| Reason | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0756042024121000 | Rp 342,691,965 | 90 | - | |
| 0019751890121000 | - | - | - | |
| 0802823336542000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas (yang dipersyaratkan) | |
Nusantara Strategi Konsultama | 03*3**7****21**0 | - | - | tidak memenuhi ambang batas unsur (yang dipersyaratkan) |
| 0017634601121000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas unsur (yang dipersyaratkan) | |
| 0015321938122000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas (yang dipersyaratkan) | |
| 0015364862121000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas unsur (yang dipersyaratkan) | |
| 0019749290124000 | - | - | - | |
| 0705497428541000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas unsur (yang dipersyaratkan) | |
| 0015364102121000 | - | - | tidak memenuhi ambang batas unsur (yang dipersyaratkan) | |
| 0028746253121000 | - | - | - | |
| 0018010140121000 | - | - | - | |
| 0017635038122000 | - | - | - | |
| 0837636984201000 | - | - | - | |
| 0740986153216000 | - | - | - | |
| 0022012074122000 | - | - | - | |
| 0011281458121000 | - | - | - | |
| 0018014076121000 | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
Jasa Konsultansi Non Konstruksi Studi Kelayakan Pembangunan
Ruas Jalan Penen – Mertelu Kec. Biru Biru/Kec. Sibolangit
1. Lokasi kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di Ruas Jalan Penen - Mertelu, Kec.
Biru Biru/Kec. Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang
2. Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Deli Serdang (yang pembiayaannya dialokasikan pada DPA
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Tahun Anggaran 2023) sebesar
Rp. 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) termasuk PPN dengan
Kode RUP 39569169
3. Calon Penyedia Jasa yang disyaratkan yaitu :
a. Kualifikasi : Perencanaan Rekayasa (Kecil)
b. Sub Bidang : Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Sipil
Transportasi dan Studi Kelayakan dan Studi Mikro Lainnya
c. Kode Sub Bidang : RE 101 atau RK 003 (71102) dan 1.S1.02
d. Pengalaman : Berpengalaman pekerjaan sejenis dalam 10 tahun terakhir
4. Lingkup pekerjaan kegiatan ini meliputi :
a. Formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan
sasaran perencanaan, lingkungan dan penataan ruang, serta pengadaan tanah.
b. Kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah studi
c. Pengambilan data fisik, ekonomi dan lingkungan
d. Prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap altenatif solusi
e. Kajian penggunaan alternatif teknologi dan standar yang berkaitan dengan
kebutuhan proyek
f. Studi komparasi alternatif solusi pada koridor yang terpilih dalam pra studi
kelayakan.
5. Dengan tahapan meliputi :
a. Persiapan dan Mobilisasi
Kebutuhan personil maupun peralatan–peralatan dan data pendukung dipersiapkan
dengan baik dan disusun rencana kerja terinci sebagai acuan dalam pelaksanaan
pekerjaan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.
b. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pengumpulan dan pengolahan data sekunder maupun data primer yang dibutuhkan.
c. Analisa Perkiraan Pertumbuhan Pergerakan dan Lalu Lintas
Analisa perkiraan pertumbuhan pergerakan dan lalu lintas bertujuan untuk
menentukan rute optimum yang dapat dijadikan sebagai dasar bahan pertimbangan
penentuan rute terpilih. Analisa pertumbuhan lalu lintas berdasarkan trend
pertumbuhan ekonomi dan sosial, kepemilikan kendaraan, rencana tata ruang, dan
perkembangan wilayah dari wilayah studi yang ditinjau. Dalam menganalisa
perkiraan pertumbuhan pergerakan dan lalu lintas harus memperhatikan sistem
zona dan jaringan menggunakan pemodelan transportasi 4 tahap, dan dalam
pengembangan model jaringan jalan, analisa harus memperhatikan rencana
pengembangan jaringan jalan dan rencana tata ruang dengan mempertimbangkan
skenario tahun operasi.
d. Analisa teknis (topografi, geoteknik, hidrologi, kemudahan pelaksanaan ) dan
lingkungan
Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data primer dan sekunder, konsultan
melakukan analisa teknis sebagai dasar penyusunan ROW plan.
e. Identifikasi dan Pengkajian Alternatif Rute
Berdasarkan data terdahulu, konsultan harus mempersiapkan beberapa alternatif
rute yang dicantumkan pada peta citra satelit dengan memperhatikan aspek
ekonomi, teknis, sosial, lingkungan, volume lalu lintas dan perkiraan pergerakan
kendaraan, serta rencana jaringan jalan sehingga dapat terpilih rute optimum.
Pemilihan rute optimum berdasarkan analisa dengan metode tertentu yang
representatif.
f. Analisa Biaya (Tanah, Konstruksi, Operasional Pemeliharaan, dll.)
Analisa biaya dilakukan meliputi perkiraan pembebasan tanah sesuai ROW Plan,
biaya konstruksi keseluruhan, biaya operasional pemeliharaan, dan biaya tambahan
lainnya. Perhitungan biaya tanah memperhatikan NJOP dan nilai pasar.
g. Analisa Kelayakan Ekonomi (EIRR, NPV, BCR)
Analisa kelayakan ekonomi diperlukan untuk menentukan kelayakan dari
pembangunan jalan ditinjau dari segi ekonomi baik dari sisi penyelenggara jalan
maupun dari pengguna jalan.