| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0316382159423000 | Rp 726,717,000 | 71.89 | 77.51 | - | |
| 0030077846015000 | Rp 737,151,000 | 92.91 | 94.05 | - | |
| 0018103812015000 | Rp 774,447,000 | 88.3 | 89.4 | - | |
| 0904093366416000 | Rp 804,639,000 | 86.87 | 87.56 | - | |
| 0841963499427000 | Rp 821,233,500 | 97.5 | 95.7 | - | |
| 0021737028014000 | Rp 822,232,500 | 95.22 | 93.85 | - | |
| 0965293905741000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0830934162003000 | - | - | - | - | |
| 0941202251019000 | - | - | - | Skor unsur pengalaman sejenis berdasarkan subklasifikasi dan unsur pengalaman sejenis 10 tahun terakhir dibawah ambang batas sehingga dinyatakan tidak lulus. Peserta dinyatakan lulus evaluasi teknis apabila nilai masing-masing unsur di atas ambang batas | |
| 0817783046401000 | - | - | - | - | |
| 0948420203417000 | - | - | - | - | |
| 0029712759101000 | - | - | - | tidak lulus ambang batas | |
| 0024652901432000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0016884868008000 | - | - | - | - | |
PT Inadev Multi Karya | 05*7**6****47**0 | - | - | - | - |
| 0016394694801000 | - | - | - | - | |
PT Tiga Laksana Jaya | 06*7**4****17**0 | - | - | - | tidak memiliki SBU yang dipersyaratkan |
| 0939654281401000 | - | - | - | - | |
PT Daliindo Persada Nusantara | 06*8**4****48**0 | - | - | - | - |
PT Dallindo Eka Persada | 05*3**1****48**0 | - | - | - | - |
| 0018191072016000 | - | - | - | - | |
| 0413553603427000 | - | - | - | - | |
| 0021836754016000 | - | - | - | - | |
| 0033480120008000 | - | - | - | - | |
| 0023192289005000 | - | - | - | - | |
| 0762401347061000 | - | - | - | - | |
PT Aannemer Stoera Corp | 04*9**8****07**0 | - | - | - | - |
| 0022497275401000 | - | - | - | - | |
| 0665971503005000 | - | - | - | - | |
| 0025061441043000 | - | - | - | - | |
CV Surya Sari Eltwo Mandiri | 03*4**2****05**0 | - | - | - | - |
| 0029863859023000 | - | - | - | - | |
PT Gosyen Cemerlang Abadi | 06*3**9****36**0 | - | - | - | - |
| 0033014093061000 | - | - | - | - | |
| 0027489038009000 | - | - | - | - | |
| 0814433561804000 | - | - | - | - | |
| 0019260538655000 | - | - | - | - | |
| 0033353780429000 | - | - | - | - | |
| 0317167104423000 | - | - | - | - |
I. Lingkup 1. Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik yang
Pekerjaan disusun oleh Kontraktor Pelaksana, yang meliputi program-
program pencapaian sasaran fisik, penyediaan dan
penggunaan sumber daya berupa: tenaga kerja, peralatan
dan perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana,
program Quality Assurance/ Quality Control, dan program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3);
2. Memeriksa Time Schedule/S-Curve yang diajukan oleh
Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada
pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mendapat
persetujuan;
3. Mengawasi kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik, yang
meliputi sumber daya (alat, bahan dan tenaga kerja), biaya,
waktu, sasaran fisik (kualitas dan kuantitas) hasil konstruksi,
perubahan pekerjaan, tertib administrasi, serta kesehatan
dan keselamatan kerja. Mengambil tindakan yang tepat dan
cepat, agar batas waktu pelaksanaan dapat dipenuhi
minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan;
4. Melakukan evaluasi terhadap penyimpangan teknis dan
manajerial yang timbul, usulan koreksi dan tindakan
langsung, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi
penyimpangan;
5. Memberikan masukan/pendapat teknis tentang
penambahan dan pengurangan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta
berpengaruh pada pesyaratan kontrak, yang mana
perubahan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari
pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
6. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan konstruksi fisik;
7. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:
i. Mengawasi dan menyetujui pemakaian bahan,
peralatan, tenaga kerja, dan metode dan produk
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu,
mutu, dan biaya pekerjaan konstruksi.
ii. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari
segi kualitas, kuantitas, serta laju pecapaian volume.
iii. Memberi petunjuk, perintah, dan persetujuan kualitas
bahan, sejauh tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak
menyimpang dari kontrak, dimana perubahan tersebut
dapat langsung disampaikan kepada Kontraktor
Pelaksana, dengan pemberitahuan tertulis serta
tembusan pemberitahuan kepada pihak Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
iv. Mengeluarkan instruksi atau teguran apabila
pelaksanaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis
dan gambar kerja baik dari segi mutu, waktu dan biaya.
v. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama
pelaksanaan konstruksi.
vi. Memeriksa dan menyetujui program kerja
harian/mingguan dan gambar-gambar pelaksanaan
(Shop Drawing) yang diajukan oleh Kontraktor
Pelaksana.
vii. Memeriksa Buku Harian Lapangan (BHL) yang harus
selalu berada di lapangan, secara lengkap berisi
tentang kemajuan pekerjaan konstruksi setiap hari
antara lain: uraian pekerjaan, bahan/material yang
digunakan, tenaga kerja, peralatan,
deviasi/keterlambatan, permasalahan dan lain-lain
untuk diketahui Kepala Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD).
viii. Mengusulkan/mengevaluasi dan membuat
rekomendasi teknis terhadap perubahan-perubahan
pekerjaan sepanjang masih tercantum dalam surat
perjanjian/kontrak. Terhadap perubahan pekerjaan
tersebut dibuat gambar perubahan/pelaksanaan oleh
pelaksana sebanyak 2 (dua) set dan teliti oleh
pengawas teknis.
ix. Memberikan justifikasi teknis atas perubahan
pekerjaan ataupun pekerjaan tambah kurang (apabila
ada).
x. Meneliti dan menandatangani berita acara bobot
pekerjaan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa,
selanjutnya berita acara bobot pekerjaan tersebut
harus disahkan oleh Kepala SKPD Teknis terkait.
xi. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan
pelaksanaan (As-built Drawing) sebelum serah terima
pertama.
xii. Menyusun berita acara persetujuan kemajuan
pekerjaan sebagai kelengkapan untuk pembayaran
angsuran pekerjaan konstruksi.
xiii. Membuat laporan mingguan dan bulanan kepada
Kepala SKPD mengenai pelaksanaan pekerjaan dan
menyampaikan hasil rapat-rapat tentang
deviasi/keterlambatan yang dilakukan oleh Penyedia
Barang/ Jasa, baik yang sudah diperbaiki maupun
yang belum diperbaiki, perubahan-perubahan dan hal-
hal yang terjadi di lapangan.
xiv. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata
dilaksanakan, dan dibandingkan dengan jadwal yang
telah disetujui.
xv. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai,
jumlah tenaga kerja, alat yang digunakan, dan mutu
hasil pelaksanaan.
xvi. Memeriksan gambar-gambar kerja tambahan yang
dibuat oleh Kontraktor Pelaksana terutama yang akan
mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan,
dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang
dibuat oleh Kontraktor Pelaksana (Shop Drawing).
xvii. Menyusun laporan akhir pekerjaan konsultansi
pengawasan.
xviii. Menyelenggarakan rapat-rapat di lapangan/lokasi
dan/atau di tempat lain secara berkala.
xix. Melakukan verifikasi dan validasi terhadap pekerjaan
yang sudah berjalan sebelum kontrak konsultan
pengawas.
xx. Menyusun daftar kekurangan-kekurangan dan cacat-
cacat pekerjaan.
xxi. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan
dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta
untuk keperluan pembayaran angsuran.
xxii. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai
pekerjaan, serta penambahan atau pengurangan
pekerjaan guna keperluan pembayaran.
xxiii. Memeriksa laporan harian, mingguan dan bulanan,
Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, dan penyerahan
pertama.
Tanggung Jawab Pengawasan
1) Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara
profesional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai
ketentuan dan kode etik profesi yang berlaku.
Secara umum tanggung jawab konsultan setidaknya
adalah sebagai berikut:
i.) Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen
kontrak yang dijadikan pedoman, serta peraturan,
standar dan pedoman teknis yang berlaku.
ii.) Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil
kerja pengawasan yang berlaku, baik kualitas dan
kuantitas Tenaga Ahli maupun laporan-laporan yang
disyaratkan.
2) Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak
hanya konsultan sebagai suatu perusahaan, tetapi juga
bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang
terlibat.
Dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis, Konsultan
Pengawas harus memenuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan
oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) baik secara lisan
maupun tertulis dan berpedoman pada Peraturan Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Penyedia.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 10 January 2023 | Supervisi Penataan Kawasan Gedongsongo-Bandungan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,975,000,000 |
| 1 February 2024 | Pengawasan Pembangunan Gedung Upppd Jagakarsa | Provinsi DKI Jakarta | Rp 1,120,019,459 |
| 24 January 2025 | Pengawasan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Rsud Panunggangan Barat | Kota Tangerang | Rp 996,585,000 |
| 16 November 2023 | Pengadaan Jasa Konsultan Mk (Pembangunan Gedung Laboratorium Rekayasa Tahap II) | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 984,846,000 |
| 27 August 2025 | Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Madrasah Phtc Provinsi Jawa Barat 9 | Kementerian Pekerjaan Umum | Rp 933,600,000 |
| 24 March 2023 | Manajemen Konstruksi Pembangunan Stt Sapta Taruna | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 848,618,000 |
| 27 August 2025 | Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Madrasah Phtc Provinsi Jawa Barat 7 | Kementerian Pekerjaan Umum | Rp 841,840,000 |
| 5 December 2023 | Pekerjaan Pengawasan Pembangunan Gedung Fkip Universitas Siliwangi | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 836,927,000 |
| 1 July 2024 | Supervisi Pelaksanaan Percepatan Penyediaan Air Minum (Inpres) Provinsi Banten | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 811,526,000 |
| 16 February 2023 | Supervisi Kdp Universitas Riau | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 800,000,000 |