| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
PT Hirfi Studio | 03*2**8****52**0 | Rp 1,221,000,000 | 78.05 | 82.44 | - |
| 0012442851401000 | Rp 1,424,760,000 | 84.68 | 84.88 | - | |
| 0013753256061000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
PT Mufar Jaya Abadi | 04*9**6****27**0 | - | - | - | Kualifikasi kecil |
| 0705497428541000 | - | - | - | Kualifikasi kecil | |
| 0817783046401000 | - | - | - | Kualifikasi kecil | |
| 0948420203417000 | - | - | - | Kualifikasi kecil | |
CV Aldreen Kara Wyasa | 06*3**4****01**0 | - | - | - | Kualifikasi kecil |
CV Sagara Giri Rejeki | 06*2**6****01**0 | - | - | - | Kualifikasi kecil |
| 0838526341401000 | - | - | - | Kualifikasi kecil | |
| 0413351792401000 | - | - | - | Kualifikasi kecil | |
PT Cahaya Teknologi Sulawesi | 06*2**6****11**0 | - | - | - | Kualifikasi kecil |
| 0312981533542000 | - | - | - | - | |
| 0029579075048000 | - | - | - | - | |
| 0958853830525000 | - | - | - | - | |
| 0763862778401000 | - | - | - | - | |
| 0311841811419000 | - | - | - | - |
Lingkup Pekerjaan
Ruang Lingkup Pelaksanaan Perencanaan Sistem
Jaringan Jalan Provinsi yaitu
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data sistem jaringan jalan adalah
langkah awal yang penting dalam merencanakan,
mengelola, dan memperbaiki infrastruktur jalan.
Proses ini melibatkan pengumpulan informasi yang
relevan dan akurat tentang berbagai aspek dari
jaringan jalan, adapun data – data yang harus
dikumpulkan adalah
a, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten
dan Kota
b. Tatrawil Provinsi dan Sistem Transportasi Nasional,
c. Peta Jaringan Jalan Provinsi, Kabupaten dan Kota
d. Data Lalu Lintas yaitu volume lalu, lintas lintas harian
rata-rata, jam sibuk.
e. Data Demografi seperti populasi, distribusi
penduduk, dan perkembangan demografis.
f. Kondisi Infrastruktur jalan Provinsi, Kabupaten dan
Kota antara lain kondisi fisik jalan, kondisi jembatan,
kondisi drainase, dan infrastruktur pendukung
lainnya.
g. Data Ekonomi yaitu data tentang pertumbuhan
ekonomi wilayah, sektor ekonomi yang dominan,
pusat-pusat kegiatan ekonomi, dan prediksi
pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
h. Rencana Pengembangan Wilayah yang berisi
Informasi tentang rencana pengembangan wilayah
di tingkat provinsi dan lokal yang dapat
memengaruhi kebutuhan jaringan jalan.
i. Aspek Lingkungan yaitu data tentang dampak
lingkungan dari pembangunan jalan baru atau
perluasan jalan yang direncanakan, serta kebijakan
perlindungan lingkungan yang berlaku
2. Analisis Data
Analisis Data yang dibutuhkan antara lain
a. Analisis struktur dan sistem jaringan jalan yang ada
1. Identifikasi Jaringan Jalan, dengan memetakan
jaringan jalan yang ada, termasuk jalan utama,
arteri, jalan penghubung, dan jalan lokal.
2. Evaluasi Kapasitas dan Kinerja, meliputi analisis
volume lalu lintas, kepadatan lalu lintas,
kecepatan rata-rata, dan tingkat kecelakaan di
berbagai bagian jaringan jalan
3. Analisis Keselamatan dengan menganalisis
data kecelakaan yang terjadi dalam beberapa
tahun terakhir, Identifikasi titik-titik rawan
kecelakaan dan faktor-faktor penyebabnya.
4. Evaluasi Kondisi Infrastruktur, dengan meninjau
kondisi fisik jalan, termasuk kehalusan
permukaan jalan, tanda-tanda lalu lintas, marka
jalan, sistem drainase, jembatan, dan
infrastruktur pendukung lainnya.
5. Analisis Konektivitas, dengan melakukan
Evaluasi tingkat konektivitas antar wilayah dan
antar moda transportasi dalam jaringan jalan
provinsi.
6. Penilaian Aksesibilitas, dengan meninjau
tingkat aksesibilitas ke fasilitas penting seperti
pusat kota, bandara, pelabuhan, dan pusat-
pusat kegiatan ekonomi.
7. Analisis Pola Perjalanan, dengan melakukan
analisis pola perjalanan penduduk dan arus
barang di wilayah yang dilayani oleh jaringan
jalan provinsi.
b. Analisis lalu lintas dan permasalahannya
1. Analisis Kemacetan Lalu Lintas dibutuhkan data
volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, titik-titik
kemacetan dan faktor-faktor penyebabnya.
Dibutuhkan teknik seperti pemodelan lalu lintas
dan analisis waktu tempuh dapat membantu
memahami pola kemacetan dan mencari solusi
yang tepat.
2. Analisis Kepadatan Lalu Lintas, dengan
penghitungan laju aliran lalu lintas (traffic flow
rate) untuk mengevaluasi kinerja jalan.
3. Perencanaan Kapasitas Jalan dengan
melakukan analisis lalu lintas digunakan untuk
merencanakan kapasitas jalan yang sesuai
dengan kebutuhan transportasi. Ini melibatkan
pemodelan lalu lintas untuk memprediksi
volume lalu lintas di masa depan berdasarkan
pertumbuhan populasi, pembangunan baru,
dan perubahan ekonomi. Dari hasil analisis ini
dapat ditentukan apakah jalan-jalan yang ada
memenuhi kapasitas atau memerlukan
perluasan atau peningkatan..
4. Peningkatan Efisiensi Transportasi, dengan
mengoptimalkan desain jalan, memperkenalkan
sistem transportasi pintar,
5. Pengelolaan Sistem Transportasi dengan
perencanaan rute, pengaturan transportasi
umum, dan pengembangan kebijakan
transportasi yang efektif..
c. Analisis mobilitas dan aksesibilitas dari sistem
jaringan jalan yang ada
1. Analisis Volume Lalu Lintas, dengan meninjau
volume lalu lintas pada berbagai bagian jaringan
jalan. Identifikasi ruas jalan yang padat lalu
lintas dan daerah dengan tingkat kemacetan
yang tinggi;
2. Analisis Pola Perjalanan, dengan mengnalisis
pola perjalanan penduduk dan arus barang di
wilayah yang dilayani oleh sistem jalan provinsi.
Perhatikan arah perjalanan utama, titik asal dan
tujuan, serta frekuensi perjalanan.
3. Analisi Kecepatan dan Waktu Tempuh dengan
meninjau kecepatan rata-rata di berbagai
bagian jalan dan estimasi waktu tempuh antar
lokasi penting. Identifikasi area di mana
kecepatan rendah atau waktu tempuh yang
lama menjadi masalah.
4. Analisis Kapasitas Jalan, dengan melakukan
evaluasi kapasitas jalan yang ada untuk
menampung volume lalu lintas saat ini dan di
masa depan. Tinjau kemungkinan kemacetan
dan hambatan kapasitas pada titik-titik tertentu,
5. Analisis Kesesuaian dengan Kebutuhan,
dengan meninjau sejauh mana jaringan jalan
provinsi mampu memenuhi kebutuhan mobilitas
penduduk dan arus barang.
d. Analisis penyediaan sistem transportasi
1. Analisis Ketersediaan dan Kualitas Jaringan
Jalan dengan meninjau ketersediaan dan
kualitas jaringan jalan yang ada, termasuk jenis
jalan, kapasitas, kepadatan lalu lintas, dan
kondisi fisiknya;
2. Analisis Layanan Transportasi Umum dengan
melakukan evaluasi layanan transportasi umum
yang tersedia, termasuk bus, kereta api, trem,
dan transportasi air jika ada. Tinjau cakupan
wilayah, frekuensi layanan, keandalan,
kenyamanan, dan aksesibilitasnya.
3. Analisis Ketersediaan dan Aksesibilitas Moda
Transportasi dengan meninjau ketersediaan
moda transportasi alternatif seperti sepeda,
motor, dan jalan kaki. Evaluasi aksesibilitas
terhadap moda transportasi tersebut, termasuk
infrastruktur pendukung seperti jalur sepeda
dan trotoar.
4. Analisis Konektivitas Antar Moda dengan
mengevaluasi tingkat konektivitas antar moda
transportasi, termasuk transfer antar moda,
keberadaan terminal transportasi yang
terintegrasi, dan kemudahan akses antar moda
transportasi yang berbeda.,
5. Analisis Aksesibilitas Ke Pusat-Pusat Penting
dengan meninjau aksesibilitas ke pusat-pusat
penting seperti pusat kota, pusat perbelanjaan,
pusat pendidikan, rumah sakit, dan area
industri. Identifikasi area di mana aksesibilitas
masih rendah dan memerlukan perbaikan..
e. Analisis permasalahan yang berkaitan dengan
pengembangan jaringan jalan
1. Analisis Kapasitas Jalan yang Tidak Cukup,
yaitu salah satu permasalahan utama adalah
kekurangan kapasitas jalan yang tidak dapat
menampung volume lalu lintas yang meningkat.
Hal ini dapat menyebabkan kemacetan lalu
lintas, waktu tempuh yang meningkat, dan
pengurangan efisiensi transportasi.;
2. Analisis Kondisi Fisik jalan yang Buruk, yaitu
dengan menilai jaringan jalan yang mengalami
kerusakan atau keausan akibat pemakaian
berlebihan, cuaca ekstrem, atau kurangnya
perawatan. Kondisi fisik yang buruk dapat
mengakibatkan penurunan kenyamanan bagi
pengguna jalan, peningkatan risiko kecelakaan,
dan biaya perawatan yang tinggi.
3. Analisis Keselamatan Jalan yang Rendah
dengan tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas
menjadi permasalahan serius yang perlu
diatasi. Faktor-faktor seperti desain jalan yang
buruk, kurangnya tanda peringatan, kelebihan
kecepatan, dan perilaku pengemudi yang tidak
aman dapat menyebabkan kecelakaan dan
cedera..
4. Analisis Dampak Lingkungan, yaitu
Pembangunan jaringan jalan baru atau
perluasan jalan seringkali memiliki dampak
negatif terhadap lingkungan, seperti kerusakan
habitat alami, degradasi ekosistem,
peningkatan polusi udara dan air, serta
fragmentasi habitat satwa liar..,
5. Analisis Tingginya Biaya Pembangunan dan
Pemeliharaan, yaitu Pembangunan dan
pemeliharaan jaringan jalan membutuhkan
investasi finansial yang besar. Keterbatasan
anggaran dapat menjadi hambatan dalam
pengembangan infrastruktur jalan yang
diperlukan
6. Analisis Tuntutan Ruang dan Tanah yaitu
Pengembangan jaringan jalan seringkali
memerlukan akuisisi lahan yang luas, yang
dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat
atau pemilik tanah. Persoalan legal, sosial, dan
ekonomi dapat muncul dalam proses akuisisi
lahan
3. Rancangan Awal
Rancangan Awal berisi antara lain :
a. penyusunan visi dan misi, agar provinsi Banten
memiliki sistem jaringan jalan yang terintegrasi,
aman, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi, konektivitas antar wilayah,
kesejahteraan masyarakat serta memberikan arah
dan tujuan yang jelas dalam pengembangan
infrastruktur jalan
b. pengkajian kondisi demografi
Pengkajian kondisi demografi memegang peranan
penting sebagai dasar untuk merancang
infrastruktur jalan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat seperti Populasi dan Pertumbuhan
Penduduk, Distribusi Penduduk,, Tingkat
Urbanisasi, Pola Perjalanan dan Tujuan
Perjalanan,
c. penelaahan kondisi sumber daya, politik, ekonomi,
sosial, budaya, pertahanan dan keamanan
d. pengkajian kondisi eksisting jaringan jalan dan
kebutuhan jangka panjang prasarana jalan
4. Konsultasi Publik
Tujuan dari konsultasi publik adalah untuk
mendapatkan masukan, pendapat, saran,
meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan
partisipasi dalam pengambilan keputusan, serta
memastikan bahwa kepentingan dan perspektif
masyarakat tercermin dalam kebijakan atau rencana
yang diusulkan
Tujuan dari konsultasi publik adalah untuk
meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan
partisipasi dalam pengambilan keputusan, serta
memastikan bahwa kepentingan dan perspektif
masyarakat tercermin dalam kebijakan atau rencana
yang diusulkan
Proses konsultasi publik perencanaan sistem jaringan
jalan provinsi dapat mencakup berbagai kegiatan,
seperti pertemuan terbuka, lokakarya, survey online,
atau penyelenggaraan forum diskusi publik
Adapun peserta dari konsultasi Publik adalah :
a. Kementerian Pekerjaan Umum/ dinas teknis terkait
bidang jalan;
b. Kementerian Perhubungan/ dinas teknis terkait
bidang lalu lintas angkutan jalan
c. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/
Daerah
d. Badan usaha di bidang transportasi
e. Asosiasi profesi di bidang jalan
f. Akademisi/ pakar
g. lembaga swadaya masyarakat
5. Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka
Panjang
Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) tentang Perencanaan Sistem Jaringan Jalan
Provinsi diperlukan untuk merumuskan rencana
pembangunan jangka panjang terkait dengan
pengembangan dan perbaikan jaringan jalan di
wilayah provinsi banten dan bertujuan untuk
menyusun rencana strategis pengembangan
infrastruktur jalan provinsi dalam jangka waktu yang
lebih panjang (hingga 20 tahun ke depan)
Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Panjang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk
pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum/
dinas teknis terkait bidang jalan, Kementerian
Perhubungan/ dinas teknis terkait bidang lalu lintas
angkutan jalan, Kementerian Keuangan/ Biro
Keuangan/ Dinas Keuangan, Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional/ Daerah, serta pihak-pihak
terkait lainnya.
Proses Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka
Panjang mencakup evaluasi terhadap kebutuhan jalan
provinsi, analisis terhadap kondisi eksisting jaringan
jalan, identifikasi proyek-proyek prioritas, serta
penentuan strategi pengembangan dan alokasi
sumber daya yang tepat.
6. Penyusunan Rancangan Akhir
Penyusunan Rancangan Akhir merupakan dokumen
yang berisi laporan dalam implementasi rencana
pembangunan jaringan jalan provinsi
Dokumen rancangan akhir berisi antara lain
a. Pendahuluan,
b. Visi, misi dan tujuan,
c. Arah kebijakan dan strategi,
d. Asumsi yang digunakan dalam penyusunan
e. Indikasi program utama 5 (lima) tahunan
f. Analisis Teknis berisi kebutuhan jaringan jalan
provinsi, termasuk analisis lalu lintas, kondisi
geografis, topografi, dan kondisi lingkungan lainnya
g. Pengembangan Rancangan Jaringan Jalan
Berdasarkan evaluasi dan analisis, merancang
secara detail jaringan jalan provinsi yang mencakup
penentuan rute, kapasitas, desain geometrik, serta
integrasi dengan infrastruktur transportasi lainnya
h. Kajian Kelayakan berisi rancangan jaringan jalan
provinsi apakah memenuhi kelayakan persyaratan
teknis, ekonomis, dan lingkungan
i. Penyusunan Anggaran berisi estimasi biaya yang
diperlukan untuk merealisasikan rancangan
jaringan jalan provinsi dan menyusun anggaran
yang memadai untuk proyek tersebut.