| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016118911441000 | Rp 2,183,034,891 | 95.05 | 96.07 | - | |
| 0013566278009000 | Rp 2,222,164,500 | 94.12 | 94.94 | - | |
| 0018023903019000 | - | 77.69 | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas (Passing Grade) nilai Total | |
| 0013282173013000 | - | - | - | Tidak hadir pada pembuktian kualifikasi tanpa keterangan | |
| 0316100940013000 | - | - | - | Nilai kualifikasi dibawah ambang batas minimal yang dipersyaratkan; Tidak memiiki SBU AR102 Jasa Desain Arsitektural atau AR001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non Hunian | |
| 0015883549821000 | - | - | - | - | |
| 0018872267331000 | - | - | - | "Tidak lulus ambang batas sub unsur" untuk c. Pengalaman pekerjaan sejenis tertinggi (Perencanaan Konstruksi Gedung Hunian & Non Hunian) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS | |
| 0010004836093000 | - | - | - | - | |
| 0016384356061000 | - | - | - | - | |
| 0012271136805000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Sub Unsur Pengalaman pekerjaan sejenis tertinggi (Perencanaan Konstruksi Gedung Hunian & Non Hunian) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS dan Tidak memenuhi nilai Ambang Total dari Kualifikasi (Minimal Ambang Batas 70) | |
Agrinas Pangan Nusantara (Persero) | 00*0**6****93**0 | - | 81.75 | - | Skor Teknis yang diperoleh sebesar 81,75, namun skor sub unsur Proposal Teknis nilai yang diperoleh 20,00 di bawah nilai Ambang Batas Sub Unsur yang dipersyaratkan yaitu 28,00 |
CV Isam Studio Konsultan | 04*7**6****28**0 | - | - | - | - |
| 0012531083517000 | - | - | - | - | |
| 0013325873017000 | - | 72.9 | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas (Passing Grade) nilai Total | |
| 0013095203062000 | - | 68.79 | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas (Passing Grade) nilai Total | |
Arihta Teknik Persada Jakarta | 0732031778002001 | - | - | - | Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi: SBU AR001 Kualifikasi Besar dan SBU RK 001 Kualifikasi Menengah, sedangkan Paket ini Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi: Kualifikasi Besar, 1. AR 102 Jasa Desain Arsitektural atau AR 001 Jasa Arsitektural Bangunan Gedung Hunian dan Non Hunian dan 2. RE 102 Jasa Desain Rekayasa untuk Konstruksi Pondasi serta Struktur Bangunan atau RK 001 Jasa Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung Hunian dan Non Hunian |
| 0011185816428000 | - | - | - | - | |
| 0013751763017000 | - | - | - | Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi Kualifikasi Kecil sementara yang dibutuhkan adalah kualifikasi Besar | |
| 0013017967016000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi tanpa pemberitahuan | |
| 0016683377008000 | - | - | - | - | |
PT Alien Desain Nusantara | 06*7**4****17**0 | - | - | - | Tidak memenuhi ambang batas sub unsur 1. Pengalaman Pekerjaan sejenis tertinggi (Perencanaan Konstruksi Gedung Hunian & Non Hunian) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS karena pekerjaan tersebut masih berlangsung sehingga tidak dihitung sebagai pengalaman 2. Jumlah pengalaman mengerjakan pekerjaan sejenis (Perencanaan Konstruksi Gedung Hunian & Non Hunian) masih kurang |
Gagas Rancang Aksata | 05*5**1****18**0 | - | - | - | - |
Berdikari Abadi | 00*0**6****14**0 | - | - | - | - |
PT Yura Mitra Mandiri | 09*8**2****07**0 | - | - | - | - |
| 0026240051061000 | - | - | - | - | |
| 0018021204017000 | - | - | - | - | |
| 0807755970528000 | - | - | - | - | |
CV Angkasa Pratama Konstruksi | 03*8**8****31**0 | - | - | - | - |
| 0010000123093000 | - | - | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - | - | - |
| 0312631898075000 | - | - | - | - | |
| 0023021165621000 | - | - | - | - | |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0415608280541000 | - | - | - | - | |
| 0020298709101000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN KONSTRUKSI FISIK PEMUGARAN GEDUNG GNI
TAHUN 2024
A. Gambaran Umum
Kompleks gedung GNI memiliki beberapa gedung bersejarah yang dibangun
berdasarkan kebutuhan dari pemiliknya. Pertama, gedung yang difungsikan sebagai
rumah tinggal serta sarana pendukungnya. Kedua, gedung yang difungsikan sebagai
sarana pendidikan (sekolah). Gedung A dan gedung serbaguna adalah gedung awal
yang dibangun dan difungsikan sebagai rumah tinggal serta sarana pendukungnya.
Sedangkan gedung B dan C merupakan gedung yang dibangun setelahnya, yaitu ketika
fungsi dari kompleks gedung ini telah beralih.
Pada tanggal 8 Mei 1998, kompleks gedung ini kemudian difungsikan sebagai Galeri
Nasional Indonesia (GNI) yang sebelumnya telah difungsikan sebagai Gedung
Pameran Seni Rupa Departeman Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1987. GNI
merupakan lembaga kebudayaan yang secara garis besar memiliki dua fungsi, yaitu
sebagai pusat perkembangan seni rupa nasional dan museum seni rupa. Sebagai pusat
perkembangan seni rupa nasional, GNI menjadi parameter dari perkembangan seni rupa
Indonesia.
Selain itu, GNI kini telah menjadi salah satu destinasi pariwisata ini terlihat dari jumlah
kunjungan yang menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung tiap tahunnya, dari data
tahun 2013 pengunjung yang datang ke GNI mencapai 65.804 orang dan di tahun 2016
naik signifikan diangka 257.309 orang (Mahendra, 2017). Fungsi lain GNI adalah
sebagai museum seni rupa yang menyimpan koleksi karya Maestro seni rupa Indonesia
maupun internasional.
Dengan jumlah kunjungan yang semakin meningkat tentu saja diperlukan ruangan yang
cukup representatif agar koleksi yang dimiliki oleh GNI bisa dinikmati oleh
pengunjung.
Galeri Nasional Indonesia (GNI) yang memerlukan adaptasi ulang dengan kemajuan
era mendatang yang tidak lain yaitu sebuah teknologi bersama Internet of Things (IoT)
yang akan meningkat pesat sekian waktu. Penerapan atau adaptasi ulang tersebut akan
ditinjau lebih jauh dalam segi interior ruang. Sebab, interior ruang dapat meningkatkan
daya tarik masyarakat terhadap situasi wilayah ruang publik tersebut. Hal itu pula yang
dapat mempermudah saluran informasi yang akan berguna untuk kualitas hidup
masyarakat. Semakin nyaman seseorang berada di suatu tempat, semakin mudah
masyarakat memperkaya kualitas hidup mereka.
B. Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup pekerjaan Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Galeri Nasional
Indonesia meliputi
1. Penyusunan konsepsi perancangan;
2. Penyusunan pengembangan rancangan:
3. Penyusunan rencana detail;
4. Penyusunan rencana teknis;
5. Penyusunan rancangan konseptual Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi;
6. Penyusunan konsep lini masa (time line) pelaksanaan konstruksi.
C. Keluaran
Keluaran dari kegiatan ini sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut:
1. Laporan Pendahuluan
Laporan ini terdiri dari kajian wilayah perencanaan, kajian kebijakan, metodologi,
struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kegiatan yang dilengkapi
dengan desain survey.
2. Laporan Antara
Laporan ini memuat berupa Laporan Hasil Survey dan Pengembangan Rancangan,
meliputi:
- Survei penyelidikan tanah;
- Pengukuran lahan perencanaan;
3. Laporan Tahap Pengembangan
4. Laporan Tahap Rancangan Gambar Detail dan 3D:
- Gambar Cetak Biru /Blue Print
- RKS Teknis/ Spesifikasi Teknis
- Bill of Quantity
- Rencana Anggaran Biaya
5. Laporan Akhir
Laporan terdiri dari Laporan perencanaan yang meliputi Laporan Hasil Survey,
Pengembagan Rancangan dan Rancangan Detail
6. Dokumen Tender:
- Standar Bidding/Tender
- Gambar Cetak Biru /Blue Print
- RKS Teknis/Spesifikasi Teknis
- Bill of Quantity
- Rencana Anggaran Biaya