Penguatan Kapasitas Perangkat Lan Kantor Pusat

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 47490047
Date: 15 August 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Kantor Pusat Sekretariat Jenderal
Procurement Type: Pengadaan Barang
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 6,655,916,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 6,593,400,000
Winner (Pemenang): PT Mitra Infotech Prima
NPWP: 031909781022000
RUP Code: 45481860
Work Location: Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Kuningan Jakarta Selatan - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 71
Applicants
Reason
0031909781022000Rp 6,365,597,501-
0413869884452000--
PT Mitra Sistem Integrasi
07*5**5****24**0--
0821010295447000--
CV Pilindo Mandiri Utama
02*6**8****07**0--
PT Cipta Digital Global Teknologi
09*7**1****04**0--
Cvharvistjayabersama
08*4**0****08**0--
0755552312043000--
0903200749067000Rp 6,423,408,1581. untuk tenaga ahli yang di tawarkan, salah satunya tidak memiliki sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA)
0024862872404000--
0908885049504000--
0025619719101000--
0022863377077000--
0315692772418000--
0025468554307000--
0809521750501000--
0032580110013000--
CV Deltamas Makmur Perkasa
0712562149421000--
0953926334429000--
0026488718411000--
0534417795429000--
0814916540005000--
0315093930544000--
0010611903051000--
0318168341518000--
PT Acme Jaya Group
05*9**2****09**0--
0752582650435000--
0439478371429000--
0840154603008000--
0828715417416000--
PT Dinar Arta Pemenang
02*8**7****47**0--
CV Dahliana Perkasa
08*9**2****17**0--
0729957266451000--
0315491431501000--
0747450674424000--
0860043553008000--
0023600497008000--
0031372444331000--
0722298627005000--
0416604734101000--
PT Melby Sriwijaya Teknik
09*2**1****14**0--
0436082135447000--
PT Ragdalion Revolusi Industri
09*1**4****13**0--
PT Ursabyte
03*7**9****28**0--
Trisaka Multi Karya
0815508015411000--
0023328669424000--
0439254962401000--
PT Ajitama Putera Nusantara
00*4**2****68**0--
0031174147015000--
0422353813429000--
0437441173401000--
CV Qfactor Technologies
08*8**2****16**0--
PT Manunggal Cipta Technology
00*9**9****03**0--
0720111772008000--
0010005023092000--
0762260099609000--
0029001443031000--
CV Hita Karya Teknik
09*2**4****35**0--
PT Putri Putra Nagara
04*1**0****06**0--
CV Sentani Jaya
04*1**0****55**0--
Wijaya Bakti Tanimbar
09*8**6****23**0--
0413300641402000--
0727236390022000--
0415249572432000--
0027483502008000--
PT Trans Telekomunikasi Indonesia
09*4**2****64**0--
0427170899422000--
0210798070411000--
0623244308407000--
CV Cahaya Rembulan Purnama
06*9**4****01**0--
0610219800411000--
Attachment
DAFTAR ISI                                  
                                                                      
                                                                      
 1. PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 2
  1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 2
  1.2 Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 4
                                                                      
  1.3 Perangkat saat ini ................................................................................................................ 4
 2. URAIAN PEKERJAAN .................................................................................................................... 4
  2.1 Ruang Lingkup ..................................................................................................................... 4
 Access Point........................................................................................ Error! Bookmark not defined.
  2.2 Penjaminan dan pemeliharaan ........................................................................................... 6
                                                                      
  2.3 Jangka Waktu Pelaksanaan ................................................................................................. 6
  2.4 Lokasi Pekerjaan .................................................................................................................. 6
                                                                      
 3. PELAKSANA PEKERJAAN .............................................................................................................. 6
 4. PEMBIAYAAN ............................................................................................................................. 21
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 1
 1. PENDAHULUAN                                                       
                                                                      
 1.1 Latar Belakang                                                   
    Penguatan kapasitas perangkat LAN tidak hanya tentang meningkatkan kecepatan akses
 internet, menambah bandwidth atau menambah perangkat keras baru, tetapi juga tentang memastikan
 bahwa jaringan tersebut mampu memenuhi kebutuhan proses bisnis yang berjalan di sebuah institusi
 atau organisasi, memberikan kinerja yang handal, aman, dan fleksibel diskalakan untuk masa
 mendatang.                                                           
                                                                      
    Ada banyak faktor yang dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan penguatan
 kapasitasperangkat LAN yaitu berupa meningkatnya kebutuhan bandwidth pada organisasi atau
 institusi, yang lebih disebabkan dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke dalam
 jaringan dan semakin maraknya penggunaan layanan berbasis cloud di lingkungan organisasi atau
 institusi.                                                           
 Selain itu, meningkatkan standard keamanan menjadi point penting dalam penguatan
 kapasitasperangkat LAN. Hal ini guna melindungi asset berupa data dan informasi dari kebocoran
 data maupun ancaman siber yang dapat mengganggu bisnis proses yang berjalan.
     Manajemen dan monitoring yang lebih baik memungkinkan pengelola jaringan dapat
 mendeteksi dan mengatasi masalah sebelum berdampak besar ke pengguna layanan.Isu latensi tinggi
 dan keberlangsungan layanan yang rendah dapat ditangani dengan cepat dan terukur sehingga
 keluhan dari pengguna dapat diminimalisir. Inovasi teknologi seperti teknologi jaringan Wi-Fi 6,
 Ethernet 10Gbps, dan fiber optics yang dapat memberikan kecepatan dan kapasitas yang jauh lebih
 tinggi daripada teknologi sebelumnya, menjadi alasan perlunya kegiatan penguatan
 kapasitasperangkat LAN di institusi atau organisasi.                 
     Pada tahun 2021 hingga tahun 2022, peremajaan perangkat dan teknologi network ini telah
 dilakukan secara bertahap.Pergantian switch access hingga penggantian Access point telah dilakukan
 di kantor pusat Kementerian Kesehatan yang berada di jalan H.R rasuna said kuningan. Namun,
 keluhan dari pengguna mengenai performa jaringan masih dirasakan tidak optimal. Dukungan
 perangkat endpoint yang digunakan pegawai di lingkungan kantor pusat terhadap teknologi Wi-fi 6
 yang kurang menyeluruh,menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya performa layanan jaringan
 yang difasilitasi Pusat Data dan Teknologi Informasi. Selain itu, alih fungsi ruangan juga menjadi
 faktor terkendalanya layanan jaringan nirkabel yang termanfaatkan oleh pegawai. Dimana adanya
 keterbatasan jangkauan signal dari access point yang tidak dapat menjangkau ruangan yang dialih
 fungsikan tersebut.                                                  
     Serangan siber berupa deface slot gacor dan peningkatan aktifitas malware dalam 2 (dua)
 tahun terakhir ini perlu mendapatkan prioritas dalam penanganan inisden. Berbagai kemungkinan
 jalan masuk yang digunakan oleh seorang attacker dapat dilakukan misalnya melalui phishing, email
 scan ataupun menggunakan piranti yang sanggup melacak gerak-gerik kebiasaan user ketika
 mengakses situs-situs web di internet. Kerentanan atau ancaman tidak tertutup kemungkinan berasal
 dari jaringan internal yang digunakan endpoint pegawai berupa laptop ataupun gawai yang terhubung
 ke internet. Ancaman tertinggi berasal dari internal pada segmen LAN. Untuk itu, selain penguatan
 perangkat network ini perlu dibarengi dengan penerapan kebijakan pengamanan akses network
 sesuai tingkatan kewenangan. Pengaman jaringan yang dimaksud diantaranya dengan menggunakan
 metode NAC (Network Access Control). Dimana dengan menggunakan metode NAC, seorang
 admin jaringan dapat mengontrol dan mengamankan jaringannya dari aksi para user yang tidak
 bertanggung jawab dengan cara mengisolasi komputer user tersebut dari sambungan jaringan.
 Dengan kata lain,hanya komputer yang mengikuti kebijakan yang diizinkan untuk mengakses apapun
 termasuk internet dan akses server .                                 
     Pada Tahun 2023, penggunaan kendali access (Network Access Controller) terbilang cukup
 optimal dalam mengindentifikasi user, mengendalikan behavior user dan meminimalisir ancaman
 keamanan dari sisi user yang menggunakan LAN dan WLAN di kantor pusat kementerian
 Kesehatan. Dengan Network Access Controller (NAC), memungkinkan profiling terhadap pengguna
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 2
 jaringan dengan mekanisme pengguna perlu melakukan authentikasi sebelum mendapatkan layanan
 internet. Penerapan kendali akses (NAC) ini diperkuat dengan surat edaran Sekretaris Jenderal
 Nomor IR.02.02/A/14362/2023 untuk lingkungan kantor pusat. Seiring dengan penambahan jumlah
 pegawai dan perluasan layanan internet di beberapa gedung kantor Kementerian Kesehatan yang
 berada di jalan Percetakan Negara, diperlukan penguatan kapasitaspada NAC yang dimiliki saat ini
 guna mendapatkan fungsi optimal melalui penambahan lisensi menjadi 8000 user.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
          Gambar 1. Profiling perangkat pengguna internet melalui LAN dan WLAN
                         periode 31 maret 2024                        
                                                                      
     Di samping itu, perangkat switch yang menjadi backbone dari jaringan Kemenkes dan
 difungsikan sebagai distribution Farm server switch perlu dilakukan peremajaan. Umur pemakaian
 yang lebih dari 10 tahun serta inovasi teknologi yang telah mengusung teknologi cloud switch yang
 dilengkapi interface 40 Gbps saat ini, dapat menjadi landasan diperlukannya penggantian perangkat
 yang diharapkan mampu mengakomodir trafik besar yang berasal dari pengguna internet di
 lingkungan Kantor Pusat Kemenkes.                                    
                                                                      
     Sebagai penyelenggara TIK, Pusdatin memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan sistem
 informasi sebagai mana yang tercantum dalam Perpres Nomor 71 Tahun 2019. Berbagai upaya
 dilakukan oleh Pusdatin untuk mewujudkan sebuah penyelenggaraan sistem lnformasi yang baik dan
 handal. Diantaranya dengan penerapan ISO 27001 :2013 Standar Sistem Manajemen Keamanan
 lnformasi selama hampir 7 (tujuh) tahun berturut-turut penggunaan perangkat pengamanan dan
 berkooordinasi secara intensif dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
     Selama kurun waktu 3 (dua) tahun terakhir tercatat bahwa serangan terhadap keamanan siber
 yang terjadi cukup banyak pada asset-aset web atau aplikasi di Kementerian Kesehatan, baik berupa
 deface maupun pencurian data pribadi. Kebocoran data pasien covid 19, kebocoran data pengguna
 Sistem Rujukan Terpadu dan kerentanan sistem pada mitra yang melakukan integrasi pada aplikasi
 e-hac menjadi trigger Pusdatin agar lebih memperhatikan sisi keamanan dalam mengelola TIK.
 Serangan siber yang terjadi tidak hanya berasal dari eksternal saja, namun dari internal (baik
 penggunaan jaringan maupun infeksi malware) pun menjadi penyumbang cukup banyak di
 Kementerian Kesehatan.                                               
     Untuk itu,dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pelayanan data dan informasi serta
 peningkatan akses jaringan di lingkungan kantor pusat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
 perlu diupayakan peningkatan pelayanan yang efisien, cepat, mudah, akurat, aman, terpadu dan
 akuntabel. Salah satu bentuk penerapannya adalah dengan melakukan optimasi perangkat Wireless
 atau nirkabel di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga teknologi
 informasi terkini dapat menunjang kebutuhan informasi secara mobile. Untuk itu pada pekerjaan
 Penguatan Kapasitas Layanan Jaringan Internet Kantor Pusat diharapkan dapat mendukung kinerja
 dari pusat data dan teknologi informasi dalam mengimplementasikan kebijakan satu data Kesehatan.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 3
 1.2 Maksud dan Tujuan                                                
   Maksud dan tujuan dari kegiatan Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN Kantor Pusat
 adalah memberikan kemudahan bagi pegawai di lingkungan Kantor Pusat, dalam mendapatkan
 layanan dan akses jaringan internet, melalui:                        
    Tersedianya penambahan Network Access Controller;                
    Tersedianya Access Point;                                        
    Tersedianya farm server switch                                   
    Tersedianya core switch;                                         
                                                                      
 1.3 Perangkat saat ini                                               
     Perangkat jaringan internet yang saat ini dimiliki Pusat Data dan Informasi dalam
 memfasilitasi layanan TI di Gedung Prof. Sujudi dan Gedung Adyatma Kementerian Kesehatan
 adalah produk meraki dengan access point type MR-44 dan GENIAN sebagai Network Access
 Controller.                                                          
                                                                      
 2. URAIAN PEKERJAAN                                                  
                                                                      
 2.1. Ruang Lingkup                                                   
 Lingkup kegiatan Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN Kantor Pusat adalah sebagai
 berikut:                                                             
                                                                      
2.1.1 Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN                     
    Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN adalah sebagai berikut :
                                                                      
                                                                      
    No                  Nama barang                  Jumlah           
    1   Network Access Controller                  1 Paket            
                                                                      
    2   Access point                              40 Unit             
    3   Farm Server switch                         1 Unit             
    4   Core Switch                                1 Unit             
                                                                      
                                                                      
2.1.2 Pekerjaan Instalasi dan Konfigurasi Perangkat                   
    Pekerjaan pengadaan perangkat tersebut di atas termasuk dengan pekerjaan instalasi dan
    konfigurasi pada aplikasi dan perangkat sesuai spesifikasi teknis agar fungsinya dapat
    terintegrasi dengan baik dengan infrastruktur, perangkat dan sistem yang berjalan saat ini
    (existing) dapat berfungsi secara optimal. Pekerjaan instalasi dan konfigurasi meliputi antara
    lain;                                                             
      a. Menyusun jadwal instalasi dan konfigurasi dengan berkoordinasi dengan user dalam
        hal ini Tim Kerja Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi.
      b. Membuat check-list tentang semua pekerjaan yang akan dilakukan dalam instalasi dan
        konfigurasi.                                                  
      c. Melakukan pilot plan ataupun Mitigasi of Plan sesuai dengan skenario design topologi
        yang akan diterapkan.                                         
      d. Melakukan instalasi dan konfigurasi pada aplikasi dan perangkat yang telah ditentukan.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 4
                  Gambar 3. Ilustrasi topologi implementasi perangkat 
                                                                      
     Network Access Controller                                       
      Instalasi dan konfigurasi yang perlu dilakukan terhadap penguatan kapasitas NAC sebagai
      berikut :                                                       
       o Mengintegrasikan dengan Network Access Controller yang dimiliki Pusdatin
         sebelumnya;                                                  
       o Melakukan optimalisasi terhadap penambahan lisensi terhadap solusi yang
         ditawarkan                                                   
       o Melakukan teknikal meeting untuk kebutuhan data teknis implementasi;
       o Melakukan update Policy Server & Network Sensor ke latest patch maupun DB;
       o Melakukan konfigurasi policy compliance berdasarkan technical meeting seperti :
         pengaturan hak akses internet, asset infrastruktur TI dan identifikasi endpoint user
         yang akan akses internet;                                    
       o Pengintegrasian entry portal dengan NAC untuk mengindetifikasi user internet
       o Melakukan integrasi dengan LDAP untuk authentikasi user      
     Access point                                                    
      1. Instalasi pada Access point akan dilakukan di area sesuai rencana pusdatin dan hasil
         survey serta assessmen penyedia setelah ada ketetapan pemenang tender. Kebutuhan
         kabel UTP disesuaikan dengan lokasi access point yang akan terpasang dan
         keberadaan access switch, hasil survey serta asessment penyedia setelah ditetapkan
         pemenang tender. Area Instalasi penambahan perangkat access point rencananya akan
         dipasang pada Gedung adyatma, Gedung Sujudi dan Gedung sarana
      2. Konfigurasi pada perangkat access point disesuaikan dengan rekomendasi jumlah user
         dan dukungan port yang tersedia baik di access switch dan port access point sehingga
         performance perangkat dapat optimal serta best practice yang telah disetujui Pusdatin.
         Termasuk licensi access point yang akan diintegrasikan pada wireless network
         controller.                                                  
     Farm Server Switch dan Core Switch                              
      1. Instalasi terhadap perangkat farm server switch adalah sebagai berikut :
         o  Farm Server Switch dan Core Switch akan dipasang menggantikan perangkat
            switch yang eksisting berjalan pada rack yang tersedia di Data Center dan
            diletakkan sesuai yang ditetapkan Pusdatin;               
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 5
         o  Instalasi kabel disesuaikan dengan kebutuhan dan topologi yang akan
            diimplementasikan seperti melakukan penggantian eksisting DMZ switch ;
         o  Managemen kabel seperti relabelisasi kabel                
         o  Melakukan installasi SFP transceiver pada masing – masing port yang tersedia di
            farm serverswitch dan core switch                         
         o  Termasuk                                                  
              a. penarikan kabel FO 4 core dari lantai 9 Gd adhyatma ke Data Center
                utama (120 m)                                         
              b. OTB dan kabel FO minimal 4 core multimode            
                                                                      
      2. Konfigurasi                                                  
        Melakukan konfigurasi seperti :                               
         o Pengintegrasian Farm Server Switch dan Core Switch yang terpasang pada
           Gedung Sujudi dan Gedung adyatma;                          
         o Melakukan pengintegrasian dengan perangkat monitoring dan logging
           menggunakan mirror port atau metode lain;                  
         o Reconfigure vlan sesuai desain topologi dengan mempertimbangkan Backbone
           pada sfp port dan penggunaan single mode fiber optic.      
      e. Pekerjaan dilakukan secara onsite di Kementerian Kesehatan RI.
      f. Membuat dokumentasi yang berkaitan dengan implementasi.      
      g. Melakukan Transfer Knowledges operasional untuk semua perangkat.
                                                                      
 2.2. Tenaga Ahli pendukung                                           
 Penyedia memilliki minimal 2 (dua) orang tenaga pendukung teknis pelaksanaan pekerjaan, dengan
 kualifikasi sebagai berikut :                                        
 a. 1 (satu) orang dengan pendidikan S1 jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau
   IT yang dibuktikan dengan scan ijazah dan memiliki sertifikasi Cisco Certified Network
   Professional atau setara untuk proses instalasi dan konfigurasi perangkat sesuai dengan
   spesifikasi yang dibutuhkan dan solusi yang ditawarkan;            
 b. 1 (satu) orang dengan pendidikan S1 jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau
   IT yang dibuktikan dengan scan ijazah dan memiliki sertifikasi Cisco Certified Network
   Associate atau setara untuk proses instalasi dan konfigurasi perangkat farm server switch dan
   core switch sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan solusi yang ditawarkan
 2.3. Penjaminan dan pemeliharaan                                     
 Penjaminan dan pemeliharaan terhadap perangkat dan sistem yang diadakan sekurang-kurangnya
 selama 1 (satu) tahun terhitung sejak dilaksanakannya serah terima pekerjaan.
                                                                      
 2.4. Jangka Waktu Pelaksanaan                                        
 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Penguatan kapasitas perangkat Internet Kantor
 Pusat ini selama 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung dari Surat Perintah Mulai Kerja
 (SPMK).                                                              
 2.5. Lokasi Pekerjaan                                                
 Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN Kantor Pusat yang diadakan akan diletakkan di
 Kementerian Kesehatan Jalan H.R. Rasuna Said Blok X5 Kav 4-9 Jakarta Selatan.
                                                                      
 3. PELAKSANA PEKERJAAN                                               
 Penyedia barang/jasa harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :   
    Mempunyai Surat Ijin Usaha Perdagangan dengan Kualifikasi kecil; 
    Mempunyai KBLI 46511 (PERDAGANGAN BESAR KOMPUTER  DAN            
     PERLENGKAPAN KOMPUTER) atau KBLI 46512 (PERDAGANGAN BESAR        
     PIRANTI LUNAK);                                                  
    Pengalaman pekerjaan sejenis minimal 1 kali selama 4 tahun terakhir di K/L pemerintahan
     maupun swasta;                                                   
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 6
    Melampirkan surat dukungan dari principle atau distributor sesuai pada spesifikasi teknis
     dan jaminan ketersediaan perangkat serta durasi waktu pengiriman perangkat pada saat
     upload dokumen.                                                  
                                                                      
                                                                      
 4. SPESIFIKASI TEKNIS                                                
 Spesifikasi teknis yang dimaksud adalah sebagai berikut :            
                                                                      
 No    Perangkat             Spesifikasi Teknis       Jumlah          
 1. NETWORK          Solusinya harus mendukung hingga 3000 node untuk 1 Paket
    ACCESS            visibilitas dan kontrol                         
    CONTROLLER       Solusinya mendukung konfigurasi out-of-band untuk
                      mengumpulkan informasi node dan mengontrol akses
                      jaringan                                        
                     Solusinya harus dapat diimplementasikan tanpa   
                      mengubah topologi dan konfigurasi jaringan yang 
                                                                      
                      ada                                             
                     Solusinya harus dapat beroperasi tanpa          
                      mengandalkan perangkat jaringan spesifik vendor 
                     Solusi harus dapat mengatur dan mengoperasikan  
                      semua fungsi melalui konsol manajemen tunggal   
                     Solusi harus menyediakan konsol manajemen       
                      berbasis web                                    
                     Solusinya harus dapat mengatur fungsi kontrol akses
                      jaringan tanpa agen                             
                     Solusinya harus dapat mengumpulkan informasi    
                      terperinci dan mengontrol konfigurasi desktop   
                      melalui agen                                    
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                                                                      
                      menangguhkan fungsinya untuk mencegah           
                      pemadaman layanan jaringan jika terjadi kegagalan
                      sistem                                          
                     Solusinya harus memberikan konfigurasi          
                      ketersediaan tinggi, baik aktif-aktif atau aktif
                     Solusinya harus memberikan RESTful API untuk    
                      interoperabilitas dengan sistem lain            
                     Solusinya harus dapat mendeteksi perangkat yang 
                      terhubung ke jaringan secara real time          
                     Solusinya harus dapat memonitor peristiwa jaringan
                      seperti ARP dan DHCP, yang terjadi pada level   
                      Layer 2                                         
                     Solusinya harus menyediakan konektivitas trunk  
                                                                      
                      802.1q VLAN untuk visibilitas dan kontrol dari  
                      beberapa VLAN                                   
                     Berikan saluran ikatan atau agregasi tautan untuk
                      koneksi ke switch redundant                     
                     Solusinya harus menyediakan IP, MAC, Vendor     
                      NIC, waktu deteksi, dan informasi jaringan yang 
                      terdeteksi                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 7
                     Solusinya harus bisa mendeteksi domain / nama host
                                                                      
                      NetBIOS dari node jaringan                      
                     Solusinya harus dapat mendeteksi nomor port     
                      terbuka dari node jaringan                      
                     Solusinya harus dapat mendeteksi layanan jaringan
                      seperti DHCP, SMB, DNS, SMTP, Telnet, HTTP,     
                      HTTPS dan SNMP yang disediakan oleh node        
                      jaringan                                        
                     Solusinya harus menyediakan keadaan up / down   
                      node jaringan dan informasi harus diperbarui dalam 1
                      menit dari perubahan node                       
                     Solusinya harus mampu mendeteksi jenis perangkat,
                      produsen dan informasi model, dengan            
                      menggabungkan berbagai informasi node jaringan  
                                                                      
                     Solusinya harus memberikan informasi tentang    
                      mematikan atau mengakuisisi pabrikan platform,  
                      menghentikan produk, atau menghentikan dukungan 
                     Solusinya harus secara otomatis memperbarui     
                      informasi platform terbaru setidaknya sekali    
                      seminggu                                        
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      secara otomatis atau manual melaporkan kepada   
                      pabrikan untuk perangkat yang tidak terdeteksi atau
                      salah terdeteksi                                
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      administrator untuk membuat tag, dan mengaturnya
                      pada node, dan melepaskannya bila perlu. Harus juga
                      dimungkinkan untuk menetapkan kebijakan melalui 
                      tag.                                            
                                                                      
                     Solusinya harus menyediakan fungsi pemantauan   
                      untuk mengidentifikasi bahwa node jaringan telah
                      ditugaskan IP melalui DHCP                      
                     Solusinya harus mengatur kondisi untuk node yang
                      membutuhkan kontrol akses dan memberikan        
                      kemampuan untuk secara otomatis                 
                      mengklasifikasikan node yang memenuhi           
                      persyaratan. Kondisi tersebut harus dapat       
                      didefinisikan untuk semua item yang dikumpulkan 
                      oleh sistem NAC.                                
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      membuat field custom yang memungkinkan          
                      administrator untuk memasukkan data khusus untuk
                      setiap node                                     
                     Solusinya harus memberikan status tautan, dupleks,
                                                                      
                      kecepatan, pemanfaatn, pengaturan keamanan, dan 
                      informasi konfigurasi 802.1x dari sakelar dan setiap
                      port melalui integrasi SNMP                     
                     Solusinya harus memberikan nama switch dan      
                      informasi port ke mana node terhubung           
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 8
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                                                                      
                      mematikan administrasi dari port switch melalui 
                      SNMP                                            
                     Jalankan shutdown administrasi dari port switch 
                      melalui SNMP                                    
                     Solusinya harus dapat mengidentifikasi titik akses
                      yang tidak dipasang di bawah izin administrator 
                      jaringan di antara titik akses yang terhubung   
                     Solusinya harus mampu mengumpulkan informasi    
                      LAN nirkabel melalui PC yang dipasang oleh agen 
                      dengan antarmuka LAN nirkabel                   
                     Secara otomatis mendeteksi bahwa titik akses    
                      terhubung ke jaringan internal                  
                     Menyediakan daftar stasiun yang terhubung ke titik
                                                                      
                      akses dan dapat mengidentifikasi stasiun mana yang
                      diketahui pada jaringan internal                
                     Identifikasi setiap titik akses yang tidak diakui oleh
                      administrator jaringan                          
                     Temukan lokasi fisik AP                         
                     Memberikan informasi kabel-LAN dari perangkat   
                      yang menyediakan titik akses LAN nirkabel       
                     Kumpulkan informasi LAN nirkabel melalui sensor 
                      jaringan yang dilengkapi dengan antarmuka LAN   
                      nirkabel                                        
                     Kumpulkan informasi LAN nirkabel melalui PC     
                      yang dipasang oleh agen dengan antarmuka LAN    
                      nirkabel                                        
                                                                      
                     Solusinya harus memberikan deteksi risiko berbasis
                      layer 2, termasuk :                             
                         o  Server DHCP tidak valid                   
                         o  Bom ARP.                                  
                         o  ARP spoofing.                             
                         o  MAC / IP Clone                            
                         o  Port Scanning.                            
                     Solusinya harus menyediakan agen Windows dan    
                      MacOS untuk pengumpulan informasi real-time     
                      terperinci dan kontrol sistem endpoint          
                     Solusinya harus menyediakan fungsionalitas agen 
                      untuk semua sistem operasi yang menjalankan     
                      Windows XP atau lebih tinggi                    
                     Solusinya harus menyediakan fungsionalitas agen 
                      untuk semua sistem operasi di atas MacOS 10.10  
                                                                      
                      (Yosemite)                                      
                     Berikan fungsi berbasis agen ke Linux           
                     Solusinya harus memberikan informasi sistem     
                      operasi berikut dan dapat mendeteksi perubahan  
                      secara real time :                              
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 9
                       o  Nama OS, versi, paket layanan, bahasa,      
                          pengguna login, waktu install               
                                                                      
                       o  Kata sandi masuk, kunci layar, versi IE, folder
                          bersama                                     
                     Solusinya harus memberikan informasi perangkat  
                      keras berikut dan dapat mendeteksi perubahan secara
                      real time.                                      
                       o  Motherboard, CPU, memori, penyimpanan,      
                          kartu antarmuka jaringan, baterai, perangkat
                          USB, monitor, printer                       
                     Solusinya harus memberikan informasi perangkat  
                      lunak dan dapat mendeteksi perubahan secara real
                      time.                                           
                        o Nama perangkat lunak, versi, jalur, tanggal 
                          instalasi                                   
                     Solusinya harus memberikan informasi perangkat  
                      lunak antivirus dan dapat mendeteksi perubahan  
                                                                      
                      secara real time.                               
                     Solusinya harus memberikan informasi pembaruan  
                      OS dan dapat mendeteksi perubahan secara real time
                      mengaenai keadaan “instalasi pembaruan, nama    
                      pembaruan yang diinstal, pengaturan layanan     
                      pembaruan"                                      
                     Perbarui server kebijakan hanya ketika perubahan
                      terjadi secara real time atau secara berkala    
                     Menyediakan pengumpulan informasi sistem melalui
                      antarmuka WMI                                   
                     Solusinya harus bisa memberikan kemampuan untuk 
                      memeriksa keberadaan antarmuka jaringan yang    
                      terhubung ke jaringan yang tidak diotorisasi oleh
                      administrator                                   
                                                                      
                     Solusinya harus menyediakan halaman unduhan     
                      Agen sendiri                                    
                     Solusinya harus dapat digunakan melalui GPO di  
                      Active Directory.                               
                     Solusinya harus dapat beroperasi sebagai aplikasi
                      tingkat pengguna untuk meminimalkan kerusakan   
                      sistem dan dampak kinerja                       
                     Lakukan peningkatan pada target tersegmentasi   
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      mengaktifkan pengahapusan agen hanya melalui    
                      kode otorisasi yang disediakan oleh administrator.
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      menyembunyikan yang berikut :                   
                                                                      
                       o  Instalasi Agen                              
                       o  ikon aplikasi atau agen                     
                       o  Daftar perangkat lunak yang diinstal di panel
                          kontrol                                     
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 10
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                                                                      
                      mencegah agen dihilangkan atau dihentikan oleh  
                      pengguna                                        
                     Solusi harus menyediakan kontrol akses perangkat
                      berdasarkan alamat MAC sehingga perangkat dengan
                      alamat MAC yang tidak sah dapat terhubung ke    
                      jaringan setelah otorisasi administrator saat   
                      menghubungkan ke jaringan                       
                     Solusi harus menyediakan kontrol akses berdasarkan
                      identitas perangkat meliputi :                  
                      o  Node Type.                                   
                      o  Node Platform Name                           
                      o  Authentication user of the node              
                      o  The host name of the node                    
                      o  NIC Vendor of the node                       
                     Solusi harus dapat memblokir akses ke jaringan  
                                                                      
                      bahkan jika itu adalah perangkat resmi, jika status
                      perangkat tidak konsisten dengan peraturan yang 
                      ditetapkan oleh perusahaan. Status meliputi :   
                       o  Instalasi perangkat lunak yang diperlukan   
                       o  Antivirus sedang berjalan                   
                       o  Pengaturan keamanan yang sesuai             
                     Solusinya harus dapat membangun kebijakan kontrol
                      akses yang dibedakan sesuai dengan peran node dan
                      pengguna, dan dapat memberikan akses ke jaringan,
                      layanan, dan zona waktu dengan hak istimewa     
                     Solusinya harus mengubah kebijakan tanpa        
                      keterlambatan jika alasan perubahan alasan untuk
                      simpul terjadi, dan kontrol akses harus dilakukan
                     Solusinya harus dapat mengarahkan ulang         
                      permintaan HTTP atau HTTPS dari node yang       
                      diblokir ke halaman webnya sendiri untuk memandu
                                                                      
                      alasan pemblokiran dan metode remediasi         
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      memodifikasi pesan dan UI di portal captive. Juga,
                      itu harus memberikan fungsi untuk menampilkan   
                      pesan yang ditetapkan oleh administrator sesuai 
                      dengan status dan kebijakan pengguna.           
                     Solusinya harus menyediakan fungsionalitas tombol
                      khusu untuk tugas-tugas yang perlu dilakukan untuk
                      tugas-tugas yang perlu dilakukan tergantung pada
                      keadaan node atau pengguna. Tombol khusus harus 
                      dapat memberikan fungsi-fungsi berikut.         
                        o Tautan Halaman Eksternal                    
                        o Unduh file                                  
                        o Jendela pop-up secara otomatis              
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                                                                      
                      menerima syarat dan ketentuan untuk node yang   
                      menghubungkan ke jaringan. Selain itu, solusinya
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 11
                      harus dapat menerima data khusus dari pengguna  
                      selama proses perjanjian                        
                                                                      
                     Solusinya harus memberikan penegakan di luar band
                      untuk mencegah gangguan layanan jaringan jika   
                      terjadi kerusakan sistem NAC                    
                     Solusinya harus menyediakan metode kontrol akses
                      out-of-band berbasis layer 2 menggunakan ARP    
                     Berikan kontrol akses berbasis layer 3 menggunakan
                      port mirrring (span)                            
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      mematikan port switch ke mana node yang diblokir
                      terhubung melalui SNMP                          
                     Kontrol Inferface Jaringan Endpoints dan Power  
                      Menggunakan Agen                                
                                                                      
                     Solusi harus memberikan otentikasi pengguna     
                      melalui halaman portal captive                  
                     Solusi harus memberikan otentikasi pengguna     
                      melalui agen                                    
                     Solusinya harus memberikan fitur pengaturan     
                      kekuatan kata sandi berikut.                    
                       o Batas minimum / panjang maksimum             
                       o Jangan menggunakan kembali kata sandi yang   
                         sama                                         
                       o Termasuk huruf, angka, dan karakter khusus   
                       o Karakter berulang                            
                       o Urutan numerik atau alfabet                  
                       o Inspeksi ekspresi reguler                    
                       o Daftar hitam custom                          
                     Solusinya harus menyediakan fungsionalitas kata 
                                                                      
                      sandi sementara untuk pengguna baru. Pengguna   
                      baru yang login menggunakan kata sandi sementara
                      harus dapat mengubah kata sandi baru dan        
                      menyelesaikan otentikasi.                       
                     Solusinya harus memberikan otentikasi dua faktor
                      melalui pesan teks atau email                   
                     Otomatis keluar setelah periode tertentu pasca-login
                     Secara otomatis logout jika tidak ada aktivitas untuk
                      periode tertentu pasca-login                    
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      membatasi IP maksimum, MAC, dan jumlah          
                      perangkat yang dapat disahkan pada satu waktu oleh
                      pengguna.                                       
                     Solusinya harus memberikan kemampuan            
                                                                      
                      manajemen pengguna dan grup sendiri             
                     Solusinya harus menyediakan halaman yang        
                      melaluinya pengguna dapat mengajukan pendaftaran
                      pengguna langsung melalui portal captive dan harus
                      dapat menyetujui aplikasi untuk administrator   
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 12
                     Baca informasi pengguna domain direktori aktif  
                                                                      
                      melalui agen dan ganti dengan pengguna node yang
                      diautentikasi                                   
                     Solusinya harus beroperasi dengan sistem-sistem 
                      berikut untuk mengganti informasi pengguna      
                      otentikasi dari node:                           
                          o Integrasi RDBMS.                          
                          o Integrasi Paket Akuntansi Radius          
                          o Integrasi Syslog.                         
                          o Integrasi RESTful API                     
                     Solusinya harus mendukung Direktori Pengguna    
                      berikut yang ada diluar sistem NAC:             
                          o RADIUS Server.                            
                          o POP3 / IMAP                               
                          o SMTP (Google G Suite)                     
                          o Active Directory.                         
                                                                      
                          o ldap.                                     
                     Solusinya harus menyediakan fungsi untuk membaca
                      data dan menyalinnya ke database lokal NAC untuk
                      kontrol hak pengguna yang lebih rinci seperti   
                      pembuatan grup pengguna untuk direktori pengguna
                      berikut yang ada diluar sistem NAC.             
                          o RDBMS (Oracle, MSSQL, MySQL,              
                            PostgreSQL, DB2)                          
                          o ldap.                                     
                          o CSV                                       
                     Berikan PAP, Otentikasi Bab untuk Klien Radius  
                      Eksternal                                       
                     Berikan fungsi Bypass Otentikasi Mac (MAB) untuk
                      perangkat non-802.1x                            
                     Mendukung RADIUS EAP untuk layanan otentikasi   
                      802.1x                                          
                                                                      
                     Domain Controller Interworking menyediakan      
                      otentikasi 802.1x melalui Direktori Aktif       
                     Menyediakan fungsi webhook untuk memeriksa      
                      kredensial pengguna dari sistem eksternal       
                     Menyediakan modul pemohon EAP-GTC untuk         
                      Windows untuk konfigurasi 802.1x menggunakan    
                      kata sandi legacy                               
                     Memisahkan Pemisahan Server Radius dari Akses   
                      Jarak Jauh dan Otentikasi Pengguna              
                     Solusinya harus mampu memantau real time        
                      penggunaan IP saat ini. (IP bekas, IP yang tidak
                      digunakan, konflik IP, kekurangan IP)           
                                                                      
                     Solusinya harus menyimpan riwayat IP terakhir   
                      setidaknya selama 12 bulan dan jika perlu, dapat
                      mengambil informasi node menggunakan IP pada    
                      waktu tertentu                                  
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 13
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                                                                      
                      mengelola penggunaaan IP melalui tabel tampilan 
                      matriks. Dalam tabel tampilan matriks, administrator
                      harus dapat memilih dan memvisualisasikan keadaan
                      IP yang diinginkan.                             
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      menggunakan IP resmi melalui kebijakan IP dalam 
                      jaringan                                        
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      mengatur masa pakai IP atau Mac untuk valid untuk
                      periode waktu tertentu                          
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      menentukan pengguna mana yang dapat melakukan   
                      otentikasi pengguna hanya pada IP tertentu      
                     Solusinya harus dapat melindungi IP penting dengan
                                                                      
                      hanya memungkinkan MAC yang berwenang melalui   
                      kebijakan IP untuk menggunakan IP tertentu. Jika
                      MAC yang tidak sah mencoba untuk menggunakan    
                      IP yang dilindungi, ia harus memberikan respons 
                      GARP untuk mencegah penggunaan IP. Jika tabrakan
                      IP terjadi, fungsi transmisi ARP detox harus    
                      disediakan untuk meminimalkan gangguan layanan  
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      membatasi perubahan IP yang tidak sah dengan    
                      membatasi IP yang dapat digunakan perangkat Mac 
                      tertentu                                        
                     Solusinya harus memberikan layanan DHCP yang    
                      mendukung alamat IP-Helper. Untuk permintaan    
                      penugasan IP, IP harus ditugaskan hanya pada    
                      perangkat resmi sesuai dengan kebijakan IP      
                     Berikan permintaan IP dan sistem persetujuan untuk
                                                                      
                      IP tidak sah                                    
                     (Windows) Solusinya harus memberikan kemampuan  
                      untuk mengubah nama komputer ke format template 
                      yang ditentukan                                 
                     "(Windows) Solusinya harus memberikan           
                      pemeriksaan kata sandi untuk akun lokal, termasuk:
                         o Sama dengan Kebijakan Kata Sandi NAC       
                           Genian                                     
                         o Usia Kata Sandi                            
                     "(Windows) Solusinya harus menyediakan fungsi   
                      konfigurasi keamanan yang meliputi:             
                         o Menonaktifkan akun tamu                    
                         o Firewall.                                  
                         o Desktop jarak jauh                         
                                                                      
                         o autorun.                                   
                         o Sinkronisasi waktu internet                
                         o Tugas yang dijadwalkan untuk Windows       
                           XP"                                        
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 14
                     (Windows) Solusinya harus memberikan manajemen  
                                                                      
                      ARP statis untuk mencegah spoofing ARP          
                     (Windows) Solusinya harus menyediakan konfigurasi
                      DNS dan host manajemen file                     
                     (Windows) Solusinya harus memberikan kontrol atas
                      pengaturan berbagi folder                       
                     (Windows) Solusinya harus menyediakan           
                      kemampuan untuk menginstal aplikasi baru atau   
                      menghapus aplikasi yang diinstal                
                     (Windows) Solusinya harus menyediakan fungsi    
                      konfigurasi opsi Internet yang meliputi:        
                       o Homepage.                                    
                       o Pengaturan terkait-x aktif                   
                       o Server proxy"                                
                                                                      
                     (Windows) Solusinya harus memberikan kemampuan  
                      untuk menegakkan pengaturan terkait kunci layar 
                     Periksa PC yang terhubung ke beberapa jaringan  
                      pada saat yang sama mengontrol koneksi antarmuka
                      jaringan sesuai dengan kondisi yang ditentukan  
                     Solusi harus memberikan kemampuan untuk         
                      menyediakan profil untuk koneksi LAN nirkabel dan
                      kontrol SSID yang dapat diakses melalui white list
                     Solusinya harus menyediakan fungsi untuk menjaga
                      perangkat dalam keadaan dinonaktifkan saat      
                      menghubungkan ke perangkat dengan mengatur      
                      kebijakan blok menggunakan nama, kelas, jenis,  
                      deskripsi untuk perangkat yang terhubung ke sistem.
                     (Windows) Solusinya harus memberikan kemampuan  
                                                                      
                      untuk menetapkan kebijakan melalui vendor, model,
                      nomor seri untuk perangkat yang terhubung melalui
                      antarmuka USB dan menyimpannya dalam keadaan    
                      dimatikan saat terhubung ke perangkat yang sesuai.
                     Solusinya harus menyediakan fungsi untuk        
                      menyimpan kondisi pencarian tertentu dan hanya  
                      mengambil catatan audit yang cocok dengan kondisi
                      tersebut                                        
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      memantau log yang dihasilkan secara real time   
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      mengatur tag pada node di mana log dicocokkan   
                      dengan filter log tertentu, dan untuk memberikan
                      kemampuan untuk mengubah kebijakan ketika suatu 
                      peristiwa terjadi                               
                                                                      
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      mengirim alarm ke administrator ketika catatan audit
                      memenuhi kondisi pencarian tertentu             
                     "Solusinya harus menyediakan fungsi integrasi yang
                      mencakup metode berikut dalam sistem eksternal  
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 15
                      ketika menghasilkan catatan audit yang memenuhi 
                      kondisi pencarian tertentu:                     
                                                                      
                          o syslog.                                   
                          o SNMP Trap.                                
                          o WebHook."                                 
                     Solusinya harus memberikan fungsi untuk menerima
                      syslog yang terjadi pada sistem eksternal dan   
                      mengatur tag node untuk menerapkan kebijakan. Ini
                      harus berlaku untuk berinteraksi dengan sistem  
                      keamaan eksternal seperti Fireeye               
                     Solusi harus menerima perangkap SNMP yang       
                      dihasilkan dari sistem eksternal, simpan sebagai
                      catatan audit, dan berikan fungsi untuk menandai
                      node                                            
                     Solusinya harus memberikan kemampuan pelaporan  
                      dasar berikut:                                  
                                                                      
                           o Tren Grup Node                           
                           o Tren Grup WLAN                           
                           o Tren volume log dengan filter log        
                     "Solusinya harus memberikan kemampuan Laporan   
                      Kustom berikut:                                 
                           o Jumlah node                              
                           o Tren grup tertentu                       
                           o Tren log tertentu                        
                           o Tren Hasil Kueri Kustom"                 
                     Solusinya harus menyediakan fungsi ekspor dalam 
                      format CSV untuk data yang disediakan oleh produk
                     Solusinya harus menyediakan fungsionalitas      
                      dashboard yang dapat disesuaikan                
                     Solusinya harus menyediakan dasbor yang         
                      dipersonalisasi untuk setiap administrator      
                                                                      
                     Solusinya harus menyediakan cara untuk membatasi
                      penggunaan fungsi dan menu berdasarkan peran    
                      administrator                                   
                     Solusinya harus memberikan kemampuan untuk      
                      membatasi ruang lingkup manajemen untuk setiap  
                      administrator                                   
                     Solusi harus mengaudit semua pengaturan         
                      administrator dan perubahan kebijakan, termasuk 
                      nilai pra-perubahan                             
                     Solusinya harus dapat memverifikasi perubahan   
                      perangkat lunak terbaru melalui konsol manajemen
                      dan dapat melakukan upgrade setelah mengunduh   
                     Solusi harus memherikan otentikasi administrator
                      melalui dua otentikasi faktor                   
                                                                      
                     Solusi harus memberikan manajemen melalui SNMP  
                   Dilengkapi surat dukungan resmi dari Principal    
                   Memiliki layanan purna jual baik lunak selama 3 tahun
                    24x7 termasuk local support                       
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 16
 2  ACCESS POINT   Mendukung teknologi wifi - 6      40 Unit         
                                                                      
                   Radio akses klien 2.4 GHz 802.11b/g/n/ax          
                   Radio akses klien 5 GHz 802.11a/n/ac/ax           
                   memiliki fitur WIDS/WIPS dual-band 2.4 GHz dan 5  
                    GHz, analisis spektrum, dan radio analisis lokasi 
                   memiliki Radio Rendah Energi Bluetooth 2,4 GHz    
                    bawaan (built-in) dengan dukungan Beacon          
                   Antena internal                                   
                   DL-OFDMA, UL-OFDMA, mendukung TWT, BSS            
                    coloring                                          
                   Mendukung 4×4 MIMO                                
                                                                      
                   UL/DL SU-MIMO dan mendukung MU-MIMO               
                   Memiliki fitur Maximal ratio combining (MRC) dan  
                    beamforming                                       
                   Mendukung penggunaan saluran 20 dan 40 MHz        
                    (802.11n)                                         
                   Mendukung penggunaan saluran 20, 40, dan 80 MHz   
                    (802.11ac Wave 2)                                 
                   Mendukung penggunaan saluran 20, 40 and 80 MHz    
                    (802.11ax)                                        
                   mendukung sampai dengan 1024 QAM untuk frekuensi  
                    2.4 GHz dan 5 GHz                                 
                   Memiliki port dengan kemampuan 1× 100/1000/2.5G   
                                                                      
                    BASE-T Ethernet                                   
                   memiliki konektor 1× untuk DC power               
                   Integrated Layer 7 firewall dengan mendukung fitur
                    mobile device policy management                   
                   Memiliki total throughput lebih dari 3000Mb/s     
                   Mendukung fitur Real-time WIDS/WIPS dengan        
                    peringatan dan penahanan rogue AP berdasarkan SSID
                    atau MAC Address                                  
                   Akses tamu yang fleksibel dengan isolasi perangkat
                   Mendukung fitur VLAN tagging (802.1Q) dan tunneling
                    menggunakan fitur IPSec VPN                       
                                                                      
                   laporan PCI Compliance                            
                   Mendukung fitur autentikasi dengan WEP, WPA,      
                    WPA2-PSK, WPA2-Enterprise dengan 802.1X, WPA3 -   
                    Personal, WPA3 - Enterprise, WPA3 - Enhanced Open 
                    (OWE)                                             
                   Mendukung fitur EAP-TLS, EAP-TTLS, EAP-           
                    MSCHAPv2, EAP-SIM                                 
                   Mendukung fitur TKIP dan enkripsi AES             
                   Memiliki fitur splash page dengan metode Sponsored
                    login, autentikasi melalui Radius Server, LDAP Server,
                    Active Directory, Facebook dan SMS                
                   Memliliki fitur NAC untuk pemeriksaan aplikasi    
                    antivirus                                         
                                                                      
                   Integrasi RADIUS untuk akses tamu dan postur BYOD 
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 17
                   Visibilitas & kontrol seluruh jaringan melalui Cloud
                                                                      
                    Controller, penyediaan mandiri, pelaporan otomatis dan
                    memdukung penggunaan API                          
                   Mendukung Self-Provisioning untuk proses          
                    implementasi yang cepat                           
                   Memiliki fitur pelaporan otomatis mengenai kondisi
                    sistem                                            
                   Pembaruan firmware yang dapat dilakukan secara    
                    otomatis dengan pengaturan jadwal                 
                   Mendukung fitur kategori Akses WMM dengan         
                    dukungan DSCP dan 802.1p                          
                   Pelaporan analitik lalu lintas Layer7 global per jaringan,
                    per perangkat, dan per aplikasi                   
                                                                      
                   Termasuk material kabel jaringan yang disesuaikan 
                    dengan kebutuhan;                                 
                   Garansi perangkat keras Seumur Hidup Terbatas dengan
                    penggantian lanjutan disertakan                   
                   Dilengkapi surat dukungan resmi dari Principal    
                   Memiliki layanan purna jual baik perangkat keras dan
                    lunak selama 3 tahun 24 x 7 termasuk local support
 3  FARM SERVER    Perangkat harus memiliki kemampuan untuk mengganti 1 Unit
    SWITCH          perangkat yang rusak dengan mekanisme Zero Touch  
                    Replacement untuk mengeliminasi rekonfigurasi secara
                    manual.                                           
                   Perangkat harus mendukung realtime telemetry      
                    streaming. Perangkat harus langsung mengirimkan   
                                                                      
                    perubahan data telemetry melalui streaming (push) secara
                    langsung tanpa perlu ada konfigurasi minimum interval
                    streaming/pengiriman pada perangkat.              
                   Perangkat harus memiliki kemampuan untuk melakukan
                    patching terhadap operating system tanpa mengganggu
                    data plane.                                       
                   Perangkat harus mendukung active/active redundancy
                    dengan teknologi MLAG                             
                   Semua perangkat harus mendukung layanan transportasi
                    terminal standar: SSHv2, Telnet, Tacacs +, Radius, AAA.
                   Semua tipe perangkat harus menggunakan Sistem     
                    Operasi yang sama.                                
                   Mendukung Link Aggregation Control Protocol       
                                                                      
                    (802.2ad)                                         
                   Mendukung Static Routing & NAT                    
                   Mendukung protocol RIPv2, OSPF, BGP, Multicast,   
                    MLAG dan EVPN VXLAN (L2/L3)                       
                   Mendukung Link Aggregation Control Protocol       
                    (802.2ad)                                         
                   Mendukung Port Mirroring                          
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 18
                   Perangkat harus mendukung redundan kipas dengan opsi
                                                                      
                    Front-to-Back dan Back-to-Front airflow, dan redundan
                    power supplies (AC atau DC)                       
                   Mempunyai dedicated port management.              
                   Principal memiliki engineer lokal di Indonesia untuk
                    memberikan dukungan teknis apabila diperlukan.    
                   Memiliki minimal 96x SFP25 port, 8x QSFP100 port, 
                    dan 2 SFP+ port                                   
                   Memiliki management port, console port, & USB port
                   Memiliki minimal 6.4Tbps throughput, 2Bpps        
                    Packet/Second, 800ns Latency                      
                   Memiliki 2 power supply (redundant & hot-swap)    
                                                                      
                   Memiliki 4 fan (N+1 redundant)                    
                   Perangkat switch harus memiliki 128-way ECMP      
                   Memiliki processor Quad-Core x86, memory 8GB, flash
                    storage 8GB, front-to-rear airflow, 2RU           
                   Mendukung : L2 Protocols; MLAG; Static Routing;   
                    RIPv2; Advanced Event Monitor; Linux tools & services;
                    SNMP; VRFs; QoS; PTP Client; Control Plane Security
                    Feature; DirectFlow; Dynamic Routing Protocols:   
                    OSPF/v3, BGP, MP-BGP, ISIS; PIM (SM, BSR, MBR);   
                    Anycast RP; Up to 256K routes,; vxlan Bridging +  
                    Routing; GRE Tunnels; NAT                         
                   Memiliki fungsi Real-time telemetry streaming dimana
                    fungsi tersebut harus tidak berimplikasi terhadap fungsi
                    dan operasi dari perangkat tersebut               
                                                                      
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based dengan role-based access control.           
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based dengan network wide state based rollback    
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based untuk melakukan orkestrasi ketika melakukan 
                    system upgrades.                                  
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based untuk melakukan analisa terhadap informasi yang
                    di hasilkan oleh arus real-time telemetry sehingga
                    menyediakan informasi: historical dan real-time   
                    information terhadap parameter yang di monitoring.
                   Memiliki kemampuan untuk melakukan provisioning   
                    perangkat baru menggunakan sebuah management      
                                                                      
                    system berbasis centralized GUI                   
                   Menyediakan SFP-10G-SR 90 unit                    
                   Menyediakan SFP-1G-T 4 unit                       
                   Menyediakan SFP-10G-LR 2 unit                     
                   Dilengkapi surat dukungan resmi dari Principal    
                   Memiliki layanan purna jual baik perangkat keras dan
                    lunak selama 3 tahun 24 x 7 termasuk local support
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 19
 4  CORE SWITCH    Perangkat harus memiliki kemampuan untuk mengganti 1 Unit
                                                                      
                    perangkat yang rusak dengan mekanisme Zero Touch  
                    Replacement untuk mengeliminasi rekonfigurasi secara
                    manual.                                           
                   Perangkat harus mendukung realtime telemetry      
                    streaming. Perangkat harus langsung mengirimkan   
                    perubahan data telemetry melalui streaming (push) secara
                    langsung tanpa perlu ada konfigurasi minimum interval
                    streaming/pengiriman pada perangkat.              
                   Perangkat harus memiliki kemampuan untuk melakukan
                    patching terhadap operating system tanpa mengganggu
                    data plane.                                       
                   Perangkat harus mendukung active/active redundancy
                    dengan teknologi MLAG                             
                   Semua perangkat harus mendukung layanan transportasi
                                                                      
                    terminal standar: SSHv2, Telnet, Tacacs +, Radius, AAA.
                   Semua tipe perangkat harus menggunakan Sistem     
                    Operasi yang sama.                                
                   Mendukung Link Aggregation Control Protocol       
                    (802.2ad)                                         
                   Mendukung Static Routing & NAT                    
                   Mendukung protocol RIPv2, OSPF, BGP, Multicast,   
                    MLAG dan EVPN VXLAN (L2/L3)                       
                   Mendukung Link Aggregation Control Protocol       
                    (802.2ad)                                         
                   Mendukung Port Mirroring                          
                                                                      
                   Perangkat harus mendukung redundan kipas dengan opsi
                    Front-to-Back dan Back-to-Front airflow, dan redundan
                    power supplies (AC atau DC)                       
                   Mempunyai dedicated port management.              
                   Principal memiliki engineer lokal di Indonesia untuk
                    memberikan dukungan teknis apabila diperlukan.    
                   Memiliki minimal 48x SFP25 port, 8x QSFP100 port, 
                    dan 2 SFP+ port                                   
                   Memiliki management port, console port, & USB port
                   Memiliki minimal 4Tbps throughput, 1Bpps          
                    Packet/Second, 800ns Latency                      
                   Memiliki 2 power supply (redundant & hot-swap)    
                                                                      
                   Memiliki 2 fan (1+1 redundant)                    
                   Perangkat switch harus memiliki 128-way ECMP      
                   Memiliki processor Quad-Core x86, memory 8GB, flash
                    storage 8GB, front-to-rear airflow, 1RU           
                   Mendukung : L2 Protocols; MLAG; Static Routing;   
                    RIPv2; Advanced Event Monitor; Linux tools & services;
                    SNMP; VRFs; QoS; PTP Client; Control Plane Security
                    Feature; DirectFlow; Dynamic Routing Protocols:   
                    OSPF/v3, BGP, MP-BGP, ISIS; PIM (SM, BSR, MBR);   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 20
                    Anycast RP; Up to 256K routes,; vxlan Bridging +  
                    Routing; GRE Tunnels; NAT                         
                                                                      
                   Memiliki fungsi Real-time telemetry streaming dimana
                    fungsi tersebut harus tidak berimplikasi terhadap fungsi
                    dan operasi dari perangkat tersebut               
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based dengan role-based access control.           
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based dengan network wide state based rollback    
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based untuk melakukan orkestrasi ketika melakukan 
                    system upgrades.                                  
                   Mendukung manajemen jaringan dengan single GUI-   
                    based untuk melakukan analisa terhadap informasi yang
                    di hasilkan oleh arus real-time telemetry sehingga
                                                                      
                    menyediakan informasi: historical dan real-time   
                    information terhadap parameter yang di monitoring.
                   Memiliki kemampuan untuk melakukan provisioning   
                    perangkat baru menggunakan sebuah management      
                    system berbasis centralized GUI                   
                   Dilengkapi surat dukungan resmi dari Principal    
                   Memiliki layanan purna jual baik perangkat keras dan
                    lunak selama 3 tahun 24 x 7 termasuk local support
                                                                      
 5. PEMBIAYAAN                                                        
 Pembiayaan pengadaan ini dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Sekretariat Jenderal untuk Pusat
 Data dan Informasi tahun 2024. Harga Kontrak dibayarkaan berdasarkan Kontrak Lumpsum dengan
 harga yang disesuaikan.                                              
                                                                      
                                                                      
                                  Jakarta, 23 Agustus 2024            
                                  Pejabat Pembuat Komitmen            
                                  Pusat Data dan Teknologi Informasi  
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                   TTD                                
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 21
                       | Kerangka Acuan Kerja | Pengadaan Penguatan Kapasitas Perangkat LAN| 22
Tenders also won by PT Mitra Infotech Prima
Authority
26 March 2022Peningkatan Kapasitas Layanan Jaringan Internet Kantor PusatKementerian KesehatanRp 8,636,355,000
11 September 2020Pengadaan Server Storage Dan VirtualisasiKementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RIRp 8,370,000,000
17 May 2024Manage Service Jaringan Dan Data CenterKementerian KesehatanRp 5,000,000,000
11 April 2025Manage Service Jaringan Dan Data CenterKementerian KesehatanRp 4,200,000,000
24 October 2022,Penguatan Kapasitas Layanan Data Center (Electrical)Kementerian KesehatanRp 1,988,000,000
18 November 2025Instalasi Jaringan BackboneKementerian KesehatanRp 1,783,648,000
3 November 2021Peningkatan Kapasitas Layanan Data Center ( Cabling Dan Electrical )Kementerian KesehatanRp 1,200,000,000
8 July 2025Warranty Support Maintenance Platform MerakiKementerian KesehatanRp 1,170,532,000