| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0840197503704000 | Rp 1,200,000,000 | - | |
| 0397527805701000 | - | - | |
| 0749573937706000 | - | - | |
| 0837788702702000 | Rp 1,210,911,550 | Tidak Menyampaikan Surat Dukungan dari pengusaha / perusahaan / Badan Usaha / koperasi / Perorangan yang memiliki ijin usaha pertambangan ( IUP ) Tahap Operasi Produksi untuk dukungan penggunaan Material Sirtu dan material batu , dan tidak melampirkan bukti ijin usaha pertambangan (IUP) tahap Operasi produksi yang masih berlaku sesuai dengan Dokumen Pemilihan Nomor: 000.3.3/222/UKPBJ/Pokmil2024-PK tanggal 11 Juni 2024 Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Sedik BAB IV Lembar Data Pemilihan (LDP) Huruf F. Persyaratan Teknis, Angka 6. Persyaratan Lainnya; d. Menyampaikan Surat Dukungan dari pengusaha / perusahaan / Badan Usaha / koperasi / Perorangan yang memiliki ijin usaha pertambangan ( IUP ) Tahap Operasi Produksi untuk dukungan penggunaan Material Sirtu dan material batu , beserta wajib melampirkan bukti ijin usaha pertambangan (IUP) tahap Operasi produksi yang masih berlaku (min. masa berlaku sama dengan Tanggal / Bulan / Tahun Terhitung Jadwal Tahap Pembukaan Dokumen Penawaran dan atau tahap Akhir penyampaian Upload Dokumen Penawaran pada SPSE). | |
| 0030511562701000 | Rp 1,000,000,000 | Tidak menyampaikan Surat Keterangan memenuhi syarat K3 berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian dari Dinas terkait yang berwenang untuk menyelenggarakan urusan dalam pengawas ketenagakerjaan spesialis pesawat angkat dan pesawat angkut yang masih berlaku untuk jenis peralatan Dump Truck sesuai dengan Dokumen Pemilihan Nomor: 000.3.3/221/UKPBJ/Pokmil2024-PK tanggal 11 Juni 2024 Paket Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Abau BAB IV Lembar Data Pemilihan (LDP) Huruf F. Persyaratan Teknis, Angka 6. Persyaratan Lainnya; f. Menyampaikan Surat Keterangan Memenuhi syarat K3 Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian dari Dinas terkait yang berwenang untuk menyelenggarakan urusan dalam pengawas ketenagakerjaan spesialis pesawat angkat dan pesawat angkut yang masih berlaku (min. masa berlaku sama dengan Tanggal / Bulan / Tahun Terhitung Jadwal Tahap Pembukaan Dokumen Penawaran dan atau tahap Akhir penyampaian Upload Dokumen Penawaran pada SPSE). | |
| 0023740053701000 | - | - | |
| 0020747630706000 | - | - | |
| 0410231484706000 | - | - | |
| 0018396663706000 | - | - | |
CV Bintang Makmur | 07*5**1****06**0 | - | - |
| 0029396595706000 | - | - | |
| 0933884470706000 | - | - | |
| 0026320036706000 | - | - | |
| 0621850528706000 | - | - | |
| 0747912533706000 | - | - | |
| 0029399532706000 | - | - | |
| 0940548894706000 | - | - | |
| 0029396611706000 | - | - | |
| 0022292528706000 | - | - | |
| 0615610565701000 | - | - | |
| 0031921182701000 | - | - | |
| 0927953489704000 | - | - | |
| 0026885145706000 | - | - | |
| 0610767816706000 | - | - | |
| 0809900699706000 | - | - | |
| 0940118284706000 | - | - | |
| 0316925718706000 | - | - | |
| 0722646908706000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan : Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Abau Kecamatan Batang
Lupar
Sumber Dana : Dana Alokasi Khusus (DAK)
Tahun : 2024
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini disusun berdasarkan uraian yang didapat
didalam dokumen pengadaan pekerjaan konstruksi. Metode Pelaksanaan ini
disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi
didalam mengikuti Pelelangan Umum pada Peningkatan Jaringan Irigasi D.I.
Sungai Abau Kec. Batang Lupar
2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk
menyajikan metode kerja untuk masing-masing item pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang sesuai yang tercantum didalam kuantitas dan harga mulai
dari tahapan pekerjaan awal, pelaksanaan dan finising termasuk asumsi proses
penyediaan dan penggunaan material, asumsi pemakaian jenis alat dan
kapasitas alat serta asumsi tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan
item pekerjaan tersebut. Dalam Metode Pelaksanaan ini juga menggambarkan
tahapan penyelesaian pelaksanaan untuk pekerjaan konstruksi dari awal
sampai dengan akhir berupa urutan pelaksanaan untuk masing-masing item
pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis.
3. Lokasi Pekerjaan dan Ruang Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang dilaksanakan meliputi :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1, Pembuatan Plank Nama Proyek
2. Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
-Pembuatan Prosedur Dan Instruksi Kerja
-Papan Informasi K3
-Topi Pelindung
-Perlindungan Pernafasan Dan Mulut (Masker)
-Sarung Tangan
-Sepatu Keselamatan
-Rompi Keselamatan
-Asuransi
-Petugas K3 Konstruksi
-Peralatan P3K (Kotak P3K, Tandu, Obat Luka, Perban)
-Rambu Petunjuk
-Bendera K3
II. PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.2)
1. Pembuatan Kisdam
1. Pembuatan Lantai Kerja
2. Pekerjaan Pembetonan
- Pekerjaan pemasangan Mal
- Mengerjakan Besi Beton
Pembuatan s.d Pengecoran 1 m³ beton mutu rendah fc’ 15 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Semi-Mekanis
3. Pekerjaan Pintu Air
- Pengadaan dan Pemasangan Pintu Drat Ulir uk. 0,80 x 0,60 M
4. Pembuatan Rumah Pintu
III. PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.3)
1. Pembuatan Kisdam
1. Pembuatan Lantai Kerja
2. Pekerjaan Pembetonan
- Pekerjaan pemasangan Mal
- Mengerjakan Besi Beton
Pembuatan s.d Pengecoran 1 m³ beton mutu rendah fc’ 15 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Semi-Mekanis
3. Pekerjaan Pintu Air
- Pengadaan dan Pemasangan Pintu Drat Ulir uk. 0,80 x 0,60 M
4. Pembuatan Rumah Pintu
VI. PEKERJAAN PENINGKATAN SALURAN PRIMER
SALURAN PRIMER SEGMEN 2 (STA.0+000 s/d STA.0+350)
1 Pengukuran Trase Saluran
2 Galian Tanah
3 Pembuatan Lantai Kerja Tebal 0,05 M
4 Pekerjaan Pembetonan
- Pekerjaan pemasangan Mal
- Mengerjakan Besi Beton 8
- Mengerjakan Besi Beton 6
Pembuatan s.d Pengecoran 1 m³ beton mutu rendah fc’ 10 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Semi-Mekanis
SALURAN PRIMER SEGMEN 3 (STA.0+000 s/d STA.0+323)
1 Pengukuran Trase Saluran
2 Galian Tanah
3 Pembuatan Lantai Kerja Tebal 0,05 M
4 Pekerjaan Pembetonan
- Pekerjaan pemasangan Mal
- Mengerjakan Besi Beton 8
- Mengerjakan Besi Beton 6
Pembuatan s.d Pengecoran 1 m³ beton mutu rendah fc’ 10 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Semi-Mekanis
B. Metode Pelaksanaan Pekerjaan
a. Persiapan Umum
1. Mempelajari kembali seluruh dokumen kontrak, termasuk gambar,
spesifikasi teknis, spesifikasi umum, peraturan-peraturan yang terkait dalam
hal tersebut dan lain-lain termasuk dokumen adendum bila ada.
2. Melakukan tinjauan ulang terhadap data yang diperoleh waktu tender
antar lain harga bahan, upah, peralatan, biaya tak langsung dan lain-lain.
3. Melakukan tinjauan dan survey lapangan yang lebih teliti untuk memperoleh
data dan informasi tentang kondisi lapangan, jalan masuk (sungai dan
darat), jalan kerja, lokasi material, tenaga kerja dan lain-lain.
4. Mempersiapkan sumber daya manusia, peralatan dan keuangan.
5. Menyiapkan JMF untuk pekerjaan beton sekaligus uji trial material yang
akan dipergunakan.
6. Mempelajari peraturan-peraturan yang terkait dengan kegiatan
konstruksi antara lain peraturan perundang-undangan, perda, pajak,
retribusi, perizinan, perburuhan/ketenagakerjaan dan lain-lain.
7. Memasang papan nama proyek d e n g a n u k u r a n s e s u a i p e t u n j u k
d a r i d i r e k s i p e k e r j a a n y a n g memuat tentang informasi pekerjaan
yang sedang dilaksanakan dilapangan dan terpasang pada STA. Awal dan
Akhir Pekerjaan.
8. Melakukan Dokumentasi (photo) pada kondisi progres 0%, 50%, 100%.
Teknis
1. Perencanaan site plan
2. Pembuatan gambar-gambar yang mendukung pelaksanaan :
Gambar jalan kerja (access road)
Gambar kantor lapangan, gudang, barak kerja, kantor direksi/konsultan
dan lain-lain
Gambar Kerja (shop drawing), gambar konstruksi (construction drawing)
Pelaporan
1. Perjanjian kerja pelaksanaan konstruksi beserta perubahannya (bila ada)
2. Laporan harian, mingguan dan bulanan (dengan format tersendiri
/disesuaikan)
3. Sertifikan bulanan (Monthly Certificate) yang dilengkapi dengan backup
data quantity dan backup data quality.
4. Gambar hasil pelaksanaan (as build drawing/ABD)
5. Foto dokumentasi saat nol persen (0%) dan pada setiap tahapan
kemajuan pekerjaan konstruksi fisik.
6. Berita acara serah terima pekerjaan sementara dan akhir , dbuat 5 ragkap
atau disesuaikan.
Manajerial
1. Jadual Pelaksanaan (Time Schedule)
Jadual Pendatangan Bahan (Material Schedule)
2.
Jadual Pendatangan Alat Utama dan Tambahan (Equipment Schedule)
3.
Jadual Pendatangan Tenaga Kerja (Manpower Schedule)
4.
Rencana Organisasi Pelaksanaan
1. Struktur organisasi proyek dan susunan personil inti
Pembagian kerja dan alur tugas (job description dan job flow) dan
2.
3. Gambar Kerja (shop drawing), gambar konstruksi (construction
drawing).
Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan (RAP)
1. Biaya Langsung Proyek (BLP)
Biaya Tak Langsung (BTL)
2.
Rencana Arus Cash (Cash Flow)
1. Cash in
Rencana penerimaan termin (bulanan, progres payment)
2. Cash out
Rencana pengeluaran atau pembayaran (upah, bahan/maretial,
peralatan,biaya tak langsung atau biaya pegawai umum dan
subkontraktor bila ada).
Cash out non flow
3.
Nota bunga bank, penyusutan, pajak dan lain-lain.
Rencana Pengendalian/monitoring Mutu Pekerjaan
Rencana Mutu (Quality Plan)
Rencana Keselamatan Kerja (Safety Plan)
Rencana Manajemen Keselamatan Lalu Lintas
b. Pelaksanaan Pekerjaan
Uraian Metode Kerja
I. PENDAHULUAN
Pembuatan Papan Nama Proyek
Sebagai identitas untuk umum, dengan dipasangnya papan nama kegiatan
khalayak umum akan mengetahui aktifitas proyek dan jauh dari
kecurigaan. Papan nama dibuat dari bahan kayu yang dipakukan ke balok
(Rangka + Perkuatannya).
Pada bagian papan dilapisi dengan seng / plat tipis kemudian disablon / cat
identitas proyek. Papan nama dipasang (dipancang) dengan kokoh ke tanah
sehingga tidak mudah tumbang / roboh / tidak mudah dicabut.
Papan nama proyek dibuat berdasarkan spesifikasi teknis atau menurut
petunjuk dari direksi. Isi dari papan nama proyek adalah nama pekerjaan,
lokasi pekerjaan, tahun anggaran, waktu pelaksanaan, sumber dana, dan
nama Perusahaan pelaksana. Papan nama proyek dipasang dan
ditempatkan pada area lokasi yang telah disepakati sebelumnya.
Pelaksanaan K3
1. Mengidentifikasi dan memetakan potensi bahaya yang mungkin terjadi di
lingkungan kerja. Hal ini termasuk membuat tingkatan dampak dari
bahaya(impact) dan kemungkinan terjadinya bahaya tersebut
(probability)
2. Menyusun rencana program keselamatan dan kesehatan kerja yang
meliputi upaya preventif dan upaya korektif. Upaya preventif bertujuan
untuk mengurangi terjadinya bahaya atau kecelakaan di lingkungan kerja.
Upaya korektif bertujuan untuk menanggulangi kecelakaan yang terjadi di
lingkungan kerja;
3. Membuat dan memelihara dokumen terkait kesehatan dan
keselamatan kerja. Dokumentasi yang baik termasuk faktor penting dalam
mencegah dan menanggulangi bahaya. Hal ini termasuk merancang
prosedur baku dan memelihara borang atau catatan terkait kesehatan dan
keselamatan kerja; dan
4. Mengevaluasi insiden kecelakaan yang mungkin terjadi, serta
menganalisis akar masalah termasuk tindakan preventif dan korektif yang
diambil.
2. PEKERJAAN PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.2)
Pekerjaan Dewatering
Pekerjan Kistdam uk. 43 x 65 cm
Kistdam dilaksanakan pada bangunan yang memerlukan kistdam dan
pengeringan dengan sebelumnya dilakukan perhitungan dimensi kistdam/
struktur yang digunakan, peralatan pompa yang dibutuhkan serta desain.
Pekerjaan Lantai Kerja
Tahap-tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
kerja
Approval material yang akan digunakan
b. Persiapan lahan kerja
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, kerikil dan
air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer,
meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen,
raskam, benang, selang air, dll
c. Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran
dengan theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang
diberi warna cat.
d. Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai
rencana.
Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC :
3Psr : 5Krl atau B-0 dan Juga Fc’ 10 manual. (diesuaikan dengan
instruksi konsultan pengawas)
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah
terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan
telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau
kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan
sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan
terlebih dahulu dibuat kepalan dengan jarak per 1 m untuk leveling
lantai kerja.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau
ember.
Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul
maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah
ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level
satu dengan yang lainnya.
Pekerjaan Pembetonan
1. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang
digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau
diatasnya.
tahap-tahap pekerjaan bekisting :
Supaya balok/plat/konstruksi beton yang dihasilkan tidak melengkung
maka waktu membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang
akan di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar
tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Papan cetakan tidak boleh bocor
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar
tidak terjadi retak.
Untuk bagian yang sekali pakai (lapisan bagian dalam) maka
secara otomatis bekisting nya langsung dimatikan dalam pengecoran
kecuali ada ketentuan lain sesuai dengan direksi lapangan dan RKS,
2. Pekerjaan Pembesian
a. Perakitan tulangan
Untuk perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang
dapat diketahui dari ukuran konstruksi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan, dengan
memperhitungkan bentuk- bentuk tipe tulangan yang ada pada
konstruksi tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
b. Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk ini tidak terlalu
berat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan
dengan dasar tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah
40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari
batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka
dapat langsung melakukan pengecoran.
3. Pekerjaan Pengecoran Beton Fc’ 15 MPa
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir,
kerikil serta air. Dengan peralatan seperti gerobak dorong, peralatan
tukang beton, pompa air dan concrete mixer. Kualitas/mutu beton
tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan
perbandingannya berdasarkan Job Mix formula yang sudah dibuat
terlebih dahulu. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu
dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan
beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi
menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang
disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu
dan juga dapat mempergunakan ember sebagai ukuran
perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat
dari kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang
adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja
dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm. Mempersiapkan bahan-
bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir, kerikil,
serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
Membuat campuran beton sesuai dengan Formula Campuran Kerja
(Job Mix Formula, JMF).
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam mesin dengan urutan:
pertama masukan pasir, kedua semen portland, ke tiga kerikil/Batu
Pecah dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru kemudian
ditambahkan air secukupnya.
Beton harus dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis
dari jenis dan ukuran yang disetujui sehingga dapat menjamin distribusi
yang merata dari seluruh bahan.
Pencampur harus dilengkapi dengan tangki air yang memadai dan alat
ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang
digunakan dalam setiap penakaran.
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama
4-10 menit mesin mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak
spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam tempat yang
sudah di pasangkan Bekisting dan tulangan dengan bantuan alat
sendok spesi centong dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi
sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong dan kerikil/Batu Pecah yang
berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah- celah
tulangan.
Curing beton dilaksanakan setelah beton mulai mengeras dengan
menyiram permukaan beton dengan air.
Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan
harus mencapai kekuatan minimum 90% dari nilai kuat tekan beton rata-
rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton (mix design)
umur 7 hari dan memenuhi persyaratan deviasi standar
Pekerjaan Pintu Air
1. Pekerjaan ini meliputi Pemesanan, pengangkutan dan pemasangan
2. Terbayar apabila telah terpasang
Pekerjaan Rumah Pintu
1. Dimensi, ukuran dan jenis kayu harus disesuaikan dengan gambar kerja
2. Pekerjaan ini dimulai dari pekerjaan terbawah yaitu pekerjaan rangka
badan
3. Setelah rangka badan selesai dilanjutkan dengan pemasangan rangka
atap, Nok atap seng, dan pemasangan listplank
4. Selanjutnya dilakukan pemasangan Atap seng gelombang sebagai
tahap akhir pekerjaan.
3. PEKERJAAN PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.3)
Pekerjaan Dewatering
Pekerjan Kistdam uk. 43 x 65 cm
Kistdam dilaksanakan pada bangunan yang memerlukan kistdam dan
pengeringan dengan sebelumnya dilakukan perhitungan dimensi kistdam/
struktur yang digunakan, peralatan pompa yang dibutuhkan serta desain.
Pekerjaan Lantai Kerja
Tahap-tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
kerja
Approval material yang akan digunakan
b. Persiapan lahan kerja
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, kerikil dan
air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer,
meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen,
raskam, benang, selang air, dll
c. Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran
dengan theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang
diberi warna cat.
d. Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai
rencana.
Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC :
3Psr : 5Krl atau B-0 dan Juga Fc’ 10 manual. (diesuaikan dengan
instruksi konsultan pengawas)
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah
terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan
telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau
kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan
sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan
terlebih dahulu dibuat kepalan dengan jarak per 1 m untuk leveling
lantai kerja.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau
ember.
Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul
maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah
ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level
satu dengan yang lainnya.
Pekerjaan Pembetonan
1. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang
digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau
diatasnya.
tahap-tahap pekerjaan bekisting :
Supaya balok/plat/konstruksi beton yang dihasilkan tidak melengkung
maka waktu membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang
akan di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar
tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Papan cetakan tidak boleh bocor
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar
tidak terjadi retak.
Untuk bagian yang sekali pakai (lapisan bagian dalam) maka
secara otomatis bekisting nya langsung dimatikan dalam pengecoran
kecuali ada ketentuan lain sesuai dengan direksi lapangan dan RKS,
2. Pekerjaan Pembesian
a. Perakitan tulangan
Untuk perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang
dapat diketahui dari ukuran konstruksi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan, dengan
memperhitungkan bentuk- bentuk tipe tulangan yang ada pada
konstruksi tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
b. Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk ini tidak terlalu
berat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan
dengan dasar tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah
40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari
batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka
dapat langsung melakukan pengecoran.
3. Pekerjaan Pengecoran Beton Fc’ 15 MPa
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir,
kerikil serta air. Dengan peralatan seperti gerobak dorong, peralatan
tukang beton, pompa air dan concrete mixer. Kualitas/mutu beton
tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan
perbandingannya berdasarkan Job Mix formula yang sudah dibuat
terlebih dahulu. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu
dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan
beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi
menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang
disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu
dan juga dapat mempergunakan ember sebagai ukuran
perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat
dari kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang
adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja
dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm. Mempersiapkan bahan-
bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir, kerikil,
serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
Membuat campuran beton sesuai dengan Formula Campuran Kerja
(Job Mix Formula, JMF).
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam mesin dengan urutan:
pertama masukan pasir, kedua semen portland, ke tiga kerikil/Batu
Pecah dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru kemudian
ditambahkan air secukupnya.
Beton harus dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis
dari jenis dan ukuran yang disetujui sehingga dapat menjamin distribusi
yang merata dari seluruh bahan.
Pencampur harus dilengkapi dengan tangki air yang memadai dan alat
ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang
digunakan dalam setiap penakaran.
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama
4-10 menit mesin mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak
spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam tempat yang
sudah di pasangkan Bekisting dan tulangan dengan bantuan alat
sendok spesi centong dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi
sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong dan kerikil/Batu Pecah yang
berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah- celah
tulangan.
Curing beton dilaksanakan setelah beton mulai mengeras dengan
menyiram permukaan beton dengan air.
Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan
harus mencapai kekuatan minimum 90% dari nilai kuat tekan beton rata-
rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton (mix design)
umur 7 hari dan memenuhi persyaratan deviasi standar
Pekerjaan Pintu Air
1. Pekerjaan ini meliputi Pemesanan, pengangkutan dan pemasangan
2. Terbayar apabila telah terpasang
Pekerjaan Rumah Pintu
1. Dimensi, ukuran dan jenis kayu harus disesuaikan dengan gambar kerja
2. Pekerjaan ini dimulai dari pekerjaan terbawah yaitu pekerjaan rangka
badan
3. Setelah rangka badan selesai dilanjutkan dengan pemasangan rangka
atap, Nok atap seng, dan pemasangan listplank
4. Selanjutnya dilakukan pemasangan Atap seng gelombang sebagai
tahap akhir pekerjaan.
4. PEKERJAAN PENINGKATAN SALURAN PRIMER
I. SALURAN PRIMER SEGMEN 1 (STA.0+000 s/d STA.0+350)
Pekerjaan Pengukuran Trase Saluran
Pekerjaan Pengukuran Trase saluran yang akan diukur adalah sebagai
berikut: Saluran pembawa dan saluran pembuang yang masih akan dipakai
dan trase yang sedang direncana, yang tata letak (layout) nya telah
disetujui.
1. Lingkup Pekerjaan Kegaitan-kegiatan yang tercakup dalam pengukuran
trase saluran adalah :
1. Permasangan Bench Mark.
2. Pengukuran poligon.
3. Pengukuran sipat datar.
4. Pengukuran potongan melintang.
5. Pengukuran potongan memanjang.
2. Peralatan dan Personil
Semua alat ukur yang akan dipergunakan harus masih dalam keadaan
baik (tidakrusak) dan memenuhi syarat ketelitian yang diminta. Semua
alat ukur harus dicek dahulu oleh Direksi Pekerjaan dan apabila ada
kerusakan Direksi berhak memerintahkan untuk mengganti alat tersebut
dengan yang baik.
Pelaksana Pekerjaan harus mempekerjakan pegawai yang telah
mendapat latihan dalam bidangnya serta cukup berpengalaman dalam
berbagai pekerjaan yang diberikan. Pegawai-pegawai praktikan atau
pegawai yang sedang dilatih dapat digunakan asalkan mereka berada
dalam pengawasan yang sebagaimana mestinya. Manajer Proyek yang
cakap akan dipekerjakan selama masa kontrak berlangsung
Pelaksana Pekerjaan harus dapat memberikan hasil yang berkualitas
tinggi. Pekerjaanakan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin
terpenuhinya ketentuan teknis yangtelah ditetapkan. Pelaksana
Pekerjaan harus pula menanggung biaya pekerjaan
tambahan/pengulangan bila ternyata ketentuan tidak terpenuhi menurut
penilaian pihak Pemberi Pekerjaan.
Pekerjaan Galian Tanah Biasa
Galian tanah adalah pekerjaan galian dengan material hasil galian berupa
tanah pada umumnya, yang dengan mudah dapat dilakukan dengan cara
manual (tenaga manusia). Seluruh galian dikerjakan sesuai dengan garis-
garis dan bidang-bidang yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
dengan yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau sesuai dengan yang
diarahkan / ditunjukkan oleh Direksi. Galian tanah biasa dimaksudkan
untuk daerah yang bahan hasil galiannya terdiri dari tanah, pasir dan
kerikil. Bila ada galian yang perlu disempurnakan seharusnya
diinformasikan ke Direksi untuk ditinjau. Tidak ada galian yang langsung /
ditutupi dengan tanah / beton tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi.
seluruh proses pekerjaan menjadi tanggung-jawab Penyedia Jasa.
Kemiringan yang rusak atau berubah, karena kesalahan pelaksanaan
harus diperbaiki oleh dan atas biaya Penyedia Jasa. Apabila pada saat
pelaksanaan penggalian terdapat batu-batu besar dengan diameter lebih
besar dari 1.00 m yang tidak dapat disingkirkan dengan alat manual, maka
pembayaran volume ini akan termasuk kedalam pembayaran item Galian
Batu atas sepengetahuan Direksi pekerjaan.
Selama proses penggalian tanah agar secara langsung dipisahkan dan
ditumpuk pada suatu tempat yang disetujui Direksi, material yang
layak/bisa dipakai untuk timbunan dan material yang tidak layak. Material
yang layak selanjutnya akan dipakai untuk timbunan tanah biasa dan
timbunan kembali (jika ada), sedangkan material yang tidak layak
selanjutnya akan dibuang keluar daerah irigasi atau kesuatu tempat yang
tidak akan mengganggu areal pertanian dan fungsi jaringan.
Penyedia Jasa harus menguasai medan kerja sehingga penumpukan
material yang bisa dipakai untuk timbunan ditempatkan pada lokasi yang
sedekatdekatnya dengan lokasi yang memerlukan timbunan dan bisa
langsung ditebar pada bagian yang akan ditimbun.
Pekerjaan Lantai Kerja
Tahap-tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
kerja
Approval material yang akan digunakan
b. Persiapan lahan kerja
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, kerikil dan
air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer,
meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen,
raskam, benang, selang air, dll
c. Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran
dengan theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang
diberi warna cat.
d. Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai
rencana.
Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC :
3Psr : 5Krl atau B-0 dan Juga Fc’ 10 manual. (diesuaikan dengan
instruksi konsultan pengawas)
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah
terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan
telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau
kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan
sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan
terlebih dahulu dibuat kepalan dengan jarak per 1 m untuk leveling
lantai kerja.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau
ember.
Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul
maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah
ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level
satu dengan yang lainnya.
Pekerjaan Pembetonan
1. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang
digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau
diatasnya.
tahap-tahap pekerjaan bekisting :
Supaya balok/plat/konstruksi beton yang dihasilkan tidak melengkung
maka waktu membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang
akan di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar
tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Papan cetakan tidak boleh bocor
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar
tidak terjadi retak.
Untuk bagian yang sekali pakai (lapisan bagian dalam) maka
secara otomatis bekisting nya langsung dimatikan dalam pengecoran
kecuali ada ketentuan lain sesuai dengan direksi lapangan dan RKS,
2. Pekerjaan Pembesian
a. Perakitan tulangan
Untuk perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang
dapat diketahui dari ukuran konstruksi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan, dengan
memperhitungkan bentuk- bentuk tipe tulangan yang ada pada
konstruksi tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
b. Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk ini tidak terlalu
berat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan
dengan dasar tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah
40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari
batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka
dapat langsung melakukan pengecoran.
3. Pekerjaan Pengecoran Beton Fc’ 10 MPa
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir,
kerikil serta air. Dengan peralatan seperti gerobak dorong, peralatan
tukang beton, pompa air dan concrete mixer. Kualitas/mutu beton
tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan
perbandingannya berdasarkan Job Mix formula yang sudah dibuat
terlebih dahulu. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu
dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan
beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi
menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang
disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu
dan juga dapat mempergunakan ember sebagai ukuran
perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat
dari kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang
adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja
dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm. Mempersiapkan bahan-
bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir, kerikil,
serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
Membuat campuran beton sesuai dengan Formula Campuran Kerja
(Job Mix Formula, JMF).
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam mesin dengan urutan:
pertama masukan pasir, kedua semen portland, ke tiga kerikil/Batu
Pecah dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru kemudian
ditambahkan air secukupnya.
Beton harus dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis
dari jenis dan ukuran yang disetujui sehingga dapat menjamin distribusi
yang merata dari seluruh bahan.
Pencampur harus dilengkapi dengan tangki air yang memadai dan alat
ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang
digunakan dalam setiap penakaran.
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama
4-10 menit mesin mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak
spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam tempat yang
sudah di pasangkan Bekisting dan tulangan dengan bantuan alat
sendok spesi centong dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi
sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong dan kerikil/Batu Pecah yang
berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah- celah
tulangan.
Curing beton dilaksanakan setelah beton mulai mengeras dengan
menyiram permukaan beton dengan air.
Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan
harus mencapai kekuatan minimum 90% dari nilai kuat tekan beton rata-
rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton (mix design)
umur 7 hari dan memenuhi persyaratan deviasi standar
II. SALURAN PRIMER SEGMEN 2 (STA.0+000 s/d STA.0+323)
Pekerjaan Pengukuran Trase Saluran
Pekerjaan Pengukuran Trase saluran yang akan diukur adalah sebagai
berikut: Saluran pembawa dan saluran pembuang yang masih akan dipakai
dan trase yang sedang direncana, yang tata letak (layout) nya telah
disetujui.
1. Lingkup Pekerjaan Kegaitan-kegiatan yang tercakup dalam pengukuran
trase saluran adalah :
1. Permasangan Bench Mark.
2. Pengukuran poligon.
3. Pengukuran sipat datar.
4. Pengukuran potongan melintang.
5. Pengukuran potongan memanjang.
2. Peralatan dan Personil
Semua alat ukur yang akan dipergunakan harus masih dalam keadaan
baik (tidakrusak) dan memenuhi syarat ketelitian yang diminta. Semua
alat ukur harus dicek dahulu oleh Direksi Pekerjaan dan apabila ada
kerusakan Direksi berhak memerintahkan untuk mengganti alat tersebut
dengan yang baik.
Pelaksana Pekerjaan harus mempekerjakan pegawai yang telah
mendapat latihan dalam bidangnya serta cukup berpengalaman dalam
berbagai pekerjaan yang diberikan. Pegawai-pegawai praktikan atau
pegawai yang sedang dilatih dapat digunakan asalkan mereka berada
dalam pengawasan yang sebagaimana mestinya. Manajer Proyek yang
cakap akan dipekerjakan selama masa kontrak berlangsung
Pelaksana Pekerjaan harus dapat memberikan hasil yang berkualitas
tinggi. Pekerjaanakan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin
terpenuhinya ketentuan teknis yangtelah ditetapkan. Pelaksana
Pekerjaan harus pula menanggung biaya pekerjaan
tambahan/pengulangan bila ternyata ketentuan tidak terpenuhi menurut
penilaian pihak Pemberi Pekerjaan.
Pekerjaan Galian Tanah Biasa
Galian tanah adalah pekerjaan galian dengan material hasil galian berupa
tanah pada umumnya, yang dengan mudah dapat dilakukan dengan cara
manual (tenaga manusia). Seluruh galian dikerjakan sesuai dengan garis-
garis dan bidang-bidang yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
dengan yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau sesuai dengan yang
diarahkan / ditunjukkan oleh Direksi. Galian tanah biasa dimaksudkan
untuk daerah yang bahan hasil galiannya terdiri dari tanah, pasir dan
kerikil. Bila ada galian yang perlu disempurnakan seharusnya
diinformasikan ke Direksi untuk ditinjau. Tidak ada galian yang langsung /
ditutupi dengan tanah / beton tanpa diperiksa terlebih dahulu oleh Direksi.
seluruh proses pekerjaan menjadi tanggung-jawab Penyedia Jasa.
Kemiringan yang rusak atau berubah, karena kesalahan pelaksanaan
harus diperbaiki oleh dan atas biaya Penyedia Jasa. Apabila pada saat
pelaksanaan penggalian terdapat batu-batu besar dengan diameter lebih
besar dari 1.00 m yang tidak dapat disingkirkan dengan alat manual, maka
pembayaran volume ini akan termasuk kedalam pembayaran item Galian
Batu atas sepengetahuan Direksi pekerjaan.
Selama proses penggalian tanah agar secara langsung dipisahkan dan
ditumpuk pada suatu tempat yang disetujui Direksi, material yang
layak/bisa dipakai untuk timbunan dan material yang tidak layak. Material
yang layak selanjutnya akan dipakai untuk timbunan tanah biasa dan
timbunan kembali (jika ada), sedangkan material yang tidak layak
selanjutnya akan dibuang keluar daerah irigasi atau kesuatu tempat yang
tidak akan mengganggu areal pertanian dan fungsi jaringan.
Penyedia Jasa harus menguasai medan kerja sehingga penumpukan
material yang bisa dipakai untuk timbunan ditempatkan pada lokasi yang
sedekatdekatnya dengan lokasi yang memerlukan timbunan dan bisa
langsung ditebar pada bagian yang akan ditimbun.
Pekerjaan Lantai Kerja
Tahap-tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
kerja
Approval material yang akan digunakan
b. Persiapan lahan kerja
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, kerikil dan
air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer,
meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen,
raskam, benang, selang air, dll
c. Pengukuran
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran
dengan theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang
diberi warna cat.
d. Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai
rencana.
Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC :
3Psr : 5Krl atau B-0 dan Juga Fc’ 10 manual. (diesuaikan dengan
instruksi konsultan pengawas)
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah
terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan
telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau
kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan
sebagai acuan untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan
terlebih dahulu dibuat kepalan dengan jarak per 1 m untuk leveling
lantai kerja.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau
ember.
Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul
maupun sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah
ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level
satu dengan yang lainnya.
Pekerjaan Pembetonan
1. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang
digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau
diatasnya.
tahap-tahap pekerjaan bekisting :
Supaya balok/plat/konstruksi beton yang dihasilkan tidak melengkung
maka waktu membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang
akan di cor.
Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar
tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Papan cetakan tidak boleh bocor
Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar
tidak terjadi retak.
Untuk bagian yang sekali pakai (lapisan bagian dalam) maka
secara otomatis bekisting nya langsung dimatikan dalam pengecoran
kecuali ada ketentuan lain sesuai dengan direksi lapangan dan RKS,
2. Pekerjaan Pembesian
a. Perakitan tulangan
Untuk perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang
dapat diketahui dari ukuran konstruksi setempat.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan, dengan
memperhitungkan bentuk- bentuk tipe tulangan yang ada pada
konstruksi tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
b. Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk ini tidak terlalu
berat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan
dengan dasar tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah
40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat dari
batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka
dapat langsung melakukan pengecoran.
3. Pekerjaan Pengecoran Beton Fc’ 10 MPa
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir,
kerikil serta air. Dengan peralatan seperti gerobak dorong, peralatan
tukang beton, pompa air dan concrete mixer. Kualitas/mutu beton
tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan
perbandingannya berdasarkan Job Mix formula yang sudah dibuat
terlebih dahulu. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu
dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan
beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil menjadi satu
kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi
menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang
disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu
dan juga dapat mempergunakan ember sebagai ukuran
perbandingan.
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat
dari kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang
adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja
dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm. Mempersiapkan bahan-
bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir, kerikil,
serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
Membuat campuran beton sesuai dengan Formula Campuran Kerja
(Job Mix Formula, JMF).
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam mesin dengan urutan:
pertama masukan pasir, kedua semen portland, ke tiga kerikil/Batu
Pecah dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru kemudian
ditambahkan air secukupnya.
Beton harus dicampur dalam mesin yang dijalankan secara mekanis
dari jenis dan ukuran yang disetujui sehingga dapat menjamin distribusi
yang merata dari seluruh bahan.
Pencampur harus dilengkapi dengan tangki air yang memadai dan alat
ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang
digunakan dalam setiap penakaran.
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama
4-10 menit mesin mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak
spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam tempat yang
sudah di pasangkan Bekisting dan tulangan dengan bantuan alat
sendok spesi centong dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi
sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong dan kerikil/Batu Pecah yang
berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah- celah
tulangan.
Curing beton dilaksanakan setelah beton mulai mengeras dengan
menyiram permukaan beton dengan air.
Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan
harus mencapai kekuatan minimum 90% dari nilai kuat tekan beton rata-
rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton (mix design)
umur 7 hari dan memenuhi persyaratan deviasi standar
JADWAL WAKTU PELAKSANAAN
(TIME SCHEDULE)
KEGIATAN : PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI PRIMER DAN SEKUNDER PADA DAERAH IRIGASI YANG LUASNYA DI BAWAH 1000 Ha DALAM 1 (satu) DAERAH KABUPATEN/KOTA
PEKERJAAN : PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI DI. SUNGAI ABAU
LOKASI : KECAMATAN BATANG LUPAR KABUPATEN KAPUAS HULU
SUMBER DANA : DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
TAHUN ANGGARAN : 2024
WAKTU PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN = 120 HARI KALENDER
PERSENTASE
NO URAIAN PEKERJAAN (%) Bln Ke-1 Bln Ke-2 Bln Ke-3 Bln Ke-4 KETERANGAN
Mgu-1 Mgu-2 Mgu-3 Mgu-4 Mgu-5 Mgu-6 Mgu-7 Mgu-8 Mgu-9 Mgu-10 Mgu-11 Mgu-12 Mgu-13 Mgu-14 Mgu-15 Mgu-16
100
I. PEK. PENDAHULUAN 0,83 0,41 0,41
80
II. PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.2) 4,15 0,21 0,62 1,45 1,04 0,83
60
40
III. PEMBUATAN BANGUNAN FREE INTAKE (BP.PA.3) 4,15 0,21 0,62 1,45 1,04 0,83
20
III. PEKERJAAN PENINGKATAN SALURAN PRIMER 90,88 1,82 4,54 13,63 27,26 27,26 10,91 2,73 1,82 0,91
0
JUMLAH 100,00
RENCANA MINGGUAN 0,41 0,41 0,21 0,83 2,07 2,49 3,68 5,37 13,63 27,26 27,26 10,91 2,73 1,82 0,91 0,00 Garis Rencana
RENCANA KOMULATIF MINGGUAN 0 0,41 0,83 1,03 1,86 3,94 6,43 10,11 15,49 29,12 56,38 83,64 94,55 97,27 99,09 100,00 100,00
JADWAL MOBILISASI PERALATAN
Pekerjaan : Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Abau Penyedia Jasa : -
Lokasi : Kecamatan Batang Lupar No. Kontrak : -
Tahun Anggaran : 2024 Waktu Pelaksanaan : 120 Hari Kalender
BULAN
NO PERALATAN JUMLAH KETERANGAN
SATU DUA TIGA EMPAT
1 CONCRETE MIXER 0.3 M3 2 SET
2 DUMP TRUCK 1 UNIT
3 POMPA AIR/WATER PUMP 1 UNIT
4 GEROBAK DORONG/SORONG 3 UNIT
JADWAL MOBILISASI MATERIAL
Pekerjaan : Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Abau Penyedia Jasa : -
Lokasi : Kecamatan Batang Lupar No. Kontrak : -
Tahun Anggaran : 2024 Waktu Pelaksanaan : 120 Hari Kalender
BULAN
NO MATERIAL KETERANGAN
SATU DUA TIGA EMPAT
1 BATU PECAH 1/2 CM
2 PASIR
3 SEMEN 50 KG
4 PAPAN MAL / RENG
5 BESI TULANGAN
6 LAIN - LAIN
JADWAL MOBILISASI PERSONIL
Pekerjaan : Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sungai Abau Penyedia Jasa : -
Lokasi : Kecamatan Batang Lupar No. Kontrak : -
Tahun Anggaran : 2024 Waktu Pelaksanaan : 120 Hari Kalender
BULAN
NO PERSONIL KETERANGAN
SATU DUA TIGA EMPAT
1 PELAKSANA LAPANGAN
2 PETUGAS K3
3 MANDOR
4 KEPALA TUKANG
5 PEKERJA| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 12 June 2024 | Pengadaan Konstruksi Renovasi Rumah Dinas Kpp Pratama Sintang Tahun Anggaran 2024 | Kementerian Keuangan | Rp 1,801,000,000 |
| 27 May 2024 | Konsolidasi Pembangunan/Rehabilitasi Prasarana Pendidikan Sdn 08 Mantan Kec. Suhaid (Dak) | Kab. Kapuas Hulu | Rp 1,210,322,800 |
| 23 July 2024 | Pembangunan Kantor Desa Senakin Kecamatan Sengah Temila | Kab. Landak | Rp 879,000,000 |
| 21 July 2020 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Sungai Besar | Kab. Kapuas Hulu | Rp 653,129,148 |
| 2 October 2025 | Peningkatan Jalan Dusun Sungai Keli | Kab. Landak | Rp 540,000,000 |
| 16 October 2023 | Renovasi Ruang Aula | Mahkamah Agung | Rp 507,000,000 |
| 12 August 2020 | Peningkatan Ruas Jalan Simp. Gereja - Simp. Lintas Barat Kec. Putussibau Selatan | Kab. Kapuas Hulu | Rp 500,000,000 |
| 19 June 2020 | Peningkatan Ruas Jalan Desa Penai Kec. Silat Hilir | Kab. Kapuas Hulu | Rp 500,000,000 |
| 5 August 2022 | Pembangunan Ruang Kelas Baru Sman 1 Embaloh Hulu | Provinsi Kalimantan Barat | Rp 500,000,000 |
| 3 August 2023 | Preservasi Ruas Jalan Sulang - Simp. Lidau (183) | Kab. Kapuas Hulu | Rp 450,000,000 |