| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0712795749104000 | Rp 499,800,755 | - | |
| 0021690839101000 | Rp 500,000,555 | Tidak hadir pada tahap pembuktian kualifikasi | |
| 0722492972104000 | Rp 500,611,055 | Tidak memiliki Sub Bidang yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan | |
| 0024664229104000 | Rp 500,389,055 | Tidak memiliki Sub Bidang yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan | |
| 0940498546104000 | Rp 420,892,822 | Tidak memiliki Sub Bidang yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan | |
| 0019026384104000 | - | - | |
| 0032866535101000 | - | - | |
CV Lamgugob Perdana | 0809050263101000 | - | - |
| 0910215961102000 | - | - | |
| 0734542079101000 | - | - | |
| 0808206718104000 | - | - | |
| 0032138893101000 | - | - | |
| 0030300289104000 | - | - | |
| 0031282031101000 | - | - | |
| 0011287042104000 | - | - | |
CV Berlian | 0021231279104000 | - | - |
| 0663592608104000 | - | - | |
| 0023261076104000 | - | - | |
PT Halvia Mandiri Group | 09*5**0****01**0 | - | - |
| 0719775041104000 | - | - |
DINAS PERDAGANGAN
KAB. BENER MERIAH
TAHUN ANGGA RAN
2023
SPESIFIKASI TEKNI S
PEMBANGUNAN LANDSCPAE
PASAR
1
BUNTUL KEMUMU
I. Latar Belakang
Pasar merupakan salah satu tempat terjadinya jual beli barang maupun jasa. Selain itu di
dalam pasar terjadi hubungan sosial antara pedagang dan pembeli. Penjual dan pembeli
dapat bertransaksi atau sepakat dalam akad jual beli. Transaksi yang disepakati meliputi
barang, penjual, pembeli, dan harga barang. Selain itu, di pasar juga bisa melakukan tawar
menawar yang tujuannya agar harga dari barang yang diinginkan bisa sepakat baik pihak
penjual maupun pihak pembeli.
Pasar juga menyediakan berbagai usaha, selain barang pasar juga menyediakan orang-
orang yang menjual jasa atau tenaga kerja dengan mendapatkan uang sebagai imbalannya.
Orang yang menyediakan jasanya di pasar, biasanya dibutuhkan oleh Ibu-ibu yang membawa
banyak barang belanjaan sehingga mengalami kesulitan untuk membawa barang tersebut,
dengan ini untuk memudahkan bisa menyewa jasa dengan membawakan barang itu.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Maksud dari pengadaan pekerjaan ini adalah suatu area tertentu tempat bertemunya
pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Tujuan
Tujuan dari pengadaan pekerjaan ini adalah terlaksananya meningkatkan fungsi
pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman,
nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).
III. SASARAN
Tersedianya Sarana dan Prasarana suatu bangunan sesuai dengan standar.
IV. ORGANISASI PENGGUNA BARANG / JASA
a. K/L/P/D : Pemerintah Kabupaten Bener Meriah
b. OPD : Dinas Perdagangan Kabupaten Bener Meriah
c. PPK : KHAIRUN AKSA, SE., MM
V. DASAR HUKUM
1. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor16);
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 881);
7. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4916);
8. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2020 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 40);
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13 Tahun 2020
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 473);
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020
tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
554) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor 26 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1144);
11. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
VI. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
Biaya yang di perlukan untuk PEMBANGUNAN LANDSCAPE PASAR BUNTUL KEMUMU
Berasal Dari Dana OTSUS Tahun Anggaran 2023 Dinas Perdagangan Kabupaten Bener
Meriah Tahun 2023 Sebesar Rp. 501.760.000,- (Lima Ratus Satu Juta Tujuh Ratus Enam
Puluh Ribu Rupiah) Termasuk pajak yang Berlaku.
VII. RUANG LINGKUP DAN LOKASI PEKERJAAN
a. Ruang Lingkup
Membangun PEMBANGUNAN LANDSCAPE PASAR BUNTUL KEMUMU sesuai Standar
Sarana dan Prasarana yang mencakup:
• PEKERJAAN PERSIAPAN
• PEKERJAAN JALAN AKSES
• PEKERJAAN AREA BONGKAR MUAT
• PEKERJAAN HALAMAN
• PEKERJAAN DRAINASE KELILING BANGUNAN
b. Lokasi Pekerjaan
PEMBANGUNAN LANDSCAPE PASAR BUNTUL KEMUMU yang berlokasi di Kecamatan
Permata Kabupaten Bener Meriah.
VIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Perkiraan jangka waktu penyelesaian PEMBANGUNAN LANDSCAPE PASAR BUNTUL
KEMUMU, dimulai dari tahap persiapan sampai dengan penyelesaian adalah 120 (Seratus
Dua Puluh) hari kalender.
BULAN
No Uraian Kegiatan
7 8 9 10 11 12
1 Persiapan
2 Proses Tender
3 Pelaksanaan
4 Pelaporan
IX. KUALIFIKASI DAN KLASIFIKASI TENAGA AHLI
No Jabatan Jumlah Pendidikan Sertifikat Keahlian Pengalaman
1 Pelaksana SKT Pelaksanaan
1 Min D3 2 Tahun
Lapangan Pekerjaan Gedung
2 Petugas
Keselamatan 1 S1 Sertifikat Petugas KK 2 Tahun
Konstruksi
X. KELUARAN / PRODUK YANG DIHASILKAN
Pelaksanaan PEMBANGUNAN LANDSCAPE PASAR BUNTUL KEMUMU, ini dikatakan
berhasil apabila:
a. Melaksanakan Pekerjaan Pembangunan yang menyangkut kualitas, biaya dan
ketepatan waktu pelaksaan pekerjaan, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan
kelengkapannya yang sesuai dengan dokumen pelaksaaan dan kelacaran
penyelesaiaan administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di lapangan serta
penyelesaiaan kelengkapan pembangunan.
b. Dokumen yang dihasilkan selama proses pelaksanaan yang terdiri dari :
1) Metode pelaksaan program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pelaksanaan
pekerjaan.
2) Melakukan kontrol terhadap kondisi eksisting di lapangan
3) Mengajukan shop drawing pada awal pekerjaan yang dilaksanakan
4) Membuat laporan harian yang berisikan keterangan tentang:
Tenaga kerja
Bahan bangunan yang didatangkan, diterima atau tidak
Peralatan yang yang berhubungan dengan kebutuhan
Kegiatan perkomponen pekerjaan yang diselenggarakan
Waktu yang dipergunakan untuk pelaksanaan
Kejadian-kejadian yang berakibat menghabat pelaksanaan
5) Membuat laporan mingguan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan,
tenaga dan hari kerja), laporan bulanan
6) Mengajukan berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran termyn
7) Surat perintah perubahan pekerjaan dan berita acara pemeriksaan pekerjaan
tambah dan kurang (jika ada)
8) Membuat berita acara penyerahan pertama pekerjaan
9) Membuat berita acara pernyataan selesainya pekerjaan
10) Membuat gambar-gambar sesuai perencanaan (asbuilt drawing)
11) Membuat time schedule atau kurva S untuk pelaksanaan pekerjaan
XI. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
1. Spesifikasi Teknis Input
a. Spesifikasi bahan/material sebagai berikut:
NO BAHAN/MATERIAL : SPESIFIKASI
Pasir Urug yang digunakan adalah pasir gunung/pasir sungai
Pasir Urug
1 : bewarna abu-abu tua atau cokelat.
Tanah timbun yang digunakan adalah tanah tanah timbun biasa
yang diambil dari sumber galian jenis ini produksi lokal galian C,
Timbunan Tanah Setelah disiram 4 hari bila dipadatkan 100% kepadatan kering
2 :
maksimun (MDD) se[erti yang diyentukan oleh SNI 03-1742-
1989.
Batu kali/batu gunung yang digunakan adalah batu dengan
Batu Kali/Gunung ukuran tinggi 60 - 80 cm, lebar bawah 60 - 80 cm, dan lebar atas
3 :
25 - 30 cm, di produksi dari hasil galian c (produk lokal).
Semen yang digunakan adalah semen PCC dengan kualitas
Semen SNI, jenis Ini produksi lokal dengan SNI 15.2049.1994
4. :
dengan berat 40 Kg.
Pasir pasang yang digunakan adalah pasir dengan bentuk
dan tekstur yang lebih halus dari pasir beton, jenis ini
Pasir Pasang/Ayak
5. : boleh digunkan pasir pasang gunung dan pasir pasang
sungai, di produksi dari hasil galian c (produk lokal).
Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam
berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran
Pasir Beton ( berat jenis = berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5%
6. 1.400 kg/m³ ) : berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-
coran struktur seperti kolom, balok dan pelat lantai. Jenis
ini diprouksi dari stone crusher/hasil Galian C.
jenis kayu yang di gunakan adalah kayu hasil produksi
lokal dan di perdagangkan di daerah setempat, semua
jenis kayu yang akan digunakan harus kering, bebas cacat,
Bekisting Kayu kelas III
7. tidak retak, tidak berlubang, tidak lapuk dan lurus. Jenis
kayu yang dapat digunakan salah satunya adalah kayu
pinus.
Paku Biasa Paku Biasa yang digunakan adlah ukuran paku 2 - 5".
8.
Besi beton polos yang digunakan ukuran Diameter 8 mm
Pek. Besi Wiremesh M8 (1
9.
dengan Panjang 10 m/12 m, dan memiliki penampang
Lapis) bundar dengan struktur permukaan mulus/licin tanpa sirip
dengan bentuknya bulat memanjang tanpa tambahan
variasi apapun sesuai dengan SNI.
Kawat Besi Beton yang digunakan adalah kawat beton
Kawat Besi Beton
10. dengan ukuran Bendrat BWG 14 (diameter 2,10 mm).
Pas. Paving Block Warna t=6 Paving block yang digunakan adalah paving block segi
11. cm enam dan berwarna dengan tebal 6 cm.
b. Spesifikasi Peralatan Minimum
NO PERALATAN JUMLAH KAPASITAS
1. Concrete Mixer (Molen) 1 Unit Concrete Mixer digunakan sebagai pengaduk
campuran beton dan memiliki kapasitas 0,8 m³.
2. Dump Truck 1 Unit Dump truck yang digunakan adalah dum truck
memiliki kapasitas minimal 4 m³.
1. Gerobak Sorong dengan kapasitas beban
3. Peralatan lainnya
150 kg.
2. Palu
3. Cangkul
4. Sekop
5. Ember
6. Raskam
7. Sendok semen
8. Meteran
9. Waterpass
10. dll
2. Spesifikasi Proses/Kegiatan (Spek Tahap Pekerjaan dan instruksi kerja)
2.1 PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pengukuran Awal
Pekerjaan pengukuran, pematokan pemasangan bouwplank ini merupakan indentifikasi
lokasi Pagar yang akan dibangun dengan melakukan pemasangan bowplank dan
pengukuran As secara detail, akurat, siku, lurus dan waterpass. Pekerjaan ini
dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi eksisting, dengan Referensi gambar
rencana desain. Dimensi elevasi yang tertera dalam gambar dituangkan dilapangan,
dengan menggunakan alat ukur. Selanjutnya semua data pengukuran dicatat dan
hasil pengukuran ditandai dengan membuat patok bouwplank. Semua tanda
pengukuran harus dibuat jelas dan dijaga jangan sampai berubah. Pengukuran
dilakukan menggunakan alat Digital Theodolite. Pengukuran mencakup leveling, elevasi,
dan plumber.
Selanjutnya hasil pengukuran dilakukan pekerjaan Rekayasa Lapangan untuk memastikan
kondisi eksisting dengan rencana pelaksanaan. Rekayasa dibuat oleh Manager Proyek
(Civil Engineer), Pelaksana Lapangan, dibantu oleh Surveyor/Draftmen. Hasil
Rekayasa Lapangan akan didiskusikan dengan pihak Konsultan Supervisi dan
disetujui oleh Employer. Hasil rekayasa lapangan akan dituangkan dalam suatu
gambar pelaksanaan (as build drawing) secara detail yang menjadi acuan bagi
kontraktor dalam pelaksanaan konstruksi dilapangan.
Bowplank kayu dipasak pada setiap rencana sudut bangunan pada jarak sekitar
1 meter diluar area rencana bangunan. Bowplank terdiri dari dua bagian vertikal
yang dipasak serta bagian horizontal berupa papan kurang lebih 1.5 m yang dipaku pada
bagian atas kedua tiang vertikal dengan tinggi antara 50-80 cm. Posisi sudut
bangunan bagian luar ditandai dengan menggunakan benang/tali panjang, bagian
ujungnya kemudian ditandai dengan menggunakan pakuyang ditanam pada bagian atas
papan horizontal. Benang/tali kemudiandiikatkan pada paku tersebut dan dihubungkan ke
sudut bangunan lainnya.
Sebelum melakukan proses tata letak selanjutnya, adalah penting sekali garis luar
(outline) bangunan diperiksa sudutnya untuk membentuk sudut 900 yang akurat.
Cara paling mudah untuk melakukan hal ini adalah memeriksa diagonalnya. Bila sudut
bangunan sudah 900 maka perhitungan phytagorasnya akan tepat (32+42=52). Bila
setelah diperiksa sudutnya tidak tepat makaposisi tanda pada sudut tersebut harus
diatur kembali sampai perhitungan diagonal yang benar dan garis luar bangunan
membentuk posisi sudut dengan tepat 900.
Benang/tali yang terikat pada paku kemudian dapat digunakan sebagai tanda bagian luar
dan batas dinding bangunan serta pondasi. Bowplank yanglain kemudian dapat
diletakkan dengan perlakuan yang sama pada tiapsudut. Bowplank diperlukan untuk
pengerjaan tembok antara, kolom, dan pondasi. Bowplank harus lurus dan sejajar
dengan permukaan laut. Bila permukaantanahnya turun atau naik maka
ketinggian bowplank harus disesuaikan sehingga cara menaikkan atau
menurunkannya. Bowplank yang saling berseberangan harus sejajar pada seluruh
tapak bangunan.
Yang perlu perhatikan pemasangan bouwplank :
• Semua bowplank harus lurus dan sejajar dengan bowplank yang berseberangan.
• Peletakkan sudut-sudut bangunan harus akurat .
• Tata letak bangunan pada tapak harus diperiksa secara cermat untuk
membentuk 900 pada tiap sudutnya.
3. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dibuat pada bidang datar yang berukuran standard dan
tulisannya mudah dibaca, papan nama tersebut di pajang pada lokasi pembangunan dan
100 m pada jalan masuk menuju lokasi proyek pembangunan harus diberi tanda arah
menuju lokasi.
Kontraktor harus membuat dan memasang Papan nama Proyek dengan ukuran 1,20x0,75
m dengan konstruksi tiang dari kayu ukuran 5/7 cm dan papan tebal 2 cm atau multiplek
12 mm, atau sablon yang isinya sesuai dengan petunjuk direksi dilapangan.
4. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Perlengkapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, perlengkapan kesehatan untuk
mengantisipasi penanganan darurat terhadap kecelakaan kerja.
5. Administrasi dan Dokumentasi
Sebelum pekerjaan dimulai pengawas lapangan harus mengambil dokumentasi disaat
pekerjaan masih di tahap 0 %, 50 % dan 100 %, disertai dengan laporan-laporan antara
lain, laporan harian, laporan mingguan dan bulanan serta menyiapkan administrasi
lainnya yang di anggap perlu.
6. Direksi Keet/sewa
Direksikeet dibangun untuk kantor sementara yang lokasinya tidak jauh dari lokasi
pekerjaan. Direksikeet dilengkapi dengan meja, kursi, perangkat computer,
transportasi 1 unit.
Penyimpanan Material adalah sebagai berikut :
a. Transportasi dan Distribusi Material
Material bangunan utama seperti semen, batu-bata, besi, kawat beton, paku, kayu
dan peralatan lainnya di datangkan dari Tapaktuan, menggunakan jalan darat.
Sementara material alam, seperti, pasir, kerikil, batu kali/belah, tanah timbun,
kayu, dan material alam lainnya juga diperoleh dari lokal setempat .
b. Metode Penyimpanan dan Penggunaan Material
Semua material utama produksi pabrikan disimpan dalam gudang, dan setiap jenis
material diberi tanda (Mark). Prinsip penggunaan adalah material pertama masuk, material
yang terlebih dahulu keluar. Material lokal seperti; kayu, pasir, kerikil, batu, tanah;
di stock pile dan disimpan di lokasi batching plan dan ditutup dengan plastic terpal
untuk perlindungan dari iklim dan cuaca. Sistem administrasi penyimpanan dan
pengeluaran material diatur dan dikelola oleh personil Logistics. Sementara
untuk kuantitas dan kualitas material yang masuk dan yang digunakan, Site Manager
akan memastikan material yang digunakan proyek benar-benar baik mutunya.
Material yang digunakan untuk keperluaan lapangan berdasarkan sistem
invois/permintaan oleh Mandor yang disetujui oleh Site Manager, ditindaklanjuti oleh
Logistics Gudang untuk dikeluarkan dari gudang.
Adapun proses supplier/pengadaan material konstruksi adalah sebagai berikut ini :
Material yang di stock di lokasi proyek (pasir, kerikil, tanah timbun, batu bata, kayu,
dll), yang akan distockpile harus terlindung dari cuaca ( panas dan hujan), dengan
cara ditutup dengan platik/terpal. Sekeliling material dibuat blok platik/kayu, agar
material tidak berserakan.
B. PEKERJAAN JALAN AKSES
1. Pembersihan dan Perataan Lahan
Membersihkan lahan dari semak-semak serta tanaman-tanaman liar sehingga
bangunan dapat dipersiapkan untuk dibangun. Mempertahankan pohon- pohon besar
yang memiliki letak strategis (mempunyai jarak yang cukup dari rencana lokasi
bangunan) untuk memberikan keteduhan pada area tapak. Selanjutnya sampah sampah
pembersihan dibuang pada lokasi yang telah di setujui dan tidak mencemari
lingkungan.
2. Pek. Besi Wiremesh M8 (1 Lapis)
Secara prinsip, pemasangan wiremesh ini tidak jauh berbeda dengan pemasangan besi
beton yang digunakan untuk tulangan plate. Namun wiremesh mempunyai kelebihan yaitu
penggunaannya lebih mudah lantaran bentuknya sudah teranyam. hanya perlu mengukur
wiremesh tersebut sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan dengan matang,
kemudian potong sesuai ukuran tersebut. Tetapi jikalau ukuran luasannya ternyata masih
kurang, Anda cukup menambahkan wiremesh dengan overlap kurang lebih 15 cm
3. Beton Cor K175 t=15 cm
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu, dan
dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan bahan/material dan
pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis (PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI;
AASHTO; dan ASTM). Mutu beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam
spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu Kontraktor akan
mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan, kait,
sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan, penggunaan
peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi, dan bahan
tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.
Prosedure Kerja
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan ini
dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan volume telah mencukupi.
Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 Group Pembesian yang sesuai dengan jumlah
pekerjaan yang akan dikerjakan yang terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang tukang
besi, dan 1 orang kepala tukang besi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan
Mandor, serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager.
Diwaktu yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan bekisting/ formwork
untuk penutup/cover pengecoran beton. Group ini terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang
tukang dan 1 orang kepala tukang. Site Manager Kontraktor akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas persetujuan
Direksi Lapangan.
4. Bekisting Dinding
Untuk mendapatkan hasil cetakan sesuai dengan gambar bestek, maka dibuta bekisting
yang terbuat dari kayu perancang (papan).Permukaan dari papan dihakus dan dibersihkan
untuk mendapatkan permukaan beton yang halus dan baik. Kayu untuk bekisting dipotong
sesuai ukuran yang telah ditentukan oleh direksi dengan menggunakan alat pemotong
gergaji, kayu- kayu bekisting yang telah dipotong di rekatkan dengan bingkat penguat
dengan menggunakan paku sebagai pengikat papan dengan bingkat penguat, sehingga
menghasilkan sisi beton yang baik.
Metode Kerja : Setelah cetakan siap/selesai dibuat, selanjutnya cetakan ditempatkan pada
tiang-tiang besi yang terdapat pada bangunan, selanjutnya cetakan tersebut dipasangkan
tiang besi. Untuk menguatkan cetakan, maka cetakan/bekisting pada berikat penyangga
pada sudut-sudut bekisting.Setelah bekisting berdiri dengan kuat dan tegak baru dilakukan
pengecoran beton.Pembongkaran cetakan berkisar 2 hari atau sesuai dengan petunjuk dari
direksi.
C. PEKERJAAN AREA BONGKAR MUAT
1. Pembersihan dan Perataan Lahan
Membersihkan lahan dari semak-semak serta tanaman-tanaman liar sehingga
bangunan dapat dipersiapkan untuk dibangun. Mempertahankan pohon- pohon besar
yang memiliki letak strategis (mempunyai jarak yang cukup dari rencana lokasi
bangunan) untuk memberikan keteduhan pada area tapak. Selanjutnya sampah sampah
pembersihan dibuang pada lokasi yang telah di setujui dan tidak mencemari
lingkungan.
2. Pas. Pondasi Batu Kosong t=10 cm
Pekerjaan pasangan aanstamping/batu kosong dikerjakan setelah lapisan pasir urug selesai.
Pasangan batu kosong dipasang setebal 10 cm dari material batu kali dengan perekat pasir
urug
3. Pek. Besi Wiremesh M8 (1 Lapis)
Secara prinsip, pemasangan wiremesh ini tidak jauh berbeda dengan pemasangan besi
beton yang digunakan untuk tulangan plate. Namun wiremesh mempunyai kelebihan yaitu
penggunaannya lebih mudah lantaran bentuknya sudah teranyam. hanya perlu mengukur
wiremesh tersebut sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan dengan matang,
kemudian potong sesuai ukuran tersebut. Tetapi jikalau ukuran luasannya ternyata masih
kurang, Anda cukup menambahkan wiremesh dengan overlap kurang lebih 15 cm.
4. Beton Cor K175 t=15 cm
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu, dan
dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan bahan/material dan
pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis (PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI;
AASHTO; dan ASTM). Mutu beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam
spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu Kontraktor akan
mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan, kait,
sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan, penggunaan
peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi, dan bahan
tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.
Prosedure Kerja
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan ini
dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan volume telah mencukupi.
Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 Group Pembesian yang sesuai dengan jumlah
pekerjaan yang akan dikerjakan yang terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang tukang
besi, dan 1 orang kepala tukang besi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan
Mandor, serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager.
Diwaktu yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan bekisting/ formwork
untuk penutup/cover pengecoran beton. Group ini terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang
tukang dan 1 orang kepala tukang. Site Manager Kontraktor akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas persetujuan
Direksi Lapangan.
5. Bekisting Dinding
Untuk mendapatkan hasil cetakan sesuai dengan gambar bestek, maka dibuta bekisting
yang terbuat dari kayu perancang (papan).Permukaan dari papan dihakus dan dibersihkan
untuk mendapatkan permukaan beton yang halus dan baik. Kayu untuk bekisting dipotong
sesuai ukuran yang telah ditentukan oleh direksi dengan menggunakan alat pemotong
gergaji, kayu- kayu bekisting yang telah dipotong di rekatkan dengan bingkat penguat
dengan menggunakan paku sebagai pengikat papan dengan bingkat penguat, sehingga
menghasilkan sisi beton yang baik.
Metode Kerja : Setelah cetakan siap/selesai dibuat, selanjutnya cetakan ditempatkan pada
tiang-tiang besi yang terdapat pada bangunan, selanjutnya cetakan tersebut dipasangkan
tiang besi. Untuk menguatkan cetakan, maka cetakan/bekisting pada berikat penyangga
pada sudut-sudut bekisting.Setelah bekisting berdiri dengan kuat dan tegak baru dilakukan
pengecoran beton.Pembongkaran cetakan berkisar 2 hari atau sesuai dengan petunjuk dari
direksi.
D. PEKERJAAN HALAMAN
1. Pembersihan dan Perataan Lahan
Membersihkan lahan dari semak-semak serta tanaman-tanaman liar sehingga
bangunan dapat dipersiapkan untuk dibangun. Mempertahankan pohon- pohon besar
yang memiliki letak strategis (mempunyai jarak yang cukup dari rencana lokasi
bangunan) untuk memberikan keteduhan pada area tapak. Selanjutnya sampah sampah
pembersihan dibuang pada lokasi yang telah di setujui dan tidak mencemari
lingkungan.
2. Timbunan Tanah Biasa
Tanah yang digunakan adalah tanah timbun biasa, timbunan tanah tersebut harus
dipadatkan, pemadatan dapat dilakukan menggunakan stamper kapasitas 0.5-1 ton.
Elevasi atau ketinggian timbunan harus menjadi perhatian dan didasari pada
gambar kerja dan hasil pengukuran menggunakan alat ukur. Posisi elevasi timbunan
dan bahan yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi dan atas persetujuan
Direksi, setelah dilakukan inspeksi lapangan.
3. Pas. timbunan Sirtu Padat t=5 cm
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatn, Penghamparan dan pemadatan
bahan untuk pelaksanaan lapis pondasi Tanpa penutup dan suatu lapis permukaan
sementara pada permukaan tanah dasar atau lapis pondasi yang telah disiapkan. Pemasokan
bahan akan mencakup, jika perlu, pemecahan, pengayakan, pencampuran dan operasi-
operasi lainnya yang diperlukan, untuk memperoleh bahan yang memenuhi ketentuan dari
spesifikasi teknis yang telah di tentukan.
4. Pas. Paving Block Warna t=6 cm
Sebelum Paving Block Dipasang Pastikan Struktur Dari Lahan Yang Hendak Di Paving Dalam
Keadaan Benar-benar Padat. Apabila Belum Padat Dapat Dipadatkan Dengan Menggunakan
Mesin Roller (Wales) Atau Stamper Kuda. Hal Ini Agar Lahan Yang Telah Dipasang Paving
Block Tidak Amblas.
5. Pek. Beton Cor K175 (Pengunci Keliling)
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu, dan
dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan bahan/material dan
pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis (PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI;
AASHTO; dan ASTM). Mutu beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam
spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu Kontraktor akan
mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan, kait,
sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan, penggunaan
peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi, dan bahan
tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.
Prosedure Kerja
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan ini
dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan volume telah mencukupi.
Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 Group Pembesian yang sesuai dengan jumlah
pekerjaan yang akan dikerjakan yang terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang tukang
besi, dan 1 orang kepala tukang besi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan
Mandor, serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager.
Diwaktu yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan bekisting/ formwork
untuk penutup/cover pengecoran beton. Group ini terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang
tukang dan 1 orang kepala tukang. Site Manager Kontraktor akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas persetujuan
Direksi Lapangan.
E. PEK. DRAINASE KELILING BANGUNAN
1. Galian Tanah Biasa
Untuk mendapatkan lubang yang horizontal yang rata akan di gunakan digital
waterpas (theodolite waterpass). Jika kemiringan lahan besar, maka bangunan
harus dibagi menjadi 2 bagian dengan ketinggian lantai yang berbeda, untuk
menjaga agar pondasi letaknya tidak terlalu tinggi. Tinggi permukaan pondasi yang
muncul diatas tanah, sedangkan kedalaman pondasi digali sesuai dengan petunjuk
gambar. Gali pondasi sampai permukaan tanah keras. Pondasi harus selalu dibuat
diatas permukaan tanah keras. Pembuatan pondasi pada tanah yang lunak sering
menyebabkan pondasi tidak berfungsi baik dan mengakibatkan runtuhnya dinding
atau kolom. Dasar dari galian harus dijaga kebersihannya, bebas dari reruntuhan
sisa-sisa bahan bangunan. Jika terjadi hujan sebelum pondasi jadi, keringkan dasar
pondasi dari sisa-sisa air hujan, dan kotoran-kotoran lainnya. Tumpuk sisa-sisa tanah
dari penggalian pondasi didalam garis tapak, yang akan digunakan kemudian
untuk menimbun kembali di sekeliling lubang pondasi dan dibawah lantai.
2. Urugan Pasir Dibawah Alas t=5 cm
Pasir yang digunakan adalah pasir urug biasa, timbunan pasir tersebut juga harus
dipadatkan, pemadatan dapat dilakukan juga menggunakan stamper. Urugan pasir
juga digunakan untuk lantai kerja pasangan batu kosong. Tebal urugan pasir
dilaksanakan sesuai dengan petunjuk di lapangan (gambar bestek).
3. Pek. Lantai Beton Cor K175 t=15 cm
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu, dan
dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan bahan/material dan
pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis (PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI;
AASHTO; dan ASTM). Mutu beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam
spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu Kontraktor akan
mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan, kait,
sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan, penggunaan
peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi, dan bahan
tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.
Prosedure Kerja
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan ini
dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan volume telah mencukupi.
Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 Group Pembesian yang sesuai dengan jumlah
pekerjaan yang akan dikerjakan yang terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang tukang
besi, dan 1 orang kepala tukang besi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan
Mandor, serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager.
Diwaktu yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan bekisting/ formwork
untuk penutup/cover pengecoran beton. Group ini terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang
tukang dan 1 orang kepala tukang. Site Manager Kontraktor akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas persetujuan
Direksi Lapangan.
4. Pek. Dinding Beton Cor K175 t=15 cm
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu, dan
dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan bahan/material dan
pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis (PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI;
AASHTO; dan ASTM). Mutu beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam
spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu Kontraktor akan
mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor adalah sbb:
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan, kait,
sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan, penggunaan
peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi, dan bahan
tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi teknis dan gambar kerja.
Prosedure Kerja
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan ini
dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan volume telah mencukupi.
Pekerjaan ini dilakukan oleh 3 Group Pembesian yang sesuai dengan jumlah
pekerjaan yang akan dikerjakan yang terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang tukang
besi, dan 1 orang kepala tukang besi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan
Mandor, serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager.
Diwaktu yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan bekisting/ formwork
untuk penutup/cover pengecoran beton. Group ini terdiri dari 4 orang pekerja, 2 orang
tukang dan 1 orang kepala tukang. Site Manager Kontraktor akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas persetujuan
Direksi Lapangan.
5. Pas. Bekisting Dinding
Untuk mendapatkan hasil cetakan sesuai dengan gambar bestek, maka dibuta bekisting
yang terbuat dari kayu perancang (papan).Permukaan dari papan dihakus dan dibersihkan
untuk mendapatkan permukaan beton yang halus dan baik. Kayu untuk bekisting dipotong
sesuai ukuran yang telah ditentukan oleh direksi dengan menggunakan alat pemotong
gergaji, kayu- kayu bekisting yang telah dipotong di rekatkan dengan bingkat penguat
dengan menggunakan paku sebagai pengikat papan dengan bingkat penguat, sehingga
menghasilkan sisi beton yang baik.
Metode Kerja : Setelah cetakan siap/selesai dibuat, selanjutnya cetakan ditempatkan pada
tiang-tiang besi yang terdapat pada bangunan, selanjutnya cetakan tersebut dipasangkan
tiang besi. Untuk menguatkan cetakan, maka cetakan/bekisting pada berikat penyangga
pada sudut-sudut bekisting.Setelah bekisting berdiri dengan kuat dan tegak baru dilakukan
pengecoran beton.Pembongkaran cetakan berkisar 2 hari atau sesuai dengan petunjuk dari
direksi.
6. Pas. Grill Penutup Saluran (Lengkap Spt . tergambar)
Sebelum memasang grill saluran besi. Anda pastikan dulu apakah ampalan telah terpasang
dengan baik, dan sudah cukup kuat. Pemeriksaan Anda lakukan bersamaan dengan cek
elevasi. Sehingga pemasangan grill benar-benar flat.
Perlu ketahui sifat pemasangan gril tutup got ada 2, yakni terkunci. Alias tidak bisa buka
tutup secara bebas. Kecuali, oleh orang-orang tertentu. Umumnya dibuat dengan model
gembok.
Sedangkan type kedua, adalah sistem buka tutup. Artinya, setiap saat, dan oleh siapapun
bisa membuka/menutup grill. Maka dari itu, pemasangan hanya di letakkan pada dudukan
grill yang telah tersedia.
7. Pek. Acian Dinding dan Lantai Saluran
Semua bagian pada bangunan yang baru dibangun akan mengalami
pergerakan pada saat adukan semen/beton mulai mengering dan pondasi mulai stabil.
Ini merupakan hal yang normal. Maka akan lebih baik bila memberi acian pada
dinding setelah semua bagian bangunan selesai, sehingga memberi waktu bagi
bagian-bagian bangunan tersebut untuk kuat dan stabil (tidak terjadi lagi pergerakan-
pergerakan).
Hasil akhir (finishing) plesteran dapat menggunakan bilah perata dari kayu (dengan
hasil yang permukaan dinding yang agak kasar) maupun bilah perata dari besi (dengan
hasil permukaan dinding yang halus). Pekerja yang sudah ahli yang dapat
menggunakan bilah perata besi hingga menghasilkan permukaan yang halus, karena
pada permukaan tersebut bila terdapat perbedaan sedikit saja akan tampak. Oleh
sebab itu penggunaan bilah perata kayu lebih dianjurkan walaupun akan
memerlukan cat yang lebih banyak dalam pengerjaan berikanlah lapisan plesteran yang
merata pada semua bagian dengan ketebalan yang tepat. Salah satu cara untuk
mendapat ketebalan yang tepat adalah dengan membuat garis –garis plesteran/patok pada
dinding dengan arah vertikal dari atas ke bawah dengan jarak 1 - 1.5m sepanjang
dinding, dengan bantuan papan/bilah perata yang dipindahkan dari satu area dinding ke
area, patok ini kemudian menjadi panduan bagi area acian seluruh dinding.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
PENILAIAN RISIKO
JENIS/TIPE
NO IDENTIFIKASI BAHAYA
PEKERJAAN
TINGKAT
KEKERAPAN KEPARAHAN
RISIKO
Beton Cor K175
1 Terkena Material Cor 1 3 3
t=15 cm
PEMBERSIHAN AKHIR
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka penyedia jasa akan melakukan
pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan
diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua
lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan.
Redelong, 2023
DI BUAT OLEH :
DINAS PERDAGANGAN
KABUPATEN BENER MERIAH
KHAIRUN AKSA, SE., MM
Pembina Utama Muda (IV/c) Nip. 19660120 199212 1 001| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 4 May 2017 | Pemeliharaan Jalan Lampahan - Tunyang (Dak Fisik) | Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah | Rp 2,000,000,000 |
| 29 December 2023 | Peningkatan Broncaptering Kampung Perdamaian Kec. Pintu Rime Gayo (Dak) | Kab. Bener Meriah | Rp 1,313,918,000 |
| 20 May 2019 | Pembangunan Gedung Arsip Bukti Wicaksana Kec. Wih Pesam | Kab. Bener Meriah | Rp 1,140,000,000 |
| 28 June 2019 | Pengembangan Jaringan Perpipaan | Kab. Bener Meriah | Rp 1,062,000,000 |
| 2 April 2015 | Peningkatan Jalan Kp.Delung Tue - Pilar Jaya | Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah | Rp 1,000,000,000 |
| 10 May 2016 | Pemeliharaan Jalan Seni Antara - Rikit Indah | LPSE Kabupaten Bener Meriah | Rp 1,000,000,000 |
| 5 May 2025 | Pembangunan Lantai Jemur Kecamatan Mesidah (Doka); | Kab. Bener Meriah | Rp 494,080,000 |
| 14 June 2018 | Pembangunan Sab Transmigrasi Jalung (Doka) | Aceh | Rp 485,000,000 |
| 9 June 2016 | Belanja Modal Pembangunan Gedung Ccsd | LPSE Kabupaten Bener Meriah | Rp 485,000,000 |
| 4 June 2024 | Pembangunan Dry House Kelompok Tani Tunes Ayu (Otsus) | Kab. Bener Meriah | Rp 485,000,000 |