Penyusunan Dampak Lingkungan Di.Ciwaka Bawah Dan Di.Cipari Ciwuni

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10467410000
Date: 13 October 2025
Year: 2025
KLPD: Provinsi Banten
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 75,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 74,970,000
Winner (Pemenang): PT Karaya Jaya Konsultan
NPWP: 909357295454000
RUP Code: 60905973
Work Location: DI.Ciwaka Bawah dan DI.Cipari Ciwuni - Serang (Kab.)|DI.Ciwaka Bawah dan DI.Cipari Ciwuni - Serang (Kota)
Participants: 3
Attachment
A. Lingkup Pekerjaannya meliputi:                                 
Tahap Persiapan                                                    
 a. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan pada               
                                                                   
tahap ini antara lain :                                            
    Mobilisasi personil, peralatan dan bahan;                     
    Inventarisasi data atau informasi;                            
    Peninjauan lapangan (site visit) meliputi lokasi jaringan daerah irigasi, situ, jalan
     masuk, areal proyek dalam rangka penentuan lokasi bendung, bangunan
     penunjang/fasilitas untuk kegiatan pelaksanaan konstruksi kelak dan hubungan
                                                                   
     dengan pelaksanaan pekerjaan survei lapangan.                 
 b. Pengumpulan Data dan Informasi tentang:                        
    Inventarisasi kesesuaian kegiatan dengan peraturan daerah seperti RTRW
     (Rencana Tata Ruang Wilayah), Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru
     (PIPPIB), dsb;                                                
    Data Teknis Rencana Pembangunan D.I Cibanten;                 
                                                                   
    Rencana jenis kegiatan proyek yang akan dilakukan;            
    Rona lingkungan hidup;                                        
    Kegiatan lain di sekitar rencana kegiatan proyek;             
    Saran, tanggapan dan pendapat masyarakat;                     
                                                                   
    Membuat Laporan Pendahuluan                                   
 c. Perkiraan perubahan rona lingkungan hidup sebagai akibatadanya rencana kegiatan
   proyek;                                                         
 d. Penentuan besaran dan sifat penting dampak terhadap            
   lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan proyek; 
 e. Evaluasi dampak penting terhadap lingkungan hidup;             
 f. Rekomendasi/saran tindak lanjut pengambil keputusan, perencanaan dan pengelolaan
                                                                   
   lingkungan hidup berupa :                                       
    Alternatif komponen kegiatan proyek;                          
    Rumusan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
     (UKL-UPL).                                                    
                                                                   
Tahap Kegiatan Survey UKL/UPL, terdiri dari:                       
                                                                   
 a. Pekerjaan Survey Rona Lingkungan Awal (Pendahuluan);           
 b. Pekerjaan Survey Kualitas Air;                                 
 c. Pekerjaan Survey Kualitas Udara dan Kebisingan;                
 d. Pekerjaan Survey Biologi dan Biota Perairan;                   
 e. Pekerjaan Survey Sosial Ekonomi (Sosek);                       
 f. Pekerjaan Survey Tanah Pertanian.                              
                                                                   
                                                                   
Tahap Metodelogi survey UKL-UPL sebagi berikut:                    
 Survey Rona Lingkungan Awal                                      
 Fisik – kimia (Data Sekunder Apabila Tersedia Pada Instansi Terkait)
   Iklim                                                          
    1. Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, maksimum, minimum, rata-rata),
      kelembaban curah hujan dan jumlah hari hujan, keadaan angin (arah dan
                                                                   
      kecepatan), intensitas radiasi matahari.                     
    2. Data periodik bencana (siklus tahunan), lima tahunan, dan sebagainya) seperti
      sering terjadi angin ribut, banjir tahunan, banjir bandang di wilayah studi rencana
      usaha atau kegiatan.                                         
    3. Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah
      study tersebut.                                              
    4. Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah study rencana
                                                                   
      usaha atau kegiatan.                                         
    5. Pola iklim mikro, pola penyebaran bahan pencemarbudara secara umum maupun
      pada kondisi cuaca terburuk.                                 
    6. Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.
   Fisiografi                                                     
    1. Topografi bentuk lahan (morfologi), struktur geologi dan jenis tanah.
                                                                   
    2. Indikator lingkungan yang berhubungan dengan stabilitas geologis dan stabilitas
      tanah, terutama ditekankan bila terdapat gejala ketidakstabilan, dan harus
      diuraikan dengan jelas dan seksama (misal: longsor tanah, gempa, sesar,
      kegiatan-kegiatan vulkanis, dan sebagainya.                  
    3. Keunikan, keistimewaan, kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis
      (bila tersedia)                                              
   Hidrologi                                                      
                                                                   
    1. Konsultan harus menyusun terlebih dahulu batas hidrologi kegiatan;
    2. Karakteristik fisik sungai;                                 
    3. Rata-rata debit bulanan dan tahunan (bila tersedia);        
    4. Kadar sedimentasi (lumpur) dan tingkat erosi (bila tersedia);
    5. Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah;   
    6. Fluktuasi dan potensi air tanah (dangkal) (bila tersedia);  
                                                                   
    7. Tingkat penyediaan dan kebutuhan/ pemanfaatan air untuk keperluan lain di luar
      kegiatan irigasi.                                            
    8. Kualitas air mengacu pada baku mutu dan parameter kualitas air yang terkait
      dengan limbah yang akan keluar.                              
   Ruang, Lahan dan Tanah                                         
    1. Konsultan harus mempelajari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kab.
      Lebak dan RTRW Provinsi Banten, bila sudah ada RDTR kawasan juga harus
                                                                   
      dipelajari dan dijadikan referensi kelayakan lokasi kegiatan terhadap RTRW
      yang ada.                                                    
    2. Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha
      atau kegiatan diajukan dan kemungkinan potensi pengembangannya di masa
      yang akan datang.                                            
    3. Rencana pengembangan wilayah, rencana tata ruang, rencana tata guna tanah,
      dan sumber daya alam lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh
      pemerintah       setempat       baik         ditingkat       
      kabupaten, propinsi atau nasional di wilayah study rencana usaha atau kegiatan.
                                                                   
    4. Kemungkinan adanya konflik atau pembatasan yang timbul antara rencana tata
      guna tanah dan sumber daya alam lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya
      pemilikan/penentuan lokasi bagi rencana usaha atau kegiatan. 
    5. Inventarisasi nilai estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi
      yang ada di wilayah studi rencana usaha atau kegiatan.       
 Survey Kualitas Air                                              
A. Untuk     menunjang    pelaksanaan   kegiatan    bidang         
                                                                   
   pengairan mengikuti standar-standar yang berlaku;               
B. Pengambilan Sampel Air untuk Pengujian kualitas air yang dilakukan disesuaikan
   dengan jenis dan parameter serta format baku mutu air yang ditetapkan oleh Gubernur
   setempat atau peraturan daerah setempat di lokasi studi.        
C. Pengujian  Kualitas  air   dilakukan  di     Laboratorium       
   pengujian kualitas air yang sudah terakreditasi.                
                                                                   
 Survey Kualitas Udara dan Tingkat Kebisingan                     
   Data kualitas udara dan kebisingan merupakan data primer, sehingga pengumpulan
   datanya dilakukan dengan cara pengukuran langsung dilapangan, kemudian diolah dan
   dianalisis dilaboratorium.                                      
 Survey Tanah Pertanian                                           
   Untuk Tanah Pertanian : Survey tanah pertanian dilakukan untuk mengetahui kondisi
                                                                   
   tanah di wilayah lokasi studi.                                  
 Survey Sosek                                                     
   Untuk Survey Sosek : Metode yang digunakan pada survey sosek ini adalah
   menggunakan                                   Questioner.       
   Questioner adalah sesuatu alat pengumpul data pada daerah studi yang dengan
   membuat daftar pertanyaan dengan menggambarkan ukuran variabel data yang
   diinginkan atau dicari.                                         
                                                                   
 Survey Biologi                                                   
A. Flora                                                           
   a. Uraian tentang jenis-jenis vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang
     yang berada dalam wilayah study.                              
   b. Uraian   tentang   keunikan   dari   vegetasi   dan          
     ekosistemnya yang berada pada wilayah study.                  
                                                                   
  Fauna                                                           
   a. Taksiran kelimpahan dan keragaman fauna, habitat, pola migrasi, populasi hewan
     budidaya (ternak) serta satwa dan habitatnya yang dilindungi undang-undang
     dalam wilayah studi.                                          
   b. Perikehidupan hewan penting diatas, termasuk cara perkembangbiakan, siklus dan
     neraca hidupnya, cara pemijahan, cara bertelur dan beranak, cara memelihara
                                                                   
     anaknya, perilaku dalam daerah dan teritorialnya.             
     Vegetasi, parameter yang diamati dilokasi study jenis dan keanekaragaman,
      kerapatan, dominasi, dan frekwensi.                          
     Fauna darat, parameter yang diamati jenis dan keanekaragaman, jenis satwa liar,
      langka, dan atau dilindungi.                                 
                                                                   
     Pengambilan sample dilakukan beberapa lokasi dengan penyebaran yang merata
      dilokasi study.                                              
  Contoh Air Untuk Pengujian Parameter Biota Perairan (Plankton, Benthos, Nekton)
   Parameter biota perairan merupakan indikator penting kondisi kualitas air, karena
   kualitas air yang berdampak langsung terhadap kehidupan organisme aquatik. Adanya
   perubahan kualitas air yang diakibatkan oleh limbah maka akan mengubah komposisi
                                                                   
   organisme akuatik Lokasi pengambilan contoh kualitas air tidak jauh dari lokasi
   pengambilan contoh air untuk pemeriksaan fisik dan kimia agar korelasinya mudah
   didapatkan. Pemilihan lokasi pengambilan contoh dilakukan dengan memperhatikan
   kondisi perairan (sungai, danau dan pantai) Di sungai, lokasi pengambilan contoh
   dipilih sebelum dan sesudah titik masukan limbah.               
 Komponen Sosial                                                  
                                                                   
   Pengamatan terhadap aspek social, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat
   dilakukan dalam wilayah studi yang berada dalam tapak proyek atau disekitarnya.
   Konsultan terlebih dahulu harus mengajukan peta batas sosial ekonomi dan budaya
   serta lokasi pengambilan sampel sosial, ekonomi dan budaya. Adapun data komponen
   sosial yang diambil dalam study bersumber dari data primer dan data sekunder.
   Komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya :       
  A. Demografi                                                     
                                                                   
    a. Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian,
       pendidikan, dan agama.                                      
    b. Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk.           
    c. Angkatan kerja produktif.                                   
    d. Tingkat kelahiran.                                          
    e. Tingkat kematian kasar.                                     
    f. Tingkat kematian bayi.                                      
                                                                   
    g. Pola perkembangan penduduk.                                 
  B. Ekonomi                                                       
    a. Kesempatan, kerja dan berusaha                              
    b. Pola pemilikan dan penguasaan sumberdaya alam               
    c. Tingkat pendapatan penduduk                                 
    d. Prasarana dan sarana perekonomian (jalan, pasar, pelabuhan, perbankan, pusat
                                                                   
       pertokoan)                                                  
    e. Pola pemenfaatan sumberdaya alam.                           
  C. Budaya                                                        
    a. Kepemilikan tanah (tanah pribadi, tanah adat, sewa)         
    b. Pranata social atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang tumbuh dikalangan
       masyarakat.                                                 
    c. Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku               
                                                                   
    d. Proses sosial (kerjasama, akomodasi, konflik) dikalangan masyarakat.
    e. Akulturasi, asimilasi, dan integrasi dari berbagai kelompok masyarakat.
    f. Kelompok-kelompok dan organisasi sosial.                    
    g. Pelapisan sosial dikalangan masyarakat                      
                                                                   
    h. Perubahan sosial yang tengah berlangsung dikalangan masyarakat.
    i. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha atau kegiatan.
  D. Kesehatan Masyarakat.                                         
     a. Insidensi dan prevelensi penyakit yang terkait dengan rencana usaha atau
       kegiatan.                                                   
     b. Sanitasi lingkungan, khususnya ketersediaan air bersih (cakupan
       pelayanannya).                                              
                                                                   
     c. Status gizi dan kecukupan pangan.                          
     d. Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan.                      
     e. Cakupan pelayanan tenaga dokter dan paramedic              
     Wawancara dan pengamatan komponen sosial dilokasi study dilakukan beberapa
     penyebaran lokasi yang merata.                                
                                                                   
 Jumlah Sampel                                                     
                                     Tahap      Penyusunan         
 Survey Kualitas Air                                               
                                     Dokumen UKL/UPL               
 Test In Irigasi              Titik 2                              
                                     Penyusunan    Dampak          
 Sampel Kualitas Air          Titik 2                              
                                     Lingkungan di Daerah Irigasi  
 Uji Lab Kualitas Air         Titik 2                              
                                     Cibanten.yang didalamnya      
                                     terdapat Matriks UKL-UPL,     
 Survey Tanah Pertanian                                            
                                     yang terdiri atas hal-hal     
 Investigasi Profil Tanah     Titik 2                              
                                     sebagai berikut:              
 Uji Lab Tanah                Titik 2                              
                                     1.    Dampak Lingkungan       
                                     yang ditimbulkan, yang berisi 
 Survey Kualitas Kebisingan                                        
                                     informasi tentang:            
 Sampling Kualitas Udara Dan Kebisingan Titik 2                    
                                     A.    Sumber  dampak,         
 Uji Lab Kualitas Udara       Titik 2                              
                                     yang diisi dengan informasi   
                                     mengenai jenis sub kegiatan   
 Survey Biologi Dan Biota Perairan                                 
                                     penghasil dampak untuk setiap 
 Sampling Biologi             Titik 2                              
                                     tahapan kegiatan (pra-        
 Sampling Biota Perairan      Titik 2                              
                                     kontruksi, konstruksi, operasi
 Uji Lab Biota Perairan       Titik 2                              
                                     dan pasca operasi);           
                                     tahapan kegiatan (pra-        
      kontruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi);           
    B. Jenis dampak, yang diisi dengan informasi tentang seluruh dampak lingkungan
      yang mungkin timbul dari kegiatan pada setiap tahapan kegiatan; dan
    C. Besaran dampak, yang diisi dengan informasi mengenai: untuk parameter yang
      bersifat kuantitatif, besaran dampak harus dinyatakan secara kuantitatif.
    2. Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang berisi informasi tentang:
     Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan informasi
      mengenai bentuk/jenis pengelolaan lingkungan hidup yang direncanakan untuk
      mengelola setiap dampak lingkungan yang ditimbulkan;         
     Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan informasi mengenai
      lokasi dimana pengelolaan lingkungan dimaksud dilakukan (dapat dilengkapi
                                                                   
      dengan narasi yang menerangkan bahwa lokasi tersebut disajikan lebih jelas
      dalam peta pengelolaan lingkungan pada lampiran UKL-UPL); dan
     Periode pengelolaan lingkungan hidup, yang diisi dengan informasi mengenai
      waktu/periode dilakukannya bentuk upaya pengelolaan lingkungan hidup yang
      direncanakan.                                                
                                                                   
                                                                   
    3. Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, yang berisi tentang:
     Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan informasi
      mengenai cara, metode, dan/atau teknik untuk melakukan pemantauan atas
      kualitas lingkungan hidup yang menjadi indikator kerberhasilan pengelolaan
      lingkungan hidup (dapat termasuk di dalamnya: metode pengumpulan dan
      analisis data kualitas lingkungan hidup, dan lain sebagainya);
                                                                   
     Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup, yang diisi dengan informasi mengenai
      lokasi dimana pemantauan lingkungan dimaksud dilakukan (dapat dilengkapi
      dengan narasi yang menerangkan bahwa lokasi tersebut disajikan lebih jelas
      dalam peta pemantauan lingkungan pada lampiran UKL-UPL); dan 
     Periode pemantauan lingkungan hidup, yang diisi dengan informasi mengenai
      waktu/periode dilakukannya bentuk upaya pemantauan lingkungan hidup yang
                                                                   
      direncanakan.                                                
    4. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup, yang berisi informasi
     tentang institusi yang terkait dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
     yang akan:                                                    
     Melakukan pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup;
     Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup dan
                                                                   
      pemantauan lingkungan hidup; dan                             
     Menerima pelaporan secara berkala atas hasil pelaksanaan komitmen
      pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup sesuai dengan
      lingkup tugas instansi yang bersangkutan, dan peraturan perundang-undangan
      yang berlaku.
Tenders also won by PT Karaya Jaya Konsultan