| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0026015461906000 | Rp 243,978,000 | 89.75 | 91.8 | - | |
| 0027544972908000 | Rp 253,635,000 | 89.47 | 90.81 | - | |
| 0018728634901000 | Rp 270,840,000 | 87.37 | 87.91 | - | |
| 0018405936652000 | - | - | - | Tidak melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali sesuai persyaratan Dokumen Kualifikasi BAB IV, Hal E, Angka 6 | |
PT Daya Agung Bestari | 04*3**5****23**0 | - | - | - | Tidak melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali sesuai persyaratan Dokumen Kualifikasi BAB IV, Hal E, Angka 6 |
| 0012367389903000 | - | - | - | - | |
| 0017677824429000 | - | - | - | Tidak melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali sesuai persyaratan Dokumen Kualifikasi BAB IV, Hal E, Angka 6 | |
| 0814965190429000 | - | - | - | Tidak melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali sesuai persyaratan Dokumen Kualifikasi BAB IV, Hal E, Angka 6 | |
| 0014134456901000 | - | - | - | - | |
| 0014602452904000 | - | - | - | - | |
| 0835377276903000 | - | - | - | Peserta tidak memenuhi ambang batas unsur pengalaman perusahaan sesuai persyaratan pada Dokumen Kualifikasi Bab IX, Angka 2 Huruf b dan c | |
| 0312093958901000 | - | - | - | - | |
| 0020468674903000 | - | - | - | - | |
| 0015436215901000 | - | - | - | - | |
| 0027002369609000 | - | - | - | - | |
| 0746281310615000 | - | - | - | - | |
| 0660618752726000 | - | - | - | - | |
| 0027786813423000 | - | - | - | - | |
| 0733685341804000 | - | - | - | - | |
CV Siara Konsultan Bandung | 03*6**0****55**0 | - | - | - | - |
| 0740192729618000 | - | - | - | - | |
| 0019140052903000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Lokasi Pekerjaan Kegiatan ini berlokasi di Kabupaten Tabanan
Ruang lingkup pekerjaan meliputi beberapa kelompok yang
Lingkup Pekerjaan
secara garis besar diuraikan sebagai berikut :
1. Inventori.
Kegiatan inventori adalah pengumpulan data dasar
Jaringan Irigasi yang ada dari situasi lapangan kemudian
dikelompokkan berdasarkan kondisi jaringan.
2. Profiling.
Kegiatan profiling adalah kelanjutan dari inventori dan
merupakan kegiatan pengumpulan data dan informasi
rinci mengenai aspek teknis yang berhubungan dengan
pengelolaan Jaringan Irigasi. Tujuan Pelaksanaan tahap
ini adalah mengidentifikasikan dan merumuskan
kebutuhan perbaikan jaringan irigasi untuk bahan
pembuatan desain sesuai kriteria teknis dan aspirasi
petani/subak.
Urutan Kegiatan :
a. Penjadwalan kegiatan dalam rangka pembuatan
profil Jaringan Irigasi.
b. Koordinasi dengan pihak yang terkait.
c. Pengumpulan data sekunder
d. Dialog dengan tokoh-tokoh petani, penyiapan dan
pengisian formulir kondisi subak yang terkait.
3. Pelaksanaan
A. Pengumpulan Data dan Orientasi Lapangan
Untuk mempermudah dan efektifitas pelaksanaan
pekerjaan, pengumpulan data sekunder yang
mencakup data hidrologi, kondisi social ekonomi
masyarakat, kondisi topografi, Peta Rupa Bumi, Peta
Geologi, karakteristik tanah. Data tersebut diperoleh
dari beberapa instansi pemerintah seperti Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Badan Pusat
Statistik, Peta Topografi dari Badan Informasi
Geospasial (BIG) dan instansi pemerintah lainnya
yang mengelola data terkait sumber daya air serta
hasil studi terdahulu yang berhubungan dengan
pekerjaan ini.
Orientasi lapangan yang dilakukan adalah untuk
memperoleh gambaran daerah studi dalam rangka
memperoleh informasi yang berkaitan dengan kondisi
daerah irigasi eksisting, data statistik, skema jaringan
irigasi.
B. Pekerjaan Survei Topografi dan Pemetaan :
1. Pengumpulan Data Primer merupakan data yang
diperoleh secara langsung di lapangan. Sebagai
data terbaru, tentunya data ini merupakan hasil
kondisi terakhir di lapangan seperti: kondisi
bangunan, saluran dan bangunan pelengkap
lainnya di sepanjang jaringan. Pengumpulan data
primer diperoleh dengan:
a. Survei Penelusuran Jaringan (walkthrough)
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan
data terbaru dan nyata tentang kondisi
jaringan irigasi meliputi semua bangunan
dan salurannya berikut pola operasi yang
dipakai. Survei ini dilakukan oleh tenaga ahli
yang berkaitan beserta tokoh masyarakat
dan anggota P3A/Subak. Lokasi survei
adalah mulai dari bangunan utama
(bendung), sepanjang jaringan irigasi primer,
sekunder, tersier, termasuk batas petak
sawah.
Hasil :
- Mendigitasi melalui survey lapangan
semua bangunan, saluran, batas petak
sawah per boks tersier.
- Mengimput semua data hasil digitasi
suvei lapangan ke dalam base data.
- Mengukur luas fungsional dan potensial
daerah irigasi.
b. Survey Topografi (Topographic Survey)
- Survey ini dilakukan untuk mendapatkan
peta rupa bumi di darat. Survey ini
dilakukan oleh Ahli Geodesi. Lokasi
survey adalah mencakup seluruh
bangunan dan jaringan irigasi sesuai
dengan skema bangunan dan skema
jaringan irigasi dengan melakukan ;
- Pemasangan Patok adalah merupakan
titik tetap yang berfungsi sebagai acuan di
dalam pekerjaan pengukuran topografi
yang akan dipergunakan sebagai
kerangka dasar dari pemetaan yang
terdiri dari patok kayu, CP (Control Point)
dan BM (Bench Mark).
- Pengukuran Poligon dilakukan untuk
menentukan koordinat-koordinat titik
tetap (Patok Kayu, CP dan BM) yang
merupakan kerangka utama dalam
pemetaan, oleh karena itu pengukuran
polygon harus diikatkan pada titik tetap
(BM) atau trianggulasi yang sudah ada
yang memiliki nilai koordinat bumi dan
elevasi, dan disetujui oleh direksi.
Pengukuran polygon yang meliputi
pengukuran sudut horizontal dan jarak
datar, dengan menggunakan alat ukur
total station atau sejenis dan dilengkapi
EDM yang sudah dikalibrasi dengan
menunjukkan surat tanda kalibrasi yang
sudah berlaku. Pembacaan sudut
horizontal dan jarak datar dilakukan
dengan 1 seri (biasa/luar biasa) dengan
toleransi sudut < 5 ” dan jarak dengan
toleransi 20 < D mm (D = jarak dalam km).
Pengukuran polygon dilaksanakan
dengan polygon tertutup dimana daerah
pengukuran berada didalamnya. Untuk
mendapatkan azimuth awal dilakukan
dengan pengamatan matahari.
- Pengukuran waterpass dilakukan untuk
mendapatkan nilai elevasi pada daerah
pengukuran topografi, dimana elevasi-
elevasi tersebut sudah dihitung dari titik
nol permukaan air laut. Elevasi awal
diambil dari titik BM yang ada atau
trianggulasi yang terdekat yang disetujui
direksi.Pengukuran Water pass
dilaksanakan melalui titik polygon (Patok
Kayu,CP dan BM) dan dilakukan dengan
satu seri (pergi pulang) dengan
membaca BT, BA, BB. Kesalahan yang
dibolehkan maksimum 10 D mm (D =
jarak dalam km). Alat yang digunakan
sekurang-kurangnya jenis NI 1 atau yang
sejenis dan sudah dikalibrasi dengan
menunjukan surat kalibrasi yang masih
berlaku.
- Pengukuran situasi potongan melintang
dan memanjang dimaksudkan guna
mendapatkan data yang lengkap pada
daerah pengukuran topografi, meliputi
potongan tanah, kontur tanah dan situasi
yang ada (jalan, bangunan, sawah, kebun
dll.) yang dianggap penting untuk
dipetakan dan diambil secara detail
supaya hasilnya dapat digunakan sebagai
bahan perencanaan dan design.
Pengukuran potongan melintang
dilakukan pada setiap titik polygon
dengan batas pengukuran keiri dan
kekanan sekurang-kurangnya 50 meter
dari tebing kanan-kiri sungai dengan jarak
antar titik pengambilan maksimal 10 m.
Hasil :
- Peta layout Daerah Irigasi dengan skala
1:5000
- Peta trase saluran dengan skala 1:2000
- Peta situasi bangunan dengan skala
1:500
- Long section dan Cross section
sepanjang saluran
c. Survei pengukuran debit
Survey pengukuran debit dilakukan di
sungai dan saluran irigasi.
d. Survei mekanika tanah
Survey mekanika tanah dilakukan untuk
mendapatkan:
- Kuat dukung
- Profil lapisan tanah (jenis tanah)
Sifat – sifat fisik yang harus diukur dalam
survei mekanika tanah adalah berat isi,
berat jenis, kadar air, batas-batas
atterberg, Analisa ayak, analisa
hydrometer, serta sifat-sifat Teknik anatara
lain kohesi, sudut geser dalam, koefisien
konsolidasi.
4. Pengolahan Data
a. Pengolahan Penelusuran Jaringan
Data yang diperoleh kemudian diolah untuk
mendapatkan informasi terkait kondisi daerah
irigasi.
Hasil :
Diketahuinya Kondisi jaringan secara umum
sehingga dapat digunakan untuk menentukan
langkah perencanaan selanjutnya.
b. Pekerjaan Analisa.
1. Analisa Hidrologi
Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :
- Analisa debit banjir rancangan (design
flood), untuk dijadikan dasar dalam
mendesain bangunan.
- Melakukan perhitungan debit andalan
(dependable flow) dengan masukan data
hujan atau debit sungai dengan durasi
data minimal 10 tahun dan dilakukan
kalibrasi terhadap debit amatan yang ada.
- Menghitung kebutuhan air irigasi
berdasarkan pola tanam eksisting dan
pola tanama alternatif yang paling efisien.
- Melakukan perhitungan neraca air antara
ketersediaan dan kebutuhan air.
2. Analisis Hidrolika
Analisis Hidrolika yang dilakukan terdiri dari:
- Analisis kapasitas saluran irigasi
- Analisis aliran di bangunan irigasi
c. Pekerjaan Perencanaan Detail.
Berdasarkan data-data hasil survey lapangan
dan hasil analisa maka dilakukan perencanaan
bangunan maupun saluran untuk penanganan
terhadap kondisi sistem jaringan irigasi. Dalam
pemilihan bentuk bangunan dan penggunaan
material konstruksi disesuaikan dengan hasil
analisa dan perhitungan, kondisi di lapangan
serta harus mempertimbangkan masukan dan
kebutuhan dari instansi/satuan kerja terkait.
d. Analisis stabilitas struktur
Analisis stabilitas struktur dilakukan terhadap
saluran dan bangunan yang di desain, dengan
menggunakan metode perhitungan dan standar
desain bangunan sipil sesuai kriteria
perencanaan. Parameter yang dihitung dalam
analisis stabilitas struktur adalah kestabilan
terhadap guling, geser, penurunan (Settlement)
dan rembesan (Piping)
e. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya
Perhitungan volume dan rencana anggaran
biaya konstruksi disusun berdasarkan analisa
harga satuan pekerjaan yang berlaku dan
daftar harga satuan bahan dan upah terbaru.
Keluaran dari kegiatan Reviu Desain Jaringan Irigasi D.I
3
Keluaran
Balian ini adalah menghasilkan dokumen desain teknis
mengenai rencana peningkatan sistem jaringan irigasi dan
dokumen pendukung lainnya yang diperlukan untuk dapat
dipakai sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan dan
tindak lanjut pelaksanaan pembangunan konstruksi sebagai
berikut :
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Bulanan
3. Laporan Akhir
4. Laporan Survei Topografi
5. Laporan Nota Desain
6. Laporan BOQ dan RAB
7. Eksternal Hardisk
8. Gambar A3
9. Album Photo Pelaksanaan
a. Peralatan
Peralatan dan
Peralatan utama yang digunakan alat ukur tanah, alat
Material dari
ukur debit, GPS, alat dokumentasi, alat komunikasi.
Penyedia
b. Material
Jasa
Biaya fasilitas kantor yang meliputi ATK, Telekomunikasi,
Konsultansi
Dokumentasi.
c. Personel
TENAGA AHLI
1) Ketua Tim (Team Leader)
Team Leader yang diperlukan adalah 1 (satu) orang
dengan waktu kerja 4 (empat) bulan selama kegiatan
ini.
Tugas dan Kewajiban seorang Team Leader adalah
- Mengkoordinasikan seluruh tenaga dalam team
untuk setiap pelaksanaan kegiatan dan
menyampaikan laporan kepada PPK sehingga
keputusan-keputusan dapat dilakukan dengan
cepat.
- Mengkoordinasikan seluruh personil dalam team
secara teratur.
- Mengkoordinasikan pencatatan kemajuan
(progress) pekerjaan.
- Memonitor dan mengevaluasi secara seksama
kemajuan dari semua pekerjaan dan
melaporkannya segera/tepat waktu kepada PPK.
- Memeriksa dengan teliti semua kuantitas dan
kualitas hasil pekerjaan.
- Mengkoordinasikan pembuatan laporan-laporan
mengenai kemajuan fisik dan keuangan
pekerjaan yang ada dibawah wewenangnya dan
menyerahkan kepada PPK serta instansi lain yang
terkait tepat pada waktunya; dan
2) Ahli Irigasi
Ahli Irigasi diperlukan adalah 1 (satu) orang dengan
waktu kerja 3 (tiga) bulan selama kegiatan ini.
Tugas dan Kewajiban seorang Ahli Irigasi adalah:
- Membuat rancangan teknis saluran dan bangunan
irigasi
- Mempertimbangkan topografi, jenis tanah, sumber
air, dan cuaca dalam desain.
- Menganalisis kapasitas saluran irigasi
- Menganalisis aliran di bangunan irigasi
- Melakukan sinkronisasi hasil survey dan analisis
hidrolika, hidrologi, geodesi.
3) Ahli Geodesi
Ahli Geodesi yang diperlukan adalah 1 (satu) orang
dengan waktu 1.50 (satu koma lima puluh) bulan
selama kegiatan ini.
Tugas dan Kewajiban seorang Ahli Geodesi
adalah:
- Melakukan Survey Topografi (Topographic
Survey)
- Melakukan pengolahan data dan analisis terkait
data topografi.
- Melakukan digitasi melalui survey pemetaan.
- Melakukan interpretasi hasil survey ke dalam peta
atau gambar.
4) Ahli Hidrologi
Ahli Hidrologi yang diperlukan adalah 1 (satu) orang
dengan waktu kerja 1 (satu) bulan selama kegiatan ini.
Tugas dan Kewajiban seorang Ahli Hidrologi adalah:
- Menganalisis debit banjir rancangan (design flood),
untuk dijadikan dasar dalam mendesain bangunan.
- Melakukan perhitungan debit andalan (dependable
flow) dengan masukan data hujan atau debit
sungai dengan durasi data minimal 10 tahun dan
dilakukan kalibrasi terhadap debit amatan yang
ada.
- Menghitung kebutuhan air irigasi berdasarkan pola
tanam eksisting dan pola tanama alternatif yang
paling efisien.
- Melakukan perhitungan neraca air antara
ketersediaan dan kebutuhan air.
5) Ahli Geoteknik
Ahli Geoteknik yang diperlukan adalah 1 (satu) orang
dengan waktu kerja 1 (satu) bulan selama kegiatan ini.
Tugas dan Kewajiban seorang Team Leader adalah:
- Melakukan survey mekanika tanah dilakukan
untuk mendapatkan kuat dukung dan profil lapisan
tanah (jenis tanah)
- Menganalisis sifat – sifat fisik yang diperoleh dari
survei mekanika tanah seperti berat isi, berat
jenis, kadar air, batas-batas atterberg, Analisa
ayak, analisa hydrometer, serta sifat-sifat Teknik
anatara lain kohesi, sudut geser dalam, koefisien
konsolidasi.
TENAGA PENDUKUNG
1) Surveyor Total Station
Surveyor Total Station diperlukan adalah 1 (satu)
orang dengan waktu kerja 0,50 (nol koma lima
puluh) bulan. Tugas dan kewajiban Surveyor Total
Station adalah membantu ahli geodesi dalam
melaksanakan survei topografi.
2) Surveyor Penyelidikan Tanah
Surveyor Penyelidikan Tanah yang diperlukan adalah
1 (satu) orang dengan waktu kerja 0,25 (nol koma
dua puluh lima) bulan. Tugas dan kewajiban Surveyor
Penyelidikan Tanah adalah membantu ahli geoteknik
dalam melaksanakan survei mekanika tanah.
3) Draftman
Draftman yang diperlukan adalah 1 (satu) orang
dengan waktu kerja 2 (dua) bulan. Tugas dan
kewajiban Draftman adalah Menyusun gambar hasil
desain seuai dengan arahan team leader dan tenaga
ahli.
4) Tenaga Administrasi
Tenaga Administrasi Keuangan yang diperlukan
adalah 1 (satu) orang dengan waktu kerja Selama 4
(empat) bulan selama kegiatan ini.
5) Tenaga Bantu Lapangan Pengukuran Topografi
Tenaga Bantu Lapangan Pengukuran Topografi
adalah seorang yang mampu membantu surveyor
topografi. Tenaga bantu lapangan yang diperlukan
adalah 1 (satu) orang dengan waktu kerja Selama
0,50 (nol koma lima puluh) bulan selama kegiatan
ini.
6) Tenaga Bantu Penyelidikan Tanah
Tenaga Bantu Penyelidikan Tanah adalah seorang
yang mampu membantu surveyor penyelidikan tanah.
Tenaga bantu lapangan yang diperlukan adalah 1
(satu) orang dengan waktu kerja Selama 0,25 (nol
koma dua puluh lima) bulan selama kegiatan ini.
Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 120 (seratus
Penyelesaian dua puluh) hari kalender termasuk mobilisasi, terhitung mulai
Pekerjaan dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
J adwal No Jabatan Bulan Ke- Keterangan
Tahapan
I II III IV
Pelaksanaan 1. Tahapan Persiapan 1.0
2. Tahapan 4.0
Pekerjaan
Pelaksanaan
3. Tahapan Akhir 1.0
Bali, 7 Januari 2025
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada
Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan
Kawasan Permukiman Provinsi Bali
(Sub Kegiatan 1.03.02.1.02.0032)
Ni Made Aryadi, ST. M., Eng
Pembina (IV/a)
NIP. 19760805 200604 2 010