| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0922490198642000 | Rp 640,070,400 | 89.09 | 91.92 | - | |
| 0736057795623000 | Rp 640,137,000 | 83.3 | 86.64 | - | |
| 0313466575532000 | Rp 640,636,500 | 73.35 | 78.66 | - | |
| 0032005415015000 | Rp 643,449,240 | 81.8 | 85.33 | - | |
| 0862339090422000 | Rp 719,947,665 | 84.71 | 85.55 | - | |
| 0019260538655000 | Rp 725,392,992 | 78.83 | 80.71 | - | |
| 0634114920822000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0615348331822000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0030475891211000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0738018795614000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0904093366416000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0020913257404000 | - | - | - | - | |
| 0723560918101000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0019182542643000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0314142746603000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0720361682444000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0420108805452000 | - | - | - | Perjanjian KSO tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pemilihan (kualifikasi) Bab III IKP. KSO dapat dilakukan antar pelaku usaha yang: a. memiliki usaha dengan kualifikasi yang setingkat, kecuali untuk usaha berkualifikasi kecil; atau b. memiliki usaha berkualifikasi besar atau berkualifikasi menengah dengan usaha berkualifikasi 1 (satu) tingkat di bawahnya. | |
| 0840542179609000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
PT Gopindo Karya Konsultan | 0751124587805000 | - | - | - | - |
| 0020501912122000 | - | - | - | - | |
| 0024545519631000 | - | - | - | - | |
PT Tunas Sinar Jaya Anugrah | 09*1**1****15**0 | - | - | - | - |
CV Bosa Lima Konsulindo | 09*2**9****46**0 | - | - | - | - |
| 0030702682307000 | - | - | - | - | |
| 0028618197727000 | - | - | - | - | |
| 0016754152518000 | - | - | - | - | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | - | - |
PT Tjipta Artha Wiratama | 06*6**8****29**0 | - | - | - | - |
| 0032170243805000 | - | - | - | - | |
| 0019998343013000 | - | - | - | - | |
| 0937446623426000 | - | - | - | - | |
| 0608483467625000 | - | - | - | - | |
| 0819679184525000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
SUPERVISI PEMBANGUNAN POS JAGA PINTU
PERLINTASAN SEBANYAK 15 UNIT
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN
BALAI TEKNIK PERKERETAAPIAN KELAS I SURABAYA
TA. 2024
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Kementerian Perhubungan
UNIT ESELON 1 : Direktorat Jenderal Perkeretaapian
PROGRAM : Pembangunan dan Pengelolaan Prasarana
dan Fasilitas Pendukung Kereta Api
HASIL (OUTCOME) : Tersedianya Pos Jaga Pintu Perlintasan
guna meningkatkan Kinerja Pelayanan dan
Kapasitas Transportasi Perkeretaapian
SASARAN PROGRAM : Peningkatan Prasarana Bidang
Konektivitas Perkeretaapian
KEGIATAN : Supervisi Pembangunan Pos Jaga Pintu
Perlintasan Sebanyak 15 Unit
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : Jumlah Paket Peningkatan
JENIS KELUARAN : Laporan Pengawasan Pekerjaan
VOLUME KELUARAN : 1
SATUAN UKUR KELUARAN (OUTPUT) : Dokumen
Gambaran Umum
Telah diketahui secara umum bahwa angkutan jalan rel (kereta api) merupakan
moda angkutan masal yang murah dan aman, sehingga merupakan moda
angkutan yang cocok untuk negara ekonomi berkembang seperti Indonesia.
Tetapi kenyataannya dalam sistem transportasi darat pada saat ini, peran
angkutan jalan rel relatif lebih kecil dibanding dengan peran angkutan jalan raya.
Hal ini terjadi karena sebagian besar jaringan jalan rel di Indonesia masih berupa
jalur tunggal dengan kapasitas lintas yang terbatas, selain itu sarana yang layak
operasipun sangat kurang. Maka tak heran bila banyak pengguna jasa angkutan
yang lebih memilih untuk menggunakan moda angkutan jalan raya. Pemerintah
sangat menyadari akan hal ini, karenanya dalam dekade terakhir ini, telah
dilakukan banyak pekerjaan peningkatan prasarana dan sarana angkutan jalan
rel diantaranya dengan adanya pekerjaan peningkatan.
Kenaikan kapasitas lintas pada jalur kereta api harus dibarengi dengan program
peningkatan kualitas pelayanan antara lain dalam hal biaya murah, aman,
nyaman, tepat waktu dan akses serta prosedur yang mudah. Kesemua hal itu
merupakan faktor-faktor utama untuk meningkatkan demand terhadap angkutan
jalan rel. Bila angkutan jalan rel telah mempunyai peran yang signifikan dalam
sistem angkutan darat, maka bukan hanya PT. KAI sebagai operator
penyelenggara saja yang diuntungkan, tetapi juga perekonomian rakyat secara
umum akan diuntungkan.
Pekerjaan Pembangunan Pos Jaga pada Pintu Perlintasan bermanfaat untuk
mendukung peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan peningkatan
keselamatan pengguna jalan raya, dimana terdapat beberapa titik perlintasan
sebidang yang tidak dilengkapi dengan pintu perlintasan maupun peralatan pintu
perlintasan yang ada sudah tidak berfungsi secara maksimal, sehingga perlu
dilakukan pembangunan pos jaga pada pintu perlintasan untuk mengurangi
resiko kecelakaan di perlintasan sebidang pada Peningakatn Jalur KA Jember -
Kalisat.
Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Maksud diadakannya kegiatan ini adalah:
(1) Melakukan pengawasan di lapangan atas perencanaan yang ditetapkan;
(2) Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan
mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksanaan;
(3) Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi pemecahan masalah
yang timbul di lapangan.
b. Tujuan
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendapatkan kinerja pelaksanaan
yang maksimal dan menghasilkan hasil kegiatan yang sesuai dengan
perencanaan.
Lingkup Lokasi Pekerjaan
Kegiatan Supervisi Pembangunan Pos Jaga Pintu Perlintasan Sebanyak 15 Unit
berada di Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lumajang,
Kabupaten Pasuruan.
Lokasi Pekerjaan
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan Supervisi Pembangunan Pos Jaga Pintu Perlintasan Sebanyak 15 Unit
dilaksanakan dengan cara Kontraktual Kontrak Tahun Tunggal (Single Year
Contract) dengan Metode Seleksi/ Tender.