| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029171741713000 | Rp 460,800,000 | Tidak hadir dalam jadwal pembuktian KUalifikasi | |
| 0940717291713000 | Rp 568,335,000 | - | |
| 0841195126713000 | Rp 460,268,400 | Petugas K3 an SUHARYANTO Pembangunan Jembatan jalan bukit simpar penghubung antar desa kondang | |
| 0015805088712000 | - | - | |
| 0628548059713000 | Rp 460,800,000 | pada Bukti kepemilikan yang di lampirkan tidak ada Peralatan cat yang di persyaratkan | |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
| 0439046939713000 | - | - | |
| 0838632859713000 | - | - | |
CV Angkasa Raya Lamandau | 0941182412713000 | - | - |
| 0533775375713000 | - | - | |
| 0722394210713000 | - | - | |
| 0015805435713000 | - | - | |
| 0728588484713000 | - | - | |
| 0536519713713000 | - | - | |
| 0939047056713000 | - | - | |
CV Sinar Grup | 0815477526713000 | - | - |
CV Kubu Raya Sejahtera | 00*7**5****01**0 | - | - |
| 0029153491703000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
A. SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
1. Identitas
a. Unit Organisasi/SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Kotawaringin Barat
b. Program : Program Pengelolaan Pendidikan.
c. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar.
d. Sub Kegiatan : Pembangunan Ruang Kelas Baru.
e. ID RUP : 48272776
2. Nama Paket Pekerjaan : Konstruksi Lanjutan Pembanguan Ruang Kelas Baru
SD Negeri 5 Sidorejo
a. Nama KPA : DIEN FAHRIYANDY, ST,M.P.Sc, M.Eng
b. Nama PPTK : MUHAMMAD DIYANTO, S.Kom
B. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
a. Pekerjaan Persiapan
1) Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan harus
telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2) Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai
pekerjaan.
3) Demi kelancaran kegiatan sebelumnya penyedia harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4) Situasi dan Ukuran
a. Penyedia wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah, sifat
dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi
pekerjaan penawaran kontraktor.
b. Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan
alasan untuk mengajukan tuntutan.
c. Penyedia bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana
kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
d. Penyedia berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan
segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak cocokan
ukuran-ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak
diperkenangkan membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-
gambar sebelum berkonsultasian dari Direksi.
e. Apabila terdapat ketidaksesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran
bersama dijadikan patokan.
f. Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau
sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
g. Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang
selama dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
h. Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi
setiap ukuran dan kedalaman.
i. Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh
pemborong dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera
kebenarannya dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok (peil
nol).
j. Untuk Bangunan rehabilitasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan
terlebih dahulu mengambil Foto kondisi 0% nol.
2. PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Spesifikasi teknis yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa
pembongkaran dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses
pembongkaran mematuhi semua peraturan dan peraturan yang berlaku untuk
menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan, Berikut adalah spesifikasi teknik
untuk pekerjaan pembongkaran :
1) Persiapkan area kerja dengan membersihkan area sekitarnya dan memasang
pembatas untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pekerja.
Koordinasi dengan pihak pengelola untuk memastikan minimnya dampak
pada aktivitas masyarakat
2) Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya
sehingga tidak merusak struktur tanah
3) Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area secara menyeluruh dari sisa-
sisa bata dan limbah. Buang limbah sesuai dengan pedoman dan peraturan
yang berlaku
4) Lakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan bahwa area kerja telah
dibersihkan dengan benar dan tidak ada sisa material yang tersisa
5) Pastikan bahwa area sudah siap untuk tahap konstruksi atau penggunaan
selanjutnya
3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
1) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
– Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi
– Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
– Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
– Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
– Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
– Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
– Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
2) Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan keselamatan kerja yang berguna
meminimalisir resiko kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan. Peralatan keselamatan kerja yang digunakan harus sesuai
dengan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena Peralatan kerja merupakan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak Penyedia Jasa maka dari itu
Penyedia Jasa wajib membuat Rancangan Ketentuan keselamatan Kerja (K3)
dalam pelaksanaannya.
3) Penyediaan sarana pendukung K3, seperti :
– Rambu – rambu K3.
– Papan waktu pelaksanaan pekerjaan.
– Pengurusan Jamsostek.
– Koordinasi pelaksanaan sistem manejemen K3 dengan instansi
terkait.
– Penyediaan Satuan Pengaman Proyek.
– Penetapan Pengendalian Risiko K3 dengan memakai APD (helm,
sepatu safety, sarung tangan,masker,dan Rompi Keselamatan)
4) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Penyedia Jasa bertanggung jawab atas keselamatan dan
keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
5) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan
dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
6) Menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di
lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua
petugas dari pekerja lapangan.
7) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja
dan di lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety
belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
8) Bilamana terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
perawatan serius, Penyedia Jasa harus segera membawa korban ke Rumah
Sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut pada Pemberi Tugas.
9) Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian Perencanaan keselamatan
konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi. Peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,
pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta
dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek
4. PEKERJAAN TANAH
Meliputi pekerjaan penggalian (Cut) dan penimbungan (Fill) antara lain penimbunan
kembali galian pondasi, penimbunan tanah manual, pemadatan lapis demi lapis,
sehingga titik peil sesuai dengan gambar rencana.
a. Galian Tanah dan Urugan Pasir
Pelaksanaan galian tanah sebagai berikut :
1) Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti
tertera dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat
persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
2) Penggalian tanah dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan
patok-patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
3) Dasar galian 30 cm, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu,
kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat),
maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang
terjadi diisi dengan pasir urug.
4) Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus
dipompa keluar, sehingga pada waktu pemasangan pondasi
parit/galian pondasi dalam keadaan kering
5) Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam
gambar, maka kelebihan dari pada galian harus diurug kembali dengan
material yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat
pekerjaan tersebut menjadi beban penyedia.
6) Pastikan area galian sudah siap untuk dimulai pekerjaan urugan pasir.
Ini termasuk membersihkan area dari vegetasi, menghapus material
tambahan seperti batu atau akar pohon.
7) Tentukan tinggi urugan pasir yang diperlukan untuk mengisi galian
pondasi dengan benar, dalam hal ini tinggi urugan pasir 5 cm Ini dapat
dilakukan dengan mengukur kedalaman galian dan menyesuaikan
tingkat pasir sesuai dengan desain kanstin yang ditentukan
5. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Pondasi, Kolom, Sloof dan balok), Pas. Keramik dan material lain
untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan mortar atau
semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat tentang kedua
jenis pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material
lain yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass
untuk memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian
semen dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan
semua rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari
kekosongan yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang
tidak diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding
bata merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat
mortar pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya.
Pastikan setiap bata berada pada posisi yang benar dengan
menggunakan waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris)
untuk meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini
juga membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang
terlalu cepat
c. Pek. Beton K-250
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan
campuran K-250 yang meliputi Pekerjaan Kolom 30/30, Balok 30/60,
Balok 30/40, Balok 20/30 dan Plat Beton K-250 dengan spesifikasi
teknis sebagai berikut ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang
akan dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat
dan sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok
untuk menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
5) Pemeriksaan dan Pengujian
– Slump Test: Lakukan pengujian slump untuk memastikan beton
memiliki workability yang sesuai dengan spesifikasi
– Pemeriksaan Material: Pastikan bahwa material yang digunakan
dalam ready mix sesuai dengan spesifikasi mutu K250
– Uji Kuat Tekan: Setelah beton mengeras, ambil sampel untuk uji
kuat tekan (pada umur 7, 14, dan 28 hari) untuk memastikan
beton mencapai kekuatan K250 sesuai spesifikasi
6) Metode Pelaksanaan
– Beton ready mix dikirim ke lokasi menggunakan truk mixer.
Pastikan beton dalam keadaan segar dan tidak terjadi segregasi
selama transportasi
– Mulai pengecoran dari titik terjauh ke arah pintu keluar agar
tidak terperangkap di dalam area pengecoran
– Gunakan pompa beton atau bucket untuk menyalurkan beton ke
lokasi yang akan dicor
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan
beton menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada
rongga udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya
dan haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan
menutupi permukaan beton menggunakan plastik atau bahan
pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7
hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan
beton mencapai kekuatan yang diinginkan
d. Pek. Rabat Beton 1pc:3ps:5kr
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi rabat beton yang akan dibangun sesuai dengan
rencana konstruksi yang meliputi keliling bangunan dan parit
keliling bangunan
– Bersihkan area yang akan dibangun parit dari material-material
yang tidak diinginkan, seperti rumput, batu, atau sampah
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:3ps:5kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Buat fondasi atau alas yang padat dan rata untuk menopang
struktur rabat
– Lanjutkan proses pembuatan barisan semen, pasir, dan kerikil
hingga mencapai ketinggian yang diinginkan
– Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, lakukan finishing
pada bagian atas struktur rabat dengan meratakan atau
memotong rabat jika diperlukan
– Biarkan struktur rabat mengering dan mengeras selama
beberapa hari sebelum diberi beban atau digunakan
e. Pek. Plesteran dan Acian
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda
lain yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan
pastikan akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan
sebelumnya yang masih menempel. Pastikan permukaan kering
dan bebas dari kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
3) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan
dan dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan
sekitar tetap kering dan terlindungi dari hujan atau
kelembaban berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian
sesuai dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian
memiliki konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang
seragam menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai.
Pastikan lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang
kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai
tekstur yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat
rapi dan bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan
langkah-langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-
sisa material dan debu menggunakan alat pembersih yang
sesuai
f. Pasang Keramik 40x40
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan
plester semen
2) Bahan dan Alat
– Keramik 40x40
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1
bagian semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air
secukupnya hingga adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan.
Tekan keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu
karet untuk memastikan keramik menempel dengan baik dan
rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik
terpasang rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang
tidak rata dengan cara menekan atau mengangkat dan
menambahkan adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau
perekat keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan
pengisian nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
g. Pasang Washtafel
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan wastafel dan pastikan area
tersebut bersih dan rata
– Pastikan saluran air bersih (inlet) dan saluran pembuangan
(outlet) sudah tersedia di lokasi yang sesuai
2) Bahan dan Alat
– Washtafel
– Bracket atau penyangga wastafel (jika diperlukan)
– Sealant
– Baut dan Mur
– Meteran, Bor Listrik
– Waterpass
– Pipa Pembuangan
– Gergaji Pipa
3) Metode Pelaksanaan
– Gunakan meteran untuk menentukan tinggi wastafel dari
lantai, biasanya sekitar 80-85 cm untuk kenyamanan
penggunaan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut
lurus dan rata, Tandai titik pemasangan bracket atau
penyangga wastafel di dinding dengan pensil atau spidol
– Bor lubang di titik-titik yang sudah ditandai untuk memasang
bracket atau penyangga wastafel
– Pasang bracket atau penyangga menggunakan baut dan mur
yang sesuai. Pastikan penyangga terpasang kuat dan rata
– Letakkan wastafel di atas bracket atau penyangga yang sudah
terpasang
– Gunakan sealant atau silikon di sepanjang tepi wastafel yang
bersentuhan dengan dinding untuk mencegah kebocoran
– Pasang fitting dan selang fleksibel ke keran wastafel dan Pasang
pipa pembuangan pada bagian bawah wastafel
– Buka stop kran dan periksa aliran air melalui wastafel. Pastikan
tidak ada kebocoran pada sambungan selang fleksibel dan pipa
pembuangan
– Bersihkan sisa-sisa sealant atau silikon yang berlebihan
dengan kain basah
6. PEKERJAAN KAYU
Meliputi pekerjaan Kusen Ulin 5/11, Pek. Kuda-kuda ulin 5/10, Rangka Plafond
kayu klas II, Plafond Nusaboard 3,5 mm, Daun Pintu dan Daun Jendela dengan
spesifikasi teknik dan metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
a. Pek. Kusen Ulin 5/11
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area di mana kusen akan dipasang dari debu, kotoran, dan
material lainnya
– Pastikan dinding atau tembok yang akan dipasangi kusen dalam
keadaan rata dan kokoh
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kusen kayu ulin ukuran 5/11 cm
– Paku, sekrup, atau baut (sesuai kebutuhan)
– Meteran, waterpss, Bor listrik
– Palu, Pahat Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur dimensi bukaan pintu atau jendela di mana kusen akan dipasang
– Letakkan bagian bawah kusen (ambang) terlebih dahulu pada posisi
yang tepat di bukaan pintu atau jendela
– Pastikan ambang kusen rata menggunakan waterpass. Sesuaikan
dengan menambahkan atau mengurangi material di bawah ambang
kusen jika diperlukan
– Pasang bagian samping kusen (tiang kusen) pada posisi yang tepat,
memastikan bahwa sudut antara ambang dan tiang kusen adalah 90
derajat. Gunakan waterpass untuk memastikan tegak lurus
– Pasang bagian atas kusen (palang kusen) setelah kedua tiang kusen
dipasang dengan benar. Pastikan semua sudut rata dan tegak lurus
– Gunakan paku, sekrup, atau baut untuk mengencangkan kusen pada
dinding atau tembok. Pastikan kusen terpasang kokoh dan tidak
bergeser
d. Rangka Plafond Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan ruangan dari furnitur dan barang-barang lainnya untuk
memberikan ruang yang cukup untuk bekerja dan mencegah kerusakan
pada barang-barang tersebut
– Tutup lantai dengan kain penutup atau perlindungan plastik untuk
melindunginya dari debu, kotoran, atau kerusakan selama proses
instalasi
– Gunakan pena atau krayon untuk menandai lokasi titik-titik instalasi di
dinding dan langit-langit sesuai dengan rencana desain
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Kayu Klas II 5/5
– Paku Kayu
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor dan mata bor, meteran)
– Level Air
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ukuran 5x5 cm sesuai dengan panjang yang dibutuhkan
untuk balok utama, pastikan setiap potongan rata dan sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan
– Pasang bagian kayu 5/5 ke dalam posisi yang tepat menggunakan baut,
paku, atau sistem pengikat lainnya. Pastikan bagian baru terpasang
dengan kuat dan kokoh
– Gunakan baut tambahan atau pengikat lainnya untuk memperkuat
sambungan antara bagian lama dan baru rangka plafon
– Gunakan level air untuk memeriksa kesejajaran dan tingkat rangka
plafon setelah perbaikan selesai dilakukan. Pastikan rangka plafon
dalam posisi yang lurus dan rata
– Setelah semua rangka plafond selesai dilakukan, periksa kembali
seluruh rangka plafon untuk memastikan tidak ada bagian yang
terlewatkan
e. Plafond Nusaboard dan List Profil Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar plafon dari perabotan atau barang-barang
lainnya
– Tutup lantai dengan perlindungan seperti kain penutup atau plastik
untuk melindungi permukaan dari kerusakan atau kotoran selama
proses kerja
2) Bahan baku dan Peralatan
– Nusaboard 3,5 mm
– List Profil
– Sekrup atau paku khusus untuk serat semen
– Compound
– Bor listrik, obeng, dan alat pemotong Nusaboard (gergaji atau cutter)
– Meteran
– Sealant atau perekat tahan air
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur luas area plafon yang akan dipasangi Nusaboard
– Potong lembaran Nusaboard sesuai ukuran yang telah diukur. Pastikan
potongan rapi dan sesuai dengan ukuran rangka plafond
– Pasang rangka plafon dengan jarak antar rangka 60 cm. pastikan kayu
dalam kondisi kering dan tidak mudah lapuk, pastikan rangka terpasang
kuat dan rata
– Mulailah pemasangan dari satu sudut plafon. Angkat lembaran
Nusaboard dan letakkan pada posisi yang tepat di atas rangka
– Pastikan lembaran Nusaboard sejajar dengan rangka dan tidak ada
bagian yang menggantung
– Gunakan sekrup atau paku khusus untuk serat semen dengan jarak
antar sekrup/paku sekitar 20-30 cm. Mulailah dari tengah lembaran
dan bergerak ke arah tepi untuk menghindari keretakan
– Saat menyambung dua lembaran Nusaboard, pastikan sambungan
berada di atas rangka untuk memberikan dukungan tambahan
– Gunakan sealant atau perekat tahan air pada sambungan untuk
mencegah kebocoran air dan memastikan sambungan rapat
– Tutup sambungan antar lembaran dengan compound atau plester serat
semen untuk memberikan hasil akhir yang rapi dan rata
– permukaan plafon dapat dicat atau diberi finishing lainnya sesuai
kebutuhan desain interior
f. Pintu Ulin dan Jendela Ulin
1) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi pintu dan bingkai pintu sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Compound
– Waterpass
– Pintu dan Jendela Ulin
– Sekrup dan Paku
– Aksesoris Pintu dan Jendela ( Engsel, Grendel, Hak Angin, handle, Kunci
Tanam dll)
3) Metode Pelaksanaan
– Angkat pintu dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang pintu agar tidak jatuh
– Cek apakah pintu dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan pintu
sejajar dan tidak bergesekan dengan lantai atau rangka
– Pasang kunci dan handle pintu sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Angkat jendela dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang jendela agar tidak jatuh
– Cek apakah jendela dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan
jendela sejajar dan tidak bergesekan dengan rangka
– Pasang kunci jendela dan handle sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Gunakan sealant atau dempul kayu untuk menutup celah antara rangka
dan dinding jika ada
g. Pek. Jalusi Ulin
4) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi jalusi dan bingkai jalusi sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
– Tentukan desain jalusi yang diinginkan, termasuk dimensi dan jarak
antar jalusi
5) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Bor Listrik
– Waterpass
– Jalusi Kayu Ulin
– Sekrup dan Paku
– Lem Kayu
6) Metode Pelaksanaan
– Gunakan pensil atau spidol untuk menandai posisi jalusi pada dinding
atau frame tempat jalusi akan dipasang
– Pasang frame atau struktur penyangga jalusi sesuai dengan tanda yang
telah dibuat
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara
frame dengan kusen atau struktur penyangga lainnya
– Pasang jalusi satu per satu pada frame yang telah dipasang, Letakkan
setiap jalusi dengan jarak yang seragam antara satu dengan yang lain
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara
jalusi dengan frame, Pastikan setiap jalusi terpasang dengan kokoh dan
sejajar
7. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG
Pekerjaan aksesoris pintu dan jendela melibatkan instalasi dan penyelesaian
aksesori seperti gagang pintu, kunci, engsel, dan kaca. Berikut adalah spesifikasi
teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut :
a. Bahan Baku dan Peralatan
– Kunci Tanam setara GERBER
– Grendel Lokal 2”
– Engsel Pintu setara GERBER 5”
– Engsel Jendela setara GERBER 3”
– Hak Angin
– Tarikan Jendela
– Alat-alat dasar seperti obeng, palu, gergaji, pengukur, dan pemutar baut
– Alat khusus seperti alat pemotong kaca (jika diperlukan), dan alat
pemasangan aksesoris pintu/jendela
b. Metode Pelaksanaan
– Lakukan pengukuran yang akurat untuk memastikan semua aksesoris
pintu dan jendela sesuai dengan dimensi yang tepat
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan handle pintu
– Gunakan alat yang tepat untuk melubangi pintu dan memasang gagang
dengan baut yang sesuai
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan kunci pintu
– Pastikan kunci terpasang dengan aman dan berfungsi dengan baik
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan engsel pada pintu/jendela
– Ukur dengan teliti jarak antara titik pemasangan hak angin dengan
sambungan atau titik referensi lain pada jendela
– Pasang hak angin pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang
sesuai dengan lubang yang telah dibor. Pastikan hak angin terpasang
dengan kokoh dan sejajar
– Gunakan bor atau alat yang sesuai untuk membuat lubang di dinding
atau bingkai jendela sesuai dengan ukuran dan posisi tarikan, Pasang
tarikan pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang sesuai dengan
lubang yang telah dibor. Pastikan tarikan terpasang dengan kokoh dan
sejajar
– Lakukan pengukuran yang tepat untuk memastikan kaca sesuai dengan
ukuran jendela atau pintu
– Gunakan alat pemotong kaca untuk memotong kaca sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dari debu, sisa-sisa material, dan bekas tumpahan
cat atau sealant
– Pastikan untuk mematuhi petunjuk penggunaan dan instalasi yang
diberikan oleh produsen untuk setiap aksesoris pintu dan jendela yang
digunakan
– Pastikan pekerjaan dilakukan oleh tenaga terlatih dan berpengalaman
untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dan untuk
memastikan keamanan serta keandalan instalasi
8. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan Instalasi Listrik melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori seperti
Kabel NYM (3x2,5), NYM (2x1,5), Saklar, stop kontak dan Lampu LED. Berikut
adalah spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut
a. Persiapan Lokasi
1) Tentukan di mana lampu LED dan stop kontak akan dipasang.
Pertimbangkan ketinggian dan sudut instalasi untuk mendapatkan
pencahayaan yang optimal
b. Bahan Baku dan Peralatan
1) Lampu LED 12 Watt
2) Stop Kontak
3) Fixture dan Perangkat Penyangga
4) Kabel Listrik NYM 2x1,5
5) Kabel Listrik NYM 3x2,5
6) Pipa Conduit
7) Tang Potong Kabel
8) Obeng
9) Pelindung diri
c. Metode Pelaksanaan
1) Pilih fixture atau perangkat penyangga yang sesuai dengan lampu LED
yang akan diinstal. Pastikan fixture tersebut cocok dengan lingkungan
instalasi (misalnya, tahan air untuk pemasangan di luar ruangan)
2) Pastikan pasokan listrik dimatikan sebelum memulai instalasi. Lakukan
pemotongan daya untuk sirkuit yang akan digunakan
3) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik lampu dan saklar,
Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel
4) Sambungkan kabel listrik dari lampu LED 12 Watt ke pasokan listrik yang
tersedia di lokasi pemasangan. Pastikan untuk mengikuti instruksi yang
disediakan oleh produsen lampu LED dan perangkat penyangganya
5) Setelah instalasi selesai, aktifkan kembali pasokan listrik dan uji lampu
LED untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik
6) Jika diperlukan, sesuaikan posisi atau sudut pencahayaan lampu LED
untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
7) Setelah lampu LED terpasang dan diuji dengan baik, pastikan untuk
menutup kembali segala perangkat penyangga atau fixture dengan benar.
Jika ada pipa penyembunyi kabel yang digunakan, pastikan kabel
dirapihkan dan dipasang dengan aman
8) Pastikan semua koneksi listrik diamankan dengan baik dan tidak ada kabel
yang terpapar atau terjepit. Pastikan juga bahwa fixture dan lampu LED
terpasang dengan kuat dan aman.
9) Setelah Anda yakin bahwa instalasi selesai dengan benar dan aman,
hidupkan kembali pasokan listrik ke sirkuit yang relevan dan pastikan
lampu LED berfungsi dengan baik
10) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik stop kontak
11) Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel,
Tarik kabel melalui pipa conduit hingga mencapai titik stop kontak
12) Pasang kotak stop kontak di dinding pada lokasi yang telah direncanakan
13) Sambungkan kabel ke terminal stop kontak sesuai dengan kode warna:
hitam atau merah untuk fasa (live), biru untuk netral (neutral), dan
kuning/hijau untuk ground
9. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok, Pengecatan Plafond, Pengecatan Kilap Kayu dan Coating batu
alam.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Cat Kayu setara Avian
3) Cat Plafond setara VINILEX
4) Kuas
5) Amplas
6) Air
7) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
10. LAPORAN-LAPORAN
1) Penyedia Jasa harus menyerahkan laporan - laporan tertulis sesuai petunjuk
Direksi dalam Formulir yang ditentukan.
2) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus
diserahkan pada Direksi. Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk Minggu berikutnya. Rencana
tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah,pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan
bahan, pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia Jasa harus menyerahkan rangkap rencana kerja harian secara
tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari
maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup
pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
3) Rapat Bersama Untuk membicarakan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap
antara Direksi dengan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini
membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan,pekerjaan yang
diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang
timbul agar dapat segera diperoleh solusinya untuk diselesaikan.
4) Laporan-laporan harus berisi hal-hal sebagai berikut :
5) Laporan bulanan, mingguan dan harian yang berisi kemajuan pekerjaan fisik
setiap macam pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya dan estimasi
kemajuan kerja, inventarisasi prasarana dan sarana harian yang digunakan,
personal serta jumlah tenaga kerja, waktu kerja, persoalan – persoalan yang
timbul selama pekerjaan berlangsung, serta langkah – langkah penyelesaian
yang telah dilakukan.
6) Gambar shop drawing berisi tentang gambar pengukuran awal existing
sebelum memulai pekerjaan dari titik start project sampai dengan titik akhir
project yang dilakukan bersama dengan tim direksi teknis/supervisi dan
pihak – pihak yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
7) Gambar asbuild drawing berisi tentang gambar pengukuran akhir pekerjaan
setelah selesai dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim
direksi teknis / supervisi.
8) Back up data volume berisi tentang volume akhir dari setiap macam
pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya setelah pekerjaan selesai
dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim direksi
teknis/supervisi.
9) Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini memuat dari hasil pekerjaan yang
telah dikerjakan dan diserahkan sesuai dengan item pekerjaan pada tim
direksi teknis/supervisi..
11. MASA PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk mengganti
material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab atas semua
kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 19 June 2021 | Pembangunan Ruang Praktik Siswa (Rps) Smks Muhammadiyah Pangkalan Bun -Multimedia | Provinsi Kalimantan Tengah | Rp 1,080,000,000 |
| 14 August 2023 | Pembangunan Rumah Pangeran | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 930,000,001 |
| 13 June 2024 | Konstruksi Pembangunan Ruang Kelas Baru Sd Negeri 6 Madurejo | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 576,000,000 |
| 17 May 2023 | Renovasi Bpp Kecamatan Arut Selatan - Dak Fisik Bidang Pertanian | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 445,000,000 |
| 18 May 2023 | Renovasi Bpp Kecamatan Kumai- Dak Fisik Bidang Pertanian | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 445,000,000 |
| 22 May 2023 | Lanjutan Rehab Gedung Kantor Dinas Pertanian | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 404,102,321 |
| 3 August 2021 | Tambah Ruang Kelas Sdn 1 Pandu Senjaya | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 254,675,543 |
| 14 June 2021 | Rehabilitasi Ruang Perpustakaan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Smpn 3 Kumai (Dak) | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 238,259,267 |
| 3 June 2021 | Rehabilitasi Ruang Perpustakaan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Smpn 4 Arut Selatan (Dak) | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 236,600,000 |