SUMMARY
STUDI PENYUSUNAN ROADMAP USAHA ANGKUTAN LAUT
DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TEKNOLOGI MARITIM
SATKER PENINGKATAN KESELAMATAN LALU LINTAS ANGKUTAN
LAUT PUSAT
TAHUN ANGGARAN 2024
A. PENDAHULUAN
1. Gambaran Umum
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.499
pulau. Pulau-pulau tersebut dipisahkan oleh laut dan selat, sehingga untuk
menghubungkan antara pulau satu dengan yang lainnya dibutuhkan sarana
tranportasi yang memadai. Kapal laut merupakan sarana yang penting di dalam
aktifitas hubungan antara masyarakat dari pulau yang satu dengan pulau yang
lainnya.
Sektor maritim khususnya sektor transportasi laut memainkan peran penting dalam
perekonomian Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto
negara dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang. Dengan kemajuan
teknologi, peran teknologi dalam pembangunan angkutan laut di Indonesia menjadi
semakin penting. Namun, perlu dilakukan telaah lebih lanjut mengenai keadaan
saat ini dan potensi teknologi dalam pengembangan usaha angkutan laut di
Indonesia. Telaah yang perlu dilakukan adalah kontribusi teknologi dalam
pembangunan sektor angkutan laut, faktor utama dan pendukung yang
mempengaruhi kontribusi teknologi terhadap perkembangan sektor usaha
angkutan laut.
Secara keseluruhan perkembangan jumlah armada kapal nasional seiring dengan
diterbitkan inpres No. 5 Tahun 2005 tersebut sampai saat ini telah menghasilkan
suatu prestasi yang mengembirakan. Indifikasi prestasi keberhasilan peningkatan
jumlah armada laut nasional paca inpres Nomor 5 Tahun 2005 ditandai oleh:
1. Peningkatan Jumlah Armada
Pada bulan Mei 2005 yang total armadanya sebanyak 6.041 unit kapal (5,67
juta GT) dan Posisi 31 Desember 2019 total armada sebanyak 32.587 kapal
(45,37 juta GT), bila dibandingkan dengan maka terjadi peningkatan jumlah
armada sebanyak 26.546 unit kapal (539%) dan peningkatan jumlah GT
sebesar: 800%. Sedangkan posisi Bulan Desember tahun 2022 terjadi
peningkatan sebanyak 55,49 Juta GT atau terjadi peningkatan sebesar 122%
dibandingkan data pada tahun 2019.
2. Peningkatan kapasitas kapal.
Pada 31 Desember 2019 total kapasitas muatan untuk angkutan laut sebanyak
51.578.518 ton, bila dibandingkan pada bulan Mei 2005 dimana total kapasitas
muatan sebanyak 10.207.219 ton. Maka terjadi peningkatan jumlah sebesar
41.371.299 ton (505 %). Pada Bulan Desember tahun 2022 kapasitas muatan
untuk angkutan laut sebesar 1.717.922.546
Teknologi berpotensi merevolusi transportasi laut, dan beberapa teknologi utama
mempengaruhi pertumbuhan sektor ini. Salah satu teknologi yang paling signifikan
adalah otomatisasi dan IoT (Internet of Things) dalam pengoperasian kapal.
Penggunaan drone dan kapal otonom dalam transportasi laut dapat meningkatkan
efisiensi dan mengurangi biaya secara signifikan. Teknologi komunikasi canggih,
seperti 5G, dapat meningkatkan komunikasi antara kapal, pelabuhan, dan kapal
laut, sehingga menghasilkan logistik yang lebih efisien dan mengurangi waktu
tunggu. Hal lainnya adalah penerapan teknologi untuk sistem penggerak kapal dan
substitusi penggunaan BBM menjadi renewable energy atau penggunaan BBM
seperti hydrogen dan amoniak. Selain akan menghemat biaya angkutan dari
penggunaan pengganti BBM dan juga akan menurunkan gas emisi buang kapal
sesuai dengan arah Pembangunan di Indonesia Dimana pada tahun 2060 akan
menjadi net zero emission.
Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi
kontribusi teknologi pada sektor maritim di Indonesia, dan beberapa faktor yang
paling signifikan meliputi ketersediaan dana, fasilitas, ketersediaan tenaga kerja
terampil, dan kerangka peraturan. Pendanaan yang memadai untuk
pengembangan infrastruktur maritim akan diperlukan untuk menerapkan teknologi
baru. Ketersediaan tenaga terampil dan fasilitas untuk implementasi teknologi juga
akan menjadi krusial.
Terkait latar belakang yang telah disampaikan di atas, maka Ditlala Ditjen
Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan perlu melakukan kegiatan Studi
Roadmap Usaha Angkutan Laut Dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Maritim
Industri Tahun Anggaran 2024 dalam rangka mendukung peningkatan efesiensi
usaha angkutan laut dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi maritim
sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi dan pemberdayaan
industri maritim di Indonesia.
B. MAKSUD DAN TUJUAN STUDI
1) Maksud dan Tujuan
Maksud dari Studi Roadmap Usaha Angkutan Laut Dalam Menghadapi Tantangan
Teknologi Maritim Industri menyusun bahan evaluasi road implementasi teknologi
untuk kapal niaga baik yang menjadi keharusan dan opsional untuk meningkatkan
efesiensi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan secara
nasional melalui sektor angkutan laut dan memberikan konsep rekomendasi dalam
penerapan teknologi sektor angkutan laut.
2) Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun bahan dan evaluasi roadmap
usaha angkutan laut dalam menghadapi tantangan teknologi maritim untuk
menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi sektor angkutan laut, melalui :
a) Mengkaji kondisi eksiting industri perkapalan sektor angkutan laut;
b) Mengidentifkasi perkembangan teknologi maritim di dunia dan penerapannya
pada usaha angkutan laut di Indonesia;
c) Mengidentifikasi kebijakan penerapan teknologi maritim yang telah
diberlakukan terhadap usaha angkutan sektor transportasi laut;
d) Mengidentifikasi prasarana dan sarana Pelabuhan dan identifikasi kunjungan
kapal ke pelabuhan;
e) Mengidentifikasi data kapal termasuk permesinan, dan BBM kapal;
f) Perhitungan emisi kapal terkait penggunaan teknologi dalam operasional kapal;
g) Menelaah kebijakan dan peraturan yang diperlukan terkait dengan penerapan
teknologi maritim terhadap usaha angkutan sub sektor transportasi laut;
h) Menganalisis dampak kebijakan road map penerapan teknologi maritim
terhadap pertumbuhan usaha angkutan laut;
i) Perhitungan biaya operasional kapal terkait penggunaan teknologi dalam
operasional kapal; dan
j) Memberikan rekomendasi sebagai tindak lanjut dari evaluasi roadmap usaha
angkutan laut dalam menghadapi tantangan teknologi maritim industri
C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN
1. Tahapan Kegiatan
Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan dengan 5 (lima) tahap pelaporan, dan pada
setiap tahapan kegiatan (milestone) dilakukan pembahasan bersama tim
pendamping dan stakeholders. Tahapan pelaporan dimaksud yaitu:
a. Laporan Pendahuluan (Inception Report)
Laporan ini berisi tentang penjabaran kerangka acuan yang meliputi metodologi
dan pendekatan teori yang digunakan, penjelasan metode pengolahan/analisis,
mencakup juga rencana kerja serta desain kuesioner yang akan digunakan.
b. Laporan Antara (Interim Report)
Laporan ini berupa hasil pengumpulan dan pengolahan data yang diperoleh dari
data primer dan data sekunder, serta penyusunan langkah selanjutnya.
c. Tahapan Rancangan Laporan Akhir (Draft Final Report)
Laporan ini berisi tentang pengolahan data, analisis dan evaluasi dari hasil
pengumpulan data pada Laporan Antara serta penyusunan draft rekomendasi.
d. Laporan Akhir (Final Report)
Laporan Akhir merupakan hasil penyempurnaan Rancangan Laporan Akhir,
setelah melalui proses pembahasan bersama tim pendamping dan
stakeholders dan diperkaya oleh masukan-masukan yang relevan dengan
tujuan studi hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan roadmap usaha
angkutan laut dalam menghadapi tantangan teknologi maritim.
e. Laporan Ringkas (Executive Summary)
Laporan ini merupakan rangkuman singkat suatu dokumen dari Laporan Akhir.
2. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan pengumpulan data dan informasi dari studi ini akan dilaksanakan
di tempat sebagai berikut :
a. Provinsi DKI Jakarta
b. Provinsi Kepulauan Riau
c. Provinsi Kalimantan Selatan
d. Provinsi Kalimantan Timur
e. Provinsi Jawa Timur
3. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran
a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Studi ini dilaksanakan dalam waktu 150 (seratus lima puluh) hari kalender pada
Tahun Anggaran 2024.
b. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Jadwal pelaksanaan kegiatan disusun sebagai berikut:
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Bulan ke
No. Kegiatan
1 2 3 4 5
1. Persiapan Perencanaan
2. Penyusunan Laporan Pendahuluan
3. Pengumpulan Data
4. Penyusunan Laporan Antara
5. Penyusunan Rancangan Laporan Akhir
6. Penyusunan Laporan Akhir
D. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Estimasi biaya kegiatan Studi Penyusunan Bahan dan Evaluasi Perpajakan
Perkapalan Sektor Angkutan Laut Rp 646.325.250,- (Enam Ratus Empat Puluh Enam
Juta Tiga Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus Lima Puluh Rupiah).