| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0011188190429000 | Rp 245,476,500 | 88.55 | 90.84 | - | |
| 0902261619305000 | - | - | - | Peserta tidak dapat menunjukkan SBU yang dipersyaratkan yaitu SBU AR102 atau RK001 | |
| 0014963276218000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0023905375429000 | - | - | - | Peserta tidak dapat menunjukkan SBU yang dipersyaratkan yaitu SBU AR102 atau RK001 | |
| 0022415145423000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0318039377424000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0964317960429000 | - | - | - | Peserta tidak memenuhi nilai ambang batas kualifikasi yang dipersyaratkan | |
| 0315528190423000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0017677824429000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
Dzifas Consult | 09*2**7****05**0 | - | - | - | - |
| 0032602666001000 | - | - | - | Peserta tidak memenuhi nilai ambang batas kualifikasi yang dipersyaratkan | |
| 0027790963423000 | - | - | - | - | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0814965190429000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0027786813423000 | - | - | - | - |
URAIAN PEKERJAAN JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN DESAIN DASAR
(DESAIN INFRASTRUKTUR) TAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PULAU
BATU DINDING
Desain Dasar Taman Keanekaragaman Hayati merupakan suatu tahapan
perencanaan untuk mengusulkan suatu tapak relung ekosistem lokal di luar
kawasan hutan untuk menjadi calon taman keanekaragaman hayati di suatu
kabupaten atau kota. Desain dasar taman keanekaragaman hayati terdiri dari
desain vegetasi dan desain infrastruktur.
Desain Infrastruktur Taman Kehati Pulau Batu Dinding
Desain infrastruktur merupakan gambaran tata letak penempatan sarana
dan prasarana yang akan dibangun pada calon taman keanekaragaman
hayati, dimana paling sedikit terdiri dari papan petunjuk (nama Taman
Kehati, denah, spesies tumbuhan/tanaman, dan satwa), persemaian, dan
label setiap pohon (nomor individu dan nama spesies lokal dan ilmiah). Luasan
untuk pembangunan infrastruktur adalah sebesar 10% dan mengacu kepada
desain vegetasi yang telah disusun.
Adapun tahapan pelaksanaan penyusunan desain infrastruktur taman
keanekaragaman hayati Pulau Batu Dinding sebagai berikut:
1. Pembentukan Tim Kerja
Tim kerja penyusunan desain infrastruktur dibentuk berdasarkan
keputusan Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai
kewenangan untuk menangani Taman Keanekaragaman Hayati. Tim kerja
terdiri dari ketua dan anggota yang susunannya disesuaikan dengan
kebutuhan, yang berasal dari Dinas Provinsi/kabupaten/Kota, instansi
terkait, dan pakar yang memiliki keahlian dalam bidang teknis sipil,
arsitektur, lansekap, dan grafis. Tim bertugas dan bertanggung jawab mulai
dari perencanaan sampai dengan penyusunan laporan.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi yang dibutuhkan guna mendukung data primer. Informasi data
sekunder yang dibutuhkan sama seperti pada penyusunan desain vegetasi,
dengan menambahkan informasi Peta Geologi (untuk mengetahui
karakteristik batuan).
3. Survai Teknis
Dalam penyusunan Desain Infrastruktur, tim harus melakukan konsultasi
dan koordinasi dengan pemerintah setempat (Camat/Lurah/Kepala Desa)
untuk mendapatkan pemahaman yang sebaik-baiknya tentang pekerjaan
perencanaan yang akan dilaksanakan. Sasaran survei teknis ini adalah
untuk mendapatkan data dan informasi kondisi awal lokasi pembangunan
infrastruktur yang sebenarnya. Jenis data dan informasi yang diperlukan
tergantung pada jenis infrastruktur yang akan dibangun, seperti: Kondisi
fisik lokasi (luasan, batas-batas, topografi), Kelerengan dan arah lereng,
struktur tanah (keras/lunak), keadaan air tanah (hidrologi), peruntukan
lahan, rincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan,
topografi/kontur, penyelidikan tanah, penyelidikan air, dan daftar harga
satuan. Data dan informasi tersebut selanjutnya akan dipergunakan dalam
menentukan desain/rancangan bangunan.
4. Perancangan Bangunan
Perancangan bangunan pada dokumen desain infrastruktur berisi
mengenai tata letak sarana dan prasarana (site plan) dan jenis sarana dan
prasarana yang akan dibangun pada Taman Kehati Pulau Batu Dinding
sebagaimana tampak pada Tabel 1. Dalam dokumen desain infrastruktur
juga dimuat telaahan terkait dengan identifikasi jenis pekerjaan, volume
jenis pekerjaan, rencana anggaran biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan
urutan pelaksanaan pekerjaan, dengan tujuan agar sarana dan prasarana
yang akan dibangun dapat berfungsi baik, menjamin keselamatan
(keamanan, kekuatan, kenyamanan) dan kesehatan masyarakat
disekitarnya. Selain itu sarana prasarana yang dibangun harus memenuhi
kriteria sebagai berikut:
a. rancangan bangunan harus memperhatikan kondisi lansekap dan
fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi, serta estetika;
b. luasan rancangan bangunan sarana dan prasarana maksimal 10% dari
luasan calon Taman Kehati;
c. kualitas tutupan lahan sesuai karakteristik lahan dan perlindungan
tanah dari erosi;
d. menggunakan material yang ramah lingkungan, memiliki durabilitas
tinggi dan low maintenance;
e. intervensi pembangunan mampu menaungi ekosistem, habitat alami
serta menjaga keunikan bentang alam;
f. intervensi pembangunan tidak mengganggu daur hidrologi, kenyaman
termal dan kesehatan lingkungan;
Tabel 1. Rancangan jenis sarana dan prasarana pada calon taman kehati
Lokasi Fasilitas
Intensif Area Penerimaan Gerbang
Area Pelayanan Gedung Bangunan Multifungsi, meliputi kantor, toilet, dsb.
Jalan setapak: Desain tapak jalan setapak dibangun dengan lebar maksimal
1 meter dengan menggunakan bahan baku lokal tanpa melakukan
pengerasan dan mengikuti kontur lahan dan dilengkapi dengan fasilitas
penunjang seperti papan petunjuk yang berisi tentang denah blok, arah
lokasi koleksi.
Penampungan air dan drainase
Area Pemanfaatan Papan petunjuk berupa: nama taman kehati; denah blok dan sub blok;
Tanaman Taman daftar nama spesies tumbuhan/tanaman; dan satwa (nama lokal dan
Kehati sebagai ilmiah), informasi persemaian dan pembenihan tanaman, label setiap
sarana pohon berupa: nomor individu, nama spesies lokal dan ilmiah.
pendidikan,
penelitian,
Tower pemantau koleksi dan kawasan/ viewing deck
pengembangan ilmu
pengetahuan dan
Shelter/ Gazebo
ekowisata
Zona koleksi
Dokumen desain infrastruktur perlu disertai dengan lampiran gambar teknis
taman keanekaragaman hayati Pulau Batu Dinding yang berupa peta situasi,
tata letak sarana prasarana (site plan), DED/Rancangan Detail (memuat:
gambar detail arsitektur, detail struktur, detail utilitas, detail lansekap,
RKS (Rencana Kerja Syarat) termasuk spesifikasi teknis, dan laporan
perencanaan) pada taman keanekaragaman hayati.
a. Peta Situasi Taman Keanekargaman Hayati
Peta situasi taman kehati ini mengkaitkan letak proyek yang akan dibangun
terhadap daerah sekitarnya yang menggambarkan suatu situasi wilayah
tertentu serta dilengkapi dengan keterangan-keterangan seperlunya,
sebagaimana Gambar 1 berikut
Gambar 1. Peta situasi taman kehati
b. Tata letak bangunan sarana prasana (site plan)
Taman Keanekargaman Hayati Site Plan adalah gambar dua dimensi
yang menunjukan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap
sebuah kaveling, baik menyangkut rencana jalan, air bersih, listrik, fasilitas
umum dan fasilitas sosial. Berikut merupakan contoh tata letak (site plan)
infrastruktur jalan, sebagaimana Gambar 2.
Gambar 2. Tata letak infrastruktur jalan di taman kehati
5. Penyajian Data
Dokumen desain infrastruktur taman keanekragaman hayati mencakup
gambar rencana sarana dan prasarana dan telaahan terkait dengan
identifikasi jenis pekerjaan, volume jenis pekerjaan, rencana anggaran
biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan urutan pelaksanaan pekerjaan,
dengan tujuan agar sarana dan prasarana yang akan dibangun dapat
berfungsi baik, menjamin keselamatan (keamanan, kekuatan,
kenyamanan) dan kesehatan masyarakat disekitarnya sebagaimana
tampak dalam Tabel 2.
Tabel 2. Jenis dokumen desain infrastruktur taman kehati Pulau Batu Dinding
No Komponen Sub Komponen
1. Gambar Rencana a. Gambar tata letak sarana prasarana
2. RKS dan Spesifikasi Gambar Desain Fisik, yang dilengkapi dengan gambar potongan
Teknis samping, memanjang, dan potongan lainnya (sebagaimana pada
Lampiran
2).
Penyajian Gambar Desain Fisik dapat mengikuti skala peta sebagai
berikut:
Peta Kawasan (skala 1:1.000)
Analisa Site (skala 1:1.000)
Peta Utilitas (skala 1:2.000)
Desain site plan sub blok (skala 1:1.000)
3. RAB Menguraikan prakiraan biaya untuk nilai bagi gambar sarana
prasarana yang akan dibangun dan volume pekerjaan serta
usulan pentahapan.
4. Dokumen lain a. Rancangan Konseptual SMKK (Pra-Konstruksi)
b. Pengamanan dampak lingkungan dan sosial
6. Penilaian Rancangan Bangunan
Desain fisik yang telah disusun oleh perencana/tenaga ahli disampaikan
kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya atau Kepala Dinas
yang membidangi pengawasan bangunan untuk dilakukan penilaian
kelayakan konstruksi bangunan. Dokumen dalam bentuk desain fisik
yang telah dinilai tersebut, disahkan oleh pemrakarsa sebagai dasar untuk
melaksanakan pembangunan sarana prasarana pada calon Taman Kehati.
Berdasarkan hasil kegiatan penyusunan desain infastruktur, tim
kerja penyusunan desain infrastruktur menyampaikan laporan hasil
kegiatan kepada Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota sebagaimana
format pada Lampiran Petunjuk Teknis Peyusunan Desain Dasar (Desain
Vegetasi dan Desain Infrastruktur Taman Keanekaragaman Hayati,
dengan memperhatikan ketepatan mutu, waktu dan biaya.
URAIAN PEKERJAAN JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN DESAIN DASAR
(DESAIN INFRASTRUKTUR) TAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI BUKIT
PERAMUN
Desain Infrastruktur Taman Keanekaragaman Hayati Bukit Peramun
Desain infrastruktur merupakan gambaran tata letak penempatan sarana
dan prasarana yang akan dibangun pada taman keanekaragaman hayati
Bukit Peramun, dimana paling sedikit terdiri dari papan petunjuk (nama
Taman Kehati, denah, spesies tumbuhan/tanaman, dan satwa), persemaian,
dan label setiap pohon (nomor individu dan nama spesies lokal dan ilmiah).
Luasan untuk pembangunan infrastruktur adalah sebesar 10% dan mengacu
kepada desain vegetasi yang telah disusun.
Adapun tahapan pelaksanaan penyusunan desain infrastruktur taman
keanekaragaman hayati Bukit Peramun sebagai berikut:
1. Pembentukan Tim Kerja
Tim kerja penyusunan desain infrastruktur dibentuk berdasarkan
keputusan Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai
kewenangan untuk menangani Taman Keanekaragaman Hayati. Tim kerja
terdiri dari ketua dan anggota yang susunannya disesuaikan dengan
kebutuhan, yang berasal dari Dinas Provinsi/kabupaten/Kota, instansi
terkait, dan pakar yang memiliki keahlian dalam bidang teknis sipil,
arsitektur, lansekap, dan grafis. Tim bertugas dan bertanggung jawab mulai
dari perencanaan sampai dengan penyusunan laporan.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi yang dibutuhkan guna mendukung data primer. Informasi data
sekunder yang dibutuhkan sama seperti pada penyusunan desain vegetasi,
dengan menambahkan informasi Peta Geologi (untuk mengetahui
karakteristik batuan) dan tempat pembibitan/persemaian tanaman
lokal/setempat (nursery).
3. Survai Teknis
Dalam penyusunan Desain Infrastruktur, tim harus melakukan konsultasi
dan koordinasi dengan pemerintah setempat (Camat/Lurah/Kepala Desa)
untuk mendapatkan pemahaman yang sebaik-baiknya tentang pekerjaan
perencanaan yang akan dilaksanakan. Sasaran survei teknis ini adalah
untuk mendapatkan data dan informasi kondisi awal lokasi pembangunan
infrastruktur yang sebenarnya. Jenis data dan informasi yang diperlukan
tergantung pada jenis infrastruktur yang akan dibangun, seperti: Kondisi
fisik lokasi (luasan, batas-batas, topografi), Kelerengan dan arah lereng,
struktur tanah (keras/lunak), keadaan air tanah (hidrologi), peruntukan
lahan, rincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan,
topografi/kontur, penyelidikan tanah, penyelidikan air, dan daftar harga
satuan. Data dan informasi tersebut selanjutnya akan dipergunakan dalam
menentukan desain/rancangan bangunan.
4. Perancangan Bangunan
Perancangan bangunan pada dokumen desain infrastruktur berisi
mengenai tata letak sarana dan prasarana (site plan) dan jenis sarana dan
prasarana yang akan dibangun pada Bukit Peramun sebagaimana tampak
pada Tabel 1. Dalam dokumen desain infrastruktur juga dimuat telaahan
terkait dengan identifikasi jenis pekerjaan, volume jenis pekerjaan, rencana
anggaran biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan urutan pelaksanaan
pekerjaan, dengan tujuan agar sarana dan prasarana yang akan dibangun
dapat berfungsi baik, menjamin keselamatan (keamanan, kekuatan,
kenyamanan) dan kesehatan masyarakat disekitarnya. Selain itu sarana
prasarana yang dibangun harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. rancangan bangunan harus memperhatikan kondisi lansekap dan
fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi, serta estetika;
b. luasan rancangan bangunan sarana dan prasarana maksimal 10% dari
luasan calon Taman Kehati;
c. kualitas tutupan lahan sesuai karakteristik lahan dan perlindungan
tanah dari erosi;
d. menggunakan material yang ramah lingkungan, memiliki durabilitas
tinggi dan low maintenance;
e. intervensi pembangunan mampu menaungi ekosistem, habitat alami
serta menjaga keunikan bentang alam;
f. intervensi pembangunan tidak mengganggu daur hidrologi, kenyaman
termal dan kesehatan lingkungan;
Tabel 1. Rancangan jenis sarana dan prasarana pada taman kehati Bukit
Peramun
Lokasi Fasilitas
Area Pelayanan Jalan setapak: Desain tapak jalan setapak dibangun dengan
lebar maksimal 1,5 meter dengan menggunakan bahan baku
lokal tanpa melakukan pengerasan dan mengikuti kontur
lahan dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti papan
petunjuk yang berisi tentang denah blok, arah lokasi koleksi.
Area Pemanfaatan Tanaman Shelter/gazebo + Tangga
Taman Kehati sebagai
Papan Petunjuk
sarana
pendidikan, Embung Multifungsi
penelitian, pengembangan ilmu
pengetahuan dan ekowisata
Dokumen desain infrastruktur perlu disertai dengan lampiran gambar teknis
taman keanekaragaman hayati yang berupa peta situasi, tata letak sarana
prasarana (site plan), DED/Rancangan Detail (memuat: gambar detail
arsitektur, detail struktur, detail utilitas, detail lansekap, RKS (Rencana
Kerja Syarat) termasuk spesifikasi teknis, dan laporan perencanaan), dan
detil sheetpile serta balok jalan pada taman keanekaragaman hayati.
a. Peta Situasi Taman Keanekargaman Hayati
Peta situasi taman kehati ini mengkaitkan letak proyek yang akan dibangun
terhadap daerah sekitarnya yang menggambarkan suatu situasi wilayah
tertentu serta dilengkapi dengan keterangan-keterangan seperlunya,
sebagaimana Gambar 1.
Gambar 1. Peta situasi taman kehati
b. Tata letak bangunan sarana prasana (site plan)
Taman Keanekargaman Hayati Site Plan adalah gambar dua dimensi
yang menunjukan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap
sebuah kaveling, baik menyangkut rencana jalan, air bersih, listrik, fasilitas
umum dan fasilitas sosial. Berikut merupakan contoh tata letak (site plan)
infrastruktur jalan, sebagaimana Gambar 2.
Gambar 2. Tata letak infrastruktur jalan di taman kehati
c. DED Potongan Memanjang
Potongan memanjang adalah irisan tegak pada lapangan dengan mekur
jarak dan beda tinggi titik-titik diatas permukaan bumi, potongan
memanjang digunakan untuk melakukan pengukuran yang jaraknya jauh.
Penampang memanjang ini dilakukan untuk pekerjaan membuat trace
jalan , saluran air, jalan kereta api dan lain sebagainya. Pada potongan
memanjang akan terlihat apakah jalan tersebut tanpa kelandaian,
mendaki atau menuru. Pada perencanaan ini, dipertimbangkan bagaimana
meletakan sumbu jalan sesuai dengan kondisi medan dengan
memperhatikan fungsi-fungsi dasar dari jalan tersebut. Pemilihan
pemotongan memanjang berkaitan pula dengan pekerjaan tanah yang
mungkin timbul akibat adanya galian dan timbunan yang harus
dilakukan, sebagaimana tampak pada Gambar 3.
Gambar 3. Potongan jalan memanjang di taman kehati
5. Penyajian Data
Dokumen desain infrastruktur taman keanekragaman hayati mencakup
gambar rencana sarana dan prasarana dan telaahan terkait dengan
identifikasi jenis pekerjaan, volume jenis pekerjaan, rencana anggaran
biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan urutan pelaksanaan pekerjaan,
dengan tujuan agar sarana dan prasarana yang akan dibangun dapat
berfungsi baik, menjamin keselamatan (keamanan, kekuatan,
kenyamanan) dan kesehatan masyarakat disekitarnya sebagaimana
tamapak dalam Tabel 2.
Tabel 2. Jenis dokumen desain infrastruktur taman kehati Bukit Peramun
No Komponen Sub Komponen
1. Gambar Rencana a. Gambar tata letak sarana prasarana
2. RKS dan Spesifikasi Gambar Desain Fisik, yang dilengkapi dengan gambar potongan
Teknis samping, memanjang, dan potongan lainnya (terlampir pada
gambar).
Penyajian Gambar Desain Fisik dapat mengikuti skala peta sebagai
berikut:
Peta Kawasan (skala 1:1.000)
Analisa Site (skala 1:1.000)
Peta Utilitas (skala 1:2.000)
Desain site plan sub blok (skala 1:1.000)
3. RAB Menguraikan prakiraan biaya untuk nilai bagi gambar sarana
prasarana yang akan dibangun dan volume pekerjaan serta
usulan pentahapan.
4. Dokumen lain a. Rancangan Konseptual SMKK (Pra-Konstruksi)
b. Pengamanan dampak lingkungan dan sosial
6. Penilaian Rancangan Bangunan
Desain fisik yang telah disusun oleh perencana/tenaga ahli disampaikan
kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya atau Kepala Dinas
yang membidangi pengawasan bangunan untuk dilakukan penilaian
kelayakan konstruksi bangunan. Dokumen dalam bentuk desain fisik
yang telah dinilai tersebut, disahkan oleh pemrakarsa sebagai dasar untuk
melaksanakan pembangunan sarana prasarana pada calon Taman Kehati.
Berdasarkan hasil kegiatan penyusunan desain infastruktur, tim
kerja penyusunan desain infrastruktur menyampaikan laporan hasil
kegiatan kepada Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota sebagaimana
format pada Lampiran Petunjuk Teknis Peyusunan Desain Dasar (Desain
Vegetasi dan Desain Infrastruktur Taman Keanekaragaman Hayati,
dengan memperhatikan ketepatan mutu, waktu dan biaya.