| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016118911441000 | Rp 7,342,175,808 | 93.18 | 94.55 | - | |
| 0013566278009000 | - | - | - | - | |
| 0865408132211000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Syarat Kualifikasi Administrasi/Legalitas sesuai Dokumen Kualifikasi Huruf E, angka 1.b. karena Kualifikasi Usaha SBU AR001 dan SBU RK002 Kecil | |
| 0018023903019000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0018872267331000 | - | - | - | Tidak dapat menunjukkan dokumen asli legalitas perusahaan anggota KSO (PT. Delta Buana Konsultan) | |
| 0010004836093000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0012531083517000 | - | - | - | - | |
| 0013017967016000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman mengerjakan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir (Studi Kelayakan/Master Plan/DED/AMDAL Gedung Rumah Sakit dalam waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir); Nilai total pengalaman perusahaan tidak mencapai ambang batas (Minimal 60) | |
| 0211252770429000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Syarat Kualifikasi Administrasi/Legalitas sesuai Dokumen Kualifikasi Huruf E angka 1.b. karena Kualifikasi Usaha SBU RK001 Menengah | |
| 0012271136805000 | - | - | - | - | |
| 0011185816428000 | - | - | - | - | |
| 0013282173013000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - | |
| 0708751466331000 | - | - | - | - | |
Gradasi Konsultan | 08*9**1****11**0 | - | - | - | - |
| 0012162715441000 | - | - | - | - | |
| 0032351421301000 | - | - | - | - | |
| 0026240051061000 | - | - | - | - | |
| 0015467046012000 | - | - | - | - | |
| 0018021204017000 | - | - | - | - | |
Berdikari Abadi | 00*0**6****14**0 | - | - | - | - |
| 0017539248805000 | - | - | - | - | |
CV Indah Charisma | 08*1**9****02**0 | - | - | - | - |
| 0763882800421000 | - | - | - | - | |
PT Yura Mitra Mandiri | 09*8**2****07**0 | - | - | - | - |
PT Lintas Nusa Baraya | 05*8**9****61**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan,
Detail Engineering Design, AMDAL dan ANDALALIN
RSPTN Universitas Jambi
Tahun Anggaran 2024
A. Maksud dan Tujuan Proyek
a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana
dalam melakukan studi yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses
yang harus dipenuhi dan diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas
Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, Detail Engineering
Design, AMDAL dan ANDALALIN RSPTN Universitas Jambi.
b. Dalam penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan
tanggung-jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai
sesuai spesifikasi dan standar teknis yang tercantum dalam KAK ini
c. Kerangka Acuan Kerja / Pengarahan Penugasan Perencanaan ini memuat masukan,
azas, kriteria dan proses. Masukan ini merupakan petunjuk yang harus dipenuhi
atau diperhatikan dan ditaati bagi Konsultan Kajian Perumahsakitan, Kajian
Lingkungan dan Desain Arsitektur, Struktur, Mekanikal/Elektrikal, dalam
Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, Detail Engineering
Design, AMDAL dan ANDALALIN RSPTN Universitas Jambi selanjutnya
akan diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pekerjaan perencanaan.
d. Tujuannya dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat
melakukan tugasnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan
Pengguna Jasa.
e. Mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan kegiatan usaha dan/atau kegiatan
pembangunan/pengembangan Rumah Sakit terhadap lingkungan.
f. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang terkena dampak
besar dan penting.
g. Mengevaluasi dampak besar dan penting yang ditimbulkan dari usaha
dan/atau kegiatan pembangunan/pengembangan Rumah Sakit
h. Memberikan/merumuskan saran dan masukan dalam pengelolaan dan pemantauan
lingkungan agar usaha dan/atau kegiatan pengoperasian layak untuk dilaksanakan
berdasarkan pendekatan teknologi, ekonomi, kelembagaan dan lingkungan.
Adapun hasil dari studi AMDAL harus mendapat persetujuan lingkungan dari Komisi
Penguji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Kabupaten/Provinsi setempat.
Selain Dokumen AMDAL juga menyusun kelengkapan rekomendasi yang diperlukan
dalam penyusunan studi AMDAL meliputi :
1. Pengurusan Persetujuan Teknis Pembuangan Air Limbah
2. Pengurusan Persetujuan Teknis Tempat Penyimpanan Limbah B3
3. Pengurusan Persetujuan Teknis Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas
(ANDALALIN)
B. NAMA DAN ORGANISASI
1. Nama Institusi : Universitas Jambi
2. Nama Pekerjaan : Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan,
Detail Engineering Design, AMDAL dan ANDALALIN
RSPTN Universitas Jambi
3. Lokasi Satuan Kerja : Kampus Universitas Jambi
Jl. Jambi-Muara Bulian KM. 15, Mendalo Darat, Kec.
Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
4. Sumber Dana : Tahun Anggaran 2025
C. TAHAPAN PEKERJAAN
1. Studi Kelayakan
a. Tahap Persiapan
Penetapan batas wilayah studi :
1) Mempersiapkan metodologi untuk survei dan analisis, yaitu perencanaan
dan penetapan metodologi yang akan dipergunakan dalam pembahasan/
analisis nantinya.
2) Mempersiapkan jadwal pelaksanaan pekerjaan, yaitu ketepatan waktu
pelaksanaan sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan kepada
konsultan serta penetapan keterlibatan tenaga ahli dalam penetapan waktu
tersebut.
3) Mempersiapkan tenaga ahli, yaitu mempersiapkan semua komponen tenaga
ahli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan yang diminta agar terdapat
kesesuaian antara pekerjaan dengan keahliannya.
b. Tahap Pengumpulan Data dan Studi
1) Pengumpulan Data Primer
Data primer adalah data yang dapat diambil/ bersumber langsung dan rumah
sakit.
2) Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dan sumber luar atau tidak
langsung dari rumah sakit.
c. Tahap Studi Literatur
Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis kelayakan pembangunan Rumah
Sakit ditinjau dari aspek peraturan/ kebijakan, standar dan literatur lainnya yang
berhubungan dengan pekerjaan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Rumah
Sakit.
d. Tahap Analisis
1) Analisis Situasi
Merupakan bagian intisari dari Studi Kelayakan yang memuat semua data
dasar termasuk penilaian dan analisis serta asumsi yang digunakan, terdiri
dari :
▪ Data geografi keadaan wilayah
▪ Data demografi
▪ Sosio-ekonomi masyarakat, meliputi antara lain :
✓ Tingkat pendidikan
✓ Tingkat kesadaran untuk kesehatan
✓ Angka ketergantungan
✓ Daya beli masyarakat terhadap jasa pelayanan kesehatan
Hal-hal tersebut sebagai masukan mengenai kebutuhan dan permintaan
masyarakat akan layanan kesehatan yang mencakup ketersediaan fasilitas,
sarana dan sumber daya serta kegiatan layanan lain yang penting bagi
masyarakat dimana Rumah Sakit berada.
2) Analisis kebijakan kota/ kabupaten/ provinsi
3) Analisis data kesehatan
4) Analisis data keadaan lokasi
5) Analisis data kota
6) Analisis terhadap kebutuhan sarana, prasarana dan peralatan medis dan non
medis
7) Analisis terhadap pembiayaan
e. Tahap Penyusunan Kesimpulan Kelayakan dan Rekomendasi
Dari hasil analisis beberapa faktor di atas maka tahap selanjutnya adalah
penyusunan kesimpulan kelayakan dan rekomendasi pembangunan/
pengembangan. Pada tahap ini diambil kesimpulan apakah Rumah Sakit layak
untuk dibangun/ dikembangkan atau tidak, tentunya dengan mempertimbangkan
hasil analisis dan kondisi yang ada
2. Masterplan
a. Tahap Persiapan
Penetapan batas wilayah studi Masterplan Penyusunan Dokumen Revisi Studi
Kelayakan, Master Plan, DED, AMDAL dan ANDALALIN, yaitu :
1) Mempersiapkan metodologi untuk survei dan analisis, yaitu perencanaan
dan penetapan metodologi yang akan dipergunakan dalam pembahasan/
analisis nantinya, termasuk studi sosial ekonomi budaya yang menyangkut
perilaku, perekonomian masyarakat, kebutuhan dan kebiasaan serta
keinginan masyarakat pengguna jasa layanan rumah sakit.
2) Mempersiapkan jadwal pelaksanaan pekerjaan, yaitu ketepatan waktu
pelaksanaan sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan kepada
konsultan serta penetapan keterlibatan tenaga ahli dalam penetapan waktu
tersebut.
3) Mempersiapkan tenaga ahli, yaitu mempersiapkan semua komponen tenaga
ahli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan yang diminta agar terdapat
kesesuaian antara pekerjaan dengan keahliannya.
b. Tahap Pengumpulan Data dan Studi
1) Pengumpulan Data Primer
Data primer adalah data yang dapat diambil/ bersumber langsung dan rumah
sakit.
2) Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dan sumber luar atau tidak
langsung dari rumah sakit.
c. Tahap Studi Literatur
Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis program pengembangan Penyusunan
Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, DED, AMDAL dan ANDALALIN
ditinjau dari aspek peraturan/ kebijakan, standar dan literatur lainnya yang
berhubungan dengan pekerjaan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master
Plan, DED, AMDAL dan ANDALALIN.
d. Tahap Analisis
1) Analisis Situasi
Analisis Situasi merupakan bagian intisari dari Masterplan yang memuat semua
data dasar termasuk penilaian dan analisis serta asumsi yang digunakan yang
antara lain terdiri dari :
▪ Data geografi keadaan wilayah
▪ Data demografi
▪ Sosio-ekonomi masyarakat, meliputi :
✓ Tingkat pendidikan
✓ Tingkat kesadaran untuk kesehatan
✓ Angka ketergantungan
✓ Pendapatan daerah dan daya beli masyarakat terhadap jasa pelayanan
kesehatan
Hal-hal tersebut sebagai masukan mengenai kebutuhan dan permintaan
masyarakat akan layanan kesehatan yang mencakup ketersediaan fasilitas,
sarana dan sumber daya serta kegiatan layanan lain yang penting bagi
masyarakat dimana Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan,
DED, AMDAL dan ANDALALIN berada.
2) Analisis kebijakan kota/ kabupaten/ provinsi
3) Analisis data kesehatan
4) Analisis data keadaan lokasi
5) Analisis data kota
6) Analisis terhadap kebutuhan sarana, prasarana dan peralatan medis dan non
medis
7) Analisis terhadap pembiayaan
e. Tahap Penyusunan Master Program dan Program Fungsi
Merupakan tahap penyusunan program utama pengembangan rumah sakit untuk
jangka waktu tertentu yang tertuang dalam master program. Selanjutnya dari
beberapa program pengembangan yang sudah disusun, dirinci atau didetailkan dalam
bentuk kegiatan-kegiatan per unit/instalasi/bagian dalam rumah sakit. Rincian detail
tersebut tertuang dalam program fungsi.
f. Tahap Penyusunan Arsitektur
Merupakan tahap pembahasan pengembangan fungsi ruang/ desain blok (blockplan)
dengan mengacu pada master program dan program fungsi, perspektif dan rencana
pentahapan pembangunannya.
g. Tahap Penyusunan Mekanikal Elektrikal
Merupakan pembahasan terhadap daya dukung operasional rumah sakit sehingga
kegiatan rumah sakit dapat berjalan lancar, antara lain meliputi pengelolaan air
bersih/ air kotor, sumber daya energi listrik, gas medis dan limbah.
h. Estimasi Biaya dan Pentahapan
Estimasi biaya dan pentahapan merupakan perkiraan biaya pembangunan dan
pentahapan pelaksanaan pembangunan baik berdasarkan skala prioritas pelayanan
rumah sakit atau berdasarkan ketersediaan anggaran.
3. Detail Engineering Design (DED)
a. Tahap penyusunan konsep perencana/ persiapan mencakup :
▪ Survey pengumpulan data dan informasi lapangan, data penyelidikan tanah,
keterangan rencana kota, dll
▪ Interpretasi terhadap KAK mencakup tanggapan dan pemahaman konsultan
terhadap KAK, organisasi, jumlah dan kualifikasi tenaga ahli perencana, metoda
pelaksanaan, apresiasi inovasi serta program kerja perencanaan.
▪ Konsepsi skematik perencanaan termasuk program ruang, besaran ruang,
hubungan ruang, zoning dan skesta gagasan.
▪ Studi literatur mencakup standar teknis yang digunakan serta peraturan yang
terkait dalam perencanaan bangunan gedung.
b. Tahap penyusunan rencana teknis / pra rencana mencakup:
▪ Membuat rencana tapak
▪ Membuat pra rencana bangunan (denah, tampak dan potongan)
▪ Membuat perkiraan biaya secara garis besar
▪ Pengurusan perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota / advis
planning, keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan, dan IMB
pendahuluan dari pemerintah daerah setempat.
▪ Melakukan presentasi / pembahasan pada saat penyerahan hasil laporan
c. Tahap penyusunan rencana pengembangan antara lain membuat:
▪ Membuat pengembangan dari disain pra rencana keseluruhan (gambar
rencana arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal)
▪ Menyiapkan sistem konstruksi / struktur bangunan, sistem instalasi teknis
(mekanikal elektrikal) beserta uraian konsep dan perhitungannya
▪ Menyusun perkiraan / estimasi rencana anggaran biaya
▪ Melakukan presentasi / pembahasan pada saat penyerahan hasil laporan
d. Tahap penyusunan rencana detail antara lain :
▪ Membuat gambar detail perencanaan mencakup gambar arsitektur, struktur,
mekanikal, elektrikal sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui
▪ Menyusun uraian detail rencana arsitektur, struktur dan utilitas lengkap
dengan uraian konsep dan perhitungannya
▪ Menyusun dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
▪ Menyusun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB)
▪ Melakukan presentasi / pembahasan pada saat penyerahan hasil laporan
e. Tahap pelelangan antara lain:
▪ Membantu PPTK di dalam penyusunan dokumen pelelangan (dokumen
pelaksanaan) dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan
pelaksananaan pelelangan.
▪ Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan termasuk
menyusun berita acara penjelasan pekerjaan, evaluasi penawaran, menyusun
kembali dokumen pelelangan, dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila
terjadi lelang ulang.
f. Tahap pengawasan berkala antara lain :
▪ Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
▪ Memberikan penjelasan terhadap persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan konstruksi.
▪ Memberikan saran pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan
▪ Membuat laporan akhir pengawasan berkala
▪ Menyusun buku petunjuk penggunaan, pemeliharaan dan perawatan bangunan
termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan bangunan
sesuai dengan spesifikasi teknis dan desain untuk tujukan pelaksanaan ”building
inspection”.
4. AMDAL
a. Kajian Literatur
Kajian literatur dilakukan untuk mendapatkan gambaran teoretis dan praktis yang
lebih jelas mengenai segala hal yang berkaitan dengan studi Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan, terutama yang berkaitan dengan rencana kegiatan
pengembangan Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, DED,
AMDAL dan ANDALALIN.
b. Penyusunan Dokumen Kerangka Acuan (KA) ANDAL
Penyusunan Dokumen Kerangka Acuan (KA) ANDAL berdasarkan pemahaman
terhadap kondisi lingkungan kawasan proyek, hasil identifikasi komponen dampak
dengan memperhatikan hasil konsultasi publik.
c. Survei dan Pengumpulan Data
Sasaran yang diharapkan dari tahapan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan
gambaran mengenai kondisi objektif yang ada berkaitan dengan kondisi fisik kimia,
kondisi hidrogeologi, kondisi bentang alam, kondisi biologi, dan juga kondisi
masyarakat di sekitar kawasan dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu pengumpulan
data dilakukan melalui instansi yang terkait ataupun observasi ataupun pengamatan
langsung di lapangan.
d. Analisis Data dan Interpretasi
Setelah survei dan pengumpulan data dilakukan, maka dilanjutkan dengan proses
kompilasi dan analisis data, lalu diteruskan dengan interpretasi data. Sebelumnya,
kompilasi dilakukan dengan cara melakukan validasi agar data yang digunakan
dalam analisis benar-benar representatif. Selanjutnya, kajian dan analisis dilakukan
berdasarkan data yang dikompilasi sebelumnya. Tujuan dari pelaksanaan tahapan
kajian dan analisis ini adalah untuk mendapatkan parameter-parameter dasar yang
dibutuhkan bagi identifikasi masalah lingkungan.
e. Penyusunan Dokumen ANDAL serta RKL dan RPL
Pada penyusunan Dokumen ANDAL dilakukan terhadap dampak lingkungan yang
diperkirakan terjadi dan dilanjutkan dengan evaluasi dampak lingkungan untuk
menetapkan dampak besar dan penting. Sedangkan pada penyusunan Dokumen RKL
RPL dilakukan analisis terhadap upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mitigasi
dampak yang lingkup analisis terhadap upaya-upaya pemanfaatan lingkungan untuk
mengevaluasi efektivitas rencana pengelolaan lingkungan.
5. ANDALALIN
a. Tahap Pemantapan Metodologi
Pada tahapan ini yang dilakukan adalah merencanakan secara lebih detail tahap-tahap
pelaksanaan kegiatan berikutnya untuk mengefisienkan penggunaan waktu dan
sumber daya serta menetapkan metode dan analisis yang digunakan untuk
mengevaluasi dan menentukan solusi terhadap permasalahan kemacetan lalu lintas
yang terjadi khususnya pada jam-jam puncak.
b. Tahap Pengumpulan Data
Pada tahap pengumpulan data, konsultan melaksanakan proses pengumpulan data
sekunder termasuk pemanfaatan terhadap data-data yang telah dikumpulkan dalam
studi-studi sejenis.
1) Pengumpulan Data Sekunder
Data-data yang dikumpulkan dalam tahap ini berupa identifikasi terhadap dua
masalah pokok, yaitu:
▪ data jaringan jalan dan tata guna lahan yang sudah ada saat ini (eksisting)
▪ data rancang bangun (master plan)
Data jaringan jalan dan tata guna lahan yang perlu diketahui mencakup kelas,
peruntukan, dan kewenangan jalan serta pengaturan persimpangan di sekitar
lokasi Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, DED, AMDAL
dan ANDALALIN. Data rancang bangun (master plan) yang perlu diketahui
sebagai bahan pertimbangan pada tahap pekerjaan antara lain mencakup data
lokasi pembangunan, luasan lahan, luasan bangunan dan peruntukannya serta
pengaturan akses keluar masuk.
2) Pengumpulan Data Primer
Untuk mendukung data-data sekunder yang telah diperoleh dan untuk
mendapatkan gambaran mengenai kondisi pelayanan ruas jalan dan
persimpangan di sekitar lokasi pembangunan, pengumpulan data primer
dilakukan secara langsung dengan tujuan memperoleh informasi penting
berkaitan dengan kinerja lalu lintas eksisting. Sebelum survei primer, terlebih
dahulu dilakukan tahap persiapan survei yang intinya mendayagunakan sumber
daya perolehan informasi sekunder bagi kematangan pelaksanaan survei primer.
Pada tahap ini segala informasi yang berkaitan dengan masalah lapangan pada
wilayah kajian diramu dengan peta-peta serta teori idealisasi sasaran analisis dan
diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk formulir survei, rencana kerja survei,
organisasi lapangan dan peta-peta detail.
c. Tahap Analisis
Analisis yang dilakukan mencakup analisis demand, yaitu analisis terhadap
permintaan jaringan jalan yang berasal dari bangkitan di sekitar kawasan
Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan, Master Plan, DED, AMDAL dan
ANDALALIN, dan analisis supply, yaitu analisis terhadap kondisi jaringan jalan
eksisting. Identifikasi kawasan studi dalam hal karakteristik lalu lintas, tata guna
lahan dan zona yang memengaruhi kinerja jaringan jalan merupakan langkah pertama
yang dilakukan dalam analisis studi ini. Untuk analisis demand, yang penting untuk
dilihat adalah potensi bangkitan dan tarikan yang memengaruhi kinerja jalan kawasan
studi.
d. Tahap Rekomendasi dan Saran
Tahap ini merupakan tahap akhir dari studi yang dilaksanakan. Diharapkan
rekomendasi yang dihasilkan dapat digunakan/dimanfaatkan sebagai pegangan untuk
perencanaan penanganan masalah lalu lintas di Penyusunan Dokumen Studi
Kelayakan, Master Plan, DED, AMDAL dan ANDALALIN.
Jambi, 18 Nopember 2024
Pejabat Pembuat Komitmen,
M. Yusuf, S.H.
NIP 197201012007011001