| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016446734007000 | Rp 8,110,326,000 | 91.6 | 94.12 | - | |
| 0708820691428000 | - | - | - | - | |
| 0021606967013000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 16 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 56 | |
| 0805022373541000 | - | - | - | - | |
Cipta Artha Paramarta | 09*8**2****17**0 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai total ambang batas Kualifikasi Teknis (ambang batas 30) |
| 0023140650009000 | - | - | - | - | |
| 0834343915453000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 0 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 40 | |
| 0964114557043000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 16 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 56 | |
| 0015725617061000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 12 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 52 | |
| 0311837009429000 | - | - | - | - | |
PT Adhikari Inovasi Indonesia | 07*5**9****45**0 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 0 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 40 |
| 0027792530423000 | - | - | - | - | |
PT Cycent Inovasi Kaizen | 06*8**4****07**0 | - | - | - | - |
| 0017439274046000 | - | - | - | - | |
| 0311953442424000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 16 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 56 | |
| 0720539857517000 | - | - | - | - | |
| 0013628110015000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 12 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 52 | |
| 0317505063002000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai total ambang batas Kualifikasi Teknis (ambang batas 30) | |
| 0023331325424000 | - | - | - | - | |
PT Ragdalion Revolusi Industri | 09*1**4****13**0 | - | - | - | - |
| 0032720674063000 | - | - | - | Nilai Unsur Pengalaman Perusahaan = 12 (tidak lulus karena ambang batas 20), Nilai Unsur Sumber Daya Manusia = 40 (ambang batas 10) total nilai 52 | |
PT Zarata Digital Teknologi | 09*3**5****02**0 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai total ambang batas Kualifikasi Teknis (ambang batas 30) |
| 0016921314073000 | - | - | - | - | |
| 0740829163608000 | - | - | - | - | |
| 0316698257002000 | - | - | - | - | |
PT Indo Solusi Lestari | 08*4**7****14**0 | - | - | - | - |
PT Xcidic Teknologi Indonesia | 09*2**1****67**0 | - | - | - | - |
| 0029309234013000 | - | - | - | - | |
| 0013569033015000 | - | - | - | - | |
CV Creative Support System | 06*8**6****08**0 | - | - | - | - |
| 0033443086011000 | - | - | - | - | |
PT Sadasa Akademi | 04*1**7****41**0 | - | - | - | - |
| 0022444483421000 | - | - | - | - | |
PT Kalpika Loka Persada | 08*0**7****13**0 | - | - | - | - |
PT Walden Global Services | 00*7**6****22**0 | - | - | - | - |
| 0029296340061000 | - | - | - | - | |
| 0823568662615000 | - | - | - | - | |
| 0810241711424000 | - | - | - | - | |
| 0722298627005000 | - | - | - | - | |
CV Cahaya Rembulan Purnama | 06*9**4****01**0 | - | - | - | - |
| 0032006371076000 | - | - | - | - |
Pengadaan Pengembangan
Kerangka
Aplikasi SAKTI Berbasis
Acuan
Microservices Tahun
Kerja
Anggaran 2024
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Disiapkan oleh
Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan
Disetujui oleh
PPK Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan
KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN
Pengadaan Pengembangan Aplikasi SAKTI Berbasis Microservices
Tahun Anggaran 2024
Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Keuangan
Unit Eselon I/II : Direktorat Jenderal Perbendaharaan / Direktorat Sistem
Informasi dan Teknologi Perbendaharaan
Program : (WA) Program Dukungan Manajemen
Rincian Output : (4725.FAB.005) Software Hardware SPAN SAKTI dan MPN
Volume Keluaran : 1
Satuan Ukuran Keluaran : Paket
A. Dasar Hukum
Dasar Hukum yang mendasari Program dan Kegiatan adalah
Undang-undang nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, terutama
pasal 8 dan pasal 30, dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara, terutama pasal 2,8 dan 51 yang diwujudkan melalui
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK.01/2022 tentang Tata Kelola
Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Kementerian Keuangan.
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12
Tahun 2021;
Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12
Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Melalui Penyedia;
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 972/KMK.01/2019 tentang Infrastruktur
Teknologi dan Informasi di Lingkungan Kementerian Keuangan;
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 942/KMK.01/2019 tentang Pengelolaan
Keamanan Informasi di Lingkungan Kementerian Keuangan;
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 577/KMK.01/2019 tentang Manajemen
Risiko di Lingkungan Kementerian Keuangan.
B. Latar Belakang
Untuk mendukung pelaksanaan tugas di bidang perencanaan dan pelaksanaan
anggaran, serta dalam ux`sahanya untuk menyediakan Laporan Keuangan yang
akurat dan akuntabel di tingkat Satker, Kementerian Keuangan, cq. Ditjen
Perbendaharaan, telah mengembangkan aplikasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat
Instansi (SAKTI) dan Aplikasi Pendukungnya. Proses pengembangannya telah dimulai
sejak tahun 2011 dan penggunaannya sudah dimulai sejak tahun 2018 melalui proses
Piloting yang dilanjutkan dengan beberapa tahapan Rollout. Saat ini SAKTI telah
diterapkan secara penuh pada seluruh Kementerian/Lembaga, dengan total jumlah
Satker sekitar 24.000, dengan jumlah total pengguna SAKTI saat ini sudah mencapai
lebih dari 100.000 pengguna.
Dalam perjalanannya Aplikasi SAKTI sudah beberapa kali mengalami proses
penyempurnaan dan peningkatan, baik dalam rangka memperbaiki cacat yang masih
ditemukan maupun penambahan fitur-fitur atau fungsi-fungsi baru sesuai dengan
masukan masukan yang diterima selama proses rollout. Pada saat awal
pengembangan aplikasi SAKTI dirancang berbasis Desktop Stand-alone dengan
pertimbangan pada saat itu infrastruktur baik perangkat keras komputer maupun
jaringan yang ada pada Satker - Satker di Kementerian/Lembaga sangat terbatas.
Dengan perkembangan Teknologi Informasi dimana ketersediaan infrastruktur
perangkat keras dan jaringan komunikasi yang semakin baik, aplikasi SAKTI
kemudian dikembangkan dari yang semula berbasis Desktop Stand-alone ke Client-
Server dan kemudian ke arsitektur berbasis Web.
Aplikasi SAKTI yang saat ini sudah digunakan oleh seluruh Satker pada seluruh
kementerian dan Lembaga (K/L) sudah berbasis web, dimana aplikasi berjalan secara
terpusat pada environment berbasis Cloud on Premise. Aplikasi berjalan pada
infrastruktur yang ada di kantor pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan,
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tidak ada lagi komponen aplikasi yang
harus dipasang di PC atau Laptop pengguna, seperti pada arsitektur Desktop Stand-
Alone dan Client- Server yang digunakan sebelumnya. Dengan demikian
permasalahan-permasalahan yang ditengarai akan dihadapi pada implementasi
aplikasi berbasis desktop atau Client Server, terutama yang berkaitan dengan adanya
komponen komponen User Interface (menu, form, dsb) yang harus di install pada
desktop masing-masing pengguna (SAKTI Client), bisa teratasi. Masalah-masalah
seperti Distribusi komponen aplikasi SAKTI Client ke pengguna, dukungan baik pada
saat maupun pasca implementasi, keamanan Jaringan/Akses Aplikasi, dan
kecepatan deployment aplikasi, bisa teratasi dengan menggunakan aplikasi Sakti
versi Web tersebut.
Tantangan berikutnya yang dihadapi dalam penerapan aplikasi SAKTI yang saat
ini sudah digunakan oleh seluruh Satker yang ada pada seluruh Kementerian
dan Lembaga adalah bagaimana bisa menjaga kestabilan aplikasi, meminimalkan
gangguan- gangguan yang mungkin terjadi, menyelesaikan insiden-insiden yang
terjadi dengan cepat serta melakukan perubahan -perubahan yang dibutuhkan dengan
cepat. Hal ini sangat krusial mengingat aplikasi sudah digunakan secara nasional,
sehingga adanya insiden atau perubahan yang menyebabkan terganggunya layanan
akses terhadap aplikasi dampaknya akan sangat luas. Hal tersebut semakin krusial
lagi mengingat aplikasi SAKTI saat ini masih menggunakan arsitektur Monolithic,
yaitu arsitektur di mana semua komponen yang membentuknya tidak terpisah secara
independen satu sama lainnya. Walaupun arsitektur aplikasi Sakti saat ini sudah dibagi
kedalam 3 layer, yaitu Frontend, Middleware dan Backend, namun masing-masing
layer aplikasi tersebut masih bersifat Monolithic. Dari sisi fungsional, walaupun aplikasi
Sakti saat ini sudah terbagi kedalam 10 modul, namun masing-masing modul tersebut
juga tidak berdiri sendiri tetapi di build (dibentuk) menjadi satu kesatuan.
Dengan aplikasi yang masih monolithic tersebut jaminan untuk bisa menjaga
kestabilan aplikasi, menyelesaikan insiden dan perubahan dengan cepat akan sulit
dicapai, antara lain karena:
1. Dari sisi Resource Infra dan SDM
a) Topologi saat ini mengharuskan developer aplikasi memiliki pengetahuan
lebih kompleks (fuse dan Backend).
b) Sistem tidak mampu melakukan scaleup secara otomatis dikarenakan
besarnya image aplikasi SAKTI. Saat ini fuse up membutuhkan waktu 8 Menit.
Untuk dapat menjalan autoscale sistem harus dapat hidup maksimal 1 menit
(Best Practice 15 Detik).
c) Dalam menangani insiden ataupun Change Request, Business/System
Analyst dan Team Development harus memahami komponen aplikasi
secara keseluruhan. Kompleksitas aplikasi akan semakin besar seiring
dengan masih terus berkembangnya aplikasi. Jumlah Change Request di
tahun 2022 dan 2023 adalah 847 CR.
d) Skalabilitas/Pengalokasian resources harus secara keseluruhan tidak bisa
dipilih spesifik komponen yang memang memerlukan alokasi khusus
terutama untuk fungsi-fungsi dengan skala beban tinggi saat periode
tertentu misalnya saat pelaporan periodik sehingga cenderung
menghabiskan banyak resources.
2. Dari sisi Fungsional Proses Bisnis
a) Bila terjadi masalah di satu titik menyebabkan keseluruhan aplikasi jadi
terganggu (Cascade kegagalan).
b) Perubahan sekecil apapun baik dalam rangka memperbaiki cacat (Insiden)
maupun dalam rangka penambahan fitur baru (Change Request)
berdampak pada aplikasi secara keseluruhan.
c) Respon terhadap kebutuhan yang mendesak sulit dilakukan dalam waktu
cepat karena aplikasi semakin membesar sehingga perbaikan, build dan
deployment butuh waktu yang lebih Panjang. Untuk build Front-end saja saat
ini membutuhkan waktu 3-4 jam.
d) Penanganan insiden yang terjadi menjadi lebih rumit dan memakan waktu
relatif lebih lama. Dari catatan insiden yang terjadi di tahun 2023, 68% dari
total insiden 475 yang dilaporkan penyelesaiannya memakan waktu lebih
dari 6 hari.
Beberapa catatan lainnya yang menjadi pertimbangan perubahan topologi pada aplikasi
sakti adalah:
Aplikasi Sakti cukup besar dan kompleks dan jumlah penggunanya juga cukup besar.
Saat ini diperkirakan jumlah penggunanya SAKTI sudah mencapai di atas 100,000 user
dengan jumlah concurrent user berkisar antara 20,000 – 40,000 user. Dikhawatirkan,
dikarenakan saat ini arsitektur aplikasi Sakti masih bersifat Monolithic, performance aplikasi
akan menjadi masalah seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna SAKTI. Walaupun
dari sisi infrastruktur, MoF sudah mengantisipasinya yaitu dengan menerapkan konsep
Platform as a Service (PaaS) menggunakan produk Openshift Container Platform (OCP),
namun yang tetap menjadi kekhawatiran adalah seberapa besar infrastruktur yang diperlukan
untuk menjaga agar kinerja aplikasi tetap berjalan dalam batas toleransi yang diinginkan.
Implementasi OCP hanya menyelesaikan masalah terkait scalability dan availability saja.
Implementasi OCP tidak akan optimum kalau aplikasi Sakti masih bersifat Monolithic.
Aplikasi Sakti cukup besar dan kompleks, mencakup seluruh siklus pengelolaan
keuangan pemerintah dari mulai perencanaan sampai dengan pelaporan. Terdiri dari 10
modul yang terintegrasi satu dengan yang lainnya menjadi satu kesatuan atau Monolithic.
Hal tersebut menjadikan aplikasi rawan terhadap terjadinya insiden baik yang
disebabkan adanya cacat aplikasi maupun disebabkan kesalahan operasional. Disisi
lain penanganan insiden yang terjadi menjadi lebih rumit dan memakan waktu relatif lebih
lama. Dari catatan insiden yang terjadi tahun ini, 75% dari total insiden yang dilaporkan
penyelesaiannya memakan waktu lebih dari 5 hari.
Selain itu, dari sisi fungsionalitas, aplikasi Sakti sangat tergantung kepada
peraturan pemerintah yang secara natural sering berubah sesuai dengan kebijakan-
kebijakan yang diambil. Kemungkinan terjadinya perubahan proses bisnis yang
implikasinya perubahan terhadap fungsionalitas aplikasi sangat besar. Indikasinya bisa dilihat
dari jumlah Change Request yang masuk di tahun 2022, yaitu sebanyak 400 lebih dan di
tahun 2023 sampai Agustus ini sudah mencapai hampir 410. Ini berarti jumlah Change
Request per-bulan mencapai lebih dari 34.
Hal ini juga akan menjadi kendala untuk aplikasi dengan arsitektur Monolithic seperti
Sakti. Karena aplikasinya merupakan kesatuan dari komponen-komponen aplikasi yang
tidak berdiri sendiri, perubahan pada satu komponen akan berdampak pada aplikasi
secara keseluruhan, sekecil apapun itu perubahannya. Begitu juga kalau ada masalah di satu
komponen akan berpengaruh pada aplikasi secara keseluruhan. Ini akan sangat berisiko
untuk aplikasi seperti Sakti dengan jumlah pengguna yang selain jumlahnya besar juga
sebaran penggunanya lebar. Untuk mengatasi hal tersebut diatas, Kementerian
Keuangan, cq. Ditjen Perbendaharaan berencana untuk memigrasikan aplikasi Sakti
dari Monolithic ke Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB, yaitu ke arsitektur yang
membagi layanan-layanan yang ada menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga
penanganan insiden maupun perubahan-perubahan yang diperlukan dapat dilaksanakan
dengan lebih cepat, yang pada akhirnya aplikasi Sakti bisa berjalan lebih stabil.
Direktorat SITP adalah unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal
Perbendaharaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memastikan
penerapan aplikasi SAKTI berjalan dengan baik. Direktorat SITP menyadari bahwa saat ini
sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan memadai baik untuk melakukan migrasi
aplikasi Sakti saat ini ke arsitektur berbasis Microservices belum mencukupi. Sebagai solusi
sementara sebelum staf Kemenkeu/Direktorat SITP mampu mengelola, mengoperasikan,
meningkatkan, dan memperbaiki SAKTI dengan kapasitas sendiri, diperlukan jasa pihak
ketiga yang berpengalaman untuk membantu mengerjakan migrasi aplikasi Sakti dari
monolithic ke microservices.
C. Maksud dan Tujuan
Maksud dari pengadaan kegiatan ini adalah untuk melaksanakan migrasi aplikasi
Sakti dari yang semula berbasis monolithic menjadi berbasis Microservices, Micro Front-
end dan Micro-DB. Dengan beralih ke Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB
diharapkan :
1. Dari sisi Fungsional Proses Bisnis
a) Bila terjadi masalah di satu titik tidak menyebabkan keseluruhan aplikasi jadi
terganggu (Cascade kegagalan).
b) Penyempurnaan Insiden maupun penambahan fitur baru (Change Request)
tidak berdampak pada aplikasi secara keseluruhan.
c) Respon terhadap kebutuhan yang mendesak dapat dilakukan dalam waktu
cepat karena aplikasi akan dipecah menjadi sistem yang kecil-kecil.
d) Penanganan insiden lebih mudah dengan waktu relatif lebih cepat.
2. Dari sisi Resource SDM dan Infrastruktur
a) Perubahan desain ke microservice akan memudahkan developer aplikasi sakti
dalam kewajiban untuk memiliki pengetahuan development sistem.
b) Sistem mampu melakukan scaleup secara otomatis dengan target
autoscale sistem dapat hidup maksimal 1 menit.
c) Dalam menangani insiden ataupun Change Request, Business/System
Analyst dan Team Development harus memahami komponen aplikasi lebih
sederhana.
d) Skalabilitas/Pengalokasian resources dapat dipilih secara spesifik sesuai
dengan komponen yang memang memerlukan alokasi khusus terutama
pada fungsi-fungsi dengan skala beban tinggi pada periode tertentu
misalnya saat pelaporan periodik sehingga akan menghemat resources
infrastruktur yang tersedia.
D. Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran dari kegiatan Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB sakti tahun
2024 adalah:
a. Termigrasinya frontend aplikasi sakti menjadi micro frontend.
b. Termigrasinya fuse dan backend aplikasi sakti menjadi microservice.
c. Termigrasinya DB sakti menjadi microdb.
d. Penggunaan versioning teknologi sakti sesuai dengan versioning termutakhir.
e. Terjaganya kestabilan operasional aplikasi Sakti saat melakukan migrasi
Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB.
f. Tersedianya SDM SITP yang siap mendukung aplikasi Sakti berbasis Microservices,
Micro Front-end dan Micro-DB.
E. Ruang Lingkup Pekerjaan
Penyedia jasa harus menyediakan tim Konsultan yang setiap hari kerja wajib hadir
untuk bekerjasama dengan tim Counterpart SAKTI dari Direktorat Sistem Informasi dan
Teknologi Perbendaharaan, Ditjen Perbendaharaan untuk melaksanakan kegiatan migrasi
aplikasi Sakti dari monolithic ke Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB, yang secara
garis besar akan meliputi:
a. Membuat rancangan arsitektur microservices lebih rinci dari aplikasi Sakti, mencakup
arsitektur untuk micro front-end (User Interface) , microservices (back-end) dan micro-
DB untuk database.
b. Menentukan strategi atau pendekatan yang akan digunakan dalam migrasi aplikasi
Sakti dengan mengacu pada best practice dan kondisi khusus pada lingkungan
operasional sistem aplikasi dan database SAKTI secara umum.
c. Strategi yang dipilih memenuhi beberapa kriteria seperti:
1. Refactor dapat meminimalisir efek perubahan karena tujuannya adalah
memodernisasi arsitektur bukan mengubah proses (changing the structure not
the behavior).
2. Dapat memanage versioning secara tertata dan terarah karena disamping
migrasi perubahan versi OPSU juga harus dapat beriringan.
d. Dengan pertimbangan desain arsitektur yang diterapkan pada SAKTI saat ini, yaitu
Frontend, Middleware dan Backend, pada setiap layer perlu dilakukan evaluasi dan
disesuaikan dengan standar ataupun best practice penerapan dalam lingkungan
microservices baik secara arsitektur, teknologi, framework maupun spesifik pada
design pattern dan bahasa pemrograman yang akan diterapkan sehingga menjamin
kualitas hasil secara umum.
e. Menentukan/mengidentifikasi komponen-komponen aplikasi Sakti yang akan dipecah
ke dalam services-services yang akan berdiri sendiri (splitting, decomposing).
f. Decompose modul-modul besar SAKTI pada suatu level yang dapat diterima sebagai
bentuk microservices dari aspek-aspek standar seperti focus, single responsibility serta
dapat diterapkan secara otonom. Dimana hal ini juga akan menentukan tujuan-tujuan
positif yang dapat dicapai sesuai standar microservices, diantaranya fault tolerance,
deployment flexibility termasuk dalam hal scalability.
g. Melakukan development/pengembangan atas services-services yang sudah
ditentukan sebelumnya, melalui pemrograman ulang (re-write) atau metode lain
menggunakan tools (teknologi, framework, bahasa pemrograman) yang sudah
disepakati.
h. Melakukan perkiraan hal-hal yang menjadi faktor-faktor resiko dan cara melakukan
mitigasinya baik saat development, test maupun saat memasuki tahap implementasi
piloting.
i. Menyiapkan pemilihan-pemilihan teknologi terkait tools yang dibutuhkan secara umum
dalam penerapan lingkungan microservices. Membuat pembuktiannya dan
menerapkannya secara langsung.
j. Melakukan pengujian (UT, Integration Test, UAT dsb) atas aplikasi hasil migrasi
sehingga siap untuk diimplementasikan dalam tahap piloting.
k. Membuat dokumentasi teknis dan petunjuk buat pengguna (User Manual).
F. Desain Sistem SAKTI
1. Modul-Modul Aplikasi SAKTI
Fungsionalitas dari aplikasi tergambar dari modul-modul yang ada pada aplikasi SAKTI,
yaitu seperti pada gambar berikut:
Secara garis besar SAKTI terdiri dari modul-modul untuk menjalankan fungsi-fungsi
utama aplikasi (core functionalities) sebagai berikut:
a. Modul Administrasi, berfungsi untuk mengelola dan mengontrol aspek
operasional dan konfigurasi di sistem. Fungsinya mencakup manajemen
pengguna, kontrol akses, dan memantau aktivitas pengguna.
b. Modul Aset Tetap, bertujuan untuk mengelola transaksi keuangan terkait
dengan aset tetap. Fungsinya mencakup pencatatan dan pengakuntansian
penambahan, perubahan, dan penghapusan Barang Milik Negara, termasuk
konstruksi dalam proses pengerjaan, dan juga mencakup perhitungan
penyusutannya.
c. Modul Bendahara, bagian integral dari Modul Pelaksanaan Anggaran yang
secara khusus memfokuskan pada penatausahaan penerimaan dan
pengeluaran negara di level Bendahara.
d. Modul GL Pelaporan, bagian dari sistem akuntansi dan pelaporan yang
berfungsi mencatat secara sistematis semua aktivitas keuangan.
e. Modul Komitmen, berfungsi untuk mencatat informasi perikatan atau kontrak
dalam konteks pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN). Modul ini mendukung pengelolaan data pagu, perencanaan kas, dan
referensi yang diperlukan dalam proses pembayaran.
f. Manajemen Pembayaran, komponen sistem yang mengelola pemrosesan
Resume Tagihan (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) sebagai
persiapan untuk pengajuan pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
g. Manajemen Penganggaran, bagian dari sistem yang menangani proses dari
Penyusunan Rencana Kerja Anggaran hingga pembuatan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran. Ini mencakup tahapan perencanaan penyerapan
anggaran dan penerimaan selama satu periode tahun anggaran.
h. Manajemen Persediaan, bagian khusus dari Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat
Instansi (SAKTI) yang difokuskan pada manajemen barang persediaan di
tingkat satuan kerja (UAKPB) dan satuan kerja pembantu (UAPKPB).
i. Modul Piutang, berperan utama dalam mencatat dan mengelola piutang serta
pendapatan, menyediakan informasi referensi akun keuangan.
Termasuk dalam fungsi utama terdapat beberapa komponen atau sub modul yang
secara langsung untuk mendukung fungsi utama:
a. Pelaporan, bertujuan untuk memfasilitasi pembuatan dan penyajian laporan
keuangan atau informasi terkait secara sistematis dan terstruktur. Ini mencakup
berbagai jenis laporan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan keuangan
lainnya.
b. TTE (Tanda Tangan Elektronik), fiturnya berfungsi untuk meningkatkan efisiensi
dan kecepatan proses persetujuan dan validasi.
c. Doc, bertujuan untuk manajemen dan pengelolaan dokumen secara elektronik.
Ini melibatkan penyimpanan, pencarian, dan pengelolaan berbagai jenis
dokumen, seperti faktur, kontrak, dan surat-menyurat lainnya. Fungsi utama
sub modul ini adalah mempermudah akses, kolaborasi, dan pengaturan
dokumen dalam suatu sistem terpusat.
d. Scheduler, berfokus pada penjadwalan dan pengelolaan waktu. Ini dapat
mencakup jadwal pembayaran, tugas rutin, atau pengingat penting lainnya
2. Ruang Lingkup Aplikasi SAKTI
Aplikasi SAKTI sebagai suatu sistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan
tuntutan tertentu, memiliki ruang lingkup yang mencakup berbagai aspek dan modul-
modul utama yang memberikan struktur serta fungsi kritis dalam pelaksanaan aplikasi
ini. Berikut adalah rincian ruang lingkup aplikasi SAKTI :
Modul Sub Modul
1. Anggaran (ANG) Kontrol Pagu
Rincian Belanja Satker
POK
Renkas Harian & Renkas Mingguan
Pagu per PPK
AFP
Penerimaan/Pendapatan
Rencana Penerimaan/Pendapatan
Informasi BLU
KPJM
PHLN
Validasi Data Belanja
Data Pegawai
ADK & Pelaporan
Utility
2. Komitmen (KOM) Supplier
Kontrak
BAST
BAST Non Kontraktual
Import Supplier
BAST Hibah
3. Bendahara (BEN) Pengelolaan UP
Pengelolaan TUP
Pengelolaan UPKP
Pengelolaan LS Bendahara
Pengembalian Belanja
Penerimaan
Pengelolaan Dana Hibah
Pengelolaan RPL
4. Pembayaran (SPM) RUH SPP
Validasi SPP
Approve SPM
5. GL & Pelaporan (GLP) Migrasi Data Saldo Awal
Proses Data Jurnal
Validasi Data Jurnal
Posting Jurnal
Tutup Buku
Mencetak Laporan
Membuat/Menerima ADK
Likuidasi
6. Persediaan (PER) Referensi Persediaan
Migrasi
Transaksi
Pelaporan
7. Aset Tetap (AST) Memelihara Referensi
Memproses Transaksi
Melakukan Pencatatan
Monitoring
Mencetak Laporan
Likuidasi
Melakukan Tutup Buku
Melakukan Migrasi dari e-Rekon
Konsesi Jasa Mitra
8. Admin (ADM) Internal Modul Admin
Modul Anggaran
Modul Komitmen
Modul Bendahara
Modul Pembayaran
Modul GLP
Modul Persediaan
Modul Aset
9. Piutang (ARE) Referensi Debitur
Pencatatan Ulang
Transaksi Pembayaran/Settlement
Koreksi
Transfer
Mencetak Laporan
Likuidasi
Piutang Bagian Lancar
3. Arsitektur Aplikasi SAKTI
Arsitektur SAKTI secara umum dengan komponen utama (core) yaitu aplikasi yang
dijalankan pada container platform serta database. Bagian-bagian (layer) aplikasi terdiri
dari:
1. Layer akses pengguna secara online dengan melalui browser
2. Layer aplikasi frontend
3. Layer aplikasi backend dengan sub layer: Facade, DAO dan Domain Model
Tinjauan secara lebih lengkap arsitektur SAKTI saat ini dapat dilihat dari berbagai
aspek teknis dengan komponen-komponen didalamnya dapat digambarkan sebagai
berikut:
Keterangan:
Diagram diatas menggambarkan arsitektur SAKTI saat ini secara lebih lengkap dengan
klasifikasi berdasarkan komponen-komponen aplikasi yang terdiri dari:
1. Aplikasi utama (core) yang menjalankan 8 (delapan) modul-modul utama
sebagaimana dijelaskan pada diagram sebelumnya, berjalan pada platform
container berbasis Openshift Container Platform (OCP) yang terdiri dari layer-
layer:
a. Frontend
b. Middleware
i. Integration/Messaging
ii. Queueing
c. Backend
2. Aplikasi-aplikasi pendukung yang telah menerapkan arsitektur microservices
dijalankan pada platform OCP diantaranya:
a. Microscheduler
b. Micro TTE
c. Micro Doc
d. Micro Jasper Sync dan Async
3. Database yakni terdiri dari database data-data aplikasi dan data-data template
pelaporan, saat ini masih menerapkan database tunggal untuk keseluruhan
fungsi atau modul.
4. Aplikasi non-core yaitu untuk integrasi data dengan aplikasi eksternal (3rd
party) dengan koneksi H2H.
4. Identifikasi Komponen-komponen Aplikasi
Berikut adalah rangkuman jumlah komponen (menu frontend, service Fuse, facade
backend) tiap lapisan (layer) dan tiap modul pada versi saat ini:
Masing-masing merupakan antarmuka interaksi antar layer dimana dengan kuantisasi
ini dapat digunakan sebagai dasar estimasi untuk mengukur beban kerja saat
dilakukan migrasi ke teknologi baru berbasis microservices. Secara berurutan:
- Jumlah menu menjadi dasar dasar kuantisasi dari akses pengguna dimana.
➔
Lebih spesifik terdapat halaman-halaman (web form).
- Jumlah service Fuse menjadi dasar kuantitasi dari sisi akses atau interaksi dari
frontend
➔
Lebih spesifik terdapat endpoint-endpoint dan routing antar service
untuk setiap service.
- Jumlah Facade menjadi dasar kuantisasi baik dari sisi akses service Fuse
maupun yang menjalankan fungsionalitas di level backend (logical execution)
serta interaksinya dengan database di titik akhir.
➔
Lebih spesifik terdapat endpoint-endpoint untuk setiap Facade dan
berurutan di level layer Data Access Object dan Persistence Object
Database.
5. Gambaran Umum migrasi Microservices, Micro Front-end dan Micro-DB.
Berikut adalah gambaran umum dari proses re-desain arsitektur SAKTI, dengan
penekanan pada transformasi layer frontend menjadi micro frontend, middleware yang
diubah menjadi API Gateway, dan restrukturisasi backend menjadi microservices.
Konsep Migrasi Micro Frontend, Microservice dan MicroDB SAKTI
Topologi Akhir Hasil Migrasi Micro Frontend, Microservice dan MicroDB SAKTI
Keterangan:
a. Frontend: Proses redesain frontend dengan pendekatan micro frontend, di mana
frontend dipecah menjadi beberapa aplikasi terpisah, masing-masing berfungsi
sebagai micro frontend. Tampilan dari micro frontend ini kemudian disatukan pada
satu aplikasi micro frontend sebagai induk UI.
b. API Gateway Web: Mengekspos API untuk akses dari frontend, termasuk fungsi
keamanan dan routing ke microservices di lapisan backend. Hal ini bertujuan untuk
membuat akses dari frontend lebih transparan dan loosely coupled. Sebagai
pengganti Fuse, tidak ada lagi proses transformasi message.
c. API Gateway Public: Mengekspos API untuk akses dari aplikasi pihak ke-3, dengan
fungsi keamanan, routing, dan implementasi kebijakan B2B.
d. Backend: Proses redesain backend ke dalam bentuk microservices dengan
memecah modul-modul menjadi sub-modul, menerapkan pola sesuai dengan
praktik terbaik (best practice).
e. Queueing: Implementasi pada area microservices sebagai buffer transaksi pada
kondisi beban tinggi. Tujuannya adalah untuk menghindari keadaan terjebak atau
sistem overload yang dapat menyebabkan kegagalan atau timeout dalam
transaksi.
6. Strategi Peralihan Secara Bertahap Dengan Paralel Running (C0-Exist)
Migrasi ke arsitektur microservices tetap akan menekankan pada operasional yang
optimal untuk layanan dan rutinitas revisi fungsionalitas sesuai dengan kebijakan
terbaru. Namun, implementasi hasil redesain juga harus berjalan dengan risiko
seminimal mungkin.
Oleh karena itu, diperlukan skenario di mana operasional dan redesain dapat berjalan
secara paralel, memungkinkan implementasi redesain atau migrasi dilakukan secara
bertahap. Secara keseluruhan, mekanisme parallel running atau co-exist memerlukan
strategi yang memastikan:
1. Transparansi Perubahan Redesain
Perubahan hasil redesain diterapkan secara transparan, sehingga pengalaman
pengguna tetap normal dan tidak ada perubahan yang terlihat dalam penggunaan
aplikasi dari perspektif pengguna.
2. Migrasi Gradual dengan Perencanaan Kesuksesan
Migrasi dilakukan secara bertahap dengan perencanaan tingkat kesuksesan yang
optimal. Ini melibatkan uji coba dan uji piloting untuk memastikan bahwa setiap
tahap migrasi berjalan sesuai harapan. Skenario fallback juga harus
dipertimbangkan dengan efek pengguna seminimal mungkin, menciptakan
pengalaman yang lancar dan tangguh.
7. Peralihan Teknologi atau Framework Aplikasi
Berikut adalah ringkasan tabel peralihan teknologi secara umum dari monolith ke
microservices untuk setiap lapisan aplikasi:
Layer Teknologi/Framework Teknologi/Framework Microservices
Existing
Frontend Framework Angular Framework Angular menerapkan micro
Monolithic frontend dengan desain 1 deployment micro
frontend per modul. Dalam hal ini tidak ada
perubahan teknologi, hanya metode
implementasi teknologi serta pendekatan
development-nya yang lebih
dikembangkan.
Integration Fuse Fuse dihilangkan, diganti dengan API
Gateway untuk kebutuhan routing Web API.
Namun proses transformasi message
sudah tidak diperlukan.
Menerapkan teknologi non-blocking untuk
meminimalisir utilisasi resources dengan
pertimbangan tidak ada logic fungsi
maupun kaitan dengan pemrosesan data.
AMQ Tidak ada perubahan, namun ada
pemanfaatan lebih lanjut yaitu penerapan
pada area microservices sebagai buffer
transaksi pada kondisi beban tinggi
sehingga menghindari keadaan stuck atau
sistem overload sehingga transaksi
gagal/timeout.
Backend Menerapkan framework Springboot untuk
pengembangan microservices.
● EJB Session ● Diubah menjadi layer controller
Facade Springboot
● EJB Data Access ● Diubah menjadi layer repo Springboot
Object (DAO)
● EJB Java ● JPA akan disesuaikan dengan
Persistence API specification JPA Springboot
(JPA) dengan
provider Hibernate
● Java Transaction ● Diubah menjadi teknologi transaction
API (JTA) dengan spek Springboot
Database Stored Procedure dan Dilakukan pemecahan table per modul
Persistence Table menjadi satu database terpisah dengan
pendekatan multi tenant
G. Strategi Migrasi Aplikasi
1. Strategi Migrasi Front-end
Proses migrasi frontend ke micro-frontend dilakukan dengan pendekatan big-bang,
namun tetap mempersiapkan cadangan untuk kemungkinan fallback.
1. Mengharuskan adanya 2 lingkungan produksi yang berjalan secara paralel.
2. Memastikan konsistensi versi di antara kedua lingkungan tersebut.
2. Strategi Migrasi Back-end
Migrasi backend ke arsitektur mikroservis akan dilakukan secara bertahap dengan
mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain:
a) Prioritas Berdasarkan Modul
Migrasi akan diprioritaskan berdasarkan modul atau fungsi tertentu yang
menjadi fokus utama. Ini memungkinkan implementasi mikroservis secara
bertahap yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas bisnis.
b) Kompleksitas Modul
Pertimbangan kompleksitas akan menjadi faktor penting dalam
menentukan urutan migrasi. Modul dengan tingkat kompleksitas yang lebih
rendah dapat dimigrasi lebih awal untuk mengurangi risiko kesalahan dan
memfasilitasi proses migrasi.
c) Penyesuaian dengan Jadwal OPSU
Migrasi akan diselaraskan dengan jadwal Operasional dan Sumber Daya
Manusia (OPSU) agar sesuai dengan rencana dan kebijakan yang telah
ditetapkan. Hal ini untuk meminimalkan dampak operasional dan
pengelolaan sumber daya manusia.
d) Pembagian menjadi Tahapan atau Batch
Proses migrasi akan dibuat dalam beberapa tahapan atau batch dengan
pengelompokan modul-modul tertentu dalam setiap batch. Pendekatan ini
memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih baik dan memungkinkan
validasi dan pengujian yang efisien pada setiap tahap migrasi.
3. Strategi Migrasi Database
a) Development migrasi database akan dilakukan secara bertahap atau gradual
dimana hal ini akan diselaraskan dengan migrasi backend, berikut sebagai
gambaran pemisahan (decompose/split) database dari single DB menjadi database
per modul
b) Implementasi secara piloting migrasi database dilakukan secara bigbang dengan
pertimbangan khusus karena 2 database yakni OPSU (single DB) dan hasil migrasi
(micro DB) yang berjalan paralel selama masa piloting sehingga perlu ada
mekanisme sinkronisasi data
Tahapan Piloting Migrasi Micro DB SAKTI
H. Lokasi Kegiatan
Kegiatan Pengembangan Aplikasi SAKTI Berbasis Micorservices akan
dilaksanakan di kantor Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan,
Gedung Prijadi Praptosuhardjo III, Lantai 3, Jl. Dr Wahidin II No3, Jakarta.
I. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 7 (tujuh) bulan sejak dikeluarkannya
surat perintah mulai kerja.
J. Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan
Jumlah dan kualifikasi tenaga ahli yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan
adalah sebagai berikut:
1. Project Manager (1 orang)
a. Kualifikasi:
1) S2 berpengalaman memimpin proyek serta mempunyai pengetahuan dan
pengalaman mengembangkan aplikasi keuangan yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi
kerja dan melampirkan sertifikat Management Project (sejenisnya).
2) Mempunyai kemampuan memimpin tim dengan jumlah anggota tim yang
besar dan mempersatukan anggota tim dengan tim counterpart yang
dibuktikan melalui sertifikat training/seminar atau pengalaman menjadi PM
pada pengembangan aplikasi minimum 10 tahun yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Merupakan pegawai tetap dengan dibuktikan surat keterangan dari pemberi
kerja dan bukti potong pajak.
4) Menguasai preferensi bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan (Opsional).
b. Uraian Tugas :
1) Merencanakan pekerjaan dan mengkoordinasikan seluruh anggota tim
dalam melaksanakan migrasi micro frontend, microservice dan micro db
siste SAKTI.
2) Melakukan analisis, penilaian dan kontrol terhadap risiko.
3) Mengkomunikasikan kebutuhan antara pihak dari Kementerian Keuangan
dengan anggota tim.
2. Solution Architect (1 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1 dengan pengalaman dalam proyek pengembangan aplikasi sebagai
Solution Analyst minimum 7 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan
dari pemberi kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan
melampirkan sertifikat training / sertifikat keahlian yang berhubungan
dengan Microservices / Database / Java (sejenisnya).
2) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart
b. Uraian Tugas:
1) Melihat sistem secara keseluruhan untuk menganalisa bagaimana sistem
dapat bekerja dengan baik sesuai proses bisnis organisasi
2) Membuat rekomendasi untuk perbaikan atau merekomendasikan solusi
yang bisa direalisasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau
teknologi baru
3) Mengharmonisasikan antar modul.
3. System Analyst (7 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1 dengan pengalaman dalam proyek pengembangan aplikasi sebagai
System Analyst minimum 5 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan
dari pemberi kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan
melampirkan sertifikat training / sertifikat keahlian yang berhubungan
dengan Microservices / Database / Java (sejenisnya).
2) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart.
b. Uraian Tugas:
1) Membahas dengan manajemen dan pengguna untuk menentukan
persyaratan sistem.
2) Mengidentifikasi input dan output yang akan memenuhi kebutuhan
pengguna saat sistem dilakukan Migrasi Micro Frontend, Microservices dan
Micro DB.
3) Membuat diagram, diagram alir, dan spesifikasi yang akan digunakan oleh
programmer.
4) Mengelola aplikasi, mengkoordinasikan tes, dan mengamati kinerja sistem
untuk memastikan proses migrasi Micro Frontend, Microservices dan Micro
DB.
4. Team Leader Front-end (1 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 7 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat
training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices /
Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
dengan framework angular dengan berbasis Typescript, CSS, PHP Laravel
dengan OS: Windows dan Linux OS yang dibuktikan dengan surat
keterangan dari pemberi kerja.
4) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
5) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart.
b. Tugas:
Melakukan koordinasi dan proses migrasi dari sisi front end SAKTI atas
permintaan sistem analis modul Admin, Anggaran, Komitmen, Pembayaran,
bendahara, Aset tetap, persediaan, Piutang dan GLP.
5. Team Leader Back-end (3 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 7 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat
training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices /
Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
Berbasis dengan Javascript, CSS, PHP Laravel dengan OS: Windows dan
Linux OS yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
5) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart
b. Tugas :
Melakukan koordinasi dan proses migrasi dari sisi back end SAKTI atas
permintaan sistem analis modul Admin, Anggaran, Komitmen, Pembayaran,
bendahara, Aset tetap, persediaan, Piutang dan GLP.
6. Team Leader Middleware (1 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 7 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat
training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices /
Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
Berbasis dengan Javascript, CSS, PHP Laravel dengan OS: Windows dan
Linux OS yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
5) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart
b. Tugas :
Melakukan koordinasi dan proses migrasi dari sisi back end SAKTI atas
permintaan sistem analis modul Admin, Anggaran, Komitmen, Pembayaran,
bendahara, Aset tetap, persediaan, Piutang dan GLP.
7. Front-end developer (4 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 4 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan
sertifikat training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan
Microservices / Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan
aplikasi berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan
dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan
aplikasi dengan framework angular dengan berbasis Typescript, CSS,
PHP Laravel dengan OS: Windows dan Linux OS yang dibuktikan
dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile,
devops) dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari
pemberi kerja.
5) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun
dengan tim counterpart
b. Tugas :
Melakukan migrasi dari sisi front end SAKTI atas permintaan sistem analis
modul Admin, Anggaran, Komitmen, Pembayaran, bendahara, Aset tetap,
persediaan, Piutang dan GLP.
8. Back-end Developer (10 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 4 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat
training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices /
Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
Berbasis dengan Javascript, CSS, PHP Laravel dengan OS: Windows dan
Linux OS yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
5) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart.
b. Tugas:
Melakukan migrasi dari sisi back end SAKTI atas permintaan sistem
analis modul Admin, Anggaran, Komitmen, Pembayaran, bendahara,
Aset tetap, persediaan, Piutang dan GLP.
9. Middleware Developer (3 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman kerja dalam proyek pengembangan aplikasi
minimum 5 tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja / CV yang ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat
training / sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices /
Database / Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis objek (Object Oriented Programming) yang dibuktikan dengan
surat keterangan dari pemberi kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan aplikasi
berbasis bahasa pemrograman Java dengan framework Spring Cloud yang
dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan Fuse ESB
software dari Red Hat sebagai middleware yang dibuktikan dengan surat
keterangan dari pemberi kerja.
5) Memahami siklus pengembangan aplikasi (SDLC dan/atau agile, devops)
dengan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
6) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart.
b. Tugas :
Melakukan migrasi di sisi middleware SAKTI atas permintaan sistem
analis..
10. System Engineer (2 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1, dengan pengalaman sebagai System Engineer minimum 7 tahun yang
dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja / CV yang
ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat training /
sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices / Database /
Java (sejenisnya).
2) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam setup dan konfigurasi
berbagai Operating System seperti, Windows, Linux, AIX, Solaris dll, serta
Jboss dan Weblogic yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi
kerja.
3) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam setup dan konfigurasi
jaringan komputer (LAN, WAN, FTP dll) yang dibuktikan dengan surat
keterangan dari pemberi kerja.
4) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam setup dan konfigurasi
Red Hat Openshift Container Platform (OCP) dan CI/CD yang dibuktikan
dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
b. Tugas:
1) Memastikan seluruh operating system SAKTI berjalan dengan baik.
2) Memastikan konfigurasi jaringan dan server ftp SAKTI berjalan dengan baik
3) Memastikan setup dan konfigurasi Red Hat Openshift Container Platform
(OCP) dan CI/CD berjalan dengan baik.
11. Database Specialist (2 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1 dengan pengalaman sebagai Database Administrator minimum 7 tahun
yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja / CV yang
ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat training /
sertifikat keahlian yang berhubungan dengan Microservices / Database /
Java (sejenisnya).
2) Mempunyai certificate dalam bidang Database Administration
3) Mempunyai pengetahuan serta menguasai Oracle RDBMS yang dibuktikan
dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
4) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam setup dan konfigurasi
Data Center(DC), Disaster Recovery Center(DRC) dan sinkronisasi DC
dengan DRC yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja.
5) Mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam implementasi Oracle
RAC dan Oracle Data Guard yang dibuktikan dengan surat keterangan dari
pemberi kerja.
6) Mampu bekerjasama secara tim, baik dengan sesama tim maupun dengan
tim counterpart.
b. Tugas:
1) Melakukan perancangan dan migrasi micro DB sistem SAKTI
2) Melakukan analisis kompleks serta kemampuan problem solving untuk
proses migrasi data
3) Dapat melakukan dan mendemonstrasikan high-level expertise untuk
mendukung proses backup kompleks pada sistem storage untuk kebutuhan
project.
K. Tenaga Pendukung
1. Sekretaris Proyek (1 orang)
a. Kualifikasi:
1) S1 dengan pengalaman sebagai Sekretaris Proyek minimum 2 tahun yang
dibuktikan dengan surat keterangan dari pemberi kerja / CV yang
ditandatangani dari pemberi kerja dan melampirkan sertifikat training /
sertifikat keahlian administrasi (sejenisnya).
2) Menguasai Microsoft Office yang dibuktikan dengan surat keterangan dari
pemberi kerja.
3) Menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan yang dibuktikan dengan
sertifikat English course/ IELTS/TOEFL.
b. Tugas :
Membantu membuat laporan dan administrasi Migrasi Micro Frontend,
Microservices dan Micro DB sistem SAKTI.
L. Deliverables/Keluaran
Penyedia jasa wajib menyampaikan laporan kegiatan pekerjaan sebagai berikut:
1.
Menyerahkan Project Initiation Report di awal kontrak.
2.
Menyerahkan Laporan Bulanan setiap bulannya, paling lambat 10 (Sepuluh)
hari kerja setiap awal bulan berikutnya, yang terdiri dari laporan kegiatan meliputi:
a) Pekerjaan yang telah diselesaikan sampai bulan akhir bulan laporan.
b) Rencana kerja/kegiatan bulan berikutnya;
c) Isu atau kendala bila ada yang ditemui pada periode bulan Laporan.
d) Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk diketahui oleh pemberi kerja dan
stakeholder terkait.
3.
Dokumen Petunjuk Untuk Pengguna (User Manual) yang sudah
dimutakhirkan/disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang telah dilakukan
selama masa penugasan.
4.
Dokumen Teknis Aplikasi yang juga sudah dimutakhirkan/disesuaikan dengan
perubahan-perubahan yang telah dilakukan selama masa penugasan. Terdiri
dari:
a. Data Flow Diagram (Hardcopy dan Softcopy)
b. Domain Mode (Softcopy)
c. ER Diagram (Softcopy)
d. Kamus Data (Softcopy)
M. Penerima Manfaat
1. Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan
2. Direktorat Jenderal Perbendaharaan
3. Kementerian Keuangan Republik Indonesia
4. Satuan Kerja Kementerian/Lembaga
N. Strategi Pencapaian Keluaran
1. Metode Pelaksanaan
Pemilihan penyedia barang/jasa untuk paket pengadaan ini dilaksanakan dengan
metode Seleksi.
2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan proses Pengadaan Pengembangan Aplikasi SAKTI Berbasis
Microservices Tahun Anggaran 2024 dengan jangka waktu sebagai berikut :
2024
No. Paket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Ket
1. Persiapan
Pemilihan
2.
Penyedia
Penetapan dan
3. Penunjukan
Penyedia
4. Kontrak
O. Persyaratan Penyedia Barang/Jasa
Calon Penyedia jasa Pengembangan Aplikasi SAKTI Berbasis Microservices
harus memenuhi kualifikasi administratif sebagai berikut:
1. Perusahaan calon penyedia jasa masuk dalam kategori Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan kode KBLI 6201/6202/6209.
2. Perusahaan Penyedia memiliki pengalaman pengembangan sistem atau
pemeliharaan sistem aplikasi keuangan pemerintah pusat dalam kurun waktu 5
tahun terakhir untuk memastikan Perusahaan Penyedia mempunyai kompetensi
yang memadai dan dapat dibuktikan dengan kontrak kerja atau surat perintah
kerja.
3. Perusahaan Penyedia harus bisa menyediakan personil sebanyak 36 orang
dengan tidak ada orang yang sama untuk keahlian yang berbeda (35 orang
adalah merupakan jumlah Tenaga Ahli dan 1 orang merupakan Tenaga
Pendukung, sehingga tidak diperkenankan terdapat nama yang sama yang
menangani keahlian yang berbeda)
4. Melampirkan NPWP perusahaan.
5. Melampirkan KSWP atas nama Perusahaan.
6. Melampirkan SIUP.
7. Melampirkan SPT PPh Badan Usaha tahun terakhir.
Persyaratan kualifikasi teknis sebagai berikut :
1. Memiliki pengalaman pekerjaan di bidang Jasa Konsultansi Non Konstruksi paling
kurang 1 (satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta;
2. Memiliki pengalaman pekerjaan yang serupa (similar) berdasarkan jenis
pekerjaan, kompleksitas pekerjaan, metodologi, teknologi, atau karakteristik
lainnya yang bisa menggambarkan kesamaan, paling kurang 1 (satu) pekerjaan
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun
swasta, yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.
3. Memiliki pengalaman pengembangan sistem atau pemeliharaan sistem aplikasi
keuangan pemerintah pusat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir untuk
memastikan Perusahaan Penyedia mempunyai kompetensi yang memadai dan
dapat dibuktikan dengan kontrak kerja atau surat perintah kerja.
4. Penyedia jasa harus dapat menyediakan Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung
sesuai dengan kualifikasi teknis sebagaimana disebutkan pada poin J dan K pada
Kerangka Acuan Kerja ini.
P. Besaran Komponen TKDN
Pada pekerjaan pengadaan ini memiliki besaran komponen TKDN sebesar 100%
karena perekrutan Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung sesuai pada poin J dan K adalah
merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Q. Sumber Dana Dan Biaya
Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Pengembangan
Aplikasi SAKTI Berbasis Microservices Tahun Anggaran 2024 bersumber dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dibebankan pada DIPA Satker Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Tahun Anggaran 2024 dengan kode
015.08.WA.4725.FAB.005.100.TF.536111.
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan adalah sebesar Rp8.270.055.000,-
(Delapan miliar dua ratus tujuh puluh juta lima puluh lima ribu rupiah) termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) 11%. Mekanisme pembayaran kepada penyedia dilakukan per
termin sesuai dengan output yang telah dihasilkan sesuai dengan ketentuan dalam
kontrak.
Ditandatangani secara elektronik
Aulia Ichsan