METODE PELAKSANAAN
Kegiatan : Pemeliharaan barang milik daerah penunjang urusan
Pemerintahan Daerah
Pekerjaan : Belanja Modal Bangunan Terbuka – Belanja Modal
Pemasangan Conblock
Lingkup Pekerjaan
I PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi
Proses administrasi terhadap semua pekerjaan termasuk bukti progres kerja.
ShopDrawing, adalah gambar rencana yang menjadi acuan pelaksanaan dalam
mengerjakan suatu pekerjaan dan dibuat setelah gambar rencana dari konsultan
perencana mendapat persetujuan dan pengesahan.
Dokumentasi
Pelaksanaan pekerjaan dokumentasi dilakukan sejak awal akan dimulai pelaksanaan
pekerjaan, selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada pelaksaan pekerjaan.
Pelaksana pekerjaan diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan
pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Photo dokumentasi
pekerjaan tersebut harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh
mengenai kegiatan pelaksanaan sejak dari awal hingga akhir pelaksanaan pekerjaan,
sehingga secara kronologi bisa menjadi satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh
kegiatan tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap
yang berbeda atau sesuai dengan pengarahan Direksi pekerjaan dan harus bisa
memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan.
Pelaksanaan pengambilan photo dokumentasi tersebut dilakukan pada kondisi tahap
kegiatan pelaksanaan pekerjaan (Shop Drawing). Tahapan pelaksanaan kegiatan
dokumentasi pekerjaan :
1) Saat awal/sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan 0%;
2) Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 %;
3) Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%;
4) Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75%;
5) Saat pelaksanaan pekerjaan selesai atau telah mencapai prestasi 100%.
Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan dokumentasi yaitu :
1) Kamera
2) Seperangkatmeja gambar
Metode Pelaksanaan
3) Kertas gambar / kertasHVS / Kertas Foto, dan kebutuhan yang menyangkut
dokumentasi lainnya.
Pekerjaan Papan Informasi Pekerjaan
Papan Nama Kegiatan akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan.
Papan Nama Kegiatan ini dibuat dari triplek tbl. 6 mm dengan ukuran 100 x 120 cm,
ditopang kayu kaso (5/7) kelas II (borneo) dengan tinggi 250 cm dari permukaan tanah
dan dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi
informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :
1) Nama Kegiatan
2) Pekerjaan yang harus dilaksanakan
3) Biaya pekerjaan/ nilai kontra
4) Sumber dana
5) Jangka waktu
Nama penyedia jasa Papan nama kegiatan dipasang pada lokasi yang mudah dilihat
oleh masyarakat, serta tidak mengganggu lalu lintas
ALAT YANG DIGUNAKAN :
- Palu
- Meteran
- Gergaji
TENAGA KERJA
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
MATERIAL
- Kayu Patok 5/7
- Tripleks
- Paku
- Cat
Pekerjaan Pembersihan Lahan
Pekerjaan yang dimaksud meliputi : Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan,
bahan-bahan, peralatan-peralatan, kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk
menyelesaikan semua pekerjaan : clearing, stripping, grubbing, penggalian,
pengurugan, perataan, pemadatan, dan lain-lain sesuai dengan RKS dan gambar-
gambar.
Pelaksanaan
1) Pengertian Clearing, Stripping dan Grubbing
Clearing : membersihkan semua sampah-sampah dan barang-barang yang tidak perlu.
Stripping : memapras semua rumput dan tumbuh-tumbuhan lainnya kecuali pohon-
Metode Pelaksanaan
pohon yang memang dipertahankan. Grubbing : menyingkirkan dan membuang semua
sampah dari tempat kerja.
2) Pengupasan tanah bagian atas:
Semua area bangunan, sesudah stripping dan grubbing diselesaikan, buang lapisan
tanah setebal 20 cm. Tanah lapisan atas ini dapat dipakai untuk bahan urugan
halaman.
3) Pemadatan area bangunan (dengan tanah) sampai 1 meter di luar tembok dan kolom
harus dipakai paling sedikit mencapai 90% dari pemadatan maksimum dan dilakukan
lapis demi lapis dengan tebal maksimum 30 cm.
4) Pemadatan yang bukan area bangunan
Tanah urug ini harus dipadatkan paling sedikit mencapai 60% dari pemadatan
maksimum.
Pengukuran Elevasi Tanah
1) Untuk memulai penggalian, Penyedia harus mengukur elevasi tanah asli dengan
disaksikan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas / Pengawas Lapangan / Direksi
Teknik.
2) Pekerjaan ini meliputi pengukuran untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang
batas-batas galian, kontur, dan volume pekerjaan galian/urugan.
3) Penyedia akan diminta untuk melaksanakan pembersihan sebelum Pelaksanaan
konstruksi lainnya
Stripping
1) Sebelum pekerjaan stripping dilakukan, ketinggian permukaan tanah asli harus
ditetapkan dan disepakati secara tertulis terlebih dahulu Konsultan Perencana,
Konsultan Pengawas/Pengawas Lapangan / Direksi Teknik, Penyedia dan Pemberi
Tugas berdasarkan hasil pengukuran.
2) Permukaan tanah/dasar yang akan diurug tanah padat untuk keperluan konstruksi
harus di stripping atau dibuang lapisan tanah atas (humus) setebal ±15 cm atau seperti
ditetapkan Konsultan Pengawas / Pengawas Lapangan/Direksi Teknik.
3) Material hasil pekerjaan stripping harus dikeluarkan dari lokasi galian tanah. Elevasi
galian ditunjukkan dalam gambar atau diberitahukan kepada Konsultan
Pengawas/Pengawas Lapangan/Direksi Teknik. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini,
patok tanda galian (bouwplank) harus dipasang dengan teliti, dan elevasinya diukur
serta disetujui oleh Konsultan Pengawas/Pengawas Lapangan/Direksi Teknik. Pada
bouwplank ini dituliskan elevasi-elevasi yang perlu serta titik as galian.
Pekerjaan K3
Metode Pelaksanaan
Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan,
Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, material dan
peralatan teknis serta konstruksi.
1) Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi dengan
perlengkapan keselamatan kerja seperti safety line, rambu - rambu, papan promosi
keselamatan, dan lain - lain.
2) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan
ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
3) Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk
mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja
lapangan.
4) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di lokasi
harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety belt, safety helmet,
masker/kedok las terutama untuk dipakai pada pekerjaan pemasangan kuda-kuda
baja dan pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
5) Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua
petugas dan pekerja. Membuat tempat penginapan di lapangan pekerjaan untuk
para pekerja tidak diperkenankan, kecuali atas ijin PPK.
6) Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada Konsultan
dan mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban korban kecelakaan
itu.
7) Selama masa pelaksanaan pembangunan Penyedia harus menerapka system
INFECTION CONTROL RISK ASSESSMENT (ICRA)
II PEKERJAAN CONBLOCK
Pekerjaan Galian Tanah
Setelah pekerjaan Pendahuluan hal yang dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian
tanah pondasi. Galian tanah pondasi diperlukan untuk perletakan pondasi.
Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi dan telah mendapat
persetujuan dari pengawas. Bidang horizontal galian tanah harus mempunyai jarak
yang lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan
pemasangannya, penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian harus sesuai dengan
gambar rencana.
ALAT YANG DIGUNAKAN :
- Ganco
- Cangkul
- Pengki
Metode Pelaksanaan
TENAGA KERJA
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
Pekerjaan Urugan Kembali
Pekerjaan urugan tanah dilakukan setelah pondasi selesai dan telah mengeras. Tanah
hasil galian dikembalikan lagi, dan digunakan untuk menimbun pondasi. Tanah tersebut
dipadatkan lapis demi lapis baik dengan cara manual atau menggunakan alat stamper.
Selain itu urugan tanah juga dilakukan pada permukaan lantai. Bagian lantai yang perlu
ditinggikan di urug dengan tanah urug. Tanah urug yang dipakai dapat berasal dari hasil
galian ataupun tanah urug yang didatangkan. Tanah dihamparkan kemudian
dipadatkan lapis demi lapis hingga didapatkan kepadatan dan ketebalan yang sesuai
dengan spesifikasi teknis.
Pekerjaan Urugan Tanah Dibawah Lantai
Penimbunan Tanah untuk peninggian lantai bangunan dan bagian-bagian yang
rendah lainnya menggunakan tanah timbunan yang mempunyai gradasi yang
baik dan bebas dari sisa-sisa tanaman,akar, puing-puing dan segala kotoran
lainnya, ditimbun sampai mencapai ketinggian yang ditentukan dalam gambar
kerja. Penimbunan dilakukan lapis demi lapis setebal maksimum 20 cm tiap
lapis, dan dipadatkan dengan stemper dalam kondisi kering.
Pekerjaan Urugan Pasir dibawah Lantai
Penimbunan pasir untuk peninggian lantai bangunan dan bagian-bagian yang
rendah lainnya menggunakan tanah timbunan yang mempunyai gradasi yang
baik dan bebas dari sisa-sisa tanaman,akar, puing-puing dan segala kotoran
lainnya, ditimbun sampai mencapai ketinggian yang ditentukan dalam gambar
kerja. Penimbunan dilakukan lapis demi lapis setebal maksimum 20 cm tiap
lapis, dan dipadatkan dengan stemper dalam kondisi kering.
Selama pelaksanaan pekerjaan galian dan urugan tanah/pasir dilakukan dengan
seksama untuk mencegah terjadinya kerusakan sarana umum yang masih
digunakan seperti saluran air, listrik, jalan dan lain-lain yang dijumpai di sekitar
lokasi proyek.
PEKERJAAN DINDING BATA, PELESTERAN, DAN LANTAI CONBLOCK
Pekerjaan Pas. Dinding Batu Bata Tebal 1/2 Bata
Lingkup Pekerjaan
Metode Pelaksanaan
Pekerjaan pasangan bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruhdetail
yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi /Konsultan
Pengawas.
Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Seluruh dinding dari pasangan bata dengan campuran adukan 1 PC : 4 pasir pasang,
kecuali pasangan bata semen trasram
b. Untuk dinding trasram/rapat air dengan aduk campuran 1 PC : 3 pasir pasang,yakni
pada dinding dari atas permukaan sloof/balok/pondasi sampai minimum200 cm di atas
permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruangbasah (toilet, kamar
mandi, WC) serta pasangan bata di bawah permukaantanah.
c. Setelah bata terpasang dengan aduk, naad/siar-siar harus dikeruk sedalam 1cm dan
dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangandisiram air.
d. Dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dansiar-siar
dibersihkan.
e. Pemasangan dinding bata dilakukan bertahap, setiap tahap maximum 1metertinggi
per harinya, serta diikuti dengan cor kolom praktis. Bidang dinding bata tebal ½ batu
yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis
dengan kolom ukuran 11 x 11 cm. dari tulangan pokok 4 diameter minimal 10 mm.
beugel diameter 6.
f. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak
diperkenankan.
g. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton
harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm,yang terlebih
dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton danbagian yang tertanam
dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm,kecuali bila satu dan lain hal
ditentukan lain oleh Direksi / Konsultan Pengawas.
h. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua.
i. Pasangan dinding bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15
cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya.
j. Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapih dan benar-benar tegak lurusterhadap
lantai serta merupakan bidang rata.
k. Pasangan bata trasraam bawah permukaan tanah/lantai harus diisi denganadukan
1PC : 3 pasir.
l. Pasangan bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal
dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci/diplester).
m. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diijinkan maksimal 1 cm
(sebelumdiaci/diplester). Penuh dan padat, tidak berongga serta berlubang, tidak
mengandung kerikil ataupun benda-benda lain yang membuat cacat.
n. Sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran pada permukaan pasangan batadan
beton, permukaan beton harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting
Metode Pelaksanaan
kemudiandiketrek/scratched. Semua lubang-lubang bekas pengikat existing atau
formiteharus tertutup aduk plesteran.
o. Pekerjaan plesteran halus adalah untuk semua permukaan pasangan bata danbeton
yang akan difinish dengan cat.
p. Semua permukaan yang akan menerima bahan finishing, misalnya ubin keramikdan
lainnya, maka permukaan plesterannya harus diberi alur-alur garis horizontaluntuk
memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan/material finishingtersebut. Pekerjaan ini
tidak berlaku apabila bahan finishing tersebut cat.
q. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom/lantai yang
dinyatakan dalam Gambar Kerja dan /atau sesuai peil-peil yang dimintadalam Gambar
Kerja.Tebal plesteran minimal 1 cm, maksimal 2,5 cm. Jikaketebalan melebihi 3 cm,
maka diharuskan menggunakan kawat anyam yangdiikatkan ke permukaan pasangan
bata atau beton yang bersangkutan untuk memperkuat daya lekat plesteran.
r. Untuk permukaan yang datar, batas toleransi pelengkungan atau pencembungan
bidang tidak boleh melebihi 5 mm, untuk setiap jarak 2 m.
s. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung dengan
wajar, tidak secara tiba-tiba. Hal ini dilaksanakan dengan membasahi permukaan
plesteran setiap kali terlihat kering dan melindunginya dari terik matahari langsung
dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat.
Pembasahan tersebut adalah selama 7 hari setelah pengacian selesai.
t. Penyedia harus selalu menyiram dengan air sekurang-kurangnya dua kali sehari
sampai jenuh. Jika terjadi keretakan, Penyedia harus membongkardan memperbaiki
sampai hasilnya dinyatakan diterima oleh Direksi / KonsultanPengawas.
u. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan plesteran dilakukan sebelum
plesteran berumur lebih dari 2 minggu.
v. Untuk perbaikan bekas bobokkan instalasi ME sebelum diplester kembali harus
menggunakan kawat anyam yang dikaitkan ke permukaan pasangan bata/beton.
PEKERJAAN PELESTERAN
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pelesteran dan acian (kasar dan halus), seperti
dinyatakan dalam Gambar Kerja atau ketentuan dalam Persyaratan teknis ini.
Pelaksanan pekerjaan
Perbandingan Campuran Adukan dan/atau Pelesteran.
a) Campuran 1 semen dan 2 pasir digunakan untuk adukan kedap air, adukan kedap air
15 cm di bawah permukaan tanah sampai 20 cm di atas lantai, tergambar atau tidak
tergambar dalam Gambar Kerja, pelesteran permukaan beton yang terlihat dan tempat-
tempat lain seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Metode Pelaksanaan
b) Campuran 1 semen dan 4 pasir untuk semua pekerjaan adukan dan pelesteran
selain tersebut di atas, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
c) Pencampuran.
Semua bahan kecuali air harus dicampur dalam kotak pencampur atau alat pencampur
yangdisetujui sampai diperoleh campuran yang merata, untuk kemudian ditambahkan
sejumlah air dan pencampuran dilanjutkan kembali. Adukan harus dibuat dalam jumlah
tertentu dan waktu pencampuran minimal 1 sampai 2 menit sebelum pengaplikasian.
Adukan yang tidak digunakan dalam jangka waktu 45 menit setelah pencampuran tidak
diijinkan digunakan.
Persiapan dan Pembersihan Permukaan.
a) Semua permukaan yang akan menerima adukan dan/atau pelesteran harus
bersih,bebas dari serpihan karbonlepas dan bahan lainnya yang mengganggu
b) Pekerjaan pelesteran hanya diperkenankan setelah selesainya pemasangan
instalasilistrik dan plumbing serta seluruh bagian yang akan menerima pelesteran telah
terlindung di bawah atap.
Permukaan yang akan dipelester harus telah berusia tidak kurang dari dua minggu.
Bidang permukaan tersebut harus disiram air terlebih dahulu dengan air hingga jenuh
dan siar telah dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan.
Pemasangan.
1) Plesteran Batu Bata.
Pekerjaan pelesteran dapat dimulai setelah pekerjaan persiapan dan pembersihan
selesai. Untuk memperoleh permukaan yang rapi dan sempurna, bidang pelesteran
dibagi-bagi dengan kepala pelesteran yang dipasangi kelos-kelos sementara dari
bambu. Kepala pelesteran dibuat pada setiap jarak 100 cm, dipasang tegak dengan
menggunakan kepingan kayu lapis tebal 6 mm untuk patokan kerataan bidang. Setelah
kepala pelesteran diperiksa kesikuannya dan kerataannya, permukaan dinding baru
dapat ditutup dengan pelesteran sampai rata dan tidak ada kepingan-kepingan kayu
yang tertinggal dalam pelesteran. Seluruh permukaan pelesteran harus rata dan rapi,
kecuali bila pasangan aka dilapis dengan bahan lain. Sisa-sisa pekerjaan yang telah
selesai harus segera dibersihkan.
Tali air (naad) selebar 4 mm digunakan pada bagian-bagian pertemuan dengan bukaan
dinding atau bagian lain yang ditentukan dalam Gambar Kerja, dibuat dengan
menggunakan profil kayu khusus untuk itu yang telah diserut rata, rapi dan siku. Tidak
diperkenankan membuat tali air dengan menggunakan baja tulangan.
2) Plesteran Permukaan Beton.
Metode Pelaksanaan
Permukaan beton yang akan diberi pelesteran harus dikasarkan, dibersihkan dari
bagian-bagian yang lepas dan dibasahi air, kemudian dipelester. Permukaan beton
harus bersih dari bahan-bahan cat, minyak, lemak, lumut dan sebagainya sebelum
pekerjaan pelesteran dimulai. Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat
baja. Setelah pelesteran selesai dan mulai mengeras, permukaan pelesteran dirawat
dengan penyiraman air. Pelesteran yang tidak sempurna, misalnya bergelombang,
retak-retak, tidak tegak lurus dan sebagainya harus diperbaiki.
Pengacian.
Pengacian dilakukan setelah pelesteran disiram air sampai jenuh sehingga pelesteran
menjadi rata, halus, tidak ada bagian yang bergelombang, tidak ada bagian yang retak
dan setelah pelesteran berumur 8 (delapan) hari atau sudah kering betul. Selama 7
(tujuh) hari setelah pengacian selesai dilakukan, PENYEDIA harus selalu menyiram
bagian permukaan yang diaci dengan air sampai jenuh, sekurang-kurangnya dua kali
setiap harinya.
Pekerjaan Pas. Conblock
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai conblock.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja : conblock tebal 6 cm, semen PC, pasir, semen grouting
nat, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran, waterpass,
benang, selang dan air.
Pelaksanaan pekerjaan pasang lantai conblock.
Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih
dahulu sebelum ditebar adukan pasangan conblock.
Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik
yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
Pada ketika pemasangan, tekan conblock atau pukul dengan palu karet untuk
mendapat permukaan lantai keramik yang rata.
Cek kerataan permukaan pasangan lantai conblock dengan waterpass.
Pelaksanaan pekerjaan pasang batu alam
1) Sebelum pekerjaan pasangan batu alam dikerjakan, pastikan sparing ME sudah
terpasang.
2) Pasangan dinding bata diplester terlebih dahulu dan didiamkan selama ± 24 jam.
3) Cek kerataan permukaan dan kesikuan plesteran dinding bata.
Metode Pelaksanaan
4) Pasang benang untuk sumbangan supaya pasangan permukaan batu alam yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
5) Rendam batu alam terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang.
6) Saat pemasangan, batu alam ditekan atau pukul dengan palu karet supaya
mendapat permukaan yang rata.
7) Acian perekat batu alam harus rata dan tidak berongga untuk menghindarkan
pasangan keramik gampang pecah.
8) Cek kerataan permukaan pasangan dengan alat waterpass.
9) Setelah pemasangan selesai, biarkan beberapa ketika untuk mengeluarkan udara
yang ada dalam adukan pasangan keramik. Setelah itu gres dilanjutkan pekerjaan
grouting/ finish garis siar/nat.
PEKERJAAN PASANGAN PONDASI BATU BELAH
1. Pasangan batu belah dilaksanakan pada semua pondasi-pondasi batu belah, dinding penahan
tanah (retaining wall), dan pada tempat-tempat yang tertera dalam gambar rencana, dan
apabila dalam pekerjaan ini terbukti diperlukan.
2. Dibawah semua pondasi batu belah dipasang lantai kerja pasir yang dipadatkan.
3. Pasangan pondasi batu belah harus kuat, padat dan disusun secara rapi. Tidak dibenarkan
menggunakan adukan terlalu banyak untuk mengisi rongga ataupun celah-celah pada
pasangan pondasi batu kali. Adukan hanya dimaksudkan sebagai perekat, sedangkan rongga-
rongga harus diisi dengan batu belah yang sesuai besarnya.
4. Untuk pekerjaan pondasi batu belah, harus dipasang batu belah dengan garis tengah terpanjang
tidak lebih dari 30 cm. Batu berbentuk bulat, pipih porous (berlubang-lubang) tidak boleh
dipakai. Mutu batu harus dari type basalf, masif dan keras.
5. Pasangan pondasi batu belah menggunakan adukan 1 Pc : 4 Ps. Pemasangan stek besi kolom
sedalam minimal 40 cm, dilakukan pada saat pemasangan pondasi batu, dicor dengan adukan
beton 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.
PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan Pengecatan Dinding
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat dinding lama .
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : cat, sealer dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : schafolding, roll, bak rool, kuas dan
ampelas
Metode Pelaksanaan
Pelaksanaan pekerjaan pengecatan
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata
dan dibersihkan terlebih dahulu.
Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
PEKERJAAN TANGGA
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan bekisting dan pekerjaan Pengecoran.
Pekerjaan persiapan
1. Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan pondasi tangga.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan material, antara lain: Beton , Mutu K-175, kaso, multiple,, paku, dan
air.
4. Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass, beton mixer ,meteran, benang,
gerobak, dan selang air.
Pengukuran
Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi tanda (marking)
untuk posisi titik perletakan pondasi tangga.
Pekerjaan bekisting
1. Bekisting dipasang dalam 2 sisi, sisi kanan dan sisi kiri dipasang dengan
multiplek sebagai bahan bekisting + tulangan kayu.
2. Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai,
setelah itu kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.
3. Bekisting diberikan skoor dari kayu reng sebagai penguat tekanan saat coran
dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
4. Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian
paku dipakukan dengan menggunakan palu.
Pekerjaan pengecoran beton
1. Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang
sudah dipasang / difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
Metode Pelaksanaan
2. Pengecoran beton dilakukan menggunakan Beton K-175
3. Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar
adukan ke areal pekerjaan.
4. Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke
area pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan
untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat
mengurangi mutu beton. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-
rongga udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.
Pembuatan Tangga
Teknis pelaksanaan pekerjaan
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan bekisting, dan pekerjaan pengecoran.
Pekerjaan persiapan
1. Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan beton tangga.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan lahan kerja.
4. Persiapan material kerja, antara lain : Beton K-175, kaso, multiplek, paku, dan
air.
5. Persiapan alat kerja, antara lain : waterpass, meteran, bor listrik, gergaji, unting-
unting, benang, dan selang air.
Pemasangan bekisting bordes dan badan tangga
1. Sebelum memulai pekerjaan bekisting bordes tangga, hal yang perlu
diperhatikan adalah elevasi/ketinggian dari lantai dibawahnya sehingga
diketahui kombinasi alat yang diperlukan.
2. Bekisting tidak perlu dipabrikasi secara khusus, karena bisa dipabrikasi pada
saat penyetelan langsung, yang perlu dipersiapkan adalah posisi kemiringan
badan tangga. Pada bagian bawah bekisting ini didukung oleh perancah untuk
menahan beban serta untuk mempertahankan posisi kemiringan tangga.
Pemasangan bekisting dinding tangga, bordes dan dinding anak tangga
1. Setelah pekerjaan pemasangan tulangan bordes dan badan tangga selesai,
kemudian dipasang dinding tangga pada sisi yang lainnya dan dinding bordes
diatas badan tangga, bekising dinding tangga dipaku pada bekisting badan
tangga.
2. Dinding anak tangga dipasang diantara dinding badan tangga sesuai dengan
yang telah digambar pada dinding badan tangga dan dipaku dari dinding tangga
Metode Pelaksanaan
kearah dalam. Untuk memudahkan pemasangan dapat dilakukan dari bawah
keatas.setelah semua terpasang, kemudian antar anak tangga dirangkai
dengan kayu 5/7 memanjang dari atas ke bawah. Sama halnya dengan dinding
badan tangga, dinding anak tangga inipun dipabrikasi sebelumnya.
Pekerjaan rail tangga
1. Sebelum pemasangan rail terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang
sudah dipasang difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
2. Rail dibuat menggunakan pipa besi, dan ditambahkan kaki pada jarak tertentu
sebagai penopang.
3. Kaki rail di siapkan pada sisi tangga dan di sesuaikan kemiringannya.
4. Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton
ke area pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini
dilakukan untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang
dapat mengurangi mutu beton.
Pejabat Pembuat Komitmen,
ROZALI, S.H, M.Si
NIP. 19650415 198603 1006
Metode Pelaksanaan