| 0954190898741000 | Rp 21,341,920,394 | |
| 0962116562741000 | Rp 21,567,950,957 | |
| 0951713932741000 | Rp 21,790,304,092 | |
Ditya Anugerah | 09*6**3****22**0 | - |
| 0012169256422000 | - | |
CV Dayma Totalindo | 07*0**6****05**0 | - |
Arcon Persada | 00*1**8****12**0 | - |
PT Sang Hyang Engineering | 06*5**9****34**0 | - |
PT Idhanpower Alkautsar | 03*3**6****21**0 | - |
| 0027564822722000 | - | |
| 0819950429954000 | - | |
| 0011022365218000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Ketersediaan prasarana dan sarana transportasi merupakan suatu persyaratan
utama dalam mendukung pengembangan wilayah suatu daerah, terutama bagi daerah
yang mempunyai potensi sumber daya yang besar namun kurang didukung oleh sarana
dan prasarana transportasi yang memadai. Transportasi udara merupakan sarana
penting dalam pencapaian ke berbagai lokasi, terutama wilayah terpencil yang sulit
dicapai dengan jalur darat.
Keberadaan Bandar Udara diperlukan untuk membuka daerah terisolasi-
tertinggal (sesuai KEPPRES No. 7 Tahun 2004 dan KEPMEN Percepatan Daerah
Tertinggal No. 001/KEP/M-PDT/II/2005). Bandar udara sebagai prasarana
penyelenggaraan penerbangan dalam menunjang aktifitas suatu wilayah perlu ditata
secara terpadu guna mewujudkan penyediaan kebandarudaraan secara nasional yang
andal dan berkemampuan tinggi, maka dalam proses penyusunan penataan bandar
udara tetap perlu memperhatikan tata ruang, pertumbuhan ekonomi, kelestarian
lingkungan, keamanan dan keselamatan penerbangan secara nasional. Hal ini sesuai
sebagaimana yang diatur dalam UU No, 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, UU
No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001
Tentang Kebandarudaraan serta KM Menteri Perhubungan No. KM 83 Tahun 1998
Tentang Pedoman Proses Perencanaan di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
Bandar udara ini adalah bandara kelas IV sejak tahun 2008 dengan nama Bandar
Udara Melak. Dan kemudian mengalami kenaikan status kelas menjadi kelas III pada
tahun 2014 dengan nama Bandar Udara Melalan - Melak. Dalam perjalanannya
operasional bandara Melalan Melak berlangsung dengan personil yang sangat minim
dan terbatas serta fasilitas yang masih membutuhkan banyak pembenahan dan
pengembangan lebih lanjut mengingat saat ini Bandara Udara Melalan melak belum
memenuhi syarat-syarat minimal untuk menunjang operasional Bandar udara. Disamping
itu wilayah Kab. Kutai Barat merupakan daerah investasi dan pariwisata, dan wilayah
akses yang mendukung daerah perbatasan yang tentunya akan berdampak pada
kebutuhan akan pelayanan jasa penerbangan dengan meningkatnya jumlah pesawat
tujuan Bandar Udara Melalan Melak.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 29 April 2025 | Lanjutan Pembangunan Rumah Potong Hewan | Kota Samarinda | Rp 35,589,246,025 |
| 20 March 2025 | Lanjutan Pembangunan Turap Perkantoran | Kab. Mahakam Ulu | Rp 30,000,000,000 |
| 23 May 2025 | Rekonstruksi Jalan Cut Nyak Dien Kelurahan Rinding (Bankeu) | Kab. Berau | Rp 19,550,000,000 |
| 9 May 2023 | Lanjutan Pembangunan Jalan Singkuang-Mantaritip (Paket 2) (Apbd + Bankeu Prov) | Kab. Berau | Rp 19,127,040,000 |
| 9 June 2025 | Lanjutan Pembangunan Jalan Tubaan - Tabalar Muara | Kab. Berau | Rp 18,217,968,882 |
| 17 June 2025 | Pembangunan Jalan Poros Kampung Merabu Kecamatan Kelay | Kab. Berau | Rp 17,821,218,025 |
| 13 May 2025 | Peningkatan Jalan Masuk Polres | Kab. Mahakam Ulu | Rp 17,604,300,000 |
| 23 March 2023 | Penanganan Long Segment Jalan Liyu - Upau (Dak) | Kab. Balangan | Rp 17,520,889,000 |
| 13 June 2024 | Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Menuju Pltgu Tanjung Batu | Kab. Kutai Kartanegara | Rp 15,135,199,344 |