KERANGKA ACUAN KERJA
REHABILITASI SMAN 01 KOTA BONTANG
PEMELIHARAAN ATAP, PLAFON, LANTAI KERAMIK & PENGECETAN
SELASAR
TAHUN ANGGARAN 2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Pemeliharaan Atap, Plafon, Lantai
Keramik, dan Pengecatan Selasar SMAN 01 Kota Bontang Tahun Anggaran 2025 ini dapat
diselesaikan dengan baik.
Dokumen ini disusun sebagai acuan teknis dan administratif dalam pelaksanaan
kegiatan pemeliharaan, yang bertujuan untuk menjaga kualitas bangunan, meningkatkan
kenyamanan proses belajar mengajar, serta memastikan keberlanjutan pemanfaatan sarana dan
prasarana sekolah. Penyusunan KAK ini dibuat berdasarkan kebutuhan lapangan, hasil
identifikasi kondisi eksisting, serta mengacu pada standar teknis yang berlaku.
Harapan kami, dokumen ini dapat menjadi pedoman bagi pihak pelaksana, pengawas,
maupun pihak terkait lainnya dalam melaksanakan pekerjaan secara efektif, efisien, tertib
administrasi, dan sesuai ketentuan.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan dalam penyusunan dokumen ini. Semoga KAK ini dapat memberikan
manfaat bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMAN 01 Kota Bontang.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bangunan sekolah merupakan sarana yang sangat vital dalam mendukung kegiatan belajar
mengajar. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan dapat mengalami
penurunan fungsi akibat faktor cuaca, usia bangunan, dan aktivitas operasional sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pemeliharaan untuk menjaga kualitas, keamanan, dan
kenyamanan lingkungan belajar.
SMAN 01 Kota Bontang sebagai salah satu institusi pendidikan memiliki beberapa bagian
bangunan yang memerlukan perbaikan, khususnya pada area atap, plafon, dinding, lantai
keramik, serta elemen selasar. Berdasarkan hasil identifikasi kondisi eksisting, ditemukan
beberapa kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan apabila tidak segera
dilakukan perbaikan.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan, kegiatan pemeliharaan ini
direncanakan menggunakan sumber dana BOS Tahun Anggaran 2025, sehingga
penyusunannya harus memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan
akuntabilitas.
Maksud
Maksud dari penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini adalah memberikan pedoman
teknis bagi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan bangunan sekolah sehingga pekerjaan dapat
dilaksanakan sesuai standar, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Memperbaiki kerusakan pada bagian atap, plafon, dinding, keramik lantai, dan selasar.
2. Memulihkan fungsi bangunan agar aman, nyaman, dan layak digunakan.
3. Menjaga keberlanjutan sarana prasarana sekolah untuk mendukung kegiatan belajar
mengajar.
4. Memberikan acuan teknis kepada pelaksana dan pengawas dalam melaksanakan
pekerjaan.
1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup kegiatan pemeliharaan meliputi:
1. Pekerjaan persiapan (papan nama kegiatan).
2. Pemeliharaan atap multiroof metal.
3. Pemasangan plafon gypsum.
4. Pengecatan plafon dan dinding eksisting.
5. Perbaikan lantai keramik 40 × 40 cm.
6. Pemasangan profil gypsum pada tiang.
7. Pengecatan tiang dan rangka atap.
8. Pemasangan atap polycarbonate.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan standar teknis, metode kerja, dan ketentuan K3
yang berlaku.
PEMBAHASAN KAK
1. Papan Nama Kegiatan
1. UMUM
Pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan nama kegiatan untuk area proyek sebagai
identitas pekerjaan (nama kegiatan, sumber dana, kontraktor, pengawas, tahun anggaran).
Papan nama dipasang pada lokasi mudah terlihat oleh publik, kokoh terhadap cuaca, dan
memenuhi tata letak yang disepakati.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Rangka: profil aluminium atau besi hollow yang dilapisi anti karat / cat enamel sesuai
kondisi.
• Panel depan: acrylic sheet (akrilik) tebal minimal 3–5 mm atau aluminium composite
panel (ACP) sesuai desain.
• Penutup/finishing: laminasi atau cat tahan cuaca untuk teks/logo.
• Aksesoris: baut stainless, bracket pemasangan, karet peredam, penutup pinggir (edge
trim).
• Lampu (opsional): LED strip atau spotlight tahan cuaca (IP65) jika ingin
backlit/illuminated.
3. Peralatan Penunjang
• Gerinda / gergaji besi / gergaji mesin potong acrylic.
• Bor listrik dan set mata bor stainless.
• Alat ukur (meter, waterpass), klem, tang, obeng, kunci pas.
• Tang rivet/ riveter (jika rivet digunakan).
• Tangga/ scaffolding kecil untuk pemasangan.
4. K3 Pekerja
• APD: helm, safety shoes, sarung tangan, kacamata pelindung, rompi high-visibility.
• Pengamanan area kerja: pemasangan cone/segenggam pembatas, tanda larangan.
• Prosedur kerja di ketinggian rendah: gunakan tangga kokoh dan double-check
fastening; jangan bekerja sendirian pada posisi berisiko.
• Penanganan listrik untuk lampu: pastikan listrik dimatikan saat instalasi; pekerja listrik
bersertifikat.
• Penyimpanan material: simpan bahan di permukaan datar, hindari paparan langsung
pada panas ekstrem.
5. Metode Kerja (Tahap demi tahap)
1. Koordinasi lokasi pemasangan dan ukur posisi sesuai gambar/layout.
2. Persiapan bahan: memotong panel sesuai ukuran, finishing tepi.
3. Rangka dan bracket: fabrikasi rangka di tempat atau gunakan rangka prefabrikasi.
Pastikan lubang anchoring sesuai.
4. Finishing panel: pemasangan lettering/printing/laminasi pada panel.
5. Pengeboran dan pemasangan rangka ke tanah atau dinding (anchor bolt/chem-anchor
bila perlu).
6. Pemasangan panel pada rangka, kencangkan pengikat dan seal tepi untuk kedap air.
7. Instalasi lampu (jika ada), pengkabelan oleh tenaga listrik bersertifikat dan pengujian.
8. Pembersihan area dan pemeriksaan akhir (kekuatan, kerapian, pencahayaan).
6. Pekerja / Tenaga Kerja (Rekomendasi)
• Pengawas lapangan : 1 orang
• Tukang logam/ fabrikator : 1–2 orang
• Tukang finishing / cetak lettering : 1 orang
• Teknisi listrik (opsional) : 1 orang bersertifikat
• Pembantu/tenaga bantu : 1–2 orang
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu pada standar teknis material (SNI terkait acrylic/ACP dan aluminium) dan
standar instalasi listrik untuk LED.
• Mengacu peraturan K3 nasional untuk pekerjaan pemasangan dan kerja di ketinggian
rendah.
• Standar mutu visual dan keterbacaan signage publik serta peraturan estetika/perizinan
daerah (jika ada).
2. Atap Multiroof Metal (hanya bagian yang rusak) — V: 70 m²
1. UMUM
Pekerjaan penggantian/ perbaikan lembar atap multiroof metal pada bagian yang mengalami
kerusakan bocor/korosi. Tujuan mengembalikan fungsi pelindung bangunan terhadap hujan
dan cuaca.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Lembaran atap multiroof (profil sesuai eksisting) bahan AZ/F (galvalume/galvanis
dengan lapisan pelindung) tebal sesuai spesifikasi pabrik (umumnya 0.35–0.7 mm).
• Sekrupan/lem (sealant) tahan cuaca (silicone/PU sealant) untuk sambungan.
• Baut atap galvanis atau stainless dengan washer neoprene untuk kedap air.
• Rangka penopang/ reng: baja ringan atau kayu sesuai eksisting, cat/anti karat.
• Talang, pengait talang, dan flashing jika diperlukan.
3. Peralatan Penunjang
• Gergaji mesin potong logam / gunting pleat.
• Bor dan kunci sok/impact driver.
• Mesin pengangkat lembaran (jika diperlukan) dan scaffold/tower.
• Sealant gun, sikat pembersih, lap.
• Alat ukur, marker, tang, klem.
4. K3 Pekerja
• APD standar: helm, safety harness (jika ketinggian>1,5 m), anti-selip safety shoes,
sarung tangan kerja, kacamata.
• Pengamanan tepi atap: gunakan guardrail sementara, anchor point untuk harness.
• Pemeriksaan kondisi struktur atap sebelum bekerja; jangan bekerja saat angin
kencang/hujan.
• Penanganan lembaran logam tepi tajam: gunakan sarung tangan tebal, penutup tepi.
• Pengamanan material terangkat agar tidak jatuh ke bawah; area bawah dipagari.
5. Metode Kerja
1. Inspeksi area rusak: identifikasi lembar yang harus diganti, kondisi reng dan struktur
pendukung.
2. Persiapan: amankan area kerja, pasang scaffold dan anchor harness.
3. Pembongkaran: lepaskan lembar atap rusak secara terkontrol, simpan lembar baik
untuk referensi ukuran.
4. Pemeriksaan rangka/reng: perbaiki/ ganti reng yang aus, bersihkan karat, aplikasikan
primer/anti karat.
5. Pemotongan lembar baru: potong sesuai ukuran dengan overlap sesuai rekomendasi
pabrikan.
6. Pemasangan lembar: pasang lembar baru, kencangkan dengan baut & washer neoprene
pada posisi yang direkomendasikan.
7. Flashing & sealant: pasang flashing pada sambungan tegak dan talang, aplikasikan
sealant pada sambungan kritis.
8. Pemeriksaan kebocoran: uji visual; jika perlu lakukan water test.
9. Pembersihan area dan serah terima pekerjaan.
6. Pekerja / Tenaga Kerja (Rekomendasi untuk 70 m²)
• Pengawas lapangan : 1
• Tukang atap/ pemasang lembar logam : 2–3 orang
• Tukang pembantu : 1–2 orang
• Tenaga pengaman (spotter) : 1 orang (jika diperlukan)
Kualifikasi: pengalaman pemasangan lembar logam, mengetahui fastening pattern, dan safety
harness.
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu pada SNI/standar pabrikan multiroof untuk overlap, pitch minimal, ketebalan
lembaran, dan detail flashing.
• Standar teknik pengelasan/fastening untuk atap logam bila ada sambungan.
• Peraturan K3 untuk kerja atap dan keselamatan kerja pada ketinggian.
3. Plafon Gypsumboard 9 mm — V: 70 m²
1. UMUM
Pekerjaan pemasangan/plafon gypsumboard tebal 9 mm pada area selasar/ruangan sesuai
kondisi eksisting. Meliputi penggantian papan rusak dan finishing dempul serta pengamplasan
siap pengecatan.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Gypsumboard 9 mm (ukuran standard 1200 x 2400 mm atau sesuai kebutuhan) dengan
tepi V-edge/TE edge sesuai detail.
• Rangka plafon: profil metal stud & runner (galvanis) atau rangka kayu tergantung
spesifikasi eksisting.
• Jointing compound (joint tape, filler/dempul gypsum), dowel/fastener khusus gypsum
(self-drilling screw).
• Aksesoris: suspender (Hanger wire), bracket, hanger clip, trim list.
• Cat dan primer sesuai finishing.
3. Peralatan Penunjang
• Bor / screw gun, tang, meter, cutter knife untuk gypsum.
• Ladder, scaffold, panel lifter/dolly.
• Alat dempul dan pengamplasan (sandpaper/block).
• Vacuum cleaner/kemoceng untuk pembersihan debu.
4. K3 Pekerja
• APD: respirator ringan/ masker debu, kacamata, sarung tangan, helmet.
• Pengendalian debu: gunakan vakum saat pemotongan dan penanganan.
• Hindari bekerja di bawah papan yang belum terkencang.
• Pastikan beban terhadap struktur atap/ lantai atas tidak melebihi kapasitas.
5. Metode Kerja
1. Persiapan lokasi: lindungi permukaan bawah dan furniture, bersihkan area kerja.
2. Cek struktur: pastikan rangka struktural dalam kondisi baik, periksa dimensi dan level.
3. Pemasangan rangka: pasang profil runner dan stud sesuai grid, pasang suspender dan
pastikan rata.
4. Pengukuran/pemotongan gypsum: potong sesuai ukuran, sisakan celah sambungan
sesuai ketentuan.
5. Pemasangan panel: pasang gypsum dengan sekrup pada jarak yang direkomendasikan
(biasanya 200–300 mm).
6. Jointing & finishing: aplikasikan joint tape dan compound 2–3 lapis, amplas setelah
kering untuk rata.
7. Pembersihan dan inspeksi: bersihkan debu, periksa kekencangan sekrup dan rata
permukaan.
8. Siap untuk pengecatan.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Pengawas/mandor : 1
• Tukang plafon berpengalaman : 2–3 orang
• Pembantu : 1–2 orang
Kualifikasi: pengalaman pemasangan gypsum, mampu membuat sambungan rapi dan tahan
retak.
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu pada SNI gypsumboard dan spesifikasi pabrikan (mis. ketentuan ketebalan,
ukuran, fastener pattern).
• Pedoman pemasangan plafon gipsum dan peraturan K3 untuk kontrol debu dan kerja di
ketinggian/ scaffolding.
4. Pengecatan Plafon Eksisting (Cat Jotun/Jotashield) — V: 70 m²
1. UMUM
Pekerjaan pengecatan ulang plafon eksisting menggunakan cat jenis Jotun Jotashield (atau
setara) untuk memulihkan estetika dan perlindungan permukaan.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Primer/undercoat sesuai rekomendasi pabrikan cat (aplikasikan bila diperlukan).
• Cat finishing Jotun Jotashield (produk acrylic/emulsion sesuai kondisi
interior/eksterior).
• Thinner dan alat pembersih sesuai anjuran pabrik.
• Masking tape, plastik pelindung, dempul bila ada lubang retak.
3. Peralatan Penunjang
• Roller dan kuas berkualitas, tangga/scaffold, sprayer (airless) bila dibutuhkan.
• Peralatan pengamplasan dan pembersihan permukaan.
• Ember, wadah cat, alat pengukur pengenceran.
4. K3 Pekerja
• APD: masker/respirator untuk cat, sarung tangan karet, kacamata.
• Ventilasi area kerja harus memadai; hindari akumulasi uap cat.
• Pengamanan saat kerja di ketinggian (scaffold/tangga aman).
• Penyimpanan cat di tempat sejuk dan jauh dari sumber api.
5. Metode Kerja
1. Persiapan: lindungi permukaan bawah dan area tidak dicat dengan plastik/masking.
2. Pembersihan: hilangkan debu, jamur, kotoran; bila perlu cuci dengan air dan biarkan
kering.
3. Perbaikan: dempul retak/ lubang, amplas rata.
4. Primer: aplikasikan primer bila permukaan menyerap atau ada bekas bercak.
5. Pengecatan: aplikasikan cat finishing 1–2 lapis sesuai spesifikasi pabrikan (beri jeda
kering antar lapis). Metode: roller/kuas atau spray.
6. Pembersihan dan pemeriksaan: bersihkan tetesan, periksa kerapatan warna dan
ketebalan lapisan.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Pengawas lapangan : 1
• Tukang cat : 1–2 orang
• Pembantu: 1 orang
Kualifikasi: pengalaman pengecatan interior, memahami mixing ratio & teknik aplikasi.
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu pada petunjuk teknis pabrikan cat (Jotun) untuk aplikasi, drying time, dan
coverage.
• Standar mutu pengecatan bangunan dan peraturan K3 terkait bahan kimia (paparan
penguapan).
5. Pengecatan Permukaan Dinding Eksisting (Cat Jotun Jotashield) — V: 156 m²
1. UMUM
Pengecatan dinding eksterior/interior sesuai kondisi eksisting menggunakan cat Jotun
Jotashield atau setara untuk memperbaiki estetika dan melindungi permukaan dari kelembapan
dan pengaruh cuaca.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Pembersih/biocide untuk menghilangkan jamur/ lumut (jika ada).
• Primer/undercoat sesuai pabrikan.
• Cat finishing Jotun Jotashield (atau setara) dengan spesifikasi tahan cuaca.
• Dempul/surfacer untuk penutupan retak.
• Masking tape, plastik pelindung.
3. Peralatan Penunjang
• Roller, kuas, sprayer airless (untuk area luas).
• Alat pembersih tekanan rendah (pressure washer) bila perlu.
• Scaffold/ladder, pengamplas, ember pencampur.
4. K3 Pekerja
• APD: masker respirator, sarung tangan, helm, sepatu safety.
• Jaga ventilasi dan keselamatan saat bekerja pada ketinggian dengan scaffold.
• Penanganan chemical: baca MSDS cat dan biocide; sediakan material penyucian
tumpahan.
5. Metode Kerja
1. Inspeksi dinding: identifikasi retak, pengelupasan, atau jamur.
2. Persiapan permukaan: bersihkan kotoran, buang cat mengelupas, cuci permukaan bila
perlu, keringkan.
3. Perbaikan: tambal retak/ lubang dengan dempul, ratakan dan amplas.
4. Primer: aplikasikan primer untuk adhesion bila diperlukan.
5. Pengecatan: aplikasikan 1–2 lapis finishing sesuai anjuran pabrik. Gunakan
roller/airless spray untuk hasil merata.
6. Pemeriksaan: periksa ketebalan lapisan, warna seragam, tidak ada backrun atau drip.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Pengawas: 1
• Tukang cat: 2–3 orang (tergantung luas area)
• Pembantu: 1–2 orang
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu petunjuk pabrikan cat untuk persiapan, aplikasi, dan penyimpanan.
• Mengacu pada standarisasi bahan finishing dinding (SNI terkait cat eksterior) dan
peraturan K3 bahan berbahaya.
6. Lantai Keramik 40 x 40 cm — V: 40 m²
1. UMUM
Pekerjaan penggantian/perbaikan lantai keramik ukuran 40×40 cm pada area selasar/ruang
yang rusak; meliputi pembongkaran keramik rusak, persiapan dasar, pemasangan keramik
baru, dan pengacian nat.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Keramik ukuran 40×40 cm (seragam motif/warna sesuai spesifikasi).
• Perekat keramik (mortar semen / thin-set adhesive) sesuai jenis keramik dan kondisi
lantai.
• Nat (grout) sesuai warna yang disepakati.
• Admix/primer penstabil permukaan (jika diperlukan).
• Semen, pasir (untuk perbaikan dasar) dan waterstop jika area rawan lembab.
3. Peralatan Penunjang
• Mesin pemotong keramik (tile cutter / wet saw), palu karet, penggaru (notched trowel).
• Alat bantu leveling (spacer tile), waterpass, ember, mixer semen.
• Alat pembersih nat (sponge) dan penggosok nat.
4. K3 Pekerja
• APD: sepatu safety, sarung tangan, masker debu (saat pemotongan).
• Aturan pemotongan keramik: gunakan wet saw dengan pelindung percikan; pekerja
terlatih.
• Hindari paparan debu semen berlebih; sediakan vacuum/ventilasi.
5. Metode Kerja
1. Persiapan lokasi: lindungi area sekitar, alih fungsi dan singkirkan perabot.
2. Pembongkaran: bongkar keramik rusak secara hati-hati, bersihkan sisa perekat lama.
3. Perbaikan dasar: ratakan screed/ mortar dasar jika ada ketidakrataan > toleransi,
perbaiki retakan struktural.
4. Persiapan perekat: siapkan mortar sesuai takaran pabrik.
5. Pemasangan keramik: aplikasikan perekat dengan notched trowel, pasang keramik
dengan spacer untuk gap nat yang konsisten; gunakan palu karet untuk ratakan.
6. Pengisian nat: setelah perekat mengeras sesuai waktu kering, isi nat dan rapikan.
7. Pembersihan akhir dan curing (hindari beban berat sampai curing selesai).
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Pengawas: 1
• Tukang pasang keramik (tiler) : 2 orang
• Pembantu: 1–2 orang
Kualifikasi: mahir pemotongan dan leveling, paham penggunaan thin-set dan grout.
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• SNI untuk keramik lantai dan persyaratan kualitas papan dasar/perlakuan substrat.
• Pedoman pemasangan keramik (toleransi datar, kebahagiaan nat).
• Peraturan K3 terkait pemotongan keramik dan penggunaan alat listrik.
7. Profil Gypsum + Semen pada Tiang — Satuan: bh, V: 45.60
1. UMUM
Pemasangan profil gypsum dan screed/semen untuk menutup atau membentuk profil pada tiang
eksisting (mis. sebagai finishing kolom atau perbaikan permukaan kolom).
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Profil gypsum (corner bead / L profile) atau channel metal ringan sesuai dimensi tiang.
• Gypsum board kecil / papan strip untuk membentuk finishing.
• Mortar semen / plester finishing atau mortar siap pakai untuk pelapisan akhir.
• Dowel/plastis/adhesive serta sekrup gypsum untuk fastening.
• Primer dan cat akhir sesuai finishing.
3. Peralatan Penunjang
• Screw gun / bor, cutter gypsum, spatel dempul, trowel semen.
• Alat ukur (meter), waterpass.
• Scaffold/tangga untuk akses ke ketinggian.
4. K3 Pekerja
• APD: helm, sarung tangan, safety shoes.
• Penanganan material bangunan: hindari beban berlebih pada struktur kolom.
• Pastikan scaffold terpasang aman saat bekerja.
5. Metode Kerja
1. Inspeksi permukaan tiang: bersihkan debu dan area longgar.
2. Pasang profil gypsum pada sudut/tepi tiang dengan sekrup/dowel.
3. Pasang papan gypsum kecil bila diperlukan, kencangkan.
4. Aplikasikan mortar/semen plester tipis pada permukaan untuk meratakan; lakukan 2
lapis bila perlu.
5. Finishing dempul dan amplas agar permukaan halus.
6. Aplikasikan primer dan cat akhir sesuai spesifikasi.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Tukang plester/finishing : 1–2 orang
• Pembantu : 1 orang
• Pengawas : 1
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• SNI material gypsum dan praktik pemasangan profil.
• Standar plaster/mortar dan ketentuan kualitas finishing permukaan.
8. Pengecatan Tiang & Rangka Atap Eksisting — Satuan: Ttk, V: 136.80 (Cat Semprot
Mengkilap)
1. UMUM
Pekerjaan pengecatan tiang dan rangka atap eksisting menggunakan cat semprot mengkilap
(spray paint) untuk melindungi dari korosi dan memperbaiki estetika.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Penghilang karat/ primer anti korosi (zinc rich primer atau primer epoxy sesuai
kebutuhan).
• Cat finishing semprot berbasis alkyd/PU (mengkilap) atau cat sesuai rekomendasi
untuk metal outdoor.
• Thinner, pengencer dan bahan persiapan permukaan (wire brush, rust converter).
3. Peralatan Penunjang
• Spray gun / airless sprayer (untuk area besar) atau aerosol spray (untuk detail).
• Solder / wire brush / grinding untuk penghilangan karat.
• Scaffold / platform kerja, kompresor udara (jika spray gun pneumatik).
• Mesin pengukur ketebalan lapisan (coating thickness gauge) bila perlu.
4. K3 Pekerja
• APD: respirator mask full face atau setidaknya cartridge for organic vapors, sarung
tangan, pelindung mata, coverall.
• Pencegahan kebakaran: sirkulasi udara memadai dan jauhi sumber api; simpan thinner
tertutup.
• Kontrol overspray: lindungi area yang sensitif, tetangga, dan pegangan tangan.
• Pelatihan operator spray dan pengamanan saat bekerja di ketinggian.
5. Metode Kerja
1. Persiapan permukaan: buang karat, bersihkan grease/ minyak, amplas bila perlu untuk
memberikan profil kerekatan.
2. Aplikasi primer anti korosi: semprotkan primer sesuai jarak dan ketebalan yang
disarankan.
3. Tunggu curing primer sesuai anjuran pabrik.
4. Aplikasi cat finishing semprot: lakukan 1–2 lapis dengan jarak dan teknik semprot yang
benar untuk hasil rata dan bebas drip.
5. Pembersihan peralatan dan pembersihan area setelah pekerjaan.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Operator spray berpengalaman : 1–2 orang
• Pembantu / pengaman area : 1 orang
• Pengawas : 1
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Petunjuk pabrikan cat untuk primer dan finishing (thinner, drying time, coverage).
• Peraturan K3 untuk kerja pengecatan (penggunaan solvent, ventilasi, APD).
• Standar perlindungan permukaan logam terhadap korosi.
9. Atap Polycarbonate — V: 40 m²
1. UMUM
Pemasangan lembar polycarbonate pada area kanopi/selasar untuk menutup atap transparan
atau translucent; bertujuan memberi proteksi dari hujan tetapi tetap meneruskan cahaya.
2. Penjelasan Bahan & Material yang Digunakan
• Lembaran polycarbonate multiwall atau solid sesuai kebutuhan ketebalan dan
spesifikasi transmisivitas cahaya (umumnya 4–10 mm tergantung aplikasi).
• Profil aluminium/UPVC/flashings khusus polycarbonate untuk penutup tepi dan
sambungan.
• Sekrup khusus polycarbonate dengan washer EPDM/neoprene untuk mencegah
kebocoran dan pergerakan termal.
• Sealant silikon non-acetic yang kompatibel dengan polycarbonate (jangan gunakan
sealant berbasis pelarut yang merusak).
• Tape aluminum vented tape untuk ventilasi ujung multiwall (untuk mencegah
kondensasi).
3. Peralatan Penunjang
• Gergaji dengan mata potong halus (circular saw dengan mata pipa non-teeth untuk
solid/ multiwall saw), bor, screw gun.
• Alat ukur, klem, scaffold/tangga.
• Alat pembersih dan lap.
4. K3 Pekerja
• APD: helm, sarung tangan, kacamata, sepatu anti-selip, harness jika bekerja di
ketinggian.
• Penanganan lembar polycarbonate: hindari goresan permukaan (lap pelindung sampai
pemasangan), aman dari paparan panas saat pemotongan.
• Jaga agar lembar tidak membengkok berlebih saat mengangkat; gunakan 2 orang atau
lebih untuk lembar besar.
5. Metode Kerja
1. Cek struktur penyangga: pastikan rangka/girder dalam kondisi kuat dan rata.
2. Persiapan lembar: potong sesuai ukuran, tutup ujung dengan vented tape untuk
multiwall.
3. Pemasangan flashing dan bracket: pasang flashing tepi dan bracket penopang sesuai
grid spacing pabrikan.
4. Pemasangan lembar: tempatkan lembar sesuai arah ribbing/kanal (sesuai petunjuk
pabrikan), beri celah ekspansi termal sesuai rekomendasi.
5. Pengencangan: gunakan sekrup khusus dengan washer, jangan terlalu mencubit lembar
(biarkan celah ekspansi).
6. Sealant: aplikasikan sealant pada area yang perlu dan tutup ujung bila perlu.
7. Pemeriksaan kebocoran dan kebersihan: bersihkan sisa potongan dan periksa
kebocoran saat uji hujan.
6. Pekerja / Tenaga Kerja
• Pengawas: 1
• Tukang atap/kanopi: 2–3 orang
• Pembantu: 1–2 orang
Kualifikasi: pengalaman pemasangan polycarbonate, memahami arah pemasangan kanal dan
kebutuhan ventilasi.
7. Regulasi / SNI Teknis Pendukung
• Mengacu panduan pabrikan lembar polycarbonate terkait ketebalan, jarak penopang,
dan celah ekspansi.
• Standar perlindungan terhadap UV (coating) dan ketahanan mekanis sesuai aplikasi.
• Peraturan K3 untuk kerja di ketinggian dan pemotongan bahan.
PENUTUP
Dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun untuk memberikan pedoman
yang jelas dan lengkap bagi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan bangunan SMAN 01 Kota
Bontang. Seluruh uraian dalam dokumen telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan,
standar teknik bangunan, serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang berlaku pada dana
BOS.
Dengan adanya KAK ini, diharapkan proses pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung
secara efektif, efisien, dan sesuai ketentuan, sehingga hasil akhirnya dapat mendukung
peningkatan mutu sarana prasarana pendidikan.
Semoga dokumen ini memberikan manfaat dan dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak terkait
dalam melaksanakan pekerjaan dengan kualitas terbaik.
Sangatta, 19 Agustus 2025
KUASA PENGGUNA ANGGARAN
ARMIN,S.Pd ., M.Pd