| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0022039051077000 | Rp 182,717,782,371 | - | |
| 0029885225051000 | Rp 205,752,530,583 | - | |
| 0013974621023000 | - | Anggota KSO PT. MARKINAH Tidak menyampaikan SBU sesuai yang dipersyaratkan dan tidak menyampaikan SLIK dari OJK | |
| 0018656009308000 | - | Manajer Safety dan K3 HSE: tidak menyampaikan sertifikat ahli k3 dan pengalaman sebagai Manager Safety dan K3 HSE hanya 2 tahun (minimal pengalaman 3 tahun). Manajer Administrasi dan Keuangan: Tidak memiliki pengalaman sebagai manager adm dan keuangan (hanya pengalaman sebagai Finance). Nilai Personil Manajerial : 17 (minimal 20) | |
PT Farrel Internusa Pratama | 00*0**8****01**0 | - | Manajer Safety dan K3 HSE: tidak memiliki pengalaman sebagai Manager Safety dan K3 HSE ( hanya memiliki pengalaman sebagai HSE Officer). Manajer Administrasi dan Keuangan: Tidak memiliki pengalaman sebagai manager adm dan keuangan (hanya pengalaman sebagai Administrasi & Keuangan). Nilai Personil Manajerial : 18 (minimal 20) |
| 0010016103093000 | - | Menyampaikan Sistem Layanan Informasi Keuangan Informasi debitur dari BRI bukan dari OJK | |
Moeladi | 00*3**2****62**0 | - | - |
| 0025342114017000 | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi sesuai jadwal undangan | |
PT Sepuluh Sumber Anugerah | 00*7**7****15**0 | - | - |
| 0020467510051000 | - | Tidak memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam waktu 4 tahun terakhir | |
| 0738315357003000 | - | - | |
| 0010016145093000 | - | - | |
PT Sinar Mas Andhika | 00*3**4****73**0 | - | - |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
| 0025456104063000 | - | - | |
| 0014098453806000 | - | - | |
| 0025590951048000 | - | - | |
PT Sentra Media Cemerlang | 05*3**9****11**0 | - | - |
| 0010611549093000 | - | - | |
PT Kita Energi Dunia | 09*0**2****77**0 | - | - |
PT Adiyasa Konstruksi Solusindo | 09*9**5****48**0 | - | - |
Algas Mitra Sejati | 00*4**1****05**0 | - | - |
PT Pasopati Energi Indonesia | 09*9**4****15**0 | - | - |
China Petroleum Pipeline Engineering Company Limited | 08*4**8****53**0 | - | - |
PT Puspetindo | 00*0**0****51**0 | - | - |
| 0032544553017000 | - | - | |
PT Agung Rahayu | 0210944146412000 | - | - |
Navaratna Utama Mandiri | 06*8**5****07**0 | - | - |
| 0939639134101000 | - | - | |
| 0017722778051000 | - | - | |
Patra Drilling Contractor | 00*0**6****81**0 | - | - |
CV Lenteq Jaya | 04*7**2****15**0 | - | - |
Prosympac Oil And Gas | 07*8**5****16**0 | - | - |
| 0010016129093000 | - | - | |
Ferindo Jasa Karya | 06*2**4****21**0 | - | - |
PT Nawala Agastya Selaras | 00*8**3****21**0 | - | - |
Nawala Bima Konstruksi | 01*4**3****17**0 | - | - |
| 0610219800411000 | - | - | |
| 0023889272061000 | - | - | |
PT Kian Santang Muliatama | 08*7**9****47**0 | - | - |
PT Sanni Jaya Abadi | 06*2**7****02**0 | - | - |
| 0027069368017000 | - | - | |
PT Prestasi Sriwijaya Sejahtera | 00*2**4****44**0 | - | - |
| 0027002013609000 | - | - |
PEMBANGUNAN JARINGAN GAS BUMI UNTUK RUMAH TANGGA KOTA
JAMBI, KAB, TANJUNG JABUNG BARAT, KAB. PELALAWAN
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001
yang mengamanatkan penyelenggaraan kegiatan usaha minyak dan gas bumi
harus menjamin efisiensi dan efektifitas tersedianya minyak dan gas bumi, baik
sebagai sumber energi maupun sebagai bahan baku untuk kebutuhan dalam
negeri, serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014
tentang Kebijakan Energi Nasional agar diambil langkah-langkah
penggunaan energi alternatif sebagai substitusi BBM dalam rangka mengurangi
subsidi BBM khususnya minyak tanah dan/atau LPG yang digunakan oleh sektor
rumah tangga.
Menyadari ketergantungan terhadap minyak bumi yang semakin
meningkat, sejak beberapa tahun yang lalu, Pemerintah berusaha melakukan
berbagai upaya untuk menekan pertumbuhan penggunaan Bahan Bakar Minyak
(BBM) dengan mengalihkan ke energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi
dalam negeri.
Langkah-langkah strategis Pemerintah dalam upaya pemanfaatan energi
alternatif pengganti BBM adalah peningkatan penggunaan bahan bakar gas bumi
untuk sektor rumah tangga dalam rangka percepatan program diversifikasi energi,
tercapainya target bauran energi dan penurunan subsidi minyak tanah dan/atau
LPG untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.
Sesuai dengan Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2021 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan BPH Migas No. 22/P/BPH Migas/VII/2011
tentang Penetapan Harga Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil
pada Pasal 1 yang dimaksud dengan Rumah Tangga adalah konsumen Gas Bumi
untuk kebutuhan rumah tangga sendiri dan tidak untuk diperdagangkan.
Untuk itulah Pemerintah mengambil peran dengan menyediakan
infrastruktur jaringan distribusi gas bumi melalui pipa gas hingga ke rumah tangga
dalam rangka mendukung program pemanfaatan energi alternatif pengganti BBM
dan/atau LPG di wilayah-wilayah yang memiliki potensi gas bumi yang belum
dimanfaatkan secara optimal dengan menggunakan dana APBN.
Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah perlu mengambil langkah
strategis guna mengembangkan jaringan gas bumi, khususnya pembangunan
fasilitas dan infrastruktur gas bumi yang handal, berkualitas, berkesinambungan
dan tepat sasaran, diatur dalam Perpres Nomor 6 tahun 2019. Infrastruktur yang
dibangun dengan dana APBN ini dapat dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU)
Kementerian ESDM atau diserahkan kepada BUMN PT Pertamina (Persero) serta
anak perusahaan/afiliasinya dengan mekanisme Penyertaan Modal Pemerintah
Pusat (PMP) agar pengelolaan dan pengembangannya menjadi lebih optimal.
Pemasangan jaringan gas bumi program pemerintah ini diprioritaskan pada
golongan Rumah Tangga 1 (RT-1) dan sesuai dengan Peraturan BPH Migas
Nomor 22/P/BPH Migas/VII/2011 Pasal 6 dan 7 golongan RT 1 meliputi rumah
susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana, dan sejenisnya.
Saat ini penggunaan bahan bakar gas bumi melalui pipa di sektor rumah
tangga di Indonesia masih sangat terbatas, dikarenakan kurangnya infrastruktur
gas bumi yang terdistribusi secara merata di seluruh wilayah Indonesia, kondisi ini
disebabkan terbatasnya jumlah Badan Usaha yang tertarik melakukan bisnis gas
bumi untuk sektor rumah tangga melalui pipa dikarenakan investasi pembangunan
infrastruktur pipa membutuhkan biaya yang sangat besar dan biaya balik modal
membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga untuk saat ini dinilai tidak efektif
dan efisien dari sisi keekonomian bisnis pada umumnya, maka dari itu Pemerintah
berinisiatif mengambil peran dengan menyediakan infrastruktur jaringan distribusi
gas bumi melalui pipa gas hingga ke rumah tangga di wilayah-wilayah yang
memiliki potensi gas bumi yang belum dimanfaatkan secara optimal dengan
menggunakan dana APBN yang untuk pengoperasian dan pengembangannya
dapat dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian ESDM atau
ditugaskan kepada BUMN sebagai pihak yang memiliki tugas fungsi, kemampuan
teknis, pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan penyediaan dan
pendistribusian gas bumi.
Dalam rangka mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi jaringan distribusi
gas bumi untuk rumah tangga yang tepat kualitas sesuai persyaratan minimum,
tepat waktu pelaksanaan konstruksi, tepat kuantitas volume output sambungan
rumah serta tepat anggaran sesuai kontrak yang telah disepakati, maka Pejabat
Pembuat Komitmen perlu menunjuk suatu konsultan pengawas yang ditugaskan
bertindak secara obyektif untuk melakukan pengawasan, evaluasi dan
rekomendasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi.
Lokasi pekerjaan di Wilayah Seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia yang
dilalui oleh infrastruktur Gas Bumi dan Lapangan Gas Bumi. Adapun rencana
lokasi pembangunan adalah sebagai berikut:
NO. Provinsi Kab./Kota Jumlah SR
1 13.235
Jambi Kota Jambi
2 6.661
Jambi Kab. Tanjung Tabung Barat
3 3.076
Riau Kab. Pelalawan
Total 22.972