| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016706616311000 | Rp 396,825,000 | 65.18 | 85.18 | - | |
| 0014664338323000 | Rp 397,990,500 | 68.24 | 88.18 | - | |
| 0316778711322000 | - | - | - | - | |
| 0848201521323000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0016705998311000 | - | - | - | - | |
CV Farhan Brothers | 08*7**7****11**0 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas kualifikasi |
| 0431138635323000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0747097863323000 | - | - | - | - | |
| 0025640111445000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0033299223606000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0020493367606000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
PT Pribia Jaya Persada | 06*8**5****28**0 | - | - | - | - |
| 0026288605311000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0022652663541000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0746382894201000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0908134208326000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian Kualifikasi | |
| 0027458025311000 | - | - | - | - | |
| 0027002369609000 | - | - | - | - | |
| 0015911043311000 | - | - | - | - | |
| 0015273832311000 | - | - | - | - | |
PT Geoinfotech Indonesia | 01*5**5****05**0 | - | - | - | - |
A. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan Pemutakhiran Data Daerah Irigasi Air Hitam adalah sebagai berikut
:
a. Mengumpulkan, mengidentifikasi serta menyusun data D.I. Rawa Air Hitam
Bengkulu Tengah dan dikonfirmasikan pada tiap-tiap Bidang Pengairan di
Kabupaten dan Instansi terkait meliputi :
1. Luas rencana
2. Luas potensial
3. Luas areal yang sudah ada jaringan utama
- Sudah ada jaringan utama (berfungsi dan belum berfungsi)
- Sudah sawah
- Belum sawah
4. Luas areal yang belum ada jaringan utama
- Sudah sawah
- Belum sawah
b. Mengidentifikasi secara rinci data teknis, geografis, administratif dan riwayat
pembangunan serta kondisi fasilitas jaringan irigasi dan bangunan air untuk daerah
irigasi tersebut diatas.
c. Menyajikan informasi data yang efektif dan efisien dalam rangka penyusunan
program peningkatan dan pengembangan daerah irigasi dengan membuat program
aplikasi serta pengadaan sarana yang lengkap untuk pengoperasiannya.
B. Uraian Kegiatan
Uraian kegiatan pekerjaan adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan A
1.a. Pengumpulan Data
- Semua data yang relevan harus dikumpulkan bila tersedia, seperti
peta - peta ( irigasi ), foto udara, gambar - gambar bangunan yang ada,
dan data aliran.
- Pengumpulan data dari instansi terkait kantor kecamatan, BPN, Statistik,
Pertanian Kabupaten / kecamatan setempat yang mungkin tersedia seperti
peta - peta desa, areal petak tersier, pola tanam, catatan debit saluran, dan
lain - lain.
- Pengumpulan data dari hasil survey ( bila ada, termasuk titik referensi,
sistem proyeksi, peralatan yang bisa dipakai, titk kontrol, peta lokasi dan
batas pengukuran, data detail serta informasi tambahan lainnya yang
diperlukan.
1.b. Orientasi dan Identifikasi Daerah Irigasi
Orientasi lapangan pendahuluan harus dilakukan bersama staf Bidang Sumber
Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu
selaku Direksi Pekerjaan, Petugas Kabupaten dan Petugas O & P Irigasi, guna
memperoleh informasi sebagai berikut:
- Lokasi jaringan utama dan semua kondisi bangunan yang terdapat pada
jaringan irigasi yang bersangkutan.
- Nama, panjang saluran induk , Saluran Sekunder, dan saluran Pembuang
yang diperlu di ukur.
- Batas areal jaringan irigasi bersangkutan untuk pemetaan, termasuk setiap
penambahan / pengurangan areal.
- Hal-hal yang diperlukan untuk pekerjaan penyelidikan lapangan.
Identifikasi Daerah Irigasi yang keseluruhannya meliputi 1.500 Ha
dimaksudkan untuk mengetahui kondisi masing - masing daerah untuk
mengoptimalkan fungsi pengembangan serta peningkatan jaringan irigasi
tersebut.
2. Kegiatan B
2.a. Inventarisasi kondisi jaringan irigasi serta bangunan yang telah ada dan
kerusakan-kerusakannya
Pada kegiatan Inventarisasi Kondisi Jaringan Irigasi terdapat kegiatan /
pekerjaan yang harus dilakukan, yakni uraian terinci dari keseluruhan jaringan
yang dikerjakan dengan menelusuri jaringan irigasi bersama-sama Juru
Pengairan dan P3A (Petani Pemakai Air) dan melakukan penilaian untuk
kondisi setiap aset irigasi sesuai dengan petunjuk pengelolaan aset dan
penilaian kinerja sistem irigasi.
Hasil dari kegiatan B adalah sketsa jaringan dan bangunan serta pengelolaan
aset dan penilaian kinerja sistem irigasi.
Konsultan harus menyajikan skema jaringan dan bangunan yang terdapat pada
daerah irigasi. Skema tersebut harus memperlihatkan :
- Saluran induk dan saluran sekunder
- Nama saluran induk dan saluran sekunder
- Dimensi saluran induk dan saluran sekunder meliputi : debit saluran (Q),
Panjang ( L ), Lebar dasar ( b ), Tinggi (h ), Tinggi jagaan ( w ),
kemiringan dasar saluran ( m ) dan lain -lain yang dianggap perlu ( sesuai
dengan kriteria Perencanaan Irigasi ).
- Petak-petak tersier, meliputi : A (Luas Petak ), Nama Petak dan lain - lain
yang dianggap perlu (sesuai dengan kriteria Perencanaan Irigasi).
Pada prinsipnya untuk setiap daerah irigasi harus dilengkapi peta dasar dan
peta Daerah Irigasi yang telah digambar kembali, untuk mengetahui petak
sawah yang diairi dan batas areal daerah irigasi bersangkutan.
2.b. Pengukuran bangunan utama, saluran dan bangunan air
1. Pengukuran Kerangka Pemetaan
- Penentuan arah / azimuth
Arah/azimuth ditentukan dengan pengamatan astronomi atau
menentukan azimuth metode gyro dengan memakai alat Theodolith,
T2 dan Gyro. Attachman atau sederajat. Pengamatan astronomi
dilakukan pagi hari dan sore hari pada satu stasiun pengamatan
ketelitian relatif sama sesuai dengan persyaratan ketelitian yaitu 15 ".
- Pengukuran sudut poligon
- Pengukuran jarak polygon diukur memakai alat ukur elektronik EDM
minimum dua kali ( kemuka dan kebelakang ) dengan ketelitian 1 :
7500 setelah perataan beberapa set pembacaan setiap sisi tersebut.
- Salah penutup koordinat ( kesalahan Linier ) polygon 1 : 5000
- Pengukuran sifat datar dilakukan memakai alat ukur waterpas Ni2
atau sederajat. Jarak pengukuran dibagi dengan seksi-seksi, setiap
seksi 1 - 2 km. Jarak setiap patok sipat dasar max. 100 m.
Ketelitian sifat datar 10 / D = jarak dalam km.
- Pengukuran trase saluran, tanggul/jalan existing dan trace saluran
tanggul/jalan baru.
- Pengukuran lokasi situasi bangunan/tapak rencana bangunan (Situasi
Khusus).
2. Pengukuran Bangunan Utama / Bendung
- Konsultan harus melakukan pengukuran lengkap dengan bangunan
utama yang ada penampang melintang dan memanjang saluran
dengan menggunakan Theodolith.
- Pengukuran pada kerusakan yang terjadi pada bangunan utama yang
mempunyai masalah berupa overtopping, bocoran, gerusan,
piping/gerusan, dan masalah lainnya. Pedoman dan Kriteria Disain
Perbaikan Jaringan Irigasi Kecil yang diterbitkan oleh Ditgasi I.
3. Pengukuran Saluran
- Team Pengukuran Konsultan harus menambah patok BM baru, jika
jarak BM yang ada lebih dari 2,5 km. Untuk bangunan penting cukup
dipasang neut baut dekzerk bangunan tersebut atau dicor beton.
- Mengadakan pengukuran kembali ketinggian semua patok BM dan
CP yang ada pada saluran dan bangunan,serta mengukur kordinat
(x,y,z) BM baru.
- Potongan melintang dan memanjang dari saluran pembawa dan
saluran pembuang harus diukur pada lokasi yang memerlukan
perbaikan sesuai dengan pedoman kriteria desain yang diterbitkan
oleh Kementrian Pekerjaan Umum.
4. Pengukuran Bangunan Air dan Bangunan Pelengkap
- Pengukuran elevasi pada bangunan meliputi elevasi dasar saluran di
hulu dan hilir bangunan, elevasi ambang, puncak tanggul, dasar
mulut gorong-gorong, dasar pintu, dan lain-lain.
- Pengukuran dilakukan pada bangunan-bangunan yang perlu
diperbaiki, dengan detail secukupnya untuk memperlihatkan
pekerjaan perbaikan tersebut.
- Penampang melintang saluran pembuang harus diukur secukupnya
guna untuk memperkirakan debit yang lewat bangunan pembuang
silang.
- Ketentuan-ketentuan untuk pengukuran sebagai berikut :
• Cross section harus tegak lurus as/trase saluran
• Pengukuran jarak saluran pada belokan yang tajam harus
dilakukan melalui as saluran, bukan jarak optis /bidik.
• Tiap lokasi bangunan harus dipasang CP.
3. Kegiatan C
Pembuatan Dokumen System Planning
Meliputi kegiatan :
- Analisa kebutuhan air
- Analisa ketersediaan air
- Analisa hujan dan banjir rancangan
- Simulasi dan Optimasi Neraca Air
- Nota Desain untuk perencanaan konstruksi sesuai dengan rekomendasi
penanganan.
4. Kegiatan D
4.a. Gambar Desain Saluran
Gambar desain saluran induk, saluran muka, dan saluran drainase meliputi
antara lain :
- Gambar potongan memanjang saluran 1 : 2000
- Gambar potongan profil melintang saluran 1 : 100
- Gambar bangunan – bangunan bagi, sadap dan bangunan pelengkap
lainnya skala 1 : 100
- Semua gambar desain harus menggunakan program Auto Cad dan
mengikuti kriteria perencanaan ( KP ) yang diterbitkan oleh Direktorat
Jenderal Pengembangan Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum.
4.b. Pembuatan Peta Daerah Irigasi dan Skema Jaringan
- Peta Daerah Irigasi harus memperlihatkan batas-batas daerah irigasi,
lokasi bangunan-bangunan, saluran-saluran, petak-petak primer, sekunder
dan tersier, jaringan dan trase jalan, dll.
- Peta daerah irigasi dibuat berdasarkan peta topografi yang dilengkapi
dengan garis-garis kontur dengan skala 1 : 25.000. dan untuk peta detail
dibuat dengan skala 1 : 5.000 atau 1 : 2.000
- Konsultan harus menyediakan dua jenis Skema Jaringan Irigasi dan
Skema Bangunan yang memperlihatkan setiap bangunan pada jaringan
tersebut secara rinci.
- Gambar Skema Jaringan tersebut dibuat tanpa skala, tetapi harus dibuat
sedemikian rupa agar profesional dengan situasi sesungguhnya
dilapangan.
- Skema Jaringan Irigasi dan Skema Bangunan Utama dan Bangunan
Pelengkap akan digunakan untuk kebutuhan operasi / eksplorasi, sehingga
pembuatan skema-skema tersebut harus mengikuti standar Perencanaan
Jaringan Irigasi (KP – 01)
4.c. Analisis Perbaikan, Pengembangan dan Peningkatan Jaringan Irigasi
- Konsultan harus membuat analisis sebagai acuan untuk perbaikan,
pengembangan dan peningkatan jaringan irigasi.
- Analisis tersebut harus dikonfirmasikan serta disetujui oleh direksi
pekerjaan dari Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Provinsi Bengkulu.
- Analisis tersebut harus memperhatikan kriteria Perencanaan Irigasi.
5. Kegiatan E
Pembuatan laporan