| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0027002369609000 | Rp 655,650,000 | 69.47 | 75.57 | - | |
| 0858799125018000 | Rp 701,392,350 | 70.34 | 74.97 | - | |
| 0318039377424000 | Rp 735,385,000 | 88.26 | 88.44 | - | |
| 0013753256061000 | Rp 738,220,000 | 82.01 | 83.37 | - | |
| 0013643309061000 | Rp 751,920,000 | 80.31 | 81.69 | - | |
| 0413351792401000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS/Pagu Anggaran | |
| 0025642984429000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
PT Geospasial Insan Mulia | 09*1**8****29**0 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS |
| 0026052803008000 | - | - | - | Skor kualifikasi teknis tidak memenuhi ambang batas | |
| 0022905541008000 | - | - | - | Skor kualifikasi teknis tidak memenuhi ambang batas | |
| 0868554437544000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0728302829428000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0311668735429000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Pekerjaan di bidang Jasa Konsultansi Nonkonstruksi paling kurang 1 (satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak | |
| 0313098923401000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS/Pagu Anggaran | |
| 0314554429422000 | - | - | - | - | |
| 0022057574541000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0315392357542000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0955221122603000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0315528190423000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Skor kualifikasi teknis tidak memenuhi ambang batas | |
| 0731144473401000 | - | - | - | - | |
| 0021836754016000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0016627358061000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0419675616504000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0939654281401000 | - | - | - | Tidak memiliki Persyaratan pengalaman minimal: Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0705497428541000 | - | - | - | - | |
| 0013910799061000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0805022373541000 | - | - | - | - | |
| 0013717723008000 | - | - | - | - | |
Syahri | 18*1**1****40**2 | - | - | - | - |
| 0033107913017000 | - | - | - | - | |
| 0843061888429000 | - | - | - | - | |
| 0022038970429000 | - | - | - | - | |
| 0669612608424000 | - | - | - | - | |
| 0662714369429000 | - | - | - | - | |
| 0317848281411000 | - | - | - | - | |
| 0014827380424000 | - | - | - | - | |
| 0032006702015000 | - | - | - | - | |
PT Integrasi Produktivitas Indonesia | 04*9**6****17**0 | - | - | - | - |
| 0317008399419000 | - | - | - | - | |
| 0664633591429000 | - | - | - | - |
Uraian Pekerjaan
Secara keruangan, wilayah studi meliputi seluruh wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah administrasi
Kabupaten Pandeglang. Studi diarahkan untuk menentukan apakah suatu daerah administratif (bisa berupa
kabupaten/kota atau wilayah administratif yang lebih kecil) sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan
industri.
Pembangunan kawasan industri minimal dilakukan pada areal seluas 20 hektar. Hal ini didasarkan atas
perhitungan efisiensi pemanfaatan lahan atas biaya pembangunan yang dikeluarkan, dan dapat memberikan
nilai tambah hagi pengembang. Disamping itu setiap jenis industri membutuhkan luas lahan yang berbeda
sesuai dengan skala dan proses produksinya. Oleh karena itu dalam pengalokasian ruang industri tingkat
kebutuhan lahan perlu diperhatikan, terutama untuk menampung pertumbuhan industri baru ataupun
relokasi. Secara umum dalam perencanaan suatu kawasan industri yang akan ditempati oleh berbagai
macam industri sesuai dengan kebutuhan berdasarkan konektifitas pasar, seperti industri manufaktur, 1 unit
industri manufaktur membutuhkan lahan 1,34 Ha. Artinya bila di suatu daerah akan tumbuh sebesar 100
unit usaha industri manufaktur, maka lahan kawasan industri yang dibutuhkan adalah seluas 134 Ha.
Informasi berdasarkan rapat bahwa lahan yang ada seluar + 1000 Ha di 3 lokasi.
Kriteria kelayakan pemilihan lokasi kawasan industri menjadi suatu hal yang sangat penting jika suatu
wilayah akan mendirikan suatu kawasan industri dalam rangka menunjang perkembangan industri wilayah
tersebut atau dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang bagi kegiatan industri. Hal pokok yang harus
menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi kawasan industri adalah mengacu pada tujuan kawasan
industri sendiri yang merupakan tools atau alat bagi suatu wilayah untuk menarik investor untuk mendirikan
industri di wilayah tersebut sekaligus sebagai bentuk pengendalian terhadap pemanfaatan lahan dan dampak
industri itu sendiri. Oleh karena itu kepentingan investor dan pemerintah serta masyarakat harus dapat
diakomodasi secara maksimal.
Kriteria kelayakan regional merupakan salah satu dasar pertimbangan untuk menentukan kelayakan
pengembangan kawasan industri di suatu wilayah. Ada beberapa indikator yang berkaitan dengan penilaian
kelayakan regional, yakni:
1. Kondisi Wilayah Belakang (Hinterland)
2. Persaingan dengan Wilayah Sekitarnya
3. Lokasi Industri
4. Kebutuhan Permintaan Lahan Industri
5. Kecenderungan Industri Yang berkembang
6. Ketersediaan Prasarana Transportasi Regional
7. Ketersediaan Jaringan Utilitas
8. Masalah Lingkungan
9. Ketersediaan Sumberdaya Manusia
10. Jaminan Keamanan
Kriteria pengembangan kawasan industri adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Aksesibilitas Untuk Berkembang, antara lain :
a. Mempunyai prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan pembangunan industri, antara lain :
• Pelabuhan laut/ sungai dan atau pelabuhan udara;
• Sistem jaringan jalan dari pusat kegiatan ekonomi menuju pelabuhan/ outlet;
• Prasarana dan sarana enerji dan telekomunikasi;
• Prasarana dan sarana penyediaan air baku;
• Prasarana dan sarana / lembaga keuangan (perbankan).
b. Mempunyai sumber daya manusia yang potensial, antara lain :
• Tingkat pertambahan penduduk yang tinggi (aglomerasi kegiatan ekonomi);
• Heterogenitas penduduk yang tinggi (makin beragam semakin terlihat daya serap
wilayah yang stabil).
2. Memiliki Potensi Ekonomi / Sumber Daya Alam, antara lain :
a. Tingkat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata;
b. Sumbangan sektor perekonomian terhadap perekonomian wilayah yang cukup tinggi;
c. Komoditas Unggulan yang mempunyai multiplier effect yang tinggi;
d. Mempunyai komoditas dengan kandungan deposit yang melimpah;
e. Mempunyai demand pasar bagi komoditas/sektor tersebut.
3. Memiliki Jaringan Prasarana dan Sarana Perhubungan dengan kawasan/wilayah sekitar (internal)
dan pusat-pusat pengembangan lainnya (eksternal).