| Reason | |||
|---|---|---|---|
PT Phoenix Konstruksi Indonesia | 0737115865903000 | Rp 324,505,896 | 1. Berdasarkan Dokumen Pemilihan Bab XIII Petunjuk Evaluasi Kewajaran Harga (5). Peserta diminta membuktikan harga satuan dasar upah, bahan, dan peralatan yang ditawarkan, dengan melampirkan data-data sebagai pembuktian. Jika peserta tidak dapat membuktikan, maka harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar yang ada di pasaran atau menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. SE LKPP No 4 Tahun 2022: Jika Peserta tidak dapat membuktikan harga satuan dasar sebagaimana dimaksud pada angka (1), harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. Berdasarkan hasil klarifikasi ke Pemilik Toko Bangunan MANIK MAS yang Bernama I Gede Narayana yang beralamat di Jln. Raya penatahan Penebel Tabanan dengan hasil klarifikasi harga Baja ringan Kencana Galvalum Profil C 80x0,75 dan Penutup atap Sakura Roof atap metal 2x4,G300 (warna);ketebalan 0,25-0,40 mm dengan bukti harga jual di toko lebih besar dari harga penawaran bahan tersebut. Ketentuan Bab XIII: 10. Total harga pada daftar kuantitas dan harga hasil klarifikasi dibandingkan dengan total harga penawaran tanpa PPn. 11. Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan dinaikkan sebesar 5% dari nilai HPS. 12. Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. SE LKPP Nomor 4 Tahun 2022: 11) Kesimpulan Evaluasi Kewajaran Harga a) Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan disesuaikan menjadi 5% (lima persen) dari nilai HPS. b) Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. Berdasarkan ketentuan di atas setelah kami hitung total harga hasil klarifikasi tanpa keuntungan lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. |
| 0417243227903000 | Rp 353,214,996 | 1. Berdasarkan Dokumen Pemilihan Bab XIII Petunjuk Evaluasi Kewajaran Harga (5). Peserta diminta membuktikan harga satuan dasar upah, bahan, dan peralatan yang ditawarkan, dengan melampirkan data-data sebagai pembuktian. Jika peserta tidak dapat membuktikan, maka harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar yang ada di pasaran atau menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. SE LKPP No 4 Tahun 2022: Jika Peserta tidak dapat membuktikan harga satuan dasar sebagaimana dimaksud pada angka (1), harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. Berdasarkan hasil klarifikasi ke Pemilik Toko Bangunan UD.BALI BAGUS JAYA yang Bernama I Komang Sutama yang beralamat di Jln. Moh. Hatta LC Subak Aya Bangli dengan hasil klarifikasi harga Baja ringan Kencana Galvalum Profil C 80x0,75 , Penutup atap Sakura Roof atap metal 2x4,G300 (warna);ketebalan 0,25-0,40 mm dan Portland Composite Cement(PCC) kemasan 40 kg-Gresik dengan bukti harga jual di toko lebih besar dari harga penawaran bahan tersebut. Ketentuan Bab XIII: 10. Total harga pada daftar kuantitas dan harga hasil klarifikasi dibandingkan dengan total harga penawaran tanpa PPn. 11. Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan dinaikkan sebesar 5% dari nilai HPS. 12. Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. SE LKPP Nomor 4 Tahun 2022: 11) Kesimpulan Evaluasi Kewajaran Harga a) Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan disesuaikan menjadi 5% (lima persen) dari nilai HPS. b) Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. Berdasarkan ketentuan di atas setelah kami hitung total harga hasil klarifikasi tanpa keuntungan lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur | |
| 0023529597907000 | Rp 355,937,580 | Berdasarkan Dokumen Pemilihan Bab XIII Petunjuk Evaluasi Kewajaran Harga (5). Peserta diminta membuktikan harga satuan dasar upah, bahan, dan peralatan yang ditawarkan, dengan melampirkan data-data sebagai pembuktian. Jika peserta tidak dapat membuktikan, maka harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar yang ada di pasaran atau menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. SE LKPP No 4 Tahun 2022: Jika Peserta tidak dapat membuktikan harga satuan dasar sebagaimana dimaksud pada angka (1), harga satuan dasar hasil klarifikasi menggunakan harga satuan dasar dalam HPS. Berdasarkan hasil klarifikasi ke Pemilik Toko Bangunan UD.AMRTA DANA yang Bernama I Kadek Okta Pranata yang beralamat di Br.Pasekan Dawan Kaler Klungkung dengan hasil klarifikasi harga Baja ringan Kencana Galvalum Profil C 80x0,75 , Penutup atap Sakura Roof atap metal 2x4,G300 (warna);ketebalan 0,25-0,40 mm dan Portland Composite Cement(PCC) kemasan 40 kg-Gresik tidak dapat menunjukan bukti harga jual di toko sehingga harga menggunakan HPS .Ketentuan Bab XIII: 10. Total harga pada daftar kuantitas dan harga hasil klarifikasi dibandingkan dengan total harga penawaran tanpa PPn. 11. Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan dinaikkan sebesar 5% dari nilai HPS. 12. Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. SE LKPP Nomor 4 Tahun 2022: 11) Kesimpulan Evaluasi Kewajaran Harga a) Jika total harga hasil klarifikasi lebih kecil atau sama dengan total harga penawaran, maka harga dinyatakan wajar dan jaminan pelaksanaan disesuaikan menjadi 5% (lima persen) dari nilai HPS. b) Jika total harga hasil klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur. Berdasarkan ketentuan di atas setelah kami hitung total harga hasil klarifikasi tanpa keuntungan lebih besar dari total harga penawaran, maka harga dinyatakan tidak wajar dan penawaran dinyatakan gugur | |
| 0012363933907000 | Rp 369,090,407 | - | |
| 0210644696907000 | Rp 376,000,000 | - | |
CV Mulia Arta Mandiri | 0022182885907000 | Rp 382,014,770 | - |
| 0027881358907000 | Rp 434,511,249 | - | |
| 0015789795907000 | Rp 436,899,262 | - | |
| 0022173561903000 | Rp 430,921,869 | - | |
| 0018855171907000 | Rp 393,619,428 | - | |
| 0019946854906000 | Rp 388,188,589 | - | |
| 0023537210907000 | Rp 363,469,093 | Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi tidak lagi berlaku dan diganti menjadi Keselamatan Konstruksi yang sudah tercantum pada Lampiran II, Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021 yang sudah menetapkan Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi dalam hal ini Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang disampaikan CV.GALIH CITRA MANDIRI, tidak memenuhi dan penawaran dinyatakan gugur. | |
| 0941697864907000 | Rp 360,000,000 | Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi tidak lagi berlaku dan diganti menjadi Keselamatan Konstruksi yang sudah tercantum pada Lampiran II, Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021 yang sudah menetapkan Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi dalam hal ini Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi yang disampaikan CV. PUTRA BADAK KONSTRUKSI, tidak memenuhi dan penawaran dinyatakan gugur. | |
| 0026124107907000 | - | - | |
| 0015338932907000 | - | - | |
| 0014131841907000 | - | - | |
| 0020226668907000 | - | - | |
CV Partha Wijaya Karya | 06*0**9****07**0 | - | - |
CV Parasida | 0224264012907000 | - | - |
| 0014133987906000 | - | - | |
| 0936110808901000 | - | - | |
| 0837997469907000 | - | - | |
| 0019485440907000 | - | - | |
| 0015124753907000 | - | - | |
| 0751376203907000 | - | - | |
| 0312577810907000 | - | - | |
| 0819460924901000 | - | - | |
| 0022181358901000 | - | - | |
| 0022121396629000 | - | - | |
| 0311585822907000 | - | - | |
| 0015125925907000 | - | - | |
| 0753999952906000 | - | - | |
| 0014929202902000 | - | - | |
| 0838600625907000 | - | - | |
| 0027882836907000 | - | - | |
| 0850384447908000 | - | - | |
| 0312447253907000 | - | - | |
CV Murjayadi Utama | 0422986497907000 | - | - |
| 0019946813907000 | - | - | |
CV Nurjaya Karya | 0017996729904000 | - | - |
| 0021521786906000 | - | - | |
| 0016634263907000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
RUANG LINGKUP PEKERJAN
Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Paket Pekerjaan : Rehab Ruang Kelas SDN 3 Yangapi
Sumber dana Dana Transfer Umum – Dana Alokasi Umum
:
Lokasi : Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli
Mulai Kegiatan
1. Pekerjaan Rehab Ruang Kelas SDN 3 Yangapi harus segera dilaksanakan Setelah Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani oleh oleh kedua belah pihak yaitu Pejabat
Pembuat Komitmen dan Penyedia Jasa
2. Penyedia Jasa diharuskan membuat papan nama proyek sesuai dengan persyaratan yang
berlaku dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan.
3. Penyedia Jasa harus membuat Direksikeet dan perlengkapannya, harus sudah siap di
lokasi bangunan, sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima.
Jadwal Pelaksanaan (Time Schedulle)
1. Pembangunan Rehab Ruang Kelas SDN 3 Yangapi di laksanakan dalam waktu 120
(Seratus dua puluh) hari kalender dengan tahapan pekerjaan terlampir dalam Time
Schedule Kurve S.
2. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, maka Penyedia Jasa wajib membuat jadwal
pelaksanaan (Time Schedule) yang memuat uraian pekerjaan, waktu pekerjaan,
bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan
bahan/material dan tenaga kerja.
3. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci, maka Pelaksana Penyedia Jasa mempunyai
kewajiban:
a. membuat rencana kerja harian, mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh
Konsultan Pengawas Lapangan.
b. membuat gambar kerja, untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus
diketahui Konsultan Pengawas Lapangan.
c. membuat daftar yang memuat pemasukan bahan/material yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan Pekerjaan .
4. Rencana Kerja (Time Schedule) di atas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas
dan Pemberi Tugas.
5. Rencana Kerja (Time Sehedule), harus sudah selesai dibuat oleh Penyedia Jasa, paling
lambat 7 (tujuh) hari kalender, setelah SPMK diterima.
6. Penyedia Jasa harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule) kepada
Konsultan Pengawas dan/atau kepada Pengawas Teknis serta harus dipasang pada
dinding bangsal kerja.
7. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Penyedia Jasa berdasarkan rencana
kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan.
Personil Manejerial
1. 1 (satu) orang Pelaksana memiliki SKT Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan
Gedung pengalaman 2 tahun
2. 1 (satu) orang Petugas Keselamatan Konstruksi yang memiliki Sertifikat Petugas
Keselamatan Konstruksi
Penyedia Jasa harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli di bidang
pekerjaannya masing-masing dan tenaga kerja lainnya
Daftar Peralatan Utama
Daftar Peralatan utama terdiri dari :
1. 1 Unit dump truk kapasitas minimal 6m3
2. 1 Unit Molen kapasitas 0,3 m3
Uraian Pekerjaan
I. BIAYA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
II. PEKERJAAN PERSIAPAN
III. PEKERJAAN BETON
IV. PEKERJAAN PLESTERAN
V. PEKERJAAN KAYU
VI. PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
VII. PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
VIII. PEKERJAAN ATAP
IX. PEKERJAAN KUNCI DAN KACA
X. PEKERJAAN PENGECATAN
XI. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
I. BIAYA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KONSTRUKSI
1.1. Keamanan Proyek
1. Penyedia Jasa diharuskan menjaga keamanan terhadap barang-barang milik Proyek,
Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada dilapangan, baik terhadap pencurian
maupun pengrusakan.
2. Bila terjadi kehilangan atau pengerusakan barang-barang, alat-alat dan hasil pekerjaan,
maka akan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan tidak dapat diperhitungkan dalam
pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan.
1.2. Keselamatan Konstruksi
Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan Keselamatan Konstruksi yang wajib dipunyai
dan dipenuhi dalam pelaksanaan paket pekerjaan ini adalah
1) UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
2) UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3) UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
4) Permen PUPR No.10 Tahun 2021 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi
Membuat Prarencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak
Segala kegiatan keteknikan konstruksi dalam mewujudkan proses pekerjaan konstruksi
yang handal, aman, dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, Penyedia Jasa membuat Rencana
Keselamatan Konstruksi / Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KESELAMATAN KONSTRUKSI)
yang berisikan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN
Dalam pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memahami, mengikuti semua
persyaratan yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat termasuk standar
material yang akan dipakai yang mengacu pada SNI ( Standar Nasional Indonesia).
II. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan meliputi Persiapan pelaksanaan pekerjaan dilapangan seperti
pembuatan bangunan direksi keet dan kantor Penyedia Jasa, kemudian pagar pengaman,
papan nama proyek dan perlengkapannya serta mobilisasi bahan, alat dan tenaga kerja
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2.1. Pembuatan Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek menggunahan bahan triplek dicat putih dengan tulisan berwarna
hitam, yang disangga kayu dengan tinggi minimal 1.5 meter. Papan Nama Proyek
menjelaskan identitas pekerjaan, nomor kontrak, nilai kontrak, jangka waktu
pelaksanaan, nama Penyedia Jasa, nama Konsultan Pengawas dan dibagian atas diisi
Logo Pemerintah Kabupaten Bangli dan Nama Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten
Bangli.
2.2. Pekerjaaan Bongkaran
Spesifikasi Pekerjaan Bongkaran
Pekerjaan bongkaran dilakukan sesuai dengan petujuk atau penawaran bagian
mana yang mesti di bongkar.
Pekerjan bongkaran harus dilakukan dengan hati-hati supaya tidak berbahaya bagi
pekerja maupun terhadap bagian bangunan yang tidak dibongkar.
Semua hasil bongkaran harus dirapikan untuk diangkut dan dipindahkan sesuai
dengan petujuk direksi
Pengukuran
Pekerjaan Persiapan meliputi pekerjaan papan nama yang diukur dalam satuan
buah, pekerjaan bongkaran ata dan rangka atap diukur dalam satuan meter persegi.
Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Persiapan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk galian selokan drainase dan saluran air, untuk semua formasi
penyiapan pondasi selokan yang dilapisi dan semua pekerjaan Iain atau biaya
Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
Bh
Pekerjaan Papan nama
Pembongkaran 1 m2 atap M2
genteng, seng, plafon
Pembongkaran 1m2 rangka M2
atap kayu
Peralatan:
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko Keselamatan Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
I Pekerjaan Persiapan
Terkena peralatan kerja 4
1 Pekerjaan Papan
nama
Pembongkaran 1 m2 Terkena peralatan kerja tertimpa material 4
2
atap genteng, seng, bongkaran
plafon
Pembongkaran 1m2 Terkena peralatan kerja tertimpa material 4
3
rangka atap kayu bongkaran
III. PEKERJAAN BETON
Pekerjaan Beton terdiri dari :
Pekerjaan beton kolom
Membuat 1 m3 beton mutu f'c = 19,3 Mpa (K225)
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir
Memasang bekisting untuk kolom
Pekerjaan beton Ring Balok
Membuat 1 m3 beton mutu f'c = 19,3 Mpa (K225)
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir
Memasang bekisting untuk balok
Umum.
a. Pekerjaan yang disyaratkan dalam pasal ini harus mencakup semua pembuatan
struktur beton, termasuk tulangan dan struktur komposif sesuai dengan persyaratan
dan sesuai dengan garis, elevasi, ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan dalam
gambar serta sebagaimana diperlukan oleh Perencana.
b. Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan
struktur beton adalah Membuat 1 m3 beton mutu f'c = 19,3 Mpa (K225)
c. Syarat dari SKSNI T-15-1991-03 harus diterapkan sepenuhnya pada semua pek.
Beton yang dilaksanakan dalam kontrak ini, kecuali bila terdapat pertentangan
dengan syarat dalam spesifikasi ini, dalam hal ini syarat dari spesifikasi ini harus
dipakai.
Semen.
a. Semen yang dipakai adalah semen gresik .
b. Selama pengangkutan atau penyimpanan, semen tidak boleh kena air dan
kantongnya harus asli dari pabrik, dan tetap utuh atau tertutup rapi.
c. Semen yang sudah membeku, tidak layak atau tidak dibenarkan dipakai dalam
pekerjaan ini.
Pasir dan kerikil beton.
a. Pasir dari pasir alam (sungai) sedangkan kerikil beton dari alam maupun
hasil mesin pecahan batu (stone crusher) dan harus bersih dari kotoran
seperti bahan organis, lumpur, tanah, kapur, garam dan sebagainya, tidak
porus dan sesuai dengan SKSNI-1991.
b. Bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan pada tempat yang bersih
dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran antara bahan yang satu dengan
yang lain dan terllindungi dari pengotoran.
c. Krikil yang digunakan adalah jenis batu pecah ukuran 1-2 cm
Air dan Bahan Campuran Tambahan (Admixture).
a. Air untuk adukan dan untuk merawat beton harus bersih dan bebas dari semua
kotoran yang dapat merusak daya lekat semen atau dapat menurunkan mutu
beton.
b. Bahan campuran lainnya bila dianggap perlu untuk mempercepat pengerasan
dan perbaikan beton dapat dicampur dalam campuran ini. Produksi yang
digunakan adalah sika, atau setara sesuai dengan sifat-sifat yang diharapkan
dan harus mendapatkan persetujuan Perencana terlebih dahulu. Bahan-bahan
tersebut tidak boleh mengandung bahan-bahan yang merugikan sifat beton
bertulang.
Besi Beton.
a. Mutu besi beton yang digunakan adalah :
Mutu besi tulang beton untuk diameter Besi polos adalah BJ.Tp 24 untuk
besi ulir BJ.Td 40
b. Semua besi yang dipakai diatas harus mempunyai sertifikat dari produsen
atau pabrik. Ketentuan toleranFsi ukuran besi disesuaikandengan standar
SII atau SNI.
c. Besi yang digunakan harus dilakukan uji mutu kuat tarik yang dilakukan
dilaboratorium
d. Jika besi yang didatangkan ke lokasi tidak sesuai dengan yang
dicantumkan dalam sertifikat atau diragukan, perencana pekerjaan
berhak kepada Penyedia Jasa untuk melakukan pengujian terhadap besi
tersebut.semua hasil pengujian menjadi tanggungan Penyedia Jasa. Bila
hasil pengujian tidak sesuai dengan sertifikat, maka perencana berhak
menolak semua besi tersebut.
e. Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dengan keadaan
dingin, sesuai dengan aturan yang berlaku.panjang penyaluran dan
panjang pengangkeran pada bagian-bagian konstruksi disesuaikan
dengan gambar kerja atau menurut SKSNI-1991.
f. Besi beton harus bebas dari kotoran,karat, minyak, cat dan kotoran
lainnya yang dapat mengurangi daya lekat semen atau dapat menurunkan
mutu besi beton.
g. Besi beton harus dipotong atau dibengkokkan yang sesuai pada gambar
kerja. Kemudian dibentuk dan dipasang sedemikian rupa sehingga pada
waktu dan selama pengecoran tidak berubah bentuk.
h. Kawat beton yang digunakan harus lazim di pakai, sehingga dapat
mengikat besi tetap pada tempatnya. Untuk dapat besi beton yang
diinginkan, dapat digunakan besi beton dari produk yang ditunjuk oleh
perencana.
i. Besi beton disimpan agar tidak menyentuh tanah dan jangan disimpan
dialam terbuka dalam jangka waktu yang lama.
Cetakan beton/ bekisting.
a. Bahan
Cetakan untuk beton/ begisting (formwork), harus dibuat dari
playwood yang tebalnya minimal 9 mm. Rangka penguat cetakan
minimal terbuat dari kayu kelas kuat III dan dipasang sedemikian rupa
sehingga cukup kuat untuk menahan tekanan beban beton.
Bahan penyangga (steger) harus terbuat dari skafolding dan kayu
bermutu baik
b. Konstruksi
Cetakan dibuat dan disanggah sedemikian rupa sehingga dapat
mencegah getaran yang merusak. Tidak berubah bentuk selama
pengecoran berlangsung dan sebelum beton mulai padat.
Cetakan dibuat sedemikian rupa supaya mempermudah dan tidak
membuat beton rusak selama pengecoran berlangsung.
Kayu steger (penyangga) dibuat sedemikian rupa agar dapat menahan
baban yang dipikul.
Untuk Kontaktor harus membuat shop drawing dari bagian-bagian
kontruksi cetakan/ begisting serta dapat persetujuan dari perencana.
c. Pelapis cetakan
Untuk mempermudah membuka begisting beton, dapat digunakan
pelumas begisting yang telah disetujui oleh Perencana.
Minyak pelumas baik yang bekas mau pun baru tidak dibenarkan
digunakan untuk bahan pelapis cetakan.
c. Pengadukan beton
Pencampuran bahan-bahan penyusun beton dilakukan agar diperoleh
suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun bedasarkan
rencana penyusun beton. Secara umum pengadukan beton dengan mesin
molen. Ketentuan waktu atau sama dengan 1 m3 adalah 1.5 menit atau
menurut petujuk perencana. Selama proses pengadukan, kekentalan
campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump
yang disesuaikan dengan jarak pengangkukan.
d. Beton dekking
Beton dekking/ ganjal 1 pc : 3 ps harus dibuat terlebih dahulu,
sebelum pekerjaan beton kontruksi di mulai. Cetakan setelab 2 cm
berukuran 4x4 cm atau sesuai dengan yang disyaratkan dan
dilengkapi dengan kawat pengikatnya.
Sesudah padat dan kering dari udara, beton dekking direndam dalam
air.
Untuk beton balok dan kolom dipasang 10 buah untuk setiap 1 m2.
dengan ketebalan 3 cm, dan untuk beton plat dipasang beton dekking
dengan ketebalan 2 cm sebanyak 5 buah untuk setiap 1 m2.
Selain beton dekking untuk balok yang mempunyai 2 baris atau lebih
tulangan, harus diberi ganjalan dengan besi beton yang diameternya
sama dengan tulangan rangkap. Ganjalan ini dipasang pada bagian
samping dan bawah balok sebanyak 3 buah untuk setiap 1 m2..
e. Adukan beton ’site mixing’ (setempat).
Adukan beton menggunakan concrete mixer
Kecepatan aduk sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya.
Pengecoran beton
a Sebelum adukan beton dituangkan, semua cetakan harus di bersih kan
dari kotoran seperti serbuk gregaji, minyak, tanah dan kotoran lainnya.
Kemudian cetakan tersebut dibasahi dengan air yang secukupnya, namun
tidak ada air yang tergenang dalam cetakan tersebut.
b Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat persetujuan dari
Perencana. Apabila pengecoran beton dilakukan tanpa ada persetujuan
Perencana, maka kerugian akibat pembongkaran yang terjadi akan
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
c Adukan harus homogen atau dengan warna yang merata dan harus
dicorkan dalam waktu 1 jam setelah pencampuran air dimulai.
d Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus dilaksanakan terus menerus
sampai selesai dengna tanpa berhenti, kecuali tanpa ada persetujuan
Perencana. Tidak dibenarkan mengecor beton pada saat hujan, kecuali
ada pengamanan langsung dari Penyedia Jasa, terutama untuk
melanjutkan unit pekerjaan yang mendapat persetujuan langsung dari
Perencana. Alam hal ini Penyedia Jasa harus berupaya agar beton yang
baru di cor tidak rusak oleh kena air hujan.
e Adukan beton harus diangkut dengan sedemikian rupa, sehingga dapat
mencegah adanya pemisahan atau pengurangan terhadap bagian-bagian
bahan. Adukan tidak boleh dijatuhkan lebihdari ketinggian 2 meter.
f Apabila terjadi pertemuan beton yang sudah dicor, bidang pertemuan
harus dibersihkan atau disemprot dengan air, kemudian disikat sampai
agregat kasar kelihatan dan selanjutnya disiram dengan campuran semen
yang kental dan ditambah dengan addtive, merata keseluruh permukaan
yang akan disambung.
Perlindungan beton
a. Agar beton terlindung dari cuaca, beton harus dibasahi secara terus menerus
selama 14 hari setelah pengecoran dengan menutup jerami/ karung basah.
b. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga agar tetap basah sekurang-
sekurangnya selama 4 hari setelah pengecoran, dengan cara menyemprot atau
mengenangi dengan air pada permukaan beton tersebut, terutama pada pagi/ sore
hari atau juga cuaca pada saat teduh.
c. Beton harus terlindungi dari pengrusakan secara mekanis/ pengeringan sebelum
waktunya.
d. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembongkaran bekisting untuk beton
kolom minimal 2 hari, beton balok, plat lantai minimal 21 hari, beton kantilever
minimal 28 hari
e. Bahan hasil bongkaran tidak dipergunakan untuk pekerjaan lain, kecuali sudah
mendapat persetujuan dari pengawas lapangan
Cacat pada beton
a. Hal yang dimagsud cacat pada beton adalah sebagai berikut: Konstruksi beton yang
amat keropos.Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan rencana. Konstruksi beton
yang terdapat adanya benda-benda yang dilarang ada pada konstruksi beton.
b. Apabila hal ini terjadi, Perencana berhak untuk tidak menerima pekerjaan beton
tersebut dan Penyedia Jasa harus segera memperbaiki sesuai dengan petujuk
Perencana.
c. Penggunaan alat bantu pekerjaan yang sangat membebani struktur harus
mendapat persetujuan dari Perencana dan kotraktor harus memperbaiki beton
yang rusak akibat penggunaan alat bantu tersebut.
d. Hasil yang diharapkan pada cor beton tidak ada yang menyimpang dari toleransi
yang diijinkan, karena tidak ada perbaikan beton dengan plesteran.
Pengukuran
Pekerjaan Beton diukur untuk pembayaran dalam satuan meter kubik, pekerjaan pembesian
diukur dalam satuan kilogram dan pekerjaan bagisting diukur dalam meter persegi sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Beton akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata
Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga,
dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan
semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk partisi, untuk semua formasi penyiapan pondasi
selokan yang dilapisi dan semua pekerjaan Iain atau biaya Iainnya yang diperlukan atau
biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang
diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
III Pekerjaan Beton
a Pekerjaan Beton Kolom
Pekerjaan Beton Meter Kubik
-
Pekerjaan Pembesian Kilo gram
-
- Pekerjaan Bekisting Meter persegi
b Pekerjaan Beton Ring Balok
Pekerjaan Beton Meter Kubik
-
Pekerjaan Pembesian Kilo gram
-
- Pekerjaan Bekisting Meter persegi
Peralatan:
a. Mesin Molen
b. Dum Truk
c. Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
a. Pelaksana
b. PetugasKeselamatan Kontruksi
c. Pekerja
d. Tukang besi
e. Tukang batu
f. Tukang kayu
g. Kepala tukang
h. Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
a. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker dan Kaca Mata Kerja.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko Keselamatan Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
PEKERJAAN BETON
III
Pekerjaan Beton
a
Kolom
Terkena peralatan kerja tertimpa 6
Pekerjaan Beton
-
material beton, pasir koral semen,
campuran beton
Pekerjaan Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 6
-
material besi
Terkena peralatan kerja tertimpa 6
Pekerjaan Bekisting
-
material kayu, terjatuh
Pekerjaan Beton
b
Ring Balok
Terkena peralatan kerja tertimpa 6
Pekerjaan Beton
-
material beton, pasir koral semen,
campuran beton
- Pekerjaan Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 6
material besi
Terkena peralatan kerja tertimpa 6
Pekerjaan Bekisting
-
material kayu, terjatuh
IV. PEKERJAAN PLESTERAN
Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
a. Kualitas Bahan
Pasir yang digunakan adalah Pasir halus
Semen Gresik
Pelaksanaan pekerjaan Plesteran harus mendapat hasil yang baik dan sempurna,
dalam artian bidang permukaannya harus betul-betul rata, tidak bergelombang,
tegak lurus dan padat.
Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan maka bagian atau
seluruhnya plesteran itu harus dibongkar untuk diulang/ diperbaiki kembali atas
tanggungan Penyedia Jasa.
b. Teknis/ cara pemasangan.
Permukaan dinding yang akan diplester, disiram sebelumnya dengan air sampai
jenuh, barulah pek. Plesteran dapat dilaksanakan. Tebal plesteran dinding tidak boleh
kurang dari 1.5 cm dengan campuran 1 pc : 6 pp seperti yang telah ditentukan.
c. Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan plesteran dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang direncanakan
Pekerjaan Acian
Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan Plesteran pada bidang dinding
tersebut selesai dikerjakan.
Ketebalan acian harus merata berkisar 2-3 mm. permukaan acian harus merata, halus
dan tidak retak-retak. Acian dinding luar menggunakan acian semen, Acian dinding
dalam bisa menggukan campuran mill dan semen dengan campuran
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Acian dirapikan dan dihaluskan dengan kasut kecil secara merata sehingga
permukaan dinding merata.
Pekerjaan Acian dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang direncanakan.
PENGUKURAN
Pekerjaan plesteran dan acian di ukur dalam satuan meter persegi Pekerjaan ini diukur dalam
meter persegi sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi
Pekerjaan. Pekerjaan Dinding Bata Ringan diperlukan untuk pekerjaan Dinding Tembok yang
dipasang sesuai gambar kerja atau yang diperintahkan Oleh Direksi Pekerjaan.
PEMBAYARAN
Kuantitas pekerjaan beton, ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar berdasarkan
Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
PEKERJAAN PLESTERAN DAN
IV
ACIAN
Plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
1 Meter persegi
2 Pekerjaan Acian Meter persegi
Peralatan
a. Molen/Concrete mixer
b. Alat bantu pertukangan
Tenaga Kerja dan Personil
Pelaksana Lapangan
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang Batu
Kepala Tukang
Mandor
Aspek K3
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung Tangan,
Masker dan Kaca Mata Kerja.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
IV Pekerjaan Plesteran
dan Acian
1 Plesteran 1SP : 6PP Terkena peralatan kerja tertimpa 4
tebal 15mm material semen campuran semen pasir
2 Pekerjaan Acian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
material acian semen
V. PEKERJAAN KAYU
Pekerjaan Kayu meliputi pekerjaan :
a. Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu keruing mekanis
b. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 daun pintu panel, kayu kamper
c. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu kamper
d. Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm kayu kamper
A. Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu keruing mekanis
Cara pembuatan dan pemasangan kusen pintu dan Kusen Jendela adalah sebagai berikut
a. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
b. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang
berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
c. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan
gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi
penyusutan, tidak timbul celah.
d. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok
juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
e. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu,
berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu
terhadap resapan air dari latai ke atas.
Cara pemasangan kusen pintu dan Kusen Jendela
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
a. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
b. Pasang angker pada kusen secukupnya.
c. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
d. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
e. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
f. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
g. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian
dan ketegakan dari kusen.
h. Bersihkan tempat sekelilingnya.
i. Pekerjaan Pasanga Kusen pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan
B. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 daun pintu dan daun pintu panel, kayu kamper
Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di
dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Kedudukan daun pintu
pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah,
kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.
a. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
b. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
c. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
d. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
e. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu
dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
f. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun pintu.
g. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang kusen
h. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
i. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
j. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
k. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.
l. Pekerjaan Pasangan daun pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan.
Cara pemasangan kusen pintu dan Kusen Jendela adalah sebagai berikut:
a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
b. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
c. Pasang angker pada kusen secukupnya.
d. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
e. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
f. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
g. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
h. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian
dan ketegakan dari kusen.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.
j. Pekerjaan Pasangan Kusen pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan
B. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 jendela kaca, kayu kamper
Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela
(sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk
putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela
dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai
dengan engsel pada daun jendela.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen.
8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada
kusen jendelanya.
9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
C. Pemasangan 1 m’ listplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm kayu kamper
Papan Listplank menggunakan papan kamper 2x25 di kombinasikan dengan list palnk
kayu 2x7. Papan conwood di pasang horizontal di skrup pada rangka baja ringan . List
kayu kamper papan kayu 2x7 cm yang berfungsi sebagai alas genteng. Papan kamper dan
kayu difinish menggunakan cat Minyak
Pengukuran
Pekerjaan Kayu meliputi pekerjaan Kusen pintu dan jendela di ukur dalam satuam meter
kubik, Daun pintu, dun jendela kaca diukur dalam satuan meter persegi dan list plank
coonwood dan kayu di ukur dalam satuam meter Pekerjaan Pekerjaan tersebut diatas
diukur sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi
Pekerjaan.
Pembayaran
Kuantitas Pekerjaan Kayu, ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar berdasarkan
Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah
ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas
dan peralatan untuk biaya Iainnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
V Pekerjaan kayu
Pembuatan dan
Meter Kubik
pemasangan 1 m3 kusen
1
pintu dan kusen jendela,
kayu keruing mekanis
Pembuatan dan Meter persegi
2 pemasangan 1 m2 daun
pintu panel, kayu kamper
3 Pembuatan dan Meter persegi
pemasangan 1 m2 pintu
dan jendela kaca, kayu
kamper
4 Pemasangan 1 m’ Meter
lisplank Conwood (2x25)
cm, kayu 2x7cm kayu
kamper
Peralatan:
Mesin Bor
Mesin Serut
Palu
Gergaji
Waterpass
Alat bantu pertukangan
Tenaga Kerja dan Personil
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang
Mandor
Aspek K3
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
V Pekerjaan Kayu
Terkena Peralatan kerja tertimpa material kusen 4
1 Pembuatan dan kayu
pemasangan 1 m3
kusen pintu dan
kusen jendela, kayu
keruing mekanis
Terkena Peralatan kerja tertimpa material daun 4
2 Pembuatan dan pintu
pemasangan 1 m2
daun pintu panel,
kayu kamper
Terkena Peralatan kerja tertimpa material kusen 4
3 Pembuatan dan jendela
pemasangan 1 m2
pintu dan jendela
kaca, kayu kamper
Terkena Peralatan kerja tertimpa material 4
4 Pemasangan 1 m’ lisplank, terjatuh
lisplank Conwood
(2x25) cm, kayu
2x7cm kayu kamper
VI. PEKERJAAN LANGIT – LANGIT
Pekerjaan ini meliputi :
Pemasangan 1 m2 langit-langit Kalsiboard tebal 4mm ukuran1200x2400mm
Pemasangan 1 m2 rangka hollow 20 mm X 40 mm, KENCANA Galvalum
Pemasangan 1 m’ list langit-langit kayu profil ukuran 1x6cm kayu keruing mekanis
Metode Pelaksanaan
a. Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik simpul
sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Penyedia Jasa harus melapor
kepada Perencana lapangan.
b. Pelaksanaan langit-langit dapat dilaksanakan setelah dudukan untuk
alat penggantung/pengait rangka plafond telah selesai dikerjakan dan tertutup dengan
atap atau dak beton.
c. Pemasangan rangka plafond ditimbang rata air untuk mendapatkan permukaan
plafond yang rata air.
d. Konstruksi rangka plafond dalam satu ruang telah selesai dilaksanakan baru penutup
atau lembaran plafond dapat dipasangkan.
e. Jarak antara paku atau sekrup minimal 10 mm dan maksimal 16 mm. dipinggir bahan
penutup pada setiap rangkaian rangka plafondnya.
f. Sambungan antara lembaran plafond yang terpasang serapat mungkin lalu dilapisi
dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-
langit .
g. Pemasangan list plafond di pasang pada setiap permukaan antara
dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau sekrup.
h. Pekerjaan Langit-langit dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang direncanakan.
Tatacara Pemasangan Langit-langit (Plafond)
Langkah Kerja:
Pelaksanaan langit-langit dapat dilaksanakan setelah dudukan untuk
alat penggantung/pengait rangka plafond telah selesai dikerjakan dan tertutup dengan atap
atau dak beton.
Pemasangan rangka plafond ditimbang rata air untuk mendapatkan permukaan plafond
yang rata air.
Konstruksi rangka plafond dalam satu ruang telah selesai dilaksanakan baru penutup atau
lembaran plafond dapat dipasangkan.
Jarak antara paku atau sekrup minimal 10 mm dan maksimal 16 mm. dipinggir bahan
penutup pada setiap rangkaian rangka plafondnya.
Sambungan antara lembaran plafond yang terpasang serapat mungkin lalu dilapisi dengan
base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-langit .
CARA MEMASANG LIS PLAFON KAYU YANG TEPAT
Lis kayu saat ini mulai banyak digunakan untuk memperindah tampilan ruang atau
interior dan pelengkap perabot furniture dimana bahan yang digunakan berasal dari kayu.
Untuk memasang list ini dibutuhkan ketelitian dan pengalaman agar tidak terjadi
kesalahan dan menyebabkan kerusakan. Berikut cara memasangnya;
Persiapkan Alat dan Bahan
Pertama kali yang harus dilakukan tentu saja menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
untuk memasang. Bahan yang utama adalah lis yang terbuat dari kayu, sedangkan alat
yang digunakan mulai dari bor kecil, sekrup serta peralatan lain yang biasanya dibutuhkan
untuk memasang plafon.
Setelah bahan lis profil sesuai, maka lakukan pemotongan yang disesuaikan dengan plafon
kayu yang digunakan. Pemotongan harus tepat dan presisi agar terlihat rapi. Proses
pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati agar lis tidak mengalami keretakan.
Pasang Lis Kayu dengan Lem atau Paku
Agar lis kayu dapat menempel sempurna pada plafon, lis harus dipasang dengan cara dilem
atau dipaku. Jika menggunakan lem, tampilannya bisa terlihat rapi dan seakan menyatu
dengan plafon kayu yang digunakan.
Lem yang digunakan harus berkualitas agar perekatannya merata dan kuat. Jika lemnya
tidak bagus, lis kayu dapat berpotensi mudah terlepas dan rusak. Bisa juga usia
penempelan tidak bertahan lama. Jadi, satu ini tidak boleh diabaikan.
Apabila memilih menggunakan paku, lis profil bisa melekat dengan erat, kuat dan tidak
mudah lepas. Kelemahannya kadang tampilannya kurang bagus, kurang rapi dan bisa
terjadi pecah jika pemasangannya tidak hati-hati. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan jenis
paku tembak dimana paku yang digunakan tidak terlihat dari luar.
Setelah terpasang, jangan lupa untuk merapikan kembali hasil pemasangan. Biasanya pada
proses pemasangan terdapat sudut yang kurang rapi. Jika dirapikan tentu hasil
pemasangan akan lebih rapi dan cantik.
Lis plafon semakin banyak digemari untuk mempercantik plafon kayu yang digunakan
untuk menutupi langit-langit yang terbuka. Pemasangan lis yang sempurna, pastinya akan
menghasilkan pemandangan yang sempurna pula. Jadi, lakukan cara pemasangan di atas
dengan benar.
Pengukuran
Pekerjaan Langit-Langit meliputi meliputi pekerjaan Plafon kalsiborard 4mm, rangka hollow
diukur dalam satuan meter persegi, list plafon kayu di ukur dalam satuan meter , Pekerjaan
Langit-Langit diukur sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh
Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Langit-Langit diperlukan untuk pekerjaan finishing finishing
bangunan gedung Loka Sranayang dipasang sesau sesuai gambar kerja atau yang
diperintahkan Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Kuantitas Langit-Langit, ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar berdasarkan
Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini
dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut
harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk pekerjaan pondasi atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan
dalam Seksi ini
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
VI Pekerjaan Langit-Langit
meliputi
1 Pemasangan 1 m2 langit-langit
Kalsiboard tebal 4mm
ukuran1200x2400mm M2
2 Pemasangan 1 m2 rangka
hollow 20 mm X 40 mm,
M2
KENCANA Galvalum
3 Pemasangan 1 m’ list langit-
langit kayu profil ukuran
M1
1x6cm kayu keruing mekanis
Peralatan:
Mesin Bor
Gunting besi
Palu
Gergaji
Waterpass
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Kontruksi
Pekerja
Tukang Batu
Kepala Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
a. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung Tangan,
Masker rompi
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko Keselamatan Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
VI Pekerjaan Langit -
Langit
Pas. langit-langit Terkena peralatan kerja, tertimpa material 4
1
Kalsiboard, terjatuh
Kalsiboard tebal 4mm
ukuran1200x2400mm
Pas rangka hollow 20 Terkena peralatan kerja, tertimpa material 4
2
hollow, terjatuh
mm X 40 mm,
KENCANA Galvalum
Pas langit-langit kayu Terkena peralatan kerja, tertimpa material list 4
3
plafon, terjatuh
profil ukuran 1x6cm
kayu keruing mekanis
VII. PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
Pekerjaan besi dan Aluminium meliputi Pemasangan 1 m2 rangka atap baja ringan
KENCANA Galvalum Profil C80x0.75mm
Spesifikasi Bahan
Bahan baja yang dipakai adalah baja mutu tinggi /High Tension Steel dengan standar
G550 lapis anti karat/Zinc9Aluminium dan Zinc tidak boleh kurang dari 100
gram/m2(AZ 100) sedangkan untuk lapisan Zinc (Galvanis ) tidak kurang dari
200gram/m2(Z100) Profil baja yang digunakan adalah profil C80x0.75mm -
Kencana Galvalum jarak kuda-kuda 90cm
Teknis pelaksanaan
Apabila Penyedia Jasa secara teknis tidak memungkinkan untuk melakukan sendiri
pekerjaan baja ringan ini, Penyedia Jasa boleh menunjuk sub Penyedia Jasa untuk
melaksanakan pekerjaan ini dengan persetujuan dari perencana dan Pejabat
Penandatangan Kontrak. Penyedia Jasa harus menyerahkan sertifikat garansi dari
produk
baja ringan yang dipakai dan garansi dari aplikasi dalam pekerjaan ini yang
lamanya minimal 15 tahun dari tanggal mulai serah terima pertama pekerjaan.
Penyedia Jasa/sub Penyedia Jasa harus mengukur ulang bangunan untuk
mendapatkan ukuran riil dilapangan serta menghindari kemungkinan kesalahan
ukuran dan dituangkan dalam gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing).
Pabrikasi dapat dilakukan diluar dari lokasi kegiatan dalam rangka effisiensi teknis
dan waktu dengan pemberitauan kegiatan secara tertulis terlebih dahulu baik
kepada Pejabat Penandatangan Kontrak maupun kepada pengawas lapangan.
Seluruh bata ringanng-bata ringanng rangka atap harus dipotong secara persisi
sesuai ukuran di lapangan yang didapat.
Jarak antar kuda-kuda dipasang dengan jarak 90cm sesuai dengan gambar kerja
Jika terdapat patahan atap, maka pada posisi patahan tersebut harus merupakan titik
simpul sistem rangka bata ringanng ( bentuk dasar segitiga ). Diperkuat patahan
kuda-kuda dengan plat adu punggung hanya bisa dikerjakan pada posisi bata
ringanng yang menerima beban sangat kecil.
Semua titik simpul diperkuat dengan baut dengan jumlah minimal 5 buah atau
disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemasangan tumpuan rangka atap pada ring balok harus dilakukan dengan baik
memakai dynabolt type wall plug ukuiran sesuai kebutuhan material yang akan
dipasang.
Pemasangan reng harus dibuat rata,tegak lurus dengan rangka atap serta berjarak
yang sama antara reng satu dengan yang lainnya.
Ukuran jarak reng disesuaikan dengan bahan genteng yang dipasang.
Usuk dipasang atau dimasukkan pada ujung bawah kuda-kuda dengan panjang ±
50 cm, diperkuat dengan baut. Jarak antara baut ± 5 cm dengan jumlah baut
minimal 3 bh atau sesuai dengan kebutuhan.
Lisplank dipasang setelah semua usuk terpasang dengan baik.
Bentuk serta ukuran papan lisplank sesuai dengan gambar kerja.
Lisplank dipasang sedemikian rupa pada ujung usuk, diperkuat dengan paku.
Sambuang pada papan lisplank kalau memungkinkan sebaiknya digunakan
sambungan ekor burung.
Hasil yang diharapkan lisplank terpasang dengan kuat,lurus tidak bergelombang,
rapi terutama pada pertemuan sudut atap.
Seluruh bidang atap dari rangka atap yang dipasang harus merupakan bidang yang
rata dan tidak bergelombang sehingga pemasangan reng dapat dilakukan dengan
baik.
Pemasangan rangka atap keseluruhannya merupakan sistim yang saling berkaitan.
Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik simpul
sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Penyedia Jasa harus melapor
kepada Perencana lapangan.
Pekerjaan Besi dan aluminium dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Besi dan Aluminium meliputi meliputi pekerjaan rangka atap baja ringan
diukur dalam satuan meter persegi, , Pekerjaan Besi dan Aluminium diukur sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi
Pembayaran
Kuantitas Besi dan Aluminium, ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar
berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang
terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga
dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk pekerjaan pondasi atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana
mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
Pekerjaan Besi dan
VII
Aluminium
1 Rangka Baja Ringan Meter Persegi
Kencana Profil
C80X0,75mm
Peralatan:
a. Mesin Bor
b. Mesin Genset
c. Mesin Las
d. Gunting besi baja
e. Mesin Gerinda
f. Waterpass
g. Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
a. Pelaksana
b. Petugas Kesematan Konstruksi
c. Pekerja
d. Tukang Batu
e. Kepala Tukang
f. Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker , Sabuk Pengaman
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
VII Pekerjaan Besi dan
Aluminium
Rangka Baja Ringan Terkena peralatan kerja, tertimpa material baja, 6
1
Terjatuh
Kencana Profil
C80X0,75mm
VIII. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
Pekerjaan atap bangunan meliputi pekerjaan-pekerjaan :
Genteng Metal Lapis Pasir Sakura Roof 0,3 mm, Bubungan Genteng Plentong
Metode Pelaksanaan
Pemasangan genteng metal dengan cara di bor dan kemudian dipasangkan mur dengan jarak di
sesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga genteng metal tersebut lebih rapat dan menempel
dengan permukaan atap dengan kuat. Setelah pengeboran selesai dilakukan, berilah sealent
pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur tersebut sehingga mencegah kebocoran pada
saat hujan. Pemotongan genteng metal lebih terlihat rapih jika dilakukan pada bagian atas atau
titik pertemuan dengan NOK. Nok atap menggunakan nok genteng pres dipasang dengan
campuran semen pasir 1pc:5psr. Pada ujung jurai dipasang ikut celedu, pada ujung jurai atas
dipasang murda dan ditengah-tengah pada nok atas dipasang bentala paras. pemasangan harus
dilakukan dengan hati-hati menggunakan tali pelindung untuk keamanan para pekerja.
Genteng dipasang secara teratur dan lurus secara vertikal dan horizontal dengan overlap antara
genteng yang telah ditentukan untuk mencegah terjadinya kebocoran.
Pengukuran
Pekerjaan Penutup Atap meliputi meliputi pekerjaan atap genteng dan bubungan genteng,
diukur dalam satuan meter persegi, Pekerjaan bubungan diukur dalam satuam meter pekerjaan
murdan dan ikut celedu diukur dalam satuan buah Pekerjaan Atap diukur sebagai volume aktual
bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Kuantitas Penutup Atap, ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar berdasarkan Harga
Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk
pekerjaan pondasi atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng
ukuran
VIII Pekerjaan Atap
1 Pekerjaan Genteng Metal Lapis Pasir Meter
Sakura Roof 0,3 mm Persegi
2 PPekerjaan Meter
Bubungan Genteng Plentong Persegi
Peralatan:
a. Bor listrik
b. Gunting
c. Palu
d. Gergaji
e. Waterpass
f. Alat bantu pertukangan lainnya
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
a. Pelaksana
b. Petugas Keselamatan Konstruksi
c. Pekerja
d. Tukang
e. Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker, sabuk pengaman
12.8. Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko Keselamatan Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
VIII
PEKERJAAN ATAP
Terkena peralatan kerja tertimpa, 6
1 Pekerjaan Genteng
terjatuh
Metal Lapis Pasir
Sakura Roof 0,3 mm
Terkena peralatan kerja tertimpa, 6
2 Pekerjaan Bubungan
terjatuh
Genteng Plentong
IX. PEKERJAAN KUNCI DAN KACA
Pekerjaan Kunci dan Kaca meliputi Pekerjaan :
1. Pemasangan 1 buah kunci slot solid
2. Pemasangan 1 buah engsel pintu paori
3. Pemasangan 1 buah grendel pintu paori
4. Pemasangan 1 buah engsel jendela paori
5. Pemasangan 1 buah grendel jendela paori
6. Pemasangan 1 buah kait angin paori
7. Pemasangan kaca bening 5mm
Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada
daun pintu kayu, daun jendela kaca yang ditunjukkan/disyaratkan dalam detail gambar.
Spesifikasi Bahan/Material
a. Semua 'hardwere' yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum
dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau penggantian 'hardwere'
akibat material yang ditunjuk sudah tidak diproduksi lagi oleh Pabrik yang
bersangkutan, maka dari pemilihan -, Penyedia Jasa wajib melaporkan hal tersebut
kepada Pengawas Teknis untuk mendapatkan persetujuan ulang.
b. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari pelat
aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal ini dihubungkan
dengan cincin nikel kesetiap anak kunci.
c. Kunci pintu dipergunakan merek solid sesuai sepesifikasi teknis dengan kualitas baik
d. Kait angin dan grendel ini dipergunakan dengan kualitas yang baik
e. Untuk daun jendela kaca dipakai handle pengunci
f. Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
g. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan
Management Konstruksi.
h. Engsel pintu - Paori ukuran 5”x tebal 25mm, dipasang sekurang-kurangnya 2 buah
untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama
dengan warna engsel. Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut
beban berat daun pintu, tiap engsel memikul maksimal 20 kg.
i. Semua aksesoris pintu dan jendela menggunakan merek paori dengan kualitas baik.
Metode Pelaksanaan
a. Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
b. Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
c. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
d. Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari permukaan
pintu, engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
e. Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
f. Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi, lurus dan
sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Apabila hal
tersebut tidak tercapai, Penyedia Jasa wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya.
g. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan
pengujian secara kasar dan halus.
h. Penyedia Jasa wajib membuat shop drawing (gambar detail
pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
i. Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang
diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus
yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai dengan
Standar Spesifikasi pabrik.
Pengukuran
Pekerjaan Kunci dan Kaca meliputi meliputi pekerjaan pemasangan kunci dan
aksesorisnya di ukur dalam satuan buah dan pekerjaan kaca bening 5mm diukur dalam
satuan meter persegi Pekerjaan Kunci dan Kaca diukur sebagai volume aktual bahan
yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Kuantitas Kunci dan Kaca ditentukan seperti yang disyaratkan akan dibayar berdasarkan
Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah
ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja,
perkakas dan peralatan untuk pekerjaan pondasi atau biaya Iainnya yang diperlukan
atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
IX Pekerjaan Kunci dan Kaca
1 Pemasangan 1 buah kunci Buah
slot solid
2 Pemasangan 1 buah Buah
engsel pintu paori
3 Pemasangan 1 buah Buah
grendel pintu paori
4 Pemasangan 1 buah Buah
engsel jendela paori
5 Pemasangan 1 buah Buah
grendel jendela paori
6 Pemasangan 1 buah kait Buah
angin paori
7 Pemasangan 1 m2 kaca tebal M2
5mm
Peralatan:
a. Mesin Bor
b. Gergaji
c. Waterpass
d. Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang
Mandor
14.8 . Aspek KESELAMATAN KONSTRUKSI
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker.
14.9. Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko KESELAMATAN KONSTRUKSI
Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
Pekerjaan kunci dan
IX
Kaca
Pemasangan 1 buah Terkena peralatan kerja 4
1 kunci slot solid
Pemasangan 1 buah Terkena peralatan kerja
2 engsel pintu paori 4
Pemasangan 1 buah Terkena peralatan kerja
3 grendel pintu paori 4
Pemasangan 1 buah Terkena peralatan kerja
4 engsel jendela paori 4
Pemasangan 1 buah Terkena peralatan kerja
5 grendel jendela paori 4
Pemasangan 1 buah kait Terkena peralatan kerja
6 angin paori 4
Pemasangan 1 m2 Terkena peralatan kerja tertimpa kaca
7 4
kaca tebal 5mm
X. PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan ini meliputi :
1. Pengecatan 1 m2 tembok baru dengan Vinilek (1 lapis plamur 1 lapis cat dasar, 2
lapis cat penutup)
2. Pengecatan 1 m2 tembok lama/plafon dengan cat vinilek (1 lapis cat dasar, 2 lapis
cat penutup)
3. Pelaburan 1 m2 bidang kayu dengan politur
Pengecatan 1 m2 tembok baru dan lama
a. Pastikan permukaan tembok yang akan dicat harus dibersihkan dan diamplas terlebih
dauhu agar bebas dari segala jenis kotoran yang melekat.Setelah tembok benar-benar
bersih, oleskan Plamur keseluruh permukaan tembok.
b. Setelah Plamur cukup kering diamplas halus, dilanjutkan dengan lapisan pertama top
coating.
c. Lapisan kedua top coating dilanjutkan setelah lapisan cat pertama betul-betul kering (
jangan sekali-kali melakukan pengecatan lapis kedua sebelum lapisan pertama betul-
betul kering, karena akan berakibat kegagalan pengecatan, cat akan meleleh dan
tertarik oleh kuas/roll)
d. Finising dinding interior menggunakan cat vinilek
METODE PEKERJAAN PENGECATAN
a. Sebelum pekerjaan pengecatan dimulai yaitu setelah dinding batu bata diplester dan
diaci dengan baik, dinding harus ditunggu sampai betul-betul kering sekurang-
kurangnya 2 (dua) minggu (untuk memperoleh hasil pengecatan yang baik).
b. Setelah dinding bata tersebut kering, dinding lalu dibersihkan dan lubang-lubang
pada dinding diisi dan diratakan seluruhnya dengan plamur / filler.
c. Setelah plamur / filler kering, permukaan dinding lalu diamplas hingga halus,
licindan rata, kemudian dibersihkan debunya.
d. Setelah itu dimulai pemberian lapisan-lapisan cat alkali resistance sealer (1 lapis)
kemudian baru diadakan pengecatan lapis berikutnya sesuai dengan petunjuk
pabriknya.
e. Pengecatan dilakukan sampai 2 - 3 kali atau sampai kondisi sempurna dan disetujui
oleh Pengawas, Perencana dan Pemberi Tugas.
f. Apabila terdapat retak-retak pada bidang cat harus diperbaiki dengan plamur,
diamplas kemudian dicat kembali sampai baik.
g. Khusus untuk pemakaian / setara, tatacara pengecatan harus sesuai dengan
prosedur yang ditetapkan oleh produsen cat tersebut. Semua pekerjaan pengecatan
tersebut di atas harus dilakukan oleh sub Penyedia Jasa yan g merupakan ahlinya
pada pekerjaan ini.
h. Pemborong harus menyediakan cat cadangan untuk keperluan maintenance dan
diserahkan kepada Pengawas / Pemberi Tugas.
Pelaburan 1 m2 bidang kayu dengan politur
a. Pastikan seluruh bidang permukaan kayu yang akan di cat telah bersih dari segala
kotoran, dan telah diamplas halus.
b. Lapisan pertama/meni menggunakan cat dasar.
c. Setelah itu permukaan kayu di amplas lagi sampai halus.
d. Setelah kering dilanjutkan dengan lapis pertama top coating.
e. Lapisan kedua top coating dilakukan setelah lapisan pertama benar-benar kering.
f. Finising kayu menggunakan politur mowilek
PERSIAPAN UNTUK PERMUKAAN KAYU
a. Permukaan kayu diamplas sampai rata.
b. Debu-debu dibersihkan sampai rata dan bersih.
c. Kemudian didempul untuk meratakan permukaan dan diamplas lagi sampai rata.
d. Dibersihkan lagi dari debu.
METODE PEKERJAAN PENGECATAN
a. Semua cat, pernis, harus diterapkan dengan metode yang benar dan dengan campuran yang
baik selama pengecatan. Pengecatan harus memberikan bagian yang rata. Interval masa 4
hari harus diberikan diantara aplikasi pengecatan atau sesuai petunjuk tertulis dari pabrik.
b. Lembaran pembersih dengan jumlah yang cukup harus selalu ada di tangan selama proses
pengecatan.
c. Tidak boleh ada cat yang diterapkan dan menjadi terkondensasi atau lembab secara
struktural pada permukaan, debu atau bahan-bahan lain sebelum aplikasi pengecatan.
d. Tidak boleh ada bagian eksterior atau cat yang terekspose terbawa oleh kondisi cuaca yang
merugikan seperti temperatur yang ekstrern, hujan, angin, dan lain-lain.
e. Secara umum permukaan kayu harus diratakan, diprimer dan dicat dengan 2 lapisan dasar
dan 1 lapisan spray finish dari cat yang tahan.
f. Untuk membersihkan kayu natural, siapkan dan lakukan 3 lapis cat transparan.
g. Siapkan dan lakukan 2 lapis metal primer yang disetujui pada semua permukaan besi / baja
sebelum dikirim ke site.
h. Berikan primer dan lakukan 1 lapisan dasar dan 1 lapisan finish dengan cat yang tahan
pada semua permukaan ekspose baja / besi struktural setelah proses erection.
i. Pekerjaan metal. Berikan lapisan dasar pada metal lapisan primer, lakukan 2 lapisan dasar
dan 2 lapisan finish pada cat yang tahan gores, bila tidak disebutkan khusus. Untuk
pengecatan pekerjaan signage bila tidak disebutkan khusus, dapat memakai metode ini (cat
Fluorescent / Spotlight).
j. Pekerjaan ini meliputi pengecatan besi atau baja. Pengecatan pada permukaan baja yaitu
permukaan baja wf, baja canal C yang pada struktur bangunan baik struktur lama maupun
struktur baru
k. Cat yang digunakan adalan produk ICI yang terdiri dari material primer Chromate A540-
4900
l. Permukaan besi atau baja harus dibersihkan dari karat, minyak dan kerak dengan cra
menggosok, menyikat dengan sikat baja kemudian ditutup dengan cat yang telah
dipersyaratkan
m. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainya supaya coating dapat
meresap dan menempel sempurna pada permukaan batu alam.
n. pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa pembersihan tadi dan
harus benar-benar kering.
o. lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa juga di semprot pakai
kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
p. setelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan berikutnya bila di
inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan
hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya tidak
terlihat belang hasilnya
q. daya sebar 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis batu dan porositas
batu, biasnya untuk batu candi penggunaan lebih boros karena jenis batu tersebut
mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.
Pengukuran
Pekerjaan Pengecatan diukur untuk pembayaran dalam meter persegi sebagai volume aktual
bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pengecatan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran untuk
Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk
penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk partisi, untuk semua formasi
penyiapan pondasi selokan yang dilapisi dan semua pekerjaan Iain atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
X Pek. Pengecatan
1 Pengecatan 1 m2 tembok Meter persegi
baru dengan Vinilek (1
lapis plamur 1 lapis cat
dasar, 2 lapis cat penutup)
2 Pengecatan 1 m2 tembok Meter persegi
lama/plafon dengan cat
vinilek (1 lapis cat dasar,
2 lapis cat penutup)
3 Pelaburan 1 m2 bidang Meter persegi
kayu dengan politur
Peralatan:
Kuas
Roll
Amplas
Alat bantu pertukangan
Tenaga Kerja dan Personil
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang
Mandor
Aspek K3
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
X Pekerjaan
Pengecatan
Terkena peralatan kerja tertimpa material cat 4
1 Pengecatan 1 m2
tembok baru dengan
Vinilek (1 lapis
plamur 1 lapis cat
dasar, 2 lapis cat
penutup)
Terkena peralatan kerja tertimpa material cat 4
2 Pengecatan 1 m2
tembok lama/plafon
dengan cat vinilek
(1 lapis cat dasar, 2
lapis cat penutup)
Pelaburan 1 m2 Terkena peralatan kerja tertimpa material cat 4
3 bidang kayu dengan
politur
XI. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan ini meliputi :
1. Pek Instalasi Titik lampu
2. Pek Instalasi Stop kontak
3. Pas. Stop kontak Philip
4. Pek Instalasi Stop kontak
5. Pemasangan 1 titik Saklar Tunggal, philip
6. Pemasangan Fiting Tempel+ Lampu LED 12 Watt Philips
Metode Pelaksanaan
a. Penyedia jasa wajib menyiapkan tenaga kerja trampil instalasi listrik dan pelaksana
lapangan yang memiliki sertifikat keahlian pelaksana pekerjaan listrik
b. Sakelar dipasanga dengan ketinggian 1.5m dari FFL
c. Pasangan instalasi listrik untuk stop kontak disesuaikan dengan gambar rencana.
Pasangan stopkontak dengan system inbow menggunakan pipa 5/8” dengan
menggunakan kabel 3x2.5mm kabel yang digunakan harus setandar SNI. Stopkontak
yang digunakan dengan kualitas -merek broco.
d. Stopkontak dipasang dengan ketinggian 50cm dari FFL.
e. Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang mana pipa
conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya tidak mudah
berubah ketika dinding diplester.
f. Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan pipa
conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
g. Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan acian
dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi halus rapih.
h. Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya agar
tidak terjadi bongkar pasang.
i. Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
j. Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan dengan
persetujuan direksi.
k. Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada pekerjaan
sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
l. Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan
rata dan tidak miring.
m. Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang berhubungan
dengan Swicth grounding system.
n. Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang
diaturkan.
o. Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya dan
lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel dia 16mm2 harus diberi
sepatu kabel pada panel.
p. Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada komponen mcb di buat
notasi/tanda.
q. Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature selam -
/+ 1 x 24 jam.
Pengukuran
Pekerjaan Instalasi Listrik diukur untuk pembayaran dalam meter sebagai volume aktual bahan
yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Instalasi Listrik akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran
untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas
dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk
penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk partisi, untuk semua formasi
penyiapan pondasi selokan yang dilapisi dan semua pekerjaan Iain atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
XI Pek. Instalasi Listrik
1 Titik
Pek Instalasi Titik lampu
2 Titik
Pek Instalasi Stop kontak
3 Titik
Pas. Stop kontak Philip
4 Unit
Pek Instalasi Stop kontak
5 Unit
Pemasangan 1 titik Saklar
Tunggal, philip
6 Buah
Pemasangan Fiting
Tempel+ Lampu LED 12
Watt Philips
Peralatan:
a. Bor sekrup
b. AVO Meter
c. Alat bantu pertukangan
Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Tukang
Mandor
Aspek K3
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety, Sarung
Tangan, Masker dan Kaca Mata Kerja.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
Resiko
XI Pekerjaan
Instalasi Listrik
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
Pek Instalasi Titik
1 4
lampu
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
2 Pek Instalasi Stop 4
kontak
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
3 Pas. Stop kontak 4
Philip
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
4 Pek Instalasi Stop 4
kontak
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
5 Pemasangan 1 titik 4
Saklar Tunggal,
philip
Terkena peralatan kerja terkena strum listrik
6 Pemasangan Fiting 4
Tempel+ Lampu LED
12 Watt Philips
`
XII. SERAH TERIMA PEKERJAAN DAN MASA PEMELIHARAAN
Serah Terima Pekerjaan terdiri dari:
1. Serah Terima Pekerjaan Pertama/PHO (Provisional Hand Over). Dilakukan pada saat
pekerjaan sudah selesai 100% dan dapat diterima oleh Pengguna Jasa.
2. PPK dan Penyedia Jasa Menandatangani Berita Acara Serah Terima Pekerjaan
Pertama/PHO
3. Serah Terima Akhir/FHO (Final Hand Over). Dilakukan pada saat masa
pemeliharaan sudah selesai dan penanganan pemeliharaan yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa dapat diterima oleh Pengguna Jasa.
4. Apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan, Penyedia telah melaksanakan semua
kewajibannya selama Masa Pemeliharaan dengan baik dan telah sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak maka Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa
menandatangani Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan
XIII. MASA PEMELIHARAAN
Dalam setiap proyek sudah umum dicantumkan masa pemeliharaan yang
tanggungjawabnya dibebankan kepada penyedia jasa, dengan jangka waktu yang
biasanya tergantung nilai proyek dan dicantumkan dalam klausul dokumen kontrak.
Dalam masa pemeliharaan penyedia jasa wajib memantau hasil kerjanya, dan
menjaga (memelihara) agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan.
Apabila terjadi kerusakan bangunan yang disebabkan karena kualitas yang tidak
sesuai spesifikasi teknik maka semua biaya perbaikan ditanggung oleh penyedia jasa.
Masa pemeliharaan sebagai mana tercantum dalam kontrak bukanlah waktu untuk
menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan, melainkan untuk pemeliharaan pekerjaan yang
sudah 100 persen selesai dan telah dilakukan serah terima pertama pekerjaan.
Dalam masa ini, penyedia jasa tetap menyediakan tim pekerja dan peralatan yang
dapat diturunkan langsung apabila terjadi kerusakan dan perlu segera dilakukan
penanganan pemeliharaan.
Masa pemeliharaan Selama 180 Hari Kalender
XIV. PENUTUP
1. Meskipun dalam Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini pada uraian pekerjaan dan
uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata- kata yang harus disediakan oleh Penyedia
Jasa dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini, pekerjaan
tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Spesifikasi Teknis ini.
2. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini, tetapi
tidak diuraikan atau dimuat dalam Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini, tetapi
diselenggarakan dan diselesaikan oleh Penyedia Jasa, harus dianggap seakan-akan
pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini, untuk
menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi.
3. Pekerjaan dapat dinyatakan selesai bila telah diadakan pemeriksaan dari Proyek,
Pengelola Teknis, Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa, dengan hasil yang bisa diterima
dan memuaskan.
Demikian Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini disusun dan ditetapkan untuk dapat
digunakan sebagai acuan dalam rangka pelaksanaan Pekerjaan Rehab Ruang Kelas SDN 3
Yangapi yang dibiayai dari Dana APBD Tahun Anggaran 2023
Bangli, 18 April 2023
Menetapkan