URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Untuk
Pengadaan Jasa Konstruksi
Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Sub Kegiatan : Rehabilitasi Sedang/Berat Sarana Air Bersih dan Sanitary
Pekerjaan : Rehabilitasi Sarana Air Bersih dan Sanitary
Lokasi : SMP Negeri 20 Kota Banjarmasin
Sumber dana : APBD Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2023 yang telah
disediakan dalam DPA-SKPD pada Dinas Pendidikan Daerah Kota
Banjarmasin
PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN
DINAS PENDIDIKAN
. Kapten Pierre Tendean No. 29 RT. 40 RW. 13 Telp. (0511) 3253373, Fax. (0511)
3250914 Email : [email protected] KodePos 70231 Banjarmasin
Kalimantan Selatan
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REHABILITASI SARANA AIR BERSIH DAN SANITARY SMP NEGERI 20
KOTA BANJARMASIN
PEKERJAAN PERSIAPAN
Papan Nama Proyek
o Pemborong diwajibkan memasang Papan Nama Proyek ditempat lokasi proyek
dan dipancangkan yang mudah dilihat umum.
o Pemasangan papan nama proyek dilakukan pada saat dimulainya pelaksanaan
proyek dan dicabut kembali setelah mendapat persetujuan Kepala Proyek.
o Bentuk, ukuran dan isi papan nama Proyek akan ditentukan kemudian.
o Pembersihan Lokasi dan Pembongkaran
o Sebelum pengukuran/dimulainya pekerjaan, tempat proyek harus dibersihkan
dari rumput, semak, lumpur, akar pohon, tanah humus, puing- puing dan
segala sesuatu yang tidak diperlukan (khususnya penebangan pohon).
Kontraktor harus minta persetujuan pengawas lapangan sebelumnya.
o Segala macam barang bongkaran harus dikeluarkan dari tapak proyek,
selambat-lambatnya se belum pekerjaan galian tanah dimulai dan
tidak diperkenankan untuk menimbunnya diluar pagar proyek.
Pengukuran
o Kontraktor harus mengadakan pengukuran kembali terhadap tapak proyek
bangunan exist dengan teliti, disaksikan oleh Pengawas Lapangan untuk
mengetahui batas-batas tapak, peil/ketinggian tanah, letak pohon- pohon dan
bangunan yang tidak akan dibongkar (jika ada) dengan menggunakan alat- alat
waterpass dan theodolith.
o Jika terdapat perbedaan antara gambar dengan keadaan lapangan sebenarnya,
maka pengawas lapangan akan mengeluarkan keputusan tentang hal tersebut
dan kontraktor wajib melakukan penggambaran kembali tapak proyek, lengkap
dengan keterangan mengenai peil/ketinggian tanah, batas-bats, letak pohon-
pohon dan sebagainya.
o Ukuran-ukuran pokok dari pekerjaan dapat dilihat dalam gambar, ukuran-
ukuran yang tidak tercantum, tidak jelas atau saling berbeda harus segera
dilaporkan kepada pengawas lapangan. Apabila dianggap perlu, Pengawas
Lapangan berhak memerintahkan kepada kontraktor untuk merubah
ketinggian, letak atau ukuran suatu bagian pekerjaan.
o Semua ketetapan pekerjaan pengukuran dan sudut siku- siku harus terjamin
dan diperhatikan ketelitian yang sebesar- besarnya dengan menggunakan alat-
alt waterpass dan theodolith.
o Pengukuran sudut siku- siku dengan prisma atau benang hanya
diperkenankan untuk bagian- bagian kecil yang telah disetujui oleh
pengawas lapangan. Pengambilan dan Pemakaian ukuran- ukuran yang
keliru adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.
Pekerjaan Bouwplank
o Pekerjaan pemasangan bouwplank menggunakan kayu kelas II, berukuran
2/20 cm, permukaan atas harus diketam dan dipasang waterpass pada peil ±
0,00 setiap jarak maksimum 2 m, papan dasar diperkuat dengan balok kayu
ukuran 5/7 cm, papan dasar itu dipasang sekurang- kurangnya berjarak 2 cm
dari sudut terluar bangunan.
o Segala pekerjaan pengukuran persiapan (uizet) termasuk tanggungan
pemborong dilaksanakan dengan instrumen waterpass dan theodolith.
o Pembagian Halaman dan Pagar Sementara
o Kontraktor harus merundingkan terlebih dahulu dengan pengawas lapangan
mengenai pembagian halaman pekerjaan untuk tempat penimbunan barang-
barang, ruangan WSPANG, Los Kerja dan sebagainya.
o Kontraktor harus menyediakan jalan masuk dan fasilitas lain yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan.
o Bila diperlukan kontraktor harus mendirikan pagar sementara pada batas-
batas yang mengelilingi tapak, dengan ketinggian 2.00 m terbuat dari
seng gelombang bercat dipasang pada tiang dan rangka kayu.
o Pagar tersebut harus dipelihara keutuhannya selama pembangunan dan
dibongkar hanya atas persetujuan Pengawas Lapangan, untuk selanjutnya
menjadi milik pemberi tugas.
Pengadan Utilitas
o Kontraktor harus mengadakan sumber air bersih untuk keperluan pelaksanaan
pekerjaan, termasuk pompa dan reservoir/bak air.
o Air selalu bersih, bebas dari lumpur, minyak dan bahan- bahan kimia lainnya
yang merusak juga pengadaan tenaga listrik.
o Sebelum memulai pekerjaan pemasangan bouwplang, pemborong harus yakin
bahwa semua permukaan tanah baik kenyataan maupun dalam gambar kerja
adalah betul.
o Jika tidak merasa puas dengan ketelitian permukaan tanah, pemborong
harus melaporkan secara tertulis kepada WASPANG / Pemberi Tugas yang
selanjutnya akan dipertimbangkan dan diselesaikan bersama.
o Semua pekerjaan galian tanah dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja dan
tanah kelebihannya harus digunakan untuk urugan kembali atau dibuang.
o Dalam penggalian pondasi dilakukan sesuai gambar dan kemiringan
lereng galian harus secukupnya untuk mencegah kelongsoran tanah.
o Pemborong harus menjaga agar seluruh galian tidak digenangi air dengan
jalan menimba, memompa atau cara- cara lain yang dianggap baik atas beban
biaya pemborong.
o Galian tanah tidak boleh dibiarkan sampai lama, tetapi setelah galian disetujui
pengawas lapangan, segera dimulai dengan tahap pelaksanaan berikutnya.
o Galian yang dalam atau berada didekat suatu bangunan yang sudah ada, harus
diadakan dan dipasang penyangga/pengaman pinggiran galian. Pemborong
bertanggung jawab bila terjadi longsoran atau kerusakan- kerusakan yang
diakibatkannya.
Pekerjaan Urugan Pasir
o Urugan pasir, dipergunakan pasir urug atau pasir pasang disesuaikan dengan
kebutuhan. Pasir harus bersih dari kotoran- kotoran atau biji-bijian yang dapat
tumbuh. Urugan pasir dipakai untuk mengurug / menguatkan lapisan tanah
di bawah pondasi tebal 10 cm dan untuk pemadatan digunakan alat pemadat
berupa hand press atau stamper, juga dengan penyiraman air secukupnya.
o Urugan Tanah kembali adalah pekerjaan mengurug bekas galian / sisa galian
pondasi atau saluran- saluran. Semua dapat dilaksanakan sesudah mendapat
persetujuan dari pengawas.
Pancangan Galam
o Pancangan menggunakan kayu galam
o 10- 12 panjang 5 m pada bagian pondasi dan sloof
o Galam yang digunakan adalah galam yang keras, lurus, mempunyai diameter
yang hampir merata dari pangkal hingga ujung.
PEKERJAAN BETON
Semen
o Semua yang dipakai portland semen satu merk yang telah disahkan/disetujui
oleh yang berwenang dan memenuhi syarat sebagai mana diuraikan dalam PBI
1971,SKSNIT – 15 – 1991 – 03.
o Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Harus diterimakan
dalam kantong asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat.
o Kantong-kantong semen yang rusak jahitannya dan robek- robek tidak
diperkenankan dipergunakan, kecuali untuk pekerjaan bukan beton.
o Semen yang sebagian sudah membatu dalam kantong sama sekali tidak
diperbolehkan untuk dipergunakan.
o Harus disimpan dalam gudang yang mempunyai ventilasi cukup dan tidak
terkena air, diletakan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari
lantai, tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melebihi 2 meter dan setiap
pengiriman baru harus dipisahkan dan diberi tanda dengan maksud agar
pemakaian semen dilakukan menurut pengirimannya.
o Pasir harus bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik bahan organik
maupun lumpur, tanah, karang, garam dan sebagainya. Sesuai dengan syarat
o Pasir laut sama sekali tidak boleh dipergunakan
o Bahan pengisi harus disimpan ditempat yang bersih yang keras
permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu sama lain.
o Hanya pasir beton yang dapat dipergunakan untuk pekerjaan
beton. Air
o Air untuk adukan dan merawat beton harus bersih dan bebas dari bahan- bahan
yang
o merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lengket
semen. Besi Beton
o Kwalitas besi beton yang digunakan ialah U 24.
o Besi beton harus dari baja lunak dengan tengangan leleh 2400 kg/cm2 dan
teganggan maksimum 3600 kg/cm2. Besi beton ini didalam segala hal harus
memenuhi ketentuan PBI 1971.
o Membengkok dan meluruskan besi beton harus dilakukan dalam
keadaan dingin, besi beton dipotong dan dibengkokan sesuai gambar.
o Besi beton harus bebas dari kotoran, karet, minyak cat, kulit giling serta
bahan lain yang mengurangi daya lekat.
o Harus dipasang sedemikian rupa hingga sebelum dan selama pengecoran tidak
berubah tempat.
o Baja tulangan harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak
boleh disimpan di udar terbuka untuk jangka waktu yang panjang.
o Kawat beton digunakan yang lazim di pakai untuk menikat besi beton /
tulangan ikatan, antara tulangan harus kuar agar tidak mudah lepas selama
pelaksanaan pengecoran.
o Cetakan untuk beton finishing halus harus di buat dari papan plywood.
Tebalnya tergantung dari kwalitas dan jarak rangka penguat cetakan- cetakan
tersebut. Dan cetakan untuk beton finishing kasar harus di buat dari papan
terentang, lain -lain yang digunakan harus seizin pengawas lapangan
o Cetakan harus dibuat dan disangga sedemikian rupa hingga dapat dicegah
getaran yang merusak atau lengkungan akibat tekanan adukan beton yang
cair atau sudah padat. Cetakan harus di buat sedemikian rupa hingga
mempermudah pemadatan pengecoran tanpa merusak konstruksi. Kayu yang
digunakan untuk penunjang harus terdiri dari kayu yang bermutu baik
(dolken) sehingga dapat menjamin kekuatan dan kekakuannya Bambu sama
sekali tidak boleh dipakai sebagai tiang penyangga.
Penggunaan Adukan beton
o Beton bertulang Mutu K-250 dilaksankan untuk balok, kolom, sloof, Poer,
Noetdan lantai.
o Kerangka atau bak penakar pasir atau kerikil harus disesuaikan kapasitas
muatnya terhadap isi satu sak semen, sehingga dapat ditentukan komposisi
campuran yang tepat. Komposisi campuran tidak boleh berubah, proporsi
semen adalah minimal jadi tidak diperkenankan untuk dikurangi.
o Pemakaian bahan- bahan tambahan kimiawi kecuali yang disebut dalam gambar
atau persyaratan harus seizin tertulis dari pengawas lapangan.
o Penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk teknis dari pabrik yang
dimaksudkan ke dalam mesin pengaduk bersamaan dengan air
pengadukan yang terakhir ke dalam mesin pengaduk.
o Pemakaian aditive tidak boleh menyebabkan dikuranginya volume semen
dalam adukan.
- Untuk balok-balok minimum 1,5 cm
- Untuk kolom-kolom minimum 1,5
cm Pekerjaan Pengecoran Beton
o Proporsi semen, pasir dan kerikil adalah minimal. Jadi tidak diijinkan untuk
dikurangi
o Sebelum adukan beton dicor, kayu- kayu bekisting harus bersih dari kotoran
seperti serbuk gergaji, tanah, minyak dan lain- lain, serta harus dibasahi
secukupnya. Perlu di adakan tindakan- tindakan untuk menghindari
mengumpalnya air, pembasahan tersebut pada sisi bawah.
o Selama melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian utama
dari pekerjaan, pemborong harus memberitahukan direksi dan mendapat
persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan semestinya atau persiapan
pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka pemborong mungkin
diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang baru dicor atas biaya sendiri.
o Pengadukan beton harus dilakukan dengan mesin pengaduk (beton molen)
sekurang-kurangnya 5 menit setelah semua bahan- bahan dimasukan ke dalam
drum pengaduk. Adukan harus memperliahatkan susunan dan warna yang
merata/sama.
o Adukan beton sudah harus di cor dalam waktu 1 jam, setelah pengadukan
dengan air dimulai. Bila adukan digerakan secara kontiyu, jangka waktu
ini dapat diperpanjang hingga 2 jam.
o Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa henti
dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan Pemberi Tugas. Tidak boleh
mengecor beton waktu hujan, kecuali jika pemborong mengambil tindakan-
tindakan pencegahan kerusakan yang telah disetujui oleh pemberi tugas.
o Adukan harus dipadatkan dengan baik dengan memakai alat penggetar (vibrator)
yang berfrekuensi dalam adukan paling sedikit 3.00 putaran dalam satu menit.
o Dalam permukaan vertikal vibrator harus dekat kecetakan tepi tidak
menyentuh, tidak boleh menggetar pada satu bagian adukan lebih dari 20 detik.
o Penggetar tidak boleh dilakukan langsung menembus tulang-tulangan kebagian
- bagian yang sudah mengeras. Kecepatan menaruh adukan harus disesuaikan
dengan kapasitas vibrator dan tidak boleh ada adukan yang tergetar lebih dari
7,5 cm tebalnya karena terlalu banyak yang harus dipadatkan.
o Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa hingga dapat dicegah adanya
pemisahan bagian- bagian bahan dan tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih
dari 2 meter. Untuk kolom yang tinggi, jendela- jendela harus di buat pada
cetakan untuk mengurangi terlalu tinggi jatuhnya adukan.
o Apabila ada pertemuan dengn beton yang sudah dicor, bidang pertemuan harus
disiram dengan air semen kental.
Pemasangan Angker
o Pada semua sambungan- sambungan tegak dari kolom, beton dengan dinding,
harus dipasang batang tulangan dari baja lunak yang diameternya 8 mm,
panjang 5 cm dibengkokan ujung yang satu di masukan ke dalam beton dan
yang satunya lagi, panjangnya 35 cm dibiarkan menjorok untuk di masukan
ke dalam sambungan dinding tembok. Angker- angker ini harus ditempatkan
dengan jarak 35 cm, 150 cm dan seterusnya di ukur dari atas sloof pondasi
beton bertulang. Pemasangan angker harus direncanakan sebelum kolom-
kolom di cor, jadi angker tidak boleh di pasang dengan cara membobok kolom
yang sudah di cor.
Lobang dan Balok Klos
o Pemborong harus menentukan tempat dan memasang lobang-lobang dengan kayu
-kayu keras atau klos- klos angker dan sebagainya yang diperlukan untuk tempat
pipa- pipa bersilang.Alat- alat yang salah menempatkannya harus
disingkirkan jika memang diperintahkan oleh pemberi tugas.
Toleransi – Toleransi
o Toleransi pada beton kasar Posisi masing- masing bagian konstruksi harus
tepat dalam 1 cm, tapi toleransi ini tidak boleh bertambah (comulative).Ukuran
masing- masing bagian harus seksama salam – 0,3 dan + 0,5 cm.
o Toleransi pada beton cetak halus Toleransi pada beton halus 6 cm untuk posisi
masing- masing bagian, lagipula penggantian papan penutup pada sambungan-
sambungan tidak boleh lebih besar dari 0,1 cm dan penggantian dari kelurusan
masing- masing bagian harus dalam 1% (satu perseratus) dan toleransi ini tidak
boleh bertambah.
Pipa – Pipa
o Pipa listrik dan lain-lainnya serta bagian- bagiannya yang tertanam di dalam
maupun bersinggungan dengan beton harus dari bahan yang tidak merusak
beton.
o Pipa dan bagian- bagiannya yang terbuat dari aluminium tidak boleh tertanam
dalam beton kecuali bila ditutup dengn lapisan yan efektif dapat mencegah
reaksi kimia antara aluminium dengan beton atau dapat mencegah
proses elektronika aluminium dengan baja.
o Pipa yang ditanam dalam beton tidak boleh mempunyai diameter yang
lebih besar dari pada 1/3 tebal beton tempat pipa tersebut di tanam.
o Pipa yang menembus beton harus mempunyai ukuran dan letak yang
tidak mengurangi kekuatan konstruksi.
o Untuk melindungi beton yang dicor dari cahaya matahari, angin dan
hujan, sampai beton ini mengeras dengan baik dan untuk mencegah
pengeringan terlalu cepat harus diambil tindakan ;
o Semua cetakan yang sudah di isi adukan beton harus dibuat terus
sampai cetakan dibongkar
o Setelah pengecoran, beton harus terus- menerus dibasahi terus 4 hari berturut-
turut.
o Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai satu kekuatan kubus
yang cukup untuk 2 x beban sendiri. Bilamana akibat pembongkaran cetakan
pada bagian-bgian konstruksi akan bekerja beban- beban yang lebih tinggi dari
pada beban rencana, maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan
tersebut tetap berlangsung.
o Perlu ditekankan bahwa tanggung jawab atas kemanan konstruksi beton
seluruhnya terletak pada pemborong dan perhatian pemborong mengenai
pembongkaran cetakan ditujukan ke PI – 1971 dalam pasal yang bersangkutan.
o Pemborong harus memberitahukan pemberi tugas bilamana ia bermaksud akan
membongkar cetkan pada bagian – bagian konstruksi yang utama dan minta
persetujuannya tapi dengan adanya persetujuan itu tidak berarti
pemborong lepas dari tanggung jawab.
Cacat pada beton
o Meskipun hasil pengujian kubus- kubus memuaskan, pemberi tugas mempunyai
wewenang
o untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut
: o Konstruksi beton yang sangat keropos
o Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau
posisinya tidak seperti yang ditujukan oleh gambar.
o Konstruksi beton yang tidak tegak lurus atau rata seperti yang direncanakan.
o Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda
lainnya. Kwalitas Beton
o Kwalitas beton yang digunakan ialah : K-250.
o Selama pelaksanaan harus ada pemeriksaan slump minimum 2,5 cm dan
maksimum 7-8 cm atau sesuai dengan ketentuan PBI 1971
o Kwalitas K-250 terutama untuk Pondasi, kolom, Balok, Leuvel Beton
Pengujian Mutu Beton
o Untuk mengetahui agar beton yang dikerjakan sesuai dengan kwalitas yang
diharapkan, kontraktor harus melakukan tes uji beton.
PEKERJAAN DINDING/ PASANGAN
Pasangan Batu Bata
Bahan
o Semua bata harus dari mutu kelas satu, padat, keras, matang
pembakarannya, benar ukurannya, mempunyai ujung persegi.
o Semua Bata untuk satu bangunan sebaiknya harus berasal dari satu pabrik.
o Semen, pasir (agregat halus) dan pasir harus mengikuti ketentuan dalam
pasal pekerjaan beton atau pekerjaan plesteran.
o Batu bata sebelum dipasang harus dibasahi terlebih dahulu dan bersih dari
kotoran (direndam dalam air hingga buihnya habis). Batu bata harus dipasang
tegak lurus dengan bantuan bentangan benang yang sifat datar.
o Pemasangan dinding batu dilaksanakan secara bertahap, setiap tahap terdiri
maksimum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.
o Pembuatan lobang pada pasangan bata untuk steiger sama sekali tidak
diperkenankan. Pasangan batu bata yang berbatasan dengan kolom beton/baja,
harus di beri angker.
o Semua angker, pipa-pipa, peralatan dan lain- lain yang akan ditanam dalam
dinding batu bata, harus dipasang pada saat pekerjaan pasangan batu bata
dilaksanakan. Sisa- sisa adukan yang berserakan pada saat pemasangan harus
dibersihkan.
o Setelah bata terpasang, adukan, naas/siar harus dikerok rapih dan
dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
o Untuk pemasangan bata trasram dipakai campuran 1 ; 2 dikerjakan pada
WC dan kamar mandi dengan tinggi pemasangan 160 cm, dan pada seluruh
pasangan bata bagian bawahnya sampai setinggi 50 cm dari peil lantai.
o Pemasangan dinding lainnya menggunakan campuran 1 : 4 termasuk dinding
rangkap.
Pekerjaan Plesteran
Jenis Plesteran
Jenis plesteran untuk pekerjaan penyelesaian adalah sebagai berikut :
o Plesteran dengan campuran 1 PC : 2 Pasir ( P1 )
o Plesteran dengan campuran 1 PC : 4 Pasir ( P2 )
o Untuk adukan plesteran penggunaan porland semen dan air dalam segala hal
harus memenuhi ketentuan- ketentuan yang ditetapkan di atas.
o Khusus pasir, digunakan pasir pasang dengan gradasi tidak lebih dari Φ 0,35
mm, bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik organis maupun lumpur,
tanah, garam dan sebagainya.
o Mencampur Adukan harus di campur di dalam alat pencampur atau
dicampur dengan tangan di atas permukaan yang keras. Tidak diperbolehkan
memakai adukan yang mulai mengeras dengan membubuhkannya kembali.
o Plesteran kasar (Barapen)Permukaan pasangan batu yang terendam di dalam
tanah (harus kedap air) harus diplester dengan menggunakan adukan 1 PC :
2 Pasir.
o Plesteran Halus Untuk Penyelesaian/penutup permukaan pasangan bata yang
tidak tertutup atau ditutup dengan bahan lain, harus diplester secara halus,
rapih, rata dan tidak boleh lebih dari 1,5 cm.
o Plesteran dengan adukan P1 adalah untuk daerah yang terkena air atau
pasangan tersebut menggunakan adukan 1 : 2
o Plesteran dengan adukan P2 adalah untuk menutup permukaan pasangan bata
yang menggunakan 1 : 4.
o Untuk diperhatikan bahwa pekerjaan plesteran dinding dapat dilaksanakan
sesudah semua bahan/alat yang harus tertanam dalam dinding, misalnya pipa-
pipa listrik, pipa air dan sebagainya selesai dikerjakan.
o Permukaan sama dengan pasangan yang diplester harus bebas dari segala
kotoran, kemudian disiram air.
o Bagian dinding yang mendapat plesteran adalah suatu permukaan dinding
yang berhadapan langsung dengan sisi luar dan dalam, sehingga pada dinding
rangkap hanya dua permukaan yang diplester dengan adukan P2.
o Semua permukaan beton yang terlihat misalnya kolom- kolom, luifel, plat beton
sunscreen/listplank dan sebagainya harus diplester dengan adukan 1 : 4
(ACIAN).
Persiapan Pelaksanaan
o Untuk mengerjakan plesteran dinding, dinding bata dan permukaan beton harus
diberikan cukup waktu. Tidak boleh memulai pekerjaan plesteran sampai
tembok dinding betul- betul kering.
o Permukaan beton harus dikasarkan dengan jalan I dipahat atau di palu, lemak
atau minyak yang melekat harus dibasahi dengan air hingga tetap lembab, hal
ini untuk menghindari retak - retak rambut.
o Semua permukaan / bidang yang akan diplester harus disikat kasar (besi)
terutama pada bidang-bidang yang berlumut, permukaan- permukaan
harus dibasahi dengan air.
o Untuk menjaga plesteran menjadi kering sebelum waktunya, permukaan-
permukaanny harus dibasahi dengan air hingga tetap lembab, hal ini untuk
menghindari retak- ret ak rambut.
Perbaikan dan Pembersihan
o Membetulkan semua pekerjaan yang cacat harus dilaksanakan dengan
membongkar bagian tersebut sampai berbentuk bujur sangkar.
o Pekerjaan yang sudah selesai tidak boleh ada retak, noda dan cacat- cacat
lainnya.
o Sewaktu-waktu dengan teratur, selama pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan, semua permukaan yang menjadi kotor dalam
melaksanakan pekerjaan harus dibersihkan.
PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
o Pekerjaan ini, berupa:
o - Rangka Atap Menggunakan Baja Ringan merk taso memiliki ketebalan 0,75
mm dengan tinggi 7,5 cm dan lebar kaki 3,5 cm dan panjang 6 meter
Dimensi reng 0,45 mm dengan tinggi mulai dari 28 mm -40 mm
o - Baut, type self drilling screw. (Ukuran : 12-14×20 bright zinc (untuk truss) 10-
16x bright zinc (untuk reng )
o - Truss (kuda kuda) harus dilengkapi angkur pada kedua tumpuannya terpasang
dengan kuat serta stabil, Kuda kuda mengarah pada ringbalk dalam posisi tegak
lurus, Pemasangan nok dan apex diatas harus sama rata,Sisi miring
atap harus rata tidak boleh bergelombang dan penutup atap harus
melebihi listplank
o Penutup Atap Metal 0.30mm
o Bubungan Metal Type C
o Lisplank GRC 9mm 1x20
o Untuk Plafond Menggunakan Rangka Hollow 4x4cm dan 2x4 cm Pemasangan
Plafond menggunakan Kalsiboard 3,5mm dan diberi lubang kontrol.
o List Profil 1/4 untuk bagian luar
PEKERJAAN PASANGAN KUSEN/PINTU/JENDELA
o Seluruh pekerjaan kusen menggunakan kayu ulin 5/11 cm (ukuran terpasang)
diserut halus dan berkualitan baik, bentuk dan ukuran lebar/tinggi sesuaikan
dengan gambar
o Seluruh pintu menggunakan panil lanan pabrikasi, dan pintu km/wc
menggunakan Fiber pabrikasi, dan dipasang engsel Nyilon serta komplit dengan
kunci 2 slaag.
o Daun jendela kaca 5 mm warna hitam bingkai kayu meranti dikerjakan sesuai
gambar.
o Kaca dipasang tidak boleh terlalu rapat dan diberi list-list kaca sesuai gambar.
o Kaca jendela dari kaca bening, tebal 5 mm . Rangka daun jendela dibuat dari
kayu meranti (sesuai gambar).
PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG
o Semua daun pintu dilengkapi kunci tanam sejenis merk SES 2 Slaag (2 putaran)
lengkap dengan pegangan pintu. ( kualitas kunci harus baik).
o Semua daun pintu memakai engsel kuningan NYLON merk sejenis Mosquino
masing- masing 3 buah ukuran 4“ dan daun jendela kaca serta daun
ventelasi/jalusi kaca dipasang engsel ukuran 3” masing- masing daun 2
buah dilengkapi grendel 2 buah, hak angin 2 buah dan pegangan jendela.
o Pemasangan semua kunci/engsel harus memakai paku sekerup, ukuran
disesuaikan dan tidak boleh memakai paku biasa.
o Semua bahan- bahan diatas harus benar- benar baru, berkualitas baik dan sebelum
dipasang harus menyamai contoh untuk mendapat persetujuan direksi.
o Pemasangan penyetelan alat- alat harus tepat dan dapat berfungsi dengan baik,
tidak macet dan daun pintu harus dapat tertutup dengan rapat.
PEKERJAAN INSTALASI
LISTRIK o Pekerjaan ini, berupa:
o Pemasangan Titik lampu+Perlengkapan
o Pemasangan Stop Kontak+Perlengkapan
o Pemasangan Mcb + Perlengkapan
o Lampu LED 12 w Philips o
Saklar tunggal merk broco
Catatan : Semua jenis kabel yang dipergunakan menggunakan kabel N.Y.A ukuran
1,5 mm, merk eterna /dipasang harus dalam keadaan baru dan dibungkus pipa
dikirim ketempat pekerjaan dalam keadaan terbungkus pak aslinya.
PEKERJAAN INSTALASI AIR
o Semua keperluan Sanitair harus disesuaikan dengan keperluan dalam gambar. o
Membuat/menyediakan Closed jongkok porselin dan Closet duduk dengan
menggunakan merk setara Toto, bak air pasangan bata , ukuran bak air
harus disesuaikan dengan ukuran pada gambar detail.
o Semua keperluan Sanitair harus disesuaikan dengan keperluan dalam gambar.
o Instalasi air bersih pemakai pipa PVC type Maspion/AW dengan ukuran
disesuaikan kebutuhan dan memasang kran air setara san - ei.
o Instalasi air kotor dari floor drain menggunakan pipa PV C 3 ” dan pembuangan
kotoran ke septic tank 4 ” type AW , dari meja pantry 2”.
o Pada setiap KM/WC dipasang floor drain dari stainless steel setara aer, kran air
1/2“ setara aer.
PEKERJAAN CAT-
CATAN Bahan
o Semua cat harus digunakan dan dioleskan sesuai dengan perincian / aturan
dari pabrik, Cat harus di aduk benar-benar sebelum digunakan, Cat kayu
dipakai untuk pengecatan harus yang mengandung sintetis (synthetic resin )
o Untuk dinding luar dan dalam, langit - langit dan sebagainya harus memakai cat
sejenis danabrite.
o Cat Kilap menggunakan sejenis danalac.
Warna
o Selambat- lambatnya (dua) minggu sebelum pekerjaan pengecatan, pemborong
mengajukan daftar bahan pengecatan kepada pengawas lapangan/pemberi
tugas untuk dipilih dan disetujui.
o Segera setelah pemberi tugas menentukan warna pilihannya, pemborong
menyiapkan bahan dan bidang pengecatan untuk dijadikan contoh atas
biaya pemborong.
o Sebelum pekerjaan cat ini dilaksanakan maka permukaaan yang akan dicat
harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian cat dasar, didempul, diplamir
dan diampelas sampai rata
o Pengecatan dilaksanakan 2 ( dua ) sampai 3 ( tiga ) kali sehingga rata betul,
adukan cat harus benar-benar rata sebelum memulai pekerjaan pengecatan
o Pelaksanaan pengecatan disesuaikan dengan peraturan ( PUBB ) dengan
peraturan pabrik
o Pembersihan Lokasi Kegiatan Semua bahan sisa atau bahan yang tidak
dimanfaatkan lagi dipekerjaan ini agar dibersihkan dan dihilangkan keluar dari
area Proyek ini sehingga tidak ada satupun menjadi kotoran dan tertinggal.
o Setelah pekerjaan dianggap selesai maka kontraktor harus membuat backup
data akhir dan dibuatkan gambar Asbuilt Drawing atau Gambar sesuai
Hasil Pekerjaan dilapangan.