PEMERINTAH KOTA BITUNG
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
JL. W. MONGINSIDI NO. 68 Telp. (0438) 30143 – BITUNG ;
Website : www.bitungkota.go.id ;www.pupr.bitungkota.go.id; e-mail : [email protected]
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
REHABILITASI JALAN
JALAN LEMBEH
PAKET 1
PEKERJAAN : REHABILITASI JALAN LEMBEH PAKET 1
LOKASI : KEL. PINTU KOTA, KEC. LEMBEH UTARA
SUMBER DANA : DANA ALOKASI UMUM (DAU)
TAHUN ANGGARAN : 2025
SATUAN KERJA : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Ruas jalan yang berlokasi di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara mengalami
kerusakan signifikan yang disebabkan oleh penurunan tanah. Fenomena ini mengakibatkan
permukaan jalan menjadi tidak rata, retak hingga amblas, sehingga menggangu kelancaran
transportasi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalan sebagai prasarana
transportasi yang aman, nyaman dan mendukung mobilitas Masyarakat serta kegiatan
ekonomi di Pulau Lembeh secara berkelanjutan.
Pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman dan standar mutu yang tercantum
dalam spesifikasi umum bina marga tahun 2018 untuk pekerjaan konstruksi jalan dan
jembatan (revisi 2), dan gambar teknis yang berlaku.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi :
DIVISI 2. DRAINASE
2.1.(1) Galian untuk selokan drainase dan saluran air
Pekerjaan galian meliputi penggalian tanah pada lokasi yang telah ditentukan
untuk pembuatan selokan drainase dan saluran air. Galian dilakukan dengan
kedalaman, lebar, dan kemiringan sesuai spesifikasi desain agar aliran air dapat
berjalan lancer tanpa hambatan. Material hasil galian dibuang atau dimanfaatkan
sesuai kebutuhan proyek. Pelaksanaan galian harus memperhatikan kestabilan
dinding galian dan keselamatan kerja di area kerja.
2.2.(1) Pasangan batu dengan mortar
Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilakukan untuk membentuk struktur
saluran, dinding penahan, atau konstruksi sejenis dengan menggunakan batu
belah atau batu kali yang disusun rapi dan direkatkan menggunakan campuran
mortar (semen dan pasir). Batu disusun sesuai pola yang direncanakan, dengan
ketebalan spesi dan kerapatan yang memenuhi standar teknis. Pekerjaan ini
bertujuan untuk menciptakan struktur yang kuat, stabil, dan tahan terhadap
tekanan air atau tanah.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(1) Galian Biasa
Pekerjaan galian biasa adalah proses penggalian atau pemotongan tanah pada
bagian trase jalan yang elevasinya lebih tinggi dari elevasi rencana. Galian
dilakukan hingga mencapai level permukaan jalan yang direncanakan, dengan
mempertimbangkan kemiringan lereng dan stabilitas tanah. Pekerjaan ini dapat
dilakukan secara manual maupun mekanis menggunakan alat berat seperti
excavator. Tanah hasil galian dapat dimanfaatkan kembali sebagai material
timbunan (fill) di lokasi lain yang membutuhkan penimbunan. Pekerjaan harus
dilakukan sesuai dengan elevasi, lebar, dan kemiringan melintang jalan yang
telah ditetapkan dalam gambar desain.
3.2.(2a) Timbunan pilihan dari sumber galian
Pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian merupakan proses penimbunan
menggunakan material tanah yang memiliki kualitas lebih baik dan memenuhi
syarat teknis tertentu, seperti kadar air, plastisitas, dan gradasi butiran tanah.
Material berasal dari hasil galian yang diseleksi dan bebas dari bahan organik,
akar, sampah, atau batuan berukuran besar.
Timbunan ini digunakan pada area yang memerlukan daya dukung tinggi,
seperti lapisan dasar konstruksi jalan, timbunan di bawah perkerasan, atau
sekitar struktur saluran dan bangunan pelengkap. Pekerjaan dilakukan secara
sistematis dengan pengawasan teknis ketat untuk memastikan mutu, elevasi,
dan kepadatan sesuai dengan gambar kerja dan standar yang berlaku.
3.3.(1) Penyiapan badan jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan merupakan tahap awal dalam konstruksi jalan
yang bertujuan untuk mempersiapkan area kerja sebelum pekerjaan struktur
perkerasan dilakukan. pekerjaan ini juga mencakup pemotongan tanah pada
area yang tinggi (cut) dan penimbunan pada area rendah (fill), termasuk
pemadatan lapisan tanah dasar (subgrade) untuk mendapatkan kestabilan dan
daya dukung yang sesuai standar. Penyiapan badan jalan dilakukan secara
mekanis dan manual, serta diawasi untuk memastikan kemiringan melintang,
elevasi, dan lebar sesuai gambar kerja. Pekerjaan ini menjadi dasar penting bagi
kualitas dan umur layanan jalan yang akan dibangun di atasnya.
3.5.(2) Geotekstil Kelas 1
Pekerjaan geotekstil Adalah kegiatan pemasangan material geosintetik
berbentuk lembaran (Geotekstil woven atau non woven)pada lapisan tanah
untuk mendukung fungsi Teknik seperti pemisahan (separation), filtrasi
(filtration), drainase (drainage), perkuatan (reinforcement), dan perlindungan
(protection). Material goetekstil dipasang sesuai dengan spesifikasi teknis dan
metode pelaksanaan yang telah direncanakan, guna meningkatkan stabilitas
struktur tanah, mencegah pencampuran antar lapisan material, serta
memperpanjang umur struktur seperti jalan, tanggul, saluran, dan landfill.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(1) Lapis pondasi agregat kelas A
Pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A merupakan salah satu bagian penting
dari struktur perkerasan jalan, berfungsi sebagai lapisan pendukung utama di
bawah lapis permukaan (aspal). Material yang digunakan adalah agregat
campuran bergradasi (umumnya terdiri dari batu pecah, abu batu, dan pasir)
yang memenuhi syarat teknis seperti kekerasan, ketahanan aus, dan gradasi
sesuai spesifikasi Bina Marga.
Pekerjaan diawali dengan pemerataan dan pembersihan permukaan subbase
atau subgrade. Selanjutnya, agregat kelas A dihampar secara merata dengan
ketebalan sesuai desain (biasanya 15–30 cm per lapis), lalu dipadatkan
menggunakan alat berat seperti tandem roller atau vibratory roller hingga
mencapai kepadatan minimal.
Permukaan akhir harus rata, padat, dan bebas genangan air, serta sesuai elevasi
dan kemiringan yang ditentukan. Lapis pondasi agregat kelas A harus
dilaksanakan dengan pengawasan ketat agar menjamin daya dukung jalan dan
stabilitas struktur perkerasan di atasnya.
DIVISI 7. STRUKTUR
7.1.(8) Beton, fc’15 Mpa
Pekerjaan beton dengan kekuatan tekan fc’ 15 MPa merupakan pembuatan
struktur beton ringan yang digunakan untuk pekerjaan bahu jalan. Beton ini
terdiri dari campuran semen, agregat (pasir dan kerikil), dan air dengan
perbandingan yang memenuhi standar mutu untuk mencapai kekuatan tekan
minimal 15 megapaskal (MPa) setelah 28 hari pengerasan.
Pencampuran beton dilakukan secara merata, baik secara manual maupun
menggunakan mesin mixer, kemudian beton dihampar dan diratakan pada area
kerja sesuai spesifikasi. Setelah pengecoran, beton dirawat (curing) secara
rutin untuk menjaga kelembapan agar proses pengerasan berjalan optimal dan
kekuatan tercapai sesuai target.
7.1.(7a) Beton struktur fc’ 20 Mpa
Beton ini terdiri dari campuran semen, agregat (pasir dan kerikil), air, dan
bahan tambahan jika diperlukan, dengan komposisi yang telah dirancang untuk
mencapai kekuatan tekan minimal 20 megapaskal setelah 28 hari pengerasan.
Pencampuran beton dilakukan secara mekanis untuk memastikan
homogenitas, kemudian beton dicor dan dipadatkan dengan vibrator agar tidak
ada rongga udara yang dapat mengurangi kekuatan. Setelah pengecoran,
beton dirawat dengan curing secara rutin untuk menjaga kelembapan dan
mempercepat proses pengerasan sehingga mencapai kekuatan yang
diinginkan.
Beton fc’ 20 MPa merupakan standar kekuatan beton untuk struktur gedung
dan infrastruktur yang menuntut kestabilan dan daya tahan tinggi.
7.3.(2) Baja tulangan polos BjTP 280
Baja tulangan polos BjTP 280 adalah jenis baja tulangan beton yang memiliki
permukaan rata (polos) untuk meningkatkan daya rekat antara beton dan baja
tulangan. Baja ini memiliki sifat mekanik dengan kekuatan leleh minimum
sebesar 280 MPa, sesuai standar SNI untuk baja tulangan struktur.
Penggunaan tulangan sirip memastikan ikatan kuat antara beton dan baja
sehingga struktur memiliki kekuatan dan kekakuan yang optimal.
Pemasangan baja tulangan dilakukan sesuai dengan gambar kerja dan
peraturan teknis, dengan menjaga jarak lapang dan perlindungan beton yang
cukup untuk mencegah korosi dan memastikan umur struktur.
7.9.(1) Pasangan batu
Pekerjaan pasangan batu adalah proses menyusun batu alam atau batu pecah
secara rapi dan terikat menggunakan mortar (campuran semen dan pasir)
untuk membentuk struktur seperti dinding penahan, saluran drainase, pondasi,
atau elemen konstruksi lainnya. Batu yang digunakan dipilih berdasarkan
ukuran, bentuk, dan kualitas agar sesuai dengan fungsi dan estetika bangunan.
Pasangan batu dilakukan dengan menata batu secara sistematis, mengisi celah
dengan mortar agar struktur menjadi kuat, stabil, dan tahan terhadap beban
serta pengaruh lingkungan seperti air dan cuaca. Ketebalan lapisan mortar dan
teknik pemasangan harus sesuai standar teknis untuk memastikan daya tahan
dan keawetan konstruksi.
Pekerjaan ini juga meliputi perapihan permukaan dan pembersihan sisa
material setelah pemasangan selesai.
7.10.(3a) Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis
Pekerjaan bronjong merupakan pekerjaan konstruksi yang melibatkan
penyusunan anyaman kawat berbentuk kotak atau silinder (bronjong) yang
diisi dengan batu belah. Bronjong digunakan untuk pengamanan tebing sungai,
lereng, atau talud agar tidak mengalami erosi atau longsor. Pada pekerjaan ini,
kawat yang digunakan dilapisi dengan galvanis (lapisan seng) untuk mencegah
karat dan memperpanjang umur pemakaian bronjong. Pekerjaan ini meliputi
pembuatan dan pemasangan bronjong dari kawat baja galvanis yang dibentuk
menjadi kotak-kotak berukuran tertentu, kemudian diisi dengan batu belah.
Pengawasan mutu dilakukan pada tahap pemasangan dan pengisian untuk
memastikan ketepatan dimensi, stabilitas, dan kerapihan.
Demikian uraian singkat pekerjaan ini dibuat dan dapat dipergunakan sebagaimana semestinya.
Bitung, Oktober 2025
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Kota Bitung,
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
RIZAL M. R. SOMPOTAN, ST,MM
NIP. 19770511 200604 1 004