PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Sutan Syahrir Telp. (0532) 21034, 22283
PANGKALAN BUN 74112
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat
SKPD : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabuapten Kotawaringin Barat
Nama PA : Dr. Ir. M. HASYIM MUALLIM, MT
Nama PPK : SURADI, S.ST
Program : Penyelenggaraan Jalan
Kegiatan : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/ Kota
Sub Kegiatan : Rekonstruksi Jalan
Pekerjaan : Rekonstruksi Jalan Simpang Berambai –
Natai Kerbau - Mulya Jadi
Lokasi : Kecamatan Pangkalan Banteng
Kabupaten : Kotawaringin Barat
Nilai Pagu : Rp. 4.039.000.000,00
Nilai HPS : Rp. 4.039.000.000,00
Tahun Anggaran
2024
URAI AN P EL AKS ANAAN P E KE RJAAN
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/ KOTA
SUB KEGIATAN : REKONSTRUKSI JALAN
PEKERJAAN : REKONSTRUKSI JALAN SIMPANG BERAMBAI – NATAI
KERBAU - MULYA JADI
LOKASI : KECAMATAN PANGKALAN BANTENG
TAHUN ANGGARAN : 2024
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi jalan sebagai Penyedia
Jasa diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan
pelaksanaan proyek yang akan dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki
kondisi dan kesulitan yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan
yang berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan
batas waktu tertentu untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping
itu biaya pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai
target penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa
dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami tahapan metode pelaksanaan
konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari rincian volume
yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota ini merupakan kegiatan
yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN
RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam
pelaksanaan Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi
beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Ls Papan Nama Pekerjaan
Ls Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
(SMKK)
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
3.2.(1a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan
DIVISI 5. PERKERASAN ASPAL
5.1 (1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
5.1.(2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1 (1) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
6.3.(4) Lataston Lapis Fondasi (HRS-Base)
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
10.1. (7) Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
SP M K P ER SI AP AN
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
SH OP DR AWI NG Addendum
P EL AK SANAAN
P EK ER J AAN
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
D O K UM E N
AD M I NI ST R ASI
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatankegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi
antara lain :
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi
pekerjaan dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan
pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa
ke laboratorium Job Mix Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai
sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi bascamp, pembuatan kantor
lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi perlatan sesua dengan tahapan pelaksanaan
pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada
saat pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas
survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik
dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan,
sehingga diungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap
rancangan kerja yang telah diberikan system dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua
material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Tanah Timbunan
dan bahan material yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat
persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan
rapat pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Motor Greader
c) Vibratory Roller
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi
penugasan tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja
dalam melaksanakan pekerjaan tersebut baik dilokasi sesuai kebutuhan
yang disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
UR AI AN P EL AKS AN AAN PEKER J AAN
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH
A. TIMBUNAN TANAH
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah biasa dan bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan
timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk
timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai
dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan
atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
B. PENYIAPAN BADAN JALAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan
tanah dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis
Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Pondasi Agregat Kelas A pada galian pelebaran
badan jalan.
UR AI AN P EL AKS AN AAN PEKER J AAN
DIVISI 5.
PERKERASAN BERBUTIR
A. Lapis Pondasi Agregat Kelas A & Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Lapis Pondasi Agregat Kelas A & Lapis Pondasi Agregat Kelas B adalah
merupakan campuran agregat halus dan kasar yang dapat memenuhi
gradasi sesuai dengan Spesifikasi. Proses Pencampuran bahan untuk
memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi instalasi
pemecah batu Quaary yang disetujui, dengan menggunakan pemasok
mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran yang menerus dari
komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar dan dalam
keadaan apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.
Whell Loader memuat Lapis Pondasi Agregat Kelas A & Lapis Pondasi Agregat
Kelas B ke dalam Dump Truck di Base Camp Mojokerto dan diangkut ke lokasi
pekerjaan dengan Dump Truck lalu dihampar dengan Motor Grader/bulldozer,
hamparan agregat dibasahi dengan Water Tanker sebelum dan sesudah
pemadatan dengan Vibro Roller dan selama pemadatan sekelompok pekerja
akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan alat bantu
kereta dorong, sekop dan garpu.
Dari lokasi Quarry tersebut, dilaksanakan pengambilan contoh material
(sampling ) pada beberapa titik untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
Jenis tes yang dilaksanakan meliputi dan tidak terbatas pada:
- Batas Cair dengan Alat Casagrande (SNI 03-1967-1990)
- Pengunjian Batas Plastis (SNI 03-1966-1990)
- Keausan Agregat dengan Mesin LA (SNI 03-1966-1990)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743 1989)
- Gumpalan Lempung dan Butir-Butir Mudah Pecah dalam Agregat (SK
SNI M –01- 1994-03)
- Kepadatan Lapangan dg Konus Pasir (SNI 03-2827-1992)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743-1989)
- Pengujian CBR Laboratprium (SNI 03-1744-1989)
Selanjutnya dilakukan pembuatan Job Mix Formula, sehingga didapat
komposisi material yang akan dipergunakan. Berikutnya juga dilakukan Trial
Compaction, guna mengetahui berapa jumlah lintasan masing – masing alat
yang akan digunakan, untuk mendapatkan nilai kepadatan sesuai dengan
Spesifikasi.
1) Jenis Peralatan yang digunakan sebagai berikut :
- Wheel Loader/Excavator
- Dump truck
- Motor Grader
- Vibro Roller
- Water Tank
- Alat Bantu
UR AI AN P EL AKS AN AAN PEKER J AAN
DIVISI 6.
PERKERASAN ASPAL
A. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Dikerjakan secara mekanik dengan urutan kerja sebagai berikut Aspal dan minyak
Flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair Permukaan
yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compresor.
Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan
yang akan dilapis. Angkutan Aspal dan Minyak tanah menggunakan Dump
Truck. Lapis Resap Perekat ini dilaksanakan diatas Beton badan jalan sebelum
penghamparan Lataston Lapis Fondasi (HRS-Base) serta dibersihkan dengan
compressor baru disemprot Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi. Lapis
Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi adalah lapis tipis aspal cair yang diletakkan di
atas Beton badan jalan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal
yang ada di dalam mobil aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan
tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh terlalu panas karena dapat
menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan aspal menjadi
rusak.
Selanjutnya aspal yang sudah cair atau Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
disemprotkan/disiramkan ke permukaan Beton badan jalan sehingga merata.
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi harus disemprot pada permukaan yang
kering atau mendekati kering dan pelaksanaan penyemprotan tidak boleh
dilaksanakan pada saat angin kencang, hujan, atau akan turun hujan. Sebelum
aspal disiramkan, permukaan lapis pondasi terlebih dahulu di bersihkan dengan
Semprotan Angin (Compressor).
B. Lataston Lapis Fondasi (HRS-Base)
Pencampuran dilakukan dengan Asphal Mixing Plant, diangkut dengan dump
truck dan dihampar dengan asphal finisher, dipadatkan dengan tandem Roller dan
Pneumatic Tyre Roller. serta dirapikan oleh pekerja dengan alat bantu.
Dilaksanakan sesuai dengan rencana dan atas persetujuan pihak Direksi Teknis
dan Konsultan Pengawas.
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet untuk lapis
perata, lapis pondasi atau lapis campuran aspal yang terdiri dari agregat dan
bahan aspal yang dicampur di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan.
UR AI AN P EL AKS AN AAN PEKER J AAN
DIVISI 10.
PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller. Dilakukan
pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor grader membentuk
penampang bahu jalan. Setelah itu dipadatkan kembali dengan vibro roller. Begitu
seterusnya hingga terbentuk kemiringan penampang yang direncanakan atau yang
disyaratkan berdsarkan spesifikasi teknis
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat
pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan
oleh Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang
diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Pangkalan Bun, 15 Agustus 2024
Dibuat Oleh,
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Sub Kegiatan Rekontruksi Jalan
Bidang Bina Marga
Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Kabupaten Kotawaringin Barat
SURADI, S.ST
NIP. 19770417 199903 1 002