| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015148877331000 | Rp 446,706,180 | 97.5 | 98.25 | - | |
| 0025640111445000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
| 0022652663541000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
| 0729664110331000 | - | - | - | - | |
| 0025374497331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0021176227211000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
| 0031759020331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0761032630543000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0015147242331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0016890774201000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0018870006331000 | - | - | - | nama paket yang disampaikan tidak sesuai dengan yang sedang diseleksi | |
| 0811420751331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0016551004331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0032507741211000 | - | - | - | tidak menghadiri undangan klarifikasi kualifikasi | |
| 0026933598211000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
| 0731144473401000 | - | - | - | pada saat klarifikasi tidak dapat memenuhi bukti kepemilikan peralatan milik sendiri/sewa | |
| 0026527648331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0030748156331000 | - | - | - | - | |
| 0015355795331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0020049888331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0017544693218000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
| 0027544972908000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai unsur peralatan | |
CV Mitra Cipta Agung | 09*0**5****31**0 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas |
| 0018872119331000 | - | - | - | - | |
| 0015370596821000 | - | - | - | - | |
CV Rimbo Jaya Tekhnik | 06*2**9****34**0 | - | - | - | - |
| 0937090397216000 | - | - | - | - | |
| 0800897654331000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - | |
| 0026288605311000 | - | - | - | - | |
| 0930788906444000 | - | - | - | - | |
| 0032457293444000 | - | - | - | - | |
| 0837636984201000 | - | - | - | - | |
| 0700987860331000 | - | - | - | - | |
| 0033524752331000 | - | - | - | - | |
| 0027154103331000 | - | - | - | - | |
| 0032161721331000 | - | - | - | - | |
| 0964231807335000 | - | - | - | - | |
| 0944038157331000 | - | - | - | - | |
| 0026033035331000 | - | - | - | - | |
| 0317066785331000 | - | - | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PAKET
STUDI MORFOLOGI SUNGAI MENDAHARA KAB. TANJAB TIMUR
1. LATAR BELAKANG
Informasi mengenai morfologi dan karakteristik sungai di suatu
wilayah adalah unsur pokok yang diperlukan dalam penyusunan
rencana kegiatan pemanfaatan, perlindungan dan pengendalian
daya rusak sungai. Informasi ini menentukan model pemanfaatan yang
berkelanjutan, upaya perlindungan yang diperlukan agar
pemanfaatan dan keberadaan sungai tetap terjaga dan rencana
tindakan pengendalian untuk meminimalkan daya rusak sungai pada
lahan atau kawasan di daerah alirannya.
Wilayah Sungai Mendahara merupakan wilayah sungai lintas
Kabupaten yang termasuk kewenangan provinsi Jambi. Permasalahan
sumber daya air di sungai Mendahara diperkirakan terus meningkat
dari waktu ke waktu sebagai akibat masih terbatasnya kemampuan
pengelolaan, dan belum tersedianya infrastruktur pendukungnya.
Wilayah di sekitar sungai Mendahara sering tergenang oleh banjir
akibat luapan sungai, baik itu kenaikan debit air akibat hujan maupun
akibat pasang surut. Banjir menyebabkan kerusakan pada lahan
pertanian dan perkebunan serta mengganggu aktivitas manusia dan
merupakan ancaman bagi kesehatan manusia dan kelestarian
lingkungan.
Dalam menindaklanjuti dan memenuhi kebijakan serta rekomendasi
Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Pengabuan
Mendahara, maka perlu dilaksanakan Studi Morfologi Sungai untuk
mengetahui kondisi sungai sehingga dapat memberikan gambaran
dan rekomendasi teknis dalam pengendalian daya rusak air dan
pendayagunaan sumber daya air sesuai kaidah-kaidah hidraulika
dan hidrologi sungai serta lingkungan hidup.
Berdasarkan masalah yang terjadi pada sungai Mendahara, studi
morfologi dan karakteristik sungai saat ini dapat dilakukan dengan
lebih baik dengan memanfaatkan data hasil penginderaan jauh
berupa citra satelit atau menggunakan peta rupa bumi yang
diterbitkan oleh Badan Infromasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia.
Hasil analisa citra satelit atau peta rupa bumi dikombinasikan dengan
survey lapangan dan data geofisik wilayah (hidrologi, iklim, geologi)
akan menghasilkan informasi yang lengkap dan komprehensif
mengenai morfologi dan karakteristik sungai.
1 | S t u d i M o r f o l o g i S u n g a i M e n d a h a r a K a b . T a n j a b T i m u r
GAMBAR 1. DAS MENDAHARA KAB. TANJUNG JABUNG BARAT
2. MAKSUD Maksud kegiatan Studi Morfologi Sungai Mendahara ini adalah
DAN TUJUAN melakukan kajian morfologi karakteristik sungai terhadap profil
dan situasi sungai secara keseluruhan pada sungai Mendahara di
wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur
Tujuan kegiatan studi morfologi sungai Mendahara ini adalah
a. Mengetahui perubahan morfologi Sungai Mendahara dari
tahun 2002 sampai saat sekarang.
b. Mengetahui karakteristik sungai yang diperlukan untuk
menyusun rencana pemanfaatan, perlindungan dan
pengendalian daya rusak air.
c. Mengetahui faktor yang berperan dalam perubahan
morfologi Sungai Mendahara.
3. SASARAN
Sasaran yang diharapkan dengan adanya Studi Morfologi Sungai
Mendahara Kab. Tanjab Timur
a. Menjadi kerangka dasar dalam merencanakan dan
melaksanakan kegiatan pemanfaatan, perlindungan dan
pengendalian daya rusak air.
b. Memberikan arahan dalam kegiatan pemanfaatan,
perlindungan dan pengendalian daya rusak air.
c. Memberikan arahan penyusunan kebijakan pemanfaatan
sumberdaya air dan lahan serta penataan ruang.
d. Memberikan arahan yang berkaitan dengan pemanfaatan
dan pengembangan daerah aliran sungai.
e. Memberikan arahan dalam penetapan kawasan prioritas
yang berhubungan dengan perlindungan dan pengendalian
daya rusak air.
2 | S t u d i M o r f o l o g i S u n g a i M e n d a h a r a K a b . T a n j a b T i m u r
f. Menjamin perlindungan kepentingan masa sekarang dan yang
akan datang dalam pemanfaatan sumber daya air khususnya
sumber daya air di sungai.
4. LINGKUP a. Tahap I Pendahuluan, meliputi kegiatan :
PEKERJAAN 1) Penyusunan rencana mutu kontrak (RMK).
2) Penyiapan kantor, tenaga ahli dan administrasi perijinan.
3) Pengumpulan data sekunder meliputi Studi Pustaka dan
Legal Aspek, antara lain:
Peraturan-perundangan dan standar teknis yang
terkait;
Studi terdahulu atas perencanaan yang sejenis dan
buku-buku perencanaan pengembangan Sumber
Daya Air di WS Pengabuan Mendahara;
Pola/Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air di
Wilayah Sungai Pengabuan Mendahara;
RTRW Provinsi Jambi, RTRW Kab. Tanjab Timur;
Masterplan Sistem Drainase di Kab. Tanjab Timur;
Data statistik daerah lokasi, yang berhubungan
dengan dengan laju pertumbuhan penduduk,
kawasan permukiman, industri, tingkat sosial
ekonomi masyarakat, yang terkait dengan
pengelolaan sumber daya air;
Data hidrologi, klimatologi, meteorologi dan
pasang surut;
Peta geologi permukaan dan laju penurunan tanah
(land subsidence);
Data abrasi dan lahan kritis;
Peta-peta situasi dan topografi lokasi studi;
Informasi-informasi lain terkait.
4) Studi Pendahuluan
5) Diskusi Laporan Pendahuluan
6) Pertemuan Konsultasi Masyarakat
Produk Laporan pada tahap I adalah sebagai berikut:
1) Laporan Rencana Mutu Kontrak
2) Laporan Pendahuluan
3) Diskusi Laporan Pendahuluan dan RMK
b. Tahap II Penyusunan Laporan Antara, meliputi :
1) Survey Insventarisasi Jaringan Sungai
o Membuat sistem sungai, dari sungai utama dan
anak-anak sungainya
o Melakukan inspeksi dan inventori kondisi sempadan
sungai, lereng atau tebing sungai bagian luar dan
dalam, puncak tanggul, berm atau bantaran sungai
dan dasar sungai apakah terjadi kerusakan atau
terdapat gejala kerusakan.
3 | S t u d i M o r f o l o g i S u n g a i M e n d a h a r a K a b . T a n j a b T i m u r
o Apabila sungai tidak bertanggul maka harus
diinventori kondisi bangunan yang berada di
bagian kiri dan kanan sungai
2) Survey Bathimetri
3) Analisis Hidrologi dan Analisis Hidrolika
4) Analisis Debit dan Sedimentasi
5) Analisis Hujan/ Banjir Rancangan
6) Analisis Gerusan pada tebing dan dasar sungai
7) Simulasi Muka Air Sungai (HEC-RAS)
8) Pemetaan Lokasi Rawan Banjir
Produk Pelaporan pada tahap II adalah:
1) Laporan Antara
2) Laporan Bulanan
c. Tahap III Penyusunan Laporan Akhir, meliputi :
1) Penyusunan skala prioritas penanganan untuk
pengendalian daya rusak air.
2) Penyusunan Pedoman OP Sungai.
3) Penyusunan laporan studi didasarkan pada seluruh hasil
analisis dan telah didiskusikan dengan menghadirkan
pihak terkait. Selanjutnya penyedia jasa menyusun
laporan akhir hasil studi dan selanjutnya diberikan
kepada pihak pengguna jasa.
Produk Pelaporan pada tahap III adalah:
1) Laporan Akhir
2) Laporan Hidrologi dan Hidrolika
3) Album Peta
4) Laporan Bulanan
5) Flash Disk
4 | S t u d i M o r f o l o g i S u n g a i M e n d a h a r a K a b . T a n j a b T i m u r