| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0413869884452000 | Rp 940,025,700 | - | |
| 0757803234436000 | Rp 940,999,170 | - | |
| 0657953592809000 | Rp 1,102,392,620 | - | |
CV Art Decor Indonesia | 06*7**7****16**0 | Rp 1,119,166,362 | Status Pajak Tidak Valid, Tidak melampirkan dokumen pendukung yang dapat diklarifikasi |
| 0318168341518000 | - | - | |
| 0737037556451000 | - | - | |
CV Deltamas Makmur Perkasa | 0712562149421000 | - | - |
| 0019909803652000 | - | - | |
Asera Teknik Mandiri | 00*2**9****05**0 | - | - |
| 0860362789013000 | - | - | |
PT Raja Batavia Perkasa | 03*6**2****15**0 | - | - |
| 0817387970801000 | - | - | |
| 0738187251325000 | - | - | |
| 0631236437322000 | - | - | |
| 0390411866814000 | - | - | |
CV Putra Panengah | 09*0**6****01**0 | - | - |
| 0653100560422000 | - | - | |
| 0316965870429000 | - | - | |
| 0915271423401000 | - | - | |
| 0026373928941000 | - | - | |
| 0031807977821000 | - | - | |
| 0414865550405000 | - | - | |
Sinergi Sang Surya | 09*3**4****16**0 | - | - |
| 0021046909543000 | - | - | |
| 0802621961814000 | - | - | |
| 0022655229543000 | - | - | |
| 0953926334429000 | - | - | |
| 0024432197404000 | - | - | |
PT Setara Manggala Cipta | 07*7**3****12**0 | - | - |
Indo Royal Construction | 08*4**4****02**0 | - | - |
| 0905181277009000 | - | - | |
| 0028231439606000 | - | - | |
| 0032743015503000 | - | - | |
| 0913293502034000 | - | - | |
CV Terbit Fajar Abadi | 06*3**1****11**0 | - | - |
Damar Abadijaya Indonesia | 03*8**7****26**0 | - | - |
| 0937495901516000 | - | - | |
| 0929917623922000 | - | - | |
| 0828499012437000 | - | - | |
Culture Indonesia Persada | 05*7**6****53**0 | - | - |
| 0021760483606000 | - | - | |
Perdana Sukses, Pb | 0078385796543000 | - | - |
| 0534851530216000 | - | - | |
Moestika Soerya Indo | 09*1**4****11**0 | - | - |
| 0028615821101000 | - | - | |
| 0751020694022000 | - | - | |
PT Mitra Alfakhri Jaya Utama | 04*4**0****28**0 | - | - |
| 0027373190446000 | - | - | |
PT Fincode International & Associates | 00*3**7****71**0 | - | - |
| 0708424429416000 | - | - | |
| 0020089868423000 | - | - | |
| 0608005823101000 | - | - | |
| 0925712945401000 | - | - | |
| 0534362827518000 | - | - | |
| 0025442377542000 | - | - | |
| 0025468554307000 | - | - | |
| 0413300641402000 | - | - | |
| 0603509225402000 | - | - | |
| 0021826599006000 | - | - |
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
BAB I
PENJELASAN UMUM
PASAL 1
URAIAN UMUM
1.1. DEFENISI PEKERJAAN
a. Kegiatan ini bernama “PENGADAAN PERANGKAT MEUBILER LABORATORIUM BSL II BTKLPP
KELAS I MAKASSAR”.
b. Biosafety adalah pelaksanaan dari pengetahuan, peralatan ataupun teknologi untuk melindungi tiap
peneliti dan pekerja laboratorium dari paparan agen yang berpotensi menyebarkan penyakit, juga
berbahaya.
c. BSL (Biosafety Level) merupakan tingkatan dalam prosedur kerja dalam laboratorium. Tingkatan ini
diperlukan karena diketahui bahwa penelitian mengenai diagnosis suatu penyakit, kajian
epidemiologi, pengembangan produk farmasi, penelitian ilmiah maupun analisis sel manusia serta
hewan memerlukan keamanan laboratorium secara khusus.
d. Istilah “perangkat meubiler” mencakup meubiler khusus untuk laboratorium dan konvensional yang
dapat menunjang seluruh kegiatan dalam laboratorium.
e. Istilah “pengadaan” mencakup penyediaan unit meubiler termasuk didalamnya semua tenaga kerja
(tenaga ahli, tukang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralatan/perlengkapan yang
diperlukan dalam pekerjaan termaksud.
f. Pekerjaan harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam RKS, Rencana Anggaran Biaya (RAB),
Gambar kerja, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan, Addendum yang terjadi selama
pelaksanaan dan keputuan pemberi tugas.
g. Untuk pelaksanaan tersebut kontraktor hendaknya menyediakan tenaga kerja dan tenaga ahli yang
sepadan dengan jenis dan lingkup pekerjaan serta menyediakan pula bahan, peralatan kerja dan
segala keperluan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan.
h. Secara teknis, pekerjaan pengadaan ini menggunakan metode pelaksanaan dikarenakan semua unit
meubiler disesuaikan dengan kondisi fisik ruangan.
1.2. DOKUMEN KONTRAK
a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri atas :
Surat Perjanjian Pekerjaan
Surat Penawaran Harga dan Perincian Penawaran
Gambar-gambar Kerja/Pelaksanaan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Rencana Anggaran Biaya
Addendum yang disampaikan oleh Pengawas selama masa pelaksanaan
b. Kontraktor wajib untuk meneliti gambar rencana, RKS, RAB dan dokumen kontrak lainnya yang
berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar rencana, atau
antara gambar satu dengan lainnya, Kontraktor wajib untuk memberitahukan/melaporkannya kepada
Pengawas.
Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah :
Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka gambar detail
yang diikuti.
Bila skala gambar tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti,
kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan
ketidaksempurnaan/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan Pengawas
lebih dahulu.
Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diikuti kecuali bila hal tersebut
terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas mengakibatkan kerusakan/kelemahan
konstruksi, harus mendapatkan keputusan Pengawas.
RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan lengkap sedang RKS
tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya.
Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah mendapatkan
perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan.
c. Bila akibat kekurangtelitian kontraktor dalam melakukan pelaksanan pekerjaan, terjadi
ketidaksempurnaan dalam pekerjaan, maka kontraktor harus melaksanakan
pembongkaran/perbaikan terhadap item pekerjaan yang sudah dilaksanakan tersebut dan
melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan pengawas tanpa ganti rugi apapun dari
pihak-pihak lain.
PASAL 2
URAIAN PEKERJAAN
2.1. LINGKUP PEKERJAAN
a. Pengadaan Perangkat Meubiler Laboratorium BSL II BTKLPP Kelas I Makassar secara umum
meliputi pekerjaan standar maupun non standar.
b. Secara teknis, pekerjaan ini merupakan pelaksanaan pembuatan meubiler khusus laboratorium dan
konvensional, dalam hal ini adalah laboratorium BSL II BTKLPP Kelas I. Pekerjaan tersebut
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
dilaksanakan di workshop kontraktor terpilih dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang
telah ditentukan. Berikut adalah rincian lingkup pekerjaan yang dimaksud :
A. Ruang Analis dan APD
1. Office Set 1180 x 1130 x 1000 mm (Meja Kerja, Rg. Analis, multipleks 15mm+fin. Hpl motif
kayu)
2. Wardrobe Arsip 1850 x 2500 x 400 mm (Rg. Analis, multipleks 15mm+fin. Hpl motif kayu)
3. Kitchen Set 2850/2350 x 500 x 500 mm (Rg. Analis, multipleks 15mm+fin. Hpl motif kayu)
4. Loker Besi Baju APD 1850 x 900 x 450 mm (2 pintu, Rg. APD)
B. Ruang PCR, Template, dan Ekstraksi
1. Pekerjaan WALL BENCH U w SINK DIMENTION 4850/5650/2800 x 700 x 850 mm (Rg.
PCR)
2. WALL BENCH U w SINK DIMENTION 4850/5650/2800 x 700 x 850 mm (Rg. PCR, inc.
listrik, ss sink)
3. WALL HANGING RACK (4 set) DIMENTION 4850 x 400 x 600 mm (Rg. PCR)
4. WALL BENCH DIMENTION 1700 x 700 x 850 mm (Rg. Template, inc. listrik)
5. WALL BENCH L DIMENTION 3650/2000 x 700 x 850 mm (Rg. Ekstraksi, inc. listrik)
6. ISLAND BENCH RACK w SINK DIMENTION 4600/2000 x 1500 x 850(1600) mm (Rg.
Ekstraksi, inc. listrik, centre rack, pp sink, perpipaan)
C. Ruang Tempat Sample, Mix, dan Unboxing
1. WALL BENCH DIMENTION 1700 x 700 x 850 mm (Rg. Sample, Rg. Mix, inc. listrik)
2. Lemari Kaca riben 2500 x 1700 x 600 mm (Rg. Mix, multipleks 15mm+fin. Hpl white)
3. WALL BENCH DIMENTION 2350 x 700 x 850 mm (Rg. Unboxing, inc. listrik)
D. Ruang Logistik, Reagen, dan Layanan Administrasi
1. Lemari Kaca riben 2500 x 1700 x 600 mm (Rg. Logistik, multipleks 15mm+fin. Hpl white)
2. WALL BENCH DIMENTION 1400 x 700 x 850 mm (Rg. Reagen, inc. listrik)
3. Office Set 1180 x 1130 x 1000 mm (Meja Kerja, Rg. Layanan Administrasi, multipleks
15mm+fin. Hpl motif kayu)
2.2. GAMBAR- GAMBAR KERJA
a. Seluruh gambar rencana untuk pekerjaan ini akan diberikan kepada kontraktor dan merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari dokumen kontrak. Gambar rencana tersebut adalah gambar-
gambar yang paling akhir setelah diadakan perubahan-perubahan dan merupakan patokan bagi
pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar atau
perbedaan ketentuan antar gambar rencana dan spesifikasi yang berhubungan dengan hal tersebut.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
b. Apabila terdapat kesalahan, kekurangan, perbedaan dan hal- hal lain yang meragukan, Kontraktor
harus mengajukannya kepada Pengawas secara tertulis, dan Pengawas akan mengoreksi atau
menjelaskan gambar- gambar tersebut untuk kelengkapan yang telah disebutkan dalam spesifikasi
teknis. Tidak dibenarkan untuk menarik keuntungan dari kesalahan-kesalahan, kekurangan-
kekurangan pada gambar atau perbedaan ketentuan antar gambar rencana dan spesifikasi teknis.
Koreksi akibat penyimpangan keadaan lapangan terhadap gambar rencana akan ditentukan oleh
Pengawas dan disampaikan secara tertulis kepada kontraktor.
c. Gambar kerja untuk semua pekerjaan harus senantiasa disimpan di lapangan. Gambar- gambar
tersebut harus berada dalam kondisi baik, dapat dibaca, dan merupakan hasil revisi terakhir.
d. Untuk pekerjaan yang memerlukan gambar detail, bagian gambar yang belum tersedia gambar
detailnya harus dibuat Kontraktor sendiri dan dimintakan persetujuannya kepada Pengawas.
e. Apabila terjadi ketidaksesuaian antara gambar rencana dengan gambar detail maka gambar detail
yang lebih mengikat.
f. Apabila terdapat ketidaksamaan antara gambar dengan keadaan di lapangan, Kontraktor harus
memberitahukannya kepada Pengawas untuk penentuan lebih lanjut.
g. Disamping gambar rencana yang telah ada, gambar revisi/perubahan/penyempurnaan selama
pelaksanaan dapat diadakan, apabila sudah disetujui oleh Pemberi Tugas dan sifatnya mengikat
untuk manyelesaikan pekerjaan.
h. Pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan gambar yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas,
menjadi tanggungan Kontraktor sendiri. Terhadap hal ini Pengawas berhak agar pekerjaan tersebut
dibongkar dan Kontraktor wajib melaksanakannya.
i. Dalam hal Kontraktor melaksanakan pekerjaan diluar ketentuan tanpa persetujuan Pemberi Tugas
maka hasil fisik pekerjaan tidak dapat diperhitungkan dalam prestasi pekerjaan. Hal ini menjadi
tanggung jawab Kontraktor sendiri.
j. Gambar terbangun/as built drawing :
Menjadi tanggungan kontraktor terpilih
Gambar tersebut berkelanjutan sampai pekerjaan selesai 100%
Sebagai kelengkapannya dibuat Berita Acara atas gambar terbangun tersebut.
2.3. RENCANA/PROGRAM KERJA
a. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender terhitung dari tanggal penunjukan, kontraktor
harus sudah menyerahkan program/rencana kerja terperinci untuk pelaksanaan pekerjaan.
b. Rencana Kerja berupa Time Schedule detail yang dilengkapi dengan :
Usulan waktu untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai bagian pekerjaan.
Usulan waktu untuk pengadaan dan pengangkutan bagian- bagian lain ke lapangan.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Usulan waktu dimulainya serta rencana selesainya setiap bagian pekerjaan dan/atau
pemasangan berbagai bagian pekerjaan termasuk pengujiannya.
Usulan jumlah jam kerja bagi tenaga- tenaga yang disediakan oleh Kontraktor.
Jumlah tenaga kerja yang dipakai pada setiap tahapan pekerjaan dengan disertai latar belakang
pendidikan, pengalaman serta penugasannya.
Jenis serta jumlah mesin- mesin dan peralatan yang akan dipakai pada pelaksanaan pekerjaan.
Cara pelaksanaan pekerjaan.
c. Rencana kerja diatas dibuat oleh Kontraktor dan dimintakan persetujuan Pemberi Tugas.
d. Apabila diperlukan, Kontraktor wajib mengadakan penyempurnaan atas rencana kerja tersebut atau
sehubungan dengan adanya keterlambatan, perubahan- perubahan pelaksanaan, dengan
persetujuan Pengawas, Kontraktor dapat menyusun kembali rencana kerjanya.
2.4. PERSONALIA DAN TENAGA KERJA
a. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan ini wajib menugaskan personalia yang cakap dan
berpengalaman sesuai bidang tugasnya untuk menyelesaikan tugas- tugas di lapangan, yaitu terdiri
atas tenaga ahli, terampil, dan draftman.
b. Tenaga kerja lainnya yang sekiranya diperlukan diluar dari Rencana Anggaran Biaya, maka hal
tersebut menjadi tanggungan Kontraktor, misalnya driver pengangkutan (mobilisasi) unit.
c. Tenaga kerja yang dikerahkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini diusahakan menggunakan tenaga
kerja setempat. Dalam hal tenaga kerja setempat kurang/tidak mencukupi tenaga, dapat
mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.
d. Apabila Kontraktor mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, maka pada pekerjaan selesai,
Kontraktor diwajibkan mengembalikan tenaga kerja tersebut ke tempat asalnya (demobilisasi).
2.5. PRESTASI KEMAJUAN PEKERJAAN
a. Kontraktor harus membuat :
Grafik-grafik kemajuan pekerjaan.
Grafik-grafik tenaga kerja, pemakaian bahan bangunan.
Data lapangan misalnya : curah hujan, angin, pasang surut dan lainlain.
b. Grafik-grafik diatas harus diplot setiap hari.
c. Prestasi kemajuan pekerjaan ditentukan dengan jumlah presentasi pekerjaan yang telah
diselesaikan Kontraktor dan disetujui oleh Pengawas. Persentase pekerjaan ini dihitung dengan
membandingkan nilai volume pekerjaan yang telah diselesaikan terhadap nilai kontrak keseluruhan.
d. Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan prestasi kemajuan pekerjaan berdasarkan harga satuan
yang tercantum dalam kontrak.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
e. Pekerjaan harus mencakup seluruh elemen yang diperlukan walaupun tidak diuraikan secara khusus
dalam spesifikasi teknis dan gambar-gambar, namun tetap diperlukan agar hasil pelaksanaan
pekerjaan dapat berfungsi dengan baik secara keseluruhan sesuai kontrak.
2.6. LAPORAN- LAPORAN
a. Kontraktor harus membuat Laporan Harian. Laporan Harian dibuat/diisi setiap hari untuk mencatat
hal-hal sebagai berikut :
Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja bekerja pada hari itu serta tenaga personalia dari Kontraktor
sendiri.
Catatan bahan meliputi : bahan yang datang, bahan yang ditolak dan bahan yang digunakan
untuk pelaksanaan perkerjaan, baik jenis maupun jumlahnya.
Jenis kegiatan yang dilaksanakan pada hari tersebut dan besarnya kuantitas pekerjaan yang
diselesaikannya.
Hasil fisik pekerjaan yang dicapai.
Keadaan cuaca (hujan, banjir, ramalan pasang surut dan lain-lain).
Hambatan/kendala yang ada.
b. Pencatatan Buku Harian dilakukan oleh Kontraktor dan diperiksa/diketahui kebenarannya oleh
Pengawas Pekerjaan/Pengawas.
c. Disamping membuat Laporan Harian, Kontraktor wajib membuat laporan mingguan dan laporan
bulanan dalam rangkap 4 (empat) yaitu untuk :
1 (satu) berkas untuk Pemberi Tugas
1 (satu) berkas untuk arsip Kontraktor.
1 (satu) berkas untuk Pengawas.
Laporan dimaksud didasarkan pada Buku Harian Pelaksana. Laporan Mingguan dan Laporan
Bulanan harus ditandatangani oleh Kontraktor dan Pengawas. Laporan Bulanan yang dilampiri
Laporan Mingguan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 1 bulan berikutnya.
d. Kemajuan dan kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus didokumentasikan dengan foto/video
sekurang-kurangnya :
Kemajuan fisik 0%.
Kemajuan fisik 25%
Kemajuan fisik 50%.
Kemajuan fisik 75%
Kemajuan fisik 100%.
Setelah masa pemeliharaan berakhir/penyerahan kedua.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Setiap pengambilan foto dibidik dari 3 arah dengan titik pengambilan yang tetap. Foto tersebut
dicetak dengan ukuran 3R dalam rangkap 3 dan ditata dalam satu album.
e. Disamping foto-foto kemajuan pekerjaan, Kontraktor wajib mengambil foto pada keadaan tertentu
misalnya cuaca buruk, peralatan rusak dan lain sebagainya yang mengakibatkan keterlambatan
maupun kerusakan bangunan.
2.7. MASA PENGADAAN, PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN
a. Masa pengadaan akan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama dalam aanwijzing.
b. Masa pemellharaan adalah terhitung sejak saat penyerahan pertama yang akan ditentukan
berdasarkan kesepakatan bersama dalam aanwjjzing.
c. Selama masa pemeliharaan ini Kontraktor diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan
yang terjadi tanpa ada tambahan biaya.
d. Selama masa pemeliharaan tersebut Kontraktor masih harus menyediakan tenaga-tenaga yang
diperlukan.
e. Dalam masa ini Kontraktor masih bertanggung jawab penuh seluruh pekerjaan yang telah
dilaksanakan.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
BAB II
PELAKSANAAN PEKERJAAN
PASAL 1
PERSIAPAN
1.1. SURVEI DAN PENGUKURAN
a. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan pengecekan kembali di lokasi. Pelaksanaan
pekerjaan survey dan pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Pengawas.
b. Sebelum dimulainya pekerjaan tersebut, untuk menyamakan persepsi ukuran-ukuran yang akan
dilaksanakan antara gambar perencanaan dengan ukuran sebenarnya di lokasi, perlu dilakukan
marking oleh kontraktor untuk penentuan ukuran-ukuran yang akan dilaksanakan atas dasar kondisi
sebenarnya di lokasi proyek. Hasil marking tersebut harus disetujui oleh Pengawas dan Perencana.
c. Dalam hal terdapat perbedaan antara hasil pengukuran di lapangan sebagaimana ditunjukkan dalam
gambar dengan kenyataan yang ada, kontraktor harus melaporkan kepada Pengawas untuk
memperoleh keputusan pemberi tugas.
d. Semua permasalahan yang terjadi di lapangan sehubungan dengan pekerjaan pengukuran harus
berdasarkan arahan dari Pengawas.
e. Semua ukuran survey dinyatakan dalam satuan meter larik dan persegi, sekalipun ukurannya
dinyatakan dalam unit yang tertera di RAB.
f. Dalam area pekerjaan, hal-hal yang dianggap mengganggu pelaksanaan tidak boleh disingkirkan
sebelum ada perintah Pengawas.
g. Segala biaya yang timbul akibat pekerjaan tersebut sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan.
PASAL 2
RUANG ANALIS dan APD
2.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi penyediaan meubiler dalam area ruangan analis dan APD. Meubiler yang dimaksud
adalah:
a. Ruang analis : meja kerja 8 unit, wardrobe arsip 1 unit, kitchen set 1 unit
b. Ruang APD : loker baju APD 8 unit
2.2. PERSYARATAN BAHAN
a. Meja kerja, wardrobe arsip, dan kitchen set
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Multipleks yang digunakan adalah multipleks dengan ketebalan minimal 15mm yang memiliki
tekanan tarik yang tinggi agar dapat menjadikan lapisan penyusunnya tidak mudah tereduksi.
Sehingga akan stabil meskipun digunakan untuk menopang tekanan yang cukup besar.
Durabilitas tinggi, menahan tekanan yang kuat, tahan terhadap air, udara yang lembab, bahan
kimia, dan bahkan api, sehingga dapat menimalisir kebakaran yang diakibatkan oleh api.
Sebagai insulator termal ataupun suara. Insulasi termal yang dapat dilakukan oleh lemari
multipleks dapat menjaga suhu yang ada di dalamnya tetap bersirkulasi. Sedangkan untuk
insulasi suara, multipleks bisa dimanfaatkan agar suara bising tidak terdengar sampai luar
ruangan atau kedap suara
Tampilan estetis, kayu yang tersusun dari beberapa lapisan kayu asli ini tetap dapat
menampilkan guratan-guratan eksotis di beberapa bagiannya, meskipun multipleks memanglah
tak se solid kayu asli.
HPL (High Pressure Laminate), motif kayu adalah pilihan yang tepat untuk ruangan ini. Sebagai
bahan pelapis yang digunakan lapisan teratas atau finishing pada furnitur berbahan kayu,
sehingga menampilkan tampilan yang halus namun bertekstur. Terdiri dari beberapa lapisan
yang dikompresi (dilaminasi) di bawah tekanan sangat tinggi, sehingga menciptakan lembaran
penahan bentuk (HPL) yang sangat padat, keras dan bertesktur. HPL adalah material finishing
yang cukup banyak keunggulan, seperti tahan gores dan kuat, resistensi infiltrasi, higienis,
sangat tahan terhadap noda dan panas, anti statis, lebih sehat dan mudah dibersihkan serta
dipelihara.
HPL pada meja kerja berupa HPL motof kayu
Pemakaian material acrylic pada meja kerja dan kitchen set ini memiliki ketebalan 2mm.
Acrylic yang dipilih adalah material yang mampu mentransfer cahaya, tahan panas, dan
structural yang lebih kuat dari kaca.
Meja kerja ini juga dilengkapi dengan terminal 4 (empat) mata.
Kaca yang diaplikasikan pada wardrobe arsip ini berupa tempered glass dengan ketebalan 8mm.
b. Loker baju APD
Terbuat dari material besi tebal 0.6mm
Pengecatan dengan system powder coating sehingga tidak mudah berkarat.
2.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
a. Meja kerja, wardrobe arsip, dan kitchen set
Alat dan bahan
Multipleks 15 mm
Tripleks 6mm, 1 lembar
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
HPL atau Decosit
Lem putih dan kuning
5 s/d 8 inch dan 3 cm skrup
Engsel berbentuk sendok atau engsel yang berbentuk kupu-kupu
Rel laci
Gergaji
Bor listrik atau obeng plus
Meteran
Pinsil untuk kayu
Siku yang terbuat dari besi
Martil
Kaca tempered tebal 8mm
Acrylic tebal 2mm
Proses pembuatan
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai komponen
bagian samping sesuai dengan ukuran masing-masing objek (meja kerja, wardrobe arsip,
dan kitvhe set). Begitupun dengan bagian daun pintu, rak laci, dan ambalan. Masing-masing
adalah untuk sisi bagian kanan dan kiri, sedangkan yang satu lagi untuk bagian tengah. Hal
yang perlu untuk diperhatikan adalah untuk multipleks bagian tengah panjangnya harus
dikurangi sepanjang 15 cm.
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai komponen
bagian atas dan bagian bawah sesuai dengan ukuran masing-masing objek. Untuk bagian
atas dan bawah dibuat dua buah sebagai patokan tersebut. Dua buah multipleks yang sudah
dipotong tersebut akan digunakan untuk diletakkan di bagian atas dan untuk bagian bawah
lemari panjang multipleks haruslah dikurangi sekitar 15 cm.
Gunakan lem dan bor untuk merekatkan beberapa komponen yang sudah diukur, dan
posisikan di masing-masing tempat yang sudah dijelaskan didalam gambar rencana.
Gunakan bor dan letakkan skrup agar lebih kuat dan cepat.
Jika beberapa komponen tersebut sudah dipasang. Maka ambil triplek berukuran 6 mm untuk
bagian belakang masing-masing objek dan rekatkan menggunakan lem dan paku.
Ukur sesuai dengan panjang masing-masing objek dan pasang komponen tersebut.
Gunakan bor untuk memasang engsel pada pintu
Pasang pegangan pada pintu lemari, rak laci beserta kuncinya.
Kaca sebaiknya diorder dari tempat pemotongan khusus kaca, untuk memastikan kerapihan
potongan.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Kaca yang sudah tiba dilokasi kemudian diletakkan pada posisi yang aman agar tidak mudah
pecah.
Lan halnya dengan acrylic, bias dipotong di lokasi pekerjaan karena bahannya tidak mudah
pecah dan proses pemotongannya juga mudah.
Selanjutnya setelah badan objek sudah rampung, maka kaca dan acrylic tersebut dipasang
pada objek tersebut.
b. Loker baju APD
Loker baju APD ini sudah dipersyaratkan pada pasal sebelumnya.
Loker baju APD ini diorder dari vendor yang terpercaya dan recommended (memenuhi
kualifikasi)
Sebelum diorder sebaiknya semua spesifikasi objek diserahkan ke vendor tersebut secara
tertulis.
Produk yang tiba dilokasi harus sudah diperiksa terlebih dahulu secara teliti untuk menghidari
kecacatan produk.
PASAL 3
RUANG PCR, TEMPLATE, dan EKSTRAKSI
3.1. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan pada pasal ini adalah penyediaan meubiler pada ruang PCR, template, dan ekstraksi.
Masing-masing terdiri atas :
a. Ruang PCR :
WALL BENCH U w SINK DIMENTION 4850/5650/2800 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
WALL HANGING RACK (4 set) DIMENTION 4850 x 400 x 600 mm sebanyak 4 unit
b. Ruang Template
WALL BENCH DIMENTION 1700 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
c. Ruang Ekstraksi
WALL BENCH L DIMENTION 3650/2000 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
ISLAND BENCH RACK w SINK DIMENTION 4600/2000 x 1500 x 850(1600) mm sebanyak 1
unit
3.2. PERSYARATAN BAHAN
a. WALL BENCH U w SINK
Total Dimension : 4850/5650/2800 x 700 x 850 mm
Fixed system of under bench cabinet
Handle : Stainless steel 304 / Polypropylene / Alumunium
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Worktable/ Top Table :
Phenolic ketebalan minimal 16mm untuk table top lab w/backplash
Phenolic testing chemical result
With technical properties
Antimicroorganism resistance phenolic test
Flammable & flexural Phenolic test
Semua material stainless steel difinish dengan epoxy powder coating
Using standard for mechanical test
Flexibility
Gloss
Pencil Hardness
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
resitance
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
SS sink Completed with anti shipon bottle trap Size 560 x 428 x 260
Cold and hot Water fiting /Bench Mounted One hole Mixer With Detacheable
Water supply installation :
Water installation used used PVC pipe 1/2" (ex. Rucika / wavin)
Drainage installation used PVC pipe 1 1/2" (ex. Rucika / wavin)
b. HANGING WALL RACK
Badan dan rangka utama Phenolic resin ketebalan minimal 16mm.
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Total Dimension : 4850 x 400 x 600 H mm
Door : galvanized steel plate 1.2 mm finishing with powder coating
Safety glass swing door : laminated / tempered clear glass 6 mm
c. WALL BENCH
Total Dimension : 1700 x 700 x 850 mm
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Fixed system of under bench cabinet
Handle : Stainless steel 304 / Polypropylene / Alumunium
Worktable/ Top Table :
Phenolic resin ketebalan minimal 16mm untuk table top lab w/backplash
Phenolic testing chemical result
With technical properties
ASTM G22 Antimicroorganism Resistance Phenolic Resin test
FLAMMABLE & FLEXURAL Phenolic resin test
Semua material stainless steel difinish dengan epoxy powder coating E61
Using standard for mechanical test
Adhesion - DIN 53151 2mm spacing
Direct Impact - ASTM D2794
Reverse lmpact - ASTM D2794
Flexibility -ASTM D522
Gloss -ASTM D523,600
Pencil Hardness -ASTM D3363
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
RESISTANCE
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
d. WALL BENCH L
Total Dimension : 3650/2000 x 700 x 850 mm
Fixed system of under bench cabinet
Handle : Stainless steel 304 / Polypropylene / Alumunium
Worktable/ Top Table :
Phenolic resin ketebalan minimal 16mm untuk table top lab w/backplash
Phenolic testing chemical result
With technical properties
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Antimicroorganism resistance phenolic test
Flammable & flexural Phenolic test
Semua material stainless steel difinish dengan epoxy powder coating
Using standard for mechanical test
Flexibility
Gloss
Pencil Hardness
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
resitance
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
e. ISLAND BENCH RACK W SINK
Total Dimension : 4600 x 1500 x 850/1600 mm
Handle : Stainless steel 304 / Polypropilane
Inner wall : Steel plate 1.2 mm finish with oven baked Powder Coating
Outer wall : Steel plate 1.2 mm finish with oven baked Powder Coating
Worktable/ Top Table :
Phenolic Resin THICKNES 16mm
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
RESISTANCE
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (Knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
Center Rack
Based on Galvanized STEEL structure Thicknes of plate 1.2mm, finishing with powder
coating
Shelves phenolic Resin 16 mm
Rack Perimeter SS304 Dia 3/8 INCH, Thickness 1.2 mm
PP sink Completed with anti shipon bottle trap Size 560 x 428 x 260
Single way Swivel outlet water fitting
Water supply installation :
Water installation used used PVC pipe 1/2" (ex. Rucika / wavin)
Drainage installation used PVC pipe 1 1/2" (ex. Rucika / wavin)
3.3. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Pada dasarnya meubiler laboratorium dibuat hamper sama dengan pembuatan meubiler
konvensional, namun ada beberapa perlakuan khusus pada pelaksanaanya dikarenakan material khusus
yang diaplikasikan pada meubiler laboratorium BSL 2. Berikut langkah-langkah pelaksanaan secara
umum untuk pembuatan meubiler laboratorium BSL 2 :
a. Mengukur kembali ruang yang akan ditempati oleh lab bench.
b. Menyiapkan material yang akan digunakan :
Phenolic resin T. 16mm yang telah lolos pengujian tahan terhadap larutan bahan kimia sebagai
bahan utama untuk badan meubiler.
Baja sebagai rangka utama.
Plat baja galvanis T.12mm sebagai bahan utama untuk pintu lemari dan laci dengan metode
flush overlay system
Epoxy Powder Coating yang telah memenuhi standar mechanical test sebagai bahan penutup
dari baja.
Single electric socket close cap
PVC trucking cable 50 x100mm
Kabel NYM 3 x 2,5 mm
Pipa listrik PVC conduit 20 mm
SS sink yang dilengkapi dengan shipon bottle trap.
Cold and hot water fiting dengan satu lubang (detacheable)
Pipa PVC 1/2" digunakan untuk distribusi air masuk
Pipa PVC 1 1/2" digunakan untuk air pembuangan
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
c. Setelah material sudah disediakan, selanjutnya adalah memotong baja sesuai dengan ukuran yang
disyaratkan.
d. Setelah rangka dipotong, rangka kemudian dirakit dengan menghubungkan dengan rangka lainnya
sampai terbentuk sesuai gambar rencana.
e. Rangka yang sudah dibentuk kemudian disemprot kering dengan epoxy powder coating.
f. Selanjutnya adalah memotong phenolic sesuai dengan ukuran gambar rencana.
g. Sembari memotong phenolic, sebaiknya membuat pintu lemari dan laci dengan menggunakan plat
baja galvanis. Plat baja galvanis pun dipotong sesuai dengan dimensi gambar rencana.
h. Setelah potongan-potongan lab bench telah tersedia, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan
warna sesuai gambar rencana dengan cara semprot kering dengan epoxy powder coating.
i. Tahapan setelah itu adalah menyatukan potongan-potongan tersebut dengan rangka yang sudah
dibuat tadi.
j. Langkah selanjutnya adalah instalasi kelistrikan.
k. Setelah semua sudah rampung, tahap terkahir adalah merapikan lab bench. Memperhatikan kembali
seluruh sambungan, apabila ada sambungan yang tidak rapat maka segera dirapikan dengan
silicone.
PASAL 4
RUANG TEMPAT SAMPLE, MIX, dan UNBOXING
3.1 LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan pada pasal ini adalah penyediaan meubiler pada ruang tempat sample, mix, dan
unboxing. Masing-masing terdiri atas :
a. Ruang Sampling :
WALL BENCH DIMENTION 1700 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
b. Ruang Mix
WALL BENCH DIMENTION 1700 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
Lemari Kaca riben 2500 x 1700 x 600 mm (Rg. Mix, multipleks 15mm+fin. Hpl white)
c. Ruang Unboxing
WALL BENCH L DIMENTION 2350 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
3.2 PERSYARATAN BAHAN
a. WALL BENCH
Total Dimension : 1700 x 700 x 850 mm
Total Dimension : 2350 x 700 x 850 mm
Fixed system of under bench cabinet
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Handle : Stainless steel 304 / Polypropylene / Alumunium
Worktable/ Top Table :
Phenolic resin ketebalan minimal 16mm untuk table top lab w/backplash
Phenolic testing chemical result
With technical properties
Antimicroorganism resistance phenolic test
Flammable & flexural Phenolic test
Semua material stainless steel difinish dengan epoxy powder coating
Using standard for mechanical test
Flexibility
Gloss
Pencil Hardness
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
resitance
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
b. Lemari Kaca riben
Dimesi 2500 x 1700 x 600 mm
Multipleks dengan ketebalan 15mm
HPL polos white
Kaca riben 5 mm
Handle silver zincalloy
Dilengkapi dengan kaki lemari
3.3 LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
Pada dasarnya meubiler laboratorium dibuat hampir sama dengan pembuatan meubiler
konvensional, namun ada beberapa perlakuan khusus pada pelaksanaanya dikarenakan material khusus
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
yang diaplikasikan pada meubiler laboratorium BSL 2. Berikut langkah-langkah pelaksanaan secara
umum untuk pembuatan meubiler laboratorium BSL 2 :
a. Mengukur kembali ruang yang akan ditempati oleh lab bench.
b. Menyiapkan material yang akan digunakan :
Phenolic resin T. 16mm yang telah lolos pengujian tahan terhadap larutan bahan kimia
sebagai bahan utama untuk badan meubiler.
Baja sebagai rangka utama.
Plat baja galvanis T.12mm sebagai bahan utama untuk pintu lemari dan laci dengan metode
flush overlay system
Epoxy Powder Coating yang telah memenuhi standar mechanical test sebagai bahan
penutup dari baja.
Single electric socket close cap
PVC trucking cable 50 x100mm
Kabel NYM 3 x 2,5 mm
Pipa listrik PVC conduit 20 mm
SS sink yang dilengkapi dengan shipon bottle trap.
Cold and hot water fiting dengan satu lubang (detacheable)
Pipa PVC 1/2" digunakan untuk distribusi air masuk
Pipa PVC 1 1/2" digunakan untuk air pembuangan
c. Setelah material sudah disediakan, selanjutnya adalah memotong baja sesuai dengan ukuran
yang disyaratkan.
d. Setelah rangka dipotong, rangka kemudian dirakit dengan menghubungkan dengan rangka
lainnya sampai terbentuk sesuai gambar rencana.
e. Rangka yang sudah dibentuk kemudian disemprot kering dengan epoxy powder coating.
f. Selanjutnya adalah memotong phenolic sesuai dengan ukuran gambar rencana.
g. Sembari memotong phenolic, sebaiknya membuat pintu lemari dan laci dengan menggunakan
plat baja galvanis. Plat baja galvanis pun dipotong sesuai dengan dimensi gambar rencana.
h. Setelah potongan-potongan lab bench telah tersedia, langkah selanjutnya adalah
mengaplikasikan warna sesuai gambar rencana dengan cara semprot kering dengan epoxy
powder coating.
i. Tahapan setelah itu adalah menyatukan potongan-potongan tersebut dengan rangka yang
sudah dibuat tadi.
j. Langkah selanjutnya adalah instalasi kelistrikan.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
k. Setelah semua sudah rampung, tahap terkahir adalah merapikan lab bench. Memperhatikan
kembali seluruh sambungan, apabila ada sambungan yang tidak rapat maka segera dirapikan
dengan silicone.
l. Terkhusus lemari kaca aluminium, vendor yang menyediakan adalah vendor yang memenuhi
persyaratan bahan seperti yang telah dijelaskan pada sub pasal sebelumnya.
m. Lemari kaca
Alat dan bahan
Multipleks 15 mm
Tripleks 6mm, 1 lembar
HPL atau Decosit
Lem putih dan kuning
5 s/d 8 inch dan 3 cm skrup
Engsel berbentuk sendok atau engsel yang berbentuk kupu-kupu
Gergaji
Bor listrik atau obeng plus
Meteran
Pinsil untuk kayu
Siku yang terbuat dari besi
Martil
Kaca tempered tebal 5mm
Proses pembuatan
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai
komponen bagian samping sesuai dengan ukuran masing-masing objek (meja kerja,
wardrobe arsip, dan kitvhe set). Begitupun dengan bagian daun pintu, rak laci, dan
ambalan. Masing-masing adalah untuk sisi bagian kanan dan kiri, sedangkan yang satu
lagi untuk bagian tengah. Hal yang perlu untuk diperhatikan adalah untuk multipleks
bagian tengah panjangnya harus dikurangi sepanjang 15 cm.
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai
komponen bagian atas dan bagian bawah sesuai dengan ukuran masing-masing objek.
Untuk bagian atas dan bawah dibuat dua buah sebagai patokan tersebut. Dua buah
multipleks yang sudah dipotong tersebut akan digunakan untuk diletakkan di bagian atas
dan untuk bagian bawah lemari panjang multipleks haruslah dikurangi sekitar 15 cm.
Gunakan lem dan bor untuk merekatkan beberapa komponen yang sudah diukur, dan
posisikan di masing-masing tempat yang sudah dijelaskan didalam gambar rencana.
Gunakan bor dan letakkan skrup agar lebih kuat dan cepat.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Jika beberapa komponen tersebut sudah dipasang. Maka ambil triplek berukuran 6 mm
untuk bagian belakang masing-masing objek dan rekatkan menggunakan lem dan paku.
Ukur sesuai dengan panjang masing-masing objek dan pasang komponen tersebut.
Gunakan bor untuk memasang engsel pada pintu
Pasang pegangan pada pintu lemari.
Kaca sebaiknya diorder dari tempat pemotongan khusus kaca, untuk memastikan
kerapihan potongan.
Kaca yang sudah tiba dilokasi kemudian diletakkan pada posisi yang aman agar tidak
mudah pecah.
Selanjutnya setelah badan objek sudah rampung, maka kaca dipasang pada objek
tersebut.
PASAL 5
RUANG LOGISTIK, REAGEN, dan LAYANAN ADMINISTRASI
5.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi penyediaan meubiler dalam area ruangan logistic, reagen dan administrasi.
Meubiler yang dimaksud adalah:
a. Ruang logistic : Lemari Kaca riben 2500 x 1700 x 600 mm sebanyak 2 unit.
b. Ruang reagen : WALL BENCH DIMENTION 1400 x 700 x 850 mm sebanyak 1 unit
c. Ruang layanan administrasi : meja kerja sebanyak 3 unit
5.2. PERSYARATAN BAHAN
a. Meja kerja dan lemari kaca
Multipleks yang digunakan adalah multipleks yang memiliki tekanan tarik yang tinggi agar dapat
menjadikan lapisan penyusunnya tidak mudah tereduksi. Sehingga akan stabil meskipun
digunakan untuk menopang tekanan yang cukup besar.
Durabilitas tinggi, menahan tekanan yang kuat, tahan terhadap air, udara yang lembab, bahan
kimia, dan bahkan api, sehingga dapat menimalisir kebakaran yang diakibatkan oleh api.
Sebagai insulator termal ataupun suara. Insulasi termal yang dapat dilakukan oleh lemari
multipleks dapat menjaga suhu yang ada di dalamnya tetap bersirkulasi. Sedangkan untuk
insulasi suara, multipleks bisa dimanfaatkan agar suara bising tidak terdengar sampai luar
ruangan atau kedap suara
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Tampilan estetis, kayu yang tersusun dari beberapa lapisan kayu asli ini tetap dapat
menampilkan guratan-guratan eksotis di beberapa bagiannya, meskipun multipleks memanglah
tak se solid kayu asli.
HPL (High Pressure Laminate), motif kayu adalah pilihan yang tepat untuk ruangan ini. Sebagai
bahan pelapis yang digunakan lapisan teratas atau finishing pada furnitur berbahan kayu,
sehingga menampilkan tampilan yang halus namun bertekstur. Terdiri dari beberapa lapisan
yang dikompresi (dilaminasi) di bawah tekanan sangat tinggi, sehingga menciptakan lembaran
penahan bentuk (HPL) yang sangat padat, keras dan bertesktur. HPL adalah material finishing
yang cukup banyak keunggulan, seperti tahan gores dan kuat, resistensi infiltrasi, higienis,
sangat tahan terhadap noda dan panas, anti statis, lebih sehat dan mudah dibersihkan serta
dipelihara.
HPL pada meja kerja berupa HPL motof kayu
HPL pada lemari kaca berupa HPL polos white
Pemakaian material acrylic pada meja kerja ini memiliki ketebalan 2mm.
Acrylic yang dipilih adalah material yang mampu mentransfer cahaya, tahan panas, dan
structural yang lebih kuat dari kaca.
Meja kerja ini juga dilengkapi dengan terminal 4 (empat) mata.
Kaca riben yang diaplikasikan pada lemari kaca ini berupa tempered glass dengan ketebalan
5mm.
b. WALL BENCH
Total Dimension : 1400 x 700 x 850 mm
Total Dimension : 2350 x 700 x 850 mm
Fixed system of under bench cabinet
Handle : Stainless steel 304 / Polypropylene / Alumunium
Worktable/ Top Table :
Phenolic ketebalan minimal 16mm untuk table top lab w/backplash
Phenolic testing chemical result
With technical properties
Antimicroorganism resistance phenolic test
Flammable & flexural Phenolic test
Semua material stainless steel difinish dengan epoxy powder coating
Using standard for mechanical test
Flexibility
Gloss
Pencil Hardness
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Based on Steel plate structure Thicknes of plate 1.2 mm, finishing with powder coating
Drawer - door cabinet using Galvanized steel plate 1.2 mm, finish powder coating chemicals
resitance
Door and Drawer design: Flush Overlay System
Doors using hinge opening 110"
Cabinet to be rigid (knock-down system)
Kelistrikan :
PVC trucking cable 50 x100mm (ex. Legrand Germany/setara)
Single electric socket Close Cap
Cable NYM 3 x 2,5 mm - Ex Supreme/equal
PVC electrical pipe conduit 20 mm for protection
c. Lemari Kaca riben
Dimensi 2500 x 1700 x 600 mm
Multipleks dengan ketebalan 15mm
HPL polos white
Kaca riben 5 mm
Handle silver zincalloy
Dilengkapi dengan kaki lemari
5.3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
a. Meja kerja dan lemari kaca
Alat dan bahan
Multipleks 15 mm
Tripleks 6mm, 1 lembar
HPL atau Decosit
Lem putih dan kuning
5 s/d 8 inch dan 3 cm skrup
Engsel berbentuk sendok atau engsel yang berbentuk kupu-kupu
Rel laci
Gergaji
Bor listrik atau obeng plus
Meteran
Pinsil untuk kayu
Siku yang terbuat dari besi
Martil
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Kaca tempered tebal 5mm
Acrylic tebal 2mm
Proses pembuatan
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai komponen
bagian samping sesuai dengan ukuran masing-masing objek (meja kerja, wardrobe arsip,
dan kitvhe set). Begitupun dengan bagian daun pintu, rak laci, dan ambalan. Masing-masing
adalah untuk sisi bagian kanan dan kiri, sedangkan yang satu lagi untuk bagian tengah. Hal
yang perlu untuk diperhatikan adalah untuk multipleks bagian tengah panjangnya harus
dikurangi sepanjang 15 cm.
Ambil multipleks yang sudah dipotong terlebih dahulu untuk digunakan sebagai komponen
bagian atas dan bagian bawah sesuai dengan ukuran masing-masing objek. Untuk bagian
atas dan bawah dibuat dua buah sebagai patokan tersebut. Dua buah multipleks yang sudah
dipotong tersebut akan digunakan untuk diletakkan di bagian atas dan untuk bagian bawah
lemari panjang multipleks haruslah dikurangi sekitar 15 cm.
Gunakan lem dan bor untuk merekatkan beberapa komponen yang sudah diukur, dan
posisikan di masing-masing tempat yang sudah dijelaskan didalam gambar rencana.
Gunakan bor dan letakkan skrup agar lebih kuat dan cepat.
Jika beberapa komponen tersebut sudah dipasang. Maka ambil triplek berukuran 6 mm untuk
bagian belakang masing-masing objek dan rekatkan menggunakan lem dan paku.
Ukur sesuai dengan panjang masing-masing objek dan pasang komponen tersebut.
Gunakan bor untuk memasang engsel pada pintu
Pasang pegangan pada pintu lemari, rak laci beserta kuncinya.
Kaca sebaiknya diorder dari tempat pemotongan khusus kaca, untuk memastikan kerapihan
potongan.
Kaca yang sudah tiba dilokasi kemudian diletakkan pada posisi yang aman agar tidak mudah
pecah.
Lan halnya dengan acrylic, bias dipotong di lokasi pekerjaan karena bahannya tidak mudah
pecah dan proses pemotongannya juga mudah.
Selanjutnya setelah badan objek sudah rampung, maka kaca dan acrylic tersebut dipasang
pada objek tersebut.
Material yang diorder sebelum tiba dilokasi harus diperiksa terlebih dahulu agar terhindar dari
kecacatan.
Apabila material yang telah tiba dilokasi mengalami kecacatan, maka pelaksana wajib untuk
menggantinya.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
Produk dengan system knock down, harus dipasang oleh tenaga terampil agar tidak terjadi
kesalahan dalam pemasangannya.
PASAL 6
BAGIAN AKHIR
Tahap ini merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian item pekerjaan. Menjadi sebuah kewajiban kontraktor
untuk membersihkan area pekerjaan dengan maksimal agar laboratorium BSL II ini dapat digunakan dengan
nyaman. Begitupun dengan laporan dan dokumentasi, juga sudah menjadi tanggung jawab kontraktor untuk
membuatnya. Laporan ini berupa laporan harian dan mingguan yang terakumulasi menjadi laporan akhir.
Sebagai hasil akhir yang membuktikan kalau pekerjaan ini dilaksanakan dengan baik dan berkualitas, maka as
built drawing mesti dibuat oleh kontraktor. As built drawing ini dibuat 1 rangkap khusus untuk pemberi tugas
sebagai arsip.
URAIAN PENJELASAN PEKERJAAN PENGADAAN MEUBELER LAB BSL 2
BTKLPP KELAS 1 MAKASSAR
BAB III
PENUTUP
Hal- hal yang tidak tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh pihak Pengawas,
bilamana perlu diadakan perbaikan dalam peraturan ini.
Guna mendapatkan hasil yang baik, maka bagian- bagian yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini
tetapi tidak dimasukkan atau disebutkan kata demi kata dalam Spesifikasi ini harus diselenggarakan
oleh kontraktor dan diterima sebagai hal yang disebut.
Kontraktor diwajibkan membuat As Built Drawing sebagai Laporan Akhir dari pelaksanaan kegiatan
yang merupakan bagian dari Laporan pekerjaan.
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
BTKLPP KELAS I MAKASSAR
ST. MULIANA, S. Kom., M. A. P.
NIP : 1983012262006042015