SPESIFIKASI TEKNIS
PENGADAAN LANGSUNG JASA KONSTRUKSI
PEMELIHARAAN RUANG MAKAN KANTOR GURU TENAGA
KEPENDIDIKAN PROVINSI GORONTALO
T.A. 2025
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KANTOR GURU TENAGA KEPENDIDIKAN (KGTK)
PROVINSI GORONTALO
TAHUN ANGGARAN 2025
SPESIFIKASI TEKNIS
I. UMUM
Pemeliharaan bangunan milik negara merupakan aspek krusial dalam pengelolaan aset negara
yang berkelanjutan. Pemeliharaan Ruang Makan Kantor Guru Tenaga Kependidikan Provinsi
Gorontalo sebagai aset negara, memerlukan pemeliharaan yang terencana dan sistematis untuk
memastikan keberlangsungan fungsi, keamanan, kenyamanan, dan nilai ekonomisnya.
Seiring berjalannya waktu, setiap bangunan akan mengalami penurunan kualitas fisik akibat
berbagai faktor, seperti: 1) Usia Bangunan: Material bangunan memiliki batas usia pakai, dan seiring
bertambahnya usia, terjadi degradasi alami yang dapat mengurangi kekuatan dan integritas struktural; 2)
Faktor Lingkungan: Iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan kelembaban udara yang fluktuatif di
Gorontalo dapat mempercepat kerusakan pada elemen bangunan seperti atap, dinding, dan pondasi.
Paparan sinar matahari langsung juga dapat menyebabkan degradasi warna dan material; 3)
Penggunaan dan Beban: Aktivitas sehari-hari penghuni, meskipun wajar, akan memberikan beban dan
gesekan pada komponen bangunan seperti lantai, pintu, jendela, dan instalasi sanitasi; 4) Bencana Alam:
Meskipun tidak dapat diprediksi, risiko bencana alam seperti gempa bumi atau angin kencang dapat
menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan; 5) Kurangnya Perawatan Preventif: Tanpa
pemeliharaan rutin, masalah kecil dapat berkembang menjadi kerusakan besar yang memerlukan biaya
perbaikan jauh lebih tinggi.
Pemeliharaan Ruang Makan Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo memiliki beberapa tujuan
utama:
1) Menjamin Keberlangsungan Fungsi: Memastikan rumah dinas tetap dapat digunakan sesuai
fungsinya sebagai tempat tinggal yang layak dan representatif bagi tamu atau Masyarakat
pengguna Ruang Makan Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo.
2) Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Penghuni: Memastikan struktur bangunan aman dari risiko
keruntuhan atau bahaya lainnya, serta menyediakan lingkungan yang nyaman.
3) Mempertahankan Nilai Aset Negara: Dengan pemeliharaan yang baik, nilai aset properti negara
dapat dipertahankan bahkan meningkat, sehingga tidak terjadi penyusutan nilai yang signifikan.
4) Efisiensi Anggaran: Pemeliharaan rutin bersifat preventif akan mencegah kerusakan parah yang
memerlukan biaya perbaikan besar dan mendadak, sehingga anggaran dapat dialokasikan lebih
efisien.
Pemeliharaan Ruang Makan Kantor Guru Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo mencakup
berbagai aspek, antara lain:
1) Arsitektural: Pemeliharaan dinding,Pemeliharaan Penutup Atap, plafon, lantai, pintu, jendela, dan
pengecatan untuk menjaga estetika dan fungsionalitas.
Dengan demikian ini, dapat disimpulkan bahwa Pemeliharaan Ruang Makan Kantor Guru Tenaga
Kependidikan Provinsi Gorontalo bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi investasi jangka panjang untuk
keberlangsungan dan optimalisasi aset negara.
II. METODE PELAKSANAAN
1. Pekerjaan Pendahuluan/Persiapan
a. Papan nama proyek
1) Papan nama proyek ini dipasang sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan dan ditempatkan
pada lokasi yang mudah dilihat atau sesuai dengan petunjuk PPK
2) Ukuran Papan Nama Proyek adalah 60 x 80 cm
3) Redaksi Papan Nama agar dibuat sebagai berikut: Nama Paket/Pekerjaan, Nilai Kontrak,
Nomor Kontrak, Masa Kontrak, Sumber Dana dan Nama Kontraktor Pelaksana.
b. Pekerjaan Pembongkaran
1) Pekerjaan Pembongkaran Penutup Atap
2) Pekerjaan Pembongkaran Plafon
c. Biaya RKK
Biaya Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) adalah komponen biaya yang dialokasikan
untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja selama pelaksanaan proyek
konstruksi. Biaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan dokumen RKK,
pengadaan alat pelindung diri (APD), pelatihan, hingga pengawasan dan pengendalian risiko
keselamatan.
d. Administrasi, dokumentasi dan pelaporan
Membuat laporan progress Harian dan Laporan Akhir untuk mengetahui
kemajuan/keterlambatan progres pelaksanaan pekerjaan.
2. Pekerjaan Tanah
semua aktivitas yang berhubungan dengan pengolahan tanah di lokasi proyek. Tujuannya bisa
untuk persiapan lahan, pondasi bangunan, saluran drainase, atau struktur lainnya
3. Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan pondasi adalah salah satu bagian paling penting dalam konstruksi bangunan
karena berfungsi menyalurkan beban bangunan ke tanah secara aman dan stabil. Kesalahan
pada tahap ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada struktur bangunan.
4. Pekerjaan Beton Bertulang
4.1 Mutu Beton
1) Mutu beton minimum: K-225 (f’c = 18.7 MPa)
2) Beton bisa dicampur di lokasi (site mix) atau menggunakan ready mix dari batching plant
bersertifikat.
3) Untuk elemen khusus, mutu beton disesuaikan dengan perencanaan struktur
4.2 Material
4.1. Semen
1. Jenis: Portland Cement (OPC) sesuai SNI 2049
2. Merek: Tiga Roda, Holcim, SCG, atau setara
4.2. Agregat
1. Pasir: Bersih, tidak mengandung lumpur >5%, bebas dari zat organik
2. Kerikil/Split: Ukuran 1–2 cm, keras, tajam, tidak pecah
3. Air: Bersih, tawar, bebas minyak dan bahan kimia berbahaya
4.3. Tulangan
1. Besi polos mutu standar untuk beugel/sengkang
2. Besi ulir sesuai spesifikasi untuk tulangan utama
3. Semua besi bebas karat, disimpan di tempat kering dan tidak bersentuhan langsung dengan
tanah
4.4 Bekisting
1. Terbuat dari multipleks atau papan kayu kuat, lurus, tidak melengkung, dan tidak bocor
2. Diperkuat agar tidak berubah bentuk selama pengecoran
3. Harus diberi minyak cetakan agar mudah dibuka
4. Dilepas setelah beton mencapai kekuatan awal:
a) Sisi vertikal: min. 1 hari
b) Pelat bawah dan balok: min. 7–14 hari (tergantung ukuran & beban)
4.5 Perakitan dan Pemasangan Tulangan
1. Dilakukan sesuai gambar rencana struktur
2. Disambung dengan kawat bendrat minimal Ø 1 mm
3. Disediakan jarak tulangan terhadap bekisting (cover):
a) Pelat: min. 2 cm
b) Balok: min. 2,5 cm
c) Kolom: min. 3 cm
4. Menggunakan spacer dan bar support untuk menjaga posisi besi
4.6 Pengecoran Beton
1) Dilakukan bertahap, kontinu, dan tidak boleh terputus di tengah pengecoran elemen
2) Pemadatan menggunakan vibrator untuk menghindari rongga/pori udara
3) Jarak jatuh beton tidak boleh melebihi 1,5 meter
4) Waktu pengecoran beton setelah pencampuran tidak boleh lebih dari 60 menit
5. Pekerjaan Dinding
5.1. Ruang Lingkup
Pekerjaan ini meliputi pemasangan pasangan dinding (bata merah atau bata ringan), kolom
praktis, balok latei, serta plesteran dan acian pada seluruh bagian dinding sesuai gambar kerja dan
spesifikasi teknis.
5.2. Pemasangan Dinding
1) Dinding dipasang sesuai gambar kerja, menggunakan waterpass dan benang ukur agar lurus
dan rata
2) Setiap 1 meter tinggi dinding diberi waktu pengerasan sebelum dilanjutkan
3) Dinding dipasang dengan tebal nat horizontal dan vertikal ±1–1,5 cm
4) Ketinggian maksimum pasangan per hari: ±1,2 meter
5.3. Plesteran Dinding
1) Campuran: 1 semen : 3 pasir
2) Ketebalan: ±1,5–2 cm
3) Harus rata, halus, tidak retak, dan tidak mengelupas
4) Plesteran dilakukan setelah dinding cukup kering (min. 3 hari)
5.4. Acian Dinding
1) Campuran semen dan air atau semen putih (jika finishing halus)
2) Ketebalan ±2–3 mm
3) Dilakukan setelah plesteran benar-benar kering
4) Dinding harus dibasahi sebelum acian agar tidak cepat kering
6. Pekerjaan Pintu, Jendela, dan Ventilasi
6.1. Ruang Lingkup
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan pemasangan seluruh pintu, jendela, dan ventilasi
termasuk kusen, daun, kaca, aksesoris (handle, engsel, slot), serta perapihan akhir sesuai gambar
kerja dan spesifikasi teknis.
6.2. Bahan dan Spesifikasi
a. Kusen
1) Bahan: Kayu keras oven (meranti, kamper, mahoni) atau aluminium anodized / powder
coating
2) Ukuran: Minimal 5/7 cm atau sesuai gambar
3) Syarat:
a) Kering, bebas cacat, lurus
b) Kayu diberi obat anti rayap dan jamur
c) Aluminium menggunakan sistem knock-down / sambungan rapat
b. Daun Pintu
1) Pintu utama: Kayu solid atau engineering wood panel, tebal min. 3,5 cm
2) Pintu kamar: Kayu panel/engineering wood hollow core
3) Pintu kamar mandi: PVC tahan air atau aluminium dengan panel UPVC
4) Pintu servis: Multipleks dilapis HPL atau triplek lapis cat
c. Jendela
1) Kusen: Kayu atau aluminium
2) Daun: Kayu dengan sistem buka swing atau aluminium dengan kaca
3) Kaca: Kaca polos 5 mm, bisa diganti kaca es untuk privasi
d. Ventilasi
1) Dapat berupa:
a) Lubang angin (roster beton, keramik, atau kaca blok)
b) Ventilasi atas daun jendela (fixed atau bukaan)
2) Luas ventilasi minimum: 5% dari luas ruang
6.3. Aksesoris dan Perlengkapan
1) Engsel: Stainless steel minimal 3" (3 buah per daun)
2) Slot & handle: Material baja tahan karat atau kuningan
3) Stopper pintu, door closer (jika diperlukan)
4) Semua kelengkapan harus berfungsi sempurna dan tahan lama
6.4. Metode Pelaksanaan
1) Kusen dipasang lebih dahulu, harus lurus, tegak, dan rata
2) Pemasangan menggunakan paku angkur / dynabolt dan semen mortar
3) Setelah pasangan dinding selesai dan kering, baru dipasang daun pintu/jendela
4) Daun pintu/jendela digantung pada engsel dan disesuaikan agar membuka dan menutup
dengan lancar
5) Kaca dipasang menggunakan karet list dan sealant kaca jika diperlukan
6.5. Finishing
1) Kayu: Dicat duco / melamik / politur (minimal 2 lapis)
2) Aluminium: Finishing powder coating atau anodized tidak perlu cat ulang
3) Kaca: Dapat dilapisi sticker sandblast untuk privasi (opsional)
4) Semua sambungan dan tepi diperiksa agar tidak ada celah udara atau air
6.6. Pemeriksaan & Pengujian
1) Periksa kelurusan kusen dan daun
2) Cek bukaan pintu dan jendela agar tidak macet
3) Semua engsel dan handle terpasang kokoh
4) Ventilasi tidak boleh tertutup, harus fungsional
7. Pekerjaan Penutup Dinding dan Lantai
Pekerjaan ini mencakup pemasangan penutup permukaan akhir pada lantai dan dinding bagian dalam
maupun luar bangunan, termasuk keramik, tegel, plin lantai, keramik dinding, dan aksesorinya, sesuai
gambar rencana dan spesifikasi teknis.
7.1 Jenis Material
1) Keramik lantai: Ukuran minimal 40 x 40 cm, kualitas KW1
a. Merek: Roman, Platinum, Milan, Asia Tile, atau setara
b. Motif dan warna: Sesuai desain arsitek
2) Tegel, granit tile, vinyl, atau homogeneous tile dapat digunakan sesuai fungsi ruang
7.2 Pelaksanaan
1) Permukaan dasar (lantai kerja) harus rata dan bersih sebelum dipasang penutup lantai
2) Menggunakan semen instan atau campuran 1 semen : 2 pasir halus
3) Nat antar keramik ±2–3 mm, diisi dengan grout (nat keramik) warna senada
4) Kemiringan di ruang basah minimal 1–2% ke arah floor drain
8. Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan ini meliputi penyediaan material dan pelaksanaan instalasi sistem kelistrikan meliputi:
kabel, pipa conduit, saklar, stopkontak, lampu, MCB, grounding, dan seluruh kelengkapan lainnya
sesuai gambar instalasi listrik dan kapasitas daya yang direncanakan.
8.14 Metode Pelaksanaan
1) Pekerjaan dimulai setelah dinding diplester
2) Semua kabel ditarik dalam pipa, tidak boleh terbuka
3) Sambungan kabel hanya di dalam kotak sambungan (junction box)
4) Penomoran panel sesuai distribusi sirkuit
5) Semua koneksi menggunakan terminal atau isolasi bakar (heat shrink)
8.4. Metode Pelaksanaan
1) Pekerjaan dimulai setelah dinding diplester
2) Semua kabel ditarik dalam pipa, tidak boleh terbuka
3) Sambungan kabel hanya di dalam kotak sambungan (junction box)
4) Penomoran panel sesuai distribusi sirkuit
5) Semua koneksi menggunakan terminal atau isolasi bakar (heat shrink)
9. Pekerjaan Plafond
9.1 Ruang Lingkup
Pekerjaan ini mencakup pemasangan rangka dan penutup plafond, termasuk
pemasangan lis plafond, pengecatan, serta perapihan sesuai dengan gambar kerja dan desain
interior.
9.2 Metode Pelaksanaan
1) Pekerjaan dimulai setelah seluruh struktur atap atau lantai atas selesai
2) Rangka dipasang terlebih dahulu dengan dowel atau dynabolt ke dinding/struktur
3) Panel gypsum/PVC/GRC dipasang menggunakan sekrup gypsum
4) Sambungan gypsum ditutup dengan tape joint compound
5) Sudut dan sambungan harus rapi, rata, dan halus sebelum pengecatan
10. Pekerjaan Pengecatan
10.1 Persiapan Area Kerja:
a) Pindahkan semua furnitur, perabotan, dan dekorasi dari area yang akan dicat. Jika tidak bisa
dipindahkan, geser ke tengah ruangan dan tutupi dengan terpal tebal atau plastik drop cloth.
b) Tutupi lantai dengan terpal atau koran untuk melindungi dari tetesan cat.
c) Lindungi list plin, bingkai jendela/pintu, sakelar, dan stopkontak dengan masking tape untuk
mencegah cat menempel pada area yang tidak diinginkan.
1) Penyediaan Alat: Siapkan alat yang dibutuhkan: kuas (berbagai ukuran), roller, bak cat, amplas
(berbagai tingkat kehalusan), kape/scrab, lap bersih, ember, deterjen ringan, tangga, dan APD
(masker, sarung tangan, kacamata pengaman).
2) Persiapan Permukaan Dinding (Kunci Sukses Pengecatan)
Tahap ini adalah yang paling penting untuk mendapatkan hasil pengecatan yang baik dan tahan
lama.
a) Pembersihan Dinding:
1) Bersihkan seluruh permukaan dinding dari debu, kotoran, sarang laba-laba, atau noda
menggunakan sikat kering atau kemoceng.
2) Jika ada noda membandel atau jamur, bersihkan dengan lap basah yang telah diberi
sedikit deterjen ringan atau cairan pembersih jamur khusus. Bilas dengan air bersih dan
biarkan dinding benar-benar kering sebelum melanjutkan.
b) Aplikasi Cat Dasar (Primer/Sealer):
1) Aplikasikan satu lapis cat dasar (primer atau sealer) secara merata ke seluruh permukaan
dinding.
2) Biarkan cat dasar mengering sempurna sesuai instruksi pabrikan sebelum melanjutkan
ke pengecatan akhir.
3) Pelaksanaan Pengecatan
a) Pengadukan Cat: Aduk cat hingga merata di dalam kaleng. Jika perlu, encerkan cat dengan
sedikit air bersih (sesuai petunjuk pabrikan) untuk mencapai konsistensi yang tepat. Tuang cat ke
dalam bak cat.
b) Pengecatan Sudut dan Tepi (Cutting):
1) Gunakan kuas kecil atau sedang untuk mengecat area sudut, tepi dinding, sekitar bingkai
jendela/pintu, dan di sekitar area yang tertutup masking tape. Ini disebut teknik cutting.
2) Lakukan cutting dengan hati-hati untuk mendapatkan garis yang rapi.
c) Pengecatan Permukaan Luas (Menggunakan Roller):
1) Gunakan roller untuk mengecat permukaan dinding yang luas.
2) Celupkan roller ke dalam bak cat, pastikan cat merata pada roller.
3) Mulai pengecatan dari bagian atas dinding, gerakkan roller dalam pola "W" atau "M"
untuk mendistribusikan cat, lalu ratakan dengan gerakan vertikal dari atas ke bawah secara
tumpang tindih.
4) Pastikan lapisan cat merata dan tidak ada bagian yang terlalu tebal atau terlalu tipis.
d) Aplikasi Lapisan Kedua (dan Selanjutnya):
1) Biarkan lapisan cat pertama mengering sempurna sesuai waktu yang direkomendasikan
pabrikan (biasanya 2-4 jam).
2) Setelah kering, aplikasikan lapisan cat kedua dengan metode yang sama. Lapisan kedua
akan memberikan warna yang lebih solid, merata, dan tampilan akhir yang lebih baik.
3) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan ketiga untuk warna yang lebih gelap atau untuk
mendapatkan coverage yang sempurna
11. Perkerjaan Sanitair
11.1 Ruang Lingkup
Pekerjaan ini meliputi pemasangan jaringan pipa air bersih dan pipa pembuangan (air kotor
dan limbah), perlengkapan sanitair (closet, wastafel, shower, kran), serta sambungan ke tangki air
dan septic tank, sesuai gambar instalasi dan spesifikasi teknis.
11.2 Metode Pelaksanaan
1) Pengukuran titik saniter sesuai gambar kerja
2) Pemasangan pipa tertanam di lantai/dinding sebelum finishing
3) Pengujian tekanan air sebelum pipa ditutup plester/keramik
4) Instalasi perlengkapan sanitair setelah finishing selesai
5) Tes fungsi dan kebocoran seluruh sistem
12. Pekerjaan Sapitank
12.1 Ruang Lingkup
Pekerjaan ini mencakup pembangunan tangki septik (septic tank) dan sumur resapan,
termasuk pekerjaan galian, pasangan dinding, pengecoran, pemasangan pipa inlet-outlet, serta
penutupan kembali dengan tanah urug dan finishing penutup (cover).
12.2 Metode Pelaksanaan
1) Galian tanah sesuai ukuran rencana + cadangan ruang kerja
2) Cor lantai dasar septic tank dan sumur resapan
3) Pemasangan pasangan dinding dan sekat ruang
4) Pemasangan pipa inlet, outlet, dan vent
5) Uji kedap dan pengaliran air
6) Penutupan dan pengecoran cover
7) Penimbunan tanah kembali dan perataan
12.3 Ketentuan Teknis Tambahan
1) Lokasi septic tank minimal 10 m dari sumber air bersih
2) Ventilasi harus dipasang agar gas tidak tertahan
3) Tidak boleh bocor ke tanah untuk mencegah pencemaran
4) Penutup harus mudah dibuka untuk proses penyedotan berkala
13. Pekerjaan Lainnya
13.1 Ruang Lingkup
Pekerjaan lainnya mencakup seluruh pekerjaan penunjang dan pelengkap yang tidak tercakup dalam
item sebelumnya namun dibutuhkan agar bangunan berfungsi dengan baik, nyaman, dan estetis.
Pekerjaan ini termasuk namun tidak terbatas pada:
III. SPESIFIKASI PERALATAN UTAMA DAN PERALATAN BANGUNAN KONSTRUKSI
A. PERALATAN UTAMA
No. Jenis Peralatan Kapasitas Jumlah Keterangan
1. Bor Listrik Minimal 350 Watt 1 Bh
2. Alat Bantu Pertukangan - Set
B. PERALATAN PENUNJANG
No. Jenis Peralatan Jumlah
1. Hand Meter 1 Bh
2. Palu Tukang 1 Bh
3. Gergaji Kayu 1 Bh
IV. SPESIFIKASI PERSONIL MANAJERIAL DAN TENAGA KERJA
Sertifikat
Jabatan Kerja Pengalaman Jumlah
No. Kompetensi Kerja Keterangan
Konstruksi (Tahun) (Orang)
(SKK)
A. Personil Manajerial
1. Pelaksana Jenjang 4/5/6 1
B. Tenaga Kerja
1. Pekerja - 2
2. Tukang Cat - 2
3. Tukang Plafond - 2
4. Kapal Tukang - 2
5. Mandor - 1
IV. SPESIFIKASI MATERIAL
RAMAH
No. Uraian Pekerjaan Jenis Bahan/Material TKDN/PDN SNI Ket.
LINGKUNGAN
1. Pekerjaan Persiapan Papan Nama (Cetakan ☑️ ☑️ ☑️
Spanduk)
2. Pekrejaan Pembongkaran ☑️ ☑️ ☑️
☑️ ☑️ ☑️
3 Biaya RKK Alat Pelindung Diri ☑️ ☑️ ☑️
4 Pekerjaan Tanah Galian Tanah ☑️ ☑️ ☑️
5 Pekerjaan Pondasi Batu Belah ☑️ ☑️ ☑️
Pasir Urug ☑️ ☑️ ☑️
6 Pekerjaan Beton Bertulang Batu Belah ☑️ ☑️ ☑️
Semen Portland ☑️ ☑️ ☑️
Pasir Beton ☑️ ☑️ ☑️
Kerikil ☑️ ☑️ ☑️
Air ☑️ ☑️ ☑️
7 Pekerjaan Dinding Bata Merah ☑️ ☑️ ☑️
Semen Portland ☑️ ☑️ ☑️
Pasir Pasang ☑️ ☑️ ☑️
8 Pekerjaan Pintu, Jendela, Kayu ☑️ ☑️ ☑️
dan Ventilasi
9 Pekerjaan Keramik Penutup Keramik Lantai ☑️ ☑️ ☑️
Dinding dan Lantai
Semen Portland ☑️ ☑️ ☑️
Semen Warna ☑️ ☑️ ☑️
Pasir Pasang ☑️ ☑️ ☑️
10 Pekerjaan Instalasi Listrik Lampu LED 20 watt ☑️ ☑️ ☑️
Fitting dan aksesoris ☑️ ☑️ ☑️
11 Pekerjaan Sanitasi Kloset jongkok ☑️ ☑️ ☑️
Pasangan Bata ☑️ ☑️ ☑️
12 Pengecatan Dinding Exterior Cat Dasar ☑️ ☑️ ☑️
Cat Finishing ☑️ ☑️ ☑️
13 Pekerjaan Plafon Langit-langit Gypsum ☑️ ☑️ ☑️
9mm
RAMAH
No. Uraian Pekerjaan Jenis Bahan/Material TKDN/PDN SNI Ket.
LINGKUNGAN
Rangka hollow ☑️ ☑️ ☑️
List Langit-langit Gypsum ☑️ ☑️ ☑️
14 Pekerjaan Lainnya Watafel + Kaca ☑️ ☑️ ☑️
Meja
Pek. Pemasangan ACP ☑️ ☑️ ☑️
Interior Motif Kayu EX
Alcotuff WD93 ☑️ ☑️ ☑️
V. SPESIFIKASI WAKTU
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi selama 60 enam puluh) hari kalender dan masa
pemeliharaan pekerjaan konstruksi selama 90 (sembilan puluh) hari kalender.
VI. SPESIFIKASI TAHAPAN/PROSES KEGIATAN
1. Pekerjaan Pendahuluan/Persiapan
2. Biaya RKK
3. Pekerjaan Pembongkaran
4. Pekerjaan Tanah
5. Pekerjaan Fondasi
6. Pekerjaan Beton Bertulang
7. Pekerjaan Dinding
8. Pekerjaan keramik penutup dinding dan lantai
9. Pekerjaan Pintu & Jendela
10. Pekerjaan Instalasi Listrik
11. Pekerjaan Plafon
12. Pekerjaan Pengecetan
13. Pekerjaan Sanitasi
14. Pekerjaan Lainnya
VII. Kualifikasi Penyedia
Kualifikasi Penyedia sebagai berikut:
- Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih berlaku
a. Kualifikasi Usaha: Kecil.
b. Subklasifikasi Layanan: Konstruksi Gedung Perkantoran (BG002) sesuai dengan Permen
PUPR Nomor 6 Tahun 2021 atau Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Multi.
Gorontalo, Juli 2025
YULLIAN BAU
NIP. 198007082008022001