| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0626570931327000 | Rp 990,230,650 | - | |
| 0018858191327000 | Rp 994,988,262 | Tidak Lulus Evaluasi Administrasi Penawaran | |
| 0824639108311000 | Rp 992,424,162 | Tidak Lulus Adminstrasi | |
| 0719432015311000 | - | - | |
CV A2r | 08*7**7****27**0 | - | - |
| 0749198610327000 | - | - | |
| 0019434026328000 | - | - | |
| 0710387564311000 | - | - | |
| 0844256446311000 | - | - | |
| 0429600125311000 | - | - | |
| 0024773160327000 | - | - | |
| 0963458740311000 | - | - | |
| 0017599564328000 | - | - | |
| 0027456367311000 | - | - | |
| 0027458736311000 | - | - | |
| 0924596315303000 | - | - |
BAB IV
SPESIFIKASI METODE PEKERJAAN
Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanan kontruksi Pembangunan Ruang Praktik
Siswa (RPS) Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 5 KEPAHIANG (DAK SMK) adalah dengan
waktu pelaksanaan 120 (Seratus Dua puluh) hari kalender.
1. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
1.1 Metode Kerja
Pembersihan lahan lokasi pekerjaan merupakan pembersihan semak belukar yang
harus ditebas.
Perataan Tanah lokasi pekerjaan yang kurang dari 30 cm kontraktor wajib
melakukan learn clearing.
Tidak diperkenankan menebang pohon dengan diamater batang lebih besar dari
15 cm tanpa seizin Direksi, kecuali pohon tersebut terletak dilokasi yang akan
dibangun.
Sampah dan bahan buangan lainnya hasil dari pembersihan lahan harus dibuang
pada tempat pembuangan yang telah ditentukan.
Jika Harus ada Air yang dibuang dalam Pekerjaan ini tidak boleh menimbulkan
gangguan pada fasilitas umum yang sudah ada serta tidak boleh mengganggu
jalannya pekerjaan.
1.2 Peralatan
Mobil Pick-Up
Cangkul
Parang
1.3 Bahan
Tidak ada
1.4 Pekerja
Mandor
Pekerja
1.5 Identifikasi Bahaya
Tertimpa Bongkaran Material
Tertusuk Paku
Terjatuh
2. Mobilisasi Tenaga dan Alat Kerja
2.1 Metode
Pekerjaan ini meliputi semua kegiatan mobilisasi peralatan dan personil yang di
perlukan dan semua fasilitas pendukung selama dalam masa pelaksanaan
pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap semua terhadap
semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
2.2 Peralatan
Alat angkut
2.3 Bahan
Tidak Ada
2.4 Pekerja
Sopir
Pekerja Pengatur Lalu Lintas
2.5 Identifikasi Bahaya
Kecelakaan Lalu Lintas
3. Pengukuran dan pemasangan bowplank
1.1 Metode
Pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan papan dan
patok bouwplank dari kayu 4/6. Penentuan titik-titik As bangunan harus tepat,
begitu juga pada sudut-sudut bangunan harus bertemu tepat dengan
membentuk sudut 90 derajat sesuai dengan gambar pelaksanaan. Setelah
pemasangan bouwplank mendapat persetujuan direksi atau konsultan
Perencanaan maka pekerjaan galian dapat dilaksanakan.
1.2 Peralatan
Alat Tukang
1.3 Bahan
Kayu
Paku
1.4 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
1.5 Identifikasi Bahaya
Terluka Karena Serpihan Material
4. Pekerjaan Direksi Keet/Gudang Peralatan
2.1 Metode
Pemborong diwajibkan menyediakan Barak kerja, gudang dan ruang Direksi
yang pantas dan cukup luas dilokasi pekerjaan, lengkap dengan peralatan
yang diperlukan antara lain :
Panel untuk menempel gambar kerja.
Meja untuk menggambar dan membeberkan gambar.
Lemari untuk menyimpan arsip.
Satu set meja kursi.
Papan tulis.
Peralatan tulis menulis kantor (mesin tik, pena, kertas dan sebagainya).
Harus tersedia penerangan (listrik, petromak).
Tempat dan luas dari bangunan ini ditentukan dengan persetujuan Direksi.
Pemborong harus senantiasa memelihara kebersihan dan berikut
perlengkapannya.
2.2 Peralatan
Alat Tukang
2.3 Bahan
Seng Gelombang
Paku
Kayu
Kayu Dolken
Semen
Pasir
2.4 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
2.5 Identifikasi Bahaya
Tertusuk Paku
6. P3K dan Pengadaan Air Bersih
Pemborong wajib menyediakan P3K dan air bersih selama pekerjaan berlangsung
menggacu dengan peraturan pemerintah mengenai keselamatan pekerjaan,
kesehatan pekerja dan kebutuhan pekerja.
7. Administrasi dan Dokumentasi
Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain :
request, gambar shop drawing, laporan harian pelaksanaan, laporan mingguan,
prestasi fisik pekerjaan, laporan bulanan, prestasi fisik pekerjaan time schedule
pekerjaan dan foto-foto kemajua pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi
pekerjaan, sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan.
Yang tidak termasuk pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan
dan menyediakan adalah :
8. Papan Nama Proyek
8.1 Metode
Buat Tulisan dengan menggunakan Cat warna/Frint yang sudah di sepakati
Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai
tiang-tiang penyangga.
Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam
mengidentifikasi suatu proyek.
8.2 Peralatan
Alat Tukang
8.3 Bahan
Kaso dengan ukuran 5/7 cm
Paku berukuran 5 cm dan 7 cm
Cat kayu warna sesuai tema yang di sepakati
8.4 Pekerja
Mandor
Pekerja
8.5 Identifikasi Bahaya
Terluka karena alat kerja.
9. Galian Tanah Pondasi
9.1 Metode
Galian tanah dilaksanakan pada semua bagian dari wilayah pekerjaan yang
masuk dalam tanah dan semua bagian tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik
mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya.
Kemiringan galian harus mempertimbangkan sifat tanah, untuk menghindari
longsor, lebar dasar galian dibuat ruang bebas, diperlukan untuk
memudahkan pekerja dalam melakukan pekerjaan.
Tanah bekas galian harus ditempatkan pada daerah yang tidak menggangu
jalannya pekerjaan, kelebihan tanah galian yang tidak dipakai untuk
timbunan harus dikeluarkan/diangkat dari lokasi pekerjaan.
Untuk galian dibawah air atau dibawah permukaan air tanah harus digunakan
kisdam/Pengeringan.
Untuk galian tanah gambut yang mengandung pasir dan air harus
menggunakan mesin sedot air (Water Pump) dan galian dilakukan seksama
agar galian tidak melebar karena pengaruh sifat tanah dan air.
Kontraktor harus menjaga pada waktu pelaksanaan pekerjaan agar lubang
galian tidak digenangi air yang ditimbulkan oleh hujan ataupun yang
dikeluarkan dari mata air. Kalau lubang galian digenangi air, maka kontraktor
harus mengeluarkan dengan jalan memompa, menimba ataupun
mengalirkan lewat parit-parit pembuang.
9.2 Peralatan
Alat Tukang
Alat Gali (Manual)
9.3 Bahan
Dolken
Paku
9.4 Pekerja
Mandor
Pekerja
9.5 Identifikasi Bahaya
Tertimbun Tanah
10. Pasangan Batu Kosong
10.1 Metode
Persiapan, Galian harus memenuhi ketentuan sesuai dengan bestek, semua
permukaan galian yang dipersiapkan harus mendapatkan persetujuan dari
Direksi, sebelum lapisan pasir ditebar.
Lapisan Pasir, Sebelum pekerjaan pasangan batu kosong dimulai Kontraktor
harus memastikan lapisan pasir urug sebagai landasan pasangan batu kosong
mencapai ketebalan padat yang disyaratkan dalam Gambar
Pasangan Batu Kosong, Batu kali dipasang berdiri dimulai dari lapisan yang
paling besar, kemudian diurug pasir dan disiram air agar mengisi semua celah-
celah batu kali pada lapisan pertama.Lapisan berikutnya dipasang lapisan
batu kali yang lebih kecil sebagai pengunci lapisan pertama, kemudian
ditebar pasir hingga mengisi penuh celah-celah batu serta disiram air sampai
jenuh.Demikian seterusnya hingga mencapai ketinggian lapisan yang rata
sesuai disyaratkan dalam Gambar.
10.2 Peralatan
Alat Tukang
10.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
10.4 Identifikasi Bahaya
Terluka karena material
11. Pasangan Batu Kali
11.1 Metode
Pemasangan, Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan
ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Kemudian disiram dengan air
secukupnya. Pada setiap pokok galian dibuat profil pondasi terbuat dari kayu
atau bambu dengan ukuran sesuai dengan ukuran pondasi yang akan dibuat.
Pasangan batu kosong (aanstamping) dipasang dengan ketebalan sesuai
gambar kerja kemudian diisi dengan pasir dan disiram dengan air sampai
semua lubang batu terisi penuh dengan pasir. Batu kali yang telah dibasahi,
dipasang dengan adukan yang ditentukan dalam gambar. Batu kali
terpasang padat dan diantara batu kali harus dilapisi oleh adukan. Tetapi atas
dari pondasi batu kali harus datar. Untuk pondasi batu kali yang menumpu
kolom beton bertulang harus dilengkapi dengan stek-stek berdiameter sama
dengan tulangan kolom yang akan ditumpunya.
11.2 Peralatan
Alat Tukang
11.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
11.4 Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terluka Karena Material
13. Pekerjaan Urugan Tanah / Pasir
13.1 Metode
Pekerjaan urugan pasir atau urugan tanah harus dipadatkan dengan
memakai mesin pemadat atau hand compactor dan dilaksanakan
dengan ketebalan 5 cm.
Pekerjaan urugan tanah kembali pada lubang galian pondasi dilakukan
lapis demi lapis dengan pemadatan menggunakan mesin pemadat atau
hand compactor setelah pasangan pondasi kering.
Urugan tanah atau pasir harus bebas dari kotoran/batang – batang kayu.
Setiap lapis urugan pasir/tanah yang akan dipadatkan, pemadatan
dengan alat pemadat tangan (Stemper) atau jenis alat pemadat lain
yang mendapat persetujuan konsultan Perencanaan/direksi.
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum bagian pekerjaan yang
akan tertutup oleh tanah urugan, diperiksa oleh Perencanaan/direksi
terlebih dahulu.
Daerah urugan atau galian yang tercantum dalam kontrak ini, harus
diratakan dengan baik dan tidak boleh ada permukaan yang
bergelombang. Bilamana ada perbedaan ketinggian yang dikehendaki
maka permukaan dimana terdapat perbedaan ketinggian itu harus dibuat
miring hingga tidak terdapat perubahan ketinggian yang terlalu
mendadak.
13.2 Peralatan
Alat Tukang
13.3 Pekerja
Mandor
Pekerja
13.4 Bahan
Pasir Urug
13.5 Identifikasi Bahaya
Tertimbun Material
14-A. Pekerjaan Beton Struktur
14.1 Metode
Pekerjaan beton struktur meliputi pekerjaan
Pek. Sloof
Pek. Kolom
Pek. Balok Lateral
Pek. Ring Balok
Pek. Cor Beton Bawah Lantai dan Rabat
A. Pengertian
Beton merupakan hasil suatu adukan yang merata dari bahan-bahan : air,
semen (pc) dan agregat (pasir dan kerikil/batu pecah). Adukan tersebut akan
mengeras beberapa jam sesuai dengan usia beton tersebut.
B. Bahan Beton
Air
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak,
garam, kotoran organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
beton dan besi.
Semen
Semen yang dipakai adalah merk Semen Padang atau Merah Putih
Semen merupakan bahan yang terpenting untuk membuat beton.
Agregat terdiri dari agregat halus yaitu pasir dan agregat kasar
kerikil atau batu pecah. Pasir, kerikil dan batu pecah harus bersifat
kekal dan bersih serta tidak mengandung bahan-bahan yang
mempengaruhi kekuatan atau kekekalan konstruksi beton pada
setiap umur termasuk daya tahannya terhadap karat baja tulang
beton, Penyimpanan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran
dengan kotoran atau tanah.
Pasir
Penggunaan pasir untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Pasir halus mempunyai tekanan hancur yang lebih besar dari pada
tekanan hancur semen yang telah menjadi keras.
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5 % ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung bahan-bahan organik.
Kerikil dan Batu Pecah
Penggunaan kerikil dan batu pecah untuk beton harus memenuhi
syarat sebagai berikut :
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-
zat yang reaktif alkali.
Pasir dan kerikil beton
Pasir dan kerikil beton harus bersih dari segala kotoran seperti bahan
organis, tanah/lumpur, kapur, garam dan sebagainya bahan pengisi (pasir
dan kerikil) harus disimpan ditempat yang bersih dan dicegah agar tidak
terjadi pencampuran antara bahan yang satu dengan yang lainnya dan
terlindung dari pengotoran.
C. Besi Beton
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2 dan
tegangan yang diijinkan 1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm
serta tidak bersepuh seng dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan
diudara terbuka terlalu lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan
atau perlu penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau
perubahan lainnya, maka pemborong segera memberitahukan atau
mengusulkan penyempurnaan yang dimaksud kepada pemberi tugas
untuk persetujuan atau pengecekan.
D. Cetakan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan
tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.
Cetakan dirakit dan diberi penguat serta disangga sedemikian rupa,
sehingga tidak ada perubahan bentuk akibat getaran atau lengkungan
dikarenakan tekanan adukan beton yang cair/padat. Pada cetakan
kolom dan dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk
menyingkirkan kotoran dan keperluan pengecoran. Cetakan kayu harus
bersih dan dibasahi sebelum pengecoran dan dicegah penggenangan
air pada bagian bawah cetakan.
E. Adukan Beton
Campuran 1pc : 3ps : 5 Koral Bersih digunakan untuk lantai kerja bawah
lantai atau rabat beton dan yang tidak menggunakan pembesian (cor
structural).
Pasir menggunakan pasir (bermutu baik).
Agregat halus 1:2 cm dan 2:3 cm.
Air (sesuai item diatas).
Semen (yang disyaratkan) 50 kg per 1 zak.
F. Mutu Beton
mutu beton Fc 16,9 Mpa (K-200)
Seluruh struktur utama seperti Pondasi Plat Setempat, Sloof, Kolom, Balok
Lateral dan Ring Balok menggunakan mutu beton Fc 16,9 Mpa (K-200)
Untuk struktur pendukung seperti Kolom Praktis, Balok Lateral, dan Ring
Balok menggunakan mutu beton Fc 16,9 Mpa (K-200)
Sedangkan untuk beton bawah lantai menggunakan mutu beton Fc 7,4
Mpa (K-100)
G. Pengecoran
Pengecoran ke dalam cetakan harus seslai sebelum adukan mulai
mengental, yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan pemberi
tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali pemborong
mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui
pemberi tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari
pekerjaan, pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk
mendapat persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya
atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka
pemborong mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang baru
dicor atas biaya sendiri.
H. Penggunaan Beton
Bangunan : pondasi, sloof, kolom, balok lateral, ring balok, dan lain-lain
sesuai dengan gambar kerja.
Halaman : beton rabat dan lain-lain sesuai dengan petunjuk gambar kerja.
Penggunaan adukan beton yang berbeda dalam pekerjaan yang
monolith seperti pada pertemuan balok dengan kolom, perbedaan
adukan beton supaya
dicorkan serentak atau berseling dimana beton yang mutunya lebih tinggi
dicorkan lebih dahulu, kemudian tidak lebih 20 menit, dicorkan beton yang
mutunya lebih rendah dan kemudian digetarkan sampai kiranya kedua
mutu beton tersebut saling mengikat. Pemasangan heavy duty sealant
merk Sikaflex 15 LM untuk ”expansion joint” (pertemuan
kolom/balok/lantai) ada di bawah pengawasan Direksi.
14.2 Peralatan
Alat Tukang
Scafolding
14.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
14.4 Bahan
Semen
Pasir
Koral Beton
Air Bersih
Kayu
Paku
Dolken
Bambu
Besi Ø6, Ø8 dan Ø10 sesuai dengah gambar kerja
14.5 Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Tertimpa Material
15. Pasangan
Batu Bata
15.1 Metode
Sebelum melakukan pasangan batu bata, lokasi pasangan harus di
benang terlebih dahulu sehingga diperoleh garis lurus dan siku.
Setelan benang dipastikan siku baru batu bata dipasang satu persatu
dengan pasagan ½ batu bata di nat untuk isian adukan perekat
Pasangan batu bata yang terpasang pada elevasi ± 0.00 cm s/d + 30 cm
dipasang dengan adukan 1:4 (Campuran 1 PCC : 4 PSR)
Susun bata harus sesuai dengan setandar yang berlaku tengah batu bata
bagian bawah harus lurus dengan ujung batu bata pasangan yang
diatasnya demikian seterusnya.
Bila pada pertemuan pasangan batu bata ada yang harus dipotong
maka pemotonganya harus rata dan sesuai dengan rongga yang ada,
dengan menghitung space untuk nat.
Hasil pemasagan yang tidak baik (miring, tidak rata dan tidak siku) tidak
dapat diterima..
15.2 Peralatan
Alat Tukang
15.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
15.4 Bahan
Bata ukuran Standart
Semen
Pasir
Air
15.5 Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
16. Pekerjaan Plesteran
16.1 Metode
Plesteran
Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan untuk pekerjaan
plesteran mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton
Sebelum pelaksanaan plesteran dimulai, semua permukaan supaya
dibersihkan terlebih dahulu dari bekas-bekas kotoran spesi kemudian
disiram air sampai jenuh.
Buatkan kepala/kop plesteran dengan acuan benang lurus vertikal pada
jarak ± 2,50 m dengan ketebalan 15 mm.
Pekerjaan plesteran campuran 1 pc : 4 ps dipasang pada bangunan yang
kedap air.
Pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps dipasang pada permukaan tembok yang
akan diaci dan permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan bidang plester baru dapat dikerjakan setelah kepala plesteran
kering, minimal telah berumur 24 jam.
Bidang plester harus dijaga kelembabannya agar tidak mongering terlalu
cepat yang mengakibatkan keretakan dengan jalan membasahi dengan
air serta melindungi dari sinar matahari langsung.
Acian
Pekerjaan acian baru boleh dilaksanakan setelah plesteran sudah kering
Bahan-bahan seperti pasir halus, semen, mill tembok dan air adukan
mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton.
Tebal acian tidak boleh lebih dari 3 mm.
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Setelah acian setengah kering gunakan kasut kecil untuk merapikan dan
menghaluskan acian secara merata dan tidak bergelombang.
Bidang acian harus tetap dibasahi dengan air minimal dalam waktu 7 hari,
dan setelah itu acian baru dikeringkan.
16.2 Peralatan
Alat Tukang
16.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
16.4 Bahan
Semen
Pasir
Air
16.5 Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
17. Pekerjaan Pintu dan Ventilasi
17.1 Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen
dan jendela.
Kayu, Kaca dan Besi Plat adalah material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Kayu Klas II, Kaca, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong dan Finishing.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang
akan dipasang pintu dan jendela apakah sudah sesuai dengan gambar
kerja atau belum
17.2 Peralatan
bor,
Alat Potong/Grinda duduk atau tangan,
waterpass,
meteran,
cutter
17.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
18. PEKERJAAN PLAFOND
18.1 Metode
Sebelum memasang lembaran tripleks kontraktor wajib memeriksa
bahwa kerangka kayu untuk tumpuan pemasangan telah sesuai dengan
gambar, baik itu letak, bentuk maupun ukurannya.
Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih
dan tanpa cacat, kerusakan akibat pengangkutan/penyisipan
sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
Seluruh struktur rangka harus kuat hubungannya ditahan dengan baik
oleh struktur atap (Kuda-kuda) dan dinding sesuai ukuran pada gambar
rencana.
Kayu-kayu kerangka diserut rata pada sisinya yang akan ditempel
bidang tripleks kerangka kayu harus datar pada semua arah dan tidak
melengkung.
Kerusakan Plapond akibat penyambungan ruangan/Bangunan,
dilakukan penggantian sesuai gambar.
List plapond dipasang keliling ruangan lepas dari dinding
18.2 Peralatan
Alat Tukang
Alat Potong
Mesin bor
Laser Timbang
18.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
18.4 Bahan
Triplek 3.5 s/d 4 mm
Paku
18.5 Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
19. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
19.1 Metode
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus
diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam)
Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom
beton harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel
diusahakan dimasuk kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan
plesteran dan acian dikerjakan.
Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah
yang mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan).
Sambungan harus menggunakan klem/isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata
(untuk memudahkan penarikan kabel).
Jaringan arde harus dipasang tersendiri/terpisah dengan arde penangkal
petir atau pada balok kayu rangka langit-langit.
Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada
shaft harus diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu
rumit (banyak).
Stop kontak dan saklar. Pemasangan stop kontak setinggi > 20 cm dari
lantai, saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak ditentukan
spesifikasinya). Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan
dinding.
19.2 Peralatan
Peralatan listrik
Alat ukur ampere
19.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
19.4 Bahan
Kabel NYA 1x2,5 mm
Pipa kabel
Saklar Tunggal
Saklar Ganda
Lampu Hemat Energi 18 Watt
Lampu TL Jenis RM 2 x 18 watt (Lengkap)
T Dust
Tiang Listrik Besi Dari PLN
19.5 Identifikasi Bahaya
Tersengat Listrik
Terjatuh
20. Pekerjaan Pengecatan
20.1 Metode
Finishing tembok, beton dan plafond dengan menggunakan cat tembok
air merk/produk catylac/metrolite, dengan warna putih.
Sebelum dicat permukaan tembok harus diplamir hingga rata dengan
plamir yang sesuai dengan catnya.
Untuk seluruh dinding tembok yang dicat dengan cat tembok, sebelum
memulai dengan plamir tembok maka tembok yang belum diplester
dengan rata dan sempurna harus diperbaiki terlebih dahulu (dihaluskan).
Dengan cara menggosok dengan kertas gosok, permukaan plesteran
dan plamuran tersebut.
Finishing dinding luar yang ada pelapisan batu alamnya harus
menggunakan top coat jenis glossy yang bermutu tinggi dan anti lumut,
dan waktu pengeringan yang cukup lama agar tidak lembab.
Sedangkan untuk finishing kayu menggunakan cat kilap yang
sebelumnya bahan yang akan dicat permukaannya harus dilapis cat
dasar/meni dan di dempul kayu.
Seluruh pekerjaan finishing harus dikerjakan rapi, teliti dan tidak mengotori
bahan lain didekat permukaaan bahan yang dicat
Pemborong harus mengajukan contoh warna dan tidak diijinkan
memakai cat diluar ketentuan dalam bestek ini.
Merk cat yang dipakai harus yang sejenis dan tidak diperbolehkan
penyampuran cat
20.2 Peralatan
Peralatan Cat Lengkap
Scafolding
20.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
20.4 Bahan
Plamir
Cat Dasar
Cat Warna
Plitur
Lem Fox
Tiner
20.5 Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terkena Air Cat
21. Pekerjaan Lantai
21.1 Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
keramik.
Lantai keramik yang digunakan 40x40 cm.
Persiapan material kerja, antara lain : Lantai Keramik 40x40 cm
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong keramik dan
Palu Karet.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang
akan dipasang lantai keramik apakah sudah sesuai dengan gambar kerja
atau belum
21.2 Peralatan
Palu Karet,
Alat potong,
waterpass,
meteran,
Gerobak Dorong
21.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
22. Pekerjaan Atap
22.1 Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan Atap.
Kuda-kuda yang digunakan yaitu rangka baja ringan
Atap yang digunakan Seng Gelombang Warna tebal 0,23 s/d 0,25 mm
berlabel SNI.
Persiapan material kerja, antara lain : Rangka Baja Ringan Canal dan Reng
Beserta Baut screw dan atap Seng gelombang warna yang akan
dipasang
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Gerinda dan Bor Tangan.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang
akan dipasang atap apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau
belum
22.2 Peralatan
Gerinda Potong,
Bor Tangan,
waterpass,
meteran,
22.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
23. Pekerjaan Besi (Pintu Besi Plat Panel Dan Polding Gate)
23.1 Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen
Besi.
Pintu Besi Plat Profil bahan yang digunakan besi hollo galfanis 40 40, besi
plat yang diprofil dan di cat.
Pintu Polding Gate bahan yang digunakan besi Plat Tebal 0.75 s/d 8 mm
dan di cat.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Besi hollo 40 40, besi plat dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong, Las dan
Finishing.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang
akan dipasang pintu dan jendela apakah sudah sesuai dengan gambar
kerja atau belum
23.2 Peralatan
bor,
Alat Potong/Grinda duduk atau tangan,
waterpass,
meteran,
mesin las
23.3 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
24. PEKERJAAN LAIN-LAIN
24.1 Pembersihan Akhir
Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan
bersih dan siap untuk dipakai Pemilik. Kontraktor juga harus mengembalikan
bagian-bagian dari tempat kerja yang tidak diperuntukkan dalam Dokumen
Konstruksi kekondisi semula.
Bengkulu, 2023
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Bengkulu
Pengguna Anggaran,
SAIDIRMAN, S.E., M.Si
NIP. 19750201 200604 1 007