus Ambang Batas Teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan sebesar 65. 2. Nilai Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli 41,40; tidak lulus Ambang Batas Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli yang ditetapkan dalam dokumen Pemilihan sebesar 50. Surat pernyataan kesediaan ditugaskan untuk Tenaga Ahli GIS tidak sesuai dengan paket yang diseleksikan |
| 0023331226441000 | - | - | - | Tidak hadir Pembuktian Kualifikasi | |
| 0028116341801000 | - | - | - | - | |
CV Logis Sakti Konsultan | 0021348727721000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Lingkup Pekerjaan
Ruang Lingkup kegiatan penyusunan Masterplan Pengembangan Prasarana, Sarana,
Kawasan dan Komoditas Perkebunan
meliputi beberapa tahapan pekerjaan yaitu :
(1). Penentuan Teori dan Framework Pembangunan Pertanian
(2). Analisis Masa Depan dan Kesiapan Pembangunan Pertanian
(3). Penentuan Visi, Misi, dan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian
(4). Penentuan Program Prioritas Pembangunan Pertanian
(5). Penyelesaian Dokumen Masterplan Pertanian
a. Penentuan Teori dan Framework Pembangunan Pertanian Kerangka Pertanian
tersebut meliputi Kesiapan Pertanian yang paling tidak meliputi SDM,
Manajemen dan pembiayaan, infrastructure (fisik, digital, sosial), Peraturan
daerah, kelembagaan, dan pelaksanaannya.
b. Analisis Masa Depan dan Kesiapan Pembangunan Pertanian Sebelum menyusun
prioritas program pembangunan Pertanian sangat penting bagi daerah untuk
melakukan analisis.
Analisis Masa Depan (Outlook Analysis)
Meliputi analisis tren dan perubahan atau perkembangan kota yang meliputi
daya saing kota, perubahan teknologi, budaya, hukum, ekonomi, harapan
dan perilaku masyarakat atau stakeholder kota/daerah, lingkungan dan lain-
lain.
Analisis Kesiapan Pertanian merupakan analisa potret kesiapan atau
kondisi daerah pada masa sekarang dalam mengimplementasikan
Pertanian yang diukur dari elemen SDM, Manajemen, Anggaran,
Infrastruktur (fisik, TIK, dan sosial), dan eraturan Daerah dan peraturan
lainnya, Kelembagaan, dan implementasinya.
Analisis Kesenjangan (Gap Analysis)
Analisa kesenjangan terhadap potret kesiapan Pertanian dengan
menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, Opportunity, & Threat)
untuk melihat secara lebih tajam dan teliti akan kekuatan, kelemahan,
peluang, dan tantangan pada setiap dimensi.
c. Penentuan Visi, Misi, dan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian. Setelah
secara seksama melakukan analisa SWOT, selanjutnya menentukan visi, misi,
dan arah kebijakan Pertanian, termasuk tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
oleh daerah. Hal ini akan menjadi acuan yang sangat penting bagi tim pelaksana
penyusunan Masterplan agar selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah
termasuk RPJP dan RPJMD daerah.
d. Penentuan Program Prioritas Pembangunan Pertanian Prioritas program
pembangunan Pertanian dilakukan baik elemen kesiapan Pertanian yaitu SDM,
manajemen dan anggaran, Infrastruktur (fisik, TIK, dan sosial), dan Peraturan
Daerah dan peraturan lainnya, Kelembagaan, dan implementasinya
e. Penyelesaian Dokumen Masterplan Pertanian
Dokumen Masteplan Pertanian disusun menjadi tiga bagian yang terdiri atas:
Dokumen Analisis Strategis Pertanian Daerah.
Dokumen Masterplan Pertanian Daerah.
Dokumen Executive Summary Masteplan Pertanian Daerah.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pencapaian tahapan
penyusunan Masterplan Pengembangan Prasarana, Sarana, Kawasan dan Komoditas
Perkebunan adalah :
I. Tahap Persiapan
(1). Penentuan Teori dan Framework Pembangunan Pertanian
(2). Pengadaan logistik survey
(3). Melakukan survey Awal
(4). Ekspose Laporan Pendahuluan
(5). Laporan Pendahuluan
II. Tahap Pengumpulan Data (Data Primer dan Data Sekunder)
(1). Sosialisasi dan Pemantapan Framework Pembangunan Pertanian
(2). FGD tahap 1
(3). FGD tahap 2
(4). Benchmarking implementasi pertanian di daerah lain
III. Tahap analisa Data
a. Analisa Masa Depan
b. Analisis Kesiapan Daerah
• Struktur
• Infrastruktur
• Suprastruktur (Kebijakan & Kelembagaan)
c. Analisis Gap
d. Analisis Visi Pembangunan Pertanian
• Sasaran Pertanian Daerah
• Analisis Visi Pembangunan Daerah
IV. Penyusunan Dokumen Masterplan Pertanian
(1). Draft Laporan akhir
(2). Ekspose draft laporan akhir
(3). Dokumen laporan akhir dan Executive Summary