URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1 Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan Normalisasi Kecamatan Bengkalis
2 Nilai Total HPS : Rp. 59.964.000,00 (Lima Puluh Sembilan Juta Sembilan
Ratus Enam Puluh Empat Ribu Rupiah)
3 Sumber Dana : APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2024
4 Lingkup Pekerjaan : 1. SURVEY PENDAHULUAN
Survey Pendahuluan atau Reconnaissance
Survey adalah survey yang dilakukan pada awal
pekerjaan dilokasi pekerjaan, yang bertujuan untuk
memperoleh data awal sebagai bagian penting bahan
kajian kelayakan teknis untuk bahan pekerjaan
selanjutnya Survey ini diharapkan mampu memberikan
saran dan bahan pertimbangan terhadap survey detail
lanjutan. Pada tahapan ini Tim harus mengumpukan
data pendukung perencanaan baik data sekunder atau
laporan-laporan lainnya yang berkaitan dengan lokasi
banjir / wilayah genangan .
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi
dengan instansi / unsur – unsur terkait di daerah
sehubungan dengan dilaksanakannya survey
pendahuluan. Tim bersama-sama melaksanakan survey
dan mendiskusikannya serta membuat usulan
perencanaan di lapangan bagian demi bagian sesuai
dengan bidang keahliannya masing-masing serta
membuat sketsa dilengkapi catatan-catatan dan kalau
perlu membuat tanda di lapangan berupa patok serta
dilengkapi foto – foto penting dan identitasnya masing-
masing yang akan dioptimalkan di kantor sebagai bahan
penyusunan laporan setelah kembali. Adapun survey
pendahuluan untuk masing – masing bagian adalah
sebagai berikut :
1. Survey Pendahuluan untuk kondisi lokasi adalah :
a. Menentukan areal pengukuran serta
pemasangan patok yang diikaitkan pada patok
Bench Mark yang ada.
b. Mengamati kondisi topografi.
c. Membuat rencana kerja untuk survey detail
pengukuran.
d. Menyarankan posisi patok Bench Mark pada
lokasi/titik yang akan dijadikan Referensi.
2. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi tanah
adalah :
a. Mengamati secara visual kondisi lapangan
yang berkaitan dengan karakteristik dan sifat
tanah dan batuan.
b. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi
khusus yang direncanakan drainase dan
Turapnya.
c. Mencatat lokasi yang akan dilakukan tes
tanah.
d. Membuat rencana kerja untuk tim survey
detail.
3. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi
hidraulik/ hiodrologi adalah:
a. Mengumpulkan data curah hujan.
b. Mengamati tata guna lahan.
c. Menginventarisasi bangunan drainase
existing.
d. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi
penting.
e. Membuat rencana kerja untuk survey detail.
f. Mengamati karakter aliran sungai / morfologi
yang mungkin berpengaruh terhadap
konstruksi dan saran-saran yang diperlukan
untuk menjadi pertimbangan dalam
perencanaan berikut.
4. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi harga
material dan upah adalah :
a. Mengumpulkan data upah, harga satuan
material dan data peralatan yang akan
digunakan.
b. Mengumpulkan data analisa harga satuan
yang akan digunakan sesuai dengan
peraturan daerah setempat. di lokasi
dimaksud.
2. SURVEY TOPOGRAFI
Pengukuran topografi dilakukan pada lokasi
tenaga dengan mengadakan tambahan pengukuran
detail pada tempat yang memang memerlukannya.
Jenis pengukuran ini meliputi pekerjaan- pekerjaan
sebagai berikut :
a. Pengukuran titik kontrol horizontal dan
vertical.
b. Pengukuran situasi .
c. Pengukuran penampang memanjang dan
melintang di lokasi yang diperlukan.
d. Perhitungan dan penggambaran peta
topografi.
3. PERENCANAAN TEKNIS
1. Analisa Data Lapangan
Data – data yang diperoleh dari peninjauan
lapangan maupun survey detail di lapangan harus
di analisa untuk mendapatkan data yang dapat
digunakan guna menunjang kegiatan
perencanaan.
2. Penggambaran Topografi
Hasil survey pengukuran yang dilakukan harus
dituangkan dalam bentuk gambar peta, termasuk
coltour tanah dan potongan – potongan yang
diperlukan dalam perencanaan.
3. Kegiatan Perencanaan
Setelah melakukan Pengukuran dan Data
Lapangan, maka Konsultan harus segera
menuangkan dalam bentuk perencanaan detail
termasuk gambar – gambar yang bisa digunakan
dalam pelaksanaan.
4. Pembuatan Spesifikasi Teknik.
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan
kualitas yang baik, maka Konsultan harus
membuat Spesifikasi Teknik yang memuat
tentang syarat – syarat pelaksanaan dan kualitas
material yang harus digunakan.
5. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya Fisik
Setelah dilakukan perencanaan detail, maka
Konsultan harus membuat Rencana Anggaran
Biaya Fisik dari pekerjaan yang direncanakan.
Adapun dalam membuat Rencana Anggaran
biaya tersebut, Konsultan harus melakukan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Konsultan harus mengumpulkan harga
satuan dasar upah bahan dan peralatan yang
akan digunakan di lokasi pekerjaan.
b. Konsultan harus menyiapkan laporan analisa
harga satuan pekerjaan untuk semua mata
pembayaran yang mengacu pada Daftar
Standarisasi Penyusunan Rencana
Anggaran Biaya untuk Jasa Konstruksi yang
berlaku. dan membuat Rencana Anggaran
Biaya Operasional Biaya Fisik yang di
rencanakan .
4. PROGRAM KERJA
1. Konsultan Perencana harus segera menyusun
program kerja minimal meliputi :
a. Jadwal kegiatan secara detail.
b. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan
keahliannya). Tenaga-tenaga yang
diusulkan konsultan perencana harus
dilampiri curiculum vitae dan Surat
Pernyataan Kesediaan untuk ditugaskan.
c. Konsep penanganan pekerjaan
perencanaan.
2. Program kerja secara keseluruhan harus
mendapatkan persetujuan dari Kuasa Pengguna
Anggaran/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan,
setelah sebelumnya dipresentasikan oleh
Konsultan Perencana dan mendapatkan masukan
teknis dari Pengelola Teknis Kegiatan.
3. Laporan-laporan yang meliputi :
a. Rencana Kerja dan Syarat
b. Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
c. Gambar Perencanaan dalam ukuran kertas A4
d. Laporan Akhir
e. Shoft Copy Hasil Perencanaan